LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)
TAHUN 2018
PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT NATA CITRAPERDANA
KANTOR PUSAT : JL.JEND.SUDIRMAN NO.576 BANDUNG
KANTOR CABANG : JL.A.H NASUTION NO.111 BANDUNG
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PT BPR NATA CITRAPERDANA
TAHUN 2018
1. Tujuan Tata Kelola Perusahaan
BPR Nata Citraperdana menyadari bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu keharusan demi menjaga kelangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang dan memaksimalkan nilai perusahaan. Penerapan Tata Kelola ditujukan antara lain untuk :
1. Meningkatkan kinerja dalam segala kegiatan BPR sejalan dengan visi, misi dan rencana strategi usaha yang telah ditetapkan BPR
2. Menjaga agar kegiatan operasional Bank mematuhi peraturan internal dan eksternal Bank, serta perundangan yang berlaku.
3. Meningkatkan pertanggungjawaban dan memberikan nilai tambah Bank kepada Stakeholders.
4. Memperbaiki budaya kerja Bank.
5. Mendorong dan mendukung pengembangan Bank.
6. Mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat, kompetitif untuk jangka panjang
7. Meningkatkan kepercayaan masyarakat dan nasabah kepada BPR
2. Pernyataan Komitmen Penerapan Tata Kelola
Seiring dengan meningkatnya persaingan dan risiko bisnis, operasional perbankan, maka melalui penerapan prinsip Tata Kelola (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Fairness) diharapkan BPR dapat mempertahankan bisnis secara sehat dan kompetitif. Penerapan tata kelola merupakan upaya menjaga kepercayaan masyarakat dan pemegang saham BPR, sehingga Manajemen berkomitmen untuk terus melaksanakan implementasi prinsip-prinsip Tata Kelola sesuai dengan regulasi yang berlaku dan praktek perbankan terbaik (The Best Practise).
3. Struktur Tata Kelola
Pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas antar unit kerja dan karyawan berupa Job Description di BPR mencerminkan pelaksanaan Tata kelola dan pelaksanaan pengendalian internal efektif.
R U P S Dewan Komisaris
Direktur Utama
Satuan Pengawas Intern/
Audit Internal
Direktur Operasional
& Yg Membawahkan Fungsi Kepatuhan
Fungsi Kepatuhan, Manager Operasional, Pimpinan Cabang Manager
Fungsi Manajemen Risiko SDM & Kepala & Kepala Pemasaran
& APU & PPT Unit Kerja Khusus Unit Kerja Khusus STRUKTUR ORGANISASI
DESEMBER 2018
Struktur Tata Kelola BPR
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2. Dewan Komisaris/Pegawas
3. Direksi
4. Pejabat Eksekutif Audit Intern
5. Pejabat Eksekutif Fungsi Kepatuhan, Fungsi Manajemen Risiko dan APU PPT 6. Pimpinan Cabang
7. Manager Pemasaran dan Manager Operasional
Struktur Tata Kelola BPR telah bekerja sesuai tugas dan tangungjawab masing- masing diatur dalam Tata Tertib dan Job Desciption.
4. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola BPR tahun 2018 disusun sesuai dengan :
Peraturan OJK 4/POJK.03/2015 tanggal 31 Maret 2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi BPR.
Surat Edaran OJK No.5/SEOJK.03/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola BPR 2017 terdiri dari :
a. Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment) sesuai penilaian tingkat kesehatan bank dalam 1 tahun (2018)
b. Transparansi Pelaksanaan Tata Kelola BPR meliputi 11 faktor : 1. Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi
2. Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris 3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas atau fungsi komite 4. Penanganan benturan kepentingan
5. Penerapan fungsi kepatuhan 6. Penerapan fungsi audit intern 7. Penerapan fungsi audit ekstern
8. Penerapan manajemen risiko & sistem pengendalian intern 9. Batas maksimum pemberian kredit
10. Rencana bisnis BPR
11. Transparansi keuangan dan non keuangan 5. Laporan Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment)
Hasil penilaian sendiri pelaksanaan Tata Kelola BPR sepanjang tahun 2018 dikategorikan kedalam peringkat 2 ( baik) dengan kesimpulan umum :
Manajemen BPR telah melaksanakan Tata Kelola secara umum BAIK, tercermin dari pemenuhan 11 faktor Tata Kelola.
Struktur Tata Kelola sudah lengkap dan sangat memadai.
Proses Tata Kelola pada sebagian besar faktor sudah efektif dan efisien yang didukung oleh Struktur Tata Kelola yang lengkap.
Hasil Tata Kelola dari keseluruhan faktor sudah efektif dan efisien mendapat dukungan dari Struktur dan Infra Struktur Tata Kelola.
