• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Fiskal 2010 2014 musrenbang (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kebijakan Fiskal 2010 2014 musrenbang (3)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Kebijakan Fiskal

di

Indonesia

oleh

(2)

Kebijakan Fiskal dalam Pendekatan Ekonomi

Dari sudut pandang ekonomi, kebijakan fiskal merupakan upaya pemerintah

untuk mengatasi kelakaan sumber daya (scarity of resource) dan

mengalokasikan sumber daya tersebut bagi kesejahteraan seluruh rakyat.

Dari segi ekonomi makro, pemerintah harus mampu memerankan fungsi

pembiayaan publik yang dapat dilihat dari dimensi alokasi, distribusi

(3)

Kebijakan Fiskal dalam Pendekatan Politik

Berdasarkan pendapat Aronson (1989) yang menyatakan bahwa ruang lingkup publik finance

adalah :

1. Part of the studies of economy

2. it borders on the fieldsof government and political science

3. it deals with people who must decide the issues

4. it deals with those who will be affected by economic and political decision

Kebijakan fiskal merupakan keputusan politik dari sebuah proses politk yang dilakukan oleh

pembuat keputusan pada lembaga-lembaga publik, baik tingkat pusat maupun daerah.

Kumorotomo (dalam Diktat Politic Fiskal dan Pembiayaan Publik) menjelaskan bahwa

sekalipun secara substasial kebijakan fiskal di maksudkan untuk tujuan-tujuan ekonomis yang

berupa peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat, tetapi perumusan kebijakan itu sendiri jelas

(4)

Graham Allison (1981) menguraikan pendekatan rasional politik dari 3

sudut pandang :

1. Rational actor

2. Organisational proses

3. Bureaucatic Politics

(5)

Kebijakan Fiskal dalam Pendekatan Administrasi

Menurut Kumorotomo (dalam Diktat Politik Fiskal dan Pembiyaan Publik) bahwa

pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa kebijakan fiskal memuat serangkaian proses

yang terkait dengan siste menejement publik atau kegiatan administrasi publik secara

nasional.

orientasi anggaran yang akan mendapat perhatian besar bagi para birokrat pemeritah di

tingkat pusat maupun tingkat daerah dalam praktik pelaksanaan kebijakan fiskal :

1. Kontrol/pengendalian

2. Menejement dan efisiensi

3. Planning/perencanaan

(6)

Keputusan Politik dalam Siklus Anggaran

Teuku Aliman (2007) menyebutkan penyusunan APBN/APBD merupakan salah

satu proses penganggaran baik di tingkat pusat maupun daerah, dimana secara

konseptual terdiri atas formulasi kebijakan anggaran (budget policy formulation)

dan perencanaan operasional anggaran (budget operational planning), bahkan

proses ini tidak hanya meliputi sistem penganggaran dan pengalokasian sumber

daya keuangan , tapi juga meliputi proses politik yang kompleks sesuai denga

(7)

Aktor dan Perumusan Kebijakan Fiskal

Dalam implementasinya, pertanggung jawaban keuangan dalam rangka desentralisasi di

lakukan oleh kepala daerah kepada DPRD dalam bentuk laporan keuangan pemerintah

daerah yang merupakan dokumen terbuka dan dapat di ketahui masyarakat.

Reformasi pegelolaan keuangan daerah mengacu pada paket perundang-undangan di bidang

keuangan negara da mengacu pada undang-undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan

(8)

Pelangksanaan lebih lanjut mengenai pengelolaan keuangan daerah di atur dalam peraturan

pemerintah (PP) No. 58 tahun 2005 tentang pengelolaa keuangan daerah ,yang megatur secara

komperhensif dan terpadu ketentuan-ketentuan dalam bidang pengelolaan keuangan daerah,

dengan mengakomodasi berbagi substansi yang terdapat dalam berbagai undang-undang di atas

(omnimbus regulation)

pengelolaan keuangan daerah meliputi aspek perencanaan, penganggaran,

pelaksanaan,penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban sebagaimana di atur dalam PP

No. 58 tahun 2005.

Penyusunan anggaran dilakukan dengan mengedepankan 3 pilar penganggaran yaitu :

1. Penganggaran Terpadu (Unified budget)

2. Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Budgeting)

(9)

Untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan, pemerintah daerah wajib menyusun dan menyajikan laporan pertanggungjawaban berupa :

1. Laporan realisasi anggaran 2. Neraca

3. Laporan arus kas

4. Catatan atas laporan keuangan

(10)

Efektifitas pengeluaran APBD sangant di pengaruhi oleh faktor-faktor

internal maupun eksternal pemerintahan daerah, antara lain proses

penyusunan APBD, peran partisipasi masyarakat, dukungan politisi dari

pihak DPRD kesinambungan dengan APBD sebelum dan sesudah tahun

anggaran yang bersangkutan dan sinergi dengan program-program

(11)

Pelaksanaan Desetralisasi Fiskal

Instrument utama yang digunakan dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal adalah pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah untuk memungut pajak (taxing power) dan transfer ke daerah.

Transfer ke daerah direalisasikan dalam bentuk transfer dana perimbangan terdiri dari DBH, DAU, dan DAK yang merupakan komponen terbesar dari transfer daerah.

(12)

Untuk menandai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi

kewenangan daerah tersebut , pada dasarnya dilakukan dengan prinsip

“money follow function”

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran berbasis ketrampilan proses dengan e-portofolio assessment online pada mata kuliah Technique

Bentik (tutupan karang) yang paling dominan ditemukan pada ketiga lokasi adalah karang keras (HC) dengan persentase lebih dari 50% pada setiap lokasi dengan genus yang paling

Hasil analisis data menunjukkan bahwa Kendala dalam menaggulangi penyalahgunaan narkotika kurang peran serta masyarakat, masyarakat kurang memahami tugas dari BNN,

Sejak lahirnya agama Islam, lahirlah pendidikan dan pengajaran Islam, pendidikan dan pengajaran Islam itu akan terus tumbuh dan berkembang, Islam sebagai sebuah

Ciri sebagai kerajaan Islam dapat dilihat dari adanya jabatan pengulu dan abdi dalem ngulama dalam birokrasi kerajaan, berlakunya peradilan surambi yang didasarkan

Kurang te r dapatnya ra lasi yang lnik antara llparat yang ber- wenang dalnm pe laksrulaan Ipeda!. ~1 nya unsur pem ungut Ipeda yang satu menyalahkan unaur pemungut

TAQWA MISI 5 AMAN Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (Pendidikan, Kesehatan) Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan Percepatan pembangunan infrastruktur

Jumlah Penduduk Distrik Jayapura Selatan menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin / Population in South Jayapura District by Age Group and Sex, 2009 ..... Jumlah Penduduk Distrik