• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PERSONALIA ATAU SUMBER DAYA MA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN PERSONALIA ATAU SUMBER DAYA MA"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PERSONALIA ATAU SUMBER DAYA MANUSIA

DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

A.Pengertian Manajemen Personalia 1. Pengertian Manajemen

Istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu: pertama manajemen

sebagai suatu proses; kedua manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang

melakukan aktivitas manajemen dan ketiga, manajemen sebagai suatu seni (suatu art)

dan sebagai suatu ilmu.

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses,

berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Dalam Encyclopedia of the Social Sciences dikatakan bahwa Manajemen adalah suatu proses dengan proses mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya Haimann

mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan

orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.

George R Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang

ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain. Dari ketiga

definisi di atas maka akan segera nampak bahwa ada tiga pokok penting dalam

definisi-definisi tersebut yaitu pertama adanya tujuan yang ingin dicapai; kedua tujuan dicapai

dengan menggunakan kegiatan orang-orang lain dan ketiga, kegiatan-kegiatan orang

lain itu harus dibimbing dan diawasi.

Menurut pengertian yang kedua, Manajemen adalah kolektivitas orang-orang

yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain segenap orang-orang yang

melakukan aktivitas manajemen dalam badan tertentu disebut manajemen. Dalam arti

singular (tunggal) disebut Manajer. Manajer adalah pejabat yang bertanggung jawab

atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya

tercapai dengan menggunakan bantuan oaring lain.

Menurut pengertian ketiga, Manajemen itu adalah suatu seni atau suatu ilmu.

Mengenai ini pun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan orang

mengatakan bahwa manajemen itu adalah seni, golongan lain mengatakan bahwa

manajemen itu adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat ini sama mengandung

(2)

Manajemen sebagai seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata

mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi

menerangkan fenomena-fenomena (gejala-gejala), kejadian-kejadian, keadaan-keadaan,

jadi memberikan penjelasan-penjelasan.

Dari semua definisi tentang manajemen di atas maka manajemen dapat

didefinisikan sebagai berikut : Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan,

pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya

manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.1

2. Pengertian Manajemen Personalia

Istilah personalia, personel atau kepegawaiaan mengandung arti keseluruhan

orang-orang yang berkerja pada suatu organisasi. Dengan demikian manajemen

personalia adalah manajemen yang menitikberatkan perhatiannya kepada soal-soal

pegawai atau personalia di dalam suatu organisasi. Untuk lebih lengkapnya manajemen

personalia itu dapat dirumuskan sebagai berikut: “Manajemen Personalia adalah seni

dan ilmu memperoleh, memajukan dan memanfaatkan tenaga kerja sedemikian rupa

sehingga tujuan organisasi dapat direalisir secara berdaya guna dan berhasil dan adanya

kegairahan kerja dari para tenaga kerja.

Manajemen Personalia (sumber daya manusia) adalah suatu ilmu atau cara

bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki

oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga

tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. Manajemen Personalia (sumber daya manusia) didasari pada suatu konsep

bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin dan bukan semata menjadi

sumber daya bisnis. Kajian Manajemen Personalia (sumber daya manusia)

menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll. Unsur MSDM

adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan

implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan,

pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan

ketenagakerjaan yang baik.Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua

(3)

keputusan dan praktik manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber daya

manusianya.2

B.Proses Manajemen Personalia/ SDM3 1. Analisis Jabatan

Analisis jabatan merupakan kegiatan yang berfungsi untuk membantu

pelaksanaan manajemen dalam rekrutmen pegawai sebagai upaya menyediakan

kebutuhan pegawai. Mangkunegara (2003:10) berpendapat bahwa analisis jabatan

didasarkan pada jenis pekerjaan, sifat pekerjaan, perkiraan beban kerja, perkiraan

kapasitas pegawai, jenjang dan jumlah jabatan yang tersedia, dan alat yang diperlukan

dalam pelaksanaannya. Proses menghimpun informasi setiap jabatan, mempelajari

berbagai informasi yang berhubungan dengan pekerjaan secara operasional dan

tanggung jawabnya, dan menyusun informasi berkenaan tugas, jenis pekerjaan, dan

tanggung jawab yang bersifat khusus merupakan kegiatan yang dilakukan dalam analisis

jabatan.

