• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

26

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Koperasi Pegawai Adhi Ladya Pt.Pelindo III Banjarmasin

Koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin yang beralamat di Jl. Mayjen Sutoyo S. Koperasi ini ialah koperasi yang bergerak dibidang simpan pinjam, Kredit Barang Sekunder, Pertokoan (Minimarket), Tiket dan Barang Pindahan,Bekerja sama dengan JNE dan lain-lain. Pada Tahun 2012 dibentuk usaha pertokoan (Minimarket) sampai dengan tahun 2018. Koperasi ini juga dibentuk berdasarkan data pada Dinas Koperasi UMKM Kota Banjarmasin badan Hukumnya Telah disahkan oleh pemerintah dan dicatat dengan Nomor Badan Hukum: 1349/BH/IX sesuai surat keterangan Akte Pendirian Koperasi Nomor : 254/412/Kop-Lembaga/V/2014 tanggal 5 Mei 2014 oleh dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Kemudian Koperasi pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Cabang Banjarmasin mengalami Perubahan Anggaran Dasar. NPWP Nomor = 01.814.924.5-731.000 Sesuai dengan Surat Keterangan Terdaftar Nomor = PEM-00974/WPJ.29/KP.0103/2014 Surat Izin Usaha

Perdagangan (SIUP) Besar Nomor = 5003-

049/SIUP.BP.IV/BP2TPM/2011. Sesuai Surat Keputusan Pengurus Koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Cabang Banjarmasin Nomor: 01/SK/KOP-AL/2015.

(2)

2. Struktur Koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin RAPAT

ANGGOTA

PEMBINA PENGURUS PENGAWAS

General Manager PT.Pelindo III

Banjarmasin

Ketua Ketua M.Helmi,SAP

Drs.Ec.Zainal Abidin

Sekretaris Anggota

M.Rahmadi Hasna Rief

Kahariyah

Bendahara Anggota

Mamu Yowono I Wayan Eka

Saputra a. Ketua

1) Memimpin rapat anggota dan rapat anggota tahunan, serta memberikan laporan

2) Melaksanakan kebijakan-kebijakan koperasi yang telah disepakati dalam rapat anggota

3) Memimpin, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas

b. Sekretaris

1) Menyelenggarakan dan memelihara seluruh arsip 2) Melakukan tugas kesekretariatan

3) Memelihara tatanan kerja c. Bendahara

1) Mengendalikan pengeluaran agar tidak diluar anggaran 2) Membimbig serta mengawasi administrasi keuangan 3) Menyusun anggaran belanja

(3)

3. Visi, Misi dan Tujuan a. Visi

Visi koperasi adalah terwujudnya pelayanan yang prima kepada anggota koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

b. Misi

Misi koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin sebagai berikut :

1) Meningkatkan mutu manajemen dan tatakelola yang transparan dan akuntanbel

2) Meningkatkan partisipasi aktif anggota sebagai pemilik dan pengguna koperasi

3) Mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan pelayanan dan usaha koperasi

4) Melakukan kerjasama usaha yang saling menguntungkan dalam rangka pengembangan koperasi

c. Tujuan

Tujuan koperasi pegawai adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin adalah :

1) Memberdayakan kegiatan koperasi hingga fungsi lebih maksimal, efektif dan produktif dalam meningkatkan keejahteraan koperasi.

2) Ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur.

(4)

B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Data yang telah dikumpulkan untuk penelitian berupa Laporan keuangan, Kemudian dilakukan perhitungan sesuai perhitungan Rasio keuangan, sehingga bisa mengetahui sejauh mana keadaaan keuangan dari sebuah perusaahaan. Berikut ini adalah Rasio Keuangan Koperasi pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Cabang Banjarmasin Periode 2014 sampai periode 2018.

(5)

30 Tabel 4. 1 Neraca per 1 Januari Sampai 31 Desember dari Tahun 2014-2018

Keterangan Tahun

2014 2015 2016 2017 2018

Aset

Aset Lancar

Kas Dan Setara Kas Rp957,113,592 Rp987,154,997 Rp1,036,406,664 Rp1,500,266,223 Rp1,180,988,797 Piutang Usaha Anggota Rp10,566,991,336 Rp13,559,022,859 Rp13,931,207,256 Rp9,777,312,687 Rp9,055,588,791 Piutang Usaha Non Anggota Rp261,958,032 Rp149,172,606 Rp927,252,555 Rp488,792,858 Rp266,940,844 Penyisihan Piutang Ragu-

Ragu Rp0 Rp0 -Rp52,450,000 Rp0 -Rp864,703

Persediaan Rp78,017,816 Rp46,372,441 Rp41,161,694 Rp14,980,447 Rp8,424,590

Piutang Lain-Lain Rp84,283,375 Rp244,317,167 Rp68,372,713 Rp346,774,092 Rp135,275,695 Jumlah Aset Lancar Rp11,948,364,151 Rp14,986,040,070 Rp15,951,950,882 Rp12,128,126,307 Rp10,646,354,014

Aset Tidak Lancar

Aset Lain-Lain Rp263,600,000 Rp21,868,800 Rp0 Rp0 Rp0

Aset Tetap Bersih Rp2,287,238,987 Rp4,722,324,319 Rp4,038,639,216 Rp4,145,575,348 Rp2,145,383,212 Jumlah Aset Tidak Lancar Rp2,550,838,987 Rp4,744,193,119 Rp4,038,639,216 Rp4,145,575,348 Rp2,145,383,212 Jumlah Aset Rp14,499,203,138 Rp19,730,233,189 Rp19,990,590,098 Rp16,273,701,655 Rp12,791,737,226 Kewajiban Dan Ekuitas

Kewajiban Lancar

(6)

31 Lanjutan

Hutang Pajak Rp14,055,190 Rp49,513,031 Rp4,387,021 Rp0 Rp0

Biaya YMH Dibayar Rp39,457,905 Rp55,840,000 Rp102,407,069 Rp30,339,451 Rp28,040,357 Dana Pembagian Shu Rp15,659,058 Rp33,388,429 Rp42,633,290 Rp24,318,706 Rp36,695,458 Hutang Lainnya Rp101,574,420 Rp109,638,880 Rp144,899,514 Rp108,981,441 Rp223,527,049 Simpanan Sukarela Rp2,716,000,000 Rp2,455,000,000 Rp2,990,000,000 Rp2,260,000,000 Rp1,609,000,000 Hutang Bank Jatuh Tempo 1

Tahun Rp2,043,138,699 Rp4,290,049,627 Rp0 Rp5,376,737,530 Rp0

Jumlah Kewajiban Lancar Rp4,929,885,272 Rp6,993,429,967 Rp3,284,326,894 Rp7,800,377,128 Rp1,897,262,864

