1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Pada era digital saat ini, media massa mengalami perkembangan pesat yang telah memberikan banyak manfaat kepada segenap aktivitas masyarakat dalam mencari sebuah informasi yang beredar disekitar kita ataupun pada jarak yang jauh sekalipun.
Apalagi dengan hadirnya teknologi-teknologi baru yang sangat canggih membantu dalam mempermudah aktivitas atau pekerjaan manusia seiring perkembangan zaman.
Relevansi teknologi dan komunikasi menciptakan media massa ini menjadi sesuatu yang baru dalam mengonsumsi segala informasi yang dibutuhkan oleh khalayak.
Keberadaan ragam media yang telah ada membuat orang-orang lebih mudah dalam mengaksesnya.
Adanya penemuan-penemuan berbagai teknologi dan informasi di dunia ini jelas dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat guna mencari informasi dengan secepat mungkin serta hanya menggunakan algoritma klik dan keterpaparan (Simarmat, 2011). Pembaharuan teknologi tersebut telah melahirkan seperangkat media canggih bernama media sosial yang berpotensi memudahkan kita dalam melakukan kegiatan komunikasi dan mengakses segala sesuatu yang ada di dunia ini.
Memperhatikan perkembangan media informasi saat ini, tentu dengan adanya perubahan metode dakwah ke arus digitalisasi menjadikan sebuah keharusan bahkan kewajiban untuk dilakukan oleh para da’i pada saat ini. Salah satu misalkan media sosial yang menjadi media untuk mempercepat masyarakat dalam melakukan aktivitas komunikasi atau pembelajaran hingga prosesi berdakwah, seperti halnya organisasi masyarakat Islam yakni Nahdlatul Ulama yang kemudian telah banyak menggunakan media sosial sebagai alat untuk melakukan berdakwah.
Salah satu hasil keputusan rapat Pleno PBNU yang dilaksanakan pada tahun 2019 yang diadakan di PP. Al-Muhajirin, Purwakarta, bahwasanya terdapat satu saran
2 agar semua perangkat yang ada di organisasi Nahdlatul Ulama menjadikan aspek dakwah dengan melalui media sosial ini menjadi sebuah kesadaran gerakan dalam organisasi Nahdlatul Ulama. (Jemadu, 2019). Hal ini dilakukan oleh Nahdlatul Ulama, sebab semakin deras keterbukaan informasi ini menjadikan orang-orang tidak mengetahui lagi, dimana pelajaran keislaman yang sumbernya akurat dan dipercaya.
Saat ini masyarakat susah mengetahui dimana berita yang akurat dan mana berita yang dapat dipercaya oleh umat Islam yang sedang mengaksesnya. Kehadiran banyaknya hujjah ulama-ulama baru yang kemudian tidak jelas sanad keilmuannya dari mana, dan begitu banyak perbedaan jawaban atas suatu persoalan yang ingin diketahui yang ada di media-media sosial.
Pada masa kini, banyak sekali media-media yang melaksanakan dakwah Islam dengan berbagai aliran atau ideologi yang berbeda. Bahkan hal ini menjadi sebuah persaingan dakwah yang dilakukan melalui arus media sosial. Untuk merespon beberapa kondisi inilah, maka dari sini Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia sudah mulai banyak mengggunakan media sosial sebagai media dalam berdakwah untuk menyebarkan beberapa pemahamannya dan menggapai tujuannya. Salah satu media sosial yang digunakan oleh Nahdlatul Ulama ialah YouTube.
Media YouTube awalnya dimulai dari sebuah ide yang sangat sederhana dalam berbagi video. Media ini dipelopori oleh tiga orang pegawai Paypal, yakni Steve Chen, Chad Hurley dan Jawed Karim. (Prakoso, 2014). Media sosial ini memiliki fungsi untuk mengunggah video kita untuk dipublikasikan pada seluruh khalayak di dunia maya. Media ini terdapat video-video dari seluruh masyarakat di muka bumi ini yang dengan mudah kita lihat meski berbaring sekalipun. Saat ini, media YouTube juga telah menyediakan kolom siaran langsung atau biasanya disebut dengan live streaming, dimana pengguna YouTube dapat secara langsung memberikan beberapa patah kata atau mengomentari secara langsung pada tempat yang telah disediakan. Dan komentar tersebut dapat dilihat oleh orang-orang serta dapat membalasnya. Hal ini jelas menjadi pembeda dengan media televisi atau media lainnya. Keberadaan YouTube menjadi
3 media sosial yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat khususnya masyarakat Indoenesia, sebab di media sosial ini terdapat banyak macam video-video yang menarik ditonton mulai dari pelajaran, hiburan, trik-trik, kartun, perfilman hingga berita-berita paling baru.
