Fenomena
1. Jika kita perhatikan pengendara sepeda motor di jalan raya, biasanya kebanyakan dari antara mereka menggunakan jaket atau sweater.
2. Ketika udara cukup dingin kita juga biasa
menggunakan jaket, kaki harus dibungkus dengan kaos
3. Katanya kalau kita tidur di lantai ubin atau lantai keramik tanpa menggunakan kasur atau selimut, katanya bisa cepat sakit
Konduktifitas Thermal
Tetapan kesebandingan (k) adalah sifat fisik bahan atau material yang disebut konduktivitas termal. Persamaan diatas merupakan persamaan dasar tentang konduktivitas termal. Berdasarkan
rumusan itu maka dapatlah dilaksanakan pengukuran dalam percobaan untuk menentukan konduktifitas termal berbagai
qc
hc
Contoh soal
1. Salah satu permukaan sebuah plat tembaga yang tebalnya 5 cm mempunyai suhu tetap 380C,
sedangkan suhu permukaan yg sebelah lagi di jaga 95C. Berapa kalor yang berpindah melintasi lempeng tersebut (Konduktivitas thermal
tembaga 370 W/ m C)
2. Udara pada suhu 23C bertiup diatas plat panas berukuran (60x80) cm. Suhu plat dijaga tetap 300C. Koofesien perpindahan kalor konveksi adalah 20 W/m C. Hitung berapa nilai
3. Plat A dan Plat B merupakan dua plat tak
berhingga. Suhu plat A adalah 700 C dan suhu plat B 450 C. Pada kedua plat tersebut saling
terjadi perpindahan kalor secara radiasi. Hitung perpindahan kalor netto persatuan luas!
4. Jika plat pada contoh no 2 mempunyai
Perhitungan kecepatan linear parang untuk mencacah tandan sawit dirumuskan:
V = S/t
V = kecepatan linear (m/s) S = jarak (m)
Besarnya kecepatan linear parang untuk mencacah dipakai sebagai acuan besarnya kecepatan linear pisau pencacah yang akan didesain:
Vpisau pencacah = Vparang
V = ω. R
F = P/V
Dimana:
F =gaya (Newton) P = Daya (Watt)
Jika gaya tersebut bekerja pada luasan bidang potong (As) tertentu, maka gaya tersebut adalah gaya geser sedangkan besarnya tegangan geser untuk memotong dapat dihitung dengan persamaan:
τ
= F/ As
Dimana:
τ = tegangan geser (N/m2)
Pada alat yang dirancang, berapa luas pemotongannya (As-alat), maka gaya yang bekerja adalah:
Francangan = τ. As-alat
Francangan = gaya rancangan alat (N)
τ = tegangan geser (N/m2)
Besarnya daya yang diperlukan adalah:
P rancangan = F
rancangan (N) x r (m) x 2 . π . RPM / ( 60 x 735 )
Daya motor listrik penggerak pisau pencacah adalah sebesar:
Daya motor listrik = Daya rancangan / η
Contoh Soal:
Dari perhitungan manual pencacahan tandan kosong sawit diketahui jarak ayunan parang 27 cm, diameter bidang
potong nya 8 cm, dengan waktu pencacahan satu tandan
sawit adalah 1 menit. Setelah mencacah, denyut nadi orang yg mencacah dihitung sebesar 110 beats/min. Diameter
Langka Penyelesaian
1. V
2. Daya Manual (Tabel Christensen)
3. Kecepatan sudut dan RPM
4. Rpm-rancangan
5. F manual
6. As (luas bidang potong)
7. Tegangan geser
8. As-alat
9. F-rancangan
Bilamana konduktivitas thermal bahan tetap, tebal
dinding adalah ∆x, sedang T1 dan T2 adalah suhu
Jika dalam sistem tersebut terdapat lebih dari satu macam bahan, dan terdiri dari beberapa lapis dinding seperti terlihat pada gambar berikut :
Aliran kalor dapat dituliskan :
Laju perpindahan kalor dapat dipandang sebagai aliran, dapat ditulis:
𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑜𝑟 = 𝑏𝑒𝑑𝑎 𝑝𝑜𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑎𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑚𝑎𝑙𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑚𝑎𝑙
beda potensial termal dapat dihitung melalui selisih panas yang terjadi (T1 – T2), sedangkan untuk tahanan termal dapat dihitung melalui perbandingan ketebalan dinding terhadap perkalian konduktivitas termal dengan luas
perpindahan panas ∆𝑥
𝐾.𝐴 ,
A
Jika terdiri dari beberapa lapis dinding
Analogi Listrik
R
T1 T
2
𝑅 = 𝑘. 𝐴∆𝑥
q
Analogi listrik digunakan untuk mempermudah memecahkan soal-soal yang rumit baik yang seri maupun paralel.
