DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Integrated Microhydro Development and Application Program
IMIDAP
BUKU 1
PEDOMAN
STUDI POTENSI
( PRA STUDI KELAYAKAN )
DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Integrated Microhydro Development and Application Program
IMIDAP
BUKU 1
PEDOMAN STUDI POTENSI
( PRA-STUDI KELAYAKAN )
TIM PENYUSUN BUKU 1
PEDOMAN STUDI POTENSI (PRA STUDI KELAYAKAN)
Abdul Kadir Damanik Kementerian UKM Adhy Kurniawan Universitas Gadjah Mada Agus Irfan Gunawan PT. Wiratman and Associates Agus Maryono Universitas Gadjah Mada
Arfie Ikhsan P3T KEBT – Departemen ESDM Armi Susandi Institut Teknologi Bandung
Arie Sudaryanto Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Chandra Adriawan IMIDAP – DJLPE, Departemen ESDM Chayun Boediyono Yayasan Bina Lingkungan Hidup Christian Mamesah P4TK BMTI – TEDC, Depdiknas
Dadan Kusdiana Direktorat Jenderal LPE, Departemen ESDM Djoko Winarno Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Eddy Permadi CV. Cihanjuang Inti Teknik
Faisal Rahadian Asosiasi Hidro Bandung Ifnu Setyadi PT. Pro Rekayasa
Ignatius Iryanto IMIDAP – DJLPE, Departemen ESDM Nota Effiandi Politeknik Negeri Padang
Machfud UNDP – Environment Unit
Mochammad Ainul Yaqin IMIDAP – DJLPE, Departemen ESDM Kusetiadi Rahardjo PT. Heksa Prakarsa Teknik
Ronggo Kuncahyo IMIDAP – DJLPE, Departemen ESDM Sentanu Asosiasi Hidro Bandung
Suhendrik Hanwar Politeknik Negeri Padang
Buku pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan panduan kepada pemerintah provinsi dan atau kabupaten/kota dalam menyusun dan menilai studi kelayakan yang dibuat inisiator dalam upaya memenuhi kaidah dan asas kelayakan dari berbagai aspek. Selanjutnya studi kelayakan tersebut diajukan untuk mendapat alokasi pembiayaan baik anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tingkat provinsi dan atau kabupaten/kota.
Selain pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, buku pedoman ini dapat menjadi acuan bagi investor atau pihak yang berkepentingan dengan pengembangan energi listrik tenaga mikrohidro.
Pedoman teknis ini bersifat dinamis sehingga secara periodik dapat ditinjau kembali dan disesuaikan dengan kemajuan teknologi yang ada. Pemerintah atau badan lainnya yang ditunjuk Pemerintah diharapkan selalu dapat meninjau kembali pedoman teknis ini, pemberlakuannya serta perubahan yang diperlukan.
Selain itu pedoman teknis ini bersifat tidak mengikat, diperlukan peran aktif dari pemilik , perencana dan pabrikan serta pelaksana. Peran paling penting adalah pada pemilik dimana peran pengawasan langsung berada.
Sifat paling penting dari pedoman teknis ini adalah tidak membatasi perkembangan mikrohidro dan menjadi eksklusif namun sebaliknya pedoman teknis ini tidak memberikan kelonggaran yang berlebihan sehingga meninggalkan kualitas yang diperlukan untuk keberlanjutan
project
suatu pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
Terima kasih diucapkan kepada seluruh pihak atas kerjasamanya dalam penyusunan buku pedoman ini dan tim penyusun menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal yang kurang. Masukan dan saran untuk penyempurnaan buku pedoman ini masih diharapkan dari seluruh pihak.
BUKU 1
PEDOMANSTUDIPOTENSI
Survai Awal Studi Potensi
Pemilihan Prioritas Studi Kelayakan PLMTH
Bab 4 Penyusunan Laporan Hasil Studi Potensi (Pra Studi Kelayakan)
Daftar Pustaka
Lingkup Kegiatan Studi Potensi Kriteria Kelayakan Potensi
Pengumpulan Data Teknis Pengumpulan Data Non Teknis
Formulasi Prioritas
Pemilihan Prioritas PLTMH
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Rangkaian Buku Pedoman Studi Kelayakan PLTMH Gambar 2 :
Gambar 3 : Gambar 4 :
Contoh Daerah Tangkapan Air Deskripsi Pengertian
Alat (GPS)
Gambar 5 : Sketsa geologi berdasarkan pengamatan lokasi Gambar 6 : Skema Pembangkit Listrik Mikrohidro
Gambar 7 : Pipa sejajar sungai Gambar 8 :
Gambar 9 : Skema Pembangkit Listrik Mikrohidro Gambar 10 : Skema Pembangkit Listrik Mikrohidro
Head Global Positioning System
penstock
Tabel 1 : Tabel 2 :
Contoh Data Primer Lokasi Potensi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Umum
Pedoman studi kelayakan ini merupakan rangkaian terpadu lingkup kegiatan dan pemberian kriteria penilaian kualitatif dan kuantitatif suatu lokasi potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) mulai dari tahap awal, studi potensi, pemilihan spesifikasi teknis komponen peralatan yang sesuai hingga penyusunan laporan studi kelayakan.
