PERAN GURU BK DALAM PEMILIHAN KARIR PESERTA DIDIK DI KELAS XII SMA NEGERI 8 PADANG
Sari Apriani1, Rahma Wira Nita2, Besti Nora Dwi Putri2
1Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat
2Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This research was is motivated by the existence of learners who are still hesitant in determining career options are still less understanding of talent and ask for that is in him and still confused with the career that will be entered after graduating from hgh school according to the department chosen even though the teacher has provided BK service information about career choice to learners. This study aims to describe: 1) Role of BK teacher in preparing learners in choosing career, 2) Role of BK teacher in decision making in career selection. This type of research in descriptive quantitative research. Population all off class XII in State High School 8 Padang with total 253 people. Sampling technique is simple random sampling with the number of samples of 125 people. The data collection tool used is the questionnaire. The technique used to analyze the data is the percentage of research findings reveal that: 1) Role of BK teacher in preparing learners in selections of career parcategory role, 2) Role of BK teacher in decision making in the selection of career are in very important category. Based on the results of this study recommended to BK teachers in order to develop the career of learners well and teachers can provide BK service in schools, especially career guidance service with the participants. Educate will be known advantages and disadvantages that exist within him and know the career that will be selected later in accordance with the majors. BK teachers can also educate learners by providing career and information career.
Keyword: Role Of BK, Selection Career PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan bimbingan yang diberikan untuk membantu perkembangan peserta didik, sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, sehingga ia dapat hidup secara layak dalam kehidupannya. Pokok utama pendidikan adalah manusia.
Pendidikan diarahkan kepada manusia untuk mengembangkan potensi-potensi dasar manusia agar menjadi nyata. Melalui pendidikan juga dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan, dikembangkan nilai- nilai moral dan keterampilannya.
Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah bentuk satuan pendidikan menengah yang 1
menyelenggarakan program pendidikan tiga tahun setelah Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tujuan pendidikan di SMA berlandaskan dan menunjang tercapainya tujuan Pendidikan Nasional, yaitu untuk mencerdaskan +kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Prayitno, 1997:47).
Permasalahan yang sering dihadapi peserta didik SMA adalah masalah pendidikan lanjutan dan karir yang akan dipilih sesuai dengan jurusan di SMA. Seperti yang diungkapkan Prayitno (1995:20) bahwa masalah pendidikan dan pekerjaan tidak dapat disangkal lagi mempunyai sangkut paut antara satu dengan yang lainnya. Keputusan tentang jenis pekerjaan yang diinginkan tentu saja bersangkut paut dengan pendidikan yang harus
dijalani untuk mempersiapkan diri dalam pekerjaan yang diinginkan.
Sebaliknya keputusan tentang pendidikan yang akan diikuti mempunyai implikasi langsung terhadap pekerjaan individu yang bersangkutan setelah menamatkan pendidikan tersebut, sepanjang pendidikan yang dimaksud itu memang merupakan persiapan bagi pekerjaan itu.
Prayitno (1995:2) menyatakan bahwa salah satu tugas- tugas perkembangan yang hendak dicapai oleh peserta didik SMA agar selanjutnya mampu memasuki dengan sukses dewasa. Masa dewasa awal adalah mencapai kematangan dalam pemilihan karir yang akan dikembangkan lebih lanjut. Menurut Prayitno (1995:52) ada beberapa hal yang mempengaruhi pemilihan karir yang dialami peserta didik, diantaranya adalah:
1. Adanya pemahaman diri berkenaan dengan kecendrungan
karir yang hendak
dikembangkan.
2. Adanya orientasi dan informasi karir pada umumnya, khususnya
karir yang hendak dikembangkan.
3. Adanya orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
4. Adanya orientasi dan informasi terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan
karir yang hendak
dikembangkan.
Untuk membantu peserta didik dalam mempersiapkan diri untuk pemilihan karirnya yaitu dengan bimbingan karir yang diberikan kepada peserta didik.
Menurut Sukardi (2008:3) bimbingan karir adalah bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara terus menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri. Menurut Winkel (Tohirin, 2011:133) bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar setiap
memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.
Adanya bimbingan karir peserta didik dapat memahami dirinya yaitu dengan memahami keterampilan yang dimiliki, bakat, minat, dan cita- cita serta aspek lain yang mendukung pemahaman diri peserta didik.
