Peningkatan Ilmu Pengetahuan Anak Jalana

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Peningkatan Ilmu Pengetahuan Anak Jalanan Pekanbaru

Dengan Melakukan Kunjungan Dan Belajar Sambil

Bermain

Nabilah Husna Bestari

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil S1- Universitas Riau, Pekanbaru, E-mail: nabilahhusna99@gmail.com

Abstrak

Anak-anak jalanan dikenal seseorang yang masih belum dewasa dan menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankan hidupnya. Kondisi psikis yang lemah dan labil membutuhkan perhatian khusus untuk melakukan metode pembelajaran yang sesuai terhadap anak-anak jalanan. Pembelajaran yang diberikan berupa pembelajaran dibidang akademik dan non akademik, pembelajaran di bidang agama, dan pembelajaran karakter terhadap anak-anak jalanan. Metode yang diberikan fleksibel dan sesuai bidang pembelajaran yang diterapkan. Bertujuan meningkatkan pengetahuan yang dimiliki dan perubahan pola pikir serta karakter yang bagus.

Kata-Kata Kunci: Anak Jalanan, Metode Pembelajaran, Psikologi Anak Jalanan, Belajar Sambil Bermain, Kunjungan

Abstract

Street children are known to be immature and spend most of their time on the streets by engaging in activities to earn money to sustain their lives. Psychological conditions are weak and labile need special attention to conduct appropriate learning methods of street children. The learning in the field of academic and nonacademic, learning in the field of religion, and character education of street children. The methods provided are flexible and appropriate to the applied field of learning. Aim to increase the knowledge possessed and changes in mindsets and characters.

(2)

1. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dalam segala aspek baik dibidang pertumbuhan dan perkembangan, bidang pendidikan, bidang perekonomian, bahkan bidang politik. Seluruh aspek tersebut masih dibutuhkan kebijakan pubik yang dibentuk oleh pemerintah untuk mencapai tujuan negara. Salah satu tujuan negara terdapat di Pembukaan UUD 1945 alenia ke-4 yaitu mencerdakan kehidupan bangsa. Dengan hal tersebut, banyak kebijakan publik yang muncul dibidang pendidikan yang diperhatikan secara khusus.

Menurut Para Ahli, kebijakan publik terkait dibidang pendidikan pada umumnya, yaitu: 1) Pergantian kurikulum, 2) Bantuan dana operasional sekolah (BOS), 3) Penerapan pendidikan budaya dan karakter di sekolah, 4) Penerapan muatan lokal dan keterampilan sebagai tambahan mata pelajaran, 5) Pembentukan komite sekolah, 6) beasiswa kepada guru untuk mengikuti program pascasarjana 7) Bantuan beasiswa kepada siswa atau yang layak untuk mengikuti program pembelajaran diluar negeri, dan sebagainya.

Akan tetapi, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah belum membantu masyarakat dalam kategori perekonomian menengah kebawah. Walaupun ada kebijakan berupa Indonesia Pintar yang belum terbagi secara merata. Rendahnya perekonomian yang dimiliki sebuah keluarga dalam masyarakat membuat banyak anak-anak dalam keluarga tersebut putus sekolah. Pada umumnya dengan putusnya sekolah,

mereka dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari nafkah dalam keluarga menganti orang tua.

Seharusnya anak-anak yang sudah masuk usia pembelajaran wajib mengikuti program sekolah yaitu pembelajaran selama 12 tahun. Lemahnya perekonomian membuat masa bermain dan waktu belajar mereka untuk mencari nafkah. Padahal dalam UU No. 1 tahun 1974 Pasal 45 menyatakan bahwa pokok-pokok perkawinan, menentukan bahwa orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anaknya sebelum dewasa atau belum dapat berdiri sendiri. Sehingga orang tualah orang pertama yang bertanggungjawab atas wujud kesejahteraan anaknya baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 C, “Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia” dari amandemen tersebut walaupun rendahnya perekekonomian dalam suatu keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak yang kurang mampu tersebut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mereka.

