LAPORAN PENDAHULUAN
KONSEP DASAR
I. PENGERTIAN
Kurangnya perawatan diri pada pasien gangguan jiwa terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri menurun, kurang perawatan diri ketidakmampuan merawat kebersihan diri, makan secara mandiri, berhias diri secara mandiri, dan toileting (Buang Air Besar atau Buang Air Kecil) (Mukhripah, 2008).
Defisit perawatan diri merupakan suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalam melakukan atau melengkapi aktivitas perawatan diri secara mandiri seperti mandi (hygiene), berpakaian/berhias, makan dan BAB/BAK (toileting) (Fitria, 2009).
Keadaan individu mengalami kerusakan fungsi motorik atau fungsi kognitif, yang menyebabkan penurunan kemampuan untuk melakukan masing-masing dari kelima aktivitas perawatan diri (makan, mandi atau higiene, berpakaian atau berhias, toileting, instrumental) (Carpenito, 2007).
II. ETIOLOGI
Menurut Depkes (2000: 20), penyebab kurang perawatan diri adalah: a. Factor predisposisi
1) Perkembangan
Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu.
2) Biologis
Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.
3) Kemampuan realitas turun dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri.
4) Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri. b. Faktor presipitasi
Menurut Depkes (2000: 59) Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah:
1) Body Image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya.
2) Praktik Sosial
Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
3) Status Sosial Ekonomi
4) Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
5) Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya.
6) Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan. 7) Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun, sampo dan lain – lain.
8) Kondisi fisik atau psikis
Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya.
III. JENIS-JENIS DEFISIT PERAWATAN DIRI
Menurut Nanda-1 (2012), jenis perawatan diri terdiri dari: a. Defisit Perawatan diri : mandi
b. Defisit perawatan diri : berpakaian dan berhias c. Defisit perawatan diri : makan
IV. TANDA DAN GEJALA
Menurut Mukhripah (2008) kurang perawatan diri sering ditemukan adanya tanda dan gejala sebagai berikut :
1. gangguan kebersihan diri, ditandai dengan rambut kotor, gigi kotor, kulit berdaki dan bau, kuku panjang dan kotor.
2. ketidakmampuan berhias atau berdandan, ditandai dengan rambut acakacakan, pakaian kotor dan tidak rapi, pakaian tidak sesuai, pada pasien laki-laki tidak bercukur, pada pasien wanita tidak berdandan.
3. ketidakmampuan makan secara mandiri, ditandai dengan ketidakmampuan mengambil makan sendiri, makan berceceran, dan makan tidak pada tempatnya 4. ketidakmampuan BAB atau BAK secara mandiri, ditandai dengan BAB atau BAK
tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri dengan baik setelah BAB atau BAK.
5.
V. DAMPAK MASALAH DEFISIT PERAWATAN DIRI a. Dampak fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik, gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membran mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, gangguan fisik pada kuku
b. Dampak psikososial
Masalah yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kenutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
VI.
PENATALAKSANAAN
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI
I. PENGKAJIAN
Kurangnya perawatan diri pada klien dengan gangguan jiwa terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri menurun. Kurang perawatan diri tampak dari ketidakmampuan merawat kebersihan diri, makan secara mandiri, berhias diri secara mandiri, dan toileting ( BAB / BAK secara mandiri).
