• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIDANG ILMU TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BIDANG ILMU TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA 2021"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PELATIHAN PENERAPAN K3 UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LUARAN PADA PT. SAMITRA NITYASA SAKTI

Tim Pengusul:

Ir. Torik Husein, MT NIDN 0322115701 Bethriza Hanum, ST., MT NIDN 0401018207

Adizty Suparno

BIDANG ILMU TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA

2021

(2)

iii

HALAMAN PENGESAHAN

1. a. Judul Usulan PPM : Pelatihan Penerapan K3 untuk Meningkatkan Kualitas Luaran pada PT. Samitra Nityasa Sakti

b. Judul Penelitian Terdahulu : - 2. Ketua Pelaksana

a. Nama Lengkap : Ir. Torik Husein, MT

b. NIDN : 0322115701

c. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

d. Fakultas/Program Studi : Teknik/ Teknik Industri

e. Nomor HP : 083811110490

f. Alamat surel (e-mail) : [email protected] 3. Anggota Tim Pengusul

a. Jumlah Anggota Dosen : 2 Orang

b. Nama/NIDN Anggota I : Bethriza Hanum, ST., MT/0401018207 c. Nama/NIDN Anggota II : Adizty Suparno, ST., MT/

4. Mahasiswa

a. Jumlah Mahasiswa : 2 Orang

b. Nama/NIM Mahasiswa I : Wawan Iswanto /41618310007 c. Nama/NIM Mahasiswa II : Andi Setiadi/41618310004 5. Lokasi Kegiatan

a. Wilayah Kegiatan : Jati Asih

b. Kota : Bekasi

c. Provinsi : Banten

d. Jarak ke lokasi kegiatan (Km) : 40 Km

6. Nama Mitra : Universitas Muhammadiyah Tangerang 7. Luaran yang dihasilkan : Penurunan tingkat cedera dan keluhan

pelanggan

8. Jangka Waktu : Desember 2021 – Maret 2022 9. Biaya yang diperlukan : Rp. 6.500.000,-

a. Sumber dari P2M UMB : Rp. 4.000.000,- b. Sumber dana dari mitra (inkind) : Rp. 2.500.000,-

Jakarta, 18 Desember 2021 Mengetahui,

Ketua Program Studi Teknik Industri

(Dr. Alfa Firdaus, ST., MT) NIP/NIK: 112780344

Ketua Pelaksana

(Ir. Torik Husein, MT) NIP/NIK: 191570046 Menyetujui,

Kepala Biro Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi

(Dr. Ir. Sawarni Hasibuan, MT) NIP/NIK: 115650472

(3)

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN SAMPUL ...

LEMBAR PENGESAHAN...

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI ...

RINGKASAN ...

i ii iii iv v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

BAB II SOLUSI DAN TARGET LUARAN ... 4

BAB III METODE PELAKSANAAN ... 5

DAFTAR PUSTAKA ... 14

(4)

v

RINGKASAN

Sebuah industri tentunya perlu mempertimbangkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam proses produksi.

APD (Alat Pelindung Diri) merupakan salah satu penunjang K3. Tetapi ada hal yang kerap kali terlupakan dalam penerapan K3. Toleransi waktu istirahat merupakan salah satu bagian dari penerapan K3. Berdasarkan pengertiannya, K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Sehingga selain alat bantu yang dapat melindungi diri pekerja secara fisik juga diperlukan penunjang mental.

Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat dan mesin kerja, bahan, proses pekerjaan maupun lingkungan di sekitar tempat kerja.

Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease. Dalam melakukan pekerjaan apapun, sebenarnya kita berisiko untuk mendapatkan gangguan Kesehatan atau penyakit yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut.

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan mencapai tujuan yaitu produktivitas yang setinggi- tingginya. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sangat penting untuk dilaksanakan pada semua bidang pekerjaan tanpa terkecuali, karena penerapan K3 dapat mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat melakukan pekerjaan.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Tujuan dari dibuatnya program K3 adalah untuk mengurangi biaya perusahaan atau instansi tertentu apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja pada industri jasa dikemas dalam bentuk konsep sederhana, mudah dimengerti direncanakan selama tiga bulan. Pendekatan yang digunakan memadukan pendekatan ceramah, diskusi tanya jawab, kuesioner (pre-test dan post-test), penyuluhan, self- assessment, dan latihan. Penerapan metode K3 menjadi lebih terukur, mudah dan praktis sehingga bermanfaat bagi industri.

