Penyelidikan tanah dilapangan dibutuhkan untuk perancangan fondasi bangunan seperti : Bangunan gedung Dinding penahan tanah Bendungan Jalan Dermaga dll Cara penyelidikan tanah dilakukan dengan : Lubang uji (test pit) Pengeboran Insitu test (pengujian di lapangan) Dari data yang diperoleh, sifat-sifat teknis tanah dipelajari kemudian dijadikan pertimbangan dalam menganalisis penurunan dan kapasitas dukung. Tujuan penyelidikan tanah adalah : Menetukan sifat-sifat tanah yang terkait dengan perancangan struktur yang dibangun diatasnya Menentukan kapasitas dukung tanah menurut tipe fondasi yang dipilih Menentukan tipe dan kedalaman fondasi Untuk mengetahui posisi muka air tanah Untuk memprediksi besarnya penurunan Menentukan besarnya tekanan tanah terhadap dinding penahan tanah atau pangkal jembatan Menyelidiki keamanan suatu struktur bila penyelidikan dilakukan pada bangunan yang telah ada sebelumnya Pada proyek jalan raya dan irigasi, penyelidikan tanah berguna untuk menentukan letak-letak ssaluran, gorong-gorong, penentuan lokasi dan macam bahan timbunan. Cara penyelidikan tanah Pengujian pemboran maupun tes pit memberikan informaasi kondisi tanah dasar fondasi. Penyelidikan detail pengeboran diikuti dengan pengujian dilaboratoriun dan dilapangan. Penyelidikan tanah untuk perancangan fondasi terdiri dari beberapa tahap, yaitu : Pengeboran atau penggalian lubang uji Pengambilan contoh tanah ( setiap jarak 0.75 – 3 m) Pengujian contoh tanah dilapangan atau dilaboratorium Analisis hasil uji tanah untuk perancangan kapasitas dukung Pengambilan sampel pada lapisan batuan yaitu core (inti batu) menggunakan alat bore putar (rotary drill). jawaban yg numz 2
terlekap di dalamnya yang diskrukan pada bahagian atas batang besi tadi. Ini akan menghalang penukul tersebut daripada tercabut dari rod serta memaksa penukul untuk menggelongsor pada satu paras yang tetap. Dalam kendaliannya jumlah bilangan penukul yang dikenakan untuk mencapai ke dalam 0.3m dicatatkan dandiambil sebagai ukuran darjah ketekalan bagi sesuatu jenis tanah. Kerja-kerja proba ini dihentikan apabila nilai rintangan yang telah ditetapkan didapati. PROBA MACKINTOSH JKR Prob JKR ini digunakan dengan meluas di Malaysia untuk kerja-kerja penyelididkan tanah dan juga sebagai tambahan kepada kerja-kerja penyiasatan lain yang lebih menyeluruh seperti penggerudian. Meter tusuk ini pertama kali diperkenalkan oleh Jabatan Kerja Raya dalam tahun 1972, berdasarkan prinsip yang digariskan oleh Hvorslev (1949) untuk rod pacu bagi kerja-kerja pemeruman. Prob JKR ini dihasilkan daripada kaedah yang disyorkan oleh "European Group Subcommittee" (1966) untuk ujian meter susuk static dan dinamik. Ianya direka bentuk khas untuk kesenangan pembuatan tempatan. Prob ini terdiri daripada kon 60 darjah, 25mm garis pusat yang di skru pada hujung rod. Rod-rod ini pula dibuat daripada keluli jenis HY55C 12mm garis pusat dengan setiap satunya sepanjang 1.2m dan disambung dengan penggerudian yang bergaris pusat (luar) 22mm. pemacuan dilakukan dengan tukul kecil seberat 5kg dan dijatuhkan daripada ketinggian 280mm disepanjang rod pandu. Jumlah hentaman tukul daripada ketinggian 280mm di sepangjang rod pandu. Jumlah hentaman tukul menerusi jarak 300mm direkodkan. Jumlah hentaman ini memberi ukuran kekonsistenen tanah-tanah jelekit dan kepadatan tanah-tanah berbutir.