PROPOSAL KEGIATAN
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
WORKSHOP PERAN PEMUDA DALAM MENINGKATKAN BUDAYA K3 DI MASA PANDEMI
TIM PENGUSUL
Retna Kristiana,ST,MM,MT NIDN : 0314038006 Mirnayani,ST,MM,MT NIDN : 0304068207 Tyas Wedhasari, ST., M.Sc. NIDN : 0329117705
BIDANG ILMU TEKNIK UNIVERSITAS MERCU BUANA
Tahun 2021
HALAMAN PENGESAHAN
1. a. Judul Usulan PkM :WORKSHOP PERAN PEMUDA DALAM
MENINGKATKAN BUDAYA K3 DI MASA PANDEMI b. Judul Penelitian Terdahulu : Design improvement for safety risks using hazard and
operability method 2. Ketua Pelaksana :
a. Nama Lengkap : Retna Kristiana,ST,MM,MT
b. NIDN 0314038006
c. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli d. Program Studi : Teknik Sipil
e. Nomor HP 087738881775
f. Alamat surel (e-mail) : [email protected] 3. Anggota Tim Pengusul :
a. Jumlah Anggota 2
b. Nama Anggota I : Mirnayani,ST,MM,MT (NIDN : 0304068207) c. Nama Anggota II : Tyas Wedhasari, ST., M.Sc. (NIDN : 0329117705) 4. Mahasiswa
a. Jumlah Mahasiswa : 2
b. Nama Mahasiswa I : Selva Nur Fatimah (NIM : 41119010114) c. Nama Mahasiswa II : Finna Aurelia Santoso (NIM : 41121010064) 5. Lokasi Kegiatan
a. Wilayah kegiatan : DKI Jakarta b. Kabupaten/Kota : Jakarta Barat
c. Provinsi : DKI Jakarta
6. Luaran yang dihasilkan : Publikasi media massa 7. Jangka Waktu : 5 Bulan
8. Biaya yang diperlukan : Rp. 3.500.000,- a. Sumber dari PPM UMB : Rp. 3.500.000,- b. Sumber lain : Rp. ...
c. Jumlah : Rp. ...
Mengetahui, Jakarta, 25 Desember 2021
Kaprodi Teknik Sipil Ketua Pelaksana,
RINGKASAN PROPOSAL
Terjadinya kecelakaan kerja merupakan suatu bentuk kerugian baik bagi korban kecelakaan kerja maupun Perusahaan/Organisasi. Upaya pencegahan kecelakaan kerja diperlukan untuk menghindari kerugian-kerugian yang timbul serta untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja di tempat kerja.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan mencapai tujuan yaitu produktivitas setinggi-tingginya.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja sangat penting untuk dilaksanakan pada semua bidang pekerjaan tanpa terkecuali proyek pembangunan gedung seperti apartemen, hotel, mall dan lain- lain, karena penerapan K3 dapat mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat melakukan kerja. Workshop Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi mampu menurunkan risiko terjadinya kecelakaan kerja. Semakin besar pengetahuan karyawan akan K3 maka semakin kecil terjadinya risiko kecelakaan kerja, demikian sebaliknya semakin minimnya pengetahuan karyawan akan K3 maka semakin besar risiko terjadinya kecelakaan kerja.
Berdasarkan hal tersebut diatas, para pekerja pada proyek konstruksi perlu dibekali pengetahuan tentang upaya penerapan K3 pada saat melakukan pekerjaan konstruksi dengan ketinggian gedung tertentu.. Untuk itu perlu adanya pelatihan K3 mengenai pengendalian bahaya bekerja di ketinggian pada gedung bertingkat dan upaya pencegahan kecelakan kerja melalui pengendalian bahaya di tempat kerja, melalui pembinaan dan pengawasan, serta melalui system manajemen.
