FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGEMBANGAN KURIKULUM
MAKALAH
Diajukan guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Pengembangan Kurikulum PAI
Dosen Pengampu : Heny Kusmawati, M.S.I
Disusun oleh:
1. Ahmad Agus Manafi (114001) 2. Indah Dwi Safitri (114173) 3. Sri Rukmiati (114186)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PATI
JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2016
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN
KURIKULUM PAI
A. Pendahuluan
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di
kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja
kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan
perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan
kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha
mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi
kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk
menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian
program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu
sendiri.
Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang
terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, tetapi di dalamnya melibatkan
banyak orang, seperti politikus, pengusaha, orang tua peserta didik serta
unsur-unsur masyarakat lainya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. B. Rumusan masalah
1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum? 2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum PAI? C. Pembahasan
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum a. Perguruan tinggi
Perguruan tinggi setidaknya memberikan dua pengaruh terhadap
kurikulum sekolah.
Pertama, dari segi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dikembangkan di perguruan tinggi umum. Pengetahuan dan teknologi
banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses
pembelajaran. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi
akan memengaruhi isi pembelajaran yang akan dikembangkan dalam
kurikulum. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga
Kedua, dari segi pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta
penyiapan guru-guru lembaga pendidikan tenaga kependidikan. Kurikulum
lembaga kependidikan tenaga kependidikan juga mempengaruhi
pengembangan kurikulum, terutama melalui penguasaan ilmu dan
kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkan.1
b. Masyarakat
Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak
untuk kehidupan di masyarakat. Sebagai bagian dan agen dari
masyarakat, sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat
dimana sekolah tersebut berada. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan
kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di
sekitarnya.
Masyarakat yang ada disekitar sekolah mungkin merupakan
masyarakat homogen atau heterogen, masyarakat kota atau desa, petani,
pedagang atau pegawai dan lainya. Sekolah harus melayani
aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Salah satu kekuatan di masyarakat
adalah dunia usaha. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat
mempengaruhi pengembangan kurikulum sebab sekolah bukan hanya
mempersiapkan anak untuk hidup, tetapi juga untuk bekerja dan
berusaha. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat
menuntut persiapanya di sekolah.2
c. Sistem nilai
Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat sistem nilai, baik nilai moral,
keagamaan, sosial, budaya maupun nilai politis. Sekolah sebagai
lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan
pewarisan nilai-nilai positif yang tumbuh di masyarakat.
Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus
terintegrasikan dalam kurikulum.3
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum PAI
Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam sangat dipengaruhi
oleh beberapa faktor di antaranya adalah: a. Kajian ilmu
Diantara faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum
pendidikan agama islam adalah faktor kajian ilmu yang dilakukan oleh
para akademisi yang mngkaji secara mendalam tentang pendidikan
agama Islam, sehingga akan dirumuskan sebuah paradikma sistem dari
keseluruhan kegiatan belajar mengajar, terutama adalah yang ada pada
pendidikan tinggi agama Islam fakultas tarbiyah, baik jurusan
pendidikan agama Islam, kependidikan Islam maupun jurusan-jurusan
lain. Melalui berbagai kegiatan diskusi, seminar, lokakarya maupun
penelitian secara khusus dalam mengkaji itu. b. Tuntutan masyarakat
Disamping faktor kajian ilmu, tuntutan masyarakat sangat menentukan
pengembangan kurikulum, karena pendidikan sebenarnya adalah
menjawab terhadap apa yang dikehendaki oleh masyarakat, sehingga
pengembangan kurikulum sangat dipengaruhi oleh segala perkembangan
yang ada dalam masyarakat. c. Situasi dan kondisi
Faktor situasi dan kondisi juga mempengaruhi terhadap pengembangan
kurikulum pendidikan agama Islam, baik situasi dan kondisi lingkungan
masyarakat maupun situasi dan kondisi sebuah institusi. Misalnya
lingkungan masyarakat yang kualitas relegiustasnya tinggi akan
menuntut pemberian materi PAI yang tinggi pula, begitu juga sebaliknya
masyarakat yang tingkat religiusitasnya rendah maka materi PAI harus
dimulai dari tingkat rendah pula. Sedangkan kondisi sebuah institusi
sesuai dengan visi dan misinya akan mempengaruhi luas dan sempitnya
materi. d. Syar’i
Faktor ini sebenarnya adalah sebuah keharusan dalam tuntutan agama,
salah satu contoh adalah dalam mengajarkan persoalan darah haid bagi
wanita yang dalam GBPP itu seharusnya diajarkan pada kelas V atau
kelas VI SD ternyata perkembangan berikutnya anak kelas III atau IV
sudah ada beberapa yang mengalami hal tersebut, maka secara syar’i
materi tersebut harus dikembangkan dan diajarkan pada anak kelas
tersebut dan seterusnya.4 D. Kesimpulan
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum a. Perguruan tinggi
b. Masyarakat c. Sistem nilai
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum PAI a. Kajian ilmu
DAFTAR PUSTAKA
Muslam, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Semarang: PKP12, 2008;
Sukiman, Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015;