Nitisemito (1996:16) berpendapat analisis jabatan sebagai pedoman bagi

penerimaan dan penempatan, penentuan jumlah karyawan, dan landasan kegiatan dalam

MSDM. Analisis jabatan sebagai pedoman untuk menentukan syarat-syarat yang

diperlukakan dalam penerimaan dan penempatan pegawai. Ketepatan penerimaan dan

penempatan pegawai dipengaruhi oleh syarat yang dimiliki oleh pegawai. Penentuan

jumlah karyawan dapat diketahui dengan uraian jabatan dan pengembangan dan

penetapan standar jabatan. Analisis jabatan merupakan pedoman dalam kegiatan MSDM

lain yaitu mutasi, promosi, pelatihan, kompensasi, dan kebutuhan peralatan. Analisis

jabatan diasumsikan dapat mengetahui kondisi tentang secara rinci jabatan.

Informasi yang diperoleh dari analisa jabatan adalah:

a. Nama jabatan, lokasi kerja, dan upah rata-rata,

b. Hubungan kerja dan posisi dalam organisasi,

c. Tugas-tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dibebankan pada pemangku

jabatan,

d. Peralatan dan bahan yang digunakan,

e. Kondisi lingkungan tempat kerja dan resiko kerja,

2 Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 3

(4)

f. Persyaratan fisik, mental, pengetahuan, dan pendidikan

Dalam hal ini personalia atau tenaga kependidikan dibedakan menjadi tenaga

struktural, tenaga fungsional dan tenaga teknis penyelenggara pendidikan.Tenaga

struktural merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif

umum (pimpinan) yang bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas

satuan pendidikan. Tenaga fungsional merupakan tenaga kependidikan yang menempati

jabatan fungsional yaitu jabatan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan

keahlian akademis kependidikan. Sedangkan tenaga teknis kependidikan merupakan

tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan

teknis operasional atau teknis administratif.

Status Ketenagaan Tempat Kerja di Sekolah Tempat Kerja di Luar Sekolah

(5)

Tenaga kependidikan merupakan hasil analisis jabatan yang dibutuhkan oleh

suatu sekolah atau satuan organisasi yang lebih luas. Sejalan dengan UU No.22 Tahun

1999 tentang pemerintahan daerah dan PP No.25 Tahun 2000 tentang Kewenangan

Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom, maka jenis-jenis tenaga

kependidikan dapat bervariasi sesuai kebutuhan organisasi yang bersangkutan.

Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun

2003 menjelaskan bahwa tugas tenaga kependidikan itu adalah melaksanakan

administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk

menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

Jabatan Deskripsi Tugas

Kepala Sekolah Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan penyelenggaraan

pendidikan di sekolahnya baik ke dalam maupun ke luar yakni

dengan melaksanakan segala kebijaksanaan, peraturan dan

ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga yang lebih

tinggi.

Wakil Kepala

Sekolah (Urusan

Kurikulum)

Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam

penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung

dengan pelaksanaan kurikulum dan proses belajar mengajar

Wakil Kepala

Sekolah (Urusan

Kesiswaan)

Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam

penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan ekstrakurikuler

Wakil Kepala

Sekolah (Urusan

Sarana dan

Prasarana)

Bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan inventaris

pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana serta

keuangan sekolah

Wakil Kepala

Sekolah (Urusan

Pelayanan Khusus)

Bertanggung jawab membantu Kepala Sekolah dalam

penyelenggaraan pelayanan-pelayanan khusus, seperti

hubungan masyarakat, bimbingan dan penyuluhan, usaha

kesehatan sekolah dan perpustakaan sekolah.

