• Tidak ada hasil yang ditemukan

Policy Memo Kebijakan Penetapan floor pr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Policy Memo Kebijakan Penetapan floor pr"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PENGGANTI UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

MIKROEKONOMI UNTUK KEBIJAKAN PUBLIK

Dosen: Dr. Alin Halimatussaadah

POLICY MEMO:

ANALISIS KEBIJAKAN

PENETAPAN FLOOR PRICE (HARGA MINIMUM) PAKET

JASA PERJALANAN UMROH

DI INDONESIA

Sofia Mahardianingtyas (1606961740) MPKP 33 PAGI Kebijakan :

Penetapan floor price atau harga minimum atas paket jasa perjalanan umroh di Indonesia

I. Pendahuluan

Sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, besarnya permintaan paket perjalanan umroh di Indonesia menyebabkan persaingan yang cukup kompetitif di antara biro-biro perjalanan tersebut. Kondisi demikian memicu munculnya penawaran harga paket murah bahkan jauh di bawah rata-rata. Salah satu dampak negatif dari persaingan harga ini adalah kualitas jasa paket perjalanan umroh yang di bawah standar minimum regulasi, bahkan terdapat beberapa kasus paket perjalanan fiktif yang jelas-jelas merugikan konsumen. Dengan demikian dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk memperbaiki keadaan tersebut yaitu terutama untuk melindungi kepentingan masyarakat sebagai konsumen jasa.

Bagaimanapun, pemerintah dengan kewajibannya menjamin keselamatan konsumen dari tindakan penipuan tidak dapat mengabaikan pertimbangan penetapan harga minimum (floor price) yang terbaik atas paket perjalanan umroh tersebut. Harga paket yang ditetapkan terlalu tinggi tidak akan baik bagi konsumen karena mengurangi consumer surplus, sementara harga yang terlalu rendah dikhawatirkan menjadi pengurang bagi tingkat layanan yang diberikan kepada konsumen, bahkan sangat diantisipasi menimbulkan penipuan bagi konsumen jasa umroh. Untuk itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk memberikan pertimbangan yang cukup bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan penetapan harga minimum paket perjalanan umroh bagi konsumen di Indonesia. Studi ini akan menelisik secara lebih mendalam bagaimana proses pembentukan harga paket umroh, terutama pada biro perjalanan dengan tarif murah atau harga di bawah Rp. 23 juta sebagai harga standar berdasarkan perhitungan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), dan menganalisis kemampuan penyedia jasa tersebut untuk bertahan dalam pasar jasa umroh, diiringi dengan adanya campur tangan pemerintah berupa penetapan harga minimum.

II. Landasan Teori, Studi Literatur, dan Metodologi

(2)

kemungkinan bergeraknya harga sehingga menjadi terlalu rendah dan kurang memberikan insentif bagi produsen. Di sisi lain, pemerintah dalam menetapkan kebijakan harga juga harus mempertimbangkan aspek kepentingan konsumen. Dalam hal ini, kebijakan floor price merupakan salah satu tool atau sarana untuk meminimalisir terjadinya penyediaan jasa yang tidak berkualitas (sub standar) oleh penyedia jasa tersebut. Terkait dengan isu intervensi pemerintah dalam bentuk floor pricing tersebut, beberapa temuan dalam penelitian sebelumnya dirangkum sebagai berikut:

No Penulis dan tahun Temuan

1 J. Firdaus (2016) Kepercayaan terhadap kualitas layanan yang disediakan oleh agen perjalanan umroh sangat menentukan pilihan para konsumen

2 Pradiatiningtyas, Diah (2014)

Dalam pemasaran online e-tourism, diperlukan kombinasi antara price, product, place, dan promotion untuk memaksimumkan penjualan

3 Kusumaningrum, R., et al (2010)

Penetapan harga minimum (floor price) oleh pemerintah terhadap harga gabah secara signifikan meningkatkan produksi petani, namun demikian harga eceran beras di tingkat konsumen mengalami kenaikan sehingga mengurangi permintaan beras konsumsi