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi

Sebuah Industri seringkali memandang sebelah mata terhadap tempat kerja sebagai sarana untuk menciptakan pendapatan. Industri lebih menekankan dan menghargai sektor lain seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan penjualan, serta pengembangan produk.

Terkadang industri seringkali kurang memperhatikan hal-hal yang paling mendasar yaitu area kerja, dimana hal-hal yang mendasar ini juga dapat mempengaruhi terhadap kualitas dan produktivitas pada industri. Industri dikatakan baik apabila membuat area kerja berjalan lebih terorganisir. Selain membuat area kerja lebih terorganisir, hal lain yang mendasar agar area kerja tetap selalu berjalan dengan baik yaitu melakukan pemeliharaan tempat kerja.

Lingkungan kerja yang tidak baik menyebabkan produktivitas menjadi rendah sehingga akan berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan. Target dan rencana produksi tidak dapat direalisasikan, bilamana unsur-unsur produktivitas yang meliputi kualitas, efisiensi, dan efektifitas bernilai rendah maka dengan sendirinya produktivitas perusahaan pun akan menjadi rendah. Maka dari itu, dibutuhkan penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja pada industri.

Melalui program pengabdian terhadap masyarakat, Universitas Mercu Buana khususnya Program Studi Teknik Industri mencoba berpartisipasi dalam mengembangkan meningkatkan kesadaran terkait Kesehatan dan Keselamatan kerja untuk peningkatan kualitas luaran dari PT. A.

1.2 Rumusan Permasalahan

Berdasarkan observasi lapangan dan survei awal pada industri jasa diidentifikasikan masalah yang dihadapi terkait penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja pada industri jasa adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana cara mengidentifikasi permasalahan lingkungan kerja industri?

b. Bagaimana implementasi K3 dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja pada industri?

c. Bagaimana hasil evaluasi setelah implementasi K3 dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja pada industri?

(6)

2

1.3 Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan tiga hal berikut ini yaitu:

a. Menganalisis permasalahan dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja di industri.

b. Terwujudnya implementasi perbaikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja di industri.

c. Terwujudnya evaluasi implementasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) setelah implementasi dengan menggunakan instrument audit checklist K3.

1.4 Kontribusi Kegiatan

Kegiatan pengabdian ini diharapkan berkontribusi kepada pihak-pihak yang terkait yaitu:

a. Meningkatkan pengetahuan operator produksi PT. Samitra Nityasa Sakti (SNS) tentang konsep K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

b. Meningkatkan kemampuan operator produksti PT. SNS dalam identifikasi dan implementasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

c. Bagi PPM Universitas Mercu Buana Jakarta sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan forum untuk bertukar pikiran antara pelaku industri dengan Perguruan Tinggi UMB dalam hal mengantisipasi dinamik lingkungan dalam mewujudkan sustainable business sehingga dapat meningkatkan daya saing.

(7)

BAB II SOLUSI DAN TARGET LUARAN

2.1 TARGET

Kesehatan (Health) menurut UU No. 23 Tahun 1992 adalah “keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara sosial dan ekonomis.” Keselamatan (safety) mempunyai arti keadaan terbebas dari celaka (accident) ataupun hampir celaka (incident atau near miss). Sedangkan kerja (occupation) berarti kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman dan mencapai tujuan yaitu produktivitas yang setinggi-tingginya. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sangat penting untuk dilaksanakan pada semua bidang pekerjaan tanpa terkecuali, karena penerapan K3 dapat mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat melakukan pekerjaan. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Tujuan dari dibuatnya program K3 adalah untuk mengurangi biaya perusahaan atau instansi tertentu apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja (T. Lestari, Erlin Trisyulianti, 2012: 73).

Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari pekerjaan, apapun jenis pekerjaan selalu dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari pekerjaan berisiko rendah hingga berisiko tinggi.Disamping itu pemahaman dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih kurang di perhatikan oleh pekerja formal maupun informal. Pada hal faktor K3 sangat penting dan harus diperhatikan oleh pekerja dan hal ini menjadi tanggung jawab bersama, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, perusahaan dan pekerja agar terhindar dari Penyakit Akibat Kerja (PAK). Penyakit akibat kerja (PAK) merupakan salah satu bagian dari masalah kesehatan yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor disekitarnya. Disini kita mengetahui bahwa penerapan kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting untuk semua pekerjaan ataupun profesi.