Pengembang

Kurikulum dan

Teknologi

Pendidikan

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program

program-program pengembangan kurikulum dan pengembangan

(6)

Pengembang Tes Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program

pengembangan alat pengukuran dan evaluasi kegiatan-kegiatan

belajar dan kepribadian peserta didik

Pustakawan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan

pengelolaan perpustakaan sekolah

Laboran Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan

pengelolaan laboratorium di sekolah

Teknisi Sumber

Belajar

Bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemberian bantuan

teknis sumber-sember belajar bagi kepentingan belajar peserta

didik dan pengajaran guru

Pelatih Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program

kegiatan latihan seperti olahraga, kesenian, keterampilan yang

diselenggarakan

Petugas Tata Usaha Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan

dan pelayanan administratif atau teknis operasional pendidikan

di sekolah

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mengetahui jumlah kebutuhan

sumber daya yang diperlukan pada sebuah sekolah, terutama guru.

 Kebutuhan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)4 Prinsip Perhitungan

1) Setiap rombel dalam mengikuti mata pelajaran tertentu diampu oleh 1 (satu) orang

guru kecuali rombel pada mata pelajaran Dasar Kejuruan dan Kompetensi

Kejuruan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yang masing-masing diampu oleh satu

orang guru,

2) Jumlah guru dihitung berdasarkan jumlah tatap muka per minggu yang terjadi di

sekolah (JTM) dibagi wajib mengajar guru (24),

4 Anonim. Petunjuk Perhitungan rasio Kebutuhan Guru. Diunduh dari

https://www.google.com/url?sa= t&rct= j&q= &esrc= s&source= web&cd= 2&cad= rja &ved= 0CDAQFjAB&url = http%3A%2F%2Fkepeg.disdikporakuningan.net%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F05%2FPetunjuk-

(7)

3) Jumlah tatap muka dihitung dengan cara menjumlahkan jumlah rombel per tingkat

kali jumlah jam mata pelajaran per minggu per tingkat yang ada dalam struktur

kurikulum,

4) Wajib mengajar yang digunakan adalah 24 jam tatap muka per minggu,

5) Guru mata pelajaran hanya mengampu 1 (satu) jenis mata pelajaran yang sesuai

dengan latar belakang pendidikan dan atau sertifikat pendidik yang dimilikinya,

6) Apabila di sekolah terdapat Iebih dari satu pendidikan agama yang diajarkan,

jumlah dan jenis guru agama disesuaikan dengan kebutuhan dan peraturan yang

berlaku,

Formula Perhitungan Kebutuhan Guru SMK

a.Rumus penghitungan jumlah guru per mata pelajaran kelompok normatif dan

adaptif sebagai berikut:

b.Rumus penghitungan jumlah guru produktif:

Keterangan:

KGn/a = kebutuhan guru mata pelajaran normatif/adaptif

KGp = kebutuhan guru mata pelajaran produktif

JTM = jumlah tatap muka per jenis guru per minggu

MP = alokasi jam mata pelajaran per minggu pada suatu mata pelajaran

∑K = jumlah kelas/rombel pada suatu tingkat yang mengikuti mata pelajaran produktif pada spesialisasi tertentu;

KP = jumlah kelompok pelajaran produktif setiap rombel pada suatu tingkat

yang mengikuti mata pelajaran produktif tertentu.

24 = Wajib mengajar per minggu, digunakan angka 24

1,2,3 = tingkat 1, 2 dan 3

(MP1x∑K1xKP1) + (MP2x∑K2xKP2) + (MP3x∑K3xKP3) KGp =

24 JTM

24 =

24

(MP1 x ∑K1) + (MP2 x ∑K2) + (MP3 x ∑K3) KGn/a =

JTM

(8)

Contoh Perhitungan Jumlah Guru SMK sebagai berikut:

Untuk SMK X dengan data kompetensi keahlian (KK) dan rombel sebagai

berikut.

No

.

Kompetensi

Keahlian

Kelas

Jumlah

rombel

Paralel

kelas

X XI XI

I

1. Tata Boga 3 3 3 9 3

2. Busana Butik 2 2 2 6 2

3. Konstruksi

Kayu 2 2 2 6 2

4. TPHP 2 2 2 6 2

Jumlah rombel 27

 Jumlah guru Produktif (mengampu mata pelajaran Dasar Kompetensi

Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan, jam pelajaran per minggu lihat

lampiran struktur kurikulum).

