• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI. II.1.1. Perbedaan Prinsip antara Standar Akuntansi dengan Perpajakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI. II.1.1. Perbedaan Prinsip antara Standar Akuntansi dengan Perpajakan"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel II.2
Gambar II.1
Gambar II.2
Gambar II.3
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2013), aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak

Perbedaan permanen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba merupakan dampak dari jumlah perbedaan permanen yang terdapat dalam laba fiskal (penghasilan

■ Memberikan klarifikasi atas penentuan “ laba kena pajak yang memadai di periode masa depan”: dengan membandingkan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dengan l aba

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasikan diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang memadai untuk

Koreksi fiskal negatif adalah penyesuaian terhadap penghasilan netto komersial (laba akuntansi sebelum pajak penghasilan) dalam rangka menghitung penghasilan kena pajak

diakuinya asset dan / atau kewajiban pajak tangguhan (Waluyo,2008). Penghasilan atau beban yang harus diakui untuk menghitung laba fiskal atau laba komersial dalam periode

Biaya (manfaat) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer antara laba akuntansi dan laba fiskal dapat dianggap sebagai gangguan persepsian dalam laba

Dari definisi yang telah dipaparkan maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan laba akuntansi dan fiskal book tax differences merupakan perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal yang