• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Model Pertumbuhan

Bentuk fungsi pertumbuhan satu jenis spesies pada umumnya menggunakan notasi fungsi analitik yang dinyatakan dalam satu persamaan. Secara umum fungsi pertumbuhan menyatakan hubungan ukuran berat (x) sebagai fungsi dari waktu (t), dan ditulis:

x = f(t).

Laju pertumbuhan merupakan fungsi dari ukuran berat (x) dan waktu (t) yang memenuhi persamaan:

) , ( tx dt u

dx = .

(France & Thornley 1984) Model pertumbuhan satu jenis spesies yang digunakan adalah model pertumbuhan Richards. Richards adalah orang yang pertama kali menerapkan persamaan pertumbuhan yang dibangun dalam model yang disebut model Von Bertalanffy untuk menunjukkan pertumbuhan hewan (Gasca et al, 2007).

Persamaan pertumbuhan Richards merupakan persamaan umum dari persamaan pertumbuhan monomolekuler, logistik, Gompertz dan persamaan lainnya. Bentuk umum dari persamaan Richards adalah:

n f n n f

nx x x kx dt

dx ( − )

=

dengan k dan x konstanta yang bernilai positif, serta n adalah parameter. Solusi f umum dari persamaan Richards adalah:

( )

[

fn n kt

]

n

n

f

e x x x

x t x

x 1

0 0

) 0

(

+

=

(bukti dapat dilihat pada Lampiran 1)

(1)

(2)

(3)

(4)

(2)

dengan x adalah ukuran berat pada t = 0 dan 0 x merupakan ukuran berat untuk f t → ∞. Untuk nilai n = -1, persamaan (3) menjadi:

(

x x

)

dt k dx

f

=

yang merupakan persamaan pertumbuhan monomolekuler. Kurva laju pertumbuhan model monomolekuler terhadap ukuran pada persamaan (5) dengan nilai k = 0.02, 0.05, dan 0.1 serta xf = 1000 diperlihatkan pada Gambar 1.

200 400 600 800 1000 ukuran

20 40 60 80 100 laju pertumbuhan

Gambar 1 Laju pertumbuhan model monomolekuler untuk nilai k = 0.02, 0.05 dan 0.1 serta ukuran maksimum (xf) 1000.

Dari Gambar 1 di atas dapat dilihat bahwa pada model fungsi pertumbuhan monomolekuler semakin besar ukuran individu maka laju pertumbuhannya semakin menurun. Dengan menggunakan beberapa nilai parameter k, nampak pula bahwa semakin besar nilai k maka semakin cepat penurunan laju pertumbuhan.

Fungsi ukuran individu terhadap waktu dari model pertumbuhan monomolekuler adalah:

e kt x x x t

x( )= f −( f0) (bukti dapat dilhat pada Lampiran 2)

dengan x0 menyatakan ukuran awal individu pada saat penebaran (ukuran pada t = 0). Kurva ukuran terhadap waktu untuk model fungsi pertumbuhan

(5)

(6) k=0.1

k=0.05

k=0.02

(3)

monomolekuler pada persamaan (6) dengan nilai x0= 20, xf= 1000 serta nilai k masing-masing 0.02, 0.05, dan 0.1 diperlihatkan pada Gambar 2.

50 100 150 waktu

200 400 600 800 1000

ukuran

Gambar 2 Fungsi pertumbuhan model monomolekuler untuk nilai x0= 20, xf= 1000 serta nilai k masing-masing 0.02, 0.05 dan 0.1.

Dari Gambar 2, dapat dilihat bahwa fungsi pertumbuhan model monomolekuler merupakan fungsi yang monoton naik, konveks dan ukuran berat konvergen ke nilai xf. Semakin besar nilai k ukuran berat ikan akan semakin cepat menuju nilai kekonvergenannya.

Untuk n = 1, persamaan (3) menjadi model persamaan logistik, yaitu:

⎟⎟

⎜⎜

⎛ −

=

xf

kx x dt

dx 1 .

Grafik laju pertumbuhan model logistik pada persamaan (7) untuk nilai x = 1000 serta nilai k masing-masing sebesar 0.02, 0.05, dan 0.1 ditampilkan f

pada Gambar 3.

(7) k=0.05

k=0.1

k=0.02

(4)

200 400 600 800 1000 ukuran 5

10 15 20 25 laju pertumbuhan

Gambar 3 Laju pertumbuhan model logistik untuk nilai x = 1000 serta nilai k f masing-masing sebesar 0.02, 0.05, dan 0.1

Dari Gambar 3, fungsi laju pertumbuhan model logistik merupakan fungsi konveks dan simetris serta laju maksimum tercapai pada ukuran separuh dari ukuran maksimumnya.

Fungsi ukuran setiap individu terhadap waktu dari model pertumbuhan logistik adalah:

kt f

f

e x x x

x t x

x

= +

) ) (

(

0 0

0

(bukti dapat dilihat pada Lampiran 3)

dengan x menyatakan ukuran awal individu pada saat penebaran. Kurva ukuran 0 terhadap waktu model fungsi pertumbuhan logistik pada persmaan (8) untuk nilai x = 20, 0 x = 1000 serta nilai k masing-masing sebesar 0.02, 0.05 dan 0.1 f diperlihatkan pada Gambar 4.

(8) k = 0.02

k = 0.05

k = 0.1

(5)

100 200 300 400 500 waktu 200

400 600 800 1000

ukuran

Gambar 4 Fungsi pertumbuhan model logistik untuk nilai x = 20, 0 x = 1000 f serta nilai k sebesar 0.02, 0.05 dan 0.1

Pada Gambar 4, nampak bahwa fungsi pertumbuhan model logistik merupakan fungsi yang monoton naik, konveks dan mencapai kestabilan pada nilai x . f Semakin besar nilai k semakin cepat menuju titik kestabilannya.

(France & Thornley, 1984)

2.2. Model Ekonomi Pemanenan

Nilai sekarang (present value) dari jumlah arus kas diskret ct1,ct2,...,ctn yang dibayarkan pada periode t1, t2, ... tn dengan 0≤t1<t2 <...<tn adalah:

=

= n

i ctv ti

PV i

1

) (

dengan

ti

i r

t

v (1 )

) 1

( = + , r tingkat suku bunga per periode waktu. Jika berlaku suku bunga majemuk kontinu δ yang bernilai konstan untuk setiap waktu t maka nilai sekarang dari tingkat diskon untuk 1 satuan nilai pada setiap t ≥ 0 didefinisikan v(t)=eδt. Jika M(t) menyatakan total pembayaran pada selang waktu [0, t] maka didefinisikan ρ(t)=M'(t) untuk setiap t. Nilai sekarang dari total pembayaran yang dilakukan pada waktu 0≤tTadalah:

(9) k = 0.02

k = 0.05 k = 0.1

(6)

=

=Tv t t dt Te t t dt PV

0 0

) ( )

( )

( ρ δ ρ .

(McCutcheon & Scott 1986) Misalkan laju pertumbuhan populasi ikan dinyatakan dengan F(x) dan laju panen dengan h(t), maka laju pertumbuhan berat ikan x& memenuhi persamaan:

) ( ) (x h t dt F

x&= dx = − , 0t≥ .

Jika diasumsikan p adalah harga pada waktu panen bernilai konstan dan c(x) fungsi biaya pada waktu ikan berukuran x, maka penerimaan hasil panen pada waktu t dinotasikan dengan R(t) memenuhi persamaan:

[

( )

]

() )

(t p c x h t

R = − .

Diasumsikan δ >0 adalah faktor diskon kontinu, maka nilai sekarang dari fungsi penerimaan adalah:

= 0

) ( dtt R e

PV δt .

Persamaan (11) dan (12) disubstitusikan ke persamaan (13) maka diperoleh:

− −

=

0

] ) ( )][

(

[p c x F x xdt e

PV δt & .

(Clark 1976) Misalkan terdapat suatu fungsi produksi multivariabel, yaitu fungsi yang menggunakan n input untuk memproduksi suatu produk.. Jika xRn menunjukkan sepaket input, G(x) fungsi permintaan dan p harga, maka fungsi penerimaannya dinyatakan dengan R(x) = pG(x). Jika C(x) menunjukkan biaya sepaket input x, maka fungsi keuntungan adalah:

) ( ) ( )

(x = R xC x

π .

Diasumsikan bahwa x yang membuat keuntungan maksimum berada dalam Rn positif, maka turunan parsial dari π harus bernilai nol pada nilai x* optimal seperti yang dinyatakan oleh perumusan berikut:

( )

*

( )

*

( )

* =0

−∂

= ∂

x

x x C x x R

xi i i

π

(Simon & Blume1994) (10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(7)

2.3. Fungsi Kepadatan Peluang

Misalkan X adalah peubah acak kontinu yang memiliki fungsi kepadatan peluang f(x) dan terdefinisi pada R. Sifat-sifat yang harus dipenuhi adalah:

a. f(x)≥0 untuk semua xR b.

= 1 ) ( dxx

f .

Fungsi kepadatan peluang sebaran kontinu yang digunakan dalam penentuan waktu panen optimal kultur heterogen adalah sebaran seragam dan sebaran beta.

1. Sebaran Seragam

Misalkan X peubah acak yang nilainya berada dalam selang [a, b]. Jika X menyebar seragam, maka X memiliki fungsi kepadatan peluang:

⎪⎩

⎪⎨

⎧ < <

= −

lainnya untuk

, 0

untuk 1 ,

) (

x

b x a a

x b f

Nilai rata-rata dan ragam dari sebaran seragam berturut-turut adalah:

) 2

( a b

x

E = + dan

12 ) ) (

(

a 2

x b

Var = − . Grafik fungsi sebaran seragam peubah acak X dalam selang [2, 4] disajikan pada Gambar 5 berikut:

f(x)

1 2 3 4 5 6 x

0.1 0.2 0.3 0.4 0.5

Gambar 5 Fungsi sebaran seragam dalam selang [2, 4].

(17)

(8)

Dari Gambar 5, dapat dilihat bahwa fungsi kepadatan peluang untuk 2≤ x≤4 berupa fungsi konstan, yaitu f(x)=0.5 sedangkan untuk nilai x lainnya

0 ) (x =

f . Nilai rata-rata dan ragam fungsi ini masing-masing sebesar 3 dan 31. 2. Sebaran Beta

Peubah acak X yang menyebar beta dengan parameter (α,β),α >0,β >0 memiliki fungsi kepadatan peluang:

⎪⎩

⎪⎨

⎧ − < <

=

lainnya

; 0

1 0

; ) 1 ) ( , (

1 )

(

1 1

x x x

B x x f

β α

β α

dengan =

1

0

1 1(1 ) )

,

( x x dx

Bα β α β . Nilai rata-rata dan ragam dari sebaran beta

berturut-turut adalah:

β α

α

= + ) (x

E dan 2

) )(

1 ) (

( α β α β

αβ + +

= + x

Var . Grafik

fungsi sebaran beta untuk α =3 dan β =2 disajikan pada Gambar 6 berikut:

f(x)

0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 x

0.5 1.0 1.5

Gambar 6 Fungsi sebaran beta f(x)untuk nilai α =3 dan β =2

Pada Gambar 6, nampak bahwa fungsi kepadatan peluang sebaran beta untuk

=3

α dan β =2 merupakan fungsi konvek pada selang [0, 1]. Pada selang [0, 1]

rumus fungsi kepadatan peluangnya adalah f(x)=121 x2(1−x) dan f(x)=0 untuk nilai x lainnya. Nilai rata-rata dan ragam berturut-turut adalah 53 dan 251 .

(18)

(9)

Teorema transformasi. Misalkan X merupakan peubah acak kontinu dengan fungsi kepadatan peluang fX dan himpunan nilai yang mungkin dari x adalah A.

Untuk fungsi invers h: A → R, misalkan Y = h(X) merupakan peubah acak dengan himpunan nilai yang mungkin B = h(A) = {h(a) : a ∈ A}. Misalkan bahwa invers dari y=h(x) adalah x=h1(y)yang dapat didiferensialkan untuk semua nilai

B

y∈ . Maka f sebagai fungsi kepadatan peluang dari y diberikan oleh: Y

(

( )

) ( )

'( ) )

(y f h 1 y h 1 y

fY = X , y ∈ B.

(Ghahramani, 2005) 2.4. Deret Taylor

Misalkan I adalah selang yang memuat nilai a. Jika g dapat didiferensialkan hingga orde ke-n pada selang I, maka g dapat direpresentasikan dalam bentuk deret sebagai berikut:

) ( )

)! ( 1 (

) ) (

)(

( ' ) ( )

( 1

) 1 (

x R a

n x a a g

x a g a g x

g n n

n − +

+ − +

− +

= K

dengan Rn x = n

xg ns xs n ds

0

1 )

( )( )

1 ) 1

( .

(Salas & Hille 1978) (19)

(20)

Gambar

Gambar 2   Fungsi  pertumbuhan  model  monomolekuler  untuk  nilai  x 0 = 20,   x f = 1000 serta nilai  k  masing-masing 0.02, 0.05 dan 0.1
Gambar 3  Laju  pertumbuhan  model logistik  untuk nilai  x  = 1000 serta nilai k  f masing-masing sebesar 0.02, 0.05, dan 0.1
Gambar 4   Fungsi pertumbuhan model logistik untuk nilai  x = 20,   0 x = 1000  f serta nilai k sebesar 0.02, 0.05 dan 0.1
Gambar 6   Fungsi  sebaran beta f(x)untuk nilai  α = 3  dan  β = 2

Referensi

Dokumen terkait

IoT (Internet of Things) bisa dimanfaatkan pada gedung untuk mengendalikan peralatan elektronik seperti lampu ruangan yang dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui

namun dari hasil analisis vegetasi menunjukkan bahwa dari keempat jenis pohon yang digunakan sebagai pohon sarang dan sekaligus merupakan pakan Kuskus

Dengan adanya peralihan kewenangan dalam penyelesaian sengketa Pilkada dari MK kepada MA, maka hal tersebut menarik untuk diteliti dan dituangkan dalam tulisan yang berjudul

 Kiranya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas bahan tambah yang digunakan sebagai campuran batako, penggunaan abu sekam padi sebagai bahan

Yang bertanda tangan dibawah ini saya, Hesti Kustanti, menyatakan bahwa skripsi dengan judul : Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit

Setelah mengetahui cara kerja alam (hukum alam) yang berlaku, memudahkan manusia dalam self management, yakni memahami proses mencapai tujuan dengan baik, memahami

Dari hasil rekapitulasi data untuk variabel dalam penelitian ini yaitu motivasi kerja dan disiplin guru yang dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode kuesioner

Hanya dengan menampilkan universalisme dalam ajarannya dan kosmopolitanisme dalam sikap hidup para pemeluknya, Islam akan mampu memberikan perangkat sumberdaya manusia