 Guru Tata Boga

Guru Tata Boga mengajar dasar kejuruan dan kompetensi kejuruan =

1,23 + 9,16 = 10,39 jam per minggu.

= {(jml jam pel x rombel kelas 1 x KP1) + (jml jam pel x rombel kelas 2

x KP2) + (jml jam pel x rombel kelas 3 x KP3)}/wajib mengajar

= {(10,39 x 3 x 2) + (10,39 x 3 x 2) + (10,39 x 3 x 2)}/24

= 187,02 /24 = 7,79 orang guru

 Guru Busana Butik

Guru Busana Butik mengajar dasar kejuruan dan kompetensi kejuruan

Busana Butik = 1,23 + 9,16 = 10,39 jam per minggu.

= {(jml jam pel x rombel kelas 1 x 2) + (jml jam pel x rombel kelas 2 x

2) + (jml jam pel x rombel kelas 3 x 2)}/wajib mengajar

= {(10,39 x 2 x 2) + (10,39 x 2 x 2) + (10,39 x 2 x 2)}/24

= 124,68/24 = 5,19 orang guru

 Guru TPHP dan Konstruksi Kayu

(9)

2. Seleksi Pegawai

Seleksi pegawai adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat

pegawai untuk memenuhi kebutuhan SDM oraganisasi. Prosedur pilihan yang baik

diharapkan mendapatkan pegawai yang dapat menjadi sumber manfaat dengan

kompetisi yang dimilikinya. Sementara itu latihan dan pengembangan juga bersifat

kritis, hal tersebut digunakan untuk memenuhi syarat pegawai. Keahlian yang dimiliki

pegawai dapat ditingkatkan dengan latihan, tambahan pengeluaran anggaran diperlukan

untuk mengejar ketertinggalan organisasi dalam pelaksanaan latihan. Organisasi yang

kompleks sangat selektif dengan keputusan susunan pegawai mereka.

Seleksi pegawai adalah suatu proses menemukan pegawai yang tepat dari

sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah

menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup (curriculum vittae) milik pelamar. Kemudian dari curriculum vittae pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan.

Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis,

wawancara kerja (interview), dan proses seleksi lainnya.

Seleksi guru memperhatikan kompetensi akademik dan kemampuan bidang

studi, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan pedagogis (Gorton dan Schneider,

1990). Kriteria seleksi menekankan pada faktor personal. Kegiatan identifikasi dan

penentuan kriteria seleksi, kepala sekolah perlu membentuk tim seleksi yang termasuk

dalam hal ini Kapala Dinas Pendidikan dan perwakilan kepala sekolah. Proses seleksi

menjadi pegawai berkisar tentang tingkat kompetensi yang dites. Domain keterampilan

guru mencakup keterampilan dasar (basic skill), pendidikan umum (general education),

pendidikan profesional (professional education), dan spesialisasi lingkup bidang studi

(subject field specialization).

Kepala sekolah dan tim seleksi menyusun wawasan tentang deskripsi kerja

kepegawaian. Karris dalam Tim Pakar Manajemen Pendidikan (2004:87)

mengemukakan deskripsi kerja mencakup pandangan tentang kebutuhan kerja, bidang

kerja, informasi tentang latar belakang masyarakat dan sekolah, deskripsi umum

tentang posisi kerja yang ditawarkan dan tanggung jawabnya, kaitan guru yang

dibutuhkan dengan sistem sekolah, keuntungan yang diperoleh dari posisi yang

ditawarkan, kualifikasi yang disyaratkan, dan hal-hal khusus dalam kepegawaian

(10)

3. Orientasi dan Penempatan

Setelah kriteria seleksi ditentukan, tim seleksi menentukan prosedur

penempatan bagi calon yang memenuhi kriteria dan memprogram kegiatan orientasi.

Tujuan orientasi adalah untuk membantu karyawan baru membuat penyesuaian yang

baik di tempat kerja. Berdasarkan hal tersebut sekolah perlu mengadakan kegiatan

orientasi walaupun hanya bersifat sepintas, karena dengan orientasi guru baru

mengetahui kondisi sekolah sehingga diharapkan dapat menyesuaikan dengan

lingkungan sekolah.

