2.1. Tinjauan Terhadap Kabupaten Tulungagung 2.1.1. Keadaan Geografis
Kabupaten Tulungagung terletak pada posisi 111°43' sampai dengan 112°
07' bujur timur dan 7°51' sampai dengan 8° 18' lintang selatan. Berbentuk daratan yang subur pada bagian utara tengah dan timur, sebagian ada pegunungan dan samudera Indonesia sepanjang batas selatan.
Batas-batas administrasi Kabupaten Tulungagung adalah:
- sebelah utara - sebelah timur - sebelah selatan - sebelah barat
: Kabupaten Kediri : Kabupaten Blitar : Samudra Indonesia : Kabupaten Trenggalek
Luas wilayah Kabupaten Tulungagung 1.055,65 km2 dengan rata-rata ketinggian dari permukaan laut -500 m dan ada beberapa desa yang ketinggiannya
>500 m. Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa.
2.1.2. Keadaan Klimatoiogi
Kabupaten Tulungagung terletak pada ±85 m diatas permukaaan laut.
Memiliki iklim laut tropis yang dipengaruhi oleh angin musim dan terdapat musim kemarau dan musim penghujan. Curah hujan rata-rata per bulan Kabupaten Tulungagung adalah 200. Dengan suhu rata-rata sekitar 28°- 30° C.
2.2. I injauan Terhadap Lokasi Proyek
Kawasan Pantai Popoh adalah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara di Teluk Popoh Kecamatan Besuki, Kabupaten Daerah Tingkat II Tulungagung sebagai suatu kesatuan wilayah.
Batas-batas kawasan Pantai Popoh adalah:
- sebelah utara - sebelah selatan - sebelah barat
: jalan kolektor sekundcr Besuki-Besole : Teluk Popoh / Samudra Indonesia : Pantai Sidem
s
- sebelah timur : Pantai Brumbun
Kawasan Pantai Popoh merupakan kawasan wisata yang terletak di bagian barat Propinsi Jawa Timur mehputi daerah administrasi Kabupaten Tulungagung dengan titik tolak pengembangan yang berpusat di Madiun. Rencana pengembangan kawasan Pantai Popoh akan diarahkan sebagai kawasan wisata pantai dan laut.
Kedudukan lingkungan wisata Pantai Popoh terhadap kawasan rencana adalah sebagai tujuan wisata, desa Besuki berperan sebagai kota penunjang dan gerbang masuk dari arah barat, sedangkan desa Besole sebagai pusat satuan lingkungan wisata Pantai Popoh dan gerbang masuk dari arah timur. Kegiatan primer satuan lingkungan wisata Popoh di sektor pariwisata, perdagangan, industri kerajinan, pertambangan dan kehutanan dengan lingkup pelayanan regional. Kegiatan sekunder adalah perikanan dan pertanian.
Beberapa tempat wisata yang menjadi aset di Kabupaten Tulungagung adalah Gua Selomangleng di desa Sanggrahan, Gua Pasir di desa Junjung, Gua Tritis, Candi Dadi, Candi Gayatri di Boyolangu, Pantai Popoh, Pantai Brumbun dan Pantai Sine.
2.3. Kriteria Pemilihan Lokasi Proyek
Untuk mendapatkan lahan yang sesuai dengan rencana proyek Hotel Resor di Pantai Popoh, Tulungagung maka terdapat beberapa kriteria sebagai berikut:
- Pencapaian lokasi mudah.
- Dekat dengan tempat wisata Pantai Popoh.
- Peruntukan site (kawasan pemukiman) sesuai dengan RUTR Kawasan Pantai Popoh
- Tidak menimbulkan bahaya akan tanah longsor, banjir.
- Fasilitas umum yang tersedia di daerah tersebut.
- Sarana dan Prasarana penunjang.
- Adanya ketersediaan transportasi dari berbagai daerah menuju lokasi.
2.4. Analisis Tapak 2.4.1. FaktorAlam 2.4.1.1. Geologi
Karakteristik pada pantai Popoh merupakan dataran yang subur dimana didalamnya terdapat sumber daya alam yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu pada pembangunan proyek ini perlu memperhatikan keseimbangan dan keselarasan alam. Sehingga faktor alam harus mendominasi dalam site tersebut.
Dan dataran tebing yang memisahkan antara daratan dan lautan menjadi garis bidang pada skyline yang merupakan faktor penting untuk bentukan massa bangunan yang terjadi.
2.4.1.2. Hidrologi
Air baku pada kawasan dimanfaatkan dari mata air dan air tanah yang diolah dan didistribusikan sesuai dengan karakteristik masing-masing kawasan.
Terdapat juga sungai yang melintas pada lokasi proyek sehingga mengakibatkan adanya garis sempadan sungai sepanjang 25 m. Area ini didesain bukan untuk bangunan tetapi digunakan untuk area parkir.
