• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Distribusi Hujan Jam-Jaman pada Stasiun Hujan Pasar Kampar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pola Distribusi Hujan Jam-Jaman pada Stasiun Hujan Pasar Kampar"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Keadaan Hujan dan Intensitas Hujan  Keadaan hujan  Intensitas Hujan (mm)
Gambar  2  memberikan  gambaran  tentang  penyimpangan  distribusi  hujan  jam-jaman  metode  empirik  terhadap  hasil  pengamatan,  dapat  dilihat  bahwa  distribusi  hujan  jam-jaman  dari  model  distribusi  hujan  Alternating  Block  Method  (ABM)  mem

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendapatkan hasil kalibrasi konstanta ( m ) Mononobe untuk mengubah hujan harian menjadi hujan jam-jaman, (2) Mendapatkan hasil

Untuk mengkonversi data curah hujan harian ke curah hujan jam-jaman dibutuhkan model data curah hujan jam-jaman yang telah ada (diperoleh dari pengukuran curah hujan otomatis)

Apabila yang tersedia data hujan harian, untuk mendapatkan kedalaman hujan jam-jaman dari hujan rancangan dapat menggunakan model distribusi hujan, seperti distribusi

Prayoga (2004) melakukan penelitian pola hujan di DAS Cimanuk, Jawa Barat. Pola distribusi hujan didasarkan pada hujan deras yang tercatat oleh alat ukur hujan

Penelitian ini dibatasi oleh beberapa hal antara lain data hujan yang dianalisis adalah data hujan durasi pendek jam- jaman dari stasiun otomatis (ARR) di stasiun Kalibawangyang

Prayoga (2004) melakukan penelitian pola hujan di DAS Cimanuk, Jawa Barat. Pola distribusi hujan didasarkan pada hujan deras yang tercatat oleh alat ukur hujan

20 Dimana : t : Durasi hujan jam R, Rt : Curah hujan menurut Hasper Weduwen mm Xi : Curah hujan harian maksimum yang terpilih mm I : Intensitas hujan mm/jam 2.5 Pemilihan Metode

Pembahasan Evaluasi Penempatan Stasiun Hujan Jumlah stasiun hujan dalam suatu kawasan sangat mempengaruhi tingkat kepastian dari informasi hujan yang akan diperoleh dan digunakan