Contoh Soal
Suatu dinding datar dari baja dipakai untuk menyekat ruang panas. Suhu baja pada sisi yang berhubungan dengan ruang panas adalah 400o. Sedangkan
tebal baja adalah 0,06 m. Pada sisi luar, dinding baja tersebut masih dilapisi dengan isolasi asbes setebal 0,03 m. Suhu dindung asbes sebelah luar adalah 90 oC. Luas perpindahan panas adalah 25 m2. Konduktivitas termal baja dan
Sistem Silinder - Radial
Mari kita tinjau suatu silinder panjang dengan jari-jari dalam ri, jari-jari luar ro dan panjang L
L ro
Dimana silinder ini mengalami beda suhu Ti – To. Untuk silinder yang panjangnya sangat besar dibandingkan dengan diameternya, dapat diandaikan bahwa aliran kalor berlangsung menurut arah radial.
Maka laju aliran panas yang terjadi dapat kita tuliskan :
dr
Dengan kondisi batas : T = Ti pada r = ri
Bila persamaan diatas diintegralkan didapat :
Dan tahanan thermal disini adalah :
Suatu dinding berbentuk bola, dengan jari-jari dinding dalam adalah ri dan sedangkan jari-jari dinding luar adalah ro dengan koefisien perpindahan kalor konduksi adalah k, maka tahanan termal Rth yang terjadi adalah sebagai berikut
𝑅𝑡ℎ =
1
𝑟𝑖 − 𝑟𝑜1
4.𝜋.𝑘 ...(4.1)
Dengan suhu dinding dalam adalah Ti dan suhu dinding luar adalah To, maka besarnya laju aliran kalor adalah :
𝑞 = 𝑇𝑖−𝑇𝑜
Contoh Soal
1. Silinder baja karbon dengan konduktifitas termal 43 𝑊Τ𝑚.°𝐶 mempunyai jari-jari dalam 2 cm, jari-jari-jari-jari luar 4 cm, dan panjang 10 m. Suhu dinding dalam adalah 400 oC, sedangkan suhu dinding luar adalah 100 oC. Hitunglah laju
kalor yang mengalir pada silinder tersebut !
2. Sebuah tabung berdinding tebal terbuat dari baja tahan karat dengan konduktivitar termal 19 𝑊Τ𝑚.°𝐶 dengan jari-jari dalam 3 cm dan jari-jari luar 5 cm. Tabung tersebut dibalut dengan isolasi asbes setebal 2 cm (k =0,2
Τ
𝑊
𝑚.°𝐶). Jika suhu dinding dalam pipa tersebut 500 oC dan suhu dinding luar
isolasi 100 oC, hitung laju kalor yang mengalir tiap 1 m panjang tabung !
