Desain Winglet pada
Hidrofoil Kapal Cepat
Presentation by Muhammad Irsyaduddin Romadhoni
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page
Perairan Kalimantan yang terdiri dari sungai dengan kedalaman terbatas membutuhkan moda transportasi kapal yang cocok untuk karakteristik perairan tersebut.
Latar Belakang
02
Kapal hidrofoil merupakan salah satu kapal yang dapat digunakan pada perairan dangkal dikarenakan pada saat kapal meningkatkan kecepatannya, hidrofoil memproduksi gaya angkat sehingga lambungnya terangkat dan keluar dari air.
Gaya angkat pada foil bergantung pada koefisien gaya angkat yang dipengaruhi oleh desain bentuk chamber dari foil. Nilai maksimum dari koefisien gaya angkat berada tepat sebelum kondisi stall yang dilambangkan dengan maximum coefficient lift. Harga tersebut merupakan aspek paling penting dari performa foil.
Akan tetapi, pengaplikasian sayap di bawah permukaan air tersebut juga menimbulkan kerugian yaitu aliran turbulen pada trailing edge foil dikarenakan adanya pertemuan dua aliran fluida yang berasal dari punggung (suction side) dan muka (pressure side) hidrofoil. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemasangan winglet yang tepat sebagaimana yang digunakan pada sayap pesawat
Winglet merupakan foil vertikal yang dihubungkan dengan hidrofoil yang terpasang secara
horizontal pada foil.
rumusan masalah
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
1
3 2
Bagaimana desain winglet yang optimum terhadap rasio gaya angkat dan drag?
Bagaimana pengaruh konsumsi bahan bakar terhadap penambahan winglet pada hidrofoil?
Bagaimana pengaruh desain winglet terhadap turbulensi hidrofoil?
Page 03
01 02
Menghasilkan desain winglet yang optimum terhadap rasio gaya angkat dan drag
Menganalisis pengaruh desain winglet terhadap turbulensi hidrofoil.
Page 04
03 Menganalisis pengaruh konsumsi bahan bakar terhadap penambahan winglet pada hidrofoil.
TUJUAN PENELITIAN
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 05
BATASAN MASALAH
Secara akademik, diharapkan hasil pengerjaan tugas akhir ini dapat membantu menunjang proses belajar mengajar dan turut memajukan khazanah pendidikan.
Secara praktis, diharapkan hasil dari tugas akhir ini dapat memberikan masukan mengenai desain winglet hidrofoil kapal cepat kepada owner kapal terkait desain winglet hidrofoil kapal cepat di wilayah perairan kalimantan.
Tugas akhir ini hanya menggunakan variasi winglet W1, W2 dan W3.
Tugas akhir ini hanya menggunakan profil NACA 64(1)212 1.
2.
MANFAAT PENELITIAN
01 02
Kapal Cepat
merupakan kapal yang memiliki bilangan Froude lebih dari sama dengan 0,35 saat berlayar.
Hidrofoil
adalah sebuah kapal dengan bagian seperti sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal
Page 06
03 Menganalisis pengaruh konsumsi bahan bakar terhadap penambahan winglet pada hidrofoil.
tinajauan pustaka
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Winglet
Winglet merupakan tambahan bentuk dari foil di bagian ujung yang dirancang untuk mengurangi turbulensi fluida dan drag.
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 07
tinjauan
pustaka
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
PENELITIAN TERDAHULU Page 08
STUDI PERANCANGAN HYDROFOIL KAPAL PENUMPANG UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU
A computational study into the effect of the winglets on the performance of fully submerged hydrofoils CFD Analysis of Winglets at Low Subsonic Flow
Design of Hydrofoil Craft for Balikpapan-Penajam Route
ANALISA PENGARUH SUDUT SERANG HIDROFOIL TERHADAP GAYA ANGKAT KAPAL TRIMARAN
HIDROFOIL
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 09
METODOLOGI
PENELITIAN
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
hasil dan pembahasan Page 10
Perhitungan Hambatan Kapal
1.
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
hasil dan pembahasan Page 11
2. Perhitungan Displacement Kapal
Nilai displacement sebesar 0,1768 t. Sehingga
dibutuhkan rancang hidrofoil yang mampu
mengangkat kapal dengan displacement
tersebut. 0,1768 Ton = 1,73382 Kilonewton = 1733,82
Newton, dimana 1 Ton = 9,81 kN.Hidrofoil
dirancang sebanyak 2 buah dan penempatan
pada AP dan FP. Artinya 1733,82 N/2 = 866,91 N
untuk tiap hidrofoil.
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
hasil dan pembahasan Page 12
3. Desain Hidrofoil Winglet
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 13
Kinerja Hidrofoil Winglet
hasil dan
pembahasan
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 14
Kinerja Hidrofoil Winglet
hasil dan
pembahasan
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 15
Kinerja Hidrofoil Winglet
hasil dan
pembahasan
Hasil dan pembahasan
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 16
Kinerja Hidrofoil Winglet
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 17 Karakteristik aliran
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
karakteristik aliran Page 18
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan
Page 19
efisiensi bahan bakar
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ukuran utama winglet tipe W1 dengan panjang winglet root chord (Cw) 100% dari panjang chord hidrofoil dengan tebal winglet 10 mm dan menghasilkan gaya angkat sebesar dan gaya hambat sebesar 14369,79 N dan 4093,43 N atau dengan perbandingan antara gaya angkat dan gaya hambat adalah sebesar 3,51 pada angle of attack 20O pada kecepatan aliran 15,4333 m/s atau 30 knot. Sedangkan ukuran utama winglet tipe W2 dengan panjang winglet root chord (Cw) 75% dari panjang chord hidrofoil dengan tebal winglet 10 mm dan menghasilkan gaya angkat sebesar dan gaya hambat sebesar 14020,52 N dan 4022,65 N atau dengan perbandingan antara gaya angkat dan gaya hambat adalah sebesar 3,485 pada angle of attack 20O pada kecepatan aliran 15,4333 m/s atau 30 knot. Sedangkan ukuran utama winglet tipe W3 dengan panjang winglet root chord (Cw) 50% dari panjang chord hidrofoil dengan tebal winglet 10 mm dan menghasilkan gaya angkat sebesar dan gaya hambat sebesar 14044,90 N dan 4230,34 N atau dengan perbandingan antara gaya angkat dan gaya hambat adalah sebesar 3,32 pada angle of attack 20O pada kecepatan aliran 15,4333 m/s atau 30 knot.
Berdasarkan hasil analisa desain winglet dapat mengurangi aliran fluida yang melintas dari bagain bawah foil menuju bagian atas foil. Desain winglet W1 adalah yang paling optimal dimana aliran fluida pada tipe W1 melintas menuju bagian atas foil tanpa menyentuh bagian winglet, sedangkan tipe W2 dan W3 ketika aliran fluida melintas menuju bagain punggung foil aliran fluida menyentuh winglet.
Konsumsi bahan bakar kapal saat kapal dalam kondisi lifting pada kecepatan 7,75 dan 30 knot adalah 11,088 dan 441,232 gram. Sedangkan saat kapal dalam kondisi displacement pada kecepattan 7,75 dan 30 knot adalah 192,486 dan 1350,207 gram, dengan demikian diketahui konsumsi bahan bakar kapal dalam kondisi lifting lebih effisien dibandingkan ketika kapal dalam kondisi displacement.
Program Studi Teknik Perkapalan | Institut Teknologi Kalimantan