2.4.1.3. Vegetasi
Vegetasi pada sekitar tapak proyek ditumbuhi oleh hutan jati dan pohon pinus. Keberadaan hutan jati dan pohon pinus dapat dimanfaatkan bagi proyek ini sebagai barrier kebisingan yang berasal dari jalan dan mencegah terjadinya erosi tanah. Dalam perancangan nantinya juga dimanfaatkan untuk memberikan view kedua dan menciptakan keasrian alam.
2.4.1.4. Iklim
Iklim setempat merupakan iklim tropis lembab dengan musim kemarau dan musim penghujan. Dengan curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan Desmber dan Januari. Sehingga dalam perancangan bangunan penggunaan atap harus disesuaikan dengan iklim Tropis. Juga dalam bangunan harus terjadi cross ventilasi untuk menciptakan daerah nyaman.
2.4.2. Faktor Budaya
2.4.2.1. Pola Penggunaan Tanah
Penggunaan tanah disesuaikan dengan kondisi kawasan masing-masing.
Kawasan dengan kelerengan 25-40% diupayakan sebagai kawasan penyangga.
Seluruh kawasan dengan kelerengan >40% diupayakan untuk mempunyai fungsi lindung hidrologis. Hutan produksi yang telah ada dilakukan peningkatan fungsi lindung untuk pencegahan terhadap bencana erosi. Kawasan dengan kelerengan 15% diarahkan menjadi penyangga yang dapat menunjang daya dukung pangan yaitu untuk perkebunan dan persawahan.
2.4.2.2. Pola Lalu Lintas
Pola lalu lintas pada kawasan Pantai Popoh terkait dengan sistem jaringan jalan Kabupaten Tulungagung yang merupakan jalan tujuan tempat wisata yang
ramai kendaraan angkutan umum, mobil pribadi dan sepeda motor. Jalan menuju kawasan adalah jalan aspal selebar 7 m dengan satu arah kendaraan yang masuk melalui satu loket karcis. Sehingga peletakan entrance kedalam tapak hams memperhatikan faktor ini.
2.4.2.3. Kepadatan
Kepadatan penduduk kawasan Pantai Popoh sangat rendah < 50 jiwa/hektar. Sehungga kawasan Popoh lebih diarahkan untuk menampung penduduk pendatang musiman yaitu para wisatawan pengunjung yang menurut perhitungan mencapai 500.000 per tahun. Dan untuk kerapatan bangunan sangatlah renggang menjadikan kawasan terbangun pada tapak proyek sebesar 40%. Sebagian besar didesain untuk ruang luar supaya terjadi kesatuan dengan alam sekitarnya.
2.4.2.4 Faktor Sosial Ekonomi
Mayoritas masyarakat kawasan Popoh hidup dari pertanian dan perikanan.
Kegiatan pendaratan ikan pada dasarnya dapat dijadikan atraksi wisata. Sehingga akan meningkatkan angka kunjungan ke Pantai Popoh. Oleh karena dengan adanya hotel resor ini dapat memfasilitasi rekreasi dan kegiatan pari wisata yang
ada. Keadaan ekonomi masyarakat merupakan menengah kebawah, sehingga perancangan hotel resor ini merupakan hotel berbintang tiga.
2.4.3. FaktorEstetika
2.4.3.1. Ciri-ciri Alam yang Unik
Kawasan Popoh dengan tebing yang terdapat banyak karang memiliki karakteristik yang ditekankan pada pemanfaatan view ke alam laut. Dan di sekitamya yang terdapat pegunungan kapur, menjadi daya tarik akan kerajinan manner. Adanya manner dimanfaatkan sebagai bahan bangunan pada finishing lantai hotel resor ini.
2.4.3.2. PolaRuang (Spatial Pattern)
Ruang terbuka seperti jalan, sungai sebagai garis dan bidang dan berpotensi sebagai batas tentorial hams diperjeias dan dipertahankan dengan konstruksi tanggul atau elemen buatan lainnya. Sedangkan batas kavling dapat dibuat pagar pemisah yang diutamakan terbuat dari pagar hijau. Taman-taman penghijauan ditempatkan dalam kawasan bangunan sebagai ruang terbuka.
2.5. Zoning dan Site Planning Zoning
Pembagian area pada tapak dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi para tamu hotel. Zoning pada tapak dibagi menjadi 4 area yaitu area publik, area semi publik, area privat dan area servis. Area publik pada tapak melayani kegiatan umum yang berhubungan dengan sekitar tapak dan jalan masuk ke dalam tapak. Untuk area semi publik melayani semua kegiatan di dalam tapak termasuk kegiatan rekreasi pantai. Area privat merupakan area yang bebas dari keramaian dan gangguan dari luar tapak, dimana untuk melakukan kegiatan santai sambil menikmati pemandangan laut. Sedangkan untuk area servis melayani kebutuhan akan semua kegiatan dalam tapak.
Gambar 2.1. Zoning Tapak
Site Planning
Lokasi tapak dipilih dekat tempat wisata Pantai Popoh dimana setiap akhir pekan selalu padat wisatawan dan merupakan daerah pemukiman yang sesuai dengan RUTR kawasan Popoh. Lokasi tapak berada di dekat laut dimana dapat memanfaatkan pemandangan alam laut dan disekitarnya terdapat hutan lindung.
Batas-batas lokasi proyek:
- sebelah utara : pemukiman penduduk, tempat wisata P. Popoh - sebelah timur : hutan wisata
- sebelah selatan : kawasan lindung - sebelah Barat : pantai, laut
Selain itu alasan pemilihan lokasi tersebut adalah mudahnya pencapaian ke lokasi dengan menggunakan transportasi umum.
Gambar 2.2. Letak Lokasi Proyek
2,6. Pengaruh Lingkungan Sekitar terhadap Tapak
Adanya proyek Hotel Resor di Pantai Popoh, Tulungagung ini membenkan dampak positif yang besar bagi perkembangan pariwisata Kabupaten Tulungagung dan masyarakat setempat. Adapun dampak yang sangat besar itu adalah:
- memajukan sarana dan prasarana penginapan
- meningkatkan jalur transportasi sebagai sarana untuk merangsang kegiatan ekonomi
- menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat
- meningkatkan pendidikan dan kepariwisataan untuk menciptakan tenaga-tenaga professional
Kondisi di sekitar tapak yang sebagian besar pemukiman berlantai satu dengan kerapatan bangunan yang renggang sehingga proyek ini nadir tidak terlalu monumental dengan ketinggian bangunan tiga lantai dan koefisien dasar bangunan maksimum 40% dari kawasan terbangun namun dapat menjadi landmark minor bagi bangunan di sekitarnya.
Adapun peraturan pemerintah yang diterapkan dalam perancangan kali ini meliputi:
- ketinggian bangunan yang tidak lebih dari 1S m dari muka asli tanah, - kawasan wisata harus dijaga agar dominasi visual adalah tata hijau - penataan tata ruang lainnya disesuaikan dengan ciri khas adat dan
budaya setempat
- garis sempadan pantai adalah 100 m diukur dari titik pasang tertinggi kea rah darat
2.7. Pencapaian Tapak
Pantai Popoh memang relatif dekat dari beberapa Kabupaten antara lain Tulungagung, Trenggalek dan Blitar. Tapak dapat ditempuh dari Kabupaten Tulungagung melalui jalan primer untuk angkutan barang dan angkutan penumpang. Transportasi umum tersedia dengan mudah dengan menempuh waktu 45 menit hingga 75 menit. Juga terdapat jalan alternatif untuk masuk ke kawasan Pantai Popoh dengan memanfaatkan jalan akses masuk Pantai Sidem.
Adanya pegunungan manner di daerah sekitar kawasan Popoh memunculkan banyak kerajinan manner di masyarakat setempat. Kegiatan tersebut berbaur dengan kegiatan dan fasilitas penduduk di sekitarnya yaitu nelayan, penjaja ikan dan udang, buah-buahan dan sayuran.
2.8. Sirkulasi dalam Tapak
Begitu tiba memasuki Hotel Resor ini para tamu diterima oleh bangunan utama yaitu area penerima dan lobby. Disini para tamu melakukan reservasi kamar kemudian melalui sistem sirkulasi linier para tamu diantar ke kamar tidur dengan menikmati pemandangan ke taman. Di sepanjang jalan sirkulasi dalam
tapak ditumbuhi dengan pepohonan hijau yang tinggi sehingga terasa dominasi alam.
Dari bangunan kamar sirkulasi tertuju pada restoran dan kolam renang yang terletak menghadap ke laut. Kemudian dari sana para tamu dapat menikmati fasilitas lain yang tersedia antara lain taman bermain, lapangan tenis dan gazebo melalui jalan pedestrian yang mengelilingi taman di sekitamya. Sebagai pelengkap keindahan taman, dibuatkan beberapa gazebo yang juga berguna untuk menikmati pemandangan laut. Selama melalui pedestrian dalam hotel resor ini para tamu selalu disuguhi keindahan alam laut dan taman yang menyatu dan tertata secara nyaman.
Sirkulasi kendaraan bermotor hanya sampai memasuk i area penerima dan lobby, kemudian memasuki lahan parkir yang luas dan ditata dengan lanskap yang tampak hijau sehingga membuat suasana menjadi sejuk. Untuk parkir bus menjadi satu dengan lahan parkr mobil hanya terletak paling depan. Sedang untuk parkir kendaraan karyawan dan pengelola hotel diberi batas dengan taman dan pepohonan untuk memisahkannya. Parkir sepeda motor hanya disediakan untuk karyawan hotel saja, tidak ada parkir sepeda motor sendiri untuk tamu hotel.