Kewajiban Jangka Panjang

Hutang Bank Jatuh Tempo

>1 Tahun Rp6,360,192,274 Rp9,434,615,169 Rp12,878,265,781 Rp4,318,635,486 Rp6,150,708,646 Jumlah Kewajiban Jangka

Panjang Rp6,360,192,274 Rp9,434,615,169 Rp12,878,265,781 Rp4,318,635,486 Rp6,150,708,646

Ekuitas

Simpanan Wajib Rp1,024,841,375 Rp1,226,329,005 Rp1,530,307,787 Rp1,896,794,461 Rp2,229,135,560

Modal Donasi Rp3,443,838 Rp3,443,838 Rp3,443,838 Rp3,443,838 Rp3,443,838

Cadangan Koperasi Rp1,645,546,677 Rp1,612,728,595 Rp1,764,411,637 Rp1,792,837,696 Rp1,947,828,318 Sisa Hasil Usaha Rp535,293,702 Rp459,686,615 Rp529,834,161 Rp461,615,046 Rp563,358,000 Jumlah Ekuitas Rp3,209,125,592 Rp3,302,188,053 Rp3,827,997,423 Rp4,154,691,041 Rp4,743,765,716 Jumlah Kewajiban Dan

Ekuitas Rp14,499,203,138 Rp19,730,233,189 Rp19,990,590,098 Rp16,273,703,655 Rp12,791,737,226

(7)

32 Tabel 4. 2 Hasil Usaha per 1 Januari sampai 31 Desember dari Tahun 2014-2018

No URAIAN 2014 2015 2016 2017 2018

A. Pendapatan

1 Penjualan Rp3,366,554,557 Rp4,425,251,677 Rp3,304,181,218 Rp3,265,723,486 Rp3,051,627,949 2 Pendapatan Jasa Rp3,936,431,290 Rp2,959,261,144 Rp3,538,920,622 Rp3,709,943,289 Rp2,749,743,443 Jumlah Pendapatan Rp7,302,985,847 Rp7,384,512,821 Rp6,843,101,840 Rp6,975,666,775 Rp5,801,371,392

B.Beban Pokok

1 Beban Pokok Penjualan Rp3,075,555,019 Rp3,995,797,853 Rp2,850,814,176 Rp2,761,794,948 Rp2,640,159,419 2 beban Antar Unit Usaha Rp2,764,610,919 Rp1,667,084,983 Rp216,683,085 Rp129,023,108 Rp89,040,371 Jumlah Beban Pokok Rp5,840,165,938 Rp5,662,882,836 Rp3,067,497,261 Rp2,890,818,056 Rp2,729,199,790

SHU Kotor Rp1,462,819,909 Rp1,721,629,985 Rp3,775,604,579 Rp4,084,848,719 Rp3,072,171,602

C. Beban ADM dan UMUM Rp1,295,721,325 Rp1,534,015,864 Rp2,008,582,623 Rp2,310,455,670 Rp1,916,259,567

D. Penghasilan (beban)

Diluar Usaha Rp210,310,710 Rp357,804,107 -Rp1,145,954,258 -Rp1,219,950,327 -Rp495,509,420 SHU Sebelum Pajak Rp377,409,294 Rp545,418,228 Rp621,067,698 Rp554,442,722 Rp660,402,615 E. Pajak Penghasilan Rp61,739,487 Rp85,731,613 Rp91,233,537 Rp87,319,675 Rp97,044,615

F. Sisa Hasil Usaha Setelah

Pajak Rp315,669,807 Rp459,686,615 Rp529,834,161 Rp467,123,047 Rp563,358,000 Sumber : Data diolah Penulis

(8)

Berdasarkan data di atas penulis mencoba menghitung Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Aktivitas dan rasio Profitabilitas Koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin periode 2014-2018 agar dapat mengetahui Kemunduran atau kemajuan pada periode tersebut, perhitungan Rasio yang akan dihitung sebagai berikut 1. Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas merupakan Rasio yang mana berfungsi untuk menunjukkan kemampuan koperasi dalam membayar hutang pada saat jatuh tempo atau pengukuran seberapa likuid kas yang tersedia untuk membayar kewajiban yang akan jatuh tempo.

Sehingga rasio likuiditas berfungsi untuk mengukur kemampuan Koperasi Pegawai Adhi Ladya dalam memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo. Cara untuk mengukur Rasio ini yaitu dengan cara Total Aktiva Lancar dengan total passiva lancar (Utang jangka pendek).

a) Rasio lancar (current ratio)

Rasio Lancar atau Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan Koperasi Pegawai Adhi Ladya dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang yang akan jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Perhitungan rasio lancar dilakukan dengan cara membandingkan antara total aktiva lancar dengan total utang lancar, adapun rumus untuk menghitung rasio lancar sebagai berikut :

(1) Tabel 4. 3 Perhitungan Rasio Lancar (Current Ratio) Tahun 2014-2018 Koperasi

Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Aktiva Lancar Utang Lancar Current Ratio

(a) (b) (a/b)

(9)

Lanjutan

2014 Rp11,948,364,151 Rp4,929,885,272 242%

2015 Rp14,986,040,070 Rp6,993,429,967 214%

2016 Rp15,951,950,882 Rp3,284,326,894 486%

2017 Rp12,128,126,307 Rp7,800,377,128 155%

2018 Rp10,646,354,014 Rp1,897,262,864 561%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 1 Perhitungan Ratio Lancar (Current Ratio) tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Berdasarkan tabel 4.3 serta Grafik 4.1 Current ratio pada tahun 2014 sebesar 2,42 kali dalam utang lancar atau setiap Rp.1,00 maka jaminannya sebesar Rp.24,2 Aktiva Lancar. Pada tahun 2015 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,28 sehingga pada tahun 2015 adalah sebanyak 2,14 kali dalam utang lancar atau setiap Rp.1,00 jaminannya sebesar Rp.2,14 aktiva lancar. Pada tahun 2016 Current Ratio mengalami kenaikan yang sangat drastis menjadi 4,86 kali yang mana hasil ini dua kali dari tahun sebelumnya, sedangkan tahun 2017 mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu sebesar 1,55 kali , sedangkan pada tahun 2018 mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 5,61 kali .