Kata kunci : K3, konstruksi, pencegahan, gedung
DAFTAR ISI
RINGKASAN PROPOSAL… ... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Analisis Situasi ... 1
1.2 Relevasi Judul Usulan Kegiatan ... 3
1.3 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... 3
1.4 Tujuan Pengabdian Masyarakat ... 4
1.5 Manfaat Pengabdian Masyarakat ... 5
BAB II SOLUSI DAN TARGET LUARAN 2.1 Gambaran Solusi Yang Ditawarkan ... 7
2.2 Luaran Yang Diharapkan ... 7
2.3 Rencana Capaian Tahunan ...7
BAB III METODE PELAKSANAAN 3.1 Kerangka Pemecahan Masalah ... 9
3.2 Realisasi Pemecahan Masalah ... 9
3.3 Khalayak Sasaran ... 9
3.4 Metode Kegiatan ... 10
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 11
4.1. Anggaran Biaya ... 11
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Analisis Situasi
Terjadinya kecelakaan kerja merupakan suatu bentuk kerugian baik bagi korban kecelakaan kerja maupun Perusahaan/Organisasi. Upaya pencegahan kecelakaan kerja diperlukan untuk menghindari kerugian-kerugian yang timbul serta untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja di tempat kerja.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan mencapai tujuan yaitu produktivitas setinggi-tingginya.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja sangat penting untuk dilaksanakan pada semua bidang pekerjaan tanpa terkecuali proyek pembangunan gedung seperti apartemen, hotel, mall dan lain- lain, karena penerapan K3 dapat mencegah dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat melakukan kerja. Pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) mampu menurunkan resiko terjadinya kecelakaan kerja. Semakin besar pengetahuan karyawan akan K3 maka semakin kecil terjadinya risiko kecelakaan kerja, demikian sebaliknya semakin minimnya pengetahuan karyawan akan K3 maka semakin besar risiko terjadinya kecelakaan kerja.
Adapun peraturan pemerintah yang mengatur tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3), yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.50 Tahun 2012. Tetapi kenyataannya di lapangan belum semua kontraktor yang menerapkannya dan tidak mempedulikan keselamatan dan kesehatan kerja dan tentang ketentuan-ketentuan yang telah diberlakukan tersebut. Contoh beberapa kasus kecelakaan kerja terhadap ketinggian gedung yang pernah terjadi di dunia konstruksi mengenai antara lain :
Tabel 1.1 Kasus Kecelakaan Kerja Konstruksi
Kasus Kecelakaan Kerja Konstruksi Masalah K-3 Sumber
1
5 Pekerja Meninggal terperosok kedalam galian tanah sedalam 6 m ,Proyek The manhattan square, Jakarta (Februari 2013)
Sabuk Safety Lepas
Liputan 6.com
2
2 Pekerja meninggal terjatuh dari lantai 5 di Proyek bangunan Gedung Capitol, Jakarta Pusat (Mei 2016)
Sabuk Safety Lepas
Kompas.com
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja.Bekerja di ketinggian adalah kegiatan atau aktitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja di permukaan tanah/perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan tenaga kerja/orang lain yang berada di tempat kerja mengalami cidera, meninggal dunia, keurasakan harta benda (Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang bekerja di ketinggian)
Berdasarkan hal tersebut diatas, para pekerja pada proyek konstruksi perlu dibekali pengetahuan tentang upaya penerapan K3 pada saat melakukan pekerjaan konstruksi dengan ketinggian gedung tertentu.. Untuk itu perlu adanya pelatihan K3 mengenai pengendalian bahaya bekerja di ketinggian pada gedung bertingkat dan pengenalan, atau simulasi terhadap alat alat pelindung diri dan pengunaaan alat pendukung penanganan kebakaran.Berikut ini contoh beberapa APD yang sering di gunakan pada proyek konstruksi dapat dilihat pada gambar 1
Gambar 1.1 Alat Pelindung Diri
Sumber : internet
1.2. Relevansi Judul Usulan Kegiatan dengan Penelitian Terdahulu
Program pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk aksi nyata terkait dengan Workshop Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi.