Dalam analisis ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap permasalahan yang ingin dibahas. Data dan informasi dikumpulkan dari data sekunder yang disediakan oleh BPS, katadata.co.id, kemenag.go.id. dan sumber-sumber mass media lainnya. Selain itu juga digunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber yaitu agen perjalanan umroh

backpacker “Musahefiz” sebagai salah satu penyedia jasa perjalanan umroh dengan harga murah. Pada

dasarnya pembahasan ini terutama didasarkan pada hasil studi kasus terhadap agen perjalanan umroh tersebut, dengan pertimbangan bahwa Musahefiz adalah salah satu agen perjalanan umroh murah yang baru tiga tahun beroperasi dengan jumlah konsumen atau jamaah meningkat setiap tahun; sebanyak 150 orang pada tahun 2015, 1313 orang pada tahun 2016, dan setidaknya 1000 orang pada tahun 2017 (jumlah belum final); sehingga dianggap memiliki informasi signifikan tentang agen perjalanan umroh murah di Indonesia.

III. Analisis/pembahasan

a. Pasar jasa umroh

Ditinjau dari sisi konsumen, permintaan jasa perjalanan umroh mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Kementerian Haji Arab Saudi, sejak tahun 2015 setidaknya sekitar 52 ribu orang asal Indonesia menjalankan umroh setiap bulan dan akan terus mengalami kenaikan sebagai imbas dari lamanya masa tunggu haji yang mencapai rata-rata 17-20 tahun sejak pendaftaran. Pada 2016, sejumlah 699.600 visa diterbitkan untuk memfasilitasi jamaah umroh dari Indonesia. Selain itu, kemudahan akses informasi pada era digital mempermudah agen jasa umroh menjangkau masyarakat melalui social media promotion. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa bisnis perjalanan umroh adalah pasar bisnis yang menjanjikan bagi produsernya.

(3)

b. Peluang bagi new entry producer untuk bersaing dalam pasar

Besarnya potensi permintaan dengan tren yang terus naik setiap tahunnya, ditambah dengan diferensiasi produk jasa yang dapat ditawarkan, pada akhirnya menjadi insentif bagi

producer baru yang ingin masuk dalam pasar jasa umroh. Berdasarkan interview kepada Musahefiz, diperoleh informasi relevan sebagai berikut:

1) Ditinjau dari jenis paket perjalanan umroh yang ditawarkan, terdapat dua jenis agen jasa umroh yaitu penyedia paket umroh regular dan paket umroh backpacker. Pada umumnya, paket umroh regular mematok harga yang lebih mahal, setidaknya USD1700 atau setara Rp.23.000.000, sebesar standar AMPHURI. Sementara itu, penyedia jasa umroh backpacker

dapat menekan harga hingga mencapai Rp.15.500.000 per paketnya dengan kualitas layanan yang setaraf paket regular termurah.

2) Penekanan biaya yang dilakukan oleh agen umroh backpacker antara lain berupa:

Tidak adanya komponen tambahan tour leader yang menyebabkan pembengkakan biaya 1 orang additional package yang berarti tambahan biaya tiket pesawat, hotel, visa, dan perlengkapan, serta honorarium yang kemudian harus dibagi bebannya kepada jamaah; Tidak diperlukannya biaya sewa kantor dan perlengkapannya sebagaimana diperlukan oleh kantor-kantor agen perjalanan konvensional, termasuk biaya administrasi dan biaya pegawai yang dapat diminimalisir;

Hunting tiket promo yang merupakan komponen utama pembentuk harga paket umroh;

Sebagian besar agen penyedia jasa umroh backpacker adalah agen perjalanan yang belum berizin resmi Kementerian Agama, di mana komponen izin ini signifikan mempengaruhi biaya paket karena harga pengurusannya sebesar Rp.200.000.000,00;

Biaya marketing dapat ditekan seminimal mungkin karena promosi dilakukan melalui sosial media dan turunannya, yaitu informasi lisan berantai dari konsumen yang loyal dan merekomendasikan agen travel tersebut kepada calon konsumen di sekitarnya; dan Margin keuntungan yang tipis yaitu sekitar 50-100 USD per konsumen sehingga agen umroh dapat menawarkan paket dengan harga yang semakin murah sesuai dengan asumsi yang melekat bahwa umroh backpacker adalah umroh dengan biaya seminimal mungkin untuk mendapatkan kualitas perjalanan tertentu.