2.42 2.14 4.86

1.55 5.61

- 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00

2014 2015 2016 2017 2018

Current Ratio

Current Ratio

(10)

b) Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio)

Rasio sangat lancar atau yang biasa kita sebut dengan Quick Ratio merupakan rasio untuk menunjukan kemampuan Koperasi Pegawai Adhi Ladya untuk membayar kewajiban lancar atau Kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi dengan aset lancar yang tersedia dalam koperasi tanpa mempertimbangkan nilai persediaan (Inventory). Dibawah ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Quick Ratio :

(2) Tabel 4. 4 Perhitungan RasioSangat Lancar (Quick Ratio)Tahun

2014-2018 Koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Aktiva Lancar Persediaan Utang Lancar Quick Ratio

(a) (b) (c) (a-b)/c

2014 Rp11,948,364,151 Rp78,017,816 Rp4,929,885,272 241%

2015 Rp14,986,040,070 Rp46,372,441 Rp6,993,429,967 214%

2016 Rp15,951,950,882 Rp41,161,694 Rp3,284,326,894 484%

2017 Rp12,128,126,307 Rp14,980,447 Rp7,800,377,128 155%

2018 Rp10,646,354,014 Rp8,424,590 Rp1,897,262,864 561%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 2 Perhitungan Ratio sangat Lancar(Quick Ratio) tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III

Banjarmasin Sumber : Data diolah Penulis 2.41 2.14

4.84

1.55 5.61

- 2.00 4.00 6.00

2014 2015 2016 2017 2018 Quick Ratio

Quick Ratio

(11)

Berdasarkan tabel 4.4 serta Grafik 4.2 Ratio Cepat atau Quick Ratiopada tahun 2014 ialah sebanyak 24,1 kali yang mana jumlah aktiva lancar tanpa persediaan sebanyak 24,1 kali utang lancar sehingga bisa di artikan bahwa setiap Rp.1,00 utang lancar maka dijamin oleh Rp.24,1 aktiva lancar tanpa persediaan atau bisa kita artikan 24,1 : 1 aktiva lancar tanpa persediaan dengan utang lancar.

Pada tahun 2015 mengalami sedikit penurunan sehingga 21,4 kali utang lancar tanpa persediaan sebanya 21,4 kali utang lancar atau setiap Rp.1,00 utang lancar maka akan dijamin oleh Rp.21,4 aktiva lancar tanpa adanya persediaan. Sedangkan tahun 2016 mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 48,4 kali yang mana aktiva lancar tanpa persediaan bernilai 48,4 kali, sehingga setiap Rp.1,00 utang lancar maka akan dijamin sebanyak Rp.48,4 aktiva lancar tanpa persediaan. Sedangkan Quick Ratio pada tahun 2017 mengalami penurunan sehingga menjadi 15,5 kali dan mengalami kenaikan yaang cukup signifikan dari tahun sebelumnya menjadi 56,1 kali.

c) Rasio Kas (Cash Ratio)

Rasio Kas atau Cash Ratio digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

Ketersediaan uang kas yang dapat ditunjukkan dari tersedianya daa kas atau yang setara dengan as seperti rekening giro atau tabungan di ban yang dapat ditark setiap saat. Dengan penjelasan diatas rasio ini menentuan kemampuan sesunngguhnya bagi perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya. Berikut adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Cash Ratio :

(3) Tabel 4. 5 Perhitungan Rasio Kas (Cash Ratio) Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

(12)

Tahun Kas+Bank Current

Liabilities Cash Ratio

(a) (b) a/b

2014 Rp957,113,592 Rp4,929,885,272 19%

2015 Rp987,154,997 Rp6,993,429,967 14%

2016 Rp1,036,406,664 Rp3,284,326,894 32%

2017 Rp1,500,266,223 Rp7,800,377,128 19%

2018 Rp1,180,988,797 Rp1,897,262,864 62%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 3 Perhitungan Rasio kas (Cash Ratio) tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Berdasarkan tabel 4.5 serta Grafik 4.3 Cash Ratio pada tahun 2014 sebesar 0,19 kali atau 19% dari jumlah uang kas dan Bank yang tersedia untuk membayar utang lancar. Sedangkann Tahun 2015 mengalami sedikit penurunan sehingga menjadi 14%

atau 0,14 artinya jumlah uang kas dan bank yang tersedia untuk membayar utang lancar adalah 14% sedangkan Tahun 2016 mengalami kenaikan signifikan menjadi sebesar 32% yang mana 32% jumlah uang kas (kas dan bank) yang tersedia untuk membayar utang lancar sedangkan tahun 2017 cash ratio mengalami penurunan signifikan menjadi 19% yang mana artinya 19% kas dan bank yang tersedia untuk membayar utang lancar sedangkan pada tahun 2018 cash ratio mengalami kenaikan yang

0.19

0.14

0.32

0.19

0.62

- 0.20 0.40 0.60 0.80

2014 2015 2016 2017 2018

Cash Ratio

Cash Ratio

(13)

signifikan yaitu sebanyak 62% yang artinya 0.62 atau 62% yang tersedia untuk membayar utang lancarnya.

d) Rasio Perputaran Kas (Cash Turn Over)

Rasio perputaran kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untu membayar tagihan. Rasio ini digunaan untuk mengukur tigkat ketersediaan kas untuk membayar tagihan atau utang dan biaya- biaya lainnya. Berikut rumus Rasio perputaran kas :

(4) Tabel 4. 6 Perhitungan Rasio Perputaran Kas Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun

Pendapatan Bersih

Total Aktiva Lancar

Total Utang Lancar

Rasio Perputaran kas

(a) (b) (c) a/(b-c)

2014 Rp377,409,294 Rp11,948,364,151 Rp5,149,509,168 6%

2015 Rp545,418,228 Rp14,986,040,070 Rp6,993,429,967 7%

2016 Rp621,067,698 Rp15,951,950,882 Rp3,284,326,894 5%

2017 Rp548,932,722 Rp12,128,126,307 Rp2,423,639,598 6%

2018 Rp660,402,615 Rp10,646,354,014 Rp1,897,262,864 8%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 4 Perhitungan Rasio Perputaran kas tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Berdasarkan tabel 4.6 serta Grafik 4.4 Rasio Perputaran kas pada tahun 2014 sebesar 0,06 atau sebanyak 6% yang berarti

0.06 0.07

0.05 0.06 0.08 -

0.05 0.10

Rasio Perputaran Kas

Rasio

Perputaran Kas

(14)

jumlah pendapatan bersih sebanyak 0,06 kali dari total aktiva lancar dikurang total utang lancar, sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 7% atau sebanyak 0,07 kali dari total aktiva lancar dikurang dengan total utang lancar. Pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 5% atau 0,05 kali dari total aktiva lancar dikurang total utang lancar. Pada tahun 2017 rasio perputaran sebesar 6% yang mana ada peningkatan sebesar 1% dari tahun sebelumnya sehingga pendapatan Bersih 0,06kali dari Total Aktiva Lancar dikurang total utang lancar. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebanyak 2% dari tahun sebelummnya sehingga pada tahun 2018 rasio perputaran kas sebanyak 8% atau 0,08 kali dari Total Aktiva Lancar dikurang dengan Total Utang Lancar. Dalam tabel diatas bisa kita lihat bahwa setiap tahunnya mengalami kenaikan dan penurunan tidak signifikan akan tetapi kecenderungan yang terjadi pada tabel diatas adalah meningkat.

