AKUISISI ANTARPERUSAHAAN
DAN INVESTASI PADA ENTITAS LAIN
Nama Kelompok:
1. Achyadina Firdaus
2. Asep Nurholis
3. Leo Agung Julio
4. Tito Mei Bangkit Nugroho
JURUSAN ADMINISTRASI PERPAJAKAN
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
I. PERKEMBANGAN STRUKTUR USAHA KOMPLEKS
2. Sistem hukum dan resiko yang berbeda-beda; 3. Sistem perpajakan yang berbeda;
4. Kompleksitas transaksi usaha dan instrumen keu yang sangat beragam.
Struktur organisasi yg kompleks sering dikembangkan utk membantu mencapai tujuan perusahaan, seperti meningkatkan profitabilitas atau mengurangi resiko. Sebagai contoh, byk perusahaan membentuk anak perusahaan utk menjalankan aktivitas usaha tertentu. Anak perusahaan (subsidiary) adalah anak perusahaan yg dikendalikan oleh entitas lain, yang disebut induk perusahaan (parent company / Holding compony).
II. PERLUASAN USAHA DAN BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
Ketika Perusahaan meluaskan usahanya atau mengubah struktur organisasinya dengan mengakuisisi perusahaan lain atau melalui divisi internal, struktur baru harus diteliti utk menentukan prosedur pelaporan akt yg sesuai. Bebarapa pendekatan yg dpt diterapkan, tergantung pd kondisi yg ada:
a. Merger, Penggabungan usaha, dimana aktiva, kewajiban dari perusahaan yg diakuisisi digabung dg aktiva & kewajiban perusahaan pengakuisisi tidak menimbulkan tambahan komponen organisasi.
b. Kepemilikan Kendali (controlling ownership), penggabungan usaha, dimana perusahaan yg diakuisi tetap sbg entitas legal terpisah dg mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh perusahaan pengakuisisi menimbulkan hubungan induk-anak perusahaan.
c. Kepemilikan Minoritas (minority interest) atau kepemilikan nonpengendali, pembelian kepemilikan kurang dari 50% di perusahaan lain tidak mengakibatkan timbulnya penggabungan usaha atau situasi pengendalian. d. Kepemilikan menguntungkan lainnya(other beneficial interest), perusahaan
dpt memiliki kepemilikan pd entitas lain walaupun tanpa ada kepemilikan langsung pada entitas tersebut. Kepemilikan tersebut mungkin timbul karena adanya perjanjian yang dibuat oleh entitas tersebut atau melalui perjanjian operasi atau keuangan.
Contoh
Allen Company membentuk anak perusahaan, Blaine Company dan
Blaine dengan nilai nominal $2:
Jurnal yang dicatat oleh Allen:
Investasi pada Saham Biasa Blaine Co 435.000 Akumulasi Penyusutan 110.000 *
Kas 70.000
Persediaan 50.000
Tanah 75.000
Bangunan 100.000 Peralatan 250.000
* 110.000 = ($100.000 - $80.000) + ($250.000 - $160.000)
Jurnal yg dicatat oleh Blaine:
Kas 70.000
Persediaan 50.000
Tanah 75.000
Bangunan 100.000 Peralatan 250.000
Akumulasi Penyusutan 110.000 Saham Biasa, nominal $2 200.000 Tambahan Modal Disetor 235.000
menginvestasikan kas sebesar $65.000 utk 10% kepemilikan pd laba rugi
Akumulasi Penyusutan 110.000 Modal, Allen Comp 435.000 Modal, Chaney Corp 65.000
III. PENGGABUNGAN BADAN USAHA (BUSINESS COMBINATION)
A business combination terjadi ketika dua atau lebih entitas usaha yang terpisah bergabung menjadi satu entitas usaha. Alasan penggabungan usaha adalah: 1. Manfaat biaya;
1. Pengembangan Interen Perusahaan (Internal Business Expansion) Hanya melibatkan unit unit yg ada di dalam organisasi perusahaan Contoh:
a. mengembangkan atau menambah jenis produk baru; b. membuka daerah pemasaran baru;
c. mengembangkan proses produksi baru (perlu dana yg cukup besar dan beresiko tinggi.
2. Pengembangan Eksteren Perusahaan (External Business Expansion) Melibatkan unit-unit yang berada di luar organisasi perusahaan seperti : pesaing-langganan-rekanan-perusahaan sejenis-maupun yang tidak mempunyai hubungan operasional
a. Penggabungan Badan Usaha (Business Combination)
IV. PENGGABUNGAN BADAN USAHA
a. Merger; b. Kosolidasi; c. Akuisisi.
A. Masalah Dalam Penggabungan Badan Usaha : 1. Penentuan dan Pembagian Modal saham.
Apabila suatu penggabungan usaha dianggap sebagai suatu pooling of
interest maka badan usaha yang baru dianggap sebagai kelanjutan dari semua badan usaha yang bergabung, baik dalam bentuk suatu badan usaha yang tunggal maupun sebagai induk perusahaan dengan satu atau beberapa anak perusahaan
Penggabungan BU merupakan penyatuan pemilikan (modal) dari dua perusahaan atau lebih, berarti ada kesinambungan hak pemilikan semula.
Yang perlu diperhatikan :
a. Aktiva, utang dan modal tetap dicatat sebesar nilai bukunya. b. Saldo modal saham dari perusahaan pembentuk dijumlahkan untuk menentukan saldo modal saham dari unit gabungan, termasuk laba ditahan atau defisit laba. Jika modal saham berubah (bertambah atau berkurang) :
bertambah, maka pertambahannya diambil dari agio saham,kalau masih kurang diambil dari laba ditahan
Semua biaya yang terjadi dalam penerbitan saham
untuk melaksanakan penggabungan dianggap sebagai beban periode berjalan.
Apabila PT Bunga bermaksud ingin menggabungkan diri dengan PT Mawar, dengan penerbitan 22.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000 untuk memperoleh aktiva tetap milik PT Mawar dimana dalam hal ini identitas PT Bunga tetap atau tidak akan ada perusahaan baru yang terbentuk, maka pencatatan yang dilakukan di dalam pembukuan PT Bunga adalah :
Aktiva Lain-lain Rp 1.040.000.000 -Beban-beban Rp 210.000.000
-Modal saham - Rp 720.000.000 Laba ditahan - Rp 230.000.000 Pendapatan - Rp300.000.000
dengan Metode pembelian atau by purchase. Berikut ini adalah neraca dari PT Dia.
PT Aku membayar Rp 400.000.000 tunai dan menerbitkan 50.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000, nilai pasar Rp 20.000 per saham untuk memperoleh aktiva bersih PT Dia. Ayat jurnal untuk mencatat penggabungan usaha pada buku PT Aku adalah sebagai berikut :
Investasi pada PT Dia Rp 1.400.000.000
-Kas - Rp 400.000.000 Saham-biasa - Rp 500.000.000
Tambahan modal disetor - Rp 500.000.000 Untuk mencatat penerbitan 50.000 lembar saham biasa nominal Rp. 10.000 ditambah dengan kas Rp 400.000.000 dalam penggabungan usaha dengan metode pembelian atas PT Dia adalah
Kas Rp 50.000.000
-Persediaan Rp 250.000.000 -Wesel bayar - Rp 135.000.000 Kewajiban lain-lain - Rp 45.000.000 Investasi pada PT Dia - Rp 1.400.000.000
Goodwill sebesar Rp 200.000.000 merupakan selisih antara nilai wajar aktiva dan nilai perolehan suatu aktiva dalam hal ini selisih antara Rp 1.400.000.000 dan Rp 1.200.000.000. Sesuai dengan prinsip akuntansi goodwill yang timbul sebesar Rp 200.000.000 ini nantinya harus diamortisasi.
Dari kedua metode di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa apabila penggabungan perusahaan dengan menggunakan metode by purchase, maka harta
kekayaan yang diperoleh oleh suatu badan usaha yang melakukan pengambilan tersebut dicatat dan diakui sebesar nilai pasarnya (penilaian kembali), sebaliknya modal saham dicatat dengan jumlah yang sama. Hal ini mendorong untuk diakui adanya “Aktiva Tak Berwujud” (Goodwill) yang merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian (interest) perusahaan pengakusisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi.
atas PT Bunga dan PT Mawar dicatat dan diakui sesuai dengan nilai bukunya, maka dengan menggunakan metode ini sama sekali tidak menimbulkan adanya pengakuan “aktiva tak berwujud” atau dalam hal ini goodwill atau bisa disimpulkan bahwa penggabungan perusahaan atas dasar pooling of interest, harta, kewajiban, modal dan beban yang menjadi milik kedua perusahaan digabungkan seperti biasa.
Misalnya pada contoh di atas aktiva lain-lain milik PT Bunga dan PT Mawar berturut – turut Rp 750.000.000 dan Rp 290.000.000. Jika kedua perusahaan menggabungkan diri dengan metode pooling of interest, maka jumlah aktiva yang dilaporkan dalam neraca perusahaan baru atau perusahaan yang tetap mempertahankan identitasnya merupakan penjumlahan antara Rp 750.000.000 dan Rp 290.000.000.
Contoh: Penggabungan usaha melalui pembelian aktiva bersih
1. PT. Point membeli semua aktiva dan kewajiban Sharp dengan mengeluarkan 10,000 lembar saham Sharp nominal $10 saham yg dikeluarkan tsb mempunyai nilai pasar $600,000.
2. Point mengeluarkan $40,000 untuk biaya penilaian dan $25,000 untuk biaya penerbitan saham.
Jurnal yg dibuat oleh point atas pembelian aktiva dan kewajiban Sharp sbb: a. Mencatat biaya yg berhubungan dengan pembelian perusahan (Sharp)
Biaya merger tangguhan $40,000
Kas $40,000 b. Mencatat biaya pengeluran saham biasa.
Biaya pengeluaran saham tangguhan $25,000
Kas $25,000
Mencatat pembelian sharp
Goodwill 130,000 *
Kewajiban lancar $110,000 # Saham biasa 100,000 Tambahan modal disetor 475,000 Biaya merger tangguhan 40,000 ** Biaya pengeluaran saham tangguhan 25,000 **
* Lihat slide selanjutnya. **lihat slide sebelumnya. # Nilai pasar wajar
1. Perhitungan Goodwill Harga pokok investasi:
Nilai wajar saham yg diterbitkan $600,000
Biaya akuisisi lainnya 40,000 Total Harga beli 640,000
Kurangi:
Nilai wajar aktiva bersih 510,000 Goodwill 130,000
2. Mencatat transfer aktiva ke point Investasi pd saham point $600,000 Kewajiban lancar 100,000 Akumulasi penyusutan 150,000
Tanah 40,000 Bangunan dan peralatan 400,000 Keuntungan penjualan
Aktiva bersih 300,000 3. Mencatat pembagian saham Point
Saham biasa $100,000 Tambahan modal distor 50,000 Laba ditahan 150,000 Laba penjualan aktiva bersih 300,000
Investasi pd saham point $600,000 4. Penggabungan Usaha melalui pembelian saham
Jika Point menukarkan 10.000 lembar saham nya dengan total nilai pasar 600.000 untuk semua saham sharp dalam transaksi pembelian dan timbul biaya merger sebesar 40.000 dan biaya pengeluaran saham 25.000 yg seblumnya dicatat dalam akun tangguhan, point mencatat jurnal berikut pada saat penerimaan saham sharp
Mencatat Pembelian saham Sharp
Investasi pd saham Sharp $640,000 Saham Biasa $100,000 Tambahan Modal disetor 475,000 Biaya Merger Tangguhan 40,000 Biaya pengeluaran saham