6. Data yang biasa ditemukan dalam deficit perawatan diri adalah :
a. Data Subyektif : pasien merasa lemah, malas untuk beraktifitas, merasa tidak berdaya
b. Data objektif : rambut kotor, acak-acakan, badan dan pakaian kotor dan bau, mulut dan gigi bau, kulit kusam dan kotor, kuku panjang dan tidak terawat 7. Mekanisme Koping :
Regresi, penyangkalan, isolasi social, menarik diri, intelektualisasi II. POHON MASALAH KEPERAWATAN
III. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Berdasarkan data yang didapat ditetapkan diagnosa keperawatan : Kurang Perawatan Diri : - kebersihan diri
-berdandan - makan - BAB/BAK Effect
isolasi sosial
Defsit Perawatan Diri
Menurunnya motivasi dalam
perawatan diri Core Problem
halusinasi
IV. RENCANA KEPERAWATAN dalam waktu 2kali pertemuan : -tanda-tanda bersih -badan tidak bau -rambut rapi, bersih dan tidak bau -gigi bersih dan tidak bau mulut -baju rapi dan tidak bau
-1. Diskusikan bersama klien tentang pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tetnag arti bersih dan tanda-tanda bersih 2. Dorong klien untuk menyebutkan 3
dari 5 tanda kebersihan diri
Klien mampu menyebutkan kembali kebersihan untuk kesehatan
1. Diskusikan fungsi kebersihan diri untuk kesehatan dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal-hal yang berhubungan dengan
kebersihan diri
2. Bantuklien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri 3. Beri reinforcement positif setelah
klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri
Klien dapat
menjelaskan tentang cara merawat diri, antara lain :
-mandi 2 kali sehari dengan sabun -menggosok gigi
Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti :
-mandi 2x, pagi dan sore
-sikat gigi minimal 2x sehari (sesudah makan dan sebelum tidur )
minimal 2 kali sehari setelah makan dan akan tidur -mencuci rambut 2-3x seminggu dan memotong kuku bila
-mandi, pakai sabun dan siram dengan air sampai bersih -mengganti pakaian bersih sehari sekali dan merapikan penampilan
-1. Memotivasi klien untuk mandi : -ingatkan caranya, evaluasi hasilnya dan beri umpan balik
-bimbing klien dengan bantuan minimal
-jika hasil kurang, kaji hambatan yang ada
2. bimbing klien untuk mandi
-ingatkan dan anjurkan untuk mandi 2x sehari dengan menggunakan sabun
-anjurkan klien untuk meningkatkan cara mandi yang benar
3. anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari:
-anjurkan klien untuk
mempertahankan dan meningkatkan penampilan diri setiap hari
-dorong klien untuk mencuci pakaiannya sendiri
-demonstrasikan cara mencuci pakaian yang benar dengan sabun dan di bilas
4. kaji keinginan pasien untuk memotong kuku dan merapikan rambut
melakukan sendiri
-ingatkan potong kuku dan keramas 5. kolaborasi dengan perawat ruangan
untuk pengelolaan fasilitas perawatan kebersihan diri seperti mandi dan kebersihan kamar mandi 6. bekerja sama dengan keluarga untuk
mengadakan fasilitas kebersihan diri, seperti odol, sikat gigi, shampo, pakaian ganti, handuk dan sendal
Klien dapat melakukan kebersihan perawatan diri secara mandiri
Setelah 1 minggu klien dapat melakukan perawatan kebersihan diri secara rutin dan teratur tanpa anjuran -mandi pagi dan sore hari
-ganti baju setiap hari
-penampilan bersih dan rapi
Monitor klien dalam melaksanakan kebersihan diri secara teratur, ingatkan untuk mencuci rambut, menyisir, gosok gigi, ganti baju dan pakai sandal
Klien dapat mempertahanka n kebersihan diri secara mandiri
Klien selalu tampak bersih dan rapi
Beri reinforcement positif jika klien berhasil melakukan kebersihan klien
Klien dapat
1. jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnyaklien menjaga kebersihan diri
2. diskusikan bersama keluarga tentang tindakan yang telah dilakukan klien selama di RS dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang dialami di RS
kemajuan yang telah dialami di RS
1. jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap dalam menjaga kebersihan diri klien 2. anjurkan keluarga untuk
menyiapkan sarana dalam menjaga kebersihan diri
3. diskusikan bersama keluarga cara membantu klien menjaga kebersihan Keluarga membantu
dan membimbing klien dalam menjaga kebersihan diri
Diskusikan dengan keluarga mengenai hal-hal yang dilakukan misalnya : -mengingatkan klien pada waktu mandi -sikat gigi, keramas, ganti baju, dan lain-lain
-membantu klien apabila mengalami hambatan, memberi pujian atas kebersihan klien
V. RENCANA STRATEGI PELAKSANAAN
KLIEN KELUARGA
SPIP
1. Menjelaskan pentingnya kebersihan diri
2. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
3. Membantu pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
SP1K
1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan pasien
2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala defisit perawatan diri, dan jenis defisit perawatan diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien
defisit perawatan diri SP2P
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan cara makan yang baik 3. Membantu pasien mempraktikkan
cara mekan yang baik
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal harian
SP2K
1. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan defisit perawatan diri
2. Melatih keluarga mempraktikkan cara merawat langsung kapada pasien defisit parawatan diri
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan cara eliminasi yang baik 3. Membantu pasien mempraktekkan
cara eliminasi yang baik
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
1. Membantu keluarga membuat jadwal harian aktivitas dirumah termasuk minum obat (discharge planning) 2. Menjelaskan follow up setelah pulang
SP4P
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan cara berdandan
3. Membantu pasien mempraktekkan cara berdandan
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI
RUANG RAWAT : KRONIS WANITA
I. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny. E P
Umur : 40 tahun
Agama : Kristen katolik
Suku : Muyu - Merauke
Alamat : Jl. Nowari/aspel Pendidikan : SD
Pekerjaan :
-No. RM :
Diagnose Medis : skinzofrenia II. ALASAN MASUK
Klien dirujuk dari rumah sakit Merauke , suka main air dan sabun tiap hari , telanjang sambil jalan
III. RIWAYAT PRESIPITASI / RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Perubahan perilaku dialami pasien sejak 7 tahun yang lalu. Awal gejala pasien gaduh gelisah, jalan telanjang, namun 2 tahun sebelum masuk Rs jiwa pasien tenang namun keluhan yang ada : suka main sendiri , mencuci barang-barang dan sampah , mandi denagan pintu kamar mandi terbuka
IV. FAKTOR PREDISPOSISI A. Riwayat Penyakit dahulu
Klien merupakan pasien lama di RS jiwa , klien pernah dirawat di RS Bovendigoel melahirkan anak pertama disana
B. Riwayat Trauma
Pasien mengatakan tidak memiliki trauma kekerasan Masalah keperawatan : tidak ditemukan
C. Riwayat Penyakit Keluarga
Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa Masalah Keperawatan : tidak ditemukan
V. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Pasien tampak tidak rapi , kuku panjang, pakaian kotor, pasien tidak pernah ganti baju, mandi tidak menggunakan sabun
Compos mentis 3. Orientasi
Waktu : pasien dapat membedakan siang dan malam
Tempat : pasien dapat menyebutkan tempat dia berada yaitu di RS jiwa Orang : pasien dapat membedakan mana perawat , dokter , pasien. Masalah keperawat : tidak ditemukan
4. Pembiacaraan
Pasien berbicara dengan jelas, tapi sering kali menjawab apa yang ditanyakan tidak sesuai.
5. Aktivitas motorik / psikomotor
Pasien tampak tidak tenang , selalu ingin pulang, sedikit kurang bersemangat, tidak ada aktivitas yang dilakukan di ruangan hanya mondar-mandir
6. Afek / Emosi
Pasien saat diceritakan cerita lucu pasien tampak ketawa Masalah keperawatan : tidak ditemukan
7. Persepsi – sensorik Halusinasi penglihatan
- Pasien mengatakan sering melihat ada yang ingin menabrak dirinya dengan motor , pasien melihatnya pada malam hari, saat melihatnya pasien merasa takut
Masalah keperwatan : gangguan persepsi sensori halisunasi penglihatan
8. Proses piker - Arus pikir
Pasien sampai pada tujuan pembicaraan Masalah keperawatan : tidak ditemukan - Isi pikir
Pasien tidak memiliki obsesi atau phobia atau curiga terhadap sesuatu Masalah keperawatan : tidak di temukan
- Bentuk pikir Realistis
9. Interaksi selama Wawancara
Pasien berinteraksi dengan baik , kontak mata ada tetapi hanya sesekali, pasien berbicara jelas
Memori jangka panjang : pasien masih mengingat bahwa dia hanya tamatan SD Memori jangka pendek : pasien masih mengingat lauk yang kemarin dia makan yaitu ikan
Masalah keperawatan ; tidak ditemukan 11. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Saat ditanya 5+5 = 10 (pasien menjawaban dengan benar) , 5+3 = 8 (pasien menjawaban dengan benar) , 7-2 = 5 (pasien menjawaban dengan benar) , pasien bisa menyebutkan 10-1 dan 1-10 dengan baik .
Masalah Keperawatan : tidak ditemukan 12. Kemampuan penilaian
Pasien bisa membedakan rasa manis pada gula-gula , dan rasa pedis pada sambal 13. Daya tilik / insight
Pasien mengatakan bahwa dia tidak sakit dan mau pulang Masalah keperawatan : harga diri rendah
VI. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Baik 2. Tanda-tanda vital
- TD : 110/70 mmHg - 75 kali/menit - RR : 24 kali/menit - SB : 37 C
3. Ukur
- BB : 55 kg - TB : 157 cm 4. Keluhan fisik
Pasien mengatakan tidak sedang sakit Masalah keperawatan : tidak ditemukan
Keterangan
Laki-laki :
Perempuan :
Meninggal :
Pasien :
Tinggal bersama :
2. Konsep diri a. Gambaran diri
Klien mengatakan dari semua anggota tubuhnya klien paling suka rambut dan wajahnya
b. Identitas
Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 40 tahun , sudah menikah c. Peran
Pasien berperan sebagai anak, istri, dan ibu dari anaknya d. Ideal diri
Klien ingin cepat pulang bertemu dengan keluarga, sudah merasa bosan berada di RSJ
e. Harga Diri
Selalu menunggu keluarga yang tidak pernah datag untuk membawanya pulang, merasa tidak diperhatikan lagi, dapat berkomunikasi dengan baik dengan perawat Masalah keperawatan : harga diri rendah
3. Hubungan sosial
a. Orang yang paling berarti adalah anak pasien b. Peran serta dalam kegiatan kelompok
Pasien mengatakn tidak pernah melakukan atau mengikuti kegiatan diluar rumah kecuali beribadah di gereja
Jarang bergaul dan berinteraksi dengan orang lain 4. Spiritual
a. Nilai dan keagamaan
Pasien mengatakn beragama kristen katolik b. Kegiatan ibadah
Pasien mengatakn sebelum sakit biasa mengikuti ibadah di gereja
VIII. AKTIVITAS SEHARI-HARI (ADL) 1. Makan
Makan sendiri , makan berantakan, alat makan seperti gelas tidak di bersihkan namun di tumpuk , Tidak mencuci tangan saat makan
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri 2. BAB/BAK
Pasien mampu BAB/BAK sendiri 3. Mandi
Mandi 2 kali tetapi tidak memakai sabun, Setiap mandi baju dan celana tidak pernah di ganti , Saat mandi klien jarang menggosok gigi
Masalah keperawatan : Defisit Perawatan Diri 4. Berpakaian / Berhias
Pasien berpakain sendiri , berpakaian tidak rapi , Celana kotor , Rambut kotor ada ketombe , Rambut klien tidak di sisir dengan rapi , Muka kasar, Klien tidak memotong kuku, kuku panjang dan kotor
Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan diri 5. Istirahat dan Tidur
Pasien mengatakan susah tidur karena mati lampu dan merasa badannya bengkak-bengkak.
Masalah Keperawatan : Gangguan Pola Tidur 6. Pengunanaan Obat
Pasien mengetahui jadwal minum obat dan mau minum obat tanpa di paksa 7. Aktivitas di dalam rumah
Pasien mengatakan selalu membersihkan halaman , memasak 8. Aktivitas di luar rumah
Pasien tidak bekerja , pasien mengatakan biasa pergi gereja
IX. MEKANISME KOPING
X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN
Pasien tidak memiliki masalah dengan lingkungan kelompok , berhubungan baik dengan lingkungan ruang kronik wanita , pendidikan terakhir SD, pasien tidak bekerja
XI. KURANG PENGETAHUAN TENTANG Pasien kurangmengetahui tentang penyakit jiw XII. ASPEK MEDIK
Diagnosa Medik : Skinzofrenia Terapi :
Resperdone 1 x 2 Thihexiphenidyl 3 x 1 Ladomer 5mg 3 x 1 Ambroxol 3 x 1
XIII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN Gangguan defisit perawatan diri Gangguan persepsi sensori halusinasi Harga diri rendah
Gangguan pola tidur
XIV. ANALISA DATA
NO DATA DIAGNOSA KEPERAWATAN
DS :
Klien mengatakan : - Makan sendiri
- Tidak mencuci tangan saat makan
- Mandi 2 kali tetapi tidak memakai sabun, - Setiap mandi baju dan celana tidak
pernah di ganti ,
- Saat mandi klien jarang menggosok gigi - Pasien berpakain sendiri ,
- Klien tidak memotong kuku DO :
Klien tampak :
- Pasien tampak tidak rapi , - pakaian kotor
- makan berantakan
- alat makan seperti gelas tidak di bersihkan namun di tumpuk
- berpakaian tidak rapi - Celana kotor
- Rambut kotor ada ketombe
- Rambut klien tidak di sisir dengan rapi , - Muka kasar
- kuku panjang dan kotor
XV. POHON MASALAH
XVI. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN Defisit perawatan diri
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
(Berdasarkan prioritas) Effect
isolasi sosial
Defsit Perawatan Diri
Core Problem halusinasi
Menurunnya motivasi dalam
perawatan diri Causa
Ruang : R. Kronik Wanita Nama Pasien : Ny. E
No. Register : 0002355
NO . DX
TANGGA L
MUNCUL
DIAGNOSA KEPERAWATAN TANGGAL
TERATASI
TANDA TANGAN 1. 10/06/2017 Gangguan Defisit Perawatan Diri
Nama : ny. E
Ruangan : R. Kronik Wanita RM No. :
NO .
TANGGAL & JAM
SP PASIEN SP KELUARGA
SPIP memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
SP1K
1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan pasien
2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala defisit perawatan diri, dan jenis defisit perawatan diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien defisit perawatan diri
SP2P
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan cara makan yang baik
3. Membantu pasien
mempraktikkan cara mekan yang baik
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal harian
SP2K
1. Melatih keluarga
mempraktekkan cara merawat pasien dengan defisit perawatan diri
2. Melatih keluarga
mempraktikkan cara merawat langsung kapada pasien defisit parawatan diri
SP3P
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan cara eliminasi yang baik
3. Membantu pasien
mempraktekkan cara eliminasi yang baik
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal
SP3K
1. Membantu keluarga membuat jadwal harian aktivitas dirumah termasuk minum obat (discharge planning)
kegiatan harian SP4P
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Menjelaskan cara berdandan
3. Membantu pasien
mempraktekkan cara berdandan
4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
Nama : Ny. E
Ruangan : R. Kronik Wanita
RM No :
7
BHSP:
Orientasi: Selamat pagi , perkenalkan
nama saya perawat Risma, saya adalah
mahasiswa Poltekes Kemenkes Jayapura
yang sedang praktek di sini. Saya praktek
di sini selama 2 minggu. Nama anda
siapa ya ? Senang di panggil apa ?
SP1P :
Fase kerja: suster ingin menjelaskan
sedikit kepada ibu pentingnya kebersihan
diri. Berapa kali ibu mandi dalam
sehari ? Apakah ibu sudah mandi hari
ini ? Menurut ibu apa kegunaan mandi ?
Apa alasan sehingga tidak bisa merawat
diri ? Kira-kira tanda-tanda orang yang
tidak merawat diri dengan baik seperti
apa ? Kalau kita tidak teratur menjaga
kebersihan diri , masalah apa menurut
ibu yang bisa muncul ? Ada cara
bagaimana menjaga kebersihan diri:
menurut ibu kalau mandi kita harus
bagaimana sebelum mandi apa yang
harus kita persiapkan ?
“ seperti suster kalau mandi menyiapkan
pakaian ganti, handuk, sikat gigi, sampo
dan sabun serta sisir. Bagaimana kalau
pakai baju dan sisir rambutnya.
