• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI BIODEGRADASI PET (Polyethylene Terephthalate) OLEH BAKTERI TERMOFILIK YANG DIISOLASI DARI SUMBER AIR PANAS BUKIK GADANG, SOLOK, SUMATERA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UJI BIODEGRADASI PET (Polyethylene Terephthalate) OLEH BAKTERI TERMOFILIK YANG DIISOLASI DARI SUMBER AIR PANAS BUKIK GADANG, SOLOK, SUMATERA BARAT"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 UJI BIODEGRADASI PET (Polyethylene Terephthalate) OLEH BAKTERI TERMOFILIK YANG DIISOLASI DARI SUMBER AIR PANAS BUKIK

GADANG, SOLOK, SUMATERA BARAT

Zilfadhilah, Amir Awaluddin, Saryono Mahasiswa Program S1 Kimia

Bidang Biokimia dan Biologi Molekuler Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia

[email protected] ABSTRACT

Plastic is a synthetic polymer compound formed from the polymerization of monomers composed of hydrocarbon bonds. The high use of plastic has an impact on increasing piles of plastic waste, one of the efforts made to reduce this problem is to carry out biodegradation. The purpose of this study was to determine the ability of thermophilic bacteria with isolate codes LBKURCC185, LBKURCC186, LBKURCC187, LBKURCC188, LBKURCC189, and LBKURCC190 genus Pseudomonas sp. and Thermus sp. to degrade Polyethylene Terephthalate (PET) plastic during an incubation period of 4 weeks using a temperature of 50 oC. This research method is a biodegradation test in Nutrient Agar (NA) and Mineral Salt (MSM) solid media. The bacteria that had the highest percentage of degradation was LBKURCC186 genus Pseudomonas sp., which experienced a decrease in PET weight of 0.85% in the MSM test medium. FTIR results showed a decrease in wave number, bond breaking, and formation of functional groups at O-H, C-H aliphatic, C=O, C=C, and C-O, as well as a change in the percentage value of the transmission. SEM analysis showed that there was damage to the surface of the test PET with the addition of LBKURCC186 bacteria, which made the PET surface uneven;

there were cavities and lumps after an incubation period of 4 weeks.

Keywords: Bacteria, biodegradation, Polyethylene Terephthalate (PET) ABSTRAK

Plastik merupakan senyawa polimer sintetik yang terbentuk dari polimerisasi monomer yang tersusun dari ikatan hidrokarbon. Tingginya penggunaan plastik berdampak pada peningkatan timbunan sampah plastik, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi permasalahan ini adalah dengan melakukan biodegradasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bakteri termofilik dengan kode isolat LBKURCC185, LBKURCC186, LBKURCC187, LBKURCC188, LBKURCC189, dan LBKURCC190 genus Pseudomonas sp. dan Thermus sp. untuk mendegradasi plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) selama masa inkubasi 4 minggu menggunakan

(2)

2 suhu 50 oC. Metode penelitian ini adalah uji biodegradasi dalam media padat Nutrient Agar (NA) dan Medium Salt Mineral (MSM). Bakteri yang memiliki persentase degradasi tertinggi adalah LBKURCC186 genus Pseudomonas sp., yang mengalami penurunan berat PET sebesar 0,85% dalam media uji MSM. Hasil FTIR menunjukkan terjadi penurunan bilangan gelombang, pemutusan ikatan dan pembentukan gugus fungsi pada O-H, C-H alifatik, C=O, C=C, dan C-O serta perubahan nilai persentase transmisi.

Analisis SEM meunjukkan terjadi kerusakan pada permukaan PET uji dengan penambahan bakteri LBKURCC186, yang membuat permukaan PET menjadi tidak rata;

terdapat rongga dan bongkahan setelah masa inkubasi selama 4 minggu..

Kata kunci: bakteri, biodegradasi, Polyethylene Terephthalate (PET) PENDAHULUAN

Plastik merupakan senyawa polimer sintetik yang terbentuk dari polimerisasi monomer yang tersusun dari ikatan hidrokarbon. Setiap tahun lebih dari 260 juta ton plastik diproduksi di berbagai negara. Plastik PET (Polyethylene Terephthalate) merupakan polimer termoplastik yang tersusun atas monomer etilen glikol dan asam tereftalat. PET banyak didistribusikan pada kemasan makanan karena sifatnya yang mudah dibentuk, kuat, transparan, dan ekonomis (Fitriyano dan Rahim, 2019). Selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia terjadi peningkatan terutama pada produksi limbah padat rumah tangga dari 5% menjadi 30%, karena meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap makanan dan minuman yang dipesan secara online

yang sebagian besar kemasannya terbuat dari plastik PET (Sharma et al., 2020).

