22 A. Objek Penelitian
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016.
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi dan melalui proses pabrikasi. Perusahaan manufaktur yang dijadikan objek dalam penelitian ini meliputi sektor industri dasar dan kimia, sektor aneka industri dan sektor industri barang konsumsi.
Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dipilih oleh penulis dengan melihat dari sisi manajemen laba yang dimana perusahaan menufaktur merupakan perusahaan yang mempunyai aset lancar, aset tetap dan hutang lancar serta juga merupakan perusahaan profit oriented yang di dalamnya terdapat insentif bonus tahunan yang menjadi salah satu motivasi para manajer untuk melakukan manajemen laba yang nantinya akan dikelola dengan baik dan menguntungkan bagi perusahaan. Komponen-komponen ini merupakan objek rekayasa manajerial yaitu aktiva lancar, aktiva tetap, hutang lancar dan laba. Komponen aktiva lancar sering menjadi objek rekayasa manajerial ini terdiri atas komponen kas atau setara kas, piutang, persediaan dan biaya dibayar dimuka (Sulistyanto, 2008). Sedangkan pada aktiva tetap yang sering menjadi objek rekayasa manajerial adalah metode
depresiasi dan nilai estimasi umur ekonomis aktiva yang bersangkutan dan untuk komponen hutang lancar yang sering menjadi objek rekayasa manajerial adalah hutang jangka pendek ataupun hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo, sementara komponen laba yang sering menjadi objek rekayasa manajerial adalah berbagai komponen pendapatan dan biaya.
Dengan melakukan manajemen laba yang baik maka tentunya akan baik pula untuk tata kelola perusahaan yang nantinya akan berdampak positif untuk menarik para pemegang saham dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan.
B. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan study empiris. Study empiris dilakukan terhadap fakta empiris yang telah ada dan di uji secara sistematis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian dengan analisis asosiatif yang merupakan analisis statistic untuk menganalisis hubungan atau pengaruh antara dua variable atau lebih. Penelitian asosiatif adalah jenis penelitian yang bertujuan mengetahui dan menganalisis pengaruh hubungan antara satu variabel dengan variabel-variabel lainnya (Ulum dan Juanda, 2016)
C. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta telah menerapkan Good Corporate Governance pada Tahun 2016.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu sampel yang diperoleh atas dasar kesesuain karakteristik dengan kriteria pemilihan sampel yang ditentukan (Indriantoro dan Supomo, 2002). Adapun kriteria-kriteria yang digunakan dalam penelitian ini :
- Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek indonesia selama tahun 2016.
- Perusahaan-perusahaan manufaktur yang menerbitkan Annual Report dan laporan keuangan selama Tahun 2016.
- Perusahaan yang telah menerapkan Good Corporate Governance.
- Perusahaan yang memiliki presentase kepemilikan institusional diatas 20%. Presentase kepemilikan institusional diatas 20% mengacu pada UUPT pasal 34 ayat 2 tahun 2007 tentang pihak yang tidak terafiliasi.
Tabel 3.1. Sampel Penelitian Tahun 2016
Sumber : Data Sekunder diolah, 2018 D. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
No Keterangan Jumlah
1 Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016
144 2 Perusahaan manufaktur yang tidak
mempublikasikan annual report dan laporan keuangan selama tahun 2016
(14)
3 Perusahaan yang tidak memiliki informasi lengkap tentang Good Corporate Governance
(35) 4 Perusahaan yang tidak memiliki presentase
kepemilikan institusional diatas 20%
(30)
Total Sampel 65
- Variabel Independen
a. Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan indikator jumlah presentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak institusi dari seluruh jumlah modal saham yang beredar (Sukirni, 2012).
b. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial diukur dengan menggunakan indikator jumlah presentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak manajemen dari seluruh jumlah modal saham yang beredar (Sukirni, 2012).
c. Komisaris Independen
Komisaris independen adalah dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan yang bersifat independen serta tidak memiliki kepentingan terhadap perusahaan (Ningtyas, 2014).
Komisaris independen diukur dengan menggunakan rumus :
d. Ukuran Dewan Komisaris
Ukuran dewan komisaris diukur dengan menggunakan jumlah anggota dewan komisaris baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.
e. Komite Audit
Komite audit merupakan komite yang dibentuk oleh dewan komisaris untuk melakukan tugas pengawasan pengelolaan perusahaan. Komite audit dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan seluruh jumlah komite audit yang ada dalam perusahaan.