I.3 Identifikasi dan Perumusan masalah.
Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan karena dua golongan. Golongan pertama adalah faktor mekanis dan lingkungan (unsafe condition), sedangkan golongan kedua adalah faktor manusia (unsafe action). Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa faktor manusia menempati posisi yang sangat penting terhadap terjadinya kecelakaan kerja yaitu antara 80–85% (Sulastri, 2011) jika dianalisis secara mendalam, kecelakaan kerja pada umumnya disebabkan oleh tidak dijalankannya semua syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan baik dan benar. Oleh karena itu, perlu adanya suatu kegiatan sosialisasi dan kampanye yang terus-menerus guna meningkatkan kepedulian masyarakat sehingga K3 dapat membudaya.
Program pengabdian masyarakat ini berupaya melakukan pengawasan dan peningkatan K3 dengan cara mengadakan sosialisasi dan pelatihan manajemen K3 secara berkelanjutan.Dari identifikasi tersebut, maka program studi Teknik Sipil dapat berperan dalam usaha melakukan pelatihan K3 mengenai pengendalian bahaya bekerja di ketinggian pada gedung bertingkat dan penanganan kebakaran pada proyek konstruksi.
Seseorang yang bekerja di ketinggian disekitar1.8 m atau lebih termasuk dalam aktivitas bekerja di ketinggian, bekerja di ketinggian merupakan pekerjaan non rutin sehingga memerlukan surat izin kerja.Semua tidakan ini memerlukan tindakan pencegahan untuk menyakinkan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan dengan aman dan pada saat pengajuan surat ijin kerja pekerja harus mengetahui peralatan apa yg biasa di gunakan untuk menunjang pekerjaan, metode dan kelengkapan keselamatan dalam mengunakan perlatan tersebut.Angka kecelakaan kerja di beberapa negara maju menunjukkan kecenderungan peningkatan insidens. Sebagai faktor penyebab, sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang memadai.Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak menggunakan alat-alat pengaman walaupun sudah tersedia.Hal hal seperti pada gambar 1.1 tidak akan terjadi jika pekerja mengikuti semua prosedur kerja yang aman.
Gambar 1.1 kecerobohan dalam bekerja
I.4 Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat.
Program pengabdian masyarakat ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:
1. Memberikan pengetahuan tentang K3 kepada Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi
2. Memberikan pengetahuan dan praktek mengenai Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi
3. Mengindentifikasi kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana K3 pada proyek konstruksi gedung bertingkat, serta memberi masukan pihak manajemen proyek tentang upaya penerapan standart-standart keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya pada pekerjaan dengan ketinggian tertentu demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman , selamat, serta sehat.Dapat dilihat pada gambar 1.2 mengenai contoh kondisi kesiapan pekerja bekerja pada ketinggian sebagai berikut.
Gambar 1.2 Kesiapan pekerja
I.5 Manfaat Pengabdian kepada Masyarakat.
Program pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat kepada beberapa pihak terkait, antara lain :
1. Para pekerja milenial pada proyek konstruksi gedung bertingkat agar memperoleh,
a. Pengetahuan tentang K3, yang merupakan salah satu ilmu yang dipelajari di Teknik Sipil.
2. Program studi Teknik Sipil UMB
a. Menjadi salah satu promosi secara substansi tentang aplikasi ilmu teknik sipil di masyarakat.
b. Mendekatkan akademisi dengan masyarakat sekitar terutama penerapan standar/peraturan pemerintah mengenai K3
3. Pihak Proyek
a. Mendapat masukan tentang arti dan manfaat lingkungan kerja yang aman, nyaman , selamat, serta sehat..
b. Proyek Konstruksi yang belum memiliki kelengkapan sarana dan prasarana K3, akan memperoleh bentuk contoh mengenai hal tersebut, khusunya kelengkapan sistem
proteksi jatuh untuk upaya pengendalian bahaya bekerja di ketinggian pada gedung bertingkat dan alat alat pendukung untuk pencegahan dan penanganan kebakaran.