Fase terminasi :
-
Bagaimana perasaan ibu setelah kita
mendiskusikan pentingnya kebersihan
diri, bagaimana cara-cara mandi baik
yang sudah ibu lakukan tadi.
-
Mari kita masukkan pada jadwal
S: klien mengatakan :
- Selamat pagi suster
- kotor dan gatal-gatal,
kudis dan kutuan.
- Siapkan sabun,sampo,
sikat gigi
O: Klien tampak :
- Menjawab sopan
- Kontak mata (+)
- Tersenyum
- Pakaian klien sudah
rapi
- Rambut di kepang/
dianyam
kegiatan berikutnya ? Jam berapa saja ?
Nah dikerjakan yah ibu ! nanti kita
ketemu lagi untuk latihan cara makan
yang baik.
mandinya seperti sudah terlihat rapi siang
ini ?
Fase kerja :
“ Hari ini kita akan belajar tentang cara
makan yang baik. Bagaimana kebiasaan
sebelum makan maupun setelah makan ya.
Mari kita praktekkan ! Setelah itu kita
duduk dan ambil makanan sebelum makan
berdoa dulu, silahkan ibu yang pimpin!
Saat makan kita harus menyuap makanan
satu-satu dengan pelan-pelan! Setelah
makan kita bereskan piring, gelas yang
kotor, dan diakhiri dengan cuci tangan.
Fase terminasi:
baik dan benar. Selamat siang
S: Klien mengatakan :
- pagi suster
O: Klien tampak :
- Menjawab salam
- Klien makan dengan
cepat dan dihabiskan
- Gelas habis minum
berserakan di meja
- Tidak mencuci tangan
selesai makan
- Tampak membaca doa
- Diam
A: SP2P belum berhasil
P:evaluasi SP2P
dihentikan (pasien
pulang)
Tanggal :19 / 06 / 2017 Hari ke : 1 (Pertama) Interaksi k : Interaksi 1-2
A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien
Ny. E terlihat duduk di meja sambil menggaruk-garuk badannya yang terlihat kotor, rambut acak-acakan, pakaian tidak rapi, kuku kotor dan panjang menggunakan cat, gigi kotor
2. Diagnosa keperawatan Defisit perawatan diri 3. Tujuan khusus :
a. Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri b. Pasien mampu melakukan makan dengan baik
c. Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri d. Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik 4. Tindakan keperawatan
a. Menjelaskan pentingnya kebersihan diri b. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
c. Membantu pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri
B. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan : 1. Fase perkenalan / Orientasi
a. Salam terapeotik :
Selamat pagi, memperkenalkan nama saya perawat Riswa. Saya adalah mahasiswa keperawatan Poltekes Kemenkes Jayapuram yang sedang praktek disini. Saya praktek disini selama 2 minggu . Nama anda siapa ya? Senang di panggil apa? Oh jadi anda senangnya dipanggil Ny.E saja
b. Evaluasi/ Vandisi
Riswa lihat dari tadi Ny.E menggaruk-garuk badan terus, gatal ya? c. Kontrak
Topik : Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang kebersihan diri.
Waktu : Kira-kira mau berapa lama kita gobrolnya? Jadi ngobrolnya 10 menit saja”ya”
2. Fase kerja
“ Berapa kali Emi mandi dalam seharu? Apakah Ny.E sudah mandi hari ini? Menurut Emi apa kegunaan mandi? Apa alas an sehingga tidak bias merawat diri? Menurut Emi apa manfaat kalau kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa? Kalau kita tidak teratur menjaga kebersihan diri masalah apa yang menurut Emi bias muncul, ada cara bagaimana menjaga kebersihan diri : Menurut Ibu Emi kalau mandi kita persiapkan? Seperti suster kalau mandi menyiapkan pakaian ganti, hamduk, sikat gigi, sampo dan sabun serta sisir. Bagaimana kalau kita ke kamar mandi, suster akan membimbing Ibu emi untuk melakukannya. Ambil sampo gosokkan ke kepala sampai berbusa bilas sampai bersih. Ambil sabun gosokkan keseluruh tubuh lalu siram dengan air sampai bersih, sikat gigi pakai odol. Sikat dari atas ke bawah, depan ke belakang lalu kumur-kumur sampai bersih, terakhir siram lagi seluruh tubuh Emi sampai bersih. Lalu keringkan dengan handuk, selanjut pakai baju dan sisir rambutnya.