Langkah-langkah pemilihan sabuk dan
puli
1. Tentukan:
a. Daya yang akan ditransmisikan P (kW) b. Putaran poros n1 (rpm)
c. Perbandingan putaran (i)
n1/n2 = Dp/dp
n2 = rpm yang dikehendaki
2. Faktor koreksi (fc)
Berdasarkan penggerak dan
3. Daya rencana (Pd)
5. Poros
a. Bahan poros
b. Kekuatan tarik, σB (kg/mm2) c. Faktor keamanan (sf1)
d. Faktor kekasaran (sf2)
9. Diameter Lingkaran
a. Jarak bagi puli dp dan Dp (mm) dp = diameter nominal minimal
Dp = dp* i
b. Diameter luar puli dk dan Dk (mm) dk = dp + (2*(0,5*tinggi belt))
c. Diameter naf atau bos (mm)
dB ≥ 5/3 ds1 + 10
10. Kecepatan sabuk, v (m/s)
v = (π
d
pn
1)/(60*1000)
11. Validasi v ≤ 30 m/s
12. Validasi
C -1/2 (dk +Dk) > 0
14. Perhitungan panjang keliling, L (mm)
L=2C+π/2 (dp + Dp) +1/4C (Dp –dp)2
18. Jumlah sabuk, N
N = Pd/Po Kθ
Contoh Soal
Sebuah kompresor kecil digerakan oleh sebuah motor listrik dengan daya 3,7 kW, 4 katup, 1450 rpm dan diameter poros 25 mm. Diameter poros dan putaran kompresor yg dikehendaki 30 mm dan 870 rpm. Kompresor bekerja selama 8 jam/ hari. Carilah sabuk V dan puli yg sesuai
Note:
Permukaan dinding dengan suhu TW akan melepaskan kalor ke lingkungan dengan suhu T∞, yang besarnya laju aliran panas tersebut juga bergantung pada luas permukaan dinding dan koefisien perpindahan panas konveksi, dengan rumus :
𝑞 = ℎ. 𝐴 𝑇𝑊 − 𝑇∞ ...(5.1)
Dengan analogi tahanan listrik, maka persamaan (5.1) dapat dituliskan sebagai berikut :
𝑞 = 𝑇𝑊−𝑇∞
h = koefisien perpindahan panas konveksi 𝑊Τ𝑚2.°𝐶 A = luas perpindahan panas (m2)
Tw = suhu permukaan dinding (oC)
Contoh
1. Suatu plat vertikal dengan suhu permukaan plat 90 oC berada pada
lingkungan udara bersuhu 27 oC. Luas permukaan plat adalah 3 m2.
Dua bentuk pernyataan IF
1) IF…….THEN
2) IF…….THEN……ELSE
1) IF ……THEN…..
IF ekspresi THEN pernyataan
--ekspresi menghasilkan nilai Boolean. Jika ekspresi
bernilai true maka pernyataan akan diesekusi, sebaliknya jika ekspresinya bernilai False, maka pernyataan tidak
diesekusi.penulisan ekspresi dapat bermacam2, biasanya menggunakan operator rasioanl (>, <, >=, <=)
2) IF…..THEN….ELSE
IF ekspresi THEN pernyataan 1 ELSE pernyataan 2 Ekspresi menghasilkan nilai Boolean jika ekspresi bernialai True maka pernyataan 1 diesekusi;
sebaliknya jika ekspresi bernilai Falsemaka yg diesekusi pernyataan 2:
Contoh
If J=0 then Exit
Else
Jika beberapa statement
terstruktur:
If J>0 then Begin
Result:= I/J
Count:=Count + 1; End
Else if Count = Last then Done:=True
Else exit
Contoh : Aplikasi Predikat
kelulusan
Nrata =(Nteori+Npraktek)/2
Nilai Rata-Rata Predikat
<5 jelek <6 Kurang <7 Cukup <8 Baik
Komponen Properti Setting Form Caption Predikat Kelulusan
Name frmPredikat Label1 Caption Nama Siswa Label2 Caption Niali teori Label3 Caption Nilai Praktek Label4 Caption Nilai Rata-rata Label5 Caption Kelulusan Label6 Caption predikat Edit1 name edNama
text (kosongkan) Edit2 name edNToeri
text (kosongkan) Edit3 name edNPraktek
text (kosongkan) Edit4 name edNRata
text (kosongkan) Edit5 name edKelulusan text (kosongkan) Edit6 name edPredikat
text (kosongkan) Button1 Caption &proses
List Program
If Nrata>=6 Then Kel:=‘Lulus’ElseKel:=‘TidakLulus’; If Nrata<5 Then Pred:=‘Jelek’
Else
If Nrata<6 Then Pred:=‘Kurang’ else
If Nrata<7 Then Pred:=‘Cukup’ Else
If Nrata<8 Then Pred:=‘Baik’ Else Pred:=‘Memuaskan’;
edNRata.Text:=FloatToStr(NRata); edKelulusan.Text:=Kel;
TRANSMISI RANTAI ROL
Rantai transmisi daya biasanya dipergunakan dimana jarak poros lebih besar dari pada transmisi roda gigi tetapi lebih pendek dari pada transmisi sabuk.