e) Inventory to Net Working Capital

Inventory to net working capital ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja Koperasi Pegawai Adhi Ladya. Dibawah ini adalah rumus yang digunakan untuk mencari Inventory to net working capital :

(5) Tabel 4. 7 Perhitungan Invetory to Net Working Capital Tahun

2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Persediaan Total aktiva Lancar Total Utang Lancar

Inventory to net working

capital Inventory

(a) (b) (c) a/(b-c)

2014 Rp78,017,816 Rp11,948,364,151 Rp4,929,885,272 0.011

(15)

Lanjutan

2015 Rp46,372,441 Rp14,986,040,070 Rp6,993,429,967 0.006 2016 Rp41,161,694 Rp15,951,950,882 Rp3,284,326,894 0.003 2017 Rp14,980,447 Rp12,128,126,307 Rp7,800,377,128 0.003 2018 Rp8,424,590 Rp10,646,354,014 Rp1,897,262,864 0.001 Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 5 Perhitungan Inventory To Net Working Capital tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III

Banjarmasin Sumber : Data diolah Penulis

Berdasarkan tabel 4.7 serta Grafik 4.5 Rasio Inventory To Net Working Capital Invetory pada tahun 2014 sebesar 0,011 atau sebanyak 1,11% yang berarti jumlah Persediaan sebanyak 1,11%

dari Modal Kerja(aktiva lancar dikurang total utang lancar), sedangkan pada tahun 2015 mengalami sedikit penurunan sehingga menjadi 0,6% atau sebanyak 0,006jumlah persediaan dari modal kerja yang didapat dari aktiva lancar dikurang dengan total utang lancar. Pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2017 menghasilkan 0,3% atau 0.003 jumlah persediaan dari modal kerja yag didapat dari aktiva lancar dikurang dengan total utang lancar. Sedangkan pada tahun 2018 mengalami penurunan sehingga menjadi 0.1%

0.011

0.006

0.003 0.003 0.001 -

0.002 0.004 0.006 0.008 0.010 0.012

2014 2015 2016 2017 2018

Inventory to net working capital

Inventory to net working capital

(16)

atau menjadi 0,001 daari modal kerja yaitu aktiva lancar yang dikurng total utang lancar.

f) Working Capital To Total Assets

Working capital to total assets merupakan rasio yang membandingkan antara modal kerja dengan persediaan koperasi.

Berikut adalah rumus yang digunakan untuk mendapatkan hasil dari Working Capital To Total Assets :

(6) Tabel 4. 8 Perhitungan Working Capital To Total Assets Tahun

2014-2018 pada koperasi Pegawai Adhi ladya

Tahun Aktiva lancar Utang Lancar Total Aktiva WCTAR

(a) (b) (c) ((a-b)/c)

2014 Rp11,948,364,151 Rp4,929,885,272 Rp14,499,203,138 48%

2015 Rp14,986,040,070 Rp6,993,429,967 Rp19,730,233,189 41%

2016 Rp15,951,950,882 Rp3,284,326,894 Rp19,990,590,098 63%

2017 Rp12,128,126,307 Rp7,800,377,128 Rp16,273,701,655 27%

2018 Rp10,646,354,014 Rp1,897,262,864 Rp12,791,737,226 68%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 6 Perhitungan Working Capital To Total Assets tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III

Banjarmasin Sumber : Data diolah Penulis 0.48

0.41 0.63

0.27 0.68

- 0.20 0.40 0.60 0.80

2014 2015 2016 2017 2018

Working Capital To Total Assets

Working Capital To Total Assets

(17)

Berdasarkan tabel 4.8 serta Grafik 4.6 Rasio Working Capital to total assets pada tahun 2014 sebesar 0,48 atau sebanyak 48%

yang berarti jumlah Aktiva lebih banyak untuk mendukung Operasional Perusahaan sedangkan pada tahun 2015 mengalami sedikit peurunan sebanyak 0.41 atau 41% sedangkan pada tahun 2016 mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 0.63 atau 63%

sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan yang sangat signifikan menjadi 0.27 atau 27% sedangkan pada tahun 2018 mengalami kenaikan yang signifikan menjadi 0.68 atau 68%.

Dari perhitungan rasio Likuiditas diatas pada Koperasi Pegawai Adhi Ladya Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dapat disimpulkan sebagai berikut :

Tabel 4. 9 Kesimpulan Rasio Likuiditas Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Current Ratio

Quick Ratio

Cash Ratio

Ratio Perputaran Kas

INWC WCTAR

2014 2.42 2.41 1.48 0.06 0.01 0.48 2015 2.14 2.14 1.49 0.07 0.01 0.41 2016 4.86 4.84 4.24 0.05 0.00 0.63 2017 1.55 1.55 0.75 0.06 0.00 0.27 2018 5.61 5.61 3.86 0.08 0.00 0.68 Sumber : Data diolah Penulis

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas atau yang biasa disebut Leverage Ratio merupakan rasio yang digunakan dalam mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Sebera besar beban utang yang ditanggun perusahaan dibanding dengan aktivanya. Sehingga ratio solvabilitas digunakan dalam mngukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

a. Debt To Asset Ratio (Debt Assets Ratio)

(18)

Debt to assets ratio atau disebut Debt Ratio adalah rasio Hutang yang digunakan untuk menguur perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Sehingga sebesar aktiva koperasi dibiayai oleh hutang atau seberapa hutang koperasi berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Dibawah ini rumus yang digunakan dalam menghitung Debt To Assets Ratio atau Debt Ratio.

