Zulfa Ni’matul Mufidah
Jurusan Tadris Matematika, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur No. 46 Tulungagung
e-mail: [email protected]@iain-tulungagung.ac.id
ABSTRAK
Matematika merupakan salah satu ilmu yang berkaitan dengan alam dan agama, hal itu terbukti bahwa kebenarannya dapat dilihat dalam Al-Qur’an. Di mana Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia, termasuk patunjuk bagi guru matematika tentang bagaimana membelajarkan matematika. Pembelajaran matematika bagi siswa merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu definisi maupun penalaran suatu hubungan diantara definisi-definisi tersebut. Dengan belajar matematika, seseorang diharapkan dapat menggunakan matematika serta cara-cara berfikir matematika dengan baik untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, banyak juga cara untuk mempelajari agama islam dan mengetahui keajaiban-keajaiban di dalamnya. Salah satunya dengan media matematika. Banyak ahli mengatakan matematika itu abstrak. Angka 7 adalah bagian dari deretan angka yang terdapat dalam matematika. Banyak misteri dan keajaiban dibalik angka 7 yang dapat dijadikan pelajaran untuk mengetahui lebih dalam tentang islam. Fenomena alam memang begitu rumit, tetapi selama masih berhubungan dengan dunia, tapi semua itu mungkin untuk dipelajari. Tak bisa dipungkiri, angka 7 adalah salah satu angka istimewa dan fenomenal. Angka ini memiliki keistimewaan dalam ibadah, alam semesta bahkan sejarah.
Kata Kunci: Matematika, Keistimewaan angka 7
PENDAHULUAN
Matematika merupakan ilmu pengetahuan dasar yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di mana bidang studi matematika merupakan ilmu yang berhubungan dengan penalaran dan pola pikir manusia dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pembelajaran matematika yang diterapkan di sekolah merupakan dasar yang sangat penting dalam keikutsartaannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengingat pentingnya matematika inilah yang menjadikan matematika sebagai bidang studi yang diajarkan disemua jenjang pendidikan sehingga dalam pembelajarannya di sekolah matematika memiliki jam lebih dibanding mata pelajaran lain.
Sebagai seorang muslim, perenungan untuk memahami al-qur’an sudah mestinya dilakukan untuk menambah wawasan ketaqwaan dan keilmuan, sehingga kita terjaga dari bahaya keterpurukan iman. Selain itu sikap perenungan guna memahami al-quran dapat menjadikan pikiran semakin luas, arif dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan. Itulah jalan kebenaran dengan al-quran sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan.
Salah satunya media untuk merenunginya adalah dengan media matematika. Banyak keajaiban di dalamnya jika kita ingin mengkajinya lebih dalam. Salah satunya adalah adanya mukjizat angka-angka yang terdapat dalam al-quran. Adanya mukjizat angka-angka-angka-angka dalam al-Qur’an dibuktikan oleh beberapa peneliti mutakhir yang memiliki konsen terhadap rahasia angka-angka dalam al-Qur’an, sehingga hasilnya diketahui secara luas oleh umat Islam dan mendapat apresiasi dari penulis ilmu al-Qur’an.Pengetahuan ini semakin berkembang pada abad ke-19.Kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang pesat turut mempengaruhi perkembangan penelitian tentang mukjizat angka-angka ini yaitu dengan penggunaan pendekatan sains dan budaya.
Angka 7 adalah bagian dari deretan angka yang terdapat dalam matematika. Banyak misteri dan keajaiban dibalik angka 7 yang dapat dijadikan pelajaran untuk mengetahui lebih dalam tentang islam. Fenomena alam memang begitu rumit, tetapi selama masih berhubungan dengan dunia, tapi semua itu mungkin untuk dipelajari. Tak bisa dipungkiri, angka 7 adalah salah satu angka istimewa dan fenomenal. Angka ini memiliki keistimewaan dalam ibadah, alam semesta bahkan sejarah. Lalu apa rahasia dibalik angka ini? Berikut ulasannya.
PEMBAHASAN
Istilah matematika berasal dari kata Yunani “mathein” atau “mathenein” yang artinya “mempelajari”. Patut diduga bahwa kedua kata itu erat hubungannya dengan kata Sansekerta “medha” atau “widya” yang artinya “kepandaian”, “ketahuan” atau “intelegensia”.
