• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. lingkupan kecil dan terbatas. Kini perusahaan memulai operasi warehouse

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. lingkupan kecil dan terbatas. Kini perusahaan memulai operasi warehouse"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Gambaran Umum Perusahaan 2.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Sejarah PT. Pagoda Pangan Jaya berdiri pada tahun 2017, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang distributor dan trading yang awalan memiliki sumber daya dengan lingkupan kecil dan terbatas. Kini perusahaan memulai operasi warehouse perusahaan sebagai sarana penyimpanan produk.

Perkembangan perusahaan terus meningkat dengan jumlah warehouse yang dimiliki perusahaan. Saat ini, berjumlah tiga warehouse dengan jumlah karyawan yang terus bertambah. Ketiga warehouse yang terletak di Tangerang, Pondok Gede yang didukung oleh ratusan karyawan dari beragam latar belakang dan keahlian dengan semua bekerja sama untuk pencapaian dan memiliki tujuan utuama, yaitu kepuasan pelanggan dalam produk dan pelayanan kerja karyawan.

Perkembangan perusahaan dalam mengambil ahli bidang distributor yang bekerja sama dengan industri Thailand, perusahaan mengambil langkah ke pasar global melalui penawaran umum dari berbagai pabrik, suppliers, perorangan. Perusahaan telah memiliki pelanggan diberbagai pasar global, perusahaan menambah produk varian baru seperti produk vegetarian pada tahun 2020. Bidang usaha melengkapi produk dan jasa perusahaan terus menambahkan stok produk, jumlah mobil angkut,

(2)

dan pemasarannya. Kemudian, perusahaan menaungi keseluruhan pabrik pembuatan makanan di wilayah Tangerang maupun luar kota dalam produk nabati, dan hewani.

Dalam waktu 4 tahun, PT. Pagoda Pangan Jaya telah menjadi salah satu perusahaan penyedia kebutuhan protein, pelengkap bahan makanan, dan tapioka terlengkap di Indonesia. PT. Pagoda Pangan Jaya menjalankan bisnis berdasrkan standar internasional dengan kerja sama industrial Thailand yang berpengalaman selama 15 tahun. Hal ini, perusahaan telah memperoleh sertifikasi HALAL oleh LPPOM MUI, dengan menjamin penyediaan kesehatan, dan kehalalan bahan makanan. Dengan berpegang pada komitmen dalam memberikan hasil yang terbaik kepada pelanggan.

PT. Pagoda Pangan Jaya selalu berusaha memenuhi kualitas pelayanan dalam proses pekerjaan, penyimpanan produk, serta perusahaan sangat memperhatikan pengecekan produk dalam expired date. Perkembangan perusahaan yang berkembang dengan cepat menjdi pilihan utama dalam kualitas, serta nilai perusahaan yang memiliki kredibitas baik bagi para pelanggan setia PT. Pagoda Pangan Jaya.

2.1.2 Profil Tabel 2.1 Profil Perusahaan PT. Pagoda Pangan Jaya

Nama Perusahaan PT Pagoda Pangan Jaya

Bidang Usaha Pangan

Tanggal pendirian Perusahaan 2017

Telpon Kantor 021- 5431 4588

(3)

Alamat Kantor Pusat Ruko Grand Boulevard Duta Garden DI 47, Jurumudi 15124 - Tangerang Banten - Indonesia

Sumber: Data Perusahaan, 2021

2.1.3 Visi & Misi Perusahaan

Perusahaan memiliki visi dan misi yang berbeda, dalam perusaahan visi berperan mencapai tujuan untuk jangka panjang dan lebih terarah. Sedangkan dalam perusahaan misi berperan sebagai langkah untuk memenuhi visi perusahaan. Adapun visi dan misi dari PT. Pagoda Pangan Jaya:

Visi PT. Pagoda Pangan Jaya:

1. Visi dari PT. Pagoda Pangan Jaya adalah menjadi pemasok terkemuka dan terpercaya melalui pelayanan distributor dalam pengadaan pangan serta berperan besar dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas.