Media YouTube banyak digunakan sebagai media berkomunikasi dalam menyampaikan materi-materi keislaman dan juga menjadi sebuah wadah dalam menyampaikan ajakan baru bagi beberapa ustad ataupun ulama di Indonesia ini.
Beberapa nama seperti halnya Kiai Marsyudi Shuhud, Gus Miftah, Ustadz Adi Hidayat, Gus Muwafiq, Kiai Marzuki Mustamar, Gus Baha’, Kiai Said Aqil Siradj, dan ustad ataupun ulama-ulama lainnya. Sehingga dalam hal ini tentu dapat dilihat bahwa penggunaan YouTube tidak hanya sekedar memberikan aspek negatifnya namun juga banyak memberikan pada aspek positif yang bisa dimanfaatkan dengan baik dari media berbagi video ini.
Dengan banyak menggunakan berbagai strategi dan politik penyebaran konten- konten Islam di media sosial, hal ini justru dapat memperkuat sebuah alasan digunakannya media sosial YouTube oleh mereka sebagai media dalam menyampaikan komunikasi dakwah Islam untuk berbagi materi-materi keislaman. Hadirnya YouTube menjadi media dakwah Islam tidak hanya digunakan oleh ustad-ustad yang terkenal saat ini, namun di berbagai daerah menjadikan aplikasi YouTube ini menjadi bagian dari berbagi aktifitas-aktifitas keislaman, baik itu mulai dari pengajian umum di desa- desa atau masjid-masjid, seputar rekaman ceramah, mengaji kitab kuning di pesantren maupun beberapa kegiatan yang bersifat keagamaan lainnya. Sehingga dalam hal ini, pemanfaatan YouTube sudah menyentuh semua aktifitas yang terjadi di muka bumi dengan turut memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan.
Gelagat genggaman media sosial khususnya YouTube ini yang kian hari semakin meluas, tentu perusahaan media massa dapat memanfaatkan ini semua dengan membuat channel YouTube untuk kemudian lebih mudah dalam menyebarkan berita terbaru atau informasi lainnya kepada masyarakat. Seperti halnya media televisi yang
4 cukup terkenal seperti Kompas TV, Trans 7, SCTV dan stasiun televisi lainya bahkan semua televisi telah menggunakan kanal ini dengan masif. Bahkan juga, komunitas atau organisasi yang ada di masyarakat pun dapat juga membuat kanal YouTube sendiri untuk saling sharing informasi, pelajaran-pelajaran untuk dapat menggenggam tujuannya. Aplikasi YouTube ini sangat mudah dipakai oleh siapapun tanpa harus mengurus perizinan resmi pada yang memiliki kewenangan. Bahkan apabila telah mencapai beberapa persyaratan, pengguna YouTube ini akan meraup keuntungan berupa uang dari YouTube itu sendiri. Kondisi ini juga dimanfaatkan oleh Organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdatul Ulama yang memiliki stasiun televisi NU Channel TV dengan membuat akun YouTube NU Channel.
Nahdatul Ulama sebagai organisasi masyarakat Islam juga menggunakan YouTube dalam menyebarkan informasi dan pengetahuan seputar Islam. Peneliti telah melihat beberapa video yang diunggah ke akun NU Channel yakni jika dihitung rata- rata video yang telah diunggah berjumlah dua hingga lima video perharinya dari total video pada bulan Februari berjumlah 89 video. Subcriber atau pelanggan akun ini telah berjumlah 631 ribu. Sedangkan dari segi jumlah penontonnya mencapai paling sedikit seribu penonton, hingga 6,8 juta penonton jika dilihat pada unggahan paling populer, dan pada tanggal 13 November 2020 tercatat total jumlah penonton lebih dari 58 juta.
Peneliti melihat video yang sangat banyak jumlah penontonnya adalah tergantung dari penulisan judul yang menarik dan isu-isu yang diangkat dalam video. Temuan data diperoleh peneliti ketika menarik satu benang merah sebagai kesimpulan dengan cara melihat berbagai unggahan video tersebut dan mencatatnya sebagai sebuah data.
Terlepas dari itu, NU Channel yang dihasilkan dari NU Channel TV memilih langkah yang baik serta bijak dengan mengunggah video-video dakwah Islam yang dapat ditonton oleh siapa saja dan dimanapun ia berada dengan selalu mengaktifkan koneksi internetnya di handphone atau laptopnya. Banyaknya penonton di kanal YouTube tersebut menjadi salah satu motif utama penyemangat dalam terus memproduksi video-video Islam yang diyakini dapat memperkenalkan wajah Islam
5 Nusantara yang ramah dan mampu mengemban misi perdamaian bagi seluruh dunia (Rahmatan lil 'Alamin).
Media sosial YouTube memiliki jangkauan yang sangat luas tidak hanya di satu wilayah tertentu, namun semua masyarakat dari berbagai belahan dunia dapat mengonsumsi video yang ada. Berada dijauh sekalipun kita akan tetap menikmati video dengan mudah. Media YouTube menjadi salah satu jalan yang paling dinilai efektif dalam melakukan dakwah menyebarkan ajaran Islam. Kita ini juga menjadi orang yang dapat menikmati dakwah atau informasi seputar Islam lainnya dengan menggunakan fitur berlangganan atau subscribe pada YouTube dengan gratis tanpa dipungut biaya.
Ada banyak akun organisasi masyarakat Islam di kanal YouTube yang aktif dalam menyebarkan dakwah Islam. Seperti halnya Muhammadiyah dengan memiliki akun YouTube salah satunya Muhammadiyah Channel, kemudian Front Pembela Islam (FPI) dengan akun YouTubenya Front TV, Persatuan Islam (Persis) memiliki akun YouTube yang bernama Dakwah Persatuan Islam, kemudian Nahdlatul Ulama memiliki akun NU TV dan NU Channel. Hal itu hanya beberapa dari sekian banyaknya akun-akun YouTube untuk menyebarkan dakwah Islam.
Pemilihan tema pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana resepsi mahasiswa Nahdatul Ulama Kota Malang terhadap pesan dakwah Islam di konten YouTube NU Channel. Adapun fokus pemilihan NU Channel sebagai objek penelitian dikarenakan media sosial ini merupakan media yang dimiliki oleh organisasi terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama dan menjadi akun YouTube NU yang paling banyak memiliki pelanggan dari beberapa akun yang telah disebutkan sebelumnya. Video dakwah yang diambil adalah video yang paling populer.
Adapun subjek penelitian ini mengambil tiga kampus Islam di Kota Malang, yakni Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Malang dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini dilakukan karena ketiga kampus diyakini banyak mahasiswa yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama. Universitas Muhammadiyah Malang tidak semua berlatar dari keluarga atau kader
6 Muhammadiyah. Banyak Mahasiswa dari keluarga Nahdlatul Ulama, bahkan tidak sedikit mereka yang alumni pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama (Eboy, 2020).
Kemudian Universitas Islam Malang sudah dikenal sebagai kampus besar Nahdlatul Ulama di Malang. (Shidiq, 2020). Serta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dikenal sebagai perintis pendidikan tinggi Islam dengan model pengelolaannya dipadu ala pesantren (Izzah, 2020).
Berdasarkan penjelasan pada latar belakang masalah, maka peneliti merasa tertarik untuk membahasnya lebih dalam dengan judul “Resepsi Mahasiswa Nahdatul Ulama Kota Malang Pada Pesan Dakwah Islam di Konten YouTube NU Channel”.
Sehingga dari sini organisasi Nahdlatul Ulama dapat mengetahui bagaimana konten dakwah Islam di media sosial khususnya YouTube NU Channel ini dalam melakukan dakwah sebagai bentuk kewajiban umat Islam.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan beberapa uraian latar belakang masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, maka konsentrasi rumusan masalah dalam penelitian skripsi ini adalah bagaimana resepsi mahasiswa Nahdlatul Ulama Kota Malang pada pesan dakwah Islam di konten YouTube NU Channel?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang dibahas lebih lanjut untuk mengetahui resepsi mahasiswa Nahdlatul Ulama Kota Malang pada pesan dakwah Islam di konten YouTube NU Channel.
7 1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Akademis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk peneliti tentang kajian Ilmu Komunikasi khususnya dalam kajian media sosial Youtube yang berkaitan dengan studi resepsi dan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan refrensi bagi mahasiswa khususnya program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang ingin melakukan penelitian terkait studi resepsi.
2. Manfaat Praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat dalam pemahamannya tentang dakwah Islam yang rahmatan lil 'alamin di media Youtube NU Channel dan bagi peneliti, penelitian ini sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi.