• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER DAYA GENETIK KEHUTANAN DAN PETERN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SUMBER DAYA GENETIK KEHUTANAN DAN PETERN"

Copied!
157
0
0

Teks penuh

(1)

1

I. PENDAHULUAN

1.1.Fenomena Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu terletak di pulau Sumatera, sebelah barat pegunungan Bukit Barisan. Luas wilayah Provinsi Bengkulu adalah sebesar 32.365,6 km² dengan luas daratan 20.030,4 km² dan luas lautan 12.335,2 km². Wilayah Provinsi Bengkulu memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung dan jaraknya lebih kurang 525 kilometer. Secara astronomis, Provinsi Bengkulu terletak di antara 2016' LU dan 3 0 31 LS dan antara 101 0 01' - 103 0 41‟ BT. Sementara jika ditinjau dari posisi geografisnya, Provinsi Bengkulu di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Provinsi

Lampung, di sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia dan di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan.

(2)

2

tinggi yang subur, sedangkan bagian barat merupakan dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari utara ke selatan diselingi daerah yang bergelombang. Fenomena ini memberikan indikasi bahwa ekologi provinsi Bengkulu

cukup beragam, mulai dari laut, pesisir, dataran menengah, sampai dataran tinggi. Keragaman lingkungan tersebut merupakan habitat flora dan fauna tertentu yang akan membuat keanekaragaman hayati atau keragaman sumber daya genetik.

Musim yang terjadi di Provinsi Bengkulu sebagaimana wilayah lainnya di Indonesia dikenal dua musim, yaitu musim hujan pada bulan Desember sampai dengan Maret dan musim kemarau pada bulan Juni sampai dengan September. Sementara itu pada bulan April-Meidan Oktober-November merupakan masa peralihan atau pancaroba.

(3)

3

dalam tameng mencerminkan daerah pegunungan Bukit Barisan dengan tanahnya yang subur sebagai batas provinsi disebelah timur, Warna biru berombak dengan 18 (delapan belas) gelombang berarti laut dengan sumber kekayaan alam

sebagai batas provinsi di sebelah barat.

Dalam tameng kecil terdapat: 1). Di sebelah kiri setangkai padi yang berwarna kuning, buah padi bercelah 17(tujuh belas) 2). Di sebelah kanan terdapat setangkai buah kopi berwarna merah, daun kopi berwarna hijau, bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berjumlah 8 (delapan). Dalam tangkai buah kopi terdapat daun kopi berjumlah 11 (sebelas) helai dan tulang daun kopi bagian atas berjumlah 4 (empat) garis, bagian bawah berjumlah 5 (lima) garis,yang arti keseluruhannya sebagai berikut: Padi 17 (tujuh belas) butir berarti tanggal 17 (tujuh belas), biji kopi 8 (delapan) berarti bulan Agustus, serta tulang daun kopi bagian atas berjumlah 4 (empat) garis dan. bagian bawah berjumlah 5 (lima) garis berarti tahun 1945 (seribu sembilan ratusempat puluh lima). Arti keseluruhan ialah Hari Proklamasi kemerdekaan republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

(4)

4

berjumlah 11 (sebelas) lembar menggambarkan bulan 11 (November), bulan lahirnya Provinsi Bengkulu, Bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 (enam) dan buah kopi setiap tangkai berjumlah 8 (delapan) berarti tahun lahirnya Provinsi

Bengkulu, tahun 1968.Lahirnya provinsi Bengkulu tanggal 18 November 1968.

Buah padi dan kopi mencerminkan hasil utama di bidang pertanian dan perkebunan, Bunga Raflesia Arnoldi sebagai salah satu keistimewaan alam Provinsi Bengkulu. Penampilan tanaman padi, kopi dan bunga raflesia tersebut memberikan indikasi bahwa Provinsi Bengkulu memiliki keanekaan kekayaan sumber daya alam lokal.Sumber daya alam local tersebut terdiri dari keanekaragaman flora dan fauna. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut merupakan sumber daya genetic (SDG) atau plasma nutfah.

1.2.Fenomena SDG Kehutanan dan Peternakan Provinsi

Bengkulu

(5)

5

pemanfaatannya) maupun yang masih dalam taraf potensi (belumdiketahui manfaatnya).

Pada tumbuhan, SDG terdapat pada biji, jaringan, bagian lain tanaman, serta tanaman muda dan tanaman

dewasa. Pada hewan atau ternak, SDG terdapat dalam jaringan, bagian-bagian hewan lainnya, telur, embrio, hewan hidup baik yang muda maupun dewasa.SDG dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemuliaan dalam rangka mengembangkan varietas baru tanaman atau menghasilkan rumpun baru ternak.

Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang berupa hutan, yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan, letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang sudah ditunjuk menjadi kawasan hutan. Di dalam hutan tersebut banyak keanekaragaman genetik,, baik dari pohon maupun margasatwa.

(6)

6

produksi tetap sebesar 25.873 hektar, dan hutan fungsi khusussebesar 11.763 hektar. Komoditas hasil hutan di wilayah ini adalah kayu bulat dan kayu gergajian, dengan nilai produksi pada tahun ini masing-masing sebesar

10.437,29 m3 dan 27.504,94 m3.

Hutan tropis Provinsi Bengkulu memiliki sumber kekayaan flora dan fauna yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Kekayaan flora hutan tropis Provinsi Bengkulu yang sudah terkenal dan telah menjadi objek wisata hutan adalah bunga Raflesia Arnoldi dan bunga bangkai yang terdapat di hutan Provinsi Bengkulu.

Kekayaan flora lain yang juga cukup menarik dan berpotensi untuk dijadikan objekwisata hutan karena kelangkaannya, yaitu: bunga anggrek vanda, bunga bangkai, dan kayu merbau. Sementara itu, kekayaan fauna yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata adalah harimau sumatera, siamang, tapir, kerbau liar, rusa, beruang madu, berbagai jenis unggas, serta penangkaran gajah sumatera.

(7)

7

dibagi dalam dua kelompok, yaitu: ternak besar dan ternak kecil dan unggas. Ternak yang masuk kategori ternak besar adalah sapi perah, sapi, kerbau dan kuda. Sedangkan kambing, domba, babi,ayam, dan itik serta unggas

merupakan ternak kecil. Secara umum, populasi sapi perah tahun 2012 mencapai 277 ekor, sementara populasi sapi, kerbau, dan kuda masing-masing sebanyak 105.550 ekor, 20.764 ekordan 28 ekor. Sedangkan populasi unggas sebanyak 9.509.543 ekor.

(8)

8

II. SUMBER DAYA GENETIK

KEHUTANAN

2.1.Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai

2.1.1.Rafflesia arnoldii R.Br

Rafflesia arnoldi R. Br. berasal dari Pulau Lebar. Kabupaten Bengkulu Selatan dan penemuan jenis ini sekaligus memunculkan marga dan keluarga baru, yaitu

Rafflesia dan Rafflesiaceae. Bunga ini dilihat pertama kali oleh Dr. Joseph Arnold di tahun 1812, dan baru

(9)

9

Gambar 1. Bunga Rafflesia arnoldii sedang mekar (Dokumentasi : Agus Susatya).

(10)

10

Gambar 3. Proses mekar bunga R. arnoldii (Dokumentasi: Agus Susatya).

(11)

11

mempunyai habitat dari hutan sekunder muda, kebun penduduk, hutan hujan dataran rendah sampai dengan hutan pegunungan bagian bawah.

Bunga Rafflesia jenis ini tersebar hampir merata di

semua kabupaten Provinsi Bengkulu, yakni mulai dari Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong.

2.1.2.Rafflesia bengkuluensis Susatya, Arianto, et

Mat-Salleh

(12)

12

Gambar 4. Bunga Rafflesia bengkuluensissedang mekar (Dokumentasi: Jhoni, Gatra).

(13)

13

2.1.3. Rafflesia gadutensis Meijer

Rafflesia gatutensis merupakan jenis dengan ukuran menengah dengan garis tengah diameternya berkisar antara 40-46 cm. Helai perigonnya dan permukaan atas diaphragma

mempunyai warna merah maron muda. Bercak di bagian atas helai perigon dan diaphragma mempunyai ukuran yang seragam dan berwarna merah muda. Jumlah bercak di helai perigon paling panjang berkisar antara 10-12 buah. Di perigon, bercak mempunyai ukuran besar dan kadang-kadang berdempetan di bagian bawah dekat diaphragma. Ramenta jenis ini ada dua jenis yaitu; ramenta dengan ujung atasnya membengkak (crateriform) dan tipe jamur (toadstool). Jumlah prosesi sebanyak 17-30, sedangkan jumlah anther bunga jantan sebanyak 30.Warna perigon merah maron. Bintik di helai perigon bagian bawah cenderung bersatu

(14)

14

ini di Bengkulu, tidak berarti bahwa jenis ini sudah hilang di daerah ini.

Gambar 5. R. gadutensis sedang mekar. (Dokumentasi: Kamarudin Mat- Salleh).

2.1.4. Rafflesia hasseltii Suringar

(15)

15

Gambar 6. Kiri :

kuncup aerial mengantung pada ketinggian2-3 m dpl. Kanan atas: Rafflesiahaseltii mekar 1 hari (Dokumentasi: Agus Susatya)

(16)

16

menunjukkan ada 3 kuncup udara (aerial buds) dan 6 kuncup darat, dengan 2 bunga yang telah membusuk. Lokasi ini merupakan satu-satunya lokasi yang masih produktif.

2.1.5.Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum dan

Amorphopalus gigas)

Genus Amorphophallus merupakan kelompok besar tumbuhan herba yang terdiri dari kurang lebih 170 jenis yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. Genus ini masuk di dalam famili Araceae, atau sering dikenal dengan famili Arum atau Talas-Talasan. Beberapa jenis dari kelompok ini dapat digunakan sebagai cadangan pangan atau dikenal sebagai tumbuhan Suweg.

(17)

17

Gambar 7. Amorphophalus titanumsedang mekar (Dokumentasi :Agus Susatya)

Nama terakhir merujuk kepada fase vegetatif jenis ini.Bunga bangkai merupakan endemik di Sumatera dan sering ditemukan di sebelah barat pegunungan Bukit Barisan.

(18)

18

Tengah, dan Lebong merupakan kabupaten yang sering melaporkan terjadinya bunga mekar.

Gambar 8. BungaAmorphophalus gigas sedang mekar (Dokumentasi : Agus Susatya).

(19)

19

meruncing, dengan panjang 13-25 cm. Bongkol dapat mencapai 55-60 cm, sedangkan tinggi bunga dapat mencapai 4.26 m, dengan tangkai bunga mencapai 2-3.5 m.

Berdasarkan persyaratan tanah untuk habitatnya,

(20)

20

A B

(21)

21

2.2.Anggrek Hutan

2.2.1. Bulbophyllum sp.3

Anggrek ini tumbuh sebagai epifit pada pohon,

memiliki ukuran tanaman yang kecil yaitu dengan tinggi sekitar 11 cm dan diameter pseudobulb 0,5 cm.

(22)

22

Daun memanjang berbentuk pita dengan panjang sekitar 9 cm dan lebar 0,5 cm.Tangkai bunga muncul pada ujung

pseudobulb tepatnya pada pangkal daun. Tipe pembungaan anggrek ini yaitu berbunga tunggal, setiap tangkai hanya

terdapat satu bunga. Bunga anggrek ini memiliki panjang 1,5 cm dan lebar 1,0 cm. Sepal dan petal bunga berwarna hijau muda kekuningan. Labellum anggrek berwarna kekuningan dengan bagian tengah berwarna ungu kemerahan.Bunga mekar hanya bertahan selama dua hari. Periode berbunga anggrek ini yaitu pada bulan Desember.

2.2.2. Dendrobium sp.3

Anggrek jenis ini dapat ditemukan di hutan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Anggrek ini tumbuh sebagai epifit pada pohon dengan pertumbuhan menjuntai ke bawah.Tinggi tanaman bisa mencapai 160 cm. Batang berbentuk pseudobulb yang beruas-ruas dan berwarna coklat kemerahan. Daun berbentuk lanset dan tumbuh berselang seling pada sisi batang.

(23)

23

hingga tiga kuntum bunga. Bunga anggrek ini berukuran besar dengan panjang sekitar 7,3 cm dan lebar 6,0 cm.

Sepal dan petal bunga berwarna ungu muda. Labellum anggrek berwarna putih dengan permukaan berbulu,

berbentuk segitiga dengan sisi kanan dan sisi kiri menggulung.

(24)

24

2.2.3. Cymbidium bicolor

Anggrek ini tersebar di semua daerah di Bengkulu dan tumbuh berumpun sebagai tumbuhan epifit pada pohon. Daun anggrek ini berbentuk pita dengan panjang 48 cm dan

lebar 1,5 cm. Tangkai bunga menggantung dan muncul pada pangkal batang. Pada setiap tangkai bunga terdapat sekitar 10 kuntum bunga. Kedudukan kuntum bunga berselang-seling pada tangkai bunga.

A B

(25)

25

Bunga mekar berbentuk bintang, dengan ukuran panjang bunga 3,6 cm dan lebar bunga 3,3 cm. Sepal dan petal memiliki dua warna yaitu warna merah tua pada bagian tengah dan warna putih pada bagian tepi. Labellum berbentuk

bulat telur, berwarna kuning dan berbintik-bintik merah tua. Bunga segar akan bertahan hingga 7 hari. Buah anggrek ini berbentuk gemuk lonjong dan berwarna hijau tua.

(26)

26

Pada setiap tangkai terdapat hingga 57 kuntum bunga. Bunga mekar memiliki ukuran panjang 1,4 cm dan lebar 2,2 cm. Sepal dan petal berwarna kehijauan dan bergaris merah kecoklatan. Labellum anggrek ini berwarna putih dan

bagian tengah berwarna ungu muda. Buah berbentuk kapsul dan berwarna hijau.

Gambar 13:

Tanaman Eulophia graminea di habitat aslinya

(27)

27

2.2.5. Eria sp.

Anggrek ditemukan di pulau Enggano salah satu pulau kecil di Bengkulu Utara, Bengkulu.Anggrek hidup sebagai epifit menempel di batang pohon. Anggrek

mempunyai keunikan pada jumlah bunga yang mencapai 85-110 kuntum per tangkai, berwarna putih bersih, dengan diameter bunga 0,5-0,8 cm. Tanaman ini mempunyai panjang daun 14 cm dengan lebar daun 4 cm, dengan jumlah daun per batang semu 3-4 daun, bunga muncul pada ruas yang tidak ada daun.

(28)

28

2.2.6. Phalaenopsis tetraspis

.

Gambar 15. Anggrek Phalaenopsis tetraspis (Dokumentasi : Dwi Wahyuni Ganefianti).

(29)

29

daun 11 cm dan lebar daun 9 cm. Tangkai bunga muncul pada pangkal batang dan ketiak daunBunga mekar memiliki panjang bunga 4,3 cm dan lebar bunga 4,1 cm. Sepal dan petal berwarna putih polos dan terkadang terdapat corak garis

tebal berwarna merah. Bunga segar bertahan hingga 25 hari.Ciri khas dari anggrek Phalaenopsis tetraspis adalah dalam satu tanaman terdapat bunga yang berwarna putih polos dan berwarna putih bergaris-garis ungu, sehingga menimbulkan keunikan dan keindahan

2.2.7. Robiquetia spathulata

(30)

30

dapat bertahan hingga 7 hari. Buah anggrek ini berbentuk kapsul dan berwarna hijau muda.

Robiquetia spathulata mempunyai karakteristik, yakni dalam satu tangkai terdapat puluhan kuntum bunga (kanan),

bunga yang menjadi buah (kiri atas) dan tanaman utuhnya.

(31)

31

2.2.8. Koleksi 25

Anggrek ini tumbuh berumpun dan hidup sebagai tumbuhan epifit. Batang beruas-ruas berwarna hijau kekuningan. Daun duduk berselang seling pada sisi batang

dengan panjang 2,5 cm dan lebar 0,7 cm. Daun berbentuk lanset, tidak bertulang, tebal, dan berair.

Posisi pertumbuhan tangkai terdapat pada ketiak daun dan padabagian ujung batang. Bunga berwarna putih bersih. Labelum berwarna putih, pada bagian tengah berwarna kuning. Bunga mekar bertahan selama 3 hari.

(32)

32

2.2.9. Koleksi 26

Anggrek ini dapat ditemukan di Kabupaten Kepahiang

Provinsi Bengkulu.Tumbuh sebagai terrestrik dan memiliki tinggi tanaman mencapai 196 cm. Daun angrek ini tumbuh berselang-seling pada sisi batang.Daun berbentuk pensil, berujung lancip, dan berwarna hijau tua.

Gambar 18. Tanaman anggrek Koleksi 26, warna bunga putih

(33)

33 Maret dan April. Buah anggrek ini berbentuk kapsul dengan panjang buah 7 cm dan diameter buah 1,5 cm

2.3. Pakis

2.3.1. Resam

(34)

34

Di Bengkulu resam ini biasanya muncul setelah lahan dibakar dan dibiarkan tidak terpelihara, dan menjadi tumbuhan yang dominan di sisi kiri dan kanan jalan yang membelah hutan lindung, jalan-jalan desa yang kurang

terpelihara dengan jenis tanah podzolik, atau daerah terbuka dimana tumbuhan pioner belum dominan. Resam ini banyak dijumpai di jalan raya antara Bengkulu- Curup, Curup-Muara Aman, Muara Aman-Arga Makmur.

(35)

35

2.3.2. Paku Sarang Burung

Paku Sarang Burung (Asplenium nidus Linn) sangat mudah dikenali karena daunnya yang lebar, dan

bersama-sama membentuk bangunan seperti Sarang Burung.Paku jenis ini biasanya dijumpai menempel di batang pohon yang besar. Paku jenis ini mempunyai penulangan menyirip dan sangat rapat. Paku jenis ini mempunyai spora di sisi bawah helai daun. Daun berwarna hijau muda dan akan berwarna kuning jika sudah tua. Kebanyakan daun yang tua tidak langsung gugur, tetapi secara perlahan membentuk dan melingkupi secara rapat batang pohon yang jadi inangnya.Bangunan ini sering menampung air, dan mikrofauna yang merupakan sumber hara bagi tumbuhan paku.

(36)

36

Gambar 20. Pakis Sarang Burung (Dokumentasi : Agus Susatya).

(37)

37

2.3.3. Paku Pohon

Paku Pohon (Cyathea contaminans (Hook) Capel) merupakan jenis yang sangat luas sebaran geografinya.Jenis ini sering juga disebut Paku Pohon Pengunungan, hal ini disebabkan habitatnya biasanya di daerah pengunungan sampai di ketinggian hampir 2000 m dpl. Di dataran rendah, walaupun relatif jarang dijumpai, jenis ini biasanya ditemukan di pinggir sungai dengan suhu rendah, atau dapat dijumpai pada habitat dengan suhu berkisar antara 5 sampai

dengan 32 C.

(38)

38

Gambar 21. Pakis Pohon (Dokumentasi : Agus Susatya).

2.3.4 Paku Simpai

(39)

39

yang melingkar diselimuti oleh rambut coklat keemasan. Umumnya di Sumatra, paku jenis ini disebut Paku Simpai, karena kuncup daunnya warnanya dan bentuknya seperti ekor Monyek Simpai. Tangkai daun membentuk roset, dan

termasuk dalam jenis daun majemuk, dimana helai daun berhadapan.

Gambar 22. Pakis Simpai (Dokumentasi : Agus Susatya).

(40)

40

anti rematik, dan memperkuat tulang, dan menghentikan pendarahan (Atlas Tumbuhan Obat Indonesi Jilid 5).

2.4. Pohon Kehutanan

2.4.1.Cemara Pantai

Pantai barat Provinsi Bengkulu mengalami tingkat abrasi yang semakin parah dan makin mengkhawatirkan. Hantaman ombak dan gelombang laut yang keras sepanjang musim akan menyebabkan kawasan pantai akan kehilangan daratan rata-rata selebar kurang lebih dua meter setiap tahun. Penanaman pohon di wilayah pantai perlu didasarkan pada jenis tanaman yang sesuai dan kemampuan tumbuh di daerah pantai serta memiliki keunggulan antara lain tidak mudah roboh karena angin, toleran terhadap kondisi tanah dan pasir yang marginal dan salin, dapat digunakan sebagai tanaman hias untuk mempercantik daerah sekitar dan tempat peristirahatan di tepi laut.

(41)

41

untuk menstabilkan bukit pasir di pantai, serta penahan angin untuk melindungi perkebunan.

Gambar 23. Populasi Cemara Laut di habitatnya (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

(42)

42

baik pada tanah yang kurang subur seperti garis pantai. Penyebaran cemara laut di Indoenesia terutama terdapat di daerah pantai Sumatera.

Provinsi Bengkulu sudah memiliki Sumber Benih

Kehutanan Cemara Pantai yang sudah bersertifikat, dengan sertifikatNo. 142/BPTH.Sum-2/SSB/2011 berlokasi di Pantai Panjang Bengkulu, Kelurahan Kuala Lempuing, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Tanaman cemara laut termasuk famili Casuarinaceae, tinggi batang mencapai 25 m dengan tinggi bebas cabang sekitar 2-8 m. Batang berbentuk bulat lurus berwarna putih belang kehitaman dan mempunyai cabang yang tidak terlalu besar dan panjang.

Struktur perakarannya tunggang dengan akar samping yang sebagian besar menjalar di seluruh permukaan tanah. Daun majemuk berbentuk jarum berbuku-buku berwarna hijau tua. Buah bentuk kotak, warna coklat / pipih coklat.

2.4.2.Mahoni

(43)

43

pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm. Morfologi mahoni batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir, kulit luar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna

abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan mengelupas setelah tua.

Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun. Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-ternpat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Tanaman yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai. Pohon mahoni dapat mengurangi polusi udara 47-69%, pohon pelindung, kayu punya nilai ekonomis tinggi, meubel, furnitur, bangunan, kerajinan tangan, getah mahoni yang disebut blendok dapat digunakan sebagai bahan baku lem, daun mahoni untuk pakan ternak, kulit sbg pewarna pakaian, dll.

(44)

44

Gambar 24.Pohon mahoni di Taman Remaja Kota Bengkulu (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

Provinsi Bengkulu sudah memiliki sumber benih kehutanan Kayu Mahoni dengan sertifikat. Nomor

(45)

45

Gambar 25. Populasi Mahoni di Kota Bengkulu dan morfologi buahnya (insert) (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

(46)

46

proses sertifikasi di Provinsi Bengkulu terdapat di Desa Sukaraja, Kecamatan Kedurang Ilir Kab. Bengkulu Selatan.

2.4.3.Bayur

Bayur (Pterospermum javanicum) adalah jenis pohon yang termasuk famili Sterculiaceae yang mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku kayu yang semakin meningkat. Pohon bayur dapat digunakan sebagai pohon penghijauan karena karateristiknya yang mudah tumbuh. Selain itu semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan untuk manusia untuk mengobati gatal-gatal karena banyak mengandung tannin.

Pohon bayur merupakan pohon besar, tinggi dapat mencapai 45 m dan berdiameter lebih 100 cm. Ranting-ranting berambut halus, mempunyai akar banir yang dapat tumbuh mencapai 2 m. Ukuran pohon yang besar dan kemampuan akar untuk menyerap air yang banyak membuat tanaman ini cocok digunakan untuk pohon penghijauan.

(47)

47

menyamping dan rata, berambut banyak di bagian bawah daun. Buah memanjang, berkayu, biji bentuk kapsul dan pipih, bunga warna putih atau kuning memiliki 5 daun mahkota.

(48)

48

Gambar 26. Pohon Bayur (Dokumentasi : Rosmala Dewi)

a B

Gambar 27. Batang tanaman Bayur (a) dan Bunga tanaman Bayur (b)(Dokumentasi : Rosmala Dewi).

Kayu bayur berwarna merah pucat, merah coklat muda, hingga keungu-unguan. Berat jenis kayu bayur berkisar antara 0,35 – 0,70 (rata-rata 0,53)dan dimasukkan ke dalam kelas tanaman kehutanan. Daun adalah daun tunggal yang terletak berseling, bertangkai pendek 3-6 mm. Helaian

(49)

49

Provinsi Bengkulu sudah memiliki Sumber Benih Kehutanan Kayu Bayur yang sudah bersertifikat, dengan sertifikat No. 022/BPTH.Sum-2/SSB/2014 berlokasi di Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.

2.4.4.Gaharu

Gaharu (Aquilaria malaccensisLamk) merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi, sehingga sangat tepat apabila dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia. Hampir semua bagian pohon gaharu ini dapat dimanfaatkan untuk bahan baku produk, praktis tidak ada bagian yang terbuang.

Batang gaharu memiliki ciri : kulit batang warna putih, daging kayu keras, daun meruncing bagian ujung daun, tampak mengkilap jika terkena matahari. Buah bulat telur, panjang 3-5 cm, denga kulit tertutup oleh bulu halus kemerahan, ciri lainnya kandungan resin berbau wangi.

Pengembangan tanaman tergantung dari ketersediaan benih dan bibit yang berkualitas sempurna dan dalam kuantitas yang cukup banyak. Sebagaimana umumnya untuk

(50)

50

diantaranya: Perbanyakan Generatif melalui biji, cabutan anakan, perbanyakan vegegatif melalui stek pucuk batang, cangkok bahkan kultur jaringan.

Gambar 28. Pohon Gaharu (Dokumentasi : Rosmala Dewi)

(51)

51

jenis tanah yang sesuai adalah jenis lembut/ gembur dan liat berpasir dengan pH tanah antara 4.0 hingga 6.0. Provinsi Bengkulu sudah memiliki Sumber Benih Kehutanan Kayu Gaharu yang sudah bersertifikat, dengan sertifikat No.

023/BPTH.Sum-2/SSB/2014 berlokasi di Desa Jembatan Dua Kecamatan Kaur Selatan Kab. Kaur.

A B

Gambar 29. Buah gaharu yang sudah siap dibenihkan (a) dan

(52)

52

2.4.5.Meranti Merah

Meranti merah (Shorea sp) adalah nama sejenis kayu pertukangan yang populer dalam perdagangan. Berbagai jenis

kayu meranti dihasilkan oleh marga Shorea dari suku Dipterocarpaceae. Sifat-sifat kayu meranti merah tergolong kayu keras berbobot ringan sampai berat-sedang. Kayu terasnya berwarna merah muda pucat, merah muda di antara kedua kelompok ini, sementara jenis-jenis Shorea tertentu terkadang menghasilkan kedua macam kayu itu.

(53)

53

Dari 70 spesies Shorea yang termasuk dalam kelompok meranti merah, salah satunya terdapat di Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Bengkulu Utara. Sumber benih meranti merah di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di

Desa Kemumu Kecamatan Arga Makmur sudah bersertifikat dengan No. 002/BPTH.Sum-2/SSB/2012 tanggal 24 Pebruari 2012.

(54)

54

2.4.6. Traps / Lantung

Kayu Lantung (Arthocarpus elasticus) banyak jenisnya. Kayu ini di Provinsi Bengkulu menyebar hampir di semua kabupaten/kota.

(55)

55

Terap merupakan pohon yang dapat mencapai ketinggian 45 meter, dengan diameter yang dapat mencapai 90 cm, mempunyai banir yang tinggi, pohon dengan batang bebas cabang yang tinggi, dengan tajuk setengah lingkaran,

batang berwarna abu-abu coklat dengan permukaan kulit relatif halus.

(56)

56 .

Gambar 32. Tanaman, buah dan biji Terap di Seluma (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

2.4.7.Kayu Bawang

(57)

57

punah, untuk itu perlu dilestarikan dengan dibudidayakan lebih lanjut.

Kayu Bawang telah dibudidayakan oleh masyarakat di Provinsi Bengkulu sejak zaman penjajahan jepang. Sebagian

masyarakat menanam kayu bawang di kebun dan pekarangan serta telah menjadi komoditas budidaya tradisional yang harus dipertahankan.

(58)

58

Ciri Pohon Kayu Bawang tinggi 20 m, diameter 100 cm, batang agak bongkok dan pendek, gubalnya berwarna kelabu. Kayu bawang berdaun majemuk 7 – 17 pasang pertangkai, berbentuk lonjong dan bergerigi. Ciri Lainnya

Daunnya pahit dan seperti bau bawang putih. Provinsi Bengkulu sudah memiliki Sumber Benih Kayu Bawang yang sudah bersertifikat dengan Nomor sertifikat 140/BPTH.sum-2/SSB/2011 di Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah dengan luas 1 Ha.

(59)

59 dan sering dipakai sebagai pohon ornamental karena percabangannya mendatar.. Tumbuhan ini sangat menarik karena terjadi pergantian warna daun, menyerupai tumbuhan di daerah sedang, di musim pancaroba dari penghujan ke musim kemarau, daun dari tumbuhan ini berubah warna secara perlahan dari kuning, oranye, menjadi coklat, dan gugur pada musim kemarau. Pohonnya sederhana dan kadang besar mampu tumbuh setinggi 25-35m. Pohon yang muda sering nampak seperti pagoda.

(60)

60

Gambar 35. Tanaman bibit dan pohon Ketapang (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

Ketapang berbatang kayu keras, dapat dibuat perabot rumah tangga, perahu, juga bahan bakar yang baik.

(61)

61

Daunnya meluruh (meranggas) dua kali dalam setahun. Bunga ketapang berukuran kecil dan terkumpul dalam bulir dekat ujung ranting berwarna kuning kehijauan dengan panjang sekitar 8–25 cm. Buahnya batu berbentuk bulat telur agak gepeng dan bersegi. Saat muda buah ketapang berwarna hijau kekuningan dan berubah menjadi ungu kemerahan saat matang.

Selain itu bentuk tajuk dan rantingnya yang khas sehingga teduh serta pertumbuhannya yang relatif cepat, membuat pohon ketapang kerap ditanam sebagai pohon peneduh di pingir jalan atau taman. Ketapang mampu tumbuh dikawasan berbagai jenis tanah, dari tanah berpasir, tanah pantai, tanah gambut dan tanah bermasalah.Biasanya pohon ketapang mudah ditanam dengan biji dengan buah yang matang

2.4.9.Pinus

(62)

62

mendatang untuk penghasil kayu, produksi getah dan konservasi lahan.

Gambar 36. Populasi Pinus di Cagar Alam Air Ketebat Lebong Selatan(Dokumentasi : Rosmala Dewi).

(63)

63

curah hujan sekurang-kurangnya 2000 mm/tahun tanpa dengan jumlah bulan kering 0 – 3 bulan.

Tinggi pohon dapat mencapai 20 – 40 m dengan diameter 100 cm dan batang bebas cabang 2 – 23 m. Pinus tidak berbanir, kulit luar kasar berwarna coklat kelabu sampai coklat tua, tidak mengelupas dan beralur lebar serta dalam.

(64)

64

P. merkusii Jungh et de Vriese pertama sekali ditemukan dengan nama tusam di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan oleh seorang ahli botani dari Jerman - Dr. F. R. Junghuhn - pada tahun 1841. Jenis ini tergolong jenis cepat

tumbuh dan tidak membutuhkan persyaratan khusus.

Kayu pinus berwarna coklat-kuning muda. Pohon pinus berbunga dan berbuah sepanjang tahun, terutama pada Bulan Juli – November. Biji yang baik kulitnya kering kecoklatan, bentuk bijinya bulat, padat dan tidak berkerut. Manfaat P. merkusii Jungh et De Vriese atau tusam merupakan salah satu jenis pohon industri yang mempunyai nilai produksi tinggi dan merupakan salah satu prioritas jenis untuk reboisasi terutama di luar pulau Jawa.

(65)

65

jenis, yang tumbuh di Sumatera, merupakan jenis mata kucing, yang kabarnya jenis damar terbaik di Indonesia

Ciri damar mata kucing warna bagian teras umumnya berwarna kuning kecoklatan bila segar, lambat laun berubah

menjadi coklat kekuning-kuningan sampai coklat tua, kayu damar laut memiliki batasnya tegas dengan gubal yang berwarna lebih muda. Corak: polos atau berjalur-jalur warna agak gelap dan terang bergantian. Daun bentuk jorong, meruncing ke arah ujung. Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pegagan) atau kayu dammar dilukai. Getah akan mengalir dan keluar membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya.

(66)

66

Gambar 38. Populasi Damar di Simpang Ngalam Seluma (atas) dan di Bandar Ratu Mukomuko (kanan) (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

2.4.11.Merbau

(67)

67

besi.Intsia bijuga kebanyakan tumbuh di daerah pantai, seringkali pada zona di belakang hutan bakau.

Pohon berperawakan sedang hingga besar, dapat mencapai tinggi 50m, dengan batang bebas cabang sekitar

20m dan gemang hingga 160-250 cm. Dengan banir (akar papan) yang tinggi dan tebal. Pepagan berwarna abu-abu terang atau coklat pucat, halus dengan bintil-bintil kecil lentisel, mengelupas serupa sisik bulat-bulat. Daun majemuk dengan dua pasang anak daun, terkecuali daun-daun di ujung yang hanyamemiliki sepasang anak daun. Anak daun bundar telur miring tak simetris dengan ujung tumpul atau melekuk dan pangkal membundar, permukaan-nya gundul dan licin, tulang daun utama berambut panjang di sisi bawah. Bunga-bunga terkumpul dalam karangan di ujung (terminal), panjang hingga 10 cm, berambut halus. Mahkota berwarna putih, yang berubah menjadi jambon atau merah, benangsari seluruhnya merah atau ungu.

(68)

68

Gambar 39. Pohon Merbau di Pulau Merbau Enggano

(Dokumentasi : Agus Susatya).

(69)

69

terhadap penggerek laut (teredo), sehingga acap digunakan pula dalam pekerjaan konstruksi perairan.

A b

Gambar 40. Batang pohon Merbau sebelum ditebang (Panen) (a) dan bentuk melintang batang Merbau

setelah penebangan (Panen) (b) (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

(70)

70

menarik, sekarang kayu merbau juga dimanfaatkan secara luas untuk pembuatan kusen, pintu dan jendela, lantai parket (parquet flooring), papan-papan dan panel, meubel, badan truk, ukiran dan lain-lain. Dalam era industrialisasi saat ini,

kayu merbau biasa digunakan sebagai bahan bakuuntuk membuat berbagai produk yang berasal dari kayu seperti aneka furniture, lantai kayu (parket flooring),kusen, pintu, jendela dan bisa juga digunakan sebagai kayu bangunan.

Di Provinsi Bengkulu, kayu merbau banyak terdapat di Kepulauan Enggano yang berlokasi di Pulau Merbau, Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara. Kayu Merbau ini merupakan endemik Kepualauan Enggano.

2.4.12. Kayu Sengon

(71)

71

bisa berpartisipasi dalam usaha penghijauan, budidaya pohon sengon juga bisa menghasilkan pendapatan yang lumayan.

Gambar 41. Populasi Sengon (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

Sengon dalam bahasa latin disebut pohon Albazia

Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga

petai-petaian. Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai

(72)

72

sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak

daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon

hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan

sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari

udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol pada permukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah di sekitar pohon sengon menjadi subur. Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malay berukuran sekitar 0,5 - 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bungna mekar terdiri dari bunga jantan dan betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga. Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis dan panjangnya sekitar 6-12 cm. Setiap polong buah berisi 15-30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna cokelat kehitaman, agak keras, dan berlilin.

(73)

73

6-7. Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0-800 m dpl. Walaupun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m diatas permukaan laut.

Gambar 42. Populasi Pohon Sengon di Kab. Kepahiang (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

(74)

74

Sumber Benih Kehutanan Kayu Sengon bersertifikat di Kabupaten Kepahiang dan Kota Bengkulu.

Di Kabupaten Kepahiang, berada di Desa Cirebon Baru Kecamatan Seberang Musi Kabupaten kepahiang

dengan sertifikat Nomor : 020/BPTH.Sum-2/SSB/2013. Di Kota Bengkulu sumber benih berlokasi di Universitas Bengkulu Jl. Raya Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu dengan sretifikat Nomor : 041/BPTH.Sum-2/SSB/2011.

2.3.14. Nyamplung

(75)

75

Gambar 43. Pohon Nyamplung dan bentuk daun serta penulangan daun (insert)

(76)

76

Jenis ini merupakan jenis dengan kayu kuat dan keras dan baik untuk kontruksi, Jenis ini sering disebut Bintangor dan Nyamplung. Jenis ini juga kadang-kadang dipakai sebagai tanaman hias. Biji dari jenis mempunyai kandungann

aktif yang dipercaya untuk membantu regenerasi jaringan, sehingga sering dicari sebagai dasar komestik. Di Kamboja, masyarakat desa menggunakan daun dari tumbuhan ini untuk mengobati migran dan vertigo. Pada akhir-akhir ini, biji dari jennis ini dimanfaatkan untuk biodiesel, secara umum dalam 1 ha dapat menghasilkan 4.8 ton minyak diesel atau 11.7 kg per pohon.

2.3.15. Sungkai

Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan pohon kanopi yang dapat mencapai tinggi 45 m dengan diameter 102, Jenis ini mempunyai daun majemuk, dengan

susunan anak daun menyisip dengan bagian bawah berwarna keputihan, di berberapa hal, mempunayai sayap diantara anak

(77)

77

Gambar 44. Pohon Sungkai sedang berbunga dan bunga Sungkai (insert) (Dokumentasi : Agus Susatya).

Tumbuhan ini secara umum tumbuh sebagai penyusun utama hutan sekundar atau hutan primer yang mengalami

(78)

78

Malaysia, Kalimantan, dan Jawa. Di Bengkulu pohon ini mudah dijumpai dari Kaur sampai dengan Muko-Muko. Pohon ini sering dipakai untuk menandai batas lahan, dan sangat mudah untuk dibudidayakan secara vegetatif.

Kayu pohon ini biasanya dipakai untuk kontruksi ringan dan kelengkapan rumah tangga.Kayu sungkai mempunyai corak ornamen yang bagus, namun mempunyai kelemahan, mudah diserang bubuk kayu. Di beberapa masyarakat pedesaan, daunnya digunakan untuk obat kumur-kumur untuk sakit gigi, demam dan cacing gelang. Di pengobatan herbal, rebusan daun muda diyakini dapat menurunkan suhu badan.

2.3.16. Laban

Pohon Laban (Vitex pinnata L.)dapat mencapai 15-25

m. Pohon ini dicirikan dengan kulit pohon yang yang merekah, dan mengelupas, berwarna abu-abu kekuningan

(79)

79

ranting tidak bulat melainkan persegi, bunga majemuk malai terletak di bagian ujung atau terminal. Bunga berwarna putih keunguan, buahnya dengan diameter 6 mm, keunguan dengan tipe buah batu.

Gambar 45. Pucuk pohon Laban (Dokumentasi : Agus Susatya).

Pohon ini biasanya mendominasi habitat atau hutan sekunder, dan dapat dijumpai sampai dengan 400 m dpl. Buah biasanya disebarkan oleh burung, dan biji akan sukar berkecambah di bawah naungan, tetapi perlu intensitas cahaya terbuka. Jenis ini mempunyai sebaran luas dari India

(80)

80

di dataran rendah dan relatif jarang dijumpai di daerah dingin. Oleh karena itu jenis ini dapat dijumpai di Kab.Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Muko-Muko.

(81)

81

Kayu dari jenis ini kuat dan tahan lama walaupun kontak dengan air dan tanah, mempunyai warna kecoklatan dan mempunyai ornamen yang bagus, kadang-kadang jenis ini dikenal sebagai Jati Sabrang. Kayu jenis ini sering

digunakan untuk kontruksi dan furniture. Di beberapa masyarakat, daun dan kulit batangnya digunakan untuk sakit perut, demam dan malaria.

2.3.17. Trembesu

Pohon Trembesu (Fagrea fragan) jenis ini dapat mencapai 10-25 meter.Pohon ini mempunyai percabangan mendatar mirip dengan ketapang, secara umum pohon jenis ini mempunyai tajuk pagoda, dengan percabangann yang symphodial. Ciri khas dari jenis ini mempunyai kulit batang yang beralur dalam, dengan kulit bagian dalam berwarna putih atau kuning. Mempunyai getah kuning. Daun berhadapan, dan gigir daun halus, bunga majemuk bunga malai, bunga berwarna putih atau cream.Buah bertipe bery dengan banyak biji, buah yang masak berwarna oranye tua.

(82)

82

(83)

83

Kayu jenis ini sangat disukai karena berwarna kuning dan bertekstur halus, dengan bercak keungguan. Kayu mempunyai sifat yang keras, berat dan biasanya digunakan untuk kontruksi berat.Karena symphodial, jenis ini dikenal

sebagai pohon yang sangat lambat pertumbuhan.

2.3.18. Kantil Cempaka Putih

Pohon kantil (Magnolia alba) mempunyai tinggi yang mampu mencapai 30 meter, permukaan batang pohon halus, berwarna putih keabu-abuan, dan dikenal ccepat tumbuh. Jenis ini mempunyai daun tunggal berbentuk oval, Daun kantil (cempaka putih) tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Daun penumpu meninggalkan bekar lingkaran di cabang, daun berseling, dengan penulangan daun menyirip. Bunga mencapai 35 mm, berwarna putih kekuningan, bunga tunggal, buah syncarpus, dan mencapai diameter 65 mm berwarna hijau kekuningan atau kemerahan.

(84)

84

Bogas (Sunda), dan bunga Kantil (Jawa Tengah). Di Bengkulu dapat dijumpai di kampus Universitas Bengkulu.

Bunga dari Kantil ini terkenal wangi dan biasanya digunakan dalam prosesi perkawinan, terutama dari Jawa.

Secara umum daun, bunga dan kulitnya mempunyai kandungan alamiah yang dapat dimanfaatkan untuk obat batuk, demam, bronkitis, radang dan gangguan saluran pencernaan.Baru-baru ini minyak bunga kantil hasil sulingan sangat dicari untuk keperluan medis ataupun kosmetik.

(85)

85

2.3.19. Pulai

Pohon Pulai (Alstonia scholaris L.) yang bisa mencapai

ukuran raksasa, 60 meter dan bisa mencapai diameter 125 cm, pada umur muda kulit batang beralur dangkat berwarna coklat, biasanya pohon yang tua berwarna abu-abu keputihan, relatif halus, mempunyai getah berwarna putih, Tajuknya sangat kas, pada umur muda tajuknya mendatar, dan batang bebas cabang sangat tinggi, sedangkan tajuknya di sebagian kecil pucuk pohon. Daun bersusun berkarang dan terdiri dari 4-8 daun, elip sampai dengan obovate, berukuran 5-22 cm x 1.5-8.5 cm dengan penulangan daun menyirip. Bunga majemuk, dengan tangkai bunga 0-2 mm long, berwarna putih kekuningan, buah majemuk yang memecah saat kering.

(86)

86

untuk partisi ruangan dan furniture ringan dengan perlakuan pengeringan yang tepat.

(87)

87

Kayu ini sering karena ringan sering digunakan untuk peti, korek api, dan bersama dengan Jelutung (satu Familli) sering dipakai untuk bahan membuat pencil. Karena ringan, dan lembut teksturnya, kayu ini sering digunakan untuk

membuat kerajian, seperti cenderamata, patung atau topeng.

2.3.20. Medang

Medang (Actinodaphne glabra Blume) merupakan pohon yang dapat mencapai tingg 33 m. Pohon ini mempunyai ciri daun tersusun berkarang, daun tunggal menyerupai kulit, licin, dan berwarna keputihan pada helai daun bagian bawah, ranting hijau muda, dan licin, daun muda mempunyai bau aromatik. Bunga berdiameter 5 mm, berwarna kuning gading, buah dengan diameter 10 mm, berwarna kuning kehijauan, dan bertipe buah batu.

(88)

88

Kayu jenis ini secara komersial dinamakan jenis medang, namun secara taksnomi medang terdiri dari banyak jenis. Kayu medang mempunyai kualitas yang baik, namunn sering dipakai untuk kontruksi ringan, dan furniture.

Daunnya bisa dimanfaatkan untuk mencegah bengkak.

(89)

89

2.3.21. Batang Gadis

Batang Gadis (Cinnamomum sp.)merupakan pohon yang dapat mencapai 25 m. Batang dari pohon ini mempuyai alur yang dalam berbentuk perahu, dari jauh warna kulit

batang coklat kemerahan, mempunyai daun tunggal, biasya tersusun dalam bentuk cluster, dan mempunyai penulangan daun menyirip, daun menyerupai kulit dan mengkilat, dengan permukaan bawah berwarna keputihan, seperti jenis lainnya dari famili Lauraceae, daun mudanya berbau aromatik. Ranting daun berwarna hijau muda dan mengkilat.

Bunga mempunyai bentuk seperti bintang, kecil dan berwarna kuning kehijauan.Bunga biasanya unisexual, dan tersusun dalam bentuk cluster, atau malai. Perhiasan bunga biasanya pendek, biasanya tersusun dalam bentuk berkarang dari 2 set perhiasan bunga, yang masing-masing terdiri dari 3 perhiasan bunga. Buah bertipe bery, berwarna hijau, berbenduk seperti gelas, jika matang buah berwarna unggu anggur.

(90)

90

(91)

91

Menjadi ciri khas penyusun hutan dataran rendah di Bengkulu, kayu pohon ini biasanya digunakan sebagai kontruksi ringan dan dikenal mempunyai aroma yang aromatik. Karena baunya yang aromatik, maka sering

digunakan untuk mengurangi penyakit aromatik, dan untuk mengurangi sakit pencernakan dan saluran kencing.

2.2.22. Kayu Jelutung

Kayu Jelutung (Dyeraspp.) ialah satu spesies tumbuhan dalam family Apocynaceae yang di Indonesia sebarannya banyak di Sumatera dan Kalimantan, pohon ini biasa terdapat di hutan tropis dengan berbagai spesies Dyera costulata, Dyera polyphylla, Diera lovi dll .Kayu Jelutung merupakan kayu keras dengan banyak ciri-ciri kayu kepadatan rendah, serat lurus dan tekstur halus, sifatnya cepat tumbuh, daya tahan tinggi, pohon ini merupakan pohon yang dilindungi.

(92)

92

Gambar52. Populasi Jelutung (kanan) dan ukuran batang Jelutung yang lebih besar dari tubuh orang dewasa (kiri) di Seluma Timur (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

(93)

93

Tinggi pohon jelutung mencapai 30 m, panjang bebas cabang 15 – 30 m, diameter dapat mencapai 150 cm. Bentuk batang silindris, tidak berbanir. Kulit luar bewarna kelabu kehitam-hitaman, rata tetapi kasar, mengeluarkan getah putih

seperti susu. Kayu Jelutung dapat tumbuh Di hutan hujan tropis dengan tipe curah hujan A dan B, pada tanah berpasir, tanah liat atau tanah rawang. Dapat pula tumbuh pada daratan bergelombang pada ketinggian 20 – 800 m dpl.

Di Provinsi Bengkulu salah satu Kabupaten sebagai salah satu sumber benih tanaman hutan khususnya Kayu Jelutung yang bersertifikat di Provinsi Bengkulu.

2.2.23. Kayu Kepayang

(94)

94

orang Jawa Tengah) dan di Toraja disebut pamarrasan. Biji keluwek dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam padarawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro. Bijinya, yang

memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan pusing (mabuk). Racun pada biji ini dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu.

Untuk menghilangkan kandungan asam sianida, buah kepayang atau kluwek (Pangium edule) yang telah matang dan jatuh dari pohon dikumpulkan dalam satu karung dan dibiarkan basah oleh air hujan atau malah direndam dalam air dalam waktu 10-14 hari.

Dengan begitu, selain kulit atau sabutnya lebih mudah dikupas juga dapat menghilangkan racun asam sianida yang terdapat pada bijinya.

(95)

95

Daunnya berbentuk jantung, dengan lebar 15 cm. dan panjang 20 cm. berwarna hijau gelap dan mengkilap di bagian atas, sementara bagian bawahnya agak keputihan dan sedikit berbulu.

Bunga kepayang atau kluwek (Pangium edule) tumbuh di pucuk ranting, berwarna putih kehijauan, mirip dengan bunga pepaya. Buah kepayang berbentuk lonjong dengan bagian ujung dan pangkal meruncing, berukuran panjang 30 cm dan lebar 20 cm. Bentuk buah kepayang mirip bola rugby atau American Football. Warna kulit buah cokelat, dengan permukaan agak berbulu. Daging buah putih dan lunak.Biji kepayang bertempurung, berbentuk asimetris, dengan ukuran 3 – 4 cm. Tempurung biji bertekstur dengan warna cokelat kehitaman. Ketebalan tempurung antara 3 sd. 4 mm. dan sangat keras. Daging biji berwarna sangat putih.

(96)

96

Gambar 53.Populasi Pohon Kepayang di Ujan Mas Kab. Kepahiang (Dokumentasi : Rosmala Dewi).

2.5. Margasatwa

2.5.1. Gajah Sumatera

(97)

97

0,5 – 1,5 m dan beratnya masing-masing 1,5 – 15,0 kg. Sebagian besar betina dewasa tidak mempunyai gading atau gadingnya sangat pendek yang tidak menonjol keluar bibir.

Gambar 54. Gajah

(Dokumentasi : BKSDA Prov. Bengkulu)

Identifikasi fisik berbentuk khas dengan belalai panjang, umumnya berwarna coklat abu-abu, tetapi lebih pucat jika kering dan kehitanaman jika basah. Tubuh anakan tertutup rambut keras berwarna hitam.

(98)

98

Makanannya terutama terdiri dari bagian tumbuhan pohon berkeping tunggalyang lunak, meliputirumput-rumputan halus, bagian tumbuhan pohon palem dan batang pisang, buah-buahan dan lain-lain. Kawanan gajah (kelompok gajah)

biasanya terdiri antara tiga sampai empat puluh ekor. Kelompok gajah kadang berpisah dan kadang bergabung, tetapi biasanya mempunyaisatu ataulebih betina dewasa dengan anak betina maupun jantan yang usianya bervariasi. Jantan dewasa kadang berada terpisah dari kelompok atau bertindak sebagai individu soliter.

(99)

99

2.5.2. Burung Rangkong.

Burung rangkong (Buceros rhinoceros) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna

terang. Nama ilmiahnya "Buceros" merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti "tanduk sapi" dalam Bahasa Yunani. Burung rangkong (enggang) tergolong dalam kelompok atau keluarga Bucerotidae. Makanannya berbagai macam buah-buahan di hutan. Rangkog kebiasaan pasangan menempati tajuk pohon tertinggi.

(100)

100

Rangkong betina bertelur sampai enam biji telur berwarna putih ketika mengeram rangkong terkurung di dalam kurungan sarang, dibuat antara lain dari kotoran dan kulit buah. Hanya terdapat satu bukaan kecil

yang cukup untuk burung jantan mengulurkan makanan kepada anaknya dan burung enggang betina.

Apabila anak burung dan burung betina tidak lagi muat dalam sarang, burung betina akan memecahkan sarang untuk keluar dan kemudian membangun kembali dinding sarang dan kedua burung dewasa akan mencari makanan bagi anak-anaknya.

(101)

101

„C‟. Bercak dada biasanya mencolok namun kadang sangat samar. Tanda-tanda adanya binatang ini lebih sering terlihat daripada beruang itu sendiri, yaitu tanda cakar bekas cungkilan pada batang pohon yang dipanjatnya, atau sisa-sisa

sarang lebah atau rayap yang terbongkar pada pohon yang masih tegak atau tumbang. Kadang terdengar geraman yang sangat parau atau raungan keras.

Gambar 56. Beruang Madu

(102)

102

Beruang madu aktif secara teratur pada siang dan malam hari, hidup di permukaan tanah dan pada pepohonan yang tinggi. Membuat sarang dari dahan-dahan kecil di atas pepohonan untuk tidur, mirip yang dilakukan orang utan,

tetapi biasanya lebih dekat ke batang pohon dan kurang tersusun rapi. Makanan meliputi seluruh sarang lebah, rayap, binatang kecil, buah-buahan dan pucuk pohon kelapa.

Beruang madu di Provinsi Bengkulu terdapat hampir di seluruh kawasan hutan di Bengkulu dari dataran rendah sampai ke perbukitan hingga ketinggian 1.500 m, bahkan kadang memasuki kebun-kebun di daerah-daerah terpencil.

2.5.4. Harimau Sumatera

(103)

103

Harimau Sumatera jantan panjangnya 204 cm (6 kaki 8 inci) dari kepala hingga ekor dan beratnya sekitar 136 kg; yang betina panjangnya 198 cm (6 kaki, 6 inci) dan beratnya sekitar 91 kg. Belang-belangnya kurang lebar berbanding

belang-belang subspesies lain, dan wajahnya lebih berjanggut dan bersurai, khususnya yang jantan. Ukuran badannya yang kecil memudahkan harimau ini bersiar-siar melalui hutan hujan yang tebal. Harimau Sumatera juga pandai berenang karena ada selaput di antara jari-jari kakinya.

Gambar 57. Harimau yang sedang di alam (Dokumentasi : BKSDA Prov.

(104)

104

Harimau ini diketahui menggiring mangsa bertelapuk ke dalam air, lebih-lebih lagi jika mangsa itu tidak pandai berenang.

Harimau Sumatera termasuk golongan hewan karnivora

atau hewan pemangsa sejati yang hidup dengan cara karenamemilikitubuhyangbesar,dengan warna bulukuning keemasan diselingi oleh bulu hitam membentuk garis.

(105)

105

Gambar 58. Harimau Sumatera yang keluar dari habitatnya

dan bermain diperkampungan penduduk sekitar hutan dan kebun di Seluma

(106)

106

III.

SUMBER DAYA GENETIK

PETERNAKAN

3.1.Ternak Ruminansia

3.1.1. Sapi Kaur

Sapi Kaur mempunyai ciri-ciri yang khas, yaitu pada dahinyamempunyaibentukpola segitiga terbalik berwarna coklat,

tanduk yang panjang dan cenderung melengkung ke depan menyerupai bulan sabit dan berpunuk tidak terlalu besar. Sapi jantan mempunyai punuk dengan ukuran yang kecil.Sapi jantan dan betina mempunyai gelambir. Warna bulu sapi kaur dominan

warna putih agak kekuningan (80%), merah bata (10%) atau kombinasi warna hitam, putih, bercak hitam keputihan dan merah (10%).

(Sapi Kaur -Dokumentasi :

(107)

107

Gambar 59 .Sapi Kaur Bengkulu dengan ciri khas warna coklat di sekitar kepala (Dokumentasi : Sunaryadi).

(108)

108

Di daerah Kabupaten Kaur ditemukan sapi persilangan antara sapi Bos Indicus yang berasal dari daerah India dan Bos Taurus yang berasal dari Eropa. Penampilan secara eksterior akan terlihat pada sapi ini yang mempunyai

postur seperti sapi Brahman dengan memiliki punuk atau gumba yang cukup besar dan bergelambir. Sedangkan ciri sapi eropa terhihat dari pola warna kulit yang berwarna belang hitam putih yang banyak dimiliki sapi eropa terutama sapi Frisien Holland (FH)

(109)

109

3.1.2.Sapi Perah

Sapi Fries Hollands (FH) merupakan sapi perah ini berasal dari daerah propinsi Friesland Barat dan Holland Utara. Menurut sejarahnya, nenek moyang bangsa sapi Fries

Hollands berasal dari BosTaurus yang mendiami daerah beriklim sedang di dataran Eropa. Nama lain dalam bahasa Inggris untuk sapi perah Fries Hollands adalah Holstein Friesian atau Holstein. Di Provinsi Bengkulu ditemykan pada peternakan kecil yang ada di Kepahiang dan Rejang Lebong.

(110)

110

Sapi perah FH memiliki ciri antara lain 1).rambut ujung ekor dan lutut ke bawah berwarna putih dengan tubuh hitam bercak putih, 2). Pada dahi kadang-kadang terdapat tanda segi tiga putih, 3) daerah dada dan perut bawah berwarna

putih dengan tanduk kecil menjurus ke depan. Selain berwarna hitam putih, sapi FH ada yang berwarna merah bercak putih yang disebut Brown Holstein.Sapi perah FH bertubuh besar dengan standar bobot badan sapi perah di daerah asalnya yang betina dewasa berkisar antara 570-730 kg sedangkan pada sapi jantan dewasa berkisar antara 800-1000 kg.Sapi betina memiliki sifat tenang, jinak dan sifat mothering ability yang baik.

A b

(111)

111

3.1.3. Sapi Bali

Sapi Bali merupakan sapi asli Indonesia yang mempunyai ciri - cirinya khas dan berbeda dari bangsa sapi lainnya. Keunggulan sapi Bali sendiri memiliki efisiensi

reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik dengan kisaran 57%, Daya adaptasinya terhadap lingkungan yang sangat baik,dan mampu menggunakan sumber pakan yang terbatas.

a b

(112)

112

Sapi Bali memiliki karakteristik antara lain : 1). Warna bulu pada waktu pedet berwarna sawo matang dan kemerahan; 2) Pada sapi betina tidak berubah warnanya dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam; 3) Berat badan untuk

jantan 450 kg, sedang pada sapi betina 350 kg; 4) Bertanduk tidak tidak terlalu panjang; 5) Mempunyai bercak putih pada pantat (bentuk setengah lingkaran); dan 6) Bibir bawah tepi dan bagian dalam telinga serta keempat kakinya mulai dari tarsus dan carpus ke bawah sampai kuku berwarna putih dan pada pinggiran punggung terdapat garis hitam

3.1.4. Sapi Madura

(113)

113

Ciri-ciri umum Sapi Madura adalah 1) jantan dan betina sama-sama berwarna merah bata. 2) Paha belakang berwarna putih, 3) Kaki depan berwarna merah muda, 4) Tanduk pendek beragam, 5) Pada betina kecil dan pendek

berukuran 10 cm, sedangkanpada jantannya berukuran 15-20 cm, dan 6) Panjang badan mirip Sapi Bali tetapi memiliki punuk walaupun berukuran kecil.

Gambar 64 . Sapi Madura yang digembalakan di tanah lapang (Dokumentasi : Sunaryadi).

(114)

114

terhadap berbagai penyakit dan tahan terhadap pakan dengan kualitas yang rendah. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, Sapi Madura banyak diminati oleh para peternak bahkan para peneliti dari negara lain. Sudah banyak Sapi Madura dikirim

ke daerah lain termasuk ke daerah Provinsi Bengkulu.

Sapi dalam kehidupan masyarakat Madura, memang mempunyai tempat yang khusus. Jasanya terhadap para petani tidak dapat dipandang sebelah mata.Tanah pertanian yang tandus tetap dapat ditanami dengan bantuan Sapi.Alat transportasi yang sulit didapat dipedalaman Madura juga dapat teratasi dengan tenaga sapi yang di padukan dengan pedati,yang disebut dengan “SapiPajikaran”.

3.1.5. Kerbau

(115)

115

Lambatnya perkembangan ternak kerbau tidak lepas dari persepsi negatif terhadap ternak kerbau antara lain : 1) Secara luas dipercaya ternak kerbau adalah ternak yang liar dan ganas. 2). Kerbau hanya dapat dipelihara di daerah yang

banyak airnya atau dekat air. 3). Kerbau sering disebut ternak yang hanya cocok untuk daerah tropis. 4). Kerbau dianggap sebagai beban bagi orang miskin, padahal kerbau sangat membantu masyarakat, yakni dapat menghasilkan daging yang empuk dan menghasilkan susu. Susu kerbau mempunyai kandungan lemak dan bahan kering bebas lemak (SNF) lebih tinggi daripada susu sapi. Rumpun ternak kerbau di Indonesia yaitu kerbau rawa atau lumpur (Swamp buffalo) dan kerbau sungai (Riverine buffalo).

Kerbau lumpur atau rawa dipelihara terutama sebagai ternak kerja dan untuk produksi daging, namun di beberapa daerah kerbau ini juga diperah.Kerbau lumpur juga terdapat di daerah Nusa Tenggara Barat dan susu kerbau digunakan dalam pembuatan dodol untuk keperluan keluarga peternak, selain itu sebagai bahan dasar pembuatan bahan pangan lokal

(116)

116

Gambar 65.Kerbau Bokok dari Benteng dengan ciri tanduk melingkar ke leher (Dokumentasi : Sunaryadi).

Potensi yang sangat besar ternak kerbau di Bengkulu, sebaiknya dimanfaatkan sebagai menjadi sumber penghasilan yang lain tidak hanya sebagai tabungan keluarga yang biasanya dijual pada saat dibutuhkan.

Kerbau Lumpur (Swamp buffalo) memiliki ciri-ciri warna kulit abu-abu kehitam-hitaman, tubuhnya relatif pendek, kaki pendek, serta tanduknya agak

(117)

117

Gambar 66. Kerbau Abang dari Benteng dengan ciri kulit berwarna kemerahan (Dokumentasi : Sunaryadi).

(118)

118

Gambar 68. Ternak kerbau dari Bengkulu Selatan (Dokumentasi : Sunaryadi).

Kerbau rawa mampu menghasilkan anak 10-15 ekor selama hidupnya dan dapat hidup sampai 25 tahun.Hewan-hewan betina muda tidak boleh dikawinkan sampai

pertumbuhan badannya memungkinkan (dewasa kelamin dan dewasa tubuh) agar didapatkan kebuntingan dan kelahiran normal.

(119)

119

baik, kecil, dan terlalu jauh dekat kaki belakang. Jumlah kromosom kerbau lumpur yaitu 48 sedangkan kerbau sungai memiliki 50 jumlah kromosom.

Gambar69.Ternak kerbau dari kabupaten Lebong (Dokumentasi : Sunaryadi).

3.1.7. Kambing Kacang

Kambing Kacang adalah kambing yang pertama kali

(120)

120

kilogram. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. Pada kambing betina maupun yang jantan memiliki dua tanduk yang pendek.

Gambar 70. Kambing kacang dari kota Bengkulu (Dokumentasi : Sunaryadi).

Ciri-ciri utama kaming kacang antara lain adalah :1). Bulu pendek dan satu warna (coklat, hitam, putih) atau

(121)

121

umr 135-173 hari, betina 153-454 hari, rata-rata betina beranak umur 12-13 bulan.

Gambar 71. Kambing kacang kabupaten Seluma (Dokumentasi : Sunaryadi).

3.1.8. Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing PE disebut juga kambing Jamnapari karena kambing ini berasal dari wilayah Jamnapari India. Tepatnya Kambing Jumna Pari atau Jamnapari mengambil nama sungai Jamna (Jamna par) di Uttar Pradesh , India dimana kambing ini banyak terdapat. Kambing Jamnapari juga banyak terdapat di Agra, Mathura dan daerah Etawa di Uttar Pradesh, Bhind dan daerah Morena di Madhya Pradeshi.Kambing PE ini anyak dikembang di daerah Rejang Lebong, Lebong,

(122)

122

Gambar 72.Kambing Peranakan Etawa dari kabupaten Rejang Lebong (Dokumentasi : Sunaryadi).

(123)

123

Ciri-cirinya postur tubuh besar, telinga panjang menggantung, bentuk muka cembung, hidung melengkung, bulu bagian paha sangat lebat. Kambing PE, baik jantan maupun betina bertanduk, telinga panjang terkulai sampai 30

cm. Kaki panjang dan berbulu panjang pada garis belakang kaki.Warna bulu belang hitam putih atau merah dan coklat putih.

3.1.9. Domba Ekor Tipis (Domba Gembel)

(124)

124

menunjukkan adanya desposisi lemak. 4). Telinga umumnya medium sampai kecil dan sebagian berposisi menggantung. 5). Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina umumnya tidak bertanduk.

Gambar74. Domba ekor tipis dari kabupaten Lebong (Dokumentasi : Sunaryadi).

Keunggulan domba ekor tipis ini adalah bersifat

prolific (dapat melahirkan anak kembar 2-5 ekor setiap kelahiran), mudah berkembang biak dan tidak dipengaruhi musim kawin, serta mampu beradaptasi pada daerah tropis

(125)

125

3.2.Ternak Pseudo Ruminansia

3.2.1. Kelinci

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak tempat di berbagai bagian

bumi.Pada awalnya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrikasampai ke daratan Eropa. Pada perkembangannya tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha.Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu).

Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis yaitu pertama, kelinci bebas atau liar dan kedua adalah kelinci peliharaan.Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan,ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.Di Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, yakni jenis Kelinci jawa (Lepus

(126)

126

cokelat perunggu kehitaman.Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang berwarna hitam. Berat kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg.Sedangkan Kelinci sumatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang asli di Indonesia.

Habitatnya adalah hutan di pegunungan bukit barisan Pulau Sumatera.Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan.

(127)

127

Gambar76. Jenis warna kelinci kelinci dari kabupaten Kepahiang (Dokumentasi : Sunaryadi).

Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri dari sayuran hijau, jerami, biji-bijian, umbi dan konsentrat.

Gambar

Gambar 6. Kiri :
Gambar 9. Tinggi bunga Amorphophalus titanum mekar (a)
Gambar 10. Anggrek Bulbophyllum sp.3 sedang mekar
Gambar 11.  Bunga anggrek
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kegiatan seleksi tanaman, pendugaan parameter genetik yang meliputi nilai variabilitas genetik, ragam genotipe, fenotipe dan ragam lingkungan, nilai heritabilitas, kemajuan

Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki keragaman SDG tanaman buah, yang merupakan sumber keanekaragaman plasma

Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian dan pengembangan bioteknologi pertanian dan pengelolaan sumber daya genetik (SDG) memiliki peran yang sangat signifikan untuk

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil survei tanaman pada lahan pekarangan dataran rendah di Provinsi Bengkulu diperoleh total tanaman sebanyak 314 jenis tanaman yang terdiri

3.Tahapan pelaksanaan kegiatan pendampingan meliputi: 1). Koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu dan Dinas Peternakan Kabupaten Seluma

Kelompok SDG Nama tanaman Nama lokal Padi lokal Kalanis Padi lokal Kalanis Padi lokal Karang Dukuh Padi lokal Karang Dukuh Padi lokal Kencana Padi lokal Kencana Padi

Sebanyak dua jenis tanaman padi (sawah dan gogo) dengan beberapa aksesi pada masing-masing jenis yang telah diinventarisasi dan diidentifikasi di Kabupaten

Dalam kegiatan seleksi tanaman, pendugaan parameter genetik yang meliputi nilai variabilitas genetik, ragam genotipe, fenotipe dan ragam lingkungan, nilai heritabilitas, kemajuan