Orientasi memungkinkan guru dan pegawai baru akrab dengan lingkungan

sekolah dan mendapatkan rasa memiliki yang merupakan bibit dari komitmen terhadap

sekolah. Sasaran utama orientasi di tempat kerja adalah untuk :

a. Membuat karyawan baru merasa diterima dan nyaman

b. Menciptakan persepsi positif terhadap organisasi

c. Mengkomunikasikan prosedur dasar organisasi kepada karyawan baru

d. Membentuk dasar untuk pelatihan berkelanjutan

e. Mengkonfirmasikan keputusan karyawan untuk bergabung dengan organisasi

f. Memulai proses pengintegrasian karyawan baru ke dalam angkatan kerja organisasi

(Pandia, dkk, 2006:48).

Prosedur yang dapat digunakan untuk menentukan penempatan pegawai ialah

dengan ujian penempatan dan interveiw personal (Tim Pakar Manajemen Pendidikan,

2004:88). Ujian penempatan bertujuan untuk menyaring dan menentukan siapa yang

seharusnya diundang untuk interview. Informasi yang perlu disampaikan dan

dianalisis dalam kaitan dengan penempatan mencakup usia, jenis kelamin, dan status

keluarga.

Sesudah calon guru diterima maka proses selanjutnya ditempatkan dan

orientasi. Penempatan dilakukan setelah program analisis untuk persiapan

penempatan, sehingga calon guru dapat dibantu untuk orientasi di lingkungan sekolah.

Aspek yang perlu dikenalkan ialah karakteristik masyarakat, sistem sekolah,

kedudukan dalam proses pembelajaran, dan pegawai lain yang berhubungan dengan

bidang pekerjaannya.

4. Pelatihan

Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai

(11)

pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya

masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Pelatihan merupakan proses

membantu para tenaga kerja untuk memperoleh efektivitas dalam pekerjaan mereka

yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan tentang

pikiran, tindakan, kecakapan, pengetahuan, dan sikap yang layak. Dengan begitu

proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari

karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi. Samsudin (2006:110)

mengemukakan pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang bersifat spesifik,

praktis, dan segera.

Pelatihan bersifat spesifik berhubungan dengan bidang pekerjaan yang

dilakukan. Praktis dan segera berarti yang sudah dilatih dapat dipraktikkan. Pelatihan

dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan kerja dalam

waktu relatif singkat. Pelatihan berupaya menyiapkan pegawai untuk melakukan

pekerjaan yang dihadapi sehingga dapat mengembangkan kinerjanya menjadi lebih

baik secara kontinyu. Pengembangan merupakan proses pendidikan jangka panjang

secara sistematik dan mengorganisir prosedur yang mana managerial pribadi tiap

pegawai mempelajari konseptual dan pengetahuan teoritis untuk tujuan umum

organisasi.

Metode pelatihan yang dapat dilaksanakan oleh sekolah untuk meningkatkan

kualitas guru dan pegawai adalah:

a. Metode on the job training

Guru dan pegawai baru mempelajari pekerjaannya dengan mengamati guru dan

pegawai lainnya yang sedang melakukan pekerjaan. Guru dan pegawai senior

memberikan pengetahuan dari pengalamannya

b. Metode vestibule

Suatu ruangan terpisah yang disediakan untuk tempat pelatihan bagi guru dan

pegawai baru, dilaksanakan dengan jumlah peserta yang banyak, dan diawasi oleh

seorang instruktur

c. Metode ruang kelas

Merupakan metode pelatiahn yang dilakukan di dalam kelas yaitu dengan format

kegiatan kuliah, konferensi, studi kasus, bermain peran, dan pengajaran

berprogram (programmed instruction).