(3)

Butuhnya dukungan dari pemerintah dan perhatian terkait permasalah untuk anak-anak jalana. Tidak menitik beratkan satu pihak untuk mendukung daya pendidikan Indonesia melainkan adanya kerjasama pihak pemerintah dan pihak masyarakat untuk mendukung pembangunan dalam pendidikan. Hasil yang dituliskan dalam makalah ini didasarkan program yang telah dilakukan oleh organisasi sosial Universitas Riau. Program tersebut merupakan salah satu wujud pembangunan dalam pendidikan terhadap anak-anak jalanan untuk menambah daya pengetahuan dan pembelajaran.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Anak jalanan adalah seseorang yang masih belum dewasa (secara fisik dan psikis) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankan hidupnya yang terkadang mendapat tekanan fisik atau mental dari lingkunganya. Umumnya mereka berasal dari keluarga yang ekonominya lemah. Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga

memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.

Menurut Badan Pusat Stastik terkait kemampuan membaca dan menulis untuk penduduk berumur 5 tahun keatas menurut wilayah dan status sekolah untuk provinsi riau pada tahun 2010.

(4)

Oleh karena itu, dalam melakukan kegiatan harus dilakukan juga pemahaman karakter agar tidak mengalami kesalahpahaman dan kesulitan dalam penghubung pembicaraan.

Jurnal ini berdasarkan pelaksanaan Program Sosial Universitas Riau, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tepatnya di persimpangan pasar pagi arengka. Lokasi ini didapatkan dari informan kegiatan program sosial. Untuk lokasi tempat secara langsung tidak diketahui. Berdasarkan hasil wawancara, lokasi tersebut merupakan gang kecil yang tidak diketahui namanya. Pembelajaran yang diberikan berupa pendidikan akademik, pendidikan agama dan pendidikan karakter. Metode yang dilakukan adalah bernyanyi, berdiskusi, ceramah, dan bermain.

3. PENINGKATAN ILMU PENDIDIKAN DI BIDANG AKADEMIK DAN NON AKADEMIK

Pentingnya peningkatan ilmu pendidikan di bidang akademik sangat diperlukan. Peningkatan tersebut bertujuan kemampuan pengetahuan yang dimiliki sehingga menjadi dasar pemahaman. Pemahaman yang diberikan tidak

hanya tulis dan baca melainkan pengetahuan secara global. Utnuk pembelajaran seceperti menambah, mengurangi, mengali dan membagi dapat dilakukan dengan metode cara cepat, mudah, dan tepat. Sedangkan untuk kegiatan membaca, menulis, dan mendengarkan dibutuhkan metode menyenangkan agara tidak membosankan.

Tidak hanya itu pendidikan non akademik contohnya ketrampilan dapat mendukung daya pola pikir dan kemampuan anak-anak. Contohnya dengan pembelajaran ketrampilan dan didukung adanya pengetahuan dibidang akademik dapat membantu mereka merubah pola pikir mereka pentingnya pembelajaran dan dari pembelajaran berimpak pemunculan usaha. Dengan belajar atau memiliki pengetahuan maka anak-anak jalan tersebut akan beranggap bahwa dia bisa menghasilkan uang dari ilmu yang dimiliki bahkan dengan keterampilan yang ada dapat membuat usaha dan berguna untuk keluarganya.

Untuk mencapai hal tersebut, harus dilakukan langkah awal dengan melakukan pengajaran sesuai objek, sebagai berikut:

3.1 Pembelajaran Ilmu Eksakta

(5)

pengandaian yang bagus. Dibutuhkan metode pembelajaran yang menarik serta solusi yang dihasilkan cepat, mudah, dan tepat serta beberapa trik-trik khusus dan unik untuk setiap materi yang akan dilakukan pembahasan. Dikarenakan di bersifat hal-hal konkret maka dibutuhkan metode-metode jitu yang teat dan handal.

3.1.1 Matematika

Pembelajaran matematika yang umum diberikan berupa cara penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk penambahan dapat dilakukan dengan metode sambil bermain. Contohnya permainan ular tangga. Didalam ular tangga sendiri dapat dilakukan bermain sambil melakukan pembelajaran. Dengan cara anak-anak tersebut sudah mengenal angka dan urutan angka dari 1- 100 dan memiliki pemahaman umum cara menambah dan mengurangi. Untuk itu dilakukan refresing akan tetapi tidak melupakan pokok pembelajaran. Ular tangga ini sebagai media yang membuktikan ilmu yang diperoleh tidak terurai begitu saja melainkan tertanam erat.

