• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM ORIENTASI KIE BAGI PPKBD DAN SUB PPKBD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KURIKULUM ORIENTASI KIE BAGI PPKBD DAN SUB PPKBD"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KURIKULUM

ORIENTASI KIE BAGI PPKBD DAN SUB PPKBD

I. Latar Belakang

Mengantisipasi lingkungan strategis yang berubah dan sejalan dengan era desentralisasi saat ini perlu dirumuskan kembali visi, misi, dan strategi dasar (grand strategy) BKKBN. Reformulasi arah kebijakan program ke depan ini diperlukan dalam rangka membangun kembali sendi-sendi program yang oleh berbagai kalangan disinyalir sangat melemah dalam era desentralisasi saat ini.

Melalui perumusan kembali arah kebijakan program ke depan, diharapkan kinerja program dapat meningkat dan sasaran-sasaran program KB nasional seperti tertuang dalam RPJMN 2004-2009 dapat dicapai.

Untuk mewujudkan visi dan misi organisasi, BKKBN telah merumuskan lima strategi dasar yang dimaksudkan untuk memberikan daya ungkit yang besar bagi program KB nasional sehingga kinerja program dapat meningkat dan sasaran RPJMN 2009 dapat tercapai, salah lima strategi dasar adalah menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB, melalui setiap desa/kelurahan harus memiliki Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) yang berperan aktif sebagai fasilitator dan penggerak KB di desa/kelurahan.

Kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Institusi Masyarakat Perdesaan dirasakan menjadi motor penggerak keberhasilan Program KB Nasional, sehingga perlu diberikan keterampilan KIE melalui kegiatan Orientasi KIE kepada PPKBD dan Sub PPKBD pada tahun 2009.

II. Peserta

Peserta Orientasi KIE kepada PPKBD dan Sub PPKBD pada tahun 2009 terutama bagi PPKBD dan Sub PPKBD yang telah lama tidak mengikuti kegiatan Pelatihan/orientasi di BKKBN Propinsi atau SKPD KB di Kabupaten/Kota.

(2)

III. Tujuan Pelatihan a. Tujuan Umum :

Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam memberikan KIE.

1. Memiliki pemahaman tentang Program KB terkini di wilayahnya 2. Memiliki pengetahuan tentang tugas dan fungsi sebagai pembina IMP 3. Memiliki pengetahuan tentang advokasi KIE untuk menggalang kerjasama

dengan mitra kerja

4. Memiliki pengetahuan tentang penumbuhan, pembinnaan dan pengembangan peran IMP sesuai klasifikasinya.

5. Memiliki pengetahuan tentang 6 (enam) peran IMP b. Tujuan Khusus :

1. Meningkatnya pengetahuan dan sikap positif peserta tentang Program KB Nasional.

2. Meningkatnya pengetahuan dan sikap positif peserta tentang tugas dan fungsi sebagai pembina Institusi Masyarakat Perdesaan

3. Meningkatkan pengetahuan dan sikap positif tentang alat/cara KB, pemberian pelayanan ulangan dan rujukan

4. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam memberikan Advokasi KIE pada Keluarga dan mitra kerja.

5. Meningkatnya pengetahuan dan sikap positip dalam meningkatkan kerjasama dalam rangka kemitraan dengan unit kerja di wilayahnya.

6. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam memberikan Motivasi pada Pasangan Usia Subur dan Peserta KB

7. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam memberikan Konseling Interpesonal pada Pasangan Usia Subur dan calon Peserta KB

8. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam melakukan komunikasi KIE Pasangan Usia Subur dan calon Peserta KB

(3)

9. Meningkatnya pengetahuan, sikap positif tentang penumbuhan, pembinaan dan pengembangan peran IMP dan masyarakat.

10. Meningkatkan sikap, keterampilan penggalangan integrasi

11. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta dalam melaksanakan Pencatatan dan pelaporan Pengendalian Lapangan (Dalap ) dan Pendataan Keluarga.