Pedoman studi kelayakan ini terdiri dari beberapa buku, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1.
1.2. Maksud dan Tujuan
1.3. Lingkup Kegiatan Studi Potensi
Sebagaimana dijelaskan pada Buku Pedoman Umum Penyusunan Studi Kelayakan PLTMH (Buku Utama) bahwa sebelum melakukan suatu kegiatan studi kelayakan, maka perlu dilakukan studi potensi atau pra studi kelayakan. Kegiatan studi potensi ini adalah kegiatan awal sebagai kajian umum atau penjajakan awal untuk pengumpulan atau mendapatkan data dan informasi tentang kemungkinan suatu daerah aliran sungai yang ada dan dapat dikembangkan atau dimanfaatkan menjadi suatu potensi pembangkit energi listrik dari sumber mikrohidro atau yang dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Kegiatan studi potensi ini dapat diperkenalkan sebagai kegiatan pra studi kelayakan. Berdasarkan hasil kegiatan studi potensi ini menjadi masukan untuk pengambilan keputusan apakah studi perlu dilanjutkan atau tidak dan bila ternyata memiliki banyak potensi yang layak dapat membantu memilih suatu prioritas.
Kegiatan studi potensi atau pra studi kelayakan ini meliputi kegiatan pengumpulan data dan informasi untuk survai awal di lapangan atau lokasi daerah aliran sungai suatu dusun/desa yang diperkirakan memiliki potensi sumber energi mikrohidro. Data yang dikumpulkan pada kegiatan studi potensi ini meliputi :
b. Data dan informasi tentang tingkat elektrifikasi dan potensi pertumbuhannya, profil sumber energi lokal, pola penggunaan dan pemanfaatannya yang ada saat ini, profil kebutuhan dan ketersediaan energi listrik dan potensi serta daya dukung pembangunan PLTMH.
c. Data dan informasi non teknis tentang profil dan kondisi infrastruktur sosial ekonomi masyarakat, kapasitas lokal, tingkat partisipasi, dukungan dan kontribusi masyarakat lokal untuk pengembangan PLTMH sebagai energi baru terbarukan.
Sebagai batasan atau parameter baik kuantitatif maupun kualitatif untuk menjadi tolok ukur kelayakan suatu potensi aliran sungai dan atau saluran dan untuk pertimbangan kepada studi kelayakan lanjut hingga menjadi prioritas, maka kelayakan potensi memenuhi kriteria sebagai berikut ;
a. Panjang jaringan distribusi titik lokasi pembangkit terhadap penerima daya (beban) radius 5 km untuk tegangan menengah 20 kV dan radius 2 km untuk tegangan rendah.
b. Adanya calon konsumen yang berada di sekitar pembangkit. c. Potensi daya listrik terbangkit mencukupi sesuai standar
mikrohidro dengan daya kurang dari 1 MW.
d. Ketersediaan aliran air sungai sepanjang tahun (musim hujan dan kering), maksimal 3-4 bulan kering dalam 1 tahun dan bulan-bulan lainnya dalam keadaan basah. Bulan kering yang dimaksud di sini adalah musim kemarau yang sama sekali atau sangat sedikit turun hujan. Bulan basah adalah musim penghujan yang banyak turun
(supply-demand)
1.4. Kriteria Kelayakan Potensi
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
hujan atau terdapat hujan lebat pada bulan tersebut. Lebih jelas tentang debit dan analisisnya dapat dilihat di Pedoman Studi Kelayakan Hidrologi Pembangunan PLTMH – Buku 2A.
e. Jalan akses menuju lokasi dapat dijangkau atau dapat ditempuh dengan teknologi yang tidak mahal.
