• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seminar Proposal Skripsi Analisis Faktor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Seminar Proposal Skripsi Analisis Faktor"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Mayarakat di Kota Kediri pada Tahun 2009-2013

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah:

“SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI” Dosen Pengampu :

Rokhmat Subagyo. SE, MEI

Disusun oleh :

Nama : Zulin Nafisatu Zuhria

Nim : 17402153259

Kelas : VI-G

EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

(2)

“Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Mayarakat di Kota Kediri pada Tahun 2009-2013”

Abstrak

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan pertumbuhan ekonomi dalam wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor perekonomian yang menjadi sektor basis dan sektor non basis ekonomi di kota kediri pada kurun waktu tahun 2009 – 2013 dengan menggunakan metode LQ (location quotient). Kemudian dilakukan analisis lebih mendalam lagi dengan metode Dynamic Location Quotient (DLQ) untuk mengetahui kemungkinan apakah sektor ekonomi yang sudah menjadi basis ekonomi maupun yang masih menjadi sektor ekonomi non. Hasil analisis DLQ menunjukkan sektor ini diprediksi berpotensi tetap menjadi sektor basis dimasa mendatang. Dari keseluruhan Sembilan sektor perekonomian di Kota Kediri enam diantaranya teridentifikasi diprediksi menjadi sektor basis dimasa mendatang, sementara tiga sektor lain yakni 1) sektor pertanian; 2) sektor pertambangan dan penggalian; 3) sektor perdagangan, hotel & restoran teridentifikasi berkemungkinan menjadi sektor non basis dimasa mendatang. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi

A. Latar Belakang

(3)

nampaknya berhasil sehingga ada keleluasaan bagi pemerintah untuk melakukan program pembangunan ekonomi.

Dengan memperbaiki kondisi bangsa indonesia saat ini maka peluang untuk meningkatkan produktivitas bangsa melalu pengembangan kewirausahaan sangat diperlukan dan masih terbuka lebar. Selain kebijakan pemerintah sserta fasilitas yang disediakan, maka kondisi ketersediaan serta kesiapan sumber daya di masyarakat sendiri akhirnya turut menentukan ruang lingkup, intensitas dan profil perilaku kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan yang relevan dan memenuhi persyaratan kurikulum serta hasil pendidikannya itu memang potensial dalam melahirkan pewirausaha masa depan yang mempunyai keunggulan bersaing.

Ekonomi kreatif yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan daya kreasi individu tersebut. Ekonomi kreatif global diperkirakan tumbuh 5% per tahun, dan diperkirakan akan terus berkembang menjadi US$ 6,1 triliun pada tahun 2020 mendatang. Walaupun ekonomi kreatif cukup berperan dalam pembangunan ekonomi nasional khususnya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Adanya otonomi daerah mengharuskan tiap daerah untuk selalu mengembangkan potensi-potensi ekonomi yang dimilikinya.

(4)

Fokus pembangunan ekonomi Kota Kediri sebaiknya lebih difokuskan pada sektor industri pengolahan yang sudah jelas teridentifikasi menjadi sektor ekonomi basis serta lima sektor pendukung lainnya yang berada pada posisi non basis tapi berpotensi menjadi basis dimasa mendatang [sektor perekonomian 1) listrik, gas & air bersih; 2) Sektor Bangunan; 3) Sektor pengangkutan & komunikasi; 4) sektor keuangan, persewaan & jasa perusahaan; 5) sektor jasa – jasa]. Hal tersebut tentunya akan mendorong pembangunan perekonomian Kota Kediri kedepan.

B. Fokus Penelitian

1. Apakah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat?

2. Bagaimana sikap masyarakat terhadap pengembangan dan pembangunan ekonomi ?

3. Seberapa tinggi efektivitas kebijakan pemerintah dalam proses mengembangkan ekonomi masyarakat ?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