Setelah itu mempersiapkan pilihan studi lanjut, diharapkan jurusan yang diikuti sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki peserta didik, sehingga nantinya peserta didik mampu menentukan pilihan karir atau jenis karir sesuai yang diinginkannya.
Melalui bimbingan karir yang diberikan oleh guru BK di SMA Negeri 8 Padang diharapkan peserta didik mampu untuk memahami dirinya, tingkat kemampuannya serta mampu mengetahui gambaran yang lengkap tentang karakteristik karirnya. Adanya bimbingan karir di sekolah, diharapkan dapat menumbuhkan profesionalisme dalam menghadapi dunia kerja dan kemandirian peserta didik dalam memilih karir yang akan dijalaninya
nanti berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Guru BK dapat mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya, dan dengan itu peserta didik dapat mengambil keputusan atas karir yang akan dipilihnya dan pendidikan yang akan dimasukinya.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan dua orang peserta didik pada tanggal 17 November 2016 di SMA Negeri 8 Padang menunjukkan bahwa peserta didik masih ragu-ragu dalam menentukan pilihan karir, peserta didik masih bingung dengan karir yang akan dimasuki setelah lulus dari SMA sesuai dengan jurusan yang dipilihnya, masih kurang memahami bakat dan minat yang ada didalam dirinya, belum mengetahui tentang prospek sekolah lanjutan. Hal ini terlihat ketidaktahuan peserta didik mengenai proses pendidikan yang akan dijalaninya setelah lulus dari SMA sesuai dengan jurusannya, tidak realistis dalam menentukan cita-cita sesuai dengan pilihan karirnya, tidak mengetahui informasi tentang pendidikan lanjutan dan
keahlian yang diperlukan dalam suatu bidang pekerjaan.
Kemudian hasil wawancara dengan satu orang guru BK pada tanggal 17 November 2016 peneliti memperoleh hasil bahwa guru BK memberikan layanan informasi tentang karir kepada peserta didik, tapi masih adanya peserta didik yang masih ragu dalam menentukan karir, guru BK juga memberikan informasi pendidikan lanjutan sesuai dengan jurusan dan mengarahkan peserta didik untuk memilih jurusan sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Tapi masih ada peserta didik yang tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya dalam menentukan pilihan karirnya, adanya peserta didik yang kurang memahami potensi yang ada didalam dirinya, peserta didik memilih jurusan tertentu karena permintaan orang tua atau hanya mengikuti temannnya tanpa memahami bakat dan minat yang ada di dalam dirinya.
Berkaitan dengan judul penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:
1. Peran guru BK dalam mempersiapkan peserta didik dalam memilih karir.
2. Peran guru BK dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan karir.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif.
Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini berupaya mendeskripsikan, mengungkap, menafsirkan data yang berhubungan dengan “Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Peserta Didik di Kelas XII SMA Negeri 8 Padang”.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juli 2017. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Padang.
Populasi yang menjadi objek penelitian ini adalah anak kelas XII SMA Negeri 8 Padang, yang aktif pada tahun pelajaran 2016/2017.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil kelas XII sebagai populasi karena peserta didik kelas XII akan menghadapi pemilihan karir sesuai dengan jurusan nantinya.
Populasi dalam penelitian ini 253 peserta didik kelas XII di SMA Negeri 8 Padang. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan simple random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 125 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.
Teknik analisi data dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik yaitu dengan mencari skor mean, standar devisiasi, skor minimum dan
skor maksimum dengan
menggunakan formula yang dikemukakan oleh Riduwan (2010:75). Selanjutnya mencari kategori digunakan rumus interval yang dikemukakan oleh Sturgess (Mangkuadmojo, 2003:37) dan menghitung persentase masing- masing frekuensi dengan menggunakan rumus persentase yang dikemukakan oleh Sugiyono (2013:94) Serta tahap terakhir dalam mencari uji validitas dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Koefisien Alfa Cronbach. dengan menggunakan Excel 2007.
HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1: Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Peserta di Kelas XII SMA Negeri 8 Padang Secara Variabel
Berdasarkan pengolahan data berjumlah 125 peserta didik yang peneliti lakukan dapat diungkapkan bahwa secara umum peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik di kelas XII SMA Negeri 8 Padang yang berada pada kategori sangat berperan sebanyak 42 orang (33,6%), berperan sebanyak 51 orang (40,8%), cukup berperan sebanyak 30 orang (24%), sedangkan untuk kurang berperan 2 orang (1,6%) dan sangat kurang berperan tidak ada yang memilih (0%), dapat disimpulkan bahwa persentase terbesar mengenai peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik Kelas XII di SMA
Negeri 8 Padang secara variable ltergolong berperan.
Tabel 2. Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Peserta Didik Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang Dilihat dari Sub Variabel Mempersiapkan Peserta Didik dalam Pemilihan Karir.
Interval Kategori Frekuensi % 110 –
125
Sangat
Berperan 30 24
94 - 109 Berperan 48 38.4 78 – 93 Cukup
Berperan 26 20.8 62 – 77 Kurang
Berperan 19 15.2
< 61
Sangat Kurang Berperan
2 1.6
Jumlah 125 100
Berdasarkan pengolahan data dari 125 peserta didik, tabel 2 mendeskripsikan peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir berada pada kategori sangat berperan 30 Orang (24%), berperan sebanyak 48 orang (38,4%), cukup berperan sebanyak 26 orang (20,8%), kurang berperan sebanyak 19 orang (15,2%), sedangkan sangat kurang berperan 2 orang (1,6%).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa
Interval Kategori Frekuensi % 193 – 230 Sangat
Berperan 42 33.6
155 – 192 Berperan 51 40.8 117 – 154 Cukup
Berperan 30 24
79 – 116 Kurang
Berperan 2 1.6
< 78
Sangat Kurang Berperan
0 0
Jumlah 125 100
persentase terbesar mengenai peran guru BK dalam pemilihan karir Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel mempersiapkan peserta dalam pemilihan karir berada pada kategori berperan.
Tabel 3. Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Peserta Didik Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel Pengambilan Keputusan dalam Pemilihan Karir
Interval Kategori Frekuensi % 88 - 105 Sangat
Berperan 46 36.8
70 - 87 Berperan 55 44 52 - 69 Cukup
Berperan 23 18.4
34 - 51 Kurang
Berperan 1 0.8
< 33
Sangat Kurang Berperan
0 0
Jumlah 125 100
Berdasarkan pegolahan data sejumlah 125 orang, tabel 3 mendeskripsikan dari variabel peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik kelas XII di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel pengambilan keputusan dalam pemilihan karir yang berada pada kategori sangat berperan sebanyak 46 orang (36,8%), berperan
55 orang (44%), cukup berperan 23 orang (18,4%), kurang berperan 1 orang (0,8%), sedangkan tidak ada yag memilih sangat kurang berperan (0%). Dapat disimpulkan bahwa persentase terbesar mengenai peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik kelas XII di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel pengambilan keputusan dalam pemilihan karir berada pada kategori berperan.
1. Deskripsi Data Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Peserta Didik Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang Secara Variabel
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, gambaran secara umum peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik di SMA Negeri 8 Padang secara tergolong berperan.
Menurut Tohirin (2011:133) bimbingan karir merupakan bantuan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan atau jabatan (profesi) tertentu serta membekali diri agar setiap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan diri dengan
tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki.
Bimbingan karir dilakukan oleh guru BK untuk membantu peserta didik mengarahkan karir yang akan dimasukinya sesuai dengan jurusannya, dan juga dapat membantu peserta didik memahami potensi yang ada di dalam dirinya serta mempersiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan.
Berdasarkan penjelasan tersebut dan berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, dapat dimaknai bahwa peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik secara variabel dapat dikategorikan berperan. Hal ini dikarenakan dari 125 responden 51 peserta didik dalam peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik berada pada kategori berperan dengan presentase 40,8%. dari hasil data juga diperoleh bahwa dari 46 item dilihat dari variabel peran guru BK dalam pemilihan karir, peserta didik lebih banyak yang memilih item no 1, jadi dapat diketahui bahwa di SMA Negeri
8 Padang guru BK
menyelenggarakan tes IQ agar dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik. Dan item no 6 yang terendah, jadi dapat diketahui bahwa guru BK masih kurang dalam melihat kemampuan peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.
2. Deskripsi Data Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Peserta Didik Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari Sub Variabel Mempersiapkan Peserta Didik dalam Pemilihan Karir
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir berada pada kategori berperan. Mulyaningtyas (2007:62) menyatakan ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam
mempersiapkan karir adalah sebagai berikut:
a. Pemilihan karir itu harus disadari sebagai suatu proses yang berawal, berlanjut, dan berlangsung terus seumur hidup.
b. Pemilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetahuan tentang diri dalam hal potensi, bakat, minat, dan kemampuan.
c. Pemilihan karir haruslah sesuai dengan konsep diri.
d. Pemilihan karir harus didasarkan pada informasi yang tepat dan realistis tentang jenis karir yang diinginkan.
e. Membangun karir dapat diawali dengan mengikuti latihan, pendidikan, dan pola tingkah laku yang diperlukan.
f. Pemilihan karir harus direncanakan dan dirancang untuk membuat keputusan akhir. Karir apa yang diinginkan dan bagaimana mencapainya.
Berdasarkan penjelasan tersebut dan berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, dapat dimaknai bahwa peran guru BK
dalam pemilihan karir peserta didik secara sub variabel dilihat dari peran guru BK dalam mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir dapat dikategorikan berperan. Hal ini dikarenakan dari 125 responden 51 peserta didik dalam peran guru BK dalam mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir berada pada kategori berperan dengan presentase 40,8%. dari hasil data juga diperoleh bahwa dari 25 item dilihat dari sub variabel mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir, peserta didik lebih banyak yang memilih item no 1, jadi dapat diketahui bahwa di SMA Negeri 8
Padang guru BK
menyelenggarakan tes IQ agar dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didik. Dan item no 6 yang terendah, jadi dapat diketahui bahwa guru BK masih kurang dalam melihat kemampuan peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.
3. Peran Guru BK dalam Pemilihan Karir Kelas XII di SMA Negeri 8 Padang Dilihat dari Sub Variabel
Pengambilan Keputusan dalam Pemilihan karir
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik di SMA Negeri 8 Padang dilihat dari sub variabel pengambilan keputusan dalam pemilihan karir yang berada pada kategori berperan.
Tiedeman dan O’Hara (Marinhu, 1988:83) membagi proses pengambilan keputusan menjadi dua aspek, antisipasi dan akomodasi. Periode antisipasi terdiri dari praokupasi individu- indvidu dengan langkah-langkah dan perincian-perincian yang menjadi dasar keputusan yang diambil. Periode akomodasi merupakan perubahan dari imaginasi dan pilihan kepada implementasi dan penyesuaian- penyesuaian yang didasarkan pada realitas yang berlangsung antara diri dan realitas eksternal, segera sesudah pilihan dilakukan dan diimplementasikan.
Berdasarkan penjelasan tersebut dan berdasarkan data
yang diperoleh oleh peneliti, dapat dimaknai bahwa peran guru BK dalam pemilihan karir peserta didik secara sub variabel dilihat dari pengambilan keputusan dalam pemilihan karir dapat dikategorikan berperan. Hal ini dikarenakan dari 125 responden 55 peserta didik dalam peran guru BK dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan karir berada pada kategori berperan dengan presentase 44%. Dari hasil data juga diperoleh bahwa dari 21 item dilihat dari sub variabel peran guru BK dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan karir, peserta didik lebih banyak yang memilih item no 46, jadi dapat diketahui bahwa guru BK di SMA Negeri 8 Padang mengamati terhadap kegiatan pada jrusan peserta didik. Dan item no 26 yang terendah, jadi dapat diketahui bahwa masih kurangnya guru BK memberikan arahan kepada peserta didik untuk mengikuti bimbel sesuai dengan pilihan kari nantinya
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Peran guru BK dalam mempersiapkan peserta didik dalam pemilihan karir di SMA Negeri 8 Padang berada pada kriteria berperan.
2. Peran guru BK dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan karir di SMA Negeri 8 Padang berada pada kriteria berperan.
KEPUSTAKAAN
Marinhu.1988. Pengantar Bimbingan dan Konseling Karir. Jakarta:
Rineka Cipta.
Mangkuadmojo. 2003. Pengantar Statistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyaningtyas, Renita. 2007.
Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Prayitno.1997. Seri Pemandu Pelaksana Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Buku III). Jakarta: Aksara.
Prayitno.1995. Seri Pemandu Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Buku IV). Padang.
IKIP Padang.
Riduwan.2010. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardi, Dewa Ketut dan Desak P.E.
Nila Kusmawati. 2008.
Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah.
Jakarta: RinekaCipta.
Tohirin. 2011. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Rajawali Pers.