IV. Uraian Tugas

1. Membina pengurus

2. Melakukan kegiatan motivasi

3. Melakukan pelayanan ulang dan rujukan 4. Menyelenggarakan pertemuan rutin

5. Melakukan Pencatatan dan pelaporan Pengendalian Dalap dan Pendataan Keluarga

6. Melaksanakan penyuluhan program integrasi 7. Mengembangkan masyarakat kearah kemandirian

V. Kemampuan yang diharapkan

Kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan tugas-tugas yang dilakukan, selama mengikuti pelatihan peserta adakan mendapatkan :

1. Memiliki pemahaman tentang Program KB terkini di wilayahnya 2. Memiliki pemahaman tentang tugas dan fungsi sebagai pembina IMP 3. Memiliki pengetahuan, keterampilan tentang advokasi KIE untuk

menggalang kerjasama dengan mitra kerja

4. Memiliki pengetahuan, keterampilan tentang teknik motivasi

5. Memiliki pengetahuan, keterampilan penumbuhan, pembinaan dan pengembangan peran IMP sesuai klasifikasinya.

6. Memiliki pemahaman tentang 7 (tujuh) peran IMP

(4)

7. Memiliki sikap yang positif dalam mengelola program KB di wilayah kerjanya.

8. Memiliki sikap sebagai pembina, pembimbing IMP.

9. Memahamai kontrasepsi dan sistem rujukan 10. Memahami kegiatan integrasi

11. Memahami pertemuan rutin

12. Memiliki sikap dan keterampilan tentang KIE

11. Memiliki ketrampilan dalam pencatatan dan pelaporan DALLAP

VI. Pengalaman Belajar

1. Mempelajari Program KB Nasional : a. Membahas Visi dan Misi

b. Membahas Kebijakan dan Grans Strategi c. Membahas pokok-pokok kegiatan

d. Membahas hasil kegiatan(KSP) 2. Mempelajari Ulas Ulang Materi KB/KR

a. Membahas tujuan, Jenis, manfaat alat kontrasepsi b. Membahas cara pembinaan pemakaian alat kontrasepsi 3. Mempelajari Cara Rujukan

a. Membahas pengertian, tujuan, dan manfaat rujukan b. Membahas jenjang rujukan

c. Membahas cara-cara melaksanakan rujukan 4. Mempelajari KIP/Konseling

a. Membahas Pengertian KIP/Konseling

b. Membahas hambatan-hambatan dalam KIP/Konseling c. Membahas kiat komunikasi efektif

5. Mempelajari Teknik Motivasi

a. Membahas pengertian motivasi, tujuan, sasaran, manfaat motivasi b. Membahas unsur-unsur motivasi

c. Membahas pendukung dan penghambat motivasi d. Melakukan Role Play

(5)

6. Mempelajari Teknik Penggerakan Masyarakat a. Membahas konsep penggerakan masyarakat

b. Membahas prinsip-prinsip penggerakan masyarakat c. Membahas tahapan penggerakan masyarakat 7. Mempelajari Advokasi dan KIE

a. Membahas konsep dasar Advokasi dan KIE

b. Membahas perbedaan/persamaan Advokasi dan KIE c. Membahas langkah-langkah Advokasi dan KIE d. Membahas pendekatan kunci advokasi

e. Membahas teknik advokasi

f. Mempraktekkan advokasi dan KIE 8. Mempelajari Komunikasi Efektif

a. Membahas pengertian komunikasi efektif b. Membahas jenis-jenis komunikasi efektif

c. Membahas fungsi dan prinsip komunikasi efektif d. Membahas bentuk dan teknik penyajian

e. Membahas syarat-syarat komunikasi efektif 9. Mempelajari Peningkatan Peran IMP

a. Membahas 7 (Tujuh) peran IMP

b. Membahas 5 (lima) pola pembinaan IMP c. Membahas 3 (tiga) klasifikasi IMP

10. Mempelajari Pencatatan dan Pelaporan DALLAP

a. Membahas Pengertian dasar dalam pencatatan dan pelaporan Pengendalian Lapangan (Dalap) dan Pendataan Keluarga

b. Membahas Jenis formular pencatatan dan pelaporan Pengendalian Lapangan (Dalap) (R/I/Sub PPKBD, C/BKB/04, C/I/BKR/04, C/I/BKL/04 ) dan Pendataan Keluarga ( R/I/KS/2004).

