Pengertian Konstitusi dalam arti luas yang dikemukakan oleh Bolingbroke, bahwa pengertian konstitusi dalam arti luas adalah keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau hukum dasar. Seperti halnya hukum pada umumnya dimana hukum dasar tidak selalu berupa dokumen tertulis. Hukum dasar dapat berdiri dari unsur-unsur tertulis atau tidak tertulis atau dapat juga merupakan campuran dari dua unsur tersebut.
Pengertian Konstitusi dalam arti sempit yang dikemukakan oleh Lord Bryce, bahwa pengertian konstitusi dalam arti sempit adalah piagam dasar atau UUD, yaitu suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dasar negara. UUD 1945, Konstitusi Amerika Serikat 1787, Konstitusi Prancis 1789, dan Konstitusi Konfederasi Swiss 1848 merupakan contohnya. Jadi, Pengertian konstitusi dalam arti sempit adalah sebagian dari hukum dasar yang merupakan satu dokumen tertulis yang lengkap.
Tujuan Konstitusi - Tujuan-tujuan adanya konstitusi secara ringkas dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Tujuan konstitusi adalah sebagai berikut....
Konstitusi bertujuan untuk memberikan pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik
Konstitusi bertujuan untuk melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasaan sendiri Konstitusi bertujuan memberikan batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam
menjalankan kekuasaannya.
Fungsi Konstitusi - Konstitusi memiliki fungsi yang berperan dalam suatu negara. Fungsi konstitusi adalah sebagai berikut...
Konstitusi berfungsi membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak terjadinya kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah agar hak-hak bagi warga negara terlindungi dan tersalurkan (konstitusionalisme)
Konstitusi berfungsi sebagai piagam kelahiran suatu negara (a birth certificate of new state)
Konstitusi berfungsi sebagai sumber hukum tertinggi
Konstitusi berfungsi sebagai alat yang membatasi kekuasaan Konstitusi berfungsi sebagai identitas nasional dan lambang
Konstitusi berfungsi sebagai pelindung hak asasi manusia dan kebebasan warga suatu negara.
Macam-Macam Konstitusi - Konstitusi memiliki berbagai jenis atau macam-macam konstitusi baik itu macam-macam konstitusi secara umum atau macam-macam konstitusi menurut para
ahli. Macam-macam konstitusi adalah sebagai berikut...
Macam-Macam Konstitusi Menurut
Macam Macam Konstitusi Menurut C.F. Strong, antara lain : 1. Konstitusi Tertulis
Pengertian Konstitusi Tertulis adalah aturan-aturan pokok dasar negara, bangunan negara dan tata negara. Demikian juga, aturan dasar lainnya yang mengatur kehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara.
2. Kontitusi Tidak Tertulis atau Konvensi
Pengertian Konstitusi Tidak Tertulis ialah kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul.
Macam Macam Konstitusi Menurut Sifatnya, yaitu : 1. Konstitusi Fleksibel
Konstitusi Fleksibel apabila undang-undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan. Ciri ciri konstitusi fleksibel yaitu (a) elastis, artinya dapat disesuaikan dengan mudah, dan (b) mudah dinyatakan dan dilakukan perubahan seperti mengubah UU.
2. Konstitusi Rigid (kaku)
Konstitusi Rigid yaitu apabila konstitusi atau undang-undang dasar sulit diubah. Ciri ciri konstitusi rigid, yaitu : (a) memiliki tingkat dan derajat yang lebih tinggi daripada UU, dan (b) hanya dapat diubah dengan tata cara khusus atau istimewa.
Secara Teoritis, Macam macam konstitusi sebagai berikut :
1. Konstitusi politik yang berisi norma-norma di dalam penyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubungan antara lembaga negara.
2. Konstitusi Sosial adalah konstitusi yang mengandung cita cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa tersebut. | Isi Konstitusi |
Menurut Sri Sumantri, Konstitusi berisi tiga hal pokok, yaitu : (1) jaminan terhadap HAM (Hak Asasi Manusia) dan warga negara, (2) susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental, (3) pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan.
Menurut Miriam Budiarjo, Konstitusi memuat organisasi negara, HAM (Hak Asasi Manusia), prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum dan cara perubahan konstitusi.
Menurut Koerniatmanto Soetopawiro, isi konstitusi meliputi : (a) pernyataan ideologis, (b) pembagian kekuasaan negara, (c) jaminan HAM (Hak Asasi Manusia), (d) perubahan konstitusi, (e) larangan perubahan konstitusi.