2. Mengetahui sikap masyarakat terhadap pengembangan dan pembangunan ekonomi.

3. Mengetahui seberapa tinggi efektivitas kebijakan pemerintah dalam proses mengembangkan ekonomi masyarakat.

D. Kajian Teori

1. Sjarah Pertumbuhan Ekonomi

(5)

minyak mentah di dunia yang sempat menikmati kenaikan harga minyak secara signifikan dipasar internasional (oil boom) selama dekade 1970 an.1 Potensi ekonomi yang ada di setiap daerah perlu

digali dan dimanfaatkan secara efisien dan efektif untuk menunjang pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Pengembangan potensi ekonomi sektor unggulan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kemajuan ekonomi daerah merupakan prioritas kebijakan yang harus dilaksanakan.2 Namun pembangunan

perekonomian indonesia selama era tersebut tetap sangat tergantung pada pembiayaan dari luar negeri. Pertumbuhan ekonomi berasal dari 2 sumber :

a. Penambahan input dalam proses produksi seperti tenaga kerja dan stok modal fisik. Misalnya mesin, tanah, gedung, jalan, dsb.

b. Kenaikan output persatu unit input (kebijakan ekonkmi kondusif yang membuat peningkatan produktifitas input yang digunakan dalam proses produksi.

Sebenarnya dampak positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi sepenuhnya tergantung pada kemampuan system perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. Adapun kemampuan itu sendiri lebih lanjut dipengaruhi oleh tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya input atau faktor-faktor penunjang seperti kecakapan dalam manajerial dan administrasi. Para ekonom dan politisi dari semua negara, baik negara-negara kaya maupun miskin, yang menganut system ekonomi kapitalis, system ekonomi sosial dan sistem ekonomi campuran semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi.

1 Tulus Tahi Hamonangan Tambunan , Pembangunan Ekonomi dan Utang Luar Negeri, (Jakarta : Rajawali Pers, 2008) hlm.241

2 Daryono Subagyo dan Arifin Sri Hascaryo, Analisis Sektor Unggulan

Bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Di Jawa Tengah, Jurnal Pertumbuhan

(6)

Perumbuhan penduduk dan angkatan kerja jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti meningkatkan ukuran pasar domestik.

2. Identifikasi Pertumbuhan Ekonomi

Hutang luar negeri memang dibutuhkan untuk menutupi kekurangan akumulasi modal domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai bahan pertimbangan Sarbini (1994) menyatakan ada pandangan yang mengatakan bahwa bantuan luar negeri baik yang berupa grant maupun utang bersifat tambahan saja dan tidak mungkin merupakan sumber pembiayaan yang terbesar. Jarang sekali bantuan Luar Negeri merupakan lebih dari 10% dari seluruh keperluan pembiayaan pembangunan.3 Seperti dalam laporan APBN (Anggaran

Pendapatan Negara) indonesia, dapat diketahui porsi anggaran pemerintah apakah surplus ataupun defisit. Untuk itu perlu dicermati mengenai pos-pos yang dikategorikan sebagai penerimaan negara maupun pengeluaran negara. Yang dimaksud penerimaan negara adalah pajak-pajak dan berbagai pungutan yang dipungut oleh pemerintah dalam perekonomian dalam negeri, yang menyebabkan kontraksi dalam perekonomian. Pinjaman luar negeri tidak termasuk dalam penerimaan negara.

Seperti halnya di kawasan perkotaan (urban) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta

(7)

individu. Industri kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi.4

Maka perlu diketahui bahwa proses pembangunan yang dijalankan oleh suatu pemerintahan ditujukan untuk menghasilkan tiga tujuan pokok dalam pembangunan. Yaitu: Terjadinya peningkatan yang terus menerus dalam ketersediaan dan perbaikan dari distribusi kebutuhan pokok masyarakat, pembangunan yang dilakukan harus memberi perbaikan dalam tingkat kehidupan seluruh lapisan masyarakat, dengan cara mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi bagi masyarakat, penyediaan lapangan kerja, pendidikan yang lebih baik dan sebagainya, serta meningkatkan pilihan ekonomi dan sosial baik bagi masyarakat maupun bangsa secara keseluruhan.

3. Pembangunan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Dalam pandangan Abu Yusuf, tugas utama penguasa adalah mewujudkan serta menjamin kesejahteraan rakyatnya. Abu Yusuf selalu menekankan pentingnya memenuhi dan mengutamakan kebutuhan rakyat dan mengembangkan berbagai proyek yang berorientasi kepada kebutuhan rakyat dan kesejahteraan umum.5 Para

ahli pembangunan mempercayai bahwa proses pembangunan yang dijalankan oleh suatu pemerintahan ditujukan untuk menghasilkan tiga tujuan pokok dalam pembangunan. Yaitu:

1. Terjadinya peningkatan yang terus menerus dalam ketersediaan dan perbaikan dari distribusi kebutuhan pokok masyarakat

2. Pembangunan yang dilakukan harus memberi perbaikan dalam tingkat kehidupan seluruh lapisan masyarakat, dengan cara mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi bagi masyarakat,

4 Dina Melita, Pemetaan Industri Kreatif dalam Meningkatkan

Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Urban di Kota Palembang, Jurnal Ekonomi

Pembangunan, 2010. hlm. 8

(8)

penyediaan lapangan kerja, pendidikan yang lebih baik dan sebagainya.