Misi PT. Pagoda Pangan Jaya:

1. Menjalin hubungan baik dengan suppliers dan pelanggan

2. Mengutamakan kepuasan dan kenyamanan pelanggan terhadap produk dan pelayanan yang diberikan.

3. Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan

4. Menjaga kualitas penyimpanan produk hingga siap distribusi keseluruhan pelanggan.

(4)

2.1.4 Nilai Mutu Kebijakan Halal PT. Pagoda Pangan Jaya

PT. Pagoda Pangan Jaya bertekad untuk hanya memproduksi dan memasarkan produk halal secara konsisten dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan serta mengutamakan kepuasan pelanggan melalui inovasi.

PT. Pagoda Pangan Jaya akan mencapainya melalui penerapan langkah-langkah, sebagai berikut:

1. Menjamin seluruh produk yang dibuat disertifikasi oleh LPPOM MUI.

2. Menjamin seluruh bahan yang digunakan dalam pembuatan produk-produk kami adalah halal.

3. Menjamin sistem produksi adalah bersih dan bebas dari bahan yang tidak halal dan najis.

4. Melayani, mengembangkan dan melibatkan seluruh stakeholder perusahaan guna memahami Sistem Jaminan Halal.

5. Menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk penyusunan, penerapan, dan perbaikan berkelanjutan Sistem Jaminan Halal.

6. Melakukan Sosialisasi kebijakan halal keseluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaan melalui media sosialisasi seperti pelatihan, breafing, memo internal, spanduk, poster, atau bentuk sosialisasi lain yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

2.1.5 Logo Perusahaan

(5)

Sumber: Website Perusahaan, 2017

2.1.6 Struktur Organisasi PT. Pagoda Pangan Jaya

PT. Pagoda Pangan Jaya memiliki Struktur Organisasi sebagai berikut:

Sumber: Data Perusahaan, 2017

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Keseluruhan PT. Pagoda Pangan Jaya

(6)

2.2. Tinjauan Pustaka

2.2.1 Manajemen

Menurut Kinicki & William, (2016) manajemen merupakan usaha dan kegiatan untuk mengejar tujuan organisasi secara efisien dan efektif dengan mengintegritaskan pekerjaan dari anggota atau lembaga tersebut. Integritas pekerjaan melalui fungsi perencanaan, perorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya organiasi.

Manajemen dapat didefinisikan bahwa manajemen melibatkan koordinasi serta mengawasi kegiatan orang lain sehingga kegiatan mereka dapat diselesaikan secara efektif dan efisien (Robbins & Coulter, 2016).

Menurut Snell & Bateman (2013) Manajemen adalah proses kerjasama dengan merinci yang akan dicapai dan menentukan tindakan tepat untuk mencapai tujuan tersebut dan bekerja dengan orang-orang serta berbagai sumber daya dalam mencapai tujuan itu.

Pada aktivitas perencanaan berupa analisis dengan situasi pada saat ini, antisipasi masa depan, melihat sasaran, menentukan jenis aktivitas yang akan dilakukan, memilih strategi, serta menentukan sumber daya akan diguanakan untuk mencapai tujuan tersebut Menurut Hasibuan, (2014) menjelaskan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sedangkan menurut Schermerhorn (2010) manajemen merupakan sebuah proses adanya perencanaan, perorgaisaian, kepemimpinan, dan pengendalian terhadap penguunaan sumber daya dalam mencapai tujuan organisasi.

(7)

2.2.2 Fungsi Manajemen

Menurut Robbins & Coulter yang berjudul manajemen 11th (2012) menyatakan bahwa manajemen terdapat empat fungsi yang meliputi: Planning, Organizing, Leading, Controlling. Berikut pernjelasan dari keempat fungsi manajemen sebagai berikut:

1. Planning: merupakan tujuan organisasi serta strategi yang terdapat pada organisasi dan dapat mengalokasikan sejumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan organisasi.

2. Organizing: merupakan bahwa memastikan bahwa pekerjaan yang diberikan dapat terlaksanakan dengan baik sesuai dengan struktur organisasi yang mencapai tujuan organisasi. Dan untuk mengurangi adanya tingkat kesalahan yang terjadi dalam melaksanakan koordinasi kerja.