(7) Tabel 4. 10 Perhitungan Debt Assets Ratio Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun

Total Debt

(Hutang) Total Assets

Debt Assets

Ratio

(a) (b) (a/b)

2014 Rp11,290,077,546 Rp14,499,203,138 78%

2015 Rp16,428,045,136 Rp19,730,233,189 83%

2016 Rp16,162,592,675 Rp19,990,590,098 81%

2017 Rp12,119,012,614 Rp16,273,701,655 74%

2018 Rp8,047,971,510 Rp12,791,737,226 63%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 7 Perhitungan Debt Ratio tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis 0.78 0.83 0.81

0.74

0.63

- 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00

2014 2015 2016 2017 2018

Debt Ratio

Debt Ratio

(19)

Dari tabel diatas Debt Assets Ratio pada tahun 2014 setiap Rp.1,00 pendanaan perusahaan maka sebesar 78% atau sebanyak 0,78 pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang. Sedangkan pada tahun 2015 naik menjadi 83% atau 0,83 pendanaan perusahaan dibiayai oleh hutang. Pada tahun 2016 Debt Assets Ratio Mengalami sedikit penurunan menjadi 81% sehingga 81% atau 0,81 pendanaan perusahaan dibiayai dengan Hutang, pada tahun 2017 perusahaan mengalami penurunan Debt ratio menjadi 74%

atau 0,74 perusahaan dibiayai dengan Utang sedangkan pada tahun 2018 perusahaan mengalami penurunan yang signifikan menjadi 63% atau 0,63 pendanaan perusahaan dibiayai oleh Hutang.

b. Debt To Equity Ratio

Debt To Equity Ratio merupakan rasio yang digunkaan untuk menilai utang dengan ekuitas dengan membandingkan seluruh utang dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berfungsi untuk mengetahui modal sendiri yang dijadian untu jaminan Hutang.

Berikut rumus yang digunakan dalam menghitung Debt To Equity Ratio :

(8) Tabel 4. 11 Perhitungan Rasio Debt to Equity Ratio Tahun 2014-

2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun

Total Debt

(Hutang) Equity (Ekuitas) Debt To Equity

(a) (b) (a/b)

2014 Rp11,290,077,546 Rp3,209,125,592 352%

2015 Rp16,428,045,136 Rp3,302,188,053 497%

2016 Rp16,162,592,675 Rp3,827,997,423 422%

2017 Rp12,119,012,614 Rp4,154,691,041 292%

2018 Rp8,047,971,510 Rp4,743,765,716 170%

Sumber : Data diolah Penulis

(20)

Grafik 4. 8 Perhitungan Debt To Equity Ratio tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari tabel diatas Debt To equity pada tahun 2014 sebesar 352% atau 3.52 yang mana kreditor menyediakan Rp.352 untuk setiap Rp.1,00, sehingga perusahaan dibiayai oleh Utang sebanyak 352% pada tahun 2015 perusahaan menngalami kenaikan yang signifikan menjadi 497% sehingga pada tahun 2015 perusahaan dibiayai oleh Utang sebanyak 497% pada tahu 2016 perusahaan megalami sedikit penurunan menjadi 422%, sehingga pada tahun 2016 perusahaan dibiayai oleh Utang sebanyak 422% pada tahun 2017 perusahaan mengalami penurunan yang signifikan yaitu menjadi 292% sehingga pada tahun 2017 perusahaan dibiayai oleh utang sebanyak 292% begitupula pada tahun 2018 perusahaan mengalami penurunan yang signifikan menjadi 170% sehingga pada tahun 2018 perusahaan dibiayai oleh Utang sebesar 170% . Dari perhitungan rasio Solvabilitas diatas pada Koperasi Pegawai Adhi Ladya Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dapat disimpulkan sebagai berikut :

3.52 4.97

4.22 2.92

1.70 -

2.00 4.00 6.00

Debt To Equity

Debt To Equity

(21)

Tabel 4. 12 Kesimpulan Ratio Solvabilitas Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Debt Ratio Debt To Equity Ratio 2014 0.78 3.52

2015 0.83 4.97 2016 0.81 4.22 2017 0.74 2.92 2018 0.63 1.70 Sumber : Data diolah Penulis

3. Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas koperasi dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya.

Sehingga rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas pemanfaaatan sumber daya koperasi.

a. Perputaran piutang (Receivable Turn Over)

Receivable Turn Over atau yang dsebut perputaran piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam didalam piutang berputar selama satu periode.

Dibawah ini merupakan rumus dari Receivable Turn Over :

(9) Tabel 4. 13 Perhitungan Rasio Perputaran Piutang (Receivable

Turn Over) Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelndo III Banjarmasin

Tahun Pendapatan Piutang Receivable Turn Over

(a) (b) (a/b)

2014 Rp7,302,985,847 Rp10,913,232,743 67%

2015 Rp7,384,512,821 Rp13,952,512,632 53%

2016 Rp6,843,101,840 Rp14,926,832,524 46%

2017 Rp6,975,666,775 Rp10,612,879,637 66%

2018 Rp5,801,371,392 Rp9,457,805,330 61%

Sumber : Data diolah Penulis

(22)

Grafik 4. 9 Perhitungan Receivable Turn Over Ratio tahun 2014- 2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari tabel diatas pada Receivable Turn Over pada tahun 2014 sebanyak 67% atau 0.67 kali pada tahun 2015 mengalami sedikit penurunan sehingga menjadi 53% atau 0.53 kali , pada tahun 2016 megalami penurunan sehingga menjadi 46% atau 0.46 kali pada tahun 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 66% atau 0.66 kali serta pada tahun 2018 mengalami sedikit penurunan sehingga menjadi 61%. Atau 0.61 kali.

Perhitungan Days Of Receivable Koperasi Pegawai Adhi ladyaBanjarmasin untuk periode 2014 s.d 2018 dapat dilihat dari Days Of Receivable dari tabel dibawah ini

Tabel 4. 14 Perhitungan Days of Receivable Ratio Tahun 2014- 2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun DAYS RTO Days Of

Recevable

(a) (b) a/b

2014 365 0.67 545

2015 365 0.53 690

2016 365 0.46 796

2017 365 0.66 555

2018 365 0.61 595

Sumber : Data diolah Penulis

Sedangkan pada days of receivable pada tahun 2014 sebanyak 545 hari sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 690 hari

0.67 0.53

0.46

0.66 0.61

- 0.20 0.40 0.60 0.80

2014 2015 2016 2017 2018

Receivable Turn Over

Receivable Turn Over

(23)

pada tahun 2016 sebanyak 796 hari sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 555 hari dan pada tahun 2018 sebanyak 595 hari

b. Fixed Assets Turn Over

Fixed Assets Turn Over atau biasa disebut engan perputaran aktiva tetap merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan didalam aktiva tetap berputar dalam satu periodenya, sehingga rasio ini digunakan untuk mengukur koperasi dalam penggunaan kapasitas aktiva tetap.