Cara pelaksanaannya dapat dilakukan setelah menyediakan alat tulis (kertas, pena/ pensil, penghapus), alat penghitung (lidi sebanyak 100 batang/sempoa), dan satu set ular tangga. Cara setiap pemain menuliskan nomor sebelum dimulai yaitu 0 baru pemain yang dahulu mulai melakukan melemparkan dadu yang telah dikocok. Angka yang diperoleh ditulis dahulu dan lakukan pembeljaran disana berupa penambahan angka sebelumnya dengan angka yang diperoleh.

Seandainya angka yang ditempati terdapat tangga dan tangga tersebut di angka diatasnya pemain harus tahu berapa jumlah penaikan yang dialami pemain untuk mencapai angka yang tersebut. Jika benar dapat pemain dibolehkan naik jika salah hanya dapat berdiam diri ditempat. Begitu juga untuk yang ada ularnya seandainya tahu berap jumlah pegurangan yang dialami boleh berdiam diri tetai jika salah maka dia harus turun sesuai tujuan ular tersebut. Ini merupakan salah satu contoh yang mudah untuk pembelajaran berupa penambahan dan pengurangan.

(6)

3.1.2 Sains

Sains sendiri merupakan pemahaman terhadap alam yang disekitar dan biasa dilakukan dengan metode pengamatan dan percobaan yang menarik terhadap anak-anak jalanan. Contohnya dapat dilakukan rekreasi ketaman dan melihat beberapa jenis tanaman dan nama-nama tanama-naman. Saat melakukan rekreasi dapat dilakukan pembelajaran kenapa tanaman tersebut memiliki papan nama dan ada nama ilmiah. Saat melakukan tersebut dilakukan pembelajaran dengan bercerita yang singkat dan menarik. Tidak hanya sampai disitu dapat dilakukan pembaljaran mencari kesamaan yang terdapat tanaman contohnya tanaman ubi kayu dengan tanaman pepaya. Lakukan pembelajaran dengan mencari kesamaan dan perbedaan.

Tidak hanya sampai disitu, pembelajaran dapat dilakukan mengajak anak-anak jalan melakukan percobaan. Percobaan yang dilakukan tidak terlalu membutuhkan hal-hal yang ribet hanya hal-hal yang mudah dan sesuai tema. Contohnya pembahasan bertemakan pelangi, seperti kenapa dan kapan pelangi bisa muncul dan apa saja warnanya. Bahkan percobaan yang paling mudah adalah pencampuran warna dasar seperti

warna merah ditambahkan warna biru menjadi unggu, warna kuning ditambahkan warna biru menjadi warna hijau, dan warna kuning ditambahkan merah menjadi warna orange.

Untuk pembelajaran sains juga dibutuhkan waktu khusus untuk pembelajaran dasar serta dapat dengan cara menonton video pembelajaran dan masih banyak pembelajaran yang dapat dilakukan dengan menarik dan bermanfaat. Pembelajaran itu sendiri bersifat felksibel dalam metode pengajarannya.

3.2 Pembelajaran Ilmu Sosial dan Ketrampilan

(7)

dengan menonton dan pembelajaran dengan bercerita yang berlanjutan seperti melakukan dongeng bersambung akan tetapi pembicaraannya adalah sebuah sejarah.

Pembelajaran sosial sendiri tidak hanya berkaitan dengan kondisi sekarang dan masa lalu bisa juga berupa pewujudan dengan ilmu keterampilan yang diberikan seperti membuat hal-hal yang menarik dan dilakukan penjualan serta cara memgolah hasil penjual yang baik sesuai pembelajaran ekonomi dan syariat agama. Dan pemahaman ilmu-ilmu ekonomi seperti persiapan kedepannya bagaimana. Contohnya ingin emnjadi orang kaya, apa yang dapat dilakukan untuk menjadi orang kaya. Disitu dilakukan pembelajaran untuk menjadi orang kaya harus pintar bagi diri sendiri untuk menghasilkan uang yang nantinya dapat diolah dan dijadikan sebuah aset yang berguna dan juga hasil dari uang itu bisa juga dimanfaat tidak hanya diri sendiri melainkan orang lain dapat merasakan.