Keuntungan Rantai
Langkah-langkah pemilihan sproket
dan rantai
1. Tentukan:
a. Daya yang akan ditransmisikan P (kW) b. Putaran poros n1 (rpm)
c. Perbandingan putaran (i)
n1/n2 = Dp/dp
n2 = rpm yang dikehendaki
3. Daya rencana (Pd)
5. Poros
a. Bahan poros
b. Kekuatan tarik, σB (kg/mm2) c. Faktor keamanan (sf1)
d. Faktor kekasaran (sf2)
e. Tegangan geser, σa (kg/mm2)
7. Pemilihan sementara jumlah rangkaian
a. Nomor rantai
b. Jarak bagi p (mm)
c. Batas kekuatan rata-rata Fb (kg)
8 a. Jumlah gigi sproket besar z2 Z2 = (n1/n2)*z1
b. Diameter jarak bagi sproket kecil dp (mm) c. Diameter jarak bagi sproket besar, Dp (mm) d. Diameter luar sproket kecil, dk (mm)
e. Diameter luar sproket besar, Dk (mm)
9. Kecepatan rantai (m/s)
b. Nilai C – dk +Dk/2 > 0 a. Nilai v < 4 -10 m/s
p: jarak bagi rantai (mm)
z1: jumlah sproket kecil, dalam hal reduksi putaran n1: putaran sporoket kecil, dalam hal reduksi putaran
11. Faktor keamanan rantai
a. Sf = Fb/F --- 6 ≤ Sf
13. Jarak sumbu poros
a. Jarak sumbu poros dalam jarak bagi Cp (mm)
Contoh soal
Sebuah mesin pertanian digerakkan oleh motor bensin dengan daya 6 PS pada 1800 rpm.
Putaran tersebut direduksi dengan sabuk V menjadi 918 rpm pada tingkat pertama, dan pada tingkat berikutnya menjadi 530 rpm
dengan rantai rol. Jarak sumbu sproket adalah 200 mm dan panjang seluruh alat reduksi
Gabungan
Pada dindin datar, apabila terjadi peristiwa gabungan
konduksi dan konveksi dengan ilustrasi pada Gambar (6.1)
Gambar 6.1. Perpindahan Kalor Menyeluruh Melalui Dinding Datar
Besarnya tahanan termal gabungan adalah :
Besarnya laju kalor yang mengalir adalah :
𝑞 = 𝑇𝐴−𝑇𝐵
Penyelesaian
Pada suatu silinder bolong (berlubang) yang terkena lingkungan
konveksi di permukaan bagian dalam dan luar, seperti pada
Gambar 6.2.
Dalam hal ini :
q = laju perpindahan kalor (W)
hi = koefisien perpindahan kalor dari fluida A ke dinding silinder
ho = koefisien perpindahan kalor dari dinding silinder ke fluida B
k = koefisien perpindahan kalor konduksi pada silinder
ri = jari-jari dinding silinder bagian dalam
Ro = jari-jari dinding silinder bagian luar
Dengan demikian, maka besarnya tahanan termal gabungan
adalah :
𝑅𝑡ℎ−𝑔𝑎𝑏 = 𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3 ...(6.5)
Untuk perpindahan kalor dari fluida A ke fluida B mempunyai laju
sebagai berikut :
𝑞 = 𝑇𝐴 − 𝑇𝐵
1. Ruang panas dengan suhu 95 oC disekat dengan plat vertical yang tebalnya 0,03 m.
suhu udara luar adalah 28 oC. Luas perpindahan panasnya adalah 26 m2. Koefisien
perpindahan panas konveksi dari ruang panas ke plat adalah 2500 𝑊Τ𝑚2.°𝐶. Koefisien
perpindahan panas konveksi dari plat ke udara adalah 4,5 𝑊Τ
𝑚2.°𝐶 dan koefisien
perpindahan panas konduksi pada plat adalah 16 𝑊Τ𝑚 .°𝐶 . Hitung laju kalor yang
mengalir dari ruang panas ke udara luar (kW) !