Komite Audit = seluruh jumlah komite audit yang ada - Variabel Dependen
Tobin’s Q
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diukur menggunakan Rasio Tobin’Q. Penggunaan Tobin’s Q dipilih untuk mengukur nilai perusahaan karena rasio ini merupakan konsep yang berharga untuk menunjukkan estimasi pasar (Kristanti, 2016).Rasio Tobin’s Q diukur dengan rumus :
Keterangan:
Q = Nilai Perusahaan
EMV = Nilai pasar ekuitas (Equity Market Value) yang merupakan hasil perkalian dari harga saham penutupan (Closing Price) akhir tahun dengan jumlah saham yang beredar
D = Nilai buku dari total hutang
EBV = Nilai buku dari ekuitas (Equity Book Value) E. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (Indriantoro dan Supomo, 2002) . Data ini merupakan data yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2015 yang dipublikasikan di Burssa Efek Indonesia dari website www.idx.co.id dan www.google.com.
F. Teknik Analisis Data F.1 Uji Statistik Deskriptif
Uji statistik deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan profil data sampel yang meliputi mean, median, maksimum, minimum dan deviasi standart agar hasil penelitian yang diperoleh dapat memberikan hasil penelitian yang jelas.
F.2 Uji Korelasi
Uji korelasi merupakan uji yang mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel. Korelasi tidak menunjukkan hubungan fungsional atau tidak membedakan antara variabel dependen dengan variabel independen (Ghozali, 2016).
F.3 Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Dalam penelitian Gayatri dan Pria (2016) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel residualnya memiliki distribusi normal atau tidak normal. Model regresi yang baik adalah data yang terdistribusi normal. Penelitian ini menggunakan statistik Skewness Kurtosis untuk mengetahui data terdistribusi normal atau tidak.
b. Uji Multikolinearitas
Penelitian Nuraina (2012) menggunakan uji multikolinearitas untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabelnya tidak ortogonal. Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat tolerance value dan value-inflating factor (VIF). Nilai yang umum dipakai adalah tolerance value 0,10 dan VIF lebih kecil dari 10.
c. Uji Heterokedastisitas
Mengacu pada penelitian Sari et al., (2016) menggunakan uji heterokedastisitas untuk membuktikan apakah terjadi kesamaan varians dari residual data pengamatan yang satu ke yang lain. Jika varians sama, maka model regresi terbebas dari masalah heterokedastisitas. Pengujian ini
menggunakan Breusch-Pagan / Cook-Weisberg untuk melakukan uji heterokedastisitas.
F.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk mengetahui signifikan atau tidak signifikan hipotesis penelitian yang diteliti dan analisis regresi dianggap paling tepat untuk membuktikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yaitu pengaruh struktur Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan.
Keterangan :
KI = Kepemilikan Institusional KM = Kepemilikan Manajerial KIN = Komisaris Independen DK = Dewan Komisaris KA = Komite Audit = Konstanta
= Koefisien Regresi
E = error term (Variabel pengganggu) F.5 Analisis Pengujian Hipotesis
a. Uji Statistik F
Uji F digunakan untuk mengidentifikasi ketepatan model regresi yang diestimasi layak atau tidak, apakah variabel dependen berpengaruh terhadap
variabel independen (Silalahi, 2017). Adapun kriteria pengujian F yang dilakukan oleh Silalahi (2017) sebagai berikut:
1. Jika nilai signifikan uji kelayakan model lebih kecil dari 0,05, maka model regresi yang diestimasi layak untuk digunakan.
2. Jika nilai signifikan uji kelayakan model lebih besar dari 0,05, maka model regresi yang diestimasi tidak layak untuk digunakan.
b. Uji Statistik t
Menurut Ghozali (2016) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (H0) yang akan duji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesus alternatifnya yaotu (HA) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, artinya veriabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap veariabel dependen.
Uji t merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui masing- masing variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen, dimana nilai T pada penelitian ini menggunakan tingkat signifikat 5% (Nuraina, 2012).
c. Koefisien Determinasi ( )
Koefisien determinasi ( ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2016). Nilai koefisien determinasi antara nol sampe satu. Nilai yang
kecil berarti kemampuan variabel – variabel dependen sangat terbatas dan jika nilai yang mendekati satu berarti variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Dalam penelitian Widyasari (2015) menggunakan koefisien determinasi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi yang digunakan yaitu nilai koefisien determinasi yang disesuaikan atau adjusted
.