Pembelajaran sosial sendiri bermiliki makna yang berkaitan diri sendiri, lingkungan yang disekitar dan berdampak terhadap keadaan yang ada dan masa yang akan datang dengan pemahaman yang ada dan pengalaman yang dirasakan atau pengalaman yang pernah terjadi. Oleh karena itu untuk melakukan kegiatan pembelajarna bersifat sosial dapat menitih berat refleksi yang ada dan juga hasil yang diperoleh. Pembelajaran sosial juga terlibat dalam urusan seperti pendidikan kewargangaraan, pancasila dan penggunaan teknologi. Atau yang terlibat diri sendiri bahkan kondisi yang dipengaruhi arus globalisasi yang ada.

Pembelajaran beberapa hal tersebut sangat dibutuhkan untuk anak-anak jalanan dan penggunaan teknologi yang baik. Wawasan tentang negara sangat dibtuhkan bagi anak-anak tersebut seandainya diantara anak-anak jalanan tersebut berkeinginan mengikuti ujian penyetaraan. Penggunaan teknologi yang baik berguna untuk menjaga karakter dari anak-anak jalanan yang sudah tercemar pornografi, narkoba, dan sebgainya. Pembelajaran yang dengan pemunculan kebiasaan yang baik dan bersifat berkelanjutan dan tiada habisnya. Dengan begitu dapat teralihkan dari sisi negatif ke sisi yang lebih positif sehingga bermanfaat.

Sedangkan pembelajaran keterampilan bertujuan menambah kemampuan anak-anak tidak hanya mengandalkan dari kegiatan mereka distribusi melainkan juga sebagai produsen. Dengan ketrampilan yang ada dan pengetahuan yang dimiliki memang bisa memiliki usaha-usaha kecil atau ide-ide yang nanti bermanfaat. Ketrampilan yang diberikan bisa berupa ketrampilan mengolah barang-barang bekas menjadi barang-barang yang unik dan menarik. Bahkan pengolahan tersebut dapat mereka gunakan dan bisa pembelajaran.

(8)

Pembelajaran bahasa yang berupa menulis, membaca, mendengarkan dan mengamati dapat dilakukan dengan menyenangkan dan menarik seperti dilakukan. Untuk menulis biasa dilakukan pembuatan rangkaian kata. Dalam merangkai kata yang menarik biasanya dilakukan dengan lakukan sebuah misi misi mencari kartu-kartu yang berisikan suku kata. Dari suku kata tersebut dirangkai menjadi suatu kalimat dan dikumpulkan. Hasil rangkaian kata yang menarik dan tepat diberikan reward. Membaca juga dapat diberikan dengan pemahaman buku bergambar yang berisikan cerita dan bisa juga berisikan suku kata yang mewakilkan huruf tersebut. Mendengarkan dan mengamati dapat dilakukan permainan yang menarik dan sangat umum dilakukan contohnya tebak-tebak suku kata dengan menggunakan anggota tubuh, atau membisikkan kata bergiliran sampai ke ujung, dan masih banyak.

Untuk bahasa sendiri sebernanya memiliki arti yang luas dapat juga dilakukan menonton sebuah viedo dan menuliskan kesan yang terdapat viedo tersebut atau setiap kegiatan yang dilakukan selalu buat diary yang akan disimpan oleh para pelaksana kegiatan sosial dan membacanya. Dan melakukan pembelajar bahasa asing dapat

dilakukan sama dengan pengaplikasi pembelajaran bahasa Indonesia. Dapat berupa metode menonton dan meriew hasil tontonan, pengaplikasi bahasa Inggris, penghapalan vocabulary yang mudah untuk anak-anak jalanan, mendengar musik berbahasa asing dan melakukan penghapalan lagu-lagu anak-anak yang berbahasa asing, bahkan percobaan-percobaan yang menarik lainnya dan merupakan ciri khas sebuah bahasa tersebut.

4. PENINGKATAN ILMU PENDIDIKAN DI BIDANG AGAMA

Peningkatan ilmu pengetahuan dibidang agama sangat dibutuhkan dan didalam pembelajaran agama sendiri dapat menjaga moral dan menambah pengetahuan terkait agama yang dianut. Pembelajaran agama seperti mengaji dapat dilakukan dengan cara metode pada umumnya dan secara perlahan. Karena agama merupakan sesuatu yang membimbing anak-anak perilaku dan jalan yang dibutuhkan. Pengajaran umum pasti dilakukan dengan diskusi, adanya ceramah, perlombaan penghapalan ayat-ayat pendek, dan mendongengkan kisah-kisah nabi dan rasul. Dengan begitu setiap anak-anak mempunyai hal-ha dasar pengetahuan agama yang utama dan dapat membimbing kedepannya. Dengan adanya peningkatan agama dapat menurunkan permasalah psikologi dan juga permasalah karakter dari anak-anak itu sendiri.