Perubahan konstitusi dapat terjadi secara revolutif, terutama pada pemerintahan yang baru terbentuk. Perubahan konstitusi juga terjadi secara evolutif, yaitu konstitusi berubah secara berangsung-angsur sehingga otomatis UUD yang telah diubah tidak berlaku lagi.
Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi tampak pada gagasan dasar negara, cita cita negara dan tujuan negara yang tertuang di dalam pembukaan UUD negara. Dasar negara sebagai pedoman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat di dalam konstitusi negara. Keduanya memiliki sifat mengikat, sehingga semakin elastis akan semakin baik dan konstitusi menyangkut cara-cara menyelenggarakan pemerintahan.
A. Konstitusi Arti Material dan Arti Formal 1) Konstitusi arti material
Dilihat dari segi isinya, konstitusi memuat hal-hal mengenai ketentuan-ketentuan pokok atau dasar bagi rakyat dan negara yang bersangkutan.
2) Konstitusi Arti Formal
Konstitusi Arti formal adalah konstitusi yang di tulis dalam bentuk naskah. Dalam hal ini, yang di pentingkan adalah prosedur dalam pembuatan konstitusi yang dilakukan secara istimewa, berbeda dengan pembuatan peraturan-peraturan lainnya.
1) Konstitusi Luwes
Konstitusi Luwes adalah apabila diperlukan perubahan konstitusi tida membutuhkan prosedur yang istimewa atau rumit. Perubahan itu cukup dilakukan oleh badan pembuat undang-undang biasa. Contohnya: perubahan konstitusi dapat dilakukan oleh DPR. Konstitusi disebut luwes apabila mudah mengikuti perkembangan zaman atau perubahan masyarakat. Contoh konstitusi luwes adalah di New Zealand, inggris, dan Indonesia.
2) Konstitusi kaku
Perubahan konstitusi memerlukan prosedur yang istimewa atau rumit. Contohnya, perubahan minimal disetujui 2/3 anggota MPR dan minimal 2/3 yang hadir setuju dan harus dilaksanakan referendum. Konstitusi yang bersifat kaku tidak dapat mengikuti perkembangan zaman karena tidak hanya memuat hal-hal pokok saja, namun juga memuat hal-hal yang penting.
UUD 1945 meskipun perubahannya membutuhkan prosedur istimewa, namun bersifat luwes karena memuat ketentuan yang bersifat pokok-pokok saja sehingga mudah mengikuti perkembangan zaman. Contohnya konstitusi kaku, antara lain, konstitusi di Negara Amerika serikat,Australia dan Swiss.
Menurut C.F Strong, kaku atau supelnya sebuah konstitusi ditentukan oleh “Apakah prosedur mengubah konstitusi sama dengan prosedur memuat undang-undang di Negara yang
bersangkutan”. Konstitusi disebut supel jika dapat diubah dengan prosedur yang sama dengan prosedur pembuatan undang-undang, artinya dapat dilakukan badan legislatif sehari-hari. Konstitusi ini disebut rigid atau kaku jika konstitusi itu dapat diubah melalui prosedur yang berbeda dengan prosedur pembuatan undang-undang biasa, artinya tidak dapat dilakukan oleh badan legislatif sehari-hari.
C. Konstitusi Tertulis dan Tidak tertuli 1) Konstitusi Tertulis
Konstitusi tertulis adalah konstitusi yang ditulis dalam bentuk naskah dan disebut dengan UUD. Negara-negara modern sekarang ini menggunakan konstitusi tertulis.
2) Konstitusi Tidak Tertulis
Konstitusi tidak tertulis, artinya konstitusi tidak tertulis dalam bentuk naskah tertentu (UUD), melainkan terdapat dalam undang-undang biasa dan konvensi. Satu-satunya Negara yang nenggunakan konstitusi yang tidak tertulis adalah inggris.
D. Konstitusi Dalam Arti Relatif
Konstitusi dalam arti relatif adalah konstitusi yang dihubungkan dengan kepentingan suatu golongan tertentu didalam masyarakat. Misalnya golongan Borjulis liberal yang menghendaki adanya jaminan dari pihak penguasa supaya hak haknya tidak dilanggar. Jaminan itu diletakan di dalam UUD.
E. Konstitusi Dalam Arti Positif