3. Leading: dalam fungsi manajemen leading berfungsi untuk menghubungkan suatu hal dengan hal lainnya sehingga pekerjaan dapat menghasilkan sebuah pencapain dari tujuan organisasi.

4. Controlling: merupakan pengawasan dalam proses pekerjaan serta dalam membuat perubahan yang nantinya dibutuhkan, dan diartikan sebagai evaluasi.

2.3. Manajemen Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan sumber daya dalam mencapai keunngulan yang kompetitif dengan kemampuan untu mengkonvensi sumber daya lain seperti (uang, mesin, metode dan material). ke dalam hasil produk atau jasa. Dalam persaingan dapat meniru sumber lain seperti teknologi dan modal tetpai tidak dengan sumber daya manusia sebagai pemikiran, perencanaan, serta pengendalian aktivitas perusahaan karena

(8)

memiliki bakat, tenga, dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam mencapai tujuan (Snell & Bohlander, 2010). Sedangkan menurut R. Wayne Mondy (2017) bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan pemnafaatan bagi para individu dalam mencapai tujuan organisasi. Serta dalam faktor yang meliputi sumber daya manusia bahwa manajer harus melibatkan diri dengan keseluruhan manajemen sumber daya manusia.

Menurut Dessler (2015) manajemen sumber daya manusia merupakan proses untuk memperoleh, melatih, menilai, serta mengompensasi karyawan, dan dalam mengurus tenaga kerja, kesehatan, keselamatan yang memiliki hubungan dengan keadilan bagi karyawan. Sedangkan menurut Hasibuan (2016) menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah mengatur suatu hubungan dan peranan tenaga kerja agar pekerja memiliki efisiensi dan efektif dalam terwujudnya sutau tujuan perusahaan, karaywan.

Menurut Noe et al., (2011) manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan, dan sistem yang mempengaruhi kebiasaan, tingkah laku, serta kinerja karyawan dalam aktivitas organisasi. Dalam memberikan aktivitas sumber daya manusia dalam proses perencanaan, pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia, kinerja manajemen, serta relasi antara karyawan.

2.4. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam proses manajemen sumber daya manusia memiliki delapan tahapan (Robbins & Coulter, 2009). sebagai berikut:

(9)

Sumber: Robbins & Coulter, 2009

Gambar 2.1. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia

1. Human Resource Planning, merupakan suatu perencanaan seorang manajer untuk memastikan bahwa ia memiliki karyawan yang tepat serta berkompeten di tempatkan pada posisi yang sesuai.

2. Recruitment and Decruitment, dalam perekrutan diartikan sebagai megaloksikan, identifikasi serta menarik pelamar yang memiliki kompetensi kerja. Druitment merupakan proses yang dilakukan untuk mengurangi tenaga kerja dalam suatu organisasi

3. Selection, merupakan suatu proses dalam menyeleksi pelamar kerja untuk memastikan bahwa plamar kerja memiliki kualitas kerja sesuai dengan pekerjaan.

4. Orientation, merupakan proses yang dilakukan dalam tahapan perkenalan terkait pekerjaan atu organisasi kepada karyawan yang baru ke dalam suatu organisasi.

5. Training, merupakan tujuan dalam meningkatkan pengembangan keterampilan kerja karaywan.

(10)

6. Performance Management, merupakan sistem yang dilakukan dengan menetapkan standar kinerja yang digunakan sebagai pedoman untuk melakukan evaluasi kinerja karyawan.

7. Compensation and Benefit, merupakan tujuan dalam membantu perusahaan untuk mempertahankan individu yang kompeten dan berbakat untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dengan cara memberikan hal yang lebih tinggi bagi karyawan dalam mendapatkannya.

8. Career Development, merupakan proses pengaruhnya kinerja karyawan dalam meningkatkan posisi karaywan menjadi lebih tinggi, tanggung jawan menjadi lebh besar serta penghasilan yang lebih tinggi.