Apabila terdapat kekurangan, maka hal-hal tersebut bersifat tidak signifikan dan akan terus menjadi perhatian untuk diperbaiki dimasa mendatang.
6. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS merupakan organ perusahaan tertinggi dan mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi dalam batasan sesuai Undang- undang. Adapun pihak yang berhak hadir dalam RUPS adalah sebagai berikut :
JABATAN NAMA
Pemegang Saham Gouw Lili Yo Siaw Khang Gouw Sherly Dewan Komisaris Gouw Lili
Hermawan Widjaya
Direksi Nanin Handani R
Novi Cahyariani 7. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan atau perundang- undangan yang berlaku serta memberikan nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris juga bertugas untuk memastikan terselenggaranya pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola dalam setiap kegiatan usaha BPR pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara independen.
a. Tata Tertib (Tatib) Dewan Komisaris
Dewan Komisaris memiliki Pedoman dan Tata Tertib Dewan Komisaris yang mengatur antara lain mengenai :
Komposisi dan Kriteria Dewan Komisaris
Komisaris Independen
Masa Jabatan Dewan Komisaris
Rangkap Jabatan Komisaris
Kewajiban, Tugas, Tanggungjawab dan Wewenang Dewan Komisaris
Aspek Transparansi dan Larangan Bagi Dewan Komisaris
Orientasi dan Pelatihan Dewan Komisaris
Etika waktu kerja Dewan Komisaris
Rapat Dewan Komisaris
b. Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Anggota Dewan Komisaris telah lengkap sesuai ketentuan :
1. Dewan Komisaris berjumlah 2 (dua) orang.
2. Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama, dengan komposisi sebagai berikut :
Komisaris Utama : Gouw Lili
Anggota Komisaris : Hermawan Widjaya
3. Setiap anggota Dewan Komisaris telah sepenuhnya lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper test).
4. Sesama anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki hubungan keuangan, kepengaruhan, kepemilikan saham dan atau hubungan keluarga yang mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
c. Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris
Dewan Komisaris telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS.
Dewan Komisaris telah melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan bank serta memberikan nasehat kepada Direksi.
Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara independen.
Dewan Komisaris wajib memastikan terselengaranya pelaksanaan Tata Kelola dalam setiap kegiatan usaha bank.
Dewan Komisaris berwenang untuk meminta direksi menindaklanjuti hasil temuan Audit Internal, Otoritas Jasa Keuangan dan pengawas otoritas lainnya.
Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional bank, kecuali dalam hal ; penyediaan dana kepada pihak terkait, memberikan persetujuan pada ranahnya komisaris terutama yang berkaitan dengan penyimpangan-penyimpangan dalam operasional dan kredit serta hal- hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dan/atau peraturan perundangan yang berlaku.
Rekomendasi Dewan Komisaris
Rekomendasi Dewan Komisaris kepada Direksi sehubungan dengan tugas dan tanggungjawab, antara lain sebagai berikut :
RUPS
Mengetahui kenaikan gaji karyawan 2018 dan pengeluaran biaya diatas Rp.5.000.000,-
Persetujuan RBB PT. BPR Nata Citraperdana tahun 2018
Memantau hasil pemeriksaan Audit Internal, hasil temuan atas pemeriksaan OJK dan Auditor Eksternal.
Pengawasan terhadap pelaksanaan APU & PPT
Pengawasan terhadap realisasi Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2018 d. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
Jadwal rapat Dewan Komisaris selama tahun 2018 yang dituangkan dalam risalah rapat sebagai berikut :
- Rapat Dewan Komisaris sebanyak 3 kali
- Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi sebanyak 14 kali
- Keputusan Rapat diambil berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat.
- Hasil risalah rapat dibuat termasuk penggungkapan perbedaan pendapat secara jelas dan telah didokumentasikan dengan baik.
8. Direksi
Direksi merupakan organ perusahaan yang memiliki tugas pokok melakukan pengurusan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan berdasarkan ketentuan anggaran dasar dan perundang-undangan yang berlaku.
a. Tata Tertib (Tatib) Direksi
Direksi memiliki Pedoman dan Tata Tertib Dewan Direksi yang mengatur antara lain mengenai :
Komposisi dan Kriteria Direksi
Masa Jabatan Direksi
Rangkap Jabatan Direksi
Kewajiban, Tugas, Tanggungjawab dan Wewenang Direksi
Aspek Transparansi dan Larangan Bagi Direksi
Orientasi dan Pelatihan Direksi
Etika waktu kerja Direksi
Rapat Direksi
b. Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Anggota Direksi telah lengkap sesuai kententuan :
1. Direksi berjumlah 2 (dua) orang.
2. Direksi dipimpin oleh Direktur Utama, dengan komposisi sebagai berikut :
Direktur Utama : Nanin Handani Rachmawanti
Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan : Novi Cahyariani c. Tugas dan Tanggungjawab Direksi
Sepanjang RUPS tidak menetapkan lain, Direksi memiliki kewenangan untuk menetapkan Job Description (pembagian tugas, wewenang, dan tanggungjawab setiap Direktur) diantara para anggota Direksi namun keputusannya harus mendapat persetujuan Komisaris.
Direksi bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank.
Direksi mengelola Bank sesuai kewenangan dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan prinsip-prinsip Tata Kelola.
Direksi telah menindaklanjuti temuan audit internal dan auditor eksternal seperti Otoritas Jasa Keuangan dan / atau hasil pengawasan otoritas lain.
Direksi telah mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pemegang Saham melalui RUPS.
d. Frekuensi Rapat Direksi
Jadwal rapat Direksi selama tahun 2018 yang dituangkan dalam risalah rapat sebagai berikut :
- Rapat Direksi sebanyak 18 kali
- Rapat Direksi dengan Dewan Komisaris sebanyak 14 kali
- Hasil risalah rapat dibuat termasuk penggungkapan perbedaan pendapat secara jelas dan telah didokumentasikan dengan baik.
9. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas atau Fungsi Pejabat Eksekutif
Kelengkapan dan pelaksanaan tugas atau fungsi pejabat eksekutif dalam rangka penerapan tata kelola sudah terpenuhi baik Audit Internal, Fungsi Kepatuhan, Manajemen Risiko dan APU & PPT , sehingga sampai dengan tahun 2018 kelengkapan Fungsi Pejabat Eksekutif adalah sebagai berikut :
Nama Pejabat Eksekutif Fungsi Tanggal Pengangkatan Nelly Septianti Audit Internal 03 Februari 2014
Riezky Utami W Kepatuhan 31 Maret 2017
Manajemen Risiko 31 Maret 2017
APU & PPT 02 Juni 2017
Kedua pejabat eksekutif tersebut tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan, direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.
Tugas dan tanggungjawab audit internal dan fungsi kepatuhan telah diatur dalan standar operasional dan prosedur (SOP) GCG PT BPR Nata Citraperdana.
10. Penerapan Fungsi Kepatuhan, Audit Intern dan Audit Ekstern.
a. Fungsi Kepatuhan
Penunjukkan Direktur Utama dan Direktur telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Direktur telah menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas nya Direktur dibantu oleh Pejabat Fungsi Kepatuhan yang telah ditunjuk oleh Direksi.
Direktur telah menetapkan langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memastikan Bank telah memenuhi seluruh peraturan dan Ketentuan yang berlaku.
Direktur dan Audit Internal untuk pelaksanaannya, telah berupaya untuk memastikan bank telah melaksanakan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur operasional (SOP), peraturan Bank Indonesia, peraturan OJK maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Fungsi Audit Intern
Pelaksanaan fungsi audit intern yang dilaksanakan oleh auditor internal yang dalam melaksanakan tugasnya telah berjalan baik dan efektif.
Dalam melakukan pemeriksaan audit intern telah berpedoman pada Audit Intern Berbasis Risiko (Risk Based Audit), seperti SOP Internal, Ketentuan dan Peraturan Bank Indonesia, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan serta peraturan- peraturan yang terkait lainnya.
Audit Internal menyampaikan Laporan Hasil Audit kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
Audit Internal melaksanakan proses audit yang telah direncanakan secara efektif dan efisien.
c. Fungsi Audit Ekstern
Bank telah menunjuk kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan Audit Laporan Keuangan secara Independen
Penunjukkan KAP telah sesuai dengan keputusan RUPS atas rekomendasi dari Satuan Pengawas Intern dan Dewan Komisaris.
KAP telah menyampaikan hasil audit kepada bank tepat waktu dan mampu bekerja secara independen.
11. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank.
1. Bank telah menyusun SOP tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan SOP Penyelesaian Pengaduan Nasabah.
2. Bank telah menyampaikan instruksi Direksi tentang Mediasi Perbankan apabila nasabah tidak puas dengan penyelesaian yang dilakukan oleh bank.
3. Laporan Tahunan Bank telah disusun dan disajikan kepada Otoritas Jasa Keuangan POJK No.48/POJK.03/2017 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat
4. Bank telah mempublikasikan Laporan tahunan dan Laporan Keuangan Publikasi secara tepat waktu.
12. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
- Pemegang Saham Pengendali merangkap Komisaris Utama PT BPR Nata Citraperdana yaitu : Gouw Lili dengan memiliki saham sebesar 75,38%.