BAB II
SOLUSI DAN TARGET LUARAN
II.1 . Gambaran Solusi yang Ditawarkan
Dengan diadakannya Workshop Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi diharapkan mampu memberikan titik terang kepada para pekerja millennial proyek konstruksi mengenai kesiagaan pada saat bekerja pada ketinggian. Dengan telah siaganya para pekerja millenial proyek konstruksi, maka diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan kerja pada proyek konstruksi bangunan gedung bertingkat dan mengurangi angka kecelakaan pada proyek konstruksi.
II.2. Luaran yang Diharapkan
Hasil luaran yang diharapkan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut : a. Meningkatnya pengetahuan mengenai upaya penerapan K3 pada saat melakukan pekerjaan
konstruksi dengan ketinggian gedung tertentu pada proyek konstruksi gedung bertingkat di masa pandemi
b. Terbentuknya kesiagaan saat bekerja pada ketinggian gedung bertingkat di masa pandemi.
II.3. Rencana Capaian Tahunan Sesuai dengan Luaran yang Ditargetkan
Rencana capaian tahunan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ;
Tabel 2.1. Rencana Target Capaian Luaran
No Jenis Luaran Indikator Capaian
1 Publikasi ilmiah di jurnal/prosiding tidak ada
2 Publikasi pada media masa (cetak/elektronik) tidak ada 3 Peningkatan omzet pada mitra yang bergerak dalam
bidang ekonomi
tidak ada
4 Peningkatan kuantitas dan kualitas produk tidak ada 5 Peningkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat ada
6 Peningkatan ketentraman /kesehatan masyarakat (mitra masyarakat umum)
tidak ada
7 Jasa, model, rekayasa sosial, sistem, produk/barang Penerapan
No Jenis Luaran Indikator Capaian 8 Hak kekayaan intelektual (paten, paten sederhana,
hak cipta, merek dagang,
tidak ada
9 Buku ajar tidak ada
Berdasarkan tabel perencanaan capaian tahunan diatas, tim pengabdian kepada masyarakat mengharapkan capaian tahunan yaitu dengan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan masyarakat khususnya pemuda millennial dan juga penerapan dari masyarakat pada pengenalan mengenai Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi sebagai hasil dari kegiatan ini.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
III.1. Kerangka Pemecahan Masalah
Dari hasil identifikasi dan perumusan masalah, didapatkan temuan bahwa upaya pengendalian bahaya bekerja di ketinggian pada proyek konstruksi gedung bertingkat masih belum dipahami oleh para pekerja millennial karena kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Untuk mengatasi hal tersebut salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan sosialisasi dengan tahapan sebagai berikut:
1. Persiapan SDM (dosen, para pekerja proyek konstruksi, tim manajemen proyek)
2. Presentasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), terutama mengenai bekerja pada ketinggian
3. Evaluasi, sebagai bahan masukan perbaikan untuk sosialisasi berikutnya.
III.2. Realisasi Pemecahan Masalah
Dalam kegiatan ini, PembinaIndonesian Event di undang melalui surat resmi untuk ikut terlibat dalam Workshop Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi.
III.3. Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran pengabdian pada masyarakat yang akan dilaksanakan, adalah:
Para pekerja millennial proyek konstruksi gedung bertingkat atau rumah tinggal untuk mengikuti kegiatan yang dimaksud.
III.4. Metode Kegiatan
Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan cara:
a. Presentasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), terutama mengenai bekerja pada ketinggian, pengenalan alat pelindung diri dan pencegahan dan penanganan kebakaran.
b. Presentasi oleh Tim Dosen Teknik Sipil menggunakan gambar, makalah dalam powerpoint.
c. Praktek simulasi upaya pengendalian bahaya bekerja di ketinggian pada gedung bertingkat.
d. Dilakukan oleh semua peserta pelatihan dengan arahan dari Tim dosen.