Meningkatnya produksi dan konsumsi plastik PET menjadikannya salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Salah satu solusi untuk menangani permasalahan tersebut dengan cara metode biologis yaitu biodegradasi yang menggunakan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang memiliki kemampuan untuk mendegradasi polimer plastik secara alami dan tidak menimbulkan zat baru yang dapat membahayakan lingkungan.

Taghavi et al. (2020) berhasil mendegradasi PET menggunakan bakteri Pseudomonas sp. dan terjadi penurunan berat plastik sebesar 0,16%

selama masa inkubasi 30 hari pada suhu 30 oC, hasil analisis FTIR menghasilkan terjadinya pembentukan gugus fungsi baru yaitu alkil (CH2) pada 2980 dan

(3)

3 2880 cm-1. Pseudomonas sp. dapat

menghasilkan enzim yang mampu mendegradasi plastik, yaitu serin, hidrolase, esterase, dan lipase. penelitian Chen et al. (2020) melakukan biodegradasi mikroplastik polistiren menggunakan bakteri Thermus dimana terjadi penurunan berat plastik sebesar 7,3% setelah masa inkubasi selama 56 hari pada suhu 70 oC.

METODE PENELITIAN a. Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Incubator Memmert IN55, autoklaf Electric Model No.25X (Winconsin Aluminium Foundry Co.

Inc., Monitowoc), Shaking Incubator LSI-3016R DAIHAN LABTECH, Neraca Analitik KERN ABJ-NM/ABS-N, Laminar Air Flow (LAF), hot plate (Wise Stir MSH-208), Memmert UN30 Universal oven, cawan petri, jarum ose, spektrofotometer UV-Visible (Genesys 10S UV-VIS v4.002 2L9N175013), Fourier Transform Infrared (FTIR Shimadzu IR Prestige-21), SEM (Scanning Electron Microscopy).

Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah 6 isolat bakteri termofilik genus Pseudomonas sp. dan Thermus sp. yang telah diisolasi

sebelumnya oleh (Sidauruk, 2019) di sumber air panas Bukik Gadang, Solok, Sumatera Barat dengan kode isolat LBKURCC185, LBKURCC186, LBKURCC187, LBKURCC188, LBKURCC189 ,dan LBKURCC190, Nutrient Agar (NA) (Merck), Nutrient Broth (NB) (Merck), Potasium Dihidrogen Fosfat (KH2PO4) (Merck), Dipotasium Hidrogen Fosfat (K2HPO4) (Merck), Amonium Sulfat ((NH4)2SO4) (Merck), Magnesium Sulfat Heptahidrat (MgSO4.7H2O) (Merck), Natrium Klorida (NaCl) (Merck), Ferro Sulfat Heptahidrat (FeSO4.7H2O) (Merck), Kalsium Klorida Dihidrat (CaCl2.7H2O) (Merck), Mangan Sulfat Hidrat (MnSO4.H2O) (Merck), Tembaga (II) Sulfat Pentahidrat (CuSO4.5H2O) (Merck), Zink Sulfat Pentahidrat (ZnSO4.5H2O) (Merck), Glukosa, agar batang, alkohol 70%, Aqua DM, dan PET dari botol plastik bekas minuman air mineral merek Le Minerale.

b. Peremajaan Isolat Bakteri Dalam Media Nutrient Agar (NA) dan Pembuatan Inokulum

Isolat bakteri LBKURCC185, LBKURCC186, LBKURCC187, LBKURCC188, LBKURCC189 dan LBKURCC190 diremajakan secara

(4)

4 aseptis dalam media NA menggunakan

jarum ose steril lalu diinkubasi pada suhu 50 oC selama 24 jam. Pembuatan inokulum dilakukan dengan meremajakan bakteri secara aseptis dalam media NB menggunakan jarum ose steril sebanyak 1-2 ose lalu diinkubasi menggunakan Shaking Incubator dengan kecepatan 150rpm suhu 50 oC selama 24 jam.

c. Pembuatan Media Uji Mineral Salt Medium (MSM) Agar

Media Mineral Salt Medium (MSM) dibuat dengan cara melarutkan garam mineral dalam 1000 mL aqua DM. MSM terdiri dari KH2PO4 0.2 gram, K2HPO4 1 gram, (NH4)2SO4 1 gram, MgSO4.7H2O 0.5 gram, NaCl 1 gram, FeSO4.7H2O 0.01 gram, CaCl2.2H2O 0.002 gram, MnSO4.H2O 0.001 gram, CuSO4.5H2O 0.001 gram, ZnSO4.5H2O 0.001 gram, pH 7, Glukosa 1%, agar batang 17 gram dalam 1000 mL. pH di ukur agar diperoleh pH 7.

Agar batang yang telah dilarutkan dengan aqua DM selanjutnya dicampur ke dalam media MSM yang sudah disaring sebelumnya ke dalam erlenmeyer. Larutan MSM diautoklaf pada suhu 121°C dan tekanan 15 lbs selama 15 menit.

d. Preparasi Plastik PET (Polyethylene Terephthalate)

Plastik PET yang berasal dari botol plastik air mineral “Le Minerale”

dipotong dengan ukuran 1,5 x 1,5 cm.

Potongan plastik PET disterilkan dengan cara direndam dengan alkohol 70%

selama 30 menit. PET dibilas dengan Aqua DM steril selama 30 menit dan dikeringkan menggunakan oven suhu 80

oC selama 24. Plastik PET yang telah steril ditimbang dengan menggunakan neraca analitik hingga berat konstan e. Uji Biodegradasi PET

Inokulum bakteri OD 1 diinokulasi sebanyak 1 mL secara pour plate ke dalam cawan petri yang telah steril.

Media NA cair ditambahkan dalam cawan petri sebanyak 20 mL. Kemudian didiamkan pada suhu ruang hingga media menjadi setengah padat dan diletakkan potongan plastik PET steril diatasnya kemudian didiamkan kembali hingga media menjadi padat. Hal yang sama juga dilakukan terhadap media uji MSM. Media uji NA dan MSM dibungkus dengan kertas dan diinkubasi pada suhu 50oC selama 4 minggu di dalam inkubator.

f. Pengukuran Persentase Berat Hilang PET

(5)

5 PET yang telah diinkubasi selama

4 minggu disterilisasi terlebih dahulu.

Berat akhir PET ditimbang hingga berat konstan. Persentase hilang berat PET dihitung menggunakan persamaan berikut:

%Berat hilang =Wi − Wf

Wi x100%

Keterangan:

Wi = Berat awal PET sebelum degradasi (gram)

Wf = Berat PET setelah degradasi (gram)

g. Analisis Scanning Electron Microscope (SEM)

PET yang telah melalui proses degradasi oleh bakteri diuji menggunakan SEM. Analisis SEM dilakukan di Jurusan Teknik Mesin, Institut Sepuluh Nopember.

h. Analisis Fourier Transfrom InfraRed (FTIR)

PET yang telah melalui proses degradasi oleh bakteri selama masa inkubasi 4 minggu dianalisis menggunakan FTIR. Analisis FTIR dilakukan di Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Riau.

HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Persentase Berat Hilang PET Setelah Uji Biodegradasi

Pengukuran kehilangan berat PET dilakukan dengan cara menghitung selisih berat PET sebelum biodegradasi dan setelah proses degradasi. Adapun hasil data persentase berat hilang PET yang telah diperoleh setelah masa inkubasi selama 4 minggu dapat dilihat pada Tabel 1. Dari data yang diperoleh, PET dengan penambahan bakteri LBKURCC185 dan LBKURR186 memiliki persentase biodegradasi tertinggi yaitu sebesar 0,85% dalam media uji MSM.

Tabel 1. Persentase berat hilang PET setelah biodegradasi

No. Kode Isolat Media Berat Awal PET (g)

Berat Akhir PET (g)

Persentase Berat Hilang

PET (%)

1 Kontrol NA 0,0453 0,0453 0

MSM 0,0430 0,0430 0

2 LBKURCC185 Thermus sp.

NA 0,0492 0,0490 0,4

MSM 0,0466 0,0462 0,85

(6)

6 3 LBKURCC186

Pseudomonas sp.

NA 0,0477 0,0474 0,62

MSM 0,0471 0,0467 0,85

4 LBKURCC187 Pseudomonas sp.

NA 0,0456 0,0455 0,21

MSM 0,0424 0,0422 0,4

5 LBKURCC188 Thermus sp.

NA 0,0442 0,0441 0,21

MSM 0,0477 0,0477 0

6 LBKURCC189 Pseudomonas sp.

NA 0,0466 0,0466 0

MSM 0,0437 0,0436 0,21

7 LBKURCC190 Pseudomonas sp.

NA 0,0445 0,0445 0

MSM 0,0434 0,0433 0,21

Penelitian Agustien et al. (2016) biodegradasi polietilen oleh bakteri pseudomonas sp. dilakukan dalam masa inkubasi 4 minggu suhu 30 oC terjadi pengurangan berat plastik sebesar 11,7%. PET dengan penambahan bakteri LBKURCC187 dan LBKURCC188 mengalami penurunan berat plastik yang kecil yaitu 0,21% pada media NA setelah uji biodegradasi. PET dengan penambahan bakteri LBKURCC189 dan LBKURCC190 tidak terjadi penurunan berat setelah uji biodegradasi selama 4 minggu dalam media NA. Lama waktu inkubasi mempengaruhi proses biodegradasi. Wanatabe et al. (2003), mengatakan hidrofobisitas yang kuat, ikatan kimia dan berat molekul yang tinggi dapat menghambat efisiensi degradasi plastik oleh mikroorganisme,

terutama dalam waktu singkat.

Sriningsih dan Shovitri (2015), menggunakan bakteri Pseudomonas sp.

pada uji biodegradasi plastik putih didapatkan hasil presentase kehilangan berat plastik sebesar 3.3% selama masa inkubasi 3 bulan . Pada penelitian Chen et al. (2020) melakukan biodegradasi mikroplastik polistiren menggunakan bakteri Thermus dimana terjadi penurunan berat plastik sebesar 7,3%

setelah masa inkubasi selama 56 hari pada suhu 70 oC.

Penurunan berat PET disebabkan karena adanya enzim yang menempel pada permukaan plastik uji kemudian mengalami proses hidrolisis yang dapat mengikis permukaan polimer sehingga penurunan persentase berat plastik uji.

Perbedaan penurunan berat PET pada

(7)

7 media NA dan MSM menunjukkan

bahwa kemampuan masing-masing bakteri dalam mendegradasi PET berbeda. Penambahan glukosa yang sedikit bertujuan untuk menciptakan kondisi tercekam bagi bakteri sehingga menggunakan PET sebagai sumber karbon untuk pertumbuhannya.

Tumbuhnya bakteri secara normal pada media yang mengandung polimer dan beberapa unsur nitrogen, dapat mengindikasikan bahwa bakteri mampu

mempergunakan unsur karbon dari polimer untuk memenuhi kebutuhan karbon dalam proses metabolisme.

b. Analisis SEM

Analisis SEM diujikan pada PET kontrol dan PET yang mengalami persentase berat hilang tertinggi yaitu PET dengan bakteri. Analisis SEM dilakukan menggunakan skala perbesaran 10.000. Hasil analisis SEM pada PET dalam media NA dan MSM dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Analisis SEM pada permukaan PET setelah masa inkubasi selama 4 minggu dengan perbesaraan 10.000 (a) Kontrol (b) LBKURCC186 dalam media uji NA (c) LBKURCC186 dalam media uji MSM

Gambar 1. menunjukkan bahwa pada permukaan PET dengan penambahan isolat bakteri LBKURCC186 terjadi kerusakan dengan terbentuknya permukaan yang tidak rata, terdapat keretakan dan bongkahan pada permukaannya apabila dibandingkan dengan PET kontrol yang terlihat mulus. Kerusakan permukaan PET setelah uji biodegradasi disebabkan karena adanya enzim yang dihasilkan bakteri tersebut. Enzim menempel pada

permukaan plastik uji kemudian mengalami proses hidrolisis yang dapat mengikis permukaan polimer. Penelitian Taghavi et al (2020) menyatakan bakteri pseudomoas sp. mendegradasi plastik PET selama masa inkubasi 30 hari, diperoleh hasil analisis SEM secara signifikan terjadi keretakan pada permukaan PET setelah masa inkubasi.

c. Analisis FTIR

Hasil analisis FTIR pada Gambar 2. terjadi perubahan berupa terbentuk

(c) (b)

(a)

(8)

8 gugus fungsi baru, hilangnya gugus

fungsi maupun penurunan bilangan gelombang dari PET setelah uji biodegradasi dan terjadi perubahan

persentase nilai transmisi setelah dilakukan perbandingan dengan PET kontrol.

Gambar 2. Hasil analisis FTIR pada plastik kontrol dan isolat LBKURCC185- LBKURCC190 setelah masa inkubasi selama 4 minggu (a) dalam media uji NA dan (b) media MSM

Terjadi pembentukan gugus fungsi baru O-H pada bilangan gelombang 3262,51 cm-1 dan C=O pada bilangan gelombang 2695,61 cm-1. Hilangnya gugus fungsi C=O pada bilangan gelombang 1829,21 cm-1. Kim et al (2020) bakteri pseudomonas sp. dalam masa inkubasi 60 hari mendegradasi plastik polistiren analisis FTIR terdapat pembentukan gugus fungsi baru (C=O)

pada 1715 cm-1, dan terbentuk gugus O- H pada bilangan gelombang sekitar 3300-3600 cm-1. Hasil penelitian terjadi penurunan bilangan gelombang pada gugus fungsi C=C dari 1508,40 cm-1 menjadi 1502,61 cm-1 dan pada gugus fungsi C-O pada bilangan gelombang 1017,49 cm-1 menjadi 1010,74 cm-1. Hasil yang diperoleh sama dengan penelitian yang telah dilakukan oleh

800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 2200 2400 2600 2800 3000 3200 3400 3600 3800

1/cm -15

-7,5 0 7,5 15 22,5 30 37,5 45 52,5 60 67,5 75 82,5 90 97,5

%T

Kontrol 185 NA 186 NA 187 NA 188 NA 189 NA 190 NA

190 NA

800 1000 1200 1400 1600 1800 2000 2200 2400 2600 2800 3000 3200 3400 3600 3800

1/cm -15

-7,5 0 7,5 15 22,5 30 37,5 45 52,5 60 67,5 75 82,5 90 97,5

%T

Kontrol 185 MSM 186 MSM 187 MSM 188 MSM 189 MSM 190 MSM

190 MSM

O-H C-H alifatik C=O

C=C C-O

O-H C-H alifatik

C=C C-O C=O

(9)

9 Sang et al. (2020) terjadi penurunan

bilangan gelombang gugus fungsi C-O pada PET pada bilangan gelombang 1100 cm-1. Penurunan bilangan gelombang menyebabkan panjang ikatan bertambah, ikatan menjadi lemah dan kerapatan elektron semakin berkurang sehingga energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan tersebut menjadi kecil (Zaenudin, 2014).

Terjadi pembentukan gugus fungsi C-H pada bilangan gelombang 2761,56 cm-1. Hal ini sama dengan hasil peelitian yang telah dilakukan oleh Taghavi et al (2020) menyatakan bakteri pseudomoas sp. dalam mendegradasi plastik PET

selama masa inkubasi 30 hari dari hasil analisis FTIR menghasilkan terjadinya pembentukan gugus fungsi baru yaitu alkil (CH2) pada 2980 dan 2880 cm-1. Hasil analisis FTIR terdapat perbedaan nilai persentase transmisi. Perbedaan nilai transmisi menunjukkan bahwa telah terjadi peregangan pada rantai polimer.

Peregangan rantai polimer mengindikasikan telah terjadi degradasi oleh mikroorganisme. Berdasarkan nilai persentase transmisi yang mendekati 100% menunjukan bahwa polimer bersifat semakin renggang, karena tidak ada sinar inframerah yang diserap oleh polimer (Rohmah dkk., 2018).

KESIMPULAN

Bakteri yang memiliki persentase berat hilang PET setelah biodegradasi adalah PET uji dengan bakteri LBKURCC186 genus Pseudomonas sp.

dengan penurunan berat sebesar 0,85%

dalam media uji MSM. Analisis SEM terjadi kerusakan pada permukaan PET yaitu terbentuknya permukaan yang tidak rata, terdapat rongga dan bongkahan pada permukaan PET uji.

Analisis FTIR PET terjadi penurunan serapan bilangan gelombang, penambahan dan hilangnya gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, C=C, dan C-O.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Saryono, M.Si dan Prof.

Dr. Amir Awaluddin, M.Sc yang telah membimbing, memotivasi serta membantu penelitian dan penulisan karya ilmiah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agustien, A., Jannah, M dan Djamaan, A. 2016. Penyaringan polietilen sintetis plastik degradaing-bakteri dari tanah. Der Pharmacia Lettre.

8 (7) : 183-187

Chen,Z., Zhao.W., Xing,R., Xie,S., Yang,X., Cui,P., Lu,J., Liao,H., Yu,Z., Wang,S., Zhou,S. 2020. Enhanced in

(10)

10 situ biodegradation of

microplastics in sewage

sludge using

hyperthermophilic

composting technology.

Journal of Hazardous Materials. 384, 2-18.

Fitriyano, G dan Rahim, A. 2019.

Tinjauan singkat potensi pemanfaatan botol bekas berbahan Polyethylene Terephthalate (PET) di indonesia. Eksergi. 6 (1) : 18-24.

Rohmah, U. M., Shovitri, M dan Kueytasari, N.D. 2018.

Degradasi plastik oleh jamur Aspergillus terreus (LM 1021) pada pH 5 dan 6 serta suhu 25 oC dan 35 oC. Jurnal Sains dan Seni ITS. 7 (2) : 60-65.

Sang, T., Wallis, C. J., Hill, G., Britovsek, J.P. 2020.

Polyethylene terephthalate degradation under natural and accelerated weathering conditions. Journal Pre- proofs. 136: 1-29

Sharma, H. B., Vanapalli, K.R., Cheela.V.S., Ranjan, V.P., Jaglan, A.K., Dubey,B., Goel,S and Bhattacharya,J.

2020. Challenges, opportunities, and innovations solid waste management during and post Covid-19 pandemic.

Resources, Conversation &

Recycling.162

Sidauruk, A, N. 2019. Isolasi, identifikasi morfologi, dan uji aktivitas enzim hidrolitik bakteri termofilik dari sumber air panas bukik gadang, solok, sumatera

barat. Skripsi. Universitas Riau, Pekanbaru.

Sriningsih, A dan Shovitri, M. 2015.

Potensi isolat bakteri Pseudomonas sebagai pendegradasi plastik. Jurnal Sains dan Seni ITS. 4 (2), 68-70.

Taghavi,N., Singhal,N., Zhuang,W,W., Baroutian,S. 2021.

Degradation of plastic waste using stimulated and naturally occurring microbial strains.

Chemosphere. 263, 1-14.

Wanatabe, M., Kawai, F., Shibata, M., Yokoyama, S., and Y.

Sudate. 2003.

Computational Method for Analysis of Polyethylene Biodegradation. J Comput Appl Math. 161: 133–144.

Wati, R.I. 2020. Uji kemampuan biodegradasi sampah plastik Polyethylene (PE) oleh bakteri pendegradasi plastik yang diidolasi dari tempat pembuangan akhir (TPA) jabon Sidoarjo. Skripsi. UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Zaenudin, M. 2014. Studi pendahuluan interaksi ekstrak campuran daun saga (Abrus Precatorius L.) gambir (Uncaria gambir R.) dan kapur sirih (CaO), dengan metode spektroskopi uv- sinas tampak dan inframerah. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan serat kasar yang tidak berbeda dari kulit buah nipah dan pelepah nipah akibat lama waktu fermentasi disebabkan oleh karena mikroorganisme lokal (MOL)

Namun demikian, lokasi dari kegiatan ini yaitu pada area lego jangkar perairan Tanjung Perak yang ramai dimana selama proses ship to ship transfer berlangsung terdapat kapal –

[r]

 berfungsi sebagai pengikat partikel yang memiliki sifat permukaan hidrofobik, persen  padatan, untuk flotasi pada partikel kasar dapat dilakukan dengan persen padatan

Dari pengamatan dan analisa yang dilakukan terhadap kadar gula pada produk fermentasi Kombucha dari penggunaan beberapa jenis tanaman beralkaloid setelah 14 hari

Kontribusi terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat bukan hanya dari unsur pemerintah, tetapi dari semua komponen yang ada, termasuk adalah institusi

Kemampuan dalam berbahasa yang baik dan benar yakni pengungkapan kata-kata yang lebih baik misalnya berbicara lebih jelas, menggunakan kalimat SPOK, kosa kata lebih kaya yaitu