2.2 LUARAN

Setelah melakukan Pelatihan secara teori maupun praktek, para peserta diharapkan

(8)

5

memiliki pengetahuan tambahan, dan jika pengetahuan tersebut dikembangkan dengan baik akan memperoleh dan meningkatkan kinerja produksi. Kegiatan Program Masyarakat yang ditujukan kepada operator produksi PT. SNS. Luaran kegiatan ini dijlaskan dalam Tabel 2.1.

di bawah ini,

Tabel 2.1. Rencana Target Capaian Luaran

No Jenis Luaran Indikator

Capaian 1 Publikasi ilmiah pada jurnal ber ISSN/prosiding 1) 2 Publikasi pada media masa cetak/online/repocitory PT 6) - 3 Peningkatan daya saing (peningkatan kualitas, kuantitas,

serta nilai tambah barang, jasa, diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya) 4)

4 Peningkatan penerapan iptek di masyarakat (mekanisasi, IT, dan manajemen) 4)

- 5 Perbaikan tata nilai masyarakat (seni budaya, sosial,

politik, keamanan, ketentraman, pendidikan, kesehatan) 2)

6 Publikasi di jurnal internasional 1) -

7 Jasa, rekayasa sosial, metode atau sistem, produk/barang 5) -

8 Inovasi baru TTG 5) -

9 Hak kekayaan intelektual (Paten, Paten sederhana, Hak Cipta, Merek dagang, Rahasia dagang, Desain Produk Industri, Perlindungan Varietas Tanaman, Perlindungan Desain Topografi Sirkuit Terpadu) 3)

-

10 Buku ber ISBN 6) -

(9)

BAB III METODE PELAKSANAAN

3.1. Lokasi Kegiatan

Pengabdian Kepada Masyarakat ini berlokasi di Jl. Sultan Iskandar Muda No.76, Kby. Lama Sel., Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240.

3.2. Khalayak Sasaran

Khalayak sasaran untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat di Jl. Sultan Iskandar Muda No.76, Kby. Lama Sel., Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240. Peserta yang diundang dalam kegiatan pelatihan ini sesuai dengan judul kegiatan PPM adalah pekerja dengan total 50 orang

3.3. Jenis Kegiatan

Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada pekerja sebagaimana yang diuraikan sebelumnya, maka Program Kemitraan Masyarakat ini ditawarkan beberapa metoda pendekatan yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan metode pelatihan keselamatan kerja untuk menghindari cedera ataupun kelelahan pada pekerja yang berdampak pada luaran dari pekerja.

3.4. Tahapan kegiatan

Kegiatan Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat terbagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap monitoring. Berikut adalah rincian tiap tahapan yang akan dilaksanakan:

1. Tahap Persiapan

Penyusunan program kerja pelatihan

Penyusunan program penyuluhan dan program kerja pelatihan agar kegiatan yang dilaksanakan menjadi lebih teratur dan terarah. Program ini meliputi semua hal-hal yang bersifat teknis, manajerial dan penjadwalan (time schedule).

(10)

22

Penyusunan modul pelatihan

Modul manajemen meliputi teknik pendampingan, penanganan dan penyuluhan berkesinambungan.

Persiapan sarana dan prasarana pelatihan.

Persiapan ini meliputi penyediaan sarana dan prasarana tempat pelatihan dan penyuluhan.

Koordinasi lapangan.

Koordinasi lapangan akan dilakukan oleh Tim.

2. Tahap Pelaksanaan

Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan kerja bertujuan untuk menyadarkan baik pekerja maupun pihak manajerial bahwa dengan menerapkan K3 dapat meminimalisir hingga menghindarkan cedera pada pekerja. Cedera itu sendiri dapat berdampak pada hasil luaran pekerja menjadi tidak sesuai dengan standar dan dapat mengakibatkan pengeluaran biaya yang lebih besar.

3. Tahap Evaluasi

Tahap Monitoring dan Evaluasi. Monitoring dilakukan secara intensif oleh tim pelaksana setiap kegiatan berlangsung untuk memastikan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana. Evaluasi dilakukan sejalan dengan monitoring, sehingga jika ada kendala akan segera diselesaikan. Evaluasi dilakukan setiap tahap kegiatan, adapun rancangan evaluasi memuat uraian bagaimana dan kapan evaluasi akan dilakukan, kriteria, indikator pencapaian tujuan, dan tolok ukur yang digunakan untuk menyatakan keberhasilan dari kegiatan yang dilakukan. Memberikan bimbingan kepada mitra agar tetap terus menerapkan K3 secara konsisten.

(11)

BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1.