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
IV.1. Anggaran Biaya
Ringkasan anggaran biaya untuk kegiatan Workshop Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Budaya K3 Di Masa Pandemi yang diajukan dalam bentuk tabel dengan komponen seperti tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 1 Anggaran Biaya kegiatan PPM A. Biaya Dana UMB
No Komponen Biaya yang Diusulkan (Rp)
1 Koordinasi Intern (Rapat dll) Rp. 300.000,-
2 Koordinasi Ekstern Rp. 700.000,-
3 Pelaksanaan Kegiatan Rp. 1.800.000,-
4 Pelaporan Rp. 700.000,-
T O T A L Rp. 3.500.000,-
B. Biaya Dana Mitra : Inkind 1 Aplikasi zoom
IV.2. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan disusun dalam bentuk bar chart sesuai rencana pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan seperti tabel 3 sebagai berikut :
Tabel 3 Jadwal kegiatan PkM
Dsember 2021
Januari 2022
Februari 2022
Maret 2022
April 2022
01. Pengajuan Proposal
11
DAFTAR PUSTAKA
1. PP No.50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Jakarta.
2. Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang bekerja di ketinggian.
3. Sulastri. (2011). Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Karyawan Pt.
Bitratex Industries Semarang.
Lampiran 1
Biodata Tim Pengusul Pengabdian Masyarakat 1. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Retna Kristiana, ST, MM, MT
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional Tenaga Pengajar 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 197580474
5 NIDN 0314038006
6 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 14 Maret 1980
7 E-mail [email protected]
9 Nomor Telepon/HP 087738881775
10 Alamat Kantor Universitas Mercu Buana 11 Nomor Telepon/Faks
12 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = … orang; S-2 = … orang; S-3 = … orang
13. Mata Kuliah yg Diampu
1. Statistika dan Probabilitas 2. Statika
3. Mekanika Bahan
4. Teknologi Bahan Konstruksi 5. Analisa Struktur 1
2. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-2
Nama Perguruan Tinggi
Univ. mercu Buana Univ. Budi Luhur Univ. Indonesia
Bidang Ilmu Teknik Sipil Magister Manajemen
Magister Teknik Tahun Masuk-Lulus 1998 - 2003 2010-2012 2014- 2016
2
C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir (Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2016 Identifikasi faktor risiko kebakaran gedung di wilayah DKI Jakarta yang berpengaruh terhadap kerugian material dan korban jiwa
UMB Rp. 3.500.000,-
2 2015 Pengembangan model estimasi biaya untuk bangunan rumah tinggal
DIKTI Rp. 10.000.000,-
3 Dst.
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber lainnya.
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp) 1 2016 Pelatihan penyelesaian statistika dengan
program SPSS di SMA 101, Jakarta Barat
UMB Rp. 3.500.000,-
2 2016 Pelatihan kewirausahaan pembuatan jus daun sirsak di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat
UMB Rp. 3.500.000,-
3 2016 Pelatihan Pembuatan Shampoo mobil/motor di SMA Poris Indah, Cipondoh, Tangerang
UMB Rp. 3.500.000,-
Dst.
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema pengabdian kepada masyarakat DIKTI maupun dari sumber lainnya.
E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal alam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/
Nomor/Tahun 1 Korelasi Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, dan Stress
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
(Studi Kasus pada Proyek Konstruksi Kualifikasi Menengah di Tangerang)
Rekayasa Sipil 2016
2 Dst.
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir No Nama Pertemuan Ilmiah /
Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Tempat
Dst
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No Judul Buku Tahun Jumlah
Halaman Penerbit 1
2 Dst.
H. Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID
1
4
I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya
yang Telah Diterapkan Tahun Tempat Penerapan
Respon Masyarakat 1
2 Dst.
J. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan Tahun 1
2 Dst.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Usulan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Lampiran 2. Gambaran Ipteks yang ditransfer kepada khalayak sasaran.
6
Lampiran 3. Surat Perjanjian Kerjasama Kegiatan Pengabdian Masyarakat