Beberapa definisi para Ahli mengenai Matematika antara lain 1:
1. Russefendi (1988 : 23)
Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma, dan dalil-dalil di mana dalil-dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
2. James dan James (1976)
Matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Matematika terbagi dalam tiga bagian besar yaitu aljabar, analisis, dan geometri.
3. Johnson dan Rising (1972)
Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logis, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya dengan simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. Matematika adalah pengetahuan struktur yang
terorganisasi, sifat-sifat dalam teori-teori dibuat secara deduktif. Dan matematika adalah suatu seni.
4. Kline (1973)
Matematika itu bukan pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika ituterutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.
Banyak definisi matematika yang dirumuskan para matematikawan dan tidak ada efinisi yang dapat disepakati oleh semua ahli. Beberapa pendapat tentang matematika antara lain bahwa matematika bersifat abstrak. Matematika mempelajari tentang keteraturan, tentang struktur yang terorganisasikan, konsep-konsepnya tersusun secara hirarkis, berstruktur dan sistematika, mulai dari konsep yang sederhana sampai pada konsep paling kompleks.
Matematika merupakan abstraksi dari dunia nyata, sehingga objek matematika bersifat abstrak dan dalam bahasa simbol. Matematika berada di antara dunia syahadah dan ghaibiyah. Dengan demikian, maka matematika bersifat “setengah nyata dan setengah gaib”. Untuk memahami objek yang nyata diperlukan pendekatan rasionalis, empiris, dan logis (bayani dan burhani). Sedangkan untuk memahami objek yang gaib diperlukan pendekatan intuitif, imajinatif, dan metafisis (irfani). Kekuatan utama dalam matematika justru terletak pada imajinasi atau intuisi yang kemudian diterima setelah dibuktikan secara logis atau deduktif. Alah satu angka matematika adalah angka 7. Angka 7 baik dalam kehidupan sehari-hari manusia umumnya, dan khususnya penggunaan Angka 7 dalam Al Quran sebagai pedoaman ummat Islam mencari arti kehidupan. Bahwa Al Quran memang benar-benar memiliki mukjizat yang tidak habis-habisnya untuk dikaji dari berbagai sudut pandan displin ilmu. sebagaimana firman Allah SWT., yang termaktum dalam surat Al Kahfi ayat ke 109 yang berbunyi:
”Katakanlah (Wahai Muhammad), seandainya lautan menjadi tinta (untuk menulis), kalimat Tuhanku, maka habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu juga”.
Kita akan mencoba membahasnya satu persatu rahasia dibalik Angka 7 di dalam Al Quran, di antaranya: Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 29 yang berbunyi:
) مميللعع ءءييشع لللككبل وعهكوع تءاوعامعسع ععبيسع نلعهكاولعسعفع ءلامعسلعلا ىلعإل ىوعتعسيا ملعثك اععيملجع ضلريلا يفل امع ميككلع قعلعخع يذلللعا وعهك
٢٩ )
Dalil lain adalah dalam surat al-Isra ayat 44 yang artinya, “langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah”(al-Isra:44).
Dalam matematika, ada istilah nilai numerik atau gematrical. Nilai numerik suatu huruf adalah bilangan yang dipasangkan pada huruf tersebut. Saat al-Qur’an. diturunkan 14 abad yang lalu, sistem penulisan bilangan yang dikenal sekarang belum ada. Sebagai gantinya, huruf-huruf digunakan sebagai lambang untuk bilangan. Nilai numerik huruf hijaiyah di Negara Indonesia dikenal dengan sebutan ”Abajadun”2. Jumlah bilangan huruf
abjad dalam bahasa Arab yang diturunkan oleh Allah SWT dalam Al Quran ada 28 huruf. Jumlah 28 ini adalah perkalian dari angka 7, yakni 7×4=28. Jumlah dari pintu neraka ada 7 pintu walau satu pintu saja kita belum bisa melihatnya, kalimat jahannam dalam Al Quran ada 77 x, dan jumlah 77 ini adalah perkalian dari 7, yakni 7×11=77. Bahwa langit dan bumi memiliki 7 lapisan.seperti mana yang tercantum dalam Q.S Athalaq ayat 12, dan Q.S. Al Mulk 3. Ketika ummat Islam melaksanakan ibadah haji juga disuruh untuk thawaf, 7x Sa’i, dan melempar jumrah, untuk mengusir syetan dengan 7x lemparan kerikil.