(4)

c. Perlunya intervensi pemerintah

Pada kenyataannya, setelah booming kasus First Travel pada bulan Agustus 2017, pemerintah melalui Kementerian Agama semakin gencar menyisir agen-agen perjalanan yang ditengarai bermasalah, misalnya dengan mencabut izin 24 agen travel terdaftar termasuk First Travel. Namun kemudian hal ini menimbulkan pertanyaan akan efektivitas perizinan dan pengawasan agen travel umroh yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kasus First Travel membuktikan bahwa tidak semua agen travel yang telah berizin telah terjamin memiliki standar pelayanan dan pengelolaan bisnis yang cukup mumpuni untuk melayani konsumen umroh di Indonesia. Apalagi kemudian jika pemerintah menetapkan floor price atau harga minimum atas paket umroh tanpa kajian yang melibatkan peluang penekanan harga ala agen umroh backpacker.

Di sisi lain, kehadiran agen umroh backpacker seperti Musahefiz yang mengandalkan

business process-nya pada media sosial dan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan dalam pasar bisnis jasa di era digital saat ini. Sebagaimana terjadi pada sektor transportasi, fenomena penyedia jasa online dengan persaingan harga murahnya pada akhirnya akan sulit untuk dihilangkan dari pasar, bahkan kehadirannya justru akan dilirik sebagai potensi bisnis yang layak untuk dikembangkan. Untuk itu dalam rangka meningkatkan social surplus baik itu di sisi produsen maupun konsumen, pemerintah hendaknya lebih bijaksana dalam menentukan sikap, baik itu dalam penentuan harga maupun dalam mekanisme pengawasan terhadap kinerja layanan agen-agen perjalanan umroh di Indonesia.

Berkaca pada permasalahan serupa pada pasar tiket pesawat terbang, di mana terdapat pula kelompok penyedia jasa penerbangan murah / low cost carrier (LCC), pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 126 Tahun 2015 menetapkan formulasi tarif tiket pesawat berdasarkan komponen pembentuk biaya untuk tiga jenis kelas penerbangan: full service, medium service, dan low cost carrier. Yang cukup menarik adalah bahwa regulasi tersebut mengatur sekaligus kisaran harga minimum sampai dengan maksimum untuk masing-masing dari ketiga jenis kelas layanan penerbangan pada setiap rute, dengan rata-rata harga batas dapat atas mencapai 4x lipat harga batas bawah. Artinya, terdapat keleluasaan bagi maskapai untuk menyesuaikan tarif sesuai dengan tingkat penawaran yang umumnya dipengaruhi oleh season.

Meskipun pada awalnya kebijakan penetapan batas harga minimum dan maksimum ini sempat menuai protes karena dianggap tidak akan mampu menyelesaikan akar permasalahan dalam keselamatan penerbangan di Indonesia, dan justru berpotensi mematikan penjualan dan merugikan konsumen, namun pada akhirnya kebijakan tersebut dapat diterima oleh hampir semua kalangan. Jika dihubungkan dengan apa yang diwacanakan terhadap jasa umroh backpacker, maka kunci efektivitas keberhasilan pengaturan harga minimum penerbangan LCC terletak pada: 1) Penetapan tariff batas bawah (floor price) yang memperhitungkan dengan akurat komponen

biaya yang paling efisien namun logis untuk menyediakan setiap rute;

2) Pembagian kelompok harga sesuai dengan jenis layanan menjadi full service, medium, dan

(5)

pelayanan yang akan diberikan oleh maskapai, dengan kata lain mengurangi risiko akibat

asymmetric information;

3) Adanya keleluasaan maskapai untuk menyesuaikan harga tiket pesawat sesuai dengan tingkat permintaan pada setiap season, namun tetap dalam batasan harga maksimum (ceiling price) yang telah memperhitungkan elastisitas permintaan.