BAB 2
SURVAI AWAL STUDI POTENSI
2.1. Pengumpulan Data Teknis
a. Pengumpulan Bahan Referensi Dasar
Setelah mengidentifikasi dan memfokuskan lokasi potensi, maka langkah selanjutnya mengumpulkan bahan referensi dasar yang dibutuhkan adalah antara lain ;
- Peta Lokasi
Merupakan peta tentang wilayah dusun/desa lokasi potensi, relatif terhadap lokasi pusat pemerintahan desa, kecamatan, kota fasilitas umum, tanah pertanian, lokasi desa-desa, kemiringan sungai, daerah tangkapan air dari lokasi yang diusulkan, jalan menuju lokasi dan sebagainya. Peta ini dapat menggambarkan tingkat aksesibilitas lokasi PLTMH untuk mendapatkan alternatif jalan akses untuk memperkirakan kebutuhan jalan akses yang harus dibuat apabila PLTMH dibangun. Peta ini bisa didapatkan di Badan Koordinasi Survai dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Peta lokasi ini tersedia dengan skala 1:50.000 dan 1:25.000.
- Peta Geologi
dianalisis terlebih dahulu sebelum pembangunan yang direncanakan. Peta geologi skala dimaksud dapat diperoleh dari Direktorat Geologi dan Tata Lingkungan dengan skala 1:250.000 atau 1:100.000.
- Ketersediaan Material Konstruksi
Melakukan pengamatan dan identifikasi ketersediaan material konstruksi, hal ini penting dilakukan untuk menghitung nilai ekonomis pembangunan PLTMH.
- Data Debit Aliran
Data debit aliran diupayakan berupa catatan aliran bulanan dengan rentang waktu setidaknya 10 tahun terakhir. Data ini bisa didapatkan di Dinas Pekerjaan Umum/Pengairan/Pengelolaan Sumber Daya Air tingkat kabupaten dan atau provinsi setempat. Apabila data debit tidak tersedia maka dapat dihitung dengan menggunakan data curah hujan stasiun pengamat terdekat. Data curah hujan yang dimaksud berupa data curah hujan harian, baik berupa hasil pencatatan manual maupun otomatis berbentuk time series. Rentang pencatatan minimal 10 tahun terakhir, dimulai dari tahun perencanaan hingga 10 tahun runtut ke belakang.
Data ini didapatkan di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau stasiun hujan setempat yang bersifat independen milik Departemen Perhubungan, Departemen Pertanian, Departemen Pekerjaan Umum atau instansi/badan lain yang berkompeten.
Pemilihan lokasi potensi sumber energi mikrohidro dapat dilakukan secara atau survai awal sebagai pendekatan, yakni sebagai berikut ;
- Pemilihan menggunakan Peta Topografi
Perkiraan ketinggian, yang ditaksir melalui peta adalah kurang lebih 10 m untuk peta dengan skala 1:25.000 dan 25 m untuk peta dengan skala 1:50.000. Berdasarkan peta topografi ini juga dapat digambarkan daerah tangkapan air sebagaimana contoh pada Gambar 2.
- Pemilihan dengan Pertimbangan Kemiringan Sungai/Saluran dan Debit Sungai/Saluran
Pemilihan lokasi potensial ini dengan mempertimbangkan profil tinggi dan saluran air serta debit air aliran yang ada. Jenis informasi, yang diambil dari peta topografi adalah kemiringan sungai atau saluran meliputi perbedaan ketinggian dan panjang sungai atau saluran dan debit. Pengertian dapat dilihat pada Gambar 3.
c. Pengumpulan Data dan Informasi Kelayakan Teknis Lokasi
Pengumpulan data dan informasi kelayakan teknis ini adalah melengkapi bahan-bahan referensi dasar yang akan digunakan untuk analisis kelayakan lokasi dari segi teknis. Data yang terkumpul dalam formulir ini akan menjadi dasar persiapan perancangan teknis, dan menilai kelayakan teknis pembangunan PLTMH (lihat Buku Pedoman 2 dan 3).
Kegiatan pengumpulan data primer di lapangan meliputi
- Wawancara dengan pemangku kepentingan , desk study
head
head
(stakeholders)
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
Gambar 2. Contoh Daerah Tangkapan Air
Gambar 3. Deskripsi PengertianHead
khususnya dengan penduduk lokal.
- Pengukuran , survai proyek di lokasi dimulai dari
sampai dengan . Pengertian tentang dan dapat dilihat di Pedoman Studi Kelayakan Sipil Pembangunan PLTMH – Buku 2B.