Anggaran Biaya UMB

No Komponen Biaya yang diusulkan (Rp)

1 Instructor Honorarium None

2 Snack 50 peserta Rp. 1.000,000,

3 Transportasi dan tol Rp. 300.000,

4 Bahan Ajar dan alat praktek Rp. 300.000,

5 Bahan habis pakai Rp. 300.000,

6 Pembuatan banners, Adm Rp. 500.000,

7 Akomodasi @Rp 600,000 Rp. 1.200,000,

8 Pembuatan laporan Rp. 400.000,

TOTAL Rp. 4.000 .000,

4.2. Anggaran Biaya Mitra (Inkind)

No Komponen Biaya yang diusulkan (Rp)

1 Fasilitas pelatihan (ruangan, alat

peraga, LCD) Rp. 1.250.000

2 Konsumsi 50 peserta @ Rp. 25.000 Rp. 1.250.000

TOTAL Rp. 2.500 .000,

4.3.

Jadwal Kegiatan

NO KEGIATAN DES JAN PEB MAR

1 Pengajuan proposal dan revisi 2 Survey Lapangan 3. Persiapan Pelaksanaan 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Palaksanaan 6. Pembuatan Laporan

(12)

24

DAFTAR PUSTAKA

Agung Wahyudi Biantoro, Muhammad Kholil, dan Hadi Pranoto. 2019. Sistem Dan

Manajemen K3 : Perspektif Dunia Industri Dan Pruduktivitas Kerja / Agung Wahyudi Biantoro, ST., MT., MM., Ir. Muhammad Kholil, MT., IPU., Hadi Pranoto, Ph.D. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Akibat Kerja.

Rahmawati, A. and Suwarni, A., 2018. Aplikasi Peregangan Otot untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Otot Rangka (Musculoskeletal Disorders) pada Sopir Trans Jogja (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Imanda, I., 2020. Hal-Hal Terkait Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja Untuk Terciptanya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Perawat.

Thaha, A.I., 2017. Gambaran Kecelakaan Kerja, Penyakit Akibat Kerja dan Postur Janggal pada Pekerja Armada Mobil Sampah TANGKASAKI’(Truk Angkutan Sampah Kita) di Kota Makassar Tahun 2016 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Soemarko, D. S., 2012. Staff UI. Dalam

: http://staff.ui.ac.id/system/files/users/dewi.sumarjani/material/makalah_di_k3_exp o_seminar_smesco_dk3n_april_2012_penyakit_akibat_kerja_identifikasi_dan.pdf

Hämäläinen , P., Takala, J. & Kiat, T. B., 2017. GLOBAL ESTIMATES OF OCCUPATIONAL ACCIDENTS AND WORK-RELATED ILLNESSES 2017. Dalam

:

http://www.icohweb.org/site/images/news/pdf/Report%20Global%20Estimates%20 of%20Occupational%20Accidents%20and%20Work-

related%20Illnesses%202017%20rev1.pdf

(13)

Lampiran: Biodata Ketua Pelaksana

Biodata Ketua Pelaksana A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ir. Torik , MT

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Jabatan Fungsional Lektor Kepala (520) 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 1 9157 0046

5 NIDN 322115701

6 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta , 22 Nopember 1957

7 E-mail [email protected]

9 Nomor Telepon/HP 0838 1111 0490

10 Alamat Kantor JL. Raya Maruya Selatan No.1 Kembangan Jakarta Barat 11650

11 Nomor Telepon/Faks 021 5840816 / 021 5871335

12 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = 263 orang; S-2 = … orang; S-3 = … orang

13. Mata Kuliah yg Diampu

1. Pengantar Teknik Industri 2. Analisa Perancangan Kerja 3. Analisa Kelayakan Pabrik Dst.

B. Riwayat Pendidikan

S-1 S-2 S-3

Nama Perguruan Tinggi Univ. Indonesia Univ. Indonesia

Bidang Ilmu Teknik Teknik

Tahun Masuk-Lulus 1984 1995

Judul Skripsi/Tesis/Disertasi Alternatif pemilihan Mesin

Pendukung Pengambilan Keputusan dalam

persediaan

Nama Pembimbing/Promotor Tony Ongkoh Tengku Yuriadi Zahlul

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

(14)

26

(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)

No. Tahun Judul Penelitian

Pendanaan Sumber

*

Jml (Juta Rp) 1

2013 Analisa Pengaruh Berat Badan Terhadap Kekuatan Otot Punggung

UMB 3,5 juta

2

2014 Analisis Postur Tubuh dengan metode Rula untu kerja administrasi

UMB 3,5 juta

3

2015 Analisis Kelelahan Pengendara Sepeda Motor dengan Metode SUBJECTIVE SELF RATING TEST

UMB 3,5 juta

4

2016 Analisa Postur Pengendara Motor Untuk Evaluasi Dimensi Bagian Tempat Dudukan

UMB 3,5 juta

* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber lainnya.