2.5. Pesonalia Manajemen

2.5.1 Definisi Personalia Manajemen

Manajemen personalia merupakan bagian dari manajemen yang memperhatikan organisasi salah satunya sistem manajemen sumber daya manusia dalam mencakup merekrut, menepatkan, melatih mengembangkan serta meningkat karyawan dalam fungsi manajemen personalia. Serta sebagai personalia dapat mengembangkan suasana kerja yang menyenangkan anatara indvidu yang bekerjasama sehingga terciptanya tujuan dengan memenuhi segala aspek yang ada didalamnya.

Sedangkan menurut Flippo dalam Handoko (2011) manajemen personalia merupakan perencanaan, perorganisasian, pengarahan, dan pengendalia atas pengadaan

(11)

tenaga kerja, pengembangan, pemeliharaan, serta pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia dalam mencapai sasaran perorangan, ataupun organisasi.

Menurut John & Green Miner dalam Istinbath (2015) manajemen personalia didefinisikan sebagai suatu proses pengembangan, menerapkan, dan menilai kebijakan, prosedur, serta program yang berhubungan dengan individu dalam organisasi. Sedangkan menurut Micheal J dalam Istinbath (2015) manajemen personalia merupakan lapangan manajemen yang berkaitan dengan perencanaan, perorganisasian, seta pengendalian dalam fungsi pengadaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan tenaga kerja untuk mencapai efisiensi dan efektif bagi karyawan secara optimal.

Dasar dari fungsi bagian personalia merupakan perencanaan konsep perekrutan, pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diperlukan oleh perusahaan. dalam kebijakan yang menyangkut dengan peraturan tenaga kerja, pengembangan kariri, program insentif maupun bonus bagi tenaga kerja merupakan fungsi utama bagain personalia.

2.5.2 Proses Personalia Manajemen

Dalam manajemen personalia dapat memanfaatkan karyawan secara efisien serta Kerjasama dengan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan, menciptakan, memelihara suasana kerja yang menyenagkan dengan antara individu atau organisasi dalam bekerjasama, Proses personalia manajemen menurut Handoko, sebagai berikut:

1. Peranan dalam merencanakan kebutuhan karyawan 2. Melakukan rekruitmen

(12)

3. Menggunakan tenaga kerja serta menciptakan kondisi atau suasana kerja lebih baik.

4. Memelihara kesejatreaan karaywan berupa gaji, insentif, hari libur, dan bentuk kesejateraan lain.

5. Menigkatkan mutu karyawan baik dalam pendidikan atau kesempatan lain, seperti insentive training, penataran, serta menjadi anggota perkumpulan profesi sebagainya.

6. Personalia mengadakan penilaian terhadap kinerja karyawan atau prestasi kinerja untuk memperoleh data dalam uraian peningkatan kinerja karyawan.

7. Personalia melakukan penataan dalam hubungan kerja dengan karaywan.

2.6 Training

2.6.1 Definisi Training

Training merupakan salah satu cara untuk dapat menyalurkan beberapa pengetahuan yang telah diperoleh saat pembelajaran baik dalam keterampilan serta sikap terhadap pekerjaan yang seusai agar dapat berfungsi untuk bisa meningkatkan kinerja pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Pada tujuan diadakan training yang diselenggarakan oleh perusahaan terhadap karyawan karena perusahaan menginginkan adanya perubahan trhadap kinerja dari karyawan, sehingga kinerja karyawan dapat sesuai dengan tujuan dari perusahaan dan juga dapat membuat kinerja karyawan itu sendiri menjadi lebih optimal daripada sebelumnya (Arasanmi, 2019).

(13)

Menurut Bhatti & Kaur (2009) training merupakan legiatan manajmen sumber daya manusia yang beperan penting serta dapat diandalkan untuk dapat meningkatkan produktivitas dari sebuah organisasi dan juga karyawan. program training dapat dirancang sedemikian rupa sehingga nantinya dapat menciptakan situasi yang saling menguntungkan antara organisasi serta karyawan. pada organisasi dan karyawan dapat mencapai tujuan mereka jika keterampilan dalam pembelajaran dapat disalurkan secara efektif di tempat kerja (Bhatti & Kaur, 2009).