IV. Rekomendasi

Berdasarkan pembahasan di atas, maka direkomendasikan kepada pemerintah khususnya Kementerian Agama sebagai pembuat kebijakan untuk lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terkait floor pricing harga paket umroh di Indonesia. Perlu lebih diteliti apakah penyebab utama (root

cause) terjadinya penipuan terhadap konsumen umroh. Jika masih dimungkinkan bentuk pencegahan

risiko terlantarnya jamaah umroh adalah dengan memperbaiki pengawasan, maka sebaiknya pemerintah hendaknya mengevaluasi lagi mekanisme kontrolnya. Sebab, perjalanan umroh merupakan salah satu kebutuhan dengan permintaan yang potensial dan jika dikelola dengan tepat akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian.

Selain itu, untuk meminimalisir risiko kerugian bagi konsumen, kebijakan penetapan harga batas bawah (floor price) adalah kebijakan yang relevan. Namun demikian, hendaknya nominal harga minimum tersebut tidak ditetapkan tanpa melibatkan kajian yang memadai, misalnya hanya dengan dasar perhitungan AMPHURI saja, maka harga minimum adalah USD 1700 atau Rp23juta. Lebih dari itu, batasan harga paket umroh hendaknya ditetapkan seperti pada tariff tiket penerbangan yang membagi berdasarkan kelompok layanan dan memberikan keleluasaan kisaran harga bagi penyedia jasa untuk menyesuaikan tarifnya sesuai season atau musim permintaan perjalanan.

Referensi

https://open.lib.umn.edu/principleseconomics/chapter/4-2-government-intervention-in-market-prices-price-floors-and-price-ceilings/

Firdaus, J. (2016). Analisis persaingan usaha tour andtravel umroh dan implikasinya (Studi komparasi di Shafira dan Menara Suci Tour and Travel Cabang GKB Gresik). http://digilib.uinsby.ac.id

https://haji.kemenag.go.id/v3/content/standar-minimal-biaya-umrah-1700-dolar, diakses pada 11 November 2017 pukul 16.00. Standar Minimal Biaya Umrah 1.700 Dolar AS

https://tirto.id/komersialisasi-umrah-ketika-ibadah-bernilai-bisnis-Dl

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/03/03/berapa-jamaah-umrah-indonesia

http://www.hukumpedia.com/ahmadassegaf/penetapan-harga-dasar-tiket-pesawat-meningkatkan-keselamatan

http://www.biaya.net/2015/10/tarif-batas-atas-dan-batas-bawah-tiket.html

Pradiatiningtyas, Diah (2014). Pemasaran online melalui e-tourism, bauran pemasaran jasa pariwisata dan pemosisian untuk promosi pariwisata daerah di Indonesia. Khasanah Ilmu Vol V No. 2 September 2014

Referensi

Dokumen terkait

100 % 03 Indeks Nilai penilaian mandiri indeks reformasi birokrasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 20,5 Nilai 04 Nilai Kinerja Balai

Oleh karna itu, judul yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata

Pada penelitian kali ini data primer didapat dari objek yang diteliti, yaitu menghitung secara langsung kecepatan pemasangan tangga panel, pengamatan metode pelaksanaan,

Terangkan tahap-tahap yang terlibat bagi kes sebuah rumah yang terbakar dengan sebab yang bersesuaian..

Berdasarkan hasil penelitian-penelitian tersebut, yang menunjukkan hasil yang tidak konsisten, sehingga penting untuk di replikasi dan diteliti kembali

Bapak ilmu bedah modern ini juga ikut andil dalam membesarkan farmakologi serta farmasi. Dia adalah perintis pembuatan obat dengan cara sublimasi dan distilasi.Selama separuh

Setelah aktuasi AFW secara otomatis pada pembangkit uap yang utuh dan yang bocor dijalankan, dilakukan isolasi AFW pada pembangkit uap yang bocor dimana pada PWR standar