3. Fase terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan : Evaluasi subjektif : pasien mengatakan : selamat pagi suster Nama saya E dipanggil E
Iya, mandi i kali biar bersih, saya mau pulang saja suster, kotor dan gatal-gatal bias kudis dan ada ketombe.
Siapkan sabun,sampo dan sikat gigi Evaluasi objektif : pasien tampak :
- pasien menjawab salam - kontak mata (+) - tersenyum - pakaian tidak rapi - rambut acak-acak - wajah kusam - tercium bau badan - mampu mempraktekkan
Sekarang mari kita masukkan pada jadwal harian Ny.E mau berapa kali sehari mandi dan sikat gigi? Bagus dua kali yaitu pagi dan sore. Kalau pagi jam berapa? Kalau sore? Beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa di suruh, B (bantuan) kalau diingatkan baru dilakukan dan T (tidak) tidak melakukan.
c. Kontrak yang akan datang
Topik : Baik besok kita ketemu lagi ya, kembali untuk belajar cara makan yang baik. Waktu : Kalau begitu kita akan latihan cara makan yang baik . besok jam 12 siang setelah Ny.E melakukan kegiatan mandi
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Tanggal :20/06/2017
Hari ke :2(Kedua)
Interaksi ke : 3-4
A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien
Ny. E terlihat sedang duduk di kursi dekat tempat makanan Ny. E terlihat rapi dengan rambutnya yang dianyam/dikepang 2. Diagnosa keperawatan : Defisit perawatan diri
3. Tujuan khusus
Pasien mampu melakukan kebersihan diri secara mandiri Pasien mampu melakukan makan dengan baik
Pasien mampu melakukan BAB/BAK secara mandiri Pasien mampu melakukan berhias/berdandan secara baik 4. Tindakan keperawatan
Menjelaskan cara makan yang baik
Membantu pasien mempraktekan cara makan yang baik
B. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan 1. Fase perkenalan / Orientasi
a. Salam trapeotik elamat siang Ny.E? Bagus sekali Ny.E seperti terikat rapi siang hari ini
b. Evaluasi / validasi : Bagaimana perasaan Ny.E siang ini? c. Kontrak
Topik : Bagaimana kalau kita latihan cara makan yang baik?
Waktu : Mau berapa lama kira-kira kita ngobrolnya? Oke, jadi Ny.E maunya kita ngobrol-ngobrolnya 20 menit
Tempat : Kita akan latihan cara makan yang baik. Kita langsung saja ya di tempat ini biasa tempat Ny.E makan
2. Fase Kerja :
Silahlah Emi yang pimpin! Bagus. Mari kita makan. Saat makan kita harus menyuap makanan satu-satu dengan pelan-pelan ya. Mari kita makan. Setelah makan kita bereskan puring , gelas yang kotor. Dan kita akhiri dengan cuci tangan.
3. Fase terminasi
a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan
Evaluasi subjektif : Klien menyatakan “Siang suster, baik. Saya tidak mencuci tangan kalau mau makan dan sesudah makan , iya ( membaca doa)
Evaluasi objektif : Klien tampak :Menjawab salam Klien makan dengan cepat Gelas habis minum bereskan di meja tidak mencuci tangan selesai makan
b. Rencana tindak lanjut : “Sekarang, mari kita masukkan padajadwal harian Ny.E sehabis Ny.E melakukan mandi kemudian melakukan cara makan yang baik dan benar sesuai dengan latihan kita hari ini. Beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh, BC (bantuan) kalau diinginkan baru dilakukan dan T (tidak) dilakukan.
c. Kontrak yang akan datang
Topik : Besok kita akan bertemu kembali untuk masih melanjutkan mempraktekkan cara makan yang baik