c. Membahas mekanisme operasional pencatatan dan pelaporan Dalap dan Pendataan Keluarga

d. Praktek pengisian pencatatan dan pelaporan DALLAP dan Pendataan Keluarga

11. Mempelajari Program Integrasi

(6)

a. Membahas pengertian, tujuan dan manfaat Bina Keluarga b. Membahas Pengertian, tujuan dan manfaat UPPKS

c. Membahas pengelolaan Poktan (penumbuhan, pembinaan dan pengembangan)

VII. ISI DAN STRUKTUR MATERI

NO MATA PELAJARAN

JAM

PELAJARAN

T P L JML

A DASAR

1 Program KB 4 0 0 4

B. INTI

1 Ulas Ulang Kontrasepsi 2 2

2 Sistem Rujukan 2 2

3 KIP/Konseling 2 2 4

4 Teknik Motivasi 1 1 2 5 Penggerakan Masyarakat 2 2

6 Advokasi KIE 1 1 2

7 Komunikasi Efektif 1 1 2 8 Peningkatan Peran IMP 2 2 9

Pencatatan dan Pelaporan Dalap

dan Pendataan 2 2 4

10 Program Integrasi 4

4

C Penunjang - - -

Bina Suasana Peserta 2 2

22 10 0 32

VIII. Strategi Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut : 1. Pelatihan secara klasikal dikelas selama 3 (lima) hari

2. Proses belajar mengajar menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktek kelas, diskusi

3. Pelatih/fasilitator dari Widiaiswara, Instansi terkait, Kepala Bidang

(7)

IX. PENILAIAN

Selama pelatihan akan dilakukan beberapa penilaian : 1. Penilaian terhadap peserta :

a. Untuk mengukur tingkat kemampuan dilakukan dengan pre test, mid test dan post test

b. Untuk mengukur sikap akan dilakukan pengamatan oleh tim fasilitator selama proses pelatihan

c. Untuk mengukur ketrampilan dilihat dari aspek psikomotorik melalui praktek dan penugasan di kelas.

2. Penilaian terhadap pengajar

Selama pelatihan peserta akan diberikan kesempatan untuk menilai performance pengajar

X. KRITERIA KEBERHASILAN

1. Kehadiran dan partisipasi peserta dalam proses belajar mengajar 2. Peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan

3. Peserta dapat mengikuti dan melaksanakan tugas diberikan

XI. PENYESUAIAN KURIKULUM

Kurikulum ini bisa dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi dengan tetap memperhatikan subtansi baku.

XII. LAMPIRAN

Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)

Referensi

Dokumen terkait

Data hasil skala sikap untuk mengukur faktor penyebab guru BK tidak melaksanakan evaluasi perencanaan program BK kemudian akan ditabulasi dalam tabel seperti di bawah ini:. Guru BK

Pada Tabel 1 terlihat bahwa pada perairan desa Rutong dijumpai 6 spesies makroalgae yaitu Codium edule, Halimeda macroloba, Ulva reticulate, Padina australis, Actinotrichia

Mesin bubut kayu merupakan salah satu mesin yang paling sering digunakan di bengkel atau pabrik mebel kayu. Alasannya adalah karena mesin bubut ini memiliki banyak fungsi

Penelitian ini mengungkapkan bahwa model yang telah di dapat menggunakan metode fungsi transfer hanya berlaku apabila kurs dollar AS terhadap rupiah masih dapat

dimana < 0,05 karena < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan skor kecemasan ibu primigravida TM III yang mengikuti senam hamil maupun dengan yang tidak mengikuti

BUMDes Rambah Muda Jaya Desa Rambah Muda memiliki rasio ROA paling baik sebesar 11% (sangat baik) sedangkan terendah adalah BUMDes Tanjung Mandiri Desa Tanjung Belit, BUMDes

Masyarakat yang mampu melaksanakan pekerjaan secara teknis. Apabila lokasi pekerjaan yang diswakelolakan merupakan akses antar desa dalam satu kecamatan dan/atau antar desa

Ketiga hasil penelitian tersebut, didasari oleh ungkapan Slavin (2006) bahwa dari pemikiran belajar bersama melalui lab mini, siswa belajar dalam kelompok kecil