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir

No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat

Pendanaan Sumber* Jml (Juta Rp) 1 2016 Pelatihan Mengatasi Kelelahan Pengendara

Sepeda Motor dengan Kajian Ilmiah

UMB 3,5 juta 2 2017 Sosialisasi Pembuatan Produk Berstandar

Nasional Di Kelurahan Maruya Utara

UMB 3,5 juta 3 2020 Pengenalan Jenis dan Dampak Limbah Industri

untuk Masyarakat Kecamatan Klari Kabupaten Karawang Melalui Portal Citarumpedia

UMB 4 juta

* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema pengabdian kepada masyarakat DIKTI maupun dari sumber lainnya.

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal alam 5 Tahun Terakhir

No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal

Volume/

Nomor/Tahun 1 Analisa Pengaruh Berat Badan Terhadap Kekuatan

Otot Punggung

Jurnal Sinergi Vol. 9/No.7/

2013 2 Analisa Postur Tubuh Dengan Metode RULA Untuk

Kerja Administrasi

Jurnal Sinergi Vol. 19 / No.1 / 2015

3 Analisa Postur Pengendara Motor Untuk Evaluasi Dimensi Bagian Tempat Dudukan

Torik H

Jurnal Ilmiah SINERGI 20 (3), 223-228

Jurnal Sinergi Vol 20 (3), 223- 228./ 2016 4 Mathematics base for mobile robot navigation using

mirror petri net Method

IOP Conf.

Series: Journal of Physics:

Conf

Series 1230.

012026. (2019) F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

(15)

No

Nama Pertemuan Ilmiah /

Seminar Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat 1 SEMINAR NASIONAL

PENGKAJIAN DAN

PENERAPAN TEKNOLOGI INDUSTRI KE-3 SNPPTI 2012

Analisa Penerapan One Piece Flow Pada Line Sub Assy Door Lock Mechanic (Studi Kasus : PT.

AISIN INDONESIA)

5 Juli 2012 Univ.Mercu Buana

2 SEMINAR NASIONAL PENGKAJIAN DAN

PENERAPAN TEKNOLOGI INDUSTRI KE-5 SNPPTI 2015

Analisis Kelelahan Pengendara Sepeda Motor dengan

Menggunakan Metode

SUBJECTIVE SELF RATING TEST

13 Oktober 2015 Univ.Mercu Buana

G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No Judul Buku Tahun

Jumlah

Halaman Penerbit 1

Dst.

H. Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir

No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1 Dst.

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun Terakhir

No.

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya

yang Telah Diterapkan Tahun

Tempat Penerapan

Respon Masyarakat Dst.

J. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi

Penghargaan Tahun Dst.

(16)

28

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Usulan Pengabdian pada Masyarakat Internal

Jakarta, 17 Desenber 2021 Pelaksana PkM

( Ir. Torik, MT )

Gambar

Tabel 2.1. Rencana Target Capaian Luaran

Referensi

Dokumen terkait

Solusi dalam program ini adalah a) Memberikan bantuan pendampingan untuk UMKM mampu menyusun catatan akuntansi sederhana yang mampudijadikan landasan pengambilan keputusan bisnis

Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada masyarakat sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, maka dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini ditawarkan beberapa metoda

Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada masyarakat sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, maka dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini ditawarkan beberapa metoda

Catfishing menjadi permasalahan bersama seluruh steakholder karena mengingat dampak negatif yang dialami oleh korban. Catfishing terus meningkat seiring dengan

Target peserta dalam kegiatan ini adalah para siswa/I dan pengelola sekolah agar dapat terfasilitasi dalam kebutuhan komputer serta penyegaran aplikasi komputer yang

Lebih dari itu, pelaku UMKM perlu melakukan kolaborasi dengan pemangku kepentingan pariwisata baik duta pariwisata, pokdarwis, lembaga desa dan pemerintahan serta

Mengindentifikasi kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana K3 pada proyek konstruksi gedung bertingkat, serta memberi masukan pihak manajemen proyek tentang upaya

Dalam menghadapi fenomena yang terjadi pada masyarakat mitra sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, maka dalam Program Kemitraan Masyarakat ini