3. Meningkatkan pilihan ekonomi dan sosial baik bagi masyarakat maupun bangsa secara keseluruhan.6

Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk mengembangkan perekonomian suatu negara, terutama pada masa-masa permulaan dari proses pertumbuhan ekonomi. Di dalam setiap negara di mana pertumbuhan ekonomi baru bermula terdapat banyak hambatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi diluar sektor utama (pertanian dan pengembangan) yaitu sektor di mana kekayaan alam terdapat kekurangan modal, kekuranga tenaga ahli dan kekurangan pengetahuan para pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi modern di satu pihak dan terbatasnya pasar bagi berbagai jenis kegiatan ekonomi (sebagai akibat dari pendapatan masyarakat yang sangat rendah) di lain pihak, membatasi kemungkinan untuk mengembangkan berbagai jenis kegiatan ekonomi. Kekayaan akan disuatu negara meliputi luas kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca, jumlah dan jenis hasil hutan dan hasil laut yang diperoleh. Jumlah dan jenis kekayaan barang tambang yang terdapat. Apabila negara tersebut memiliki kekayaan alam yang dapat diusahakan dengan menguntungkan maka pertumbuhan ekonomi bisa dipercepat. Seperti negara indonesia.7

4. Perilaku Mayarakat

Mengubah pandangan masyarakat indonesia dari job seeker ke arah job inovation sebagaimana yang di amanatkan dalam pendidikan kewirausahaan bagi masyarakat indonesia tidaklah mudah. Diperlukan kerja keras dan usaha yang optimal. Hal tersebut diperlukan karena dunia semakin kompetitif dan hanya negara yang

6 Bagja Muljaridjadi, Pembangunan Ekonomi Wilayah, (UNPAD Press : 2017) hlm. 2

(9)

memiliki masyarakat yang mempunyai jiwa kewirausahaan yang mampu menunjukkan keadidayaan di masa globalisasi ini. Jiwa kewirausahaan sangat diperlukan dari sikap-sikap seperti : ulet, tangguh, kreatif, inovatif, dinamis, berets kerja tinggi, efisien, disiplin, visioner, antisipatif, mampu menciptakan peluang baru, berani mengambil keputusan yang tepat sehingga memperkecil risiko.8 Untuk itu diperlukan kegiatan yang produktif.

Tujuan kegiatan secara umum adalah upaya mengerti, memahami dan mencari solusi atas problem atau masalah yang ada dengan cara-cara ilmiah. Manusia sebagai makhluk yang berakal, tentu ingin mengetahui lebih banyak tentang gejala alam dan isi serta perilakunya. Ingin memuaskan rasa penasaran terhadap sebuah gejala yang terjadi dengan mempelajari sebab musabab atau faktor-faktor yang mempengaruhi gejala yang muncul.9

Dengan memperhatikan kondisi bangsa indonesia saat ini (seperti banyaknya tenaga kerja, lapangan kerja yang sangat terbatas, rendahnya produktivitas, masih belum optimalnya penggunaan sumber daya alam serta ketidakstabilan ekonomi), maka peluang untuk meningkatkan produktivitas bangsa melalui kewirausahaan sangat diperlukan dan masih terbuka lebar. Oleh karena itu perlu dibentuk inkuibator bisnis pada setiap perguruan tinggi yang berfungsi untuk mengadopsi pengembangan kewirausahaan ke dalam proses belajar dan mengajar. Perlu dikembangkan tim kerja, komitmen pimpinan, sinergi antar lembaga, baik dalam maupun luar lembaga.

Melaksanakan kebijakan ekonomi harus benar-benar mngetahui terhadap kondisi-kondisi dalam masyarakat dan bertanggung jawab terhadap rakyat untuk menghindari kondisi ketidakharmonisan antara ekonomi, sosial, dan politik. Hal ini berarti bahwa pemerintahan yang

8 Edy Dwi Kurniati, Kewirