• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata kunci: Flow Shop, FCFS, ATCS, Mean Tardiness, Number oftardyjob

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK. Kata kunci: Flow Shop, FCFS, ATCS, Mean Tardiness, Number oftardyjob"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Maria Kurniawati:

Tugas Akhir

Analisa Sistem Penjadwalan Produksi dengan Kombinasi Metode Apparent Tardiness Cost With Setup (ATCS) dan Metode First Come First Serve (FCFS) Pada P.T. Surabaya Perdana Rotopack

P.T. Surabaya Perdana Rotopack adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang kemasan plastik dan kertas. Sistem produksinya adalah sistem job order dengan aliran produksi^ow shop, dimana material akan diproses sesuai urutan mesin mulai dari printing, laminating ( extruder dan dry ) dan slitting.

Semakin meningkatnya jumlah pelanggan maka kapasitas produksinya meningkat pula. Sampai saat ini perusahaan dalam melakukan penjadwalan order berdasarkan sistem First Come First Serve (FCFS). Pada awalnya dengan sistem ini tidak terjadi masalah, namun ketika perusahaan menerima order dalam jumlah besar dan pada waktu yang bersamaan, hal tersebut mengakibatkan banyak Joo yang terlambat. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut maka dalam penelitian ini diusulkan alternatif penjadwalan yang dapat mengurangi Mean Tardiness (Ts) dan Number ofTardy Job (Ne). Alternatif penjadwalan yang diusulkan menggunakan metode kombinasi yaitu metode ATCS dan FCFS.

Penerapan metode ATCS dilakukan pada proses printing, untuk proses selanjutnya yaitu laminating dan slitting mengunakan metode FCFS. Berdasarkan penjadwalan dengan metode usulan maka didapatkan hasil bahwa number oftardy job berkurang secara signifikan sebesar 40,5% dan mean tardiness tidak

berkurang secara signifikan sebesar 16,03%.

Kata kunci:

Flow Shop, FCFS, ATCS, Mean Tardiness, Number ofTardyJob

vi

(2)

ABSTRACT

Maria Kurniawati:

Paper

The Analysis of Scheduling System Produce with the Combination of Apparent Tardiness Cost With Setup (ATCS) Method And First Come First Serve (FCFS) Method at P.T. Surabaya Perdana Rotopack

P.T. Surabaya Perdana Rotopack is manufacturing business which is active in tidiness of plastic and paper. Its production system is job order system with the stream produce flow shop, where material will be processed by machine sequence start from printing, laminating ( extruder and dry ) and slitting.

Progressively the increasing of cutomer hence its production capacities increase too. The company applies First Come First Serve (FCFS) method. Initially, with this system is fluently, but when company accept the a lot of order at the same time emerge new problem, the mentioned result a lot of overdue job.To solve the problems, in this research a scheduling which can decrease the Mean Tardiness (Ts) and Number of Tardy Job (Ng). A proposed scheduling is the combination method between ATCS and FCFS method. The ATCS method is applied at process printing, the FCFS method is applied the rest. Pursuant to scheduling the proposal method by result that number of tardy job is different significantly as 40,5% and mean tardiness is significantly as 16,03%.

Key words:

Flow Shop, FCFS, ATCS, Mean Tardiness, Number of Tardy

vii

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN ii SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI iii

KATA PENGANTAR iv

ABSTRAK vi DAFTARISI viii DAFTAR TABEL xi DAFTARGAMBAR xii DAFTAR LAMPIRAN xiii

BAB HALAMAN 1. PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang Masalah I 1.2. Perumusan Masalah 2 1.3. Tujuan Penelitian 2 1.4. Batasan Masalah 3 1.5. Asumsi Penelitian 3 1.6. Sistematika Penulisan 3

2. LANDASAN TEORI 5 2.1. Produksi dan Sistem Produksi 5

2.2. Penjadwalan Kerja pada Proses Produksi 6 2.3. Definisi-Definisi dalam Penjadwalan Produksi 8

2.4. Penjadwalan Produksi 10 2.4.1. Penjadwalan n Job pada SatuMesin 10

2.4.2. Penjadwalan n Job pada m Paralel Mesin 11 2.5. Metode Apparent Tardiness Cost With Setups (ATCS) 12

2.6. Pengujian Hipotesis 15 2.6.1. Uji Cochran 16 2.6.2. Uji Selisih Dua Rataan 16

2.6.3. Uji Selisih Dua Proporsi 16

viii

(4)

3. METODE PENELITIAN 18 3.1. Pengamatan Awal 19 3.2. Perumusan Masalah 19 3.3. Penentuan Tujuan Penelitian 19

3.4. Studi Kepustakaan 19 3.5. Studi Lapangan 19 3.6. Pengumpulan Data 20 3.7. Pengolahan Data 20 3.8.Membandingkan Hasil Penjadwalan Usulan dengan 20

Perusahaan

3.8. Analisis Hasil 21 3.9. Kesimpulan dan Saran 21

4. PENGUMPULAN DATA 23 4.1. Profil Perusahaan 23 4.2. Ketenagakerjaan 23 4.3. Struktur Organisasi 24 4.4. Persiapan Produksi 24 4.5. Proses Produksi 27

4.5.1. Proses Printing 28 4.5.2. Proses Laminating 29 4.5.3. Proses Slitting 31 4.6. Produk yang Dihasilkan 32

4.7. Data Order 33 4.8. Data Alokasi Jobs pada Mesin. 33

4.9. Data Spesifikasi Mesin 34 4.10.Waktu Proses job (pj) 36 4.11. DueDateJob di Printing (dj) 37

4.12. Bobot Job Order (WJ) 37

5. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA 38

5.1.DataOrder 38 5.1.1. Jumlah Rol Bahan 38

ix

(5)

5.1.2. Waktu Proses Job j (pj) 39 5.1.3. Due Date Job] (dj) pada Proses Printing 40

5.1.4. Bobot Jobj (Wj) 40 5.2. Metode Penjadwalan Usulan 41

5.2.1. Metode Apparent Tardiness Cost With Setups ( ATCS ).. 41

5.2.2. Metode First Come First Serve ( FCFS ) 47 5.3. Metode Penjadwalan Perusahaan dengan FCFS 52 5.4. Perbandingan Hasil Penjadwalan Metode Usulan dengan 55

Perusahaan

5.5. Uji Hipotesa Hasil Penjadwalan 56

6. KESIMPULAN DAN SARAN 60

1. Kesimpulan 60

2. Saran 61

DAFTAR PUSTAKA 62

LAMPIRAN 63

x

(6)

DAFTAR TABEL

NO. TABEL HALAMAN

4.1. Jenis dan Sifat Film 25 4.2. Alokasi Jobs pada Mesin Printing 33

4.3. Alokasi Jobs pada Mesin Laminating Dry 33 4.4. Alokasi Jobs pada Mesin Laminating Extruder 33

4.5. Alokasi Jobs pada Mesin Slitting 34

4.6. Kecepatan Tiap Mesin 35 5.1. Contoh Data Order Bulan Nopember 2003 38

5.2. Jobs yang Diproses di Printing 10 42 5.3. Perhitungan Indeks ATCS Iterasi 1 di Printing 10 44

5.4. Perhitungan Indeks ATCS Iterasi 2 di Printing 10 45 5.5. Perhitungan Indeks ATCS Iterasi 3 di Printing 10 46

5.6. Hasi\Jobs Sequence pada Printing 47 5.7. Hasil Pengelompokan Jobs Printing 10 pada Laminating Dry.. 48

5.8. Hasil Jobs Seauence pada Laminating Dry 48 5.9. Hasil Pengelompokan Jobs Printing 10 pada Laminating 49

Extruder

5.10. Hasil Jobs Seauence pada Laminating Extruder 49 5.11. Hasil Pengelompokan Jobs Laminating pada Slitting 50

5.12. HasilJoASeauencepadaSlitting 50 5.13. Perhitungan Number ofTardy dan Tardiness Metode Usulan.. 51

5.14. Hasil Job Sequence FCFS pada Printing 53 5.15. HasilJbZ» Seauence FCFS pada Laminating Dry 53 5.16. Hasil Job Sequence FCFS pada Laminating Extruder 53

5.17. Hasil Job Sequence FCFS pada Slitting 53 5.18. Perhitungan Number ofTardy dan Tardiness Metode 54

Perusahaan

5.19. Hasil Penjadwalan Proses Printing Metode Perusahaan 55 dengan Usulan

5.20. Hasil Akhir Penjadwalan Metode Perusahaan dengan Usulan.. 56

xi

(7)

DAFTAR GAMBAR

NO. GAMBAR HAL 2.1. Aliran Flow Shop (Pure Flow Shop) 7

2.2. Aliran Kerja pada Job Shop 7 3.1. Flowchart Metode Penelitian 18 3.2. Flowchart Pengolahan Data 21 4.1. Struktur Organisasi PT. Surabaya Perdana Rotopack 24

4.2. Aliran Proses Produksi Kemasan Plastik 27

4.3. Mesin Printingdengan 6 Silinder 28 4.4. Mesin Laminating Extruder 29 4.5. Mesin Laminating Dry 31

4.6. Mesin Slitting 31 4.7. Contoh Produk Kemasan Plastik 32

xii

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN HALAMAN Data order perusahaan bulan Nopember 2003 63

Data Duedate pada Proses Printing dan Slitting 69

Input Program ATCS 73 1. Output Proses Printing Metode Usulan 82

2. Output Proses Laminating Dry Metode Usulan « 90

3. Output Proses Laminating Extruder Metode Usulan 95

4. Output Proses Slitting Metode Usulan 99 Hasil Iterasi Printing dari Program ATCS 109 Perhitungan Manual Metode ATCS 133 1. Proses Penjadwalan Printing Metode Perusahaan 140

2. Proses Penjadwalan Laminating Dry Metode Perusahaan 149 3. Proses Penjadwalan Laminating Extruder Metode 153

Perusahaan

4. Proses Penjadwalan Slitting Metode Perusahaan 156 Perbandingan Penjadwalan Proses Printing Metode 167 Perusahaan dan Usulan

Perbandingan Hasil Akhir Penjadwalan Metode Perusahaan 172 danUsulan

xiii

Referensi

Dokumen terkait

Kulit pohon ek putih biasanya direbus atau dikukus untuk menghasilkan cairan yang dapat dioleskan pada daerah anus yang terdapat ambeien atau dijadikan teh

Perolehan senyawa bioaktif tertinggi dihasilkan oleh ekstraksi dengan kulit buah naga segar menggunakan metode maserasi selama 240 menit, yang memberikan kandungan

fisikokimia, dan komponen fungsional sorgum setiap varietas merupakan langkah awal dalam pemanfaatannya Tabel 5.. sebagai bahan diversifikasi pangan maupun industri. Rasio

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis mikoriza berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada minggu ke 10, sedangkan jumlah daun

EOQ ( Economic Order Quantity) menurut Riyanto (2001:78) adalah jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal atau sering dikatakan

We have proposed a simple and real-time approach for the camera calibration, based on the vanishing points and the geometrical constraint of the lane marker

Simulasi papan skor ini dibangun dari beberapa bagian yaitu masukan berupa saklar naik dan saklar turun, gerbang logika , pencacah dekade naik/turun, reset dan penyandi

[r]