2. Suatu silinder bolong (berlubang) mempunyai jari-jari dalam 0,04 m dan jari-jari luar
0,06 m. Pada silinder tersebut dilewatkan fluida panas dengan suhu 100 oC,
sedangkan pada anulus (ruang diantara pipa yang bersumbu sama) dialiri dengan
fluida bersuhu 38 oC. Panjang silinder adalah 4 m. koefisien perpindahan panas
konveksi dari fluida ke dinding panas adalah 2600 𝑊Τ
𝑚2.°𝐶 . Koefisien perpindahan panas konveksi dari dinding silinder ke fluida pada anulus 6 𝑊Τ𝑚2.°𝐶 , dan koefisien
perpindahan panas konduksi pada silinder 35 𝑊Τ𝑚 .°𝐶 . Hitung laju perpindahan panas
Kuis soal 1
Rem blok ganda sperti gambar disamping diketahui:
Berapa diameter drum rem (mm) jika besarnya torsi yang diserap 94.500 kg mm dan berapa rpm putaran drum rem jika daya yang dapat di rem sebesar 6,79 kW.
Kuis soal 2
Rem pita sperti gambar disamping
diketahui: koefesien gesek 0,15, lebar pita 40 mm, jari-jari drum rem 180 mm, nilai c = 630 mm, a = 110 mm, s = 10 mm dan sudut kontak 250°.
a. Bearapa batas tekanan maksimal jikagaya pada sisi kendor 748 N b. Berapa nilai torsi rem
c. Berapa nilai gaya pengereman
Statemen case memberikan alternative yg mudah dibaca bagi kondisi if yg kompleks. Statmen case memiliki
bentuk sebagai berikut;
CASE EkspresiPemilih of
DaftarKasus_1: pernyataan_1
……..
DaftarKasus_n: pernyataan_n END
Ekspresi pemilih adalah setiap ekspresi dg tipe ordinal (tidak valid untuk tipe string) dan daftarKasus adalah sebagai berikut Sebuah numeral konstanta yg
Statemen case dapat memiliki kalusa else dibagian akhir seperti: case selectorExpression of
caseList1: Statement1;
0, 10..99: Caption:=‘Out of range’;
Else
Caption:”;
case Selection of
Done: Form1.Close
Compute: CalculateTotal(unitCost, Quantity);
else
SILINDER DENGAN
Hubungan antara suhu pada pusat silinder (To) terhadap suhu pada dinding
silinder (Tw), jari-jari silinder (R), kalor yang dibangkitkan pada silinder tiap
satuan volume ( ሶ𝑞), dan konduktivitas termal bahan silinder (k), ditampilkan
pada persamaan berikut :
Diberikan contoh penyelesaian kasus dengan menggunakan diagram alir,
sebagai berikut :
Kawat dialiri arus listrik (berarti kawat tersebut menjadi sumber kalor).
Kawat tersebut berada pada lingkungan fluida, bila diketahui :
- Kuat arus listrik (I)
- Konduktivitas termal kawat (k)
- Diameter kawat (d)
- Panjang kawat (L)
- Resistivitas kawat (ρ)
- Suhu fluida (T∞)
Maka, suhu pada pusat kawat (To) dapat dihitung dengan mengikuti diagram alir
1. Arus listrik sebesar 150 A dilewatkan melalui sebuah kawat baja tahan karat
(k = 19 𝑊Τ
𝑚 .°𝐶 ) yang berdiameter 4 mm.resistivitas baja dapat dianggap 70
µ.Ω.cm. Panjang kawat 1,5 m. kawat ini dibanamkan didalam zat cair pada suhu 110 oC dengan koefisien perpindahan kalor konveksi adalah 4 𝑘𝑊ൗ
𝑚2.°𝐶 .