- Pengukuran aliran dengan metode hidrometri. - Pengukuran dengan menggunakan peralatan
(GPS) untuk jaringan transmisi sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.
Data sekunder yang dibutuhkan untuk kegiatan ini antara lain - Peta topografi skala 1:50.000 atau lebih kecil untuk
menggambarkan daerah tangkapan air.
- Hasil analisis data hidrologi berupa analisis debit andalan. Debit andalan adalah debit minimum sungai dengan kemungkinan debit terpenuhi 80% sehingga dapat dipakai untuk dasar analisis
head intake
tailrace head, intake tailrace
global positioning system
Gambar 4. AlatGlobal Positioning System(GPS)
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
besar daya yang dapat dihasilkan mikrohidro. Debit andalan pada umumnya dianalisis sebagai debit rata-rata untuk periode sepuluh harian, setengah bulanan atau bulanan. Kemungkinan tak terpenuhi ditetapkan 20% untuk menilai tersedianya air berkenaan dengan kebutuhan pengambilan
.
Secara garis besar kelompok data dan informasi yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan data dan informasi kelayakan teknis lokasi adalah :
- Deskripsi umum potensi. - Deskripsi lokasi potensi. - umum.
- Jaringan dan transmisi lokal. - Faktor-faktor lingkungan.
- Penggunaan lahan sekitar lokasi potensi saat ini.
Hal yang perlu diklarifikasi selain dari kelompok informasi di atas antara lain adalah :
- Profil potensi sumber alam mikrohidro di desa/dusun wilayah yang telah diindikasikan dengan aliran sungai atau saluran. - Profil potensi sosial ekonomi desa/dusun yang diidentifikasi
membutuhkan listrik.
- Apakah benar bahwa memungkinkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang dekat dengan daerah yang membutuhkan daya.
- Berapa kapasitas daya yang diperkirakan dapat dihasilkan berdasarkan profil topografi dan /deras (diversion requirement)
Layout
aliran sungai yang ada.
- Alternatif lokasi potensial lain di sepanjang aliran sungai dusun/desa tersebut.
d. Kajian Pencarian Lokasi
Dalam kajian lokasi pembangkit diupayakan sedekat mungkin dengan lokasi-lokasi konsumen yang membutuhkan daya. Apabila lokasi permintaan daya tersebar pada daerah yang luas, maka disarankan menyebarkan pembangkit skala kecil
daripada memasok daya ke seluruh kelompok penduduk dengan menggunakan sebuah pembangkit tunggal. Syarat yang perlu diperhatikan adalah biaya jaringan lebih rendah, lebih mudah pengoperasian dan perawatan dan dampak penghentian tak terduga dari pembangkit dapat diperkecil. Selanjutnya perlu juga diperhitungkan adalah daya yang dihasilkan, tingkat permintaan, topografi, kondisi jalan masuk, tegangan jaringan dan perhitungan ekonomi jaringan.
Perkiraan jarak maksimum jaringan sampai dengan konsumen adalah + radius 5 km untuk tegangan menengah 20 kV dan radius 2 km untuk tegangan rendah. Jarak ini berdasarkan pada asumsi bahwa tegangan pada akhir jaringan distribusi harus terjaga diatas 205 Volt, 15V sebagai kerugian tegangan yang diijinkan pada aturan tegangan 220V, tanpa trafo . Apabila lokasi potensial tidak ditemukan karena terlalu jauh pelayanan konsumen maka trafo harus dipasang.
e. Kajian Kondisi Stabilitas dan Struktur Tanah (Kondisi Geologis) Rencana Bangunan Sipil PLTMH.
(picohydro)
(transformer)
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
Kajian ini dilakukan dari data/informasi kondisi struktur tanah atau kondisi geologi, atau dengan survai awal stabilitas tanah, terutama permukaan tanah, diperlukan untuk pembangunan dari sebuah pembangkit tenaga air skala kecil disebabkan ;
- Bangunan mikrohidro sebagian besar adalah bangunan sipil. - Rute saluran air umumnya berada di kemiringan sisi bukit.
