• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh lingkungan bisnis terhadap orga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh lingkungan bisnis terhadap orga"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pemenuhan kebutuhan sehari hari baik yang bersifat kebutuhan primier maupun kebutuhan sekunder membuat manusia menggunakan karunia Alloh SWT berupa akal dan nurani agar semua kebutuhannya dapat tercapai, walaupun manusia biasanya tak akan pernah puas dalam pencapaian akan sesuatu. Sebagai seorang manusia kita wajib belajar ilmu , segala macam ilmu agar tugas kita sebagai pemakmur semesta alam dapat tercapai, .Salah satunya ilmu manajemen agar segala sesuatu yang kita punya dan di anugrahkan terhadap kita dapat berjalan secara optimal.

Dalam kegiatan belajar tentang ilmu manajemen terdapat suatu cabang spesifik ilmu yang mempelajari manajemen dalam perspektif bisnis, atau lebih mudah disebut manajemen bisnis. Dalam manajemen bisnis sendiri terdapat suatu organisasi bisnis dan lingkungan bisnis.

Organisasi bisnis dan lingkungan bisnis adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Antara organisasi bisnis dan lingkungan bisnis terjadi suatu hubungan seni yang apabila kita dapat memahaminya dengan cermat, maka kita akan memperoleh kemudahan dalam melakukan suatu hubungan bisnis yang didasari oleh pengetahuan ini.

Banyak teori serta hasil analisa yang menyatakan hubungan antara organisasi bisnis dengan lingkungan bisnis, tentunya analisa tersebut perlu dianalisa ulang agar kita sebagai pelaku bisnis maupun pengamat bisnis dapat memperoleh kemudahan dalam menjalankan bisnis yang pada intinya

memperoleh keuntungan sebanyak banyaknya dengan modal yang relatif kecil.

(2)

B. Rumusan Masalah

1. Apakah Lingkungan dan Organisasi Bisnis itu?

2. Apa hubungan antara organisasi bisnis dengan lingkungan?

3. Bagaimana cara untuk menghubungkan organisasi bisnis dengan lingkungan agar organisasi bisnis dapat berjalan dengan baik?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

1. Untuk memperdalam ilmu manajemen bisnis khususnya dalam bidang organisasi dan lingkungan bisnis.

2. Melatih ketajaman dalam menganalisa suatu masalah didalam bidang bisnis.

3. Bekal masa depan agar dalam memanajemen suatu bisnis dapat meraih kesuksesan.

Pembahasan

A. Organisasi Bisnis

(3)

organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa atau uang untuk menghasilkan keuntungan (Sutarno : 2012). Bentuk bentuk organisasi bisnis dapat dinyatakan sesuai dengan bentuk kepemilikan bisnis, yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa Perusahaan Jawatan, Perusahaan Negara , Perusahaan Umum , Persero serta Badan Usaha Milik Daerah kemudian Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) berupa Perusahaan Perseorangan , Persekutuan Firma , Perseroan Komanditer (CV) dan Perseroan Terbatas (PT) , Koprasi serta Yayasan.

B. Lingkungan Bisnis

Sedangkan lingkungan bisnis adalah semua kondisi dan kekuatan yang ada didalam maupun diluar setiap unit bisnis , yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya. Faktor – faktor tersebut meliputi lingkungan eksternal dan lingkungan. ( Sutarno : 2012 )

Faktor internal dalam lingkungan bisnis adalah berupa sistem nilai bisnis , Visi – Misi dan Tujuan Bisnis , Struktur dan sifat Manajemen Bisnis , Sumber Daya Manusia , serta Citra Perusahaan dan Ekuitas Merek.

