TRANSFORMASI HUJAN HARIAN KE HUJAN JAM-JAMAN MENGGUNAKAN METODE MONONOBE DAN PENGALIHRAGAMAN HUJAN ALIRAN (STUDI KASUS DI DAS TIRTOMOYO).
Teks penuh
Dokumen terkait
Kalibrasi model dilakukan secara coba ulang ber-dasarkan data hasil perhitung-an infiltrasi dengan meng-gunakan data curah hujan harian dan data evapotrans-pirasi harian
Berdasarkan Tabel 11, yang memberikan estimasi terbaik dalam memodelkan hujan aliran di stasiun Pantai Cermin pada tahap kalibrasi adalah wavelet Haar level 1 untuk
Sedangkan pada Tabel 3 diketahui bahwa pola distribusi empiris yang mendekati bentuk distribusi hujan jam – jaman hasil rata – rata selama delapan tahun untuk
Tujuannya adalah mendapatkan hidrograf aliran sungai yang masuk di Waduk Wonogiri berdasarkan data hujan jam-jaman, mendapatkan perubahan kedalaman muka air waduk tiap jam
Hasil analisis hujan harian dan durasi pendek (1 jam, 2 jam dan 3 jam) maksimum tahunan disajikan pada Gambar 2 dan Gambar 3. Gambar tersebut memperlihatkan bahwa untuk kurun
Interval waktu yang digunakan untuk analisis variabilitas spasial hujan juga dapat bervariasi dari jam-jaman, harian, bulanan, musiman, atau tahunan.. Interpolasi data hujan
Perhitungan hujan harian menjadi debit pada sub DAS Temon dilakukan dengan cara transformasi hujan menjadi aliran untuk mendapatkan debit, simulasi hujan-aliran ini
Tujuannya adalah mendapatkan hidrograf aliran sungai yang masuk di Waduk Wonogiri berdasarkan data hujan jam-jaman, mendapatkan perubahan kedalaman muka air waduk tiap jam