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan wadah yang sesuai

(12)

bermusyawarah memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru baik dalam

penanganan siswa maupun dalam kegiatan pembelajarn sehingga program-program

yang disusun sesuai dengan kurikulum dapat dilaksanakan dengan baik. Sesuai

dengan pendapat Achmad (2004) yang mengemukakan fungsi MGMP adalah (1)

meningkatkan mutu kompetensi profesionalisme guru dalam perencanaan,

pelaksanaan, dan pengujian atau evaluasi pembelajaran di kelas, sehingga mampu

mengupayakan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di sekolah, (2)

mengupayakan lokakarya, simposium dan sejenisnya atas dasar inovasi Pengelolaan

kelas, dan manajemen pembelajaran efektif, seperti PAKEM (Pendekatan Aktif,

Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), hasil classroom action research, dan hasil studi

komparasi atau berbagai studi informasi dari berbagai narasumber.

MGMP berupaya memberikan bantuan kepada guru-guru khususnya

menyangkut materi pembelajaran, metodologi, sistem evaluasi, dan sarana penunjang.

Pelaksanaan kegiatan MGMP membutuhkan kerja sama antara guru mata pelajaran

dengan guru mata pelajaran yang berbeda sehingga dapat menambah pengalaman dan

motivasi guru dalam melaksanakan MGMP. Kerja sama lintas disiplin mata pelajaran

diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kualitas guru yang dapat dijadikan

bekal untuk melaksanakan proses pembelajaran. Kegiatan MGMP merupakan satu

kesatuan dengan tugas dan profesi guru dalam usaha meningkatkan kemampuan dan

keterampilan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

5. Mutasi

Proses kegiatan memindahkan pegawai dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain

yang dianggap setingkat merupakan kegiatan mutasi. Nitisemito (1996:71)

berpendapat kegiatan mutasi dilakukan untuk melaksanakan prinsip menempatkan

pegawai tepat pada tempat tepat. Mutasi didasarkan pada beberapa alasan yaitu

kemampuan kerja, rasa tanggung jawab, dan kesenangan. Diharapkan dengan mutasi

pegawai melaksanakan pekerjaan dengan efektif, efisien, dan dapat meningkatkan

kinerjanya. Meskipun demikian harus diperhatikan, pegawai dapat salah persepsi yang

berasumsi bahwa mutasi sebagai hukuman. Hal tersebut dapat berakibat menurunnya

efektifitas, efisiensi, dan kinerja pegawai.

Mutasi dapat bersumber dari manajemen dan pegawai sendiri. MSDM

merupakan sumber sentral dalam pengambilan keputusan dan penentuan segala

(13)

dari keinginan pegawai dengan mengajukan keinginannya untuk dipindahkan ke

tempat kerja yang ada dalam organisasinya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20

Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 41 ayat 2 menjelaskan bahwa

pengangkatan, penempatan, dan penyebaran pendidik, dan tenaga kependidikan diatur

oleh lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan formal.

Penyebaran tenaga pendidik dilakukan sebagai upaya pemerataan dan mutu tenaga

pengajar.

Mutasi selain memperhatikan dari kepentingan individu guru juga harus

memperhatikan faktor lain seperti kemampuan penggajian lembaga yang akan dituju,

penyebaran guru, dan kebutuhan akan guru. Memperhatikan faktor tersebut

diharapkan tidak terjadinya kesenjangan jumlah guru antara sekolah satu dengan

sekolah yang lain. Sekolah tertentu memiliki guru yang berlebihan sedangkan sekolah

lain kekurangan jumlah guru, maka dengan mutasi yang efektif diharapkan dapat

menyelesaikan permasalahan tersebut.

6. Promosi

Motivasi yang dapat mendorong seseorang untuk berpartisipasi aktif dan

meningkatkan kualitasnya dalam suatu organisasi adalah kesempatan untuk maju.

Samsudin (2006:264) berpendapat promosi merupakan perpindahan dari suatu jabatan

ke jabatan lain yang memiliki status dan tanggung jawab lebih tinggi. Promosi

dilakukan bertitik tolak pada kepentingan organisasi. Guru yang berprestasi dapat

dipromosikan menjadi kepala sekolah atau pengawas.

Promosi yang didasarkan kepada senioritas dihitung dari lamanya bekerja.

Organisasi menempuh cara ini menurut Handoko (2000:171) dengan pertimbangan:

a. Sebagai penghargaan atas jasa seseorang paling sedikit dilihat dari segi loyalitas

kepada organisasi

b. Penilaian biasa bersifat objektif dengan membandingkan masa kerja

c. Mendorong organisasi untuk mengembangkan karyawan untuk dipromosikan.

Seorang guru dapat dipromosikan harus memperhatikan berbagai faktor yaitu

pengalaman, tingkat pendidikan, loyalitas, kejujuran, tanggung jawab, kecakapan

berkomunikasi, prestasi kerja, dan tingkat kreatifitas. Berdasarkan hal tersebut maka

perlu dilaksanakannnya evaluasi sehingga dapat diketahui siapa yang dapat

dipromosikan. Pelaksanaan evaluasi menggunakan pedoman dan dilaksanakan secara

(14)

dipromosikan juga harus jelas, sekolah dan dinas memberi kesempatan yang sama dan

menunjang kegiatan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Calon yang akan

dipromosikan juga dipersiapkan dengan teliti, kemampuan, bakat, dan minat

merupakan prioritas yang penting untuk diperhatikan.

7. Kompensasi

Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari

organisasi. Kompensasi merupakan hadiah tebusan bagi orang yang melakukan kerja

untuk organisasi dengan membayar, perangsang, dan keuntungan. Pemberi kerja harus

mengembangkan dan upah dasar mereka secara bersih dan sistem gaji. Juga program

perangsang seperti gainsharing (berbagi lebih besar dengan pegawai yang produktif)

dan hadiah yang digunakan untuk menumbuhkan produktivitas. Meningkatkan segera

produktifitas untuk mencapai tujuan, khususnya pelayanan kesehatan kepada pegawai,

yang diharapkan dapat dilaksanakan sehingga menjadi pemberitaan utama bagi

organisasi. Hal ini penting diperhatikan sekolah untuk meningkatkan produktivitas

dan kualitas guru dalam pembelajaran.

Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar

tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai

dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenagakerjaan di kemudian

hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi. Proteksi juga perlu

diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang

sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke

waktu.

Hadiah dari manajemen terkait dengan formulasi dan implementasi strategi

dan kebijaksanaan, maksudnya orang yang diberi hadiah lebih baik, sesuai, dan

pegawai konsisten kepada nilai organisasi dan membantu organisasi mencapai tujuan

strategis. Kompensasi sebagai bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan

kepada pegawai dari pelaksanaan pekerjaannya. Sekolah perlu memperhatikan

kompensasi sebagai hadiah kepada guru dan pegawai yang aktif terlibat dalam

pencapaian tujuan sekolah. Kompensasi bagi guru dapat berbentuk tunjangan,

insentif, dan bonus dari sekolah berdasarkan peraturan yang berlaku.

Kepala sekolah memperhatikan kesejahteraan guru agar dapat meminimalkan

ketimpangan faktor ekonomi sesama guru. Terpenuhinya kebutuhan guru diharapkan

(15)

pembelajaran dengan peserta didik. Sehingga kasus guru yang meninggalkan tugas

Referensi

Dokumen terkait

Diantaranya menyusun rangkaian pada PLC, karena PLC yang kami gunakan merupakan seri TWIDO [TWDL CAE 40 DRF] dimana PLC ini adalah device baru yang belum familiar

Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk

Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat kepuasan konsumen atas pelayanaan apotek serta menganalisis strategi pemasaran yang sesuai berdasarkan faktor lingkungan

Dalam konteks pembentukan identiti itu, subjektiviti orang Cina (iaitu bagaimana mereka melihat diri sebagai subjek dalam masyarakatnya) boleh dibahagikan kepada tiga tema utama,

Penelitian lain yang dilakukan Adam Akbar (2012), tentang “Analisis Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Notebook Toshiba”

static : The static keyword is used to declare member variables and methods as belonging to the class rather than the instances of the class. Members that are marked as static

`\ MAnRASAII DINI¥AII TjEHnELFTAII AWALI¥AII SIREL|­i± Jr. KIT Lukmanur Hcki`m Kp. Cipicung Rode Pos 46r26 Kerurahan Thgrj­aya

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat stress dalam masalah keluarga yang dialami sebesar sedang 38 responden (49,4%). Kemampuan keluarga dalam