Faktor eksternal dalam lingkungan bisnis adalah berupa Lingkungan Mikro yang dispesifikan lagi menjadi faktor pemasok , faktor pelanggan , faktor perantara pemasaran , faktor pemodal dan faktor public atau masyarakat , kemudian Lingkungan Makro berupa faktor sistem ekonomi , faktor social , faktor politik , faktor hokum , dan faktor teknologi. Di luar faktor internal dan eksternal tersebut masih ada faktor lain berupa aset fisik dan fasilitas , penelitian dan pengembangan, sumber pemasaran ,dan faktor keuangan.

C. Organisasi Bisnis dan Lingkungan Bisnis

Organisasi bisnis dalam kehidupan bisnisnya wajib memperhatikan faktor internal dan eksternal dalam lingkungan bisnis, karena lingkungan bisnis akan menentukan kehidupan dari suatu organisasi bisnis. Kita akan lebih dalam menganalisa hubungan antara organisasi bisnis dengan lingkungan pada bagian bagian berikut : 1. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang melibatkan interaksi antara organisasi bisnis dengan pihak diluar organisasi bisnis tersebut. Faktor eksternal dalam lingkungan bisnis dibagi menjadi dua yaitu faktor mikro dan faktor makro.

Faktor mikro dalam lingkungan bisnis adalah pemasok , pelanggan , perantara pemasaran (distributor) , pemodal dan public atau masyarakat.

Sedangkan faktor makro dalam lingkungan bisnis adalah sistem ekonomi, faktor social, faktor politik, faktor hukum dan faktor teknologi.

(4)

a) Faktor Eksternal Pemasok

organisasi bisnis tidak akan mampu untuk berjalan apabila pasokan berupa bahan untuk bisnis misal material , untuk seorang kontraktor bila pasokan material berupa semen misalnya datang terlambat atau mengalami kelangkaan, organisasi bisnis tidak akan berjalan dengan baik. Solusinya adalah dengan mempererat tali silaturahim dan memperlancar komunikasi dengan pemasok, sehingga pasokan material akan lancar. Dengan lancarnya komunikasi dengan pemasok biasanya kita akan lebih mudah dalam memperoleh bahan material bahkan harganyapun bisa lebih murah bila kita dapat berkomunikasi dengan baik dengan pemasok.

b) Faktor Eksternal Pelanggan

Pebisnis dalam bidang perdagangan barang dan jasa, utamanya harus pintar memikat masyarakat agar mau menjadi pelanggan dalam perdaganganya, dengan menggunakan promosi yang dirasa mencolok dibanding pesaingnya, missal harga lebih murah untuk yang bersifat penjualan , kredit murah serta bunga penyimpanan yang tinggi, sehingga masyarakat akan tertarik dan mau jadi pelanggan.

Selain itu, organisasi bisnis harus pintar melihat apa kebutuhan pelanggan , kondisi pelanggan serta selera beragam dari pelanggan. Sebuah organisasi bisnis Perdagangan barang dan jasa harus memiliki pegawai dengan intelejensi tinggi sehingga pelanggan yang didapat tetap stabil. Walaupun krisis ekonomi atau krisis moneter menerjang pelanggan tetap menggunakan jasa kita.

Kunci untuk mengontrol pelanggan selain dengan sikap intelejensi yang tinggi dari jajaran pegawai , diperlukan juga sikap komunikasi yang baik untuk pagawai yang ada di bidang pelayanan sehingga pelanggan akan merasa nyaman ketika melakukan transaksi didalam perdagangan tersebut.

c) Faktor Eksternal Perantara Pemasaran

Perantara pemasaran (distributor) berperan dalam mengirimkan hasil produksi organisasi bisnis kepada pelanggan maupun distributor selanjutnya.

Perantara pemasaran biasanya terjadi ketidaklancaran ketika terjadi lalu lintas jalan raya macet , jalan banyak yang rusak , ada kerusuhan , kenaikan bahan bakar minyak.

Ketika Perantara Pemasaran mengalami kendala, biasanya organisasi bisnis juga terganggu dalam segi bisnis, karena tiap organisasi bisnis pasti sudah memiliki target-target tertentu .