Berikut rumus untuk menghitung Fixed Assets Turn Over :

(10) Tabel 4. 15 Perhitungan Fixed Assets Turn Over Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Pendapatan Total Aktiva Tetap

Fixed Assets Turn Over

(a) (b) (a/b)

2014 Rp7,302,985,847 Rp2,287,238,987 319%

2015 Rp7,384,512,821 Rp4,722,324,319 156%

2016 Rp6,843,101,840 Rp4,038,639,216 169%

2017 Rp6,975,666,775 Rp4,145,575,348 168%

2018 Rp5,801,371,392 Rp2,145,383,212 270%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 10 Perhitungan Fixed Assets Turn Over tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis 3.19

1.56 1.69 1.68 2.70

- 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50

2014 2015 2016 2017 2018

Fixed Assets Turn Over

Fixed Assets Turn Over

(24)

Dari tabel diatas Fixed Assets Turon Over pada tahun 2014 sebesar 319% atau 3.19 kali yang mana Artinya untuk setiap Rp.1,00 aktiva tetap dapat menghasilkan Rp.3.19 Pendapatan. pada Tahun 2015 Fixed Assets Turn Over mengalami Peurunan yang sangat signifikan menjadi 156% atau 1.56 kali sehingga setiap Rp.1,00 Aktiva Tetap dapat menghasilkan Rp.1.56 Pendapatan.

sedangkan pada tahun 2016 Fixed Assets mengalami sedikit kenaikan menjadi 169% yang artinya setiap Rp.1,00 Aktiva Tetap dapat menghasilkan Rp.1.69 pendapatan. Pada tahun 2017 Fixed Assets mengalami penurunan sebanyak 1% sehingga pada tahun 2017 Fixed Assets Turn Over menjadi 168% yang artinya setiap Rp.1,00 Aktiva Tetap dapat menghasilkan Rp.1.68 Pendapatan.

Sedangkan pada tahun 2018 Fixed Assets Turn Over mengalami kenaikan sebanyak 102% dari tahun sebelumnya, sehingga pada tahun 2018 Fixed Assets Turn Over yang dihasilkan sebanyak 270% yang artinya setiap Rp.1,00 Aktiva Tetap dapat menghasilkan Rp.2.7 Pendapatan.

c. Total Assets Turn Over

Total Assets Turn Over atau yang disebut dengan Perputaran Aktiva Tetap merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki koperasi serta untuk mengukur berapa jumlah pendapatan yang diperoleh dari tiap rupiah Aktiva.

(11) Tabel 4. 16 Perhitungan Total Assets Turn Over Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Pendapatan Total Aktiva

Total Assets Turn Over

(a) (b) (a/b)

2014 Rp7,302,985,847 Rp14,499,203,138 50%

Lanjutan

(25)

2015 Rp7,384,512,821 Rp19,730,233,189 37%

2016 Rp6,843,101,840 Rp19,990,590,098 34%

2017 Rp6,975,666,775 Rp16,273,701,655 43%

2018 Rp5,801,371,392 Rp12,791,737,226 45%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 11 Perhitungan Total Assets Turn Over tahun 2014- 2018 pada koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III

Banjarmasin Sumber : Data diolah Penulis

Dari tabel diatas Total Assets Turon Over pada tahun 2014 sebesar 50% atau 0.5 kali yang mana Artinya untuk setiap Rp.1,00 aktiva dapat menghasilkan Rp.0.5 Pendapatan. Pada tahun 2015 Total Assets Turn Over mengalami penurunan sebanyak 13%

sehingga menjadi 37% atau 0.37 kali yang mana artinya untuk setiap Rp.1,00 aktiva dapat menghasilkan Rp.0,37 pendapatan.

Pada tahun 2016 Total Assets Turn Over mengalami peurunan sebanyak 3% dari tahun sebelumnya, sehingga pada tahun 2016 menjadi 34% atau 0.34 kali yang artinya setiap Rp.1,00 aktiva dapat menghasilkan Rp.0.34. pada tahun 2017 Total Assets Turn Over mengalami kenaika sebanyak 9% sehingga menjadi 43% atau 0,43 kali artinya pada tahun 2017 setiap Rp.1,00 aktiva dapat menghasilkan Rp.0,43 sedangkan pada tahun 2018 mengalami

0.50 0.37

0.34

0.43 0.45

- 0.10 0.20 0.30 0.40 0.50 0.60

2014 2015 2016 2017 2018

Total Assets Turn Over

Total Assets Turn Over

(26)

kenaikan 2% sehingga menjadi 45% atau 0.45 kali, sehingga pada Rp.1,00 aktiva dapat menghasilkan Rp.0.45 pendapatan.

d. Inventory Turn Over

Inventory Turn Over atau yang disebut Perputaran persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang tertanam didalam persediaan berputar dalam suatu periode. Berikut adalah rumus yang digunakan untuk mencari hasil dari Inventory Turn Over :

(12) Tabel 4. 17 Perhitungan Inventory Turn Over Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun

Penjualan Persediaan

ITO

(a) (b) (a/b)

2014 Rp3,366,554,557 Rp78,017,816 4315%

2015 Rp4,425,251,677 Rp46,372,441 9543%

2016 Rp3,304,181,218 Rp41,161,694 8027%

2017 Rp3,265,723,486 Rp14,980,447 21800%

2018 Rp3,051,627,949 Rp8,424,590 36223%

Sumber : Data diolah Penulis

43.15 95.43 80.27

218.00 362.23

- 100.00 200.00 300.00 400.00

2014 2015 2016 2017 2018

Inventory Turn Over

Inventory Turn Over

(27)

Grafik 4. 12 Perhitungan Inventory Turn Over tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari perhitungan diatas pada tahun 2014 ITO sebanyak 43,15 atau sebanyak 4315% pada tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi 95,43 sedangkan pada tahun 2016 mengalami sedikit penurunan menjadi 80,27 sampai pada tahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 218 atau 21800% dan pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 36223%

atau 362,23.

Dari perhitungan rasio Aktivitas diatas pada Koperasi Pegawai Adhi Ladya Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dapat disimpulkan sebagai berikut :

Tabel 4. 18 Kesimpulan Rasio Aktivitas Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun Receivable Turn Over

Fixed Assets Turn Over

Total Assets Turn Over

2014 0.67 3.19 0.50

2015 0.53 1.56 0.37

2016 0.46 1.69 0.34

2017 0.66 1.68 0.43

2018 0.61 2.70 0.45

Sumber : Data diolah Penulis 4. Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang digunaan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini memberikan ukuran tingkatan efektivitas manajemen pada suatu perusahaan. Hal ini bisa ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari pendapatan.

Sehingga rasio ini menunjukkan efesiensi dalam perusahaan.