Penelitian harus dihasilkan dalam bentuk sketsa sebagaimana Gambar 5, untuk tujuan referensi untuk menentukan bangunan dasar dari setiap bangunan sipil.
f. Pembuatan Awal Sistem PLTMH
Saat dilakukan tahap pra studi kelayakan dapat dibuat awal sistem PLTMH untuk memudahkan studi kelayakan lanjut yang merepresentasikan posisi/lokasi komponen sistem PLTMH sebagaimana Gambar 6.
desk study
Layout
layout
Gambar 5. Sketsa geologi berdasarkan pengamatan lokasi
Berdasarkan dari dasar sistem PLTMH tersebut akan dapat menggambarkan alternatif sistem PLTMH.
- Air dari dialirkan melalui saluran pembawa dan pipa pesat sampai ke turbin. Jalur pipa pesat direncanakan sedemikian rupa sehingga mengikuti aliran air sejajar dengan sungai sebagaimana Gambar 7. Metoda ini dapat dipilih seandainya pada medan yang ada tidak memungkinkan untuk dibuat kanal. Perlu diperhatikan bahwa
harus aman terhadap banjir. layout
intake (penstock tunnel)
penstock pipe
Gambar 6. Skema Pembangkit Listrik Mikrohidro
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
- Jalur pipa pesat dapat dibuat langsung dari intake ke turbin tanpa mengikuti bentuk sungai . yang digunakan lebih pendek dibandingkan cara pertama. Cara ini menuntut adanya kemiringan tanah yang memadai pada jalur
yang dipilih.
(short penstock) Penstock tunnel
penstock tunnel
Gambar 7. Pipapenstocksejajar sungai
- Seandainya memungkinkan, pembuatan saluran terbuka (kanal) dapat dibuat sampai lokasi tertentu, selanjutnya digunakan sampai ke turbin , dengan demikian jalur menjadi lebih pendek. Panjang saluran terbuka serta kondisi tanah perlu diperhitungkan. Saluran yang panjang akan cepat rusak bila kurang mendapat perawatan. Kondisi tanah yang labil dan miring akan menyulitkan dalam konstruksinya serta mahal. Sedapat mungkin pada tingkat studi potensi, selain di atas, dapat menggambarkan juga ;
- Sketsa lokasi,
penstock tunnel (middle length penstock) penstock tunnel
layout
layout
Gambar 8.Middle length penstock
Sumber : Asosiasi Hidro Bandung, 2009
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
- Jarak yang diukur menggunakan pita ukur
- Ketinggian berdasarkan pada data altimeter atau peralatan lain yang memadai.
a. Data dan Informasi Profil Sosial Ekonomi
Data dan informasinya dapat berupa data kuantitatif maupun kualitatif yang dapat dilakukan melalui pengumpulan data sekunder maupun data primer yang didapat dari isian kuesioner maupun dari hasil wawancara pada penduduk lokal di lokasi potensi. Data non teknis tersebut meliputi :
- Profil dusun/desa lokasi potensi yang menggambarkan tentang : i. Tingkat populasi penduduk berdasarkan jumlah orang per
kepala keluarga, jenis kelamin, usia/umur, latar belakang pendidikan, komposisi agama yang dianut.
ii. Tingkat heterogenitas masyarakat.
iii. Tingkat aksesibilitas lokasi dusun/desa dari pusat administrasi desa, kecamatan, kota/kabupaten, dan ibu kota provinsi, kondisi jalan, moda transportasi yang ada dan jarak lokasi.
iv. Profil ketersediaan sumber energi dan pola penggunaan dan pemanfaatannya.
v. Tingkat dan pola konsumsi peralatan listrik.
- Tingkat standar hidup dan sumber pendapatan masyarakat. - Kondisi dan kesadaran serta partisipasi .
- Tingkat kesadaran masyarakat untuk : (rollmeter),
gender (willingness)
i. Kontribusi pada pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan sarana kelistrikan.
ii. Kesadaran dan kemampuan untuk membayar pelayanan penyediaan listrik.
- Profil usaha dan sumber ekonomi produktif berbasis sumber daya lokal.
- Kecepatan akses, kemampuan mengusahakan akses kepada pasar.
- Kapasitas lokal dan kemampuan berkembang dengan pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
- Kondisi dan profil infrastruktur pelayanan publik yang ada. - Tingkat respon dan dukungan pemerintah daerah setempat. b. PLTMH
Setelah dilakukan didapatkan perkiraan analisis finansial berdasarkan dukungan data harga dan biaya. Analisis finansial ini berupa perhitungan secara sederhana tentang total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTMH di lokasi potensi. Perhitungan biaya meliputi komponen mikrohidro dan biaya lain sebagaimana berikut :
- Harga pengadaan peralatan mekanik elektrik.