Solusi untuk mengatasi kendala perantara pemasaran adalah dengan membuat rencana bisnis cadangan atau alternatif-alternatif lain sehingga organisasi bisnis kerugiannya tidak terlalu banyak.

(5)

Pemodal adalah orang atau sekelompok orang yang menyuntikkan modalnya kepada organisasi bisnis. Modal tersebut dapat berupa modal berupa dana , kepercayaan maupun jejaring bisnis.

Pemodal akan berani memberikan modalnya kepada organisasi bisnis ketika pemodal merasa organisasi bisnis tersebut akan maju dan memiliki prospek cerah kedepannya.

Sebetulnya kunci untuk membuat pemodal nyaman dalam menanamkan modal ke dalam suatu organisasi bisnis hanyalah kita dapat memberikan bukti bahwa organisasi bisnis yang dijalankan lancar dan untung. Tentunya seorang atau sekelompok pemodal juga menginginkan keuntungan dari modal yang ditanamkannya ke dalam suatu organisasi bisnis.

e) Faktor Public atau Masyarakat

Publik bisa dikatakan sebagai kelompok yang memiliki kepentingan actual atau potensial dalam atau pada kemampuan organisasi untuk mencapai bunganya. Publik termasuk media dan warga Negara. Pertumbuhan masyarakat konsumen adalah pengembangan bisnis penting yang mempengaruhi. (Sutarno : 2012) f) Faktor Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi akan menentukan sebuah bisnis itu dapat berjalan atau tidak. Karena sistem ekonomi adalah dasar utama untuk membangun suatu bisnis yang nilainya besar.

Sistem ekonomi suatu wilayah atau negara perlu dicermati sebelum kita memulai bisnis. Misal jika kita ingin berbisnis minyak dan gas di suatu daerah , perlu dicermati dahulu apa kendala yang dapat menghambat bisnis kita , contohnya ternyata daerah tersebut untuk urusan minyak dan gas ternyata sudah di monopoli oleh seseorang atau ternyata infrastruktur sosial ekonominya tidak bagus untuk jalannya suatu usaha atau biaya yang diperlukan sebagai biaya modal produksi mahal dan tidak ada harapan untuk balik modal.

g) Faktor Social

Dimensi sosial atau lingkungan suatu bangsa menentukan sistem nilai dari masyarakat yang pada gilirannya mempengaruhi fungsi bisnis. Faktor faktor sosiologis seperti struktur biaya, adat dan konvensi , mobilitas tenaga kerja dan lain lain telah mencapai dampak pada bisnis. Faktor – faktor yang menentukan budaya kerja dan mobilitas tenaga kerja , bekerja kelompok , dll

(6)

Selain itu faktor sosial juga akan menentukan berapa biaya produksi serta keuntungan yang akan kita peroleh yang berkaitan dengan dimensi sosial atau lingkungan. Sebagai sebuah contoh ,untuk mengeluarkan modal berupa upah pekerja tentunya akan lebih murah pekerja Indonesia dibanding pekerja dari Amerika Serikat. Di sisi keuntungan dari bisnis ketika kita menjual sebuah barang kerajinan di mata orang Amerika Serikat harganya akan mahal , karena mereka memiliki rasa menghargai seni yang tinggi dan kebutuhan hidupnya sudah mampu terpenuhi , sedangkan di mata orang Afrika kerajinan tersebut tidak memiliki arti karena walaupun memiliki sebuah seni yang tinggi, mereka tidak mampu membeli karena untuk memenuhi kebutuhan pangannya saja sudah susah.

Sehingga dapat ditarik benang merah bahwa bisnis perlu ketepatan tempat yang memiliki budaya yang tepat untuk berbisnis.

h) Faktor Politik

Suatu negara atau wilayah akan dipengaruhi oleh organisasi politik seperti filsafat partai politik ideologi partai pemerintah atau partai berkuasa, sifat dan tingkat pengaruh birokasi kelompok utama dll. Lingkungan politik negara mempengaruhi bisnis untuk sebagian besar. (Sutarno : 2012)

Politik selalu berhubungan dengan siapa yang menguasai sebuah wilayah. Politik juga berhubungan dengan faktor suka dan tidak suka di dalam suatu wilayah.

Dalam berbisnispun sebaiknya organisasi bisnis cermat dan mengikuti perkembangan politik. Dalam perkembangan politik biasanya juga ada kebijakan kebijakan tertentu yang akan membantu organisasi bisnis untuk berkembang. Perkembangan politik untuk kaitan bisnis biasanya dapat dicermati dalam tiap pidato dari pimpinan wilayah dan biasanya untuk kaitan bisnis politisi akan menguntungkan kroni kroninya. Maka tak jarang para politisi memiliki suatu bisnis karena memang pada intinya di jaman modern ini bisnis dan ekonomi menguasai negara .

Organisasi bisnis yang baik harusnya pintar dan flexibel dalam mencermati perkembangan politik agar bisnisnya tetap sehat dan berjalan . Karena politik sifatnya dinamis dan rezimatik , organisasi bisnis harus hati-hati jika ingin selalu meraih keuntungan dan usahanya dapat bertahan lama.

(7)

Sedangkan proyek proyek di jaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sering dimenangi oleh PT Adi Karya. Itulah contoh pengaruh faktor politik secara praktis, yaitu kedekatan dengan penguasa politik.

Sedangkan Faktor politis secara tidak langsung adalah arah pembangunan nasional. Pada Orde sekarang Joko Widodo mencanangkan pembangunan maritim Indonesia. Sebagai pebisnis hendaknya tau apa saja yang ada dalam pembangunan maritim itu, misalnya pengadaan kapal , jaring , dll ,agar kita dapat sebuah keuntungan dari itu kita harus ada di salah satu bisnis yang melibatkan itu , karena ketika sebuah sistem dibangun pasti akan membutuhkan biaya tenaga dan modal yang besar bagi pemerintah, dan ini merupakan pasar yang bagus bagi organisasi bisnis yang pintar bertindak. Baik itu organisasi bisnis berupa penyedia jasa seperti bank , karena bank adalah penyedia modal berupa uang untuk pebisnis dan pengusaha dalam bidang jual-beli dengan survey-survey yang baik niscaya lelang yang diadakan pemerintah akan dapat dimenangkan dan keuntungan dapat diperoleh.

i) Faktor Hukum

Lingkungan hukum meliputi fleksibelitas dan adaptasi dari hukum dan aturan hukum lainnya yang mengatur bosnos. Ini mungkin termasuk putusan-putusan yang tepat dan keputusan pengadilan. Ini mempengaruhi bisnis dan manajer untuk sebagian besar.(Sutarno : 2012)

Hukum dapat menentukan bolehkah kita melakukan bisnis itu atau tidak. Misalnya bila kita ingin membuka jual beli bahan bakar di daerah, ternyata regulasi hanya membolehkan membuka perusahaan PT . PERTAMINA saja sedangkan kita menginginkan membuka pengisian perusahaan PT Chevron. Karena hukum tidak memperbolehkan maka kita tidak dapat membuka bisnis itu. Selain itu berbisnis barang yang dilarang Negara seperti senjata api , narkotika , bisnis perdagangan manusia. Hal tersebut melanggar hukum Negara.

Untuk mencegah kesalahpahaman dan salah tindakan dalam suatu bisnis, sebaiknya organisasi bisnis melakukan konsultasi kepada orang yang berkompetensi dalam bidang hukum.

j) Faktor Teknologi

Teknologi akan mengarahkan bagaimana kebiasaan sehari hari masyarakat di jaman di mana organisasi bisnis melakukan suatu bisnis.

(8)

Teknologi memiliki peran untuk mempermudah kerja manusia sehingga pekerjaan manusia lebih efisien apabila menggunakan teknologi dibandingkan tidak menggunakan teknologi.

Teknologi sendiri merupakan barang yang memiliki suatu nilai dan harga, jadi faktor teknologi dapat menjadi perhitungan tambahan untuk jalannya suatu bisnis. Sebaiknya para pelaku bisnis mengikuti perkembangan teknologi dari waktu ke waktu sehingga pelaku bisnis dapat menggunakan teknologi yang dirasa tepat untuk keberlangsungan bisnisnya.

2. Faktor Internal a) sistem nilai bisnis

Sistem nilai pendiri dan orang-orang di kemudi urusan memiliki pengaruh penting pada pilihan bisnis, misi dan tujuan, kebijakan bisnis organisasi dan praktek.(Sutarno : 2012)

Jadi sistem nilai bisnis merupakan sistem nilai yang didasari oleh selera ataupun pikiran dalam orang orang yang menjadi kemudi dalam bisnis.

Kemudi dalam bisnis bisa dikatakan sebagai pimpinan bisnis seperti direksi maupun komisaris , maupun pemodal bisnis.

b) Visi – Misi dan Tujuan Bisnis

Visi berarti kemampuan untuk berfikir tentang masa depan dengan imajinasi dan kebijaksanaan. Karena itu visi merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan organisasi. Adapun misi adalah media melalui mana tujuan tercapai.(Sutarno : 2012) Organisasi bisnis , manusia , organisasi biasa pasti memiliki visi – misi dan tujuan untuk kehidupan mereka hingga kelak mereka mati.

Setiap organisasi bisnis penting untuk mencanangkan apa visi misi dan tujuan mereka. Bila tak memiliki visi misi yang jelas suatu bisnis pasti akan asal-asalan dan akhirnya akan terjadi kerugian baik secara rill maupun materil.

Agar suatu organisasi bisnis berjalan baik, tiap-tiap anggotanya wajib menanamkan visi-misi organisasi dalam pekerjaannya, sehingga tujuan bisnis akan lebih mudah terwujud.

c) Struktur dan sifat Manajemen Bisnis

(9)

Struktur bisnis akan mengarahkan kebijaksanaan perusahaan yang akan di putuskan, tergantung dengan motif , semangat serta sudut pandang suatu struktur organisasi dalam berbisnis.

Apabila sebuah struktur bisnis hubungannya tidak baik maka semangat bekerja dan berbisnis pun akan berkurang , yang mengakibatkan sebuah bisnis akan mengalami kerugian.

Sedangkan sifat manajemen bisnis akan berpengaruh pada keberlangsungan bisnis, karena apabila cara memanajemen suatu bisnis kacau maka bisnis yang dijalankanpun pasti akan kacau.

d) Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah faktor penting untuk setiap organisasi karena berkontribusi dalam membentuk kekuatan atau sebaliknya melemahkan setiap organisasi. Dumber daya manusia di setiap organisasi harus memiliki kharakteristik seperti kemampuan, kualitas, moral tinggi, komitmen terhadap sikap, pekerjaan, dan sebagainya. Keterlibatan dan inisiatif personalia dalam setiap tingkat organisasi dapat bervariasi dari suatu organisasi ke organisasi lain. Budaya organisasi dan lingkungan secara keseluruhan akan mempengaruhi mereka.(Sutarno : 2012)

Sebuah organisasi bisnis wajib mendidik agar para manusia yang ada di dalam bisnis secara intern bisa cerdas dan berkualitas serta loyal terhadap perusahaan. Dengan cerdas, loyal dan berkualitasnya para pegawai dalam bisnis, maka perusahaan akan semakin maju dan berkembang.

Selain harus berkualitas sumber daya manusianya, organisasi bisnis wajib memikirkan kesejahteraan pegawainya, karena apabila pegawai kurang sejahtera akan malas untuk bekerja dan cenderung tidak loyal.

e) Citra Perusahaan dan Ekuitas Merek

Citra perusahaan di pasar luar memiliki dampak pada lingkungan internal perusahaan. Ini membantu dalam meningkatkan keuangan, membuat usaha patungan, aliansi lainnya, ekspansi dan akusisi, memasuki kontrak jual beli, meluncurkan produk baru, dan lain lain. Dalam cara yang sama Ekuitas merek juga dapat membantu perusahaan. (Sutarno : 2012)

Hal yang terjadi di lapangan ketika kita menanyakan suatu produk biasanya masyarakat akan memandang merknya, masyarakat akan lebih mengetahui suatu perusahaan yang lama serta dikenal baik oleh mereka citranya.

Hal yang membuat perusahaan dapat dikenal adalah Iklan , Branding serta bonus bagi para konsumen.

3. Faktor-Faktor Lain

(10)

a) Aset Fisik dan Fasilitas

Fasilitas seperti kapasitas produksi dan teknologi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan. Tenaga kerja yang kompoten merupakan asset penting yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Ketika fasilitas suatu organisasi kurang bagus dan atau kurang menunjang keberlangsungan bisnis secara matematis akan merugikan perusahaan. Tafsiran tentang suatu asset dan fasilitas sumbernya tidak harus dibeli, dapat pula suatu asset atau fasilitas itu didapat dari cara menyewa ataupun kredit, organisasi bisnis harus cermat dalam menghitung keterkaitan biaya modal untuk menunjang oprasional.

b) Penelitian dan Pengembangan

Meskipun departemen penelitian dan pengembangan pada dasarnya dilakukan oleh lingkungan eksternal tetapi memiliki dampak langsung pada organisasi. Penelitian dan Pengembangan dapat menentukan kemajuan terutama aspek kemampuan perusahaan untuk berinovasi dan bersaing.

Contohnya Negara Cina, mereka tidak melakukan penelitian ataupun pengembangan, mereka hanya mencontoh dan memproduksi secara besar-besaran sehingga harga di pasar lebih murah. Hal ini menguntungkan bagi cina , walau mereka tidak melakukan penelitian dan pengembangan.

c) Sumber Pemasaran

Sumber pemasaran, seperti organisasi pemasaran, kualitas orang-orang pemasaran, ekuitas merek dan jaringan distribusi memiliki pengaruh langsung terhadap efisiensi pemasaran perusahaan.

Sumber pemasaran dimasa kini tidak hanya distributor resmi suatu organisasi bisnis, tapi dapat pula pasar swalayan seperti hypermart dan turunannya. Ketika sumber pemasaran semakin berkembang, maka secara tidak langsung organisasi bisnis akan berpeluang untuk menambah pasarnya bahkan keuntungannya.

d) Faktor Keuangan

faktor-faktor seperti kebijakan keuangan, posisi keuangan dan struktur modal juga merupakan lingkungan internal penting yang mempengaruhi strategi, keputusan dan kinerja bisnis.

Keuangan secara agregatif dapat mempengaruhi suatu bisnis, seperti nilai uang, uang Rp. 17.000,- pada saat dolar Rp. 20000,- / US$ dibanding uang Rp. 10.000,-pada saat dolar Rp. 8.000,- / US$ maka akan lebih bernilai uang Rp. 10.000,- 10.000,-pada saat dolar Rp. 8.000,- / US$.

Selain itu misalnya kita importer kedelai, pada saat ada kebijaksanaan tax free biasanya akan lebih menguntungkan dari pada saat berlaku adanya pajak.

(11)

Seperti telah diterangkan pada point sebelumnya, Organisasi bisnis dengan lingkungan saling terkait. Suatu Lingkungan bisnis memiliki sifat – sifat yang unik serta dapat didefiniskan kedalam beberapa point .Pada pembahasan ini kita akan membahas sifat lingkungan bisnis dengan organisasi bisnis. Sifat-Sifat lingkungan bisnis dapat dibagi menjadi beberapa point yaitu :

1. Totalitas Kekuatan Eksternal

Lingkungan bisnis adalah totalitas dari semua aspek yang ada di lingkungan eksternal perusahaan bisnis, karena semua itu bersifat agregatif di alam.

2. Kekuatan Khusus dan Kekuatan Umum

Lingkungan bisnis meliputi kekuatan khusus dan kekuatan umum. Kekuatan khusus mempengaruhi setiap perusahaan secara langsung dalam melakukan kegiatan sehari – hari. Kekuatan umum berdampak secara tidak langsung kepada setiap perusahaan.

3. Sifat Dinamis

Lingkungan bisnis bersifat dinamis, karena lingkungan terus berubah, baik dalam hal peningkatan teknologi, pergeseran keinginan konsumen ataupun masuknya pesaing baru di pasar.

4. Ketidakpastian

Lingkungan bisnis sebagian besar tidak pasti, karena itu sangat sulit untuk memprediksi kejadian masa depan , terutama ketika perubahan lingkungan yang terjadi terlalu sering, seperti dalam kasus teknologi informasi atau industry fashion yang terus berkembang.

5. Relativitas

Lingkungan bisnis adalah konsep yang relative karena perubahan lingkungan yang terjadi dari setiap Negara berbeda. Kondisi politik di Amerika Serikat tentunya akan berbeda dengan di Tiongkok atau Pakistan.

Kesimpulan dan Saran

A. KESIMPULAN

1.

Organisasi bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa atau uang untuk menghasilkan keuntungan

2.

Lingkungan bisnis adalah semua kondisi dan kekuatan yang ada didalam maupun diluar setiap unit bisnis , yang akan mempengaruhi arah

kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya

3.

Organisasi bisnis dan lingkungan bisnis saling terkait dan tidak dapat dipisahkan karena lingkungan bisnis akan mempengaruhi

keberlangsungan organisasi bisnis.

(12)

1.

Untuk memperoleh keuntungan bisnis yang tinggi, Sebuah organisasi bisnis harus cerdas dalam mengamati masalah lingkungan bisnis serta dapat menerapkan solusi-solusi untuk mengatasi masalah dalam lingkungan bisnis.

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Anoraga (2003:111), partisipasi anggota merupakan kesediaan anggota untuk memikul kewajiban dan melaksanakan hak keanggotaan secara bertanggungjawab. Jika

dibagi menjadi 4 zona, yaitu zona : Kerentanan sangat rendah, rendah, menengah dan tinggi. Hasil penjumlahan tersebut akan mempunyai kisaran dari nilai negatif hingga nilai

Hasil yang didapatkan bahwa kepemimpinan transformasional leadership dapat menjadi solusi meningkatkan perilaku edukatif perawat dalam pelayanan melalui kepemimpinan

penjualan, laba atau rugi dihitung dengan cara membandingkan nilai aktiva tetap yang dimiliki kembali dengan jumlah piutang angsuran yang belum dilunasi. Jika pencatatan

Berdasarkan observasi yang dilakukan dan didukung dengan hasil wawancara langsung dengan beberapa narasumber terkait standar etika kerja yang ada di Metro TV bahwa,

Retina terdiri atas 10 lapisan (luar kedalam) yakni : (1) Membrana limitan interna, merupakan membran hialin antara retina dan badan kaca, (2) Lapisan serabut saraf, yang

Untuk itu diperlukan adanya media lain untuk melakukan knowledge sharing tentang tata cara pelaksanaan aktivitas penjilidan agar knowledge yang dimiliki oleh karyawan

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti bahwa wanita >35 tahun mengalami hipertensi dalam kehamilan, hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori yang