Hitunglah suhu pusat kawat !
1. Arus sebesar 200 A dilewatkan melalui sebuah kawat baja tahan karat (k= 19 W/m.C), yang diameternya 3 mm. Resistivitas baja dianggap 70 μΩ.cm, dan panjang kawat 1 m. Kwat dibenamkan didalam zat cair pada 110C, dimana
koefesien perpindahan kalor konveksi adalah 4 kW/m^2. Hitung suhu pusat kawat jika:
Seluruh daya yang dibangkitkan didalam kawat haruslah dilepas melalui konveksi ke cairan:
P = I^2.R R = ρ(L/A) A = πdL
Kalor yang dibangkitkan persatuan volume q dihitung: P = qV = qπr^2L
Suhu awal: To =qr^2
Struktur loop merupakan struktur
perulangan, dengan kata lain kita dapat mengesekusi satu baris atau lebih kode program secara berulang-ulang.
Beberapa struktur perulangan yang didukung oleh bahasa VB
1. For….next
2. Do….loop
Struktur for…next biasa disebut struktur perulangan biasa. Struktur ini gunkan untuk menentukan beberapa kali
pernyataan tersebut diesekusi.
Dalam penggunaannya, struktur for…next
selalu menggunakan variabel atau yang biasa disebut Counter yang digunakan sebagai penghitung maju maupun
For Counter = Nilai 1 to Nilai 2 [Step kenaikan]
[Pernyataan yang diesekusi] Next Counter
Dari sintaks penulisan, tersebut nilai1
Do….loop adalah struktur yang bekerja menggunakan boolean. Struktur
do…loop mempunyai fleksibilitas yang
lebih ketimbang struktur for…next,
karena menggunakan struktur Do…loop
1. Do…loop dengan While
Diesekusi selama kondisi bernilai benar.
2. Do…loop dengan Until
1. Do…While
Do While (kondisi)
……….
………. Ekspresi
……….
Loop
2. Do until
Do Until (kondisi)
……….
………. Ekspresi
……….
Loop akan diesekusi selama x<= 10, jika x >10 maka proses loop tidak akan
diesekusi
Do While x<= 10 x= x+1
Loop
‘Loop akan diesekusi sampai x>= 10
Do until x >10 x= x+1
Struktur while end while akan
Statemen while sama dg statemen repeat.
Jika kondisi False maka statemen while tidak akan pernah diesekusi. Sepanjang syarat masih terpenuhi maka pernyataan akan dikerjakan.
WHILE ekspresi DO statemen
Pernyataan for dipakai untuk membuat perulangan dg jumlah perulangan yg tertentu atau pasti.
FOR counter := nilai_awal TO nilai_akhir DO pernyataan
Counter adalah sebuah variabel lokal (dideklarasikan diblok dimna statemen for berada dg tipe ordinal.
Nilai_awal dan nilai_akhir ekspresi kompatibel atau bertipe sama dg counter
Komponen Properti Setting
Form1 Caption Perhitungan Faktorial
Name frmFaktorial
label1 Caption Bilangan
label2 Caption Hasil Faktorial
Edit1 Text Kosongkan
Name edBilangan
Edit2 Text Kosongkan
Name edFaktorial
Button1 Caption Hitung
Procedure TfrmFaktorial.btHitungClick (Sender:Tobject)
Var
Bil, Fak: Integer Begin
Bil:=StrToInt(edBilangan.Text); Fak:=bil;
While bil <>1 do Begin
Bil:=bil-1;
Fak:=Fak*bil; End;
Var
bil, sqrBil, Mulai, Sampai: Integer; Begin
lsbHasil.Items.Clear;
Mulai:=StrToInt(edMulai.Text);
Sampai:=StrToInte(edSampai.Text); For bil:=Mulai to Sampai do
Begin
sqrBil:=sqr(bil);
lsbHasil.Items.Add(IntToStr(bil)+’kuadrat=‘+IntTo Str(sqrBil));