Penggunaan rasio profitabilias ini juga dapat dilakukan dengan cara melakukan perbandingan antara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan, terutama laporan keuangan di bagian Neraca dan Laba Rugi.

a. Net profit margin

(28)

Net Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur margin atas penjualan. Dibawah ini merupakan rumus dari Net Profit Margin :

(13) Tabel 4. 19 Perhitungan Net Profit Margin Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya

Tahun Laba Setelah Pajak Penjualan Bersih NPM

(a) (b) (a/b)

2014 Rp535,293,702.00 Rp7,302,985,847.00 7%

2015 Rp459,686,615.00 Rp7,384,512,821.00 6%

2016 Rp529,834,161.00 Rp6,843,101,840.00 8%

2017 Rp461,615,046.00 Rp6,975,666,775.00 7%

2018 Rp563,358,000.00 Rp5,801,371,392.00 10%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 13 Perhitungan Net Profit Margin tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari Tabel diatas pada tahun 2014 NPM atau Net profit Margin menghasilkan 7% atau 0.07 kali yang mana dari data diatas dapat dilihat setiap Rp.1,00 Penjualan Bersih dapat menghasilkan Laba sebanyak Rp.0.07. pada tahun 2015 Net Profit Margin mengalami penurunan sebanyak 1% sehingga menjadi 6% atau

0.07

0.06

0.08

0.07

0.10

- 0.02 0.04 0.06 0.08 0.10 0.12

2014 2015 2016 2017 2018

NPM

NPM

(29)

0.06 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Penjualan bersih dapat menghasilkan laba sebanyak Rp.0.06, pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebanyak 2% sehingga menjadi 8% atau 0.08 kali yang artinya setiap Rp.1,00 penjualan bersih dapat menghasilkan laba sebanyak Rp.0.08. pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 1% sehingga menjadi 7% atau 0.07 kali yang artinya setiap Rp.1,00 penjualan bersih dapat meghasilkan laba sebanyak Rp.0.07 sedangkan pada tahun 2018 Net Profit Margin mengalami kenaikan sebanyak 3% dari tahun sebelumnya sehingga menghasilkan 10% atau 0.1 kali yang mana setiap Rp.1,00 penjualan bersih dapat menghasilkan laba sebanyak Rp.0.1

b. Return On Investment (ROI)

Return On Investment atau yang biasa kita sebut hasil pengembalian investasi merupakan rasio yang menunjuan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam koperasi. ROIialah suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Berikut rumus yang digunakan dalam Return On Investment :

(14)

Tabel 4. 20 Perhitungan Return On Investment Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin Tahun

Earning After

Interest And Tax Total Assets ROI

(a) (b) (a/b)

2014 Rp315,669,807.00 Rp14,499,203,138.00 2%

2015 Rp459,686,615.00 Rp14,986,040,070.00 3%

2016 Rp529,834,161.00 Rp15,951,950,882.00 3%

2017 Rp467,123,047.00 Rp12,128,126,307.00 4%

2018 Rp563,358,000.00 Rp10,646,354,014.00 5%

Sumber : Data diolah Penulis

(30)

Grafik 4. 14 Perhitungan Return On Investement tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari Tabel diatas pada tahun 2014 Return On Investement atau ROI menghasilkan 2% atau 0.02 kali yang mana dari data diatas dapat dilihat setiap Rp.1,00 Total Assets dapat menghasilkan EAT sebanyak Rp.0.02. pada tahun 2015 Return On Investment mengalami kenaikan sebanyak 1% sehingga menjadi 3% atau 0.03 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Total Assets dapat menghasilkan EAT sebanyak Rp.0.03, pada tahun 2016 ROI sebesar 3% atau 0.03 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Total Assets dapat menghasilkan EAT sebanyak Rp.0.03. pada tahun 2017 mengalami Kenaikan sebanyak 1% sehingga menjadi 4% atau 0.04 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Total Assetss dapat meghasilkan EAT sebanyak Rp.0.04 sedangkan pada tahun 2018 Return On Investment mengalami kenaikan sebanyak 1% dari tahun sebelumnya sehingga menghasilkan 5% atau 0.5 kali yang mana setiap Rp.1,00 Total Assets dapat menghasilkan EAT sebanyak Rp.0.5

c. Return on equity (ROE)

Return On Equity atau yang biasa kita sebut dengan ROE atau Hasil Penegmbalian Ekuitas merupakan rasio yang digunakan

0.02

0.03 0.03

0.04

0.05

- 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06

2014 2015 2016 2017 2018

ROI

ROI

(31)

untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

Semakin tinggi rasionya maka semakin baik. Berikut rumus yang digunakan dalam menghitung ROE :

(15) Tabel 4. 21 Perhitungan Return On Equity Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun

Earning After

Interest And Tax Equity ROE

(a) (b) (a/b)

2014 Rp315,669,807.00 Rp3,209,125,592.00 10%

2015 Rp459,686,615.00 Rp3,302,188,053.00 14%

2016 Rp529,834,161.00 Rp3,827,997,423.00 14%

2017 Rp467,123,047.00 Rp4,154,691,041.00 11%

2018 Rp563,358,000.00 Rp4,743,765,716.00 12%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 15 Perhitungan Return On Equity tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari Tabel diatas pada tahun 2014 Return On Equity atau ROE menghasilkan 10% atau 0.10 kali yang mana dari data diatas dapat dilihat bahwa efisiensi penggunaan modal sendiri sebesar 10% atau sebesar 0.10 dalam 1 tahunnya dengan Nilai EAT sebesar Rp.315.669.807. Pada tahun 2015 ROE mengalami kenaikan

0.10

0.14 0.14

0.11 0.12

- 0.05 0.10 0.15

2014 2015 2016 2017 2018

ROE

ROE

(32)

sebanyak 4% menjadi 14% atau sebanyak 0.14 hal ini disebabkan karena kenaikan EAT dari tahun sebelumnya sebanyak Rp459,686,615, pada tahun 2016 mengalami hasi yang stagnan dikarenakan pada tahun tersebut EAT nya mengalami kenaikan menjadi Rp529,834,161akan tetapi pada Equity juga bertambah menjadi Rp.3.827.997.423 pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 11% atau 0.11 diakibatkan karena EAT mengalami penurunan akan tetapi mengalami kenaikan pada bagian equity.

Sedangkan pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 12%

atau 0.12 dikarenakan pada periode ini EAT mengalami kenaikan menjadi Rp. 563.358.000.

d. Return On Assets (ROA)

Return On Assets merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi aset dalam menciptakan laba bersih.