Fakta lain adalah jumlah surah Al Baqarah, tempat penyebutan angka 7 pertama kali hingga surah Al Naba’ tempat penyebutan angka 7 terakhir kali adalah sebanyak 77, kelipatan 7 (11 x 7). Jumlah ayat dari ayat yang pertama kali menyebut angka 7 hingga angka terakhir yang menyebut angka 7 atau dari ayat 29 Al Baqarah hingga ayat 12 An Naba’ adalah sebanyak 5.649 ayat atau kelipatan 7 (807 x 7).3
Dari awal surah Al Baqarah sampai akhir surah An Naba’ terdapat sebanyak 5.705 ayat. Bilangan ini juga adalah kelipatan 7, dimana jumlah ayat diantara keduanya juga adalah kelipatan 7 dengan tema pembicaraan keduanya angka 7. Yakni, ayat pertama yang menyebut nama Allah adalah ayat pertama Al Quran, yaitu Bismillahirrahmanirrahim (QS Al Fatihah : 1) dan ayat terakhir yang menyebut nama Allah, Allahussamad (QS Al Ikhlas : 2).Antara surah Al Fatihah hingga Al Ikhlas terdapat sebanyak 112 surah. Bilangan ini adalah kelipatan 7 (16 x 7). Dari ayat 1 Al Fatihah hingga ayat 2 Al Ikhlas terdapat 6.223 ayat, dan bilangan ini kelipatan 7, atau sebanyak dua kali menegaskan kebenaran sistem yang sangat teratur (127 x 7 x 7). Sementara huruf kedua ayat tersebut 29 buah (kelipatan 7).4
2 H. Ali Anas Nasution.“MATEMATIKA DALAM AL-QUR ’ AN Oleh :,” n.d., 112–122
3 http://www.linggapos.com/13146_syiar-islam-al-quran-fakta-dibalik-keistimewaan-angka-7.html
Fakta-fakta yang ditemukan itu tentulah baru sebagian kecil saja yang terungkap. Jelaslah pula, dalam logika ilmiah, menetapkan bahwa sebuah KEBETULAN, tidak akan terulang secara terus menerus dalam satu buku (dalam hal ini kitab suci Al Quran Nur Karim), kecuali jika sang penyusun buku itu telah menyusunnya dengan cara yang amat sempurna dan mengagumkan. Keselarasannya dilihat dengan angka 7 ini mengidentifikasikan secara PASTI bahwa penyusunnya telah menyusun kitab-Nya dengan format yang sesuai dengan angka yang dikehendaki-Nya. Tentu, masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al Quran yang berkenaan dengan angka 7 untuk kita ketahui, mendalaminya dan memahami maknanya. Sesungguhnyalah, Allah SWT tidak mengadakan sesuatu perkara itu dengan sia-sia atau secara kebetulan belaka. Melainkan mengandung suatu hikmah besar lagi tersembunyi pengetahuan dan rahasia-Nya.
SIMPULAN
Jadi, diantara keistimewaan angka 7 adalah jumlah bilangan huruf abjad dalam bahasa Arab yang diturunkan oleh Allah SWT dalam Al Quran ada 28 huruf. Jumlah 28 ini adalah perkalian dari angka 7, yakni 7×4=28. Jumlah dari pintu neraka ada 7 pintu walau satu pintu saja kita belum bisa melihatnya, kalimat jahannam dalam Al Quran ada 77 x, dan jumlah 77 ini adalah perkalian dari 7, yakni 7×11=77. Bahwa langit dan bumi memiliki 7 lapisan.seperti mana yang tercantum dalam Q.S Athalaq ayat 12, dan Q.S. Al Mulk 3. Ketika ummat Islam melaksanakan ibadah haji juga disuruh untuk thawaf, 7x Sa’i, dan melempar jumrah, untuk mengusir syetan dengan 7x lemparan kerikil.
Setelah mengetahui beberapa keistimewaan angka 7 dalam penelitian ini, diharapkan ada kajian lebih dalam lagi guna mendukung atau sebagai pembanding sehingga dapat diterimanya dalam khalayak umum.
DAFTAR RUJUKAN
Nasution, H Ali Anas. “MATEMATIKA DALAM AL-QUR ’ AN Oleh :,” n.d., 112–22.