- Dewan Komisaris dan Direksi PT. BPR Nata Citraperdana tidak memiliki saham pada BPR lain, Lembaga Keuangan Bukan Bank & Perusahaan lainnya.
13.Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
a. Hubungan Keuangan
- Komisaris Utama PT. BPR Nata Citraperdana merangkap sebagai Pemegang Saham Pengendali Bank PT BPR Nata Citraperdana.
- Anggota Dewan Komisaris PT. BPR Nata Citraperdana, merupakan komisaris independen yang tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan Pemegang Saham Pengendali.
- Seluruh anggota Direksi PT. BPR Nata Citraperdana tidak memiliki hubungan keuangan dalam hal menerima penghasilan, bantuan keuangan, atau pinjaman dari Pemegang Saham Pengendali bank.
b. Hubungan Keluarga
Dewan Komisaris dan Direksi PT. BPR Nata Citraperdana tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua antara sesama anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham Pengendali.
NAMA JABATAN
Hubungan Keluarga dgn Hubungan Keuangan dgn
Dekom Direksi PSP Dekom Direksi PSP
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
Gouw Lili Komut √ √ √ √ √ √
Hermawan W Komisaris √ √ √ √ √ √
NAMA JABATAN
Hubungan Keluarga dgn Hubungan Keuangan dgn
Dekom Direksi PSP Dekom Direksi PSP
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
Nanin Handani R Dirut √ √ √ √ √ √
Novi Cahyariani Direktur √ √ √ √ √ √
14. Paket kebijakan Remunerasi dan Fasilitas lain bagi Dewan Komisaris dan Direksi
Paket kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi Dewan komisaris dan Direksi meliputi remunerasi dalam bentuk non natura (gaji, penghasilan tetap lainnya, antara lain tantiem dan bentuk remunerasi lainnya) selama tahun 2018 sebesar Rp.556.500.000,- sedangkan fasilitas lain dalam bentuk natura (fasilitas tidak tetap lainnya termasuk tunjangan untuk BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan) selama tahun 2018 sebesar Rp 8.728.782,- terlihat pada tabel berikut ini :
Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain
Jumlah Diterima dalam 1 Tahun
Dewan Komisaris Direksi
Orang Nominal (Rp.) Orang Nominal (Rp.) Remunerasi dalam bentuk
non natura (gaji dan penghasilan tetap lainnya, al tantiem dll
2 223.500.000,- 2 333.000.000,-
Fasilitas lain dalam bentuk natura / non natura (fas.
Tidak tetap lainnya al, perumahan, transportasi, asuransi kesehatan, dll) yang tidak dapat dimiliki
- - 2 8.728.782,-
Jumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menerima paket remunerasi dalam satu tahun yang dikelompokkan dalam kisaran tingkat penghasilan sebagai berikut :
Jumlah Renumerasi per Orang dalam 1 tahun*) Jumlah Direksi
Jumlah Komisaris
Di atas Rp 2 miliar - -
Di atas Rp 1 miliar s.d 2 miliar - -
Di atas Rp 500 juta s.d 1 miliar - -
Rp 500 juta ke bawah 2 orang 2 orang
15.Rasio gaji Tertinggi dan Terendah
a. rasio gaji pegawai yang tertinggi dan terendah = 2,86%
b. rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah = 1,30%
c. rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah = 1,43 % d. rasio gaji Direksi Tertinggi dan Komisaris Tertinggi = 1,50%
e. rasio gaji Direksi Tertinggi dan Pegawai Tertinggi = 1,67%
Secara rinci adalah sebagai berikut :
No Jabatan Gaji (dalam rupiah) perbulan
Tertinggi Terendah
1 Komisaris Rp 10.000.000,- Rp. 7.000.000,-
2 Direksi Rp 15.000.000,- Rp. 11.500.000,-
3 Pegawai Rp 9.000.000,- Rp. 3.150.000,-
16. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris
a. Rapat Dewan Komisaris telah diatur dengan ketentuan internal Dewan Komisaris dan pengaturan Rapat Dewan Komisaris juga dicantumkan dalam SOP GCG tentang Pedoman bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
b. Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris telah dituangkan dalam Risalah Rapat.
c. Frekuensi rapat yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan atau dengan Direksi minimal sebanyak 3 kali dalam setahun.