- Biaya transportasi/pengiriman peralatan dari pabrik ke lokasi. - Total harga pembangunan seluruh bangunan sipil sistem
PLTMH, yang meliputi biaya material dan tenaga kerja pembangunan bangunan sipil.
- Biaya pemasangan/instalasi.
- Biaya pengadaan jaringan dan transmisi. Analisis Finansial
desk study
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
- Biaya konsultansi detil perancangan dan . - Biaya administrasi dan kontingensi.
Analisis finansial ini dapat dilanjutkan dengan memetakan perkiraan jumlah pendapatan penjualan listrik berdasarkan jumlah optimal daya terbangkit potensi PLTMH, potensi keuntungan yang dapat diproyeksikan dari jumlah perkiraan pendapatan dikurangi jumlah biaya pengeluaran untuk gaji operator, biaya perawatan peralatan PLTMH, pembayaran kewajiban lain seperti iuran air dan sebagainya.
Berdasarkan analisis finansial ini dapat diperhitungkan biaya per kW untuk setiap lokasi potensi PLTMH. Sebagai catatan, untuk perhitungan perkiraan jumlah pendapatan penjualan listrik per kW dapat menggunakan harga tarif yang ditetapkan setiap wilayah lokasi potensi sesuai Kepmen ESDM No. 1122/K/30/MEM/2002.
c. Inventarisasi Potensi Kebutuhan Listrik
- Survai Tingkat Pelayanan dan Potensi Kebutuhan Listrik Tingkat pelayanan dan potensi kebutuhan daya listrik
masyarakat perlu diteliti awal, apakah benar tingkat permintaan daya sedikit lebih tinggi dari kemampuan produksi dan layanan listrik PT. PLN yang ada. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan berkaitan dengan efisiensi .
Survai awal ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah kepala keluarga atau unit rumah yang telah teraliri listrik PT PLN dengan yang belum teraliri sebagai rasio elektrifikasi. Berdasarkan profil jumlah kepala keluarga atau unit
komisioning
(revenue)
(revenue)
rumah yang teraliri dapat dianalisis profil beban puncak per kepala keluarga atau unit rumah dengan daya rata-rata 150-200 W yang dihubungkan dengan tingkat kemakmuran dan pertumbuhan usaha/ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data awal di atas, dapat diperbandingkan dengan perkiraan tingkat layanan penyediaan listrik PLTMH berdasarkan data kebutuhan listrik masyarakat.
- Jaringan Transmisi dan Distribusi Listrik PT. PLN
Maksud dari inventarisasi jaringan transmisi dan distribusi listrik PT. PLN adalah untuk mengetahui awal profil jaringan PT. PLN yang ada di lokasi potensi dan rencana pengembangan di masa depan. Hal ini perlu diketahui sejak awal untuk mencegah kejadian dimana pascapembangunan PLTMH, tidak dilakukan pengembangan, karena PLTMH tersebut tidak dioperasikan lagi disebabkan sudah dibangun jaringan transmisi distribusi listrik PT. PLN. Untuk melengkapi kajian profil jaringan transmisi dan distribusi listrik PT. PLN tersebut dapat dilakukan dengan pengumpulan data sebagai berikut.
i. Data Rencana Pengembangan Jaringan Pelayanan PT. PLN Banyak unit PLTMH tidak beroperasi lagi disebabkan sudah terpasang jaringan transmisi dan distribusi penyediaan listrik oleh PT. PLN, sehingga perlu diupayakan untuk mendapatkan gambaran rencana penyediaan listrik di desa/dusun calon lokasi PLTMH.
Selain itu juga perlu didapat data rencana pengembangan jaringan pelayanan PT. PLN dari rencana pemasangan jaringan
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
kelistrikan. Data ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk rencana penyambungan pada jaringan PT. PLN sebagaimana skema
ii. Data Pelanggan PT. PLN di Lokasi Potensi PLTMH
Sebenarnya data pelanggan PT. PLN adalah salah satu profil data sosial ekonomi sebagaimana telah dikumpulkan sebagai data non teknis, tetapi data ini dapat difokuskan menjadi data profil pelanggan PT. PLN. Data ini dapat diperoleh dari PT PLN dan dengan data ini dapat menganalisis potensi pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah lokasi PLTMH.
(on-grid)
power purchasing agreement.