(9)

Menurut Kemendiknas (2011, 6) Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak bersadarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Dan juga pembangunan karakter dilakukan dengan pendekatan sistematik dan integrative dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, masyarakat sipil, anggota legsilatif, media massa, dunia usaha, dan dunia industri.

Dan fungsi pendidikan karakter menurunkan permasalahan psikologi yang dialami anak-anak jalan yaitu menumbuhkan karakter-karakter yang terpuji dan memiliki nilai yang universal dan sesuai tradisi budaya bangsa yang religius, menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab, mengembangkan kemampuan menjadi sosok yang besifat kreatif, aman, jujur, dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.

Ilmu karakter yang ditanamkan dapat menghilangkan pola pikir yang telah diternodai oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung dan menghasilkan pola pikir yang bagus dan karakter yang bagus. Kondisi karakter yang diperoleh merupakan hasil dari psikologis yang labil dan lemah yang menimbulkan karakter yang buruk dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung sehingga dibutuhkan penanaman karakter yang baik berdasarkan kondisi yang baru dengan melakukan

kunjungan dan pembelajaran yang diberikan.

Penanam karakter sendiri tidak hanya bertujuan untuk mengubah karakter anak-anak dan membentuk psikologis yang yang bagus melainkan bagaimana berinteraksi dan

kemampuan menghadapi

permasalah-masalah yang kedepannya dapat terbentengi dengan karakter yang telah tertanam dan pengetahuan yang dimiliki. Tidak hanya satu permasalahan yang dapat diselesaikan melainkan merangkap permasalahan yang muncul.

6. KESIMPULAN

(10)

dengan kondisi pembelajaran itu tetap berlangsung dan bermanfaat.

Dengan pemahaman

pembelajaran yang diberikan dapat meningkat pengetahuan dan wawasan yang ada untuk anak-anak jalanan. Tidak hanya meningkatkan ilmu pengetahuan melainkan dapat menganti pola pikir yang telah ternodai dan pemunculan karakter yang baik sehingga menghasilkan sosok yang lebih baik kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Fitria Puji. 2011 . diperoleh tanggal 25 desember 2017. Tugas Individu Tentang Anak Jalanan

http://www.academia.edu/949 3735/Makalah_Tentang_Anak _Jalanan

Badan Pusat Statistika. 2010. Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Wilayah Dan Kemampuan Membaca dan

Menulis . Pekanbaru:Badan

Pusat Statistika

Badan Pusat Statistika. 2010. Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Wilayah dan

Status Sekolah .

Pekanbaru:Badan Pusat Statistika

Haryanto, Valencya. 2017. Diperoleh tanggal 29 deseomber 2017. 6 Contoh Kebijakan Public di

Bidang Pendidikan .

http://www.google.com/amp/s/

guruppkm.com/contoh- kebijakan-publik-di-bidang-pendididikan/amp

Nur, Ismi. 2015. Diperoleh tanggal 25 desember 2017. Makalah

Pemberdayaan Anak Jalanan.

http://kumpulanmakalah-

kedokteran-psikologi.blogspot.in/2013/ma kalah-pemberdayaan-anak-jalanan.html?m=1

Prawira, Reyhansyah. 2015. Diperoleh tanggal 25 desember 2017. Makalah Tentang Anak Jalanan. http://reyhansyah23.blogspot.i n/2015/10/makalah-tentang-anak-jalanan.html?m=1

Pamuchtia, Yunda . Padjaitan, Nurmala K. 2013. Diperoleh tanggal 27 desember 2017. Konsep Diri Anak Jalanan. ISSN: 1978-4333, Vol. 4 No.2 http://download.portalgaruda.o rg/article.php?

article=83529&val=223&title =1

Puspitasari, Euis . 2014. Diperoleh pada tanggal 27 desember

2017. PENDEKATAN

PENDIDIKAN KARAKTER.

Jurnal Edueksos Vol III No 2, Juli- Desember 2014 http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/ index.php/edueksos/article/vie w/355

Suryanto . Herdiana, Ike . Chusairi, Achmad. Deteksi Dini Masalah Psikologis Anak Jalanan pada Orangtua Asuh

di Rumah Singgah.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...