17 Jumlah Penyimpangan Internal (internal Fraud)
Penyimpangan / kecurangan Internal Bank yang dilakukan oleh para pegawai Bank, baik yang berkaitan dengan simpanan dana masyarakat atau penyalahgunaan kredit di PT.BPR Nata Citraperdana selama tahun 2018 adalah tidak ada/ Tidak pernah terjadi.
18. Permasalahan Hukum
Permasalahan hukum secara perdata atau pidana yang dihadapi oleh PT. BPR Nata Citraperdana selama tahun 2018 baik yang berkaitan dengan penyalahgunaan kredit atau simpanan dana masyarakat adalah tidak ada. Tetapi permasalahan hukum untuk debitur wanprestasi ada 4 debitur yang masih dalam proses penyelesaian sebagai berikut :
Permasalahan Hukum Jumlah
Perdata Pidana
Telah selesai (telah mempunyai kekuatan yang tetap)
- -
Dalam Proses penyelesaian 1. Lina Herliana, Jaminan SHM jangka waktu 60 bulan posisis sekarang sudah mengajukan permohonan lelang eksekusi.
-
2. Nia Dania, Jaminan SHM jangka waktu 60 bulan, posisi sekarang sedang proses Aanmaning pada PN Kota Bandung.
-
3. Syaepudin, Jaminan SHM jangka waktu 60 bulan, posisi sekarang sedang proses Aanmaning pada PN Kota Bandung.
-
4. Wawan Hernawan, Jaminan BPKB kendaraan roda empat jangka waktu 36 bulan, posisi sekarang sudah mengajukan eksekusi jaminan pada PN Kota Bandung namun keberadaan kendaraan sulit ditemukan.
-
19. Transaksi Yang Mengandung Benturan Kepentingan
No Nama dan Jabatan Pihak yg memiliki Benturan Kepentingan
Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan
Jenis Transaksi Nilai Transaksi per bulan
Keterangan
1. Yo Siaw Khang (Pemegang Saham)
Direksi 6 unit sewa
kendaraan
Rp.30.000.000,- Sewa kendaraan tersebut untuk operasional kantor dengan kesepakatan membuat perjanjian kerjasama sewa kendaraan 2. Gouw Lili (Pemegang
Saham Pengendali)
Direksi Sewa Gedung
Kantor
Rp.12.500.000,- Sewa Gedung digunakan untuk memperluas jaringan operasional kantor cabang di Jl.A.H Nasution No.111 Bandung dengan dibuat perjanjian sewa gedung secara notariil.
20. Pemberian Dana untuk kepentingan Sosial dan Kegiatan Politik
Pemberian dana kepada pihak-pihak tertentu dilakukan oleh PT. BPR Nata Citraperdana selama tahun 2018 adalah untuk kepentingan sosial kepada 8 penerima dengan total sebesar Rp 1.768.000,-, dan tidak terdapat pemberian untuk kepentingan politik yang dilakukan oleh pihak PT. BPR Nata Citraperdana.
21. Kesimpulan Umum hasil Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate Governance.
Berdasarkan hasil Self Assessment pelaksanaan GCG PT. BPR Nata Citraperdana periode Desember 2018 sebelum penerapan Manajemen Risiko, disampaikan hal-hal sebagai berikut :
Nilai Komposit GCG sebesar 2,10 dengan prediksi Baik
Peringkat masing-masing per Faktor adalah :
No Aspek yang Dinilai Bobot Nilai
1 Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Direksi 20,00% 0,35 2
Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan
Komisaris 15,00% 0,24
3
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Atau
Fungsi Komite 0,00% 0
4 Penanganan Benturan Kepentingan 10,00% 0,38 5 Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 10,00% 0,30
6 Penerapan Fungsi Audit Intern 10,00% 0,27
7 Penerapan Fungsi Audit Ekstern 2,50% 0,05
8
Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan
Pengendalian Intern 10,00% 0
9 Batas Maksimum Pemberian Kredit 7,50% 0,17
10 Rencana Bisnis BPR 7,50% 0,14
11
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non
Keuangan, serta pelaporan internal 7,50% 0,21
Nilai Komposit 100,00% 2,10
Prediksi Komposit Baik
22. Kekuatan Pelaksanaan GCG
Dengan disusunnya SOP GCG PT. BPR Nata Citraperdana, tata kelola Bank akan berjalan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya pedoman bagi Dewan Komisaris dan Direksi, dan Direksi dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif.
Fungsi kepatuhan, Fungsi Audit Intern, Fungsi Audit ekstern akan berjalan sesuai dengan Ketentuan GCG.
Terlampir disampaikan Hasil Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate Governance PT. BPR Nata Citraperdana tahun buku 31 Desember 2018.
Demikian Laporan ini disampaikan, agar maklum. Terima kasih.