BAB 3
PEMILIHAN PRIORITAS STUDI KELAYAKAN PLTMH
3.1. Formulasi Prioritas
Berdasarkan pengalaman, beberapa daerah memiliki beberapa atau bahkan banyak potensi pembangkit energi mikrohidro yang layak. Akan tetapi untuk memilih atau menetapkan prioritas pembangunan dan pengembangannya berdasarkan tingkat/level kelayakannya relatif berdasarkan data dan informasi teknis dan non teknis hasil studi potensi tersebut perlu dibuat suatu formulasi. Formulasi ini hanyalah suatu pendekatan kuantifikasi untuk menggambarkan tingkat kelayakan dan membantu pengambilan keputusan prioritas pembangunan dan pengembangannya.
Sebagai pendekatan, formula tingkat kelayakan dan prioritas dapat dikuantifikasi berdasarkan pendekatan kriteria-kriteria sebagai berikut ;
a. Jumlah kepala keluarga atau unit rumah yang akan dialiri listrik. b. Tingkat keseimbangan sosial ekonomi.
c. Tingkat homogenitas situasi desa.
d. Sumber pendapatan dan profil pekerjaan penduduk. e. Tingkat kesadaran dan partisipasi gender.
f. Tingkat kesadaran untuk berkontribusi dalam pembangunan dan membayar listrik
g. Tingkat kebutuhan penggunaan peralatan listrik per kepala keluarga atau unit rumah.
h. Tingkat potensi usaha produktif menggunakan energi/listrik PLTMH.
i. Tingkat potensi pengembangan kapasitas lokal. j. Tingkat kapasitas kemampuan pengelolaan PLTMH. k. Tingkat kemudahan dan pengembangan akses ke pasar.
Pemilihan ini dilakukan kepada lokasi potensi yang sudah memenuhi standar minimal sebagaimana di atas. Untuk memilih dan menetapkan prioritas lokasi potensi untuk kegiatan lebih lanjut, dapat dilihat dari tingkat/level kelayakan dan prioritasnya. Penetapan ini berdasarkan pendekatan pemberian nilai kuantifikasi yang dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Identifikasi data dan informasi kriteria-kriteria setiap lokasi potensi. b. Tetapkan skala pendekatan penilaian kuantifikasi setiap kriteria
untuk setiap lokasi potensi, misalnya dengan skala angka 1-10. c. Setiap penilaian kuantifikasi yang tertinggi, terbaik atau paling baik
diberikan nilai 10 dan terendah, terjelek atau paling jelek diberikan nilai 1.
d. Kemudian dengan perbandingan penilaian terhadap penilaian kuantifikasi dari terendah, terjelek (nilai 1) sampai tertinggi, terbaik (nilai 10) berikan penilaian kuantifikasi setiap kriteria untuk setiap lokasi potensi.
e. Jumlahkan nilai total dari nilai kuantifikasi seluruh kriteria untuk setiap lokasi potensi.
f. Bandingkan nilai total setiap lokasi potensi. Perbandingan ini dapat diinterpretasikan sebagai tingkat kelayakan dan prioritas lokasi potensi. Sebagai gambaran hal ini dapat diberikan contoh seperti
Tabel 1 untuk data primer dan Tabel 2 sebagai hasil kuantifikasi data sehingga pada matrik tersebut tergambar tingkat/level kelayakan dan prioritas masing-masing lokasi potensi PLTMH.
Kriteria Kristen = 10 Hindu = 10 TV, kulkas, R/T, komputer Banyak hanya radio, beberapa TV Kristen = 200 Islam = 25 Katolik = 15 Tidak ada Tidak ada ormas Tidak potensi dan tidak tertarik Sedang, Teratur
Beberapa TV, R/T, kulkas, ricecooker Tidak ada industri Bagus
Tabel 1. Contoh Data Primer Lokasi Potensi
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
Kriteria
PLTMH A PLTMH C PLTMH D LOKASI PLTMH
BAB 4
PENYUSUNAN LAPORAN HASIL STUDI POTENSI (PRA STUDI KELAYAKAN)
Bentuk penyusunan laporan hasil studi potensi pembangunan PLTMH yang disajikan dalam Buku Pedoman Studi Potensi (Pra Studi Kelayakan) ini bukan merupakan standar baku. Pemangku kepentingan dapat menyusun sesuai versi masing-masing. Format penyusunan laporan dalam buku pedoman ini disusun sebagai petunjuk praktis membantu memudahkan penulisan laporan hasil studi potensi yang memudahkan kegiatan studi kelayakan lanjut berdasarkan referensi laporan ini.