Dibawah ini adalah rumus dari Retun On Assets :

(16) Tabel 4. 22 Perhitungan Return On Assets Tahun 2014-2018

koperasi Pegawai Adhi ladya PT.pelindo III Banjarmasin

Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROA

(a) (b) (a/b)

2014 Rp315,669,807.00 Rp14,499,203,138.00 2%

2015 Rp459,686,615.00 Rp19,730,233,189.00 2%

2016 Rp529,834,161.00 Rp19,990,590,098.00 3%

2017 Rp467,123,047.00 Rp16,273,701,655.00 3%

2018 Rp563,358,000.00 Rp12,791,737,226.00 4%

Sumber : Data diolah Penulis Lanjutan

(33)

Grafik 4. 16 Perhitungan Return On Assets tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari Tabel diatas pada tahun 2014 Return On Assets atau ROA menghasilkan 2% atau 0.02 kali yang mana dari data diatas dapat dilihat setiap Rp.1,00 Total Aktiva dapat menghasilkan Laba Bersih sebanyak Rp.0.02. pada tahun 2015 Return On Assets 2%

atau 0.02 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Total Aktiva dapat menghasilkan Laba Bersih sebanyak Rp.0.02, pada tahun 2016 mengalami kenaian sebanyak 1% sehingga ROA sebesar 3% atau 0.03 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Total Aktiva dapat menghasilkan laba Bersih sebanyak Rp.0.03. pada tahun 2017 ROA 3% atau 0.03 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Total Aktiva dapat meghasilkan Laba Bersih sebanyak Rp.0.03 sedangkan pada tahun 2018 Return On Assets mengalami kenaikan sebanyak 1%

dari tahun sebelumnya sehingga menghasilkan 4% atau 0.4 kali yang mana setiap Rp.1,00 Total Aktiva dapat menghasilkan Laba Bersih sebanyak Rp.0.4

e. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Gross Profit Margin digunakan untuk perbandingan penjualan bersih yang dikurangi dengan harga pokok penjualan dengan tingkat penjualan, sehingga rasio ini menggambarkan laba

0.02 0.02

0.03 0.03

0.04

- 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05

2014 2015 2016 2017 2018

ROA

ROA

(34)

kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan. Dibawah ini adalah rumus dari Gross Profit Margin :

(17) Tabel 4. 23 Perhitungan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladyaPT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun

Laba Kotor(shu

Sebelum Pajak) Penjualan Bersih GPM

(a) (b) (a/b)

2014 Rp1,462,819,909.00 Rp7,302,985,847.00 20%

2015 Rp1,721,629,985.00 Rp7,384,512,821.00 23%

2016 Rp3,775,604,579.00 Rp6,843,101,840.00 55%

2017 Rp4,084,848,719.00 Rp6,975,666,775.00 59%

2018 Rp3,072,171,602.00 Rp5,801,371,392.00 53%

Sumber : Data diolah Penulis

Grafik 4. 17 Perhitungan Gross Profit Margin tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Sumber : Data diolah Penulis

Dari Tabel diatas pada tahun 2014 GPM atau Gross profit Margin menghasilkan 20% atau 0.20 kali yang mana dari data diatas dapat dilihat setiap Rp.1,00 Penjualan Bersih dapat menghasilkan Laba sebanyak Rp.0.20. pada tahun 2015 Gross Profit Margin mengalami Kenaikan sebanyak 3% sehingga

0.20 0.23

0.55 0.59

0.53

- 0.10 0.20 0.30 0.40 0.50 0.60 0.70

2014 2015 2016 2017 2018

GPM

GPM

(35)

menjadi 23% atau 0.23 kali yang artinya setiap Rp.1,00 Penjualan bersih dapat menghasilkan laba sebanyak Rp.0.23, pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebanyak 32% sehingga menjadi 55%

atau 0.55 kali yang artinya setiap Rp.1,00 penjualan bersih dapat menghasilkan laba sebanyak Rp.0.55. pada tahun 2017 mengalami Kenaikan sebanyak 4% sehingga menjadi 59% atau 0.59 kali yang artinya setiap Rp.1,00 penjualan bersih dapat meghasilkan laba sebanyak Rp.0.59 sedangkan pada tahun 2018 Gross Profit Margin mengalami Penurunan sebanyak 6% dari tahun sebelumnya sehingga menghasilkan 53% atau 0.53 kali yang mana setiap Rp.1,00 penjualan bersih dapat menghasilkan laba sebanyak Rp.0.53.

Dari perhitungan rasio Profitabilitas diatas pada Koperasi Pegawai Adhi Ladya Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 dapat disimpulkan sebagai berikut :

Tabel 4. 24 Kesimpulan Rasio Profitabilitas Tahun 2014-2018 koperasi Pegawai Adhi ladya PT.Pelindo III Banjarmasin

Tahun ROI GPM NPM ROE ROA

2014 0.02 0.20 0.07 0.10 0.02 2015 0.03 0.23 0.06 0.14 0.02 2016 0.03 0.55 0.08 0.14 0.03 2017 0.04 0.59 0.07 0.11 0.03 2018 0.05 0.53 0.10 0.12 0.04 Sumber : Data diolah Penulis

Dari perhitngan rasio diatas dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk periode-periode berikutnya agar hasil perhitungan rasio pada periode berikutnya bisa terus lebih meningkat dan lebih stabil serta dapat menjadikan bahan pertimbangan dalam meningkatkan keuntungan ataupun laba disetiap periodenya.

Gambar

Grafik 4. 1 Perhitungan Ratio Lancar (Current Ratio) tahun 2014-2018  koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin
Grafik 4. 2 Perhitungan Ratio sangat Lancar(Quick Ratio) tahun  2014-2018 koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III
Grafik 4. 3 Perhitungan Rasio kas (Cash Ratio) tahun 2014-2018  koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin
Grafik 4. 4 Perhitungan Rasio Perputaran kas tahun 2014-2018  koperasi Pegawai Adhi Ladya PT.Pelindo III Banjarmasin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan menurut Delaney (2005), seseorang memiliki spiritualitas tinggi apabila memiliki suatu hubungan integral dengan orang lain berdasar rasa hormat yang mendalam pada

dituliskan oleh pembuat soal. Berdasarkan uraian dari analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa penyusun soal melakukan beberapa kesalahan seperti tidak teliti

Di satu sisi, tafsir demikian dapat menjadi sebuah terobosan hukum, tetapi di sisi lain, tafsir demikian, jika tidak dilakukan dengan penuh kehati-hatian dapat membuat

(1) Kegiatan bongkar muat barang di dalam kota yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120,, dan atau dengan menggunakan jalan sebagai tempat

: Izin pemanfaatan hasil hutan kayu pada penggunaan kawasan hutan negara untuk kegiatan non-kehutanan yang tidak mengubah status hutan..

antropologi, dan ekonomi pedesaan) untuk melihat secara objektif dampak pembukaan hutan alam skala luas terhadap penurunan gambut dan kehidupan social, ekonomi dan

Adakah informasi tentang abu batubara dari public relations/pegawai PLTU Suralayaa. Tidak, lanjut

Dari hasil pengamatan yang diperoleh pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa laju tumbuh daun sejak embrio dalam biji kacang merah Phaseolus vulgaris, samapai mencapai