INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Di Susun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah:
IAD, IBD, ISD
Dosen Pengampu : Sayful Mujab, M.Ag
Di Susun Oleh :
Islahudin 1520110025
Abdul Latif 1520110027
Nur Sholikin 1520110028
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk individu, keluarga dan masyarakat oleh karena itu manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan manusia lain.Masyarakat merupakan wadah berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial dan memiliki kehendak dan keinginan hidup bersama. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Individu yang tertata dengan baik akan menghasilkan sebuah keluarga yang baik,yang akan menjadi masyarakat yang aktif dalam sebuah organisasi dilingkungannya.individu juga dituntut untuk berinteraksi sosial dalam lingkungan masyarakat.
Pada kesempatan ini kami akan mengkaji tentang individu,keluarga,dan masyarakat
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan individu, keluarga, dan masyarakat?
2. Bagaimana hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Individu
Kata “individu” berasal dari kata latin yakni kata individuum, yang memiliki arti “yang tak terbagi”, jadi individu adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.Menurut pendapat Dr. A. Lysen Kata individu diartikan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia atau perorangan.1 Sehingga
manusia yang seperti itu sering disebut“manusia perorangan” ,individu dalam hal ini adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik tentang dirinya, akan tetapi dalam banyak hal ada pula persamaan disamping hal-hal yang spesifik tentang dirinya dan orang lain.
Manusia dikatakan menjadi individu apabila pola tingkah lakunya sudah bersifat spesifik didalam dirinya dan bukan lagi menuruti pola tingkah laku yang umum.Dalam hubungan ini dapat dicirikan,apabila manusia dalam tindakan-tindakannya menjurus kepada kepentingan pribadi,maka disebut manusia sebagai makhluk individu. Sebaliknya,apabila tindakan-tindakannya merupakan hubungan dengan manusia lainya,maka manusia itu dikatakan makhluk sosial.Selama perkembangan manusia menjadi individu,ia pun mengalami bahwa pada dirinya dibebani beberapa peranan.Peranan-peranan ini terutama dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesama manusia yang disebut makhluk sosial.Tidak jarang dapat timbul konflik pada diri individu,karena tingkah laku yang spesifik dalam diri bercorak atau bertentangan dengan peranan yang dituntut oleh masyarakat.
B. Keluarga
1. Pengertian Keluarga
antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut. Keluarga adalah kelompok social yang terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.Pada hakikatnya, keluarga merupakan suatu kelompok yang terbebtuk dari suatu hubungan seks yang tetap, untuk menyelenggarakan hal-hal yang berkenaan dengan keorang tuaan dan pemeliharaan anak.3
Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami-istri dan anak-anak yang belum dewasa.
Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga adalah sebagai berikut :
1. Peranan ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sabagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya
2. Peranan ibu : Ibu sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak0anaknya, pelindung sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat daari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagia pencari nafkah tambahan dalam keluarganya
3. Peran anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, social, dan spiritual.
C. Masyarakat
1. Pengertian Masyarakat
Society atau masyarakat yang berasal dari kata Latin socius, yang artinya kawan. Istilah masyarakat dari bahasa Arab syakara yang artinya ikut serta, berpartisipasi.4 Adanya saling
berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-betuk aturan hidup yang bukan
3 Su’adah, Sosiologi Keluarga, UMM Press : Malang, 2005,hlm. 22
disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan social yang merupakan kesatuan. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keingian dsb. Manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi social dihasilkan oleh hubungan dalam suatu masyarakat
Dalam arti luas yang dimaksud masyarakat ialah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dengan tidak dibatasi lingkungan, bangsa dan lain-lain. Atau: Keseluruhan dari semua hubungan dalam hidup bermasyarakat.
Dalam arti sempit masyarakat dimaksud sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu umpamanya: territorial, bangsa, golongan dan sebagainya. Maka ada masyarakat Jawa, masyarakat Sunda, masyarakat Minang dan lain-lain.5
Berdasar arti tersebut di atas, masyarakat adalah kelompok manusia yang telah lam bertempat tinggal di suatu daerah yang tertentu dan mempunyai aturan (undang-undang) yang mengatur tata hidup mereka untuk menuju kepada tujuan yang sama.
1. Bentuk-Bentuk Masyarakat6
A. Masyarakat Sederhana
Ciri -ciri struktur social dan budaya pada masyarakat sederhana :
- Ikatan keluarga dan masyarakat sangat kuat
- Organisasi social berdasarkan tradisi turun-temurun
- Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap hal-hal ghoib
- Tidak memiliki lembaga-lembaga khusus, seperti lembaga pendidikan
- Hukum yang berlaku tidak tertulis
- Kegiatan ekonomi dan sosial dilakukan dengan gotong royong
B. Masyarakat Madya
Ciri-ciri struktur social dan budaya pada masyarakat madya :
- Ikatan keluarga masih kuat, tetapi hubungan dengan masyarakat setempat sudah mengendor
- Adat istiadat masih dihormati, tetapi mulai terbuka dengan pengaruh dari luar
- Masyarakat mulai berfikir rasional
- Timbulnya lembaga-lembaga pendidikan formal sampai tingkat lajutan
- Hokum tertulis mulai mendampingi hokum tak tertulis
- Memberi kesempatan pada produksi pasar sehingga muncul diferensasi dalam struktur masyarakat
C. Masyarakat Modern
Ciri-ciri struktur social dan budaya masyarakat modern :
- Hubungan social didasarkan atas kepentingan pribadi
- Hubungan dengan masyarakat lainnya sudah terbuka dan saling mempengaruhi
- Kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sangat kuat
- Ekonomi hamper seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasar atas penggunaan uang da alat pembayaran lainnya
D. Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
Aspek individu, keluarga dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya.
Karena tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.7
E. Problematika Individu, Keluarga dan Masyarakat
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dan lain-lain.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Individu adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.Sementara masyarakat adalah kelompok manusia yang telah lama bertempat tinggal di suatu daerah yang tertentu dan mempunyai aturan (undang-undang) yang mengatur tata hidup mereka untuk menuju kepada tujuan yang sama.
Untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuh kembangkan perilakunya.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam.8
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dan lain-lain.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dan sebagainya.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dan sebagainya.
B. Saran
Dalam bermasyarakat ciptakanlah sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan, agar terciptanya sikap kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, Rineka Cipta, Jakarta, 2003. Su’adah, Sosiologi Keluarga, UMM Press, Malang, 2005.
Tim ISBD UNESA, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Unesa University Press, Surabaya, 2008. Hartomo dan Arnicun Aziz, MKDU: Ilmu Sosial Dasar, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2008.
http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga(diakses pada 11 september 2015 pukul 09.35)