• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEANEKARAGAMAN MAKRO DAN MIKROFAUNA TANAH PADA PERKEBUNAN JERUK MANIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEANEKARAGAMAN MAKRO DAN MIKROFAUNA TANAH PADA PERKEBUNAN JERUK MANIS"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

i

KEANEKARAGAMAN MAKRO DAN MIKROFAUNA TANAH PADA PERKEBUNAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L.)

ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA PUNTEN KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

SKRIPSI

Oleh :

IQO’MATIL HUSNA 201510070311089

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2019

(2)

ii

KEANEKARAGAMAN MAKRO DAN MIKROFAUNA TANAH PADA PERKEBUNAN JERUK MANIS (Citrus sinensis L.) ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA PUNTEN KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

sebagian Salah Satu Prasyarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Biologi

Oleh :

IQO’MATIL HUSNA 201510070311089

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2019

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Allah

hendaknya kamu berharap”(Terjemahan Q.S Asy-Syarh : 5-8)

“Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan”

~Iqo’ Matil Husna~

Karya ini saya persembahkan kepada:

Kepada kedua Orang tua saya yang senantiasa selalu melantunkan do’a dan selalu memberikan segala dukungan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas

akhir ini. Kepada seluruh keluarga besar saya, selama ini telah memberikan banyak do’a, motivasi, dukungan dan kasih sayang yang selalu mengiringi setiap langkah dan perjuangan saya. Untuk semua teman-teman tersayang, terimakasih atas do’a, motivasi, dukungan dan kasih sayang. Semoga Allah membalas yang

lebih besar semua kebaikan yang telah kalian berikan.

(7)

vii

(8)

viii ABSTRAK

Husna, Iqo’matil. 2019. Keanekaragaman Makro dan Mikrofauna Tanah pada Perkebunan Jeruk Manis (Citrus sinensis L.) Organik dan Anorganik di Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Sumber Belajar Biologi. Skripsi. Malang: Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (I) Dr. Iin Hindun, M.Kes., (II) Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd.

Makrofauna merupakan hewan tanah yang yang memiliki ukuran tubuh 2- 20 mm dan mikrofauna dengan ukuran 0,02-0,2 mm. Keberadaan makro dan mikrofauna dalam tanah apabila sumber makanannya tercukupi, maka perkembangan dan produktivitas dari makro dan mikrofauna tanah tersebut akan baik dan juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesuburan tanah atau kesehatan tanah apabila pengelolahan tanah dilakukan dengan benar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah keanekaragaman makro dan mikrofauna tanah pada perkebunan jeruk manis (Citrus sinensis L.) organik dan anorganik di desa Punten kecamatan Bumiaji kota Batu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif.

Penelitian ini dilakukan selama 2 hari dengan mengunakan metode pitfall trap dan hard sortir di 2 stasiun. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis Perhitungan Indeks Keanekaragaman Shannon Winner.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman makro dan mikrofauna tanah di perkebunan organik dan anorganik. Nilai indeks keanekargaman makro dan mikrofauna tanah di perkebunan organik yaitu 1,93 dan 0,04. Sedangkan di perkebunan anorganik yaitu 1,81 dan (-0,63). Makro dan mikrofauna tanah yang ditemukan di perkebunan organik terdiri dari 3 kelas, 6 ordo, 8 famili, dan 12 genus dengan jumlah total 419 makrofauna tanah. Sedangkan mikrofauna tanah terdiri dari 2 kelas, 3 ordo, 3 famili, dan 3 genus dengan jumlah total 7 mikrofauna tanah.Makro dan mikrofauna tanah di perkebunan jeruk anorganik yang terdiri dari 2 kelas, 5 ordo, 6 famili, dan 9 genus dengan jumlah total 118 makrofauna tanah. Sedangkan mikrofauna yanah yang ditemukan terdiri dari 2 kelas, 2 ordo, 2 famili, dan 2 genus dengan jumlah total 2 mikrofauna tanah. Indeks Kemerataan atau Evennes (E) makro dan mikrofauna tanah di perkebunan organik yaitu (-0,77) dan 0,03. Sedangkan di perkebunan anorganik yaitu (-0,82) dan (-0,91). Indeks Dominansi makro dan mikrofauna di perkebunan organik yaitu sebesar 5,38 dan 3,5, dan di perkebunan anorganik yaitu sebesar 5,26 dan 3.

Kata Kunci :Makrofauna, Mikrofauna, Keanekaragaman, Kemerataan, dan Dominansi

(9)

ix ABSTRACT

Husna, Iqo’matil. 2019. Macro and Microfauna Diversity in Organic and Inorganic Sweet Orange (Citrus sinensis L.) Plantation in Punten Village, Bumiaji District, Batu City as a Biology Learning Resource. Thesis. Malang: Biology Education Study Program, FKIP, University of Muhammadiyah Malang. Supervisor: (I) Dr.

Iin Hindun, M. Kes., (II) Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd.

Macrofauna is a soil animal that has a body size of 2-20 mm andmicrofauna with a size of 0.02-0.2 mm. The existence of macro and microfauna in the soil if the food source is sufficient, then the development and productivity of the soil macro and microfauna will be good and can also have a positive impact on soil fertility or soil health if land management is carried out correctly.

This study aims to determine differences in the amount of macro and microfauna diversity in organic and inorganic sweet orange (Citrus sinensis L.) plantations in Punten village, Bumiaji district, Batu city. This type of research is a quantitative descriptive study. This research was conducted for 2 days using pitfall trap and hard sorting methods at 2 stations. The data analysis technique used in this study is the Shannon Winner Diversity Index Calculation analysis.

The results showed that there were differences in the index value of soil macro-diversity and microfauna in organic and inorganic plantations. The index value of macroeconomic diversity and soil microfauna in organic plantations is 1.93 and 0.04. While in inorganic plantations are 1.81 and (-0.63). Macro and soil microfauna found in organic plantations consist of 3 classes, 6 orders, 8 families, and 12 genera with a total of 419 soil macrofauna. While soil microfauna consists of 2 classes, 3 orders, 3 families, and 3 genera with a total of 7 soil microfauna.

Macro and soil microfauna in inorganic orange plantations consisting of 2 classes, 5 orders, 6 families, and 9 genera with a total of 118 soil macrofauna.

Whereas the land microfauna found consisted of 2 classes, 2 orders, 2 families, and 2 genera with a total of 2 soil microfauna. Evenness index (Evennes (E) macro and soil microfauna in organic plantations are (-0.77) and 0.03. While in inorganic plantations are (-0.82) and (-0.91). The Dominance index of macro and microfauna in organic plantations is 5.38 and 3.5, and in inorganic plantations are 5.26 and 3.

Keywords: Macrofauna, Microfauna, Diversity, Evenness, and Dominance

(10)

x DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN...iii

LEMBAR PENGESAHAN...iv

SURAT PERNYATAAN...v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN...vi

KATA PENGANTAR...vii

ABSTRAK...viii

ABSTRACT...ix

DAFTAR ISI...x

DAFTAR TABEL...xii

DAFTAR GAMBAR...xiii

DAFTAR LAMPIRAN...xiv

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...5

1.3 Tujuan Penelitian...6

1.4 Manfaat Penelitian...6

1.4.1 Secara Teoritis...7

1.4.2 Secara Praktis...7

1.5 Batasan Penelitian...7

1.6 Definisi Istilah...8

BAB II KAJIAN PUSTAKA...10

2.1 Keanekaragaman Hayati...10

2.2 Makro dan Mikrofauna Tanah...11

2.3 Keanekaragaman Makro dan Mikrofauna Tanah...14

2.4 Perkebunan Jeruk Manis (Citrus sinensis L.)...14

2.4.1 Pemeliharaan Kebun dengan Pupuk Organik...16

2.4.2 Pemeliharaan Kebun dengan Pupuk Anorganik...20

2.5 Kota Batu...21

2.6 Penelitian sebagai Sumber Belajar Biologi...23

2.7 Kerangka Konsep...26

2.8 Hipotesis Penelitian...28

BAB III METODE PENELITIAN...29

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian...29

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian...29

3.3 Populasi, Teknik Sampling dan Sampel...29

3.3.1 Populasi...29

3.3.2 Teknik Sampling...30

3.3.3 Sampel...30

3.4 Variabel Penelitian...30

3.4.1 Definisi Operasional Variabel...30

3.5 Prosedur Penelitian...31

3.5.1 Persiapan Penelitian...32

3.5.2 Pelaksanaan dan Alur Penelitian...32

3.6 Metode Pengumpulan Data...37

(11)

xi

3.6.1 Teknik Pengumpulan Data...37

3.6.2 Tabel Pengematan...38

3.7 Teknik Analisis Data...39

3.7.1 Analisis Berupa Deskriptif...39

3.7.2 Rumus Perhitungan Makro dan Mikrofauna Tanah...39

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...42

4.1 Keanekaragaman Makro dan Mikrofauna Tanah pada Perkebunan Jeruk Manis Organik dan Anorganik...42

4.1.1 Deskripsi Ciri –Ciri Morfologi Makrofauna Tanah yang ditemukan di Perkebunan Jeruk Manis Organik dan Anorganik...43

4.1.2 Deskripsi Ciri-Ciri Morfologi Mikrofauna Tanah yang ditemukan di Perkebunan Jeruk Manis Organik dan Anorganik...52

4.1.3 Hasil Perhitungan Indeks Keanekaragaman (H’) Makro dan Mikrofauna Tanah...54

4.1.4 Hasil Perhitungan Faktor Abiotik...54

4.1.5 Analisis Hasil Perhitungan Indeks Keanekaragaman (H’) Makro dan Mikrofauna Tanah...55

4.1.6 Analisis Hasil Perhitungan dengan Microsoft Excel...55

4.1.7 Pembahasan...57

4.2 Hasil Perhitungan Indeks Kemerataan (E) Makro dan Mikrofauna Tanah...68

4.2.1 Analisis Hasil Perhitungan Indeks Kemerataan (E) Makro dan Mikrofauna Tanah...68

4.2.2 Pembahasan...69

4.3 Hasil Perhitungan Indeks Dominansi (C) Makro dan Mikrofauna Tanah...70

4.3.1 Analisis Hasil Perhitungan Indeks Dominansi (C) dan Mikrofauna Tanah...71

4.3.2 Pembahasan...71

4.4 Hasil Penelitian sebagai Sumber Belajar Biologi...72

BAB V PENUTUP...78

5.1 Kesimpulan...78

5.2 Saran...79

DAFTAR PUSTAKA...80

LAMPIRAN...86

(12)

xii DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Alat-Alat yang digunakan Penelitian...32

Tabel 3.2 Bahan-Bahan yang digunakan Penelitian...32

Tabel 3.3 Penentuan Lokasi Penelitian...33

Tabel 3.4 Tabel Makrofauna yang terkoleksi di perkebunan jeruk organik dan anorganik di desa Punten kecamatan Bumiaji kota Batu...38

Tabel 3.5 Mikrofauna yang terkoleksi di perkebunan jeruk organik dan anorganikdi desa Punten kecamatan Bumiaji kota Batu...38

Tabel 3.6 Indeks Keanekaragaman Jenis...38

Tabel 3.7 Pengukuran Parameter Lingkungan (Faktor Abiotik)...38

Tabel 3.8 Indeks Kemerataan Jenis...38

Tabel 3.9 Indeks Dominansi Jenis...38

Tabel 4.1 Makrofauna Tanah yang ditemukan di Perkebunan Jeruk Organik dan Anorganik di Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu...42

Tabel 4.2 Mikrofauna Tanah yang ditemukan di Perkebunan Jeruk Organik dan Anorganik di Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu...43

Tabel 4.3 Deskripsi Ciri-Ciri Morfologi Makrofauna Tanah...43

Tabel 4.4 Deskripsi Ciri-ciri Morfologi Mikrofauna Tanah...52

Tabel 4.5 Indeks Keanekaragaman (H’) Makrofauna dan Mikrofauna Tanah....54

Tabel 4.6 Pengukuran Faktor Abiotik Tanah...55

Tabel 4.7 Indeks Kemerataan (E) Makrofauna dan Mikrofauna Tanah...68

Tabel 4.8 Indeks Dominansi (C) Makrofauna dan Mikrofauna Tanah...70

(13)

xiii DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema Kerangka Konsep...27 Gambar 2.2 Skema Penelitian...31 Gambar 4.1 Grafik Keanekaragaman Makro dan Mikrofauna Tanahdi

Perkebunan Jeruk Manis Organik dan Anorganik...56

(14)

xiv LAMPIRAN

Lampiran 1 Langkah Kerja Penelitian Makro dan mikrofauna tanah di

Perkebunan Organik dan Anorganik...86 Lampiran 2 Perhitungan Hasil Identifikasi Makrofauna Tanah di Perkebunan

Organik...88 Lampiran 3 Perhitungan Hasil Perhitungan Makrofauna Tanah di Perkebunan

Anorganik...89 Lampiran 4 Perhitungan Hasil Identifikasi Mikrofauna Tanah di Perkebunan

Organik...90 Lampiran 5 Perhitungan Hasil Perhitungan Mikrofauna Tanah di Perkebunan

Anorganik...90 Lampiran 6 Perhitungan Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (E),

dan Indeks Dominansi (C) Makrofauna pada Perkebunan jeruk Organik...91 Lampiran 7 Perhitungan Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (E),

dan Indeks Dominansi (C) Makrofauna pada Perkebunan jeruk Anorganik...93 Lampiran 8 Perhitungan Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (E),

dan Indeks Dominansi (C) Mikrofauna pada Perkebunan jeruk Organik...95 Lampiran 9 Perhitungan Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (E),

dan Indeks Dominansi (C) Mikrofauna pada Perkebunan jeruk Organik...96 Lampiran 10 Kunci Determinasi Makrofauna Tanah...97 Lampiran 11 Kunci Determinasi Mikrofauna Tanah...101

(15)

80

DAFTAR PUSTAKA

Aminullah, Y., Mahmudati, N., & Zaenab, S. (2015). Keanekaragaman makrofauna tanah daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA.

Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(2), 178–187. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/105745-ID-interaksi-tropik- jenis-serangga-di-atas.pdf

Aryoudi, A., Pinem, mukhtar iskandar, & Marhendi. (2015). Interaksi tropik jenis serangga di atas permukaan tanah (yellow trap) dan pada permukaan tanah (pitfall trap) pada tanaman terong belanda (Solanum betaceum cav.) di lapangan. Jurnal Online Agroekoteknologi, 3(4), 1250–1258. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/105745-ID-interaksi-tropik- jenis-serangga-di-atas.pdf

Ashari, H., Hanif, Z., & Supriyanto, A. (2014). Kajian dampak iklim ekstrim curah hujan tinggi (la-nina) pada jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa) di Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang. Planta Tropika Journal of Agro Science, 2(1), 49–55. https://doi.org/10.18196/pt.2014.023.49-55 Borror, donald j., Triplehorn, charles A., & Jhonson, norman F. (1997).

Pengenalan Pelajaran Serangga (edisi keenam). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Corliss, John O. The ciliated protozoa characterzation, classification and guide to the literaturesecond edition. New York : University of Maryland Collage

Park. Retrieved from

https://books.google.co.id/books?id=OQzLBAAAQBAJ&pg=PA393&lpg=P A393&dq=kudo+1931+spirostomum&source=bl&ots=8UJD_iDPyw&sig=A CfU3U2LK4wk1jjziYA4AGFu662GWrwfSw&hl=id&sa=X&ved=2ahUKE wiIo6-

sqLPlAhUXTI8KHaP5Cz8Q6AEwAnoECAgQAQ#v=onepage&q=kudo%2 01931%20spirostomum&f=false

Dewanto, F. G., Londok, J. J. M. R., Tuturoong, R. A. V., & Kaunang, W. B.

(2013). Pengaruh pemupukan anorganik dan organik terhadap produksi tanaman jagung sebagai sumber pakan. Jurnal Zootek, 32(5), 1–8. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/982-1950-1-SM (3).pdf

Dewi, W. S., Handayani, P., & Sumani. (2008). Keragaman dan layanan ekologi makrofauna epigeik pada pertanaman wortel (Daucus carota L.) yang diberi berbagai imbangan pupuk organik dan anorganik. Sains Tanah, 5(II), 113–

120. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/74-114-1-SM.pdf Firmansyah, Setyawati, T. R., & Yanti, A. H. (2017). Struktur komunitas cacing

tanah ( kelas oligochaeta ) di kawasan hutan Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang. Jurnal Protobiont, 6(3), 108–117. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/20823-59950-1-PB (1).pdf

(16)

Farah, Itsna Naili El. 2017. Keanekaragaman serangga sanah di perkebunan apel konvensional dan semiorganik Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi.

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Retrieved from.

http://etheses.uin-malang.ac.id/10705/

Halwany, W. (2014). Peranan makrofauna tanah terhadap ekosistem. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru, 7(2), 49–54. Retrieved from http://foreibanjarbaru.or.id/wp-content/uploads/2016/07/Galam-Volume-VII- Nomor-2-Tahun-2014-Peranan-Makrofauna-Tanah-Terhadap-Ekosistem.pdf Haneda, N. F., & Sirait, B. A. (2012). Keanekaragaman fauna tanah dan

peranannya terhadap laju dekomposisi serasah kelapa sawit ( elaeis guineensis jacq). Jurnal Silvikultur Tropika, 3(3), 161–167. Retrieved from http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=367942&val=228

&title=Diversity of Soil Fauna and Itâ€TMs Role in Litter Decomposition of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq)

Herdiyanto, D., & Setiawan, A. (2015). Upaya peningkatan kualitas tanah melalui sosialisasi pupuk hayati, pupuk anorganik, dan olah tanah konservasi diDesa Sukamanah dan desa Nanggerang kecamatan Cigalontang kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Aplikasi Untuk Masyarakat, 4(1), 47–53. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/69780-none-da945e16.pdf Hilwan, I., & Handayani, E. P. (2013). Keanekaragaman mesofauna dan

makrofauna tanah pada areal bekas tambang timah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Jurnal SIlvikultur Tropika, 4(1), 35–

41. Retrieved from

http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=85318&val=228

&title=Diversity of Mesofauna and Macrofauna of Soil at Tin Post-Mined Area in Belitung Residence, Province of Bangka-Belitung

Hanafiah, K.A. 2013. Dasar-dasar ilmu tanah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Husamah, Rahardjanto, A. K., & Hudha, A. M. (2017). Ekologi hewan tanah(teori dan praktik). Malang: UMM Press.

Hasyim, M, A. 2009. Studi keanekaragaman fauna tanah pada perkebunan jeruk organik dan anorganik di kota Batu. Skirpsi tidak diterbitkan. Malang : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Retrieved from http://etheses.uin-malang.ac.id/1046/1/05520012%20Skripsi.pdf

Insafitri. (2010). Keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di area buangan lumpur lapindo muara sungai porong. Jurnal Kelautan, 3(1), 54–59.

Retrieved from https://journal.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan/article/view/843 Jupri, A., Muid, A., & Muliadi, -. (2017). Rancang bangun alat ukur suhu, kelembaban, dan pH pada tanah berbasis mikrokontroler atmega328P. Jurnal Edukasi Dan Penelitian Informatika (JEPIN), 3(2), 76–81.

https://doi.org/10.26418/jp.v3i2.21210

Karimana, H., Fikrinda, W., & Murti, T. (2017). Kompleksitas pengaruh

(17)

temperatur dan kelembaban tanah terhadap nilai pH tanah di perkebunan jambu biji varietas kristal (psidium guajava l .) Bumiaji , kota Batu. Jurnal

Kultivas, 16(3), 430–434. Retrieved from

http://jurnal.unpad.ac.id/kultivasi/article/viewFile/13225/7153

Khan, Naveed Ahmad. 2009. Acanthamoeba biology and pathogenesis.

Nottingham :University of Notttingham. Retrieved

fromhttps://books.google.co.id/books?id=lXfp-

1SOP3cC&pg=PR8&dq=khan+2009+acanthamoeba&hl=id&sa=X&ved=0ah UKEwjVpayqyrLlAhVSknAKHcYKAXkQ6AEILDAA#v=onepage&q=khan

%202009%20acanthamoeba&f=false

Mayrowani, H. (2012). Pengembangan pertanian organik di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30(2), 91–108. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/69780-none-da945e16.pdf

Munajah, & Susilo, M. J. (2015). Potensi sumber belajar biologi SMAKelas X materi keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di kebun binatang gembira loka. Jupemasi-Pbio, 1(2), 184–187. Retrieved from http://jupemasipbio.uad.ac.id/wp-content/uploads/2015/06/1.-

NP_09008067_MUNAJAH-184-187.pdf

Munthe, Y. V., Aryawati, R., & Isnaini. (2012). Struktur komunitas dan sebaran fitoplankton di Perairan Sungsang Sumatera Selatan. Jurnal Maspari, 4(1), 122–130.

Murtando, H., Sahiri, N., & Madauna, I. (2016). Identifikasi karakteristik morfologi dan anatomi tanaman jeruk lokal (citrus sp ) di desa Karya Agung dan Karya Abadi. E-J Agrotekbis, 4(6), 642–649. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/8817-28955-1-PB.pdf

Nasirudin, M., & Susanti, A. (2018). Hubungan kandungan kimia tanah terhadap keanekaragaman makrofauna tanah pada perkebunan apel semi organik dan anorganik. Edubiotik, 3(2), 5–11. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/282264/hubungan-kandungan-kimia- tanah-terhadap-keanekaragaman-makrofauna-tanah-pada-per

Nur, F. M. (2012). Pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran sains Kelas V SD pada pokok bahasan makhluk hidup dan proses kehidupan. Jurnal Penelitian Pendidikan, I3(1), 67–78. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/77571/pemanfaatan-sumber-belajar- dalam-pembelajaran-sains-kelas-v-sd-pada-pokok-bahasa

Nurhidayati, S. E. (2009). Sistem pariwisata di agropolitan batu. Media Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 22(1), 1–12. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/downloadfull/MKP6050-37850f5c80fullabstract.pdf Nasution, Ahmad Rivai. 2018. Keragaman dan Kelimpahan Serangga pada Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) di Kelurahan Bandar Khalifah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Skirpsi.

(18)

Universitas Medan Area. Retrieved from http://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9721

Nurrohman, E., Rahardjanto, A., & Wahyuni, S. (2015). Keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan perkebunan coklat (Theobroma cacao l.) sebagai bioindikator kesuburan tanah dan sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(2), 197–208. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/3331-8950-1-PB (1).pdf

Nurrohman, E., Rahardjanto, A., & Wahyuni, S. (2018). Studi hubungan keanekaragaman makrofauna tanah dengan kandungan c-organik dan organophosfat tanah di perkebunancoklat (Theobroma cacao l.) Kalibaru Banyawangi. Jurnal Eksperimen, 4(1), 1–10. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/5923-13723-1-SM (2).pdf

Nusroh, Z. (2007). Studi diversitas makrofauna tanah di bawah beberapa tanaman palawija yang berbeda di lahan kering pada saat musim penghujan. Skripsi tidak dterbitkan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Surakarta. Retrieved from

https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/7585/MjAwMjE=/Studi- diversitas-makrofauna-tanah-di-bawah-beberapa-tanaman-palawija-yang- berbeda-di-lahan-kering-pada-saat-musim-penghujan-abstrak.pdf

Octovi, C., Sajidan, & Prayitno, B. A. (2015). Pembelajaran biologi dengan modul berbasis group discovery learning(gdl) pada materi protista. Jurnal

Inkuiri, 4(3), 29–38. Retrieved from

http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

Padmanabha, I. G., Arthagama, I. D. M., & Dibia, I. N. (2014). Pengaruh dosis pupuk organik dan anorganik terhadap hasil padi (Oriza sativa l.) dan sifat kimia tanah pada inceptisol kerambitan tabanan. E-Jurnal Agroekoteknologi

Tropika, 3(1), 41–50. Retrieved from

https://repositori.unud.ac.id/protected/storage/upload/repositori/01070a399b2 8f61188423f4ae6982bf1.pdf

Paling, S., Wahyuni, R., Winarni, D., Astari, L., Agusni, I., Izumi, S.,Airlangga, U. (2018). Acanthamoeba SP.S-11 phagocytotic activity on mycobacterium leprae in different nutrient conditions. Jurmal Infect Dis, 12, 44–48.

Retrieved from https://doi.org/10.2101/Ajid. 12v1S.5

Pangaribuan, D. H., Hendarto, K., & Prihartini, K. (2017). Pengaruh pemebrian kombinasi pupuk anorganik tunggal dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt) serta populasi mikroba tanah. Jurnal Floratek, 12(1), 1–9. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/8098-18095-1-PB.pdf

Purnomo, R., Santoso, M., & Heddy, S. (2013). Pengaruh berbagai macam pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Produksi Tanaman, 1(3), 93–100. Retrieved from

http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/35/35

(19)

Puspito, atras radifan, & Rahmawati, D. (2015). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan agrowisata melalui pendekatan community based tourism di kecamatan Bujiaji kota Batu. JURNAL TEKNIK ITS, 4(2), 92–97.

Pora, M, S. 2013. Keanekaragaman serangga pada perkebunan jeruk manis (Citrus sinensis L) anorganik dan semiorganik Desa Banaran Kecamatan Bumi aji Kota Batu. Skiripsi tidak diterbitkan. Retrieved from http://etheses.uin- malang.ac.id/520/1/08620001%20Pendahuluan.pdf

Rahayu, A., Bambang, A. N., & Hardiman, G. (2013). Strategi peningkataan status keberlanjutan Kota Batu sebagai kawasan agropolitan. Jurnal

EKOSAINS, V(1), 21–34. Retrieved from

http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=106991&val=404 8&title=STRATEGI PENINGKATAAN STATUS KEBERLANJUTAN KOTA BATU SEBAGAI KAWASAN AGROPOLITAN

Rasud, Y., Ulfa, S., & Baharia. (2017). Pertumbuhan jeruk manis (Citrus sinensis l.) dengan penambahan berbagai konsentrasi sitokinin secara in vitro. Jurnal

Agroland, 22(3), 197–204. Retrieved from

http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/AGROLAND/article/viewFile/8052 /6384

Roidah, I. S. (20013). Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah.

Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(1), 30–42. Retrieved from http://www.jurnal-unita.org/index.php/bonorowo/article/view/5

Santosa, Y., Ramadhan, E. P., & Rahman, D. A. (2008). Studi keanekargaman mamalia pada beberapa tipe habitat di stasiun penelitian Pondok Ambung Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Media Konservasi,

13(3), 1–7. Retrieved from

https://journal.ipb.ac.id/index.php/konservasi/article/view/3060

Simatupang, B. P., Niswati, A., & Yusnaini, S. (2015). Populasi dan keanekaragaman cacing tanah paa berbagai loksi di Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Jurnal Agrotek Tropika, 3(3), 402–408.

Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/233119/populasi-dan- keanekaragaman-cacing-tanah-pada-berbagai-lokasi-di-hutan-taman-nas Stratton, G. E. (1991). A new species of wolf spider, schizocosa stridulans

(Aranae, Lycosidae). Journal of Arachnology, 19, 29–39. Retrieved from http://www.americanarachnology.org/JoA_free/JoA_v19_n1/JoA_v19_p29.p df

Sugiyarto. (2000). Keanekaragaman makrofauna tanah pada berbagai umur tegakan sengon di rph Jatirejo Kabupaten Kediri. Biodiversitas,1(2), 47–53.

https://doi.org/10.13057/biodiv/d010202

Supriadi. (2015). Pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran.

Lantanida Journal, 3(2). https://doi.org/10.1007/1-4020-0613-6_4354

Sutoyo. (2010). Keanekaragaman hayati indonesia, suatu tinjauan : masalah dan

(20)

pemecahannya. Buana Sains, 10, 101–106. Retrieved from file:///C:/Users/Asus/Downloads/199-311-1-SM (1).pdf

Sukarsono. (2012). Pengantar ekologi hewan. Malang: UMM Press

Vdacny, P., Bourland, W. A., Orsi, W., Epstein, S. S., & Foissner, W. (2011).

Phylogeny and classification of the Litostomatea ( Protista , Ciliophora ), with emphasis on free-living taxa and the 18S rRNA gene. Molecular

Phylogenetics and Evolution, 59, 510–522.

https://doi.org/10.1016/j.ympev.2011.02.016

Vďačný, P., & Foissner, W. (2012). Monograph of the Dileptids (Protista , Ciliophora , Rhynchostomatia ). Denisia, 13(7), 1–529. Retrieved from https://www.zobodat.at/pdf/DENISIA_0031_0001-0529.pdf

Wibowo, C., & Rizqiyah, W. (2014). Keanekaragaman makrofauna tanah pada berbagai tipe tegakan di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa

Barat. Silvikultur Tropika, 5(1), 43–48.

https://doi.org/10.13057/biodiv/d010202

Wibowo, C., & Slamet, S. A. (2017). Keanekaragaman makrofauna tanah pada berbagai tipe tegakan di areal bekas tambang silika di holcim educational forest, Sukabumi, Jawa Baratoil. 8(1), 26–34. Retrieved from http://journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/viewFile/16871/12269

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu solusi untuk meningkatkan ketelitian dan kewaspadaan dalam proses belajar adalah penggunaan aromaterapi minyak esensial kulit jeruk manis (Citrus

AKTIVITAS ANTIDIABETES MELITUS EKSTRAK KULIT BUAH JERUK MANIS ( Citrus sinensis ) DAN KULIT BUAH KELENGKENG ( Euphoria longan (Lour.) Steud) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN

AKTIVITAS ANTIDIABETES MELITUS EKSTRAK KULIT BUAH JERUK MANIS (Citrus sinensis) DAN KULIT BUAH KELENGKENG (Euphoria longan (Lour.) Steud) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR

Penelitian ini bertujun untuk mengetahui kemampuan berat pektin dari kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dan lama waktu kontak terhadap penurunan logam Cr (VI).. Penelitian

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, maka penelitian kemampuan pektin kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dalam menyerap Cr (VI) memang belum

Sediaan masker gel peel-off antijerawat ekstrak etanol kulit jeruk manis ( Citrus sinensis (L.) Obseck) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus

Maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi dari minyak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis Osb.) dan minyak kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmanni Nees ex BI)

Laju konsumsi rayap dilakukan selama 7 hari pada kertas uji yang telah diberikan minyak atsiri kulit jeruk manis ( Citrus sinensis L.. Namun pada konsentrasi 10%