MODEL DETEKSI DAN PEMBLOKIRAN TINDAKAN AMORAL PENGGUNA INTERNET
Muhamad Danuri
Manajemen Informatika, AMIK Jakarta Teknologi Cipta, Semarang 50231 E-mail : [email protected]
ABSTRAK
Semakin berkembangnya internet kepada penggunanya menambah keleluasaan pribadi untuk melakukan tindakan berdampak positif maupun negatif atau tindakan yang melebihi batas moral kepada manusia yang lain. Tindakan melebihi batas ini merupakan tindakan amoral jika terbukti menggangu privasi orang lain. Berbagai upaya pemerintah untuk menekan kegiatan amoral dalam penggunaan internet namun hal ini belum bisa maksimal, pencegahan yang dilakukan masih pada tahap mengevaluasi dan memblokir situs-situs yang terindentifikasi mengandung kekerasan, pornografi dan sejenisnya. Teknik pemblokiran ini masih dapat ditembus dengan mengalihkan proxy yang mereka gunakan, maka situs-situs yang di blokir tetap dapat dibuka. Perlunya sebuah strategi yang lebih efektif dan efisien, sebagai metode alternatif adalah model pengendalian pada penggunanya melalui strategi
cyber religius
, hal ini disebabkan proses pengendalian berbasis pada penggunanya dengan cyber religious memberikan pemahaman akan akibat dari tindakan amoral yang dilakukannya, Peringatan akses internet dapat dilakukan dengan berbagai cara selain pemblokiran, pengecekan akses maupun peringatan terhadap akses tertentu. Model analisa dan deteksi tindakan amoral yang dilakukan oleh pengguna internet dapat dilakukan dengan konsepcyber religius
. Gambaran kerja dari sistem deteksi ini adalah mendeteksi dan mengevaluasi perintah yang diberikan olehUser
saat mengakses internet, kemudian memberikan peringatan komentar dan peringatan tentang dampak yang terjadi sejalan dengan konsepcyber religius
.Kata Kunci:
model deteksi, tindakan amoral, Internet, Cyber religius, Pengendalian
ABSTRACT
The increasing development of the internet to Users adds privacy to actions that have positive or negative impacts or actions that exceed the moral limits to other humans.
Actions beyond this limit are immoral if proven to interfere with the privacy of others.
Various government efforts to suppress immoral activities in the use of the internet but this has not been maximized, the prevention carried out is still at the stage of evaluating and blocking sites identified as containing violence, pornography and the like. This blocking technique can still be penetrated by diverting the proxy that they use, then blocked sites can still be opened. The need for a more effective and efficient strategy, as an alternative method is a model of control on its Users through the cyber Religious strategy, this is due to the process of controlling based on Users with cyber religious giving an understanding of the consequences of immoral acts. the internet can be done in various ways besides blocking, checking access and warning against certain accesses. The model of analysis and detection of immoral acts carried out by internet Users can be done with the concept of religious cyber. The working description of this detection system is to detect and evaluate the commands given by the User when accessing the internet, then give a warning of comments and warnings about the impacts that occur in line with the concept of religious cyber.
Keywords: detection model, immoral actions, Internet, Cyber Religious, Control
1. PENDAHULUANEra digital telah menjadi trend masyarakat dunia yang memberikan fasilitas bagi kegiatan manusia dalam mendukung tercapainya efisiensi, keamanan, kenyamanan dan efektifitas pada kegiatannya. Setiap saat masyarakat mulai tidak dapat terlepas dari teknologi digital baik yang diperuntukkan sebagai sarana komunikasi, pencarian informasi maupun bisnis dan pendidikan.
Pertumbuhan pengguna teknologi ini sudah hampir 60% dari seluruh penduduk dunia.