Laporan Hasil Studi Potensi (Pra Studi Kelayakan) dapat disusun sebagai berikut ;
a. Halaman sampul laporan b. Ringkasan Eksekutif c. Daftar Isi
d. Daftar Gambar e. Daftar Tabel f. Daftar Lampiran g. Pendahuluan
Bab ini berisi tentang , latar belakang, maksud dan tujuan serta lingkup kegiatan studi potensi yang telah dilakukan dan boleh dijelaskan dengan jadual waktu dan gambaran hasil yang dicapai.
Kegiatan studi potensi ini dapat dilakukan masyarakat baik (stakeholders)
perorangan dan atau lembaga, maka pada bab ini dapat dicantumkan identitas maupun profil lembaga yang diuraikan identitas, status dan alamat jelas.
h. Pengumpulan Data dan Survai Awal Lapangan
Pada bab ini dijelaskan tentang pengumpulan data primer yang telah dilakukan dan didapatkan seperti peta topografi dengan penjelasan skala, data debit aliran, data curah hujan atau meteorologi selama periode tertentu, peta geologi. Menjelaskan pengumpulan data dan informasi primer berdasarkan survai awal hasil wawancara dengan penduduk.
i. Profil Lokasi Potensi
Bab ini menjelaskan profil teknis dan non teknis yang mendukung analisis pra studi kelayakan yang sudah didapat. Boleh juga pada bab ini digambarkan matrik profil potensi lokasi dengan kriteria dengan penilaian kuantitatif dan kualitatifnya. Setiap penjelasan dan uraian dapat ditampilkan gambar dan dokumentasi foto. Hal yang paling substansi pada bab ini adalah sketsa rencana sistem PLTMH, dan perkiraan potensi daya (kW) yang dapat dihasilkan.
j. Analisis Finansial
Bab ini menggambarkan profil dari aspek finansial yang terdiri dari profil besar investasi yang dibutuhkan yang terdiri dari biaya pengadaan peralatan, biaya pengiriman peralatan ke lokasi, biaya pembangunan bangunan sipil, perkiraan biaya operasi, perkiraan profil pendapatan berdasarkan asumsi model usaha (penjualan) dan profil keuntungan. Apabila data yang dikumpulkan
memungkinkan, dapat pula disajikan ukuran-ukuran kelayakan secara aspek finansial seperti (BCR),
(IRR), (NPV) dan sebagainya. Bab ini juga dapat juga dijelaskan skema pembiayaan atau kontribusi kepemilikan investasi. Pengertian BCR, IRR dan NPV dapat dilihat di Pedoman Studi Kelayakan Ekonomi/Finansial Pembangunan PLTMH – Buku 2D.
k. Rekomendasi Studi Kelayakan
Bab ini memuat tentang saran dan rekomendasi langkah kegiatan pengujian lokasi dan pengumpulan data lebih lanjut atau lebih detil yang perlu dilakukan untuk lebih mendefinisikan kelayakan potensi dan membantu perencanaan detil pembangunan sistem PLTMH.
l. Lampiran data, dokumentasi foto dan referensi.
benefit cost ratio internal rate return net present value
(site assessment)
BUKU 1 PEDOMANSTUDIPOTENSI
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, , The British Hydropower Association, 2005
Anonim, ,
BC Hydro Engineering, 2004 Anonim,
, Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, 2005 Anonim,
, ABS Alaskan, 2002 Harvey, Adam,
, Intermediate Technology Publications, 1993 Khennas, Smail dan Barnett, Andrew,
, The Department for International Development, UK and The World Bank, 2000
Penche, Celso, , Directorate General for Energy (DG VII), European Commision, 1998
Tokyo Electric Power Services Co. dan Nippon Koel Co.,
, Japan International Cooperation Agency, 2003
Wibowo, Catoer,
, Ford Foundation, Mini Hydro Power Project (MHPP) dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), 2005
Zainuddin, Rapiali, , Yayasan Penerbit Pekerjaan Umum, 1999
A Guide UK Mini-Hydro Developments
Handbook for Developing MICRO HYDRO in British Columbia
Manual Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
Micro Hydro Power : A Guide to Small-Scale Water Power Systems
Micro-Hydro Design Manual : A Guide to Small-Scale Water Power Schemes
Best Practices for Sustainable Development of Microhydro Power in Developing Countries
How to Develop A Small Hydro Site
Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro
Langkah Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)