Menurut Blanchard & Thacker (2012) training merupakan ssalah stau saktivitas yang melengkapi karyawan dengan pengetahuan serta keterampilan agar karyawan dapat bekerja lebih efektif. Melalui training karyawan diharapkan dapat memenuhi persyaratan pekerjaan serta dapat mengahdapi perubahan yang tidak bisa dihindari yang akan timbul dikemudian hari. Sedangkan menurut Dessler (2013) mendefinisikan training sebagai pemberian keterampilan yang dibutuhkan karyawan agar dapat menyelesaikan pekejaan mereka.

2.6.2 Proses Tahapan Training

Menurut Dessler (2013), terdapat lima proses tahapan training yang disebut ADDIE.

Sebagai berikut:

1. Analyze, melakukan analisis kebutuhan training 2. Design, merancang keseluruhan program training 3. Develop, membuat materi training

(14)

4. Implement, merupakan implementasikan training yang ditunjukan kepada sekumpulan karyawan dengan menggunakan metode training yang telah dipilih 5. Evaluate, menilai dan mengevaluasi efetivitas yang teah diberikan.

2.7 Compentation

2.7.1 Definis Compensation

Menurut Dessler (2013). Compensation sebagai segala bentuk pembayaran kepada karyawan yang merupakan hasil dari pekerjaan mereka yang terdiri dari dua komponen utama yaitu direct financial payment (wages, salaries, commissions, dan bonuses) serta indirect financial payment (financial benefit berupa asuransi karyawan dan liburan).

Menurut Robbins & Coulter (2017) membuat sistem compensation yang efektif merupakan bagian penting dalam human resources management karena compensation dapat menarik dan mempertahankan individu yang kompoten dan bertalenta untuk membantu organisasi dalam mencapai misi dan tujuan.

Menurut Beardwell & Thompson ((2017) compensation sering kali diatur dalam reward management yang kini mengguanakan pendekatan yang lebih dinamis dengan menekankan pada pemberian gaji serta bentuk lainnya dengan cara yang fleksibel, inovatif, dan strategi bertujuan untuk meningkatkan performa individu, tim serta organisasi.

2.7.2 Bagian dari Compensation

(15)

Menurut Kinicki & William (2012), compensation dibagi menjadi tiga bagian, sebagai berikut:

1. Wages atau salaries, merupakan gaji pokok terdiri dari upah atau gaji dasar karyawan yang dibayar sebagai ganti pekerjaan mereka. Compensation dasar ditentukan oleh berbagai faktor ekonomi seperti tingkat upah yanga da pada umumnya berlaku di industry atau lokasi tertentu.

2. Incentives, yang terdiri dari komisi, bonus, pembagian laba dan opsi saham yang diberikan perusahaan dengan tujuan untuk medorong karyawan lebih produktif dalam pekerjaannya.

3. Benefit, merupakan kompenasi tambahan yang besifat non-moneter yang bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan karyawan dalam organisasi, mislanya dalam asuransi kesehatan, perencanaan pensiun, libur atau cuit, dan sebagainya.

2.7.3 Tujuan dari Rewad Management

Compensation merupakan hal yang penting dalam organisasi, oleh karena itu compensation harus dikelola dengan baik dalam reward management terdapat tujuh yang dikemukakan oleh Amstrong (2015). Adapun compensation perlu dikelola untuk:

1. Mendukung tercapai tujuan organissi dengan menciptakan kultur kinerja dan menstimulasi terciptanya high performance dalam organisasi.

2. Menentukan behavior dan outcome apa yang penting dan harus dicapai.

(16)

3. Menyelaraskan praktek reward dan kebutuhan karyawan

4. Memberikan reward sesuai dengan value yang karyawan iprkana

5. Menarik dan mempertahankan orang-orang yang berkualitas tinggi yang dibutuhkan organisasi

6. Memotivasi serta menciptkan employee engangement

7. Menambahkan value melalui pengenalan akan praktek reward yang efektif dan terjangkau.

2.8. Performance Management

2.8.1. Definisi Performance Management

Menurut Almohaseb et al., (2019) performace management merupakan serangkaian tindakan yang kemudian disatukan untuk dapat mengembangkan dan juga mengelola dengan tujuan agar dapat meningkatkan pencapaian terhadap beberapa tujuan untuk jangka pendek atau jangka panjang. Performance management berkonsentrasi kepada pencapaian dari tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi melalui desain serta bagaimana mengimplementasi, memahami tujuan dan juga harapan dari organisasi agar dapat meningkatkan kinerja dari organisasi secara berkelanjutan.

Performance management menjadi sebuah pengelolaan dalam pencapaian, pelaksanaan, dan juga penyelesaian terhadap apapun yang telah diperintahkan atau teah dilakukan. Performance management juga dapat dipandang sebagai proses yang dinamis karena manajer bekerjasama dengan karyawan untuk dapat menentukan tujuanm mengukur serta meninjau hasil, dan menghargai kinerja yang baik serta menetapkan

(17)

tujuan akhir untuk bisa mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya (Eaidgah Y et al., 2016).

Menurut Eaidgah Y et al., (2016) menjelaskan terdapat model yang dapat menentukan proses performance management, sebagai berikut:

1. Performance pllaning and implementation, menetapkan target dan memustuskan interval terhadap pengukuran serta periode peninjauan. Proses ini mencakup pengaturan terhadap proses pengumpulan data dan juga perhitungan metrik dalam memustukan bagaimana hasilnya akan digaikan dan dibahas langkah lain yang dilakukan dengan membangun sebuah program dalam bentuk visual secara efektif setelah terbentuk standar yang jelas dan sesuai.

2. Performance measurement, merupakan proses untuk benar-benar mengetahui pengukuran kinerja berdasarkan metrik yang disepakati disetiap interval

3. Performance evaluation, corrective action and contiuous improvement, proses ini merupakan proses evaluasi terhadap kinerja yang berhubungan dengan target yang telah disepakati. Pada feedback yang baik sangat diperlukan pada proses ini.

Dalam kinerja yang baik perlu mendapatkan pegakuan, pertahanan, sedangkan kinerja yang buruk perlu untuk mendapatkan analisa dan perbaikan agar nantinya dapat ditingkatkan lebih baik dari sebleumnya.

Menurut Karen et al., (2009) performance management pada suatu perusahaan dapat berhasil, maka dapat melakukan hal sebagai berikut:

(18)

1. Penyelarasan sistem manajemen kinerja dengan sistem dan strategi yang ada di organisasi

2. Memiliki kepemimpinan yang berkomitmen tinggi

3. Memberikan budaya untuk dapat meningkatkan kinerja agar mendapatkan nilai yang baik serta tidak memebrikan human kepada karyawan yang kinerjanya buruk 4. Keterlibatan secara aktif dari stakeholder untuk dapat terus memantau dan juga

menduung scera baik

5. Pemberian monitoring dan juga feedback secara terus menerus kepada pihak yang terkait.

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Keseluruhan PT. Pagoda Pangan Jaya
Gambar 2.1. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia

Referensi

Dokumen terkait

Yaitu data yang diperoleh dengan cara mempelajari berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti baik itu aturan hukum yang ada atau dari buku-buku

Tetapi jika sebuah keluarga tidak memiliki kasih KRISTUS, maka yang terjadi adalah sebaliknya, masalah yang sebenarnya kecil, dapat berkembang yang terjadi adalah sebaliknya,

Menurut Rouse (1977) dan Curtis & Jones (1995), Cherax quadricarinatus (red claw) memiliki nilai ekonomis paling tinggi dibandingkan jenis lobster air tawar lainnya

Mastitis pada kambing mengakibatkan penurunan produksi susu sekitar 10– 25%, kematian anak karena tidak mendapatkan kolostrum, peningkatan biaya pengobatan, meningkatnya

Pada saat proses ekstraksi berlangsung sebagian pelarut akan mengisi daerah umpan dan sebagian akan menguap bebas karena saat pengambilan sampel untuk pengukuran massa

(3) Bentuk intertekstual novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna, meliputi: (a) Aspek instrinsik, Kesamaan tema kedua novel yaitu impian dan cita-cita harus tetap dibela

Renstra Inspektorat Kota Lubuklinggau memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program,dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan

Ltd including 3ea double block and bleed valve tee assemblies, consisting of Barred tee, 3D bend, flanges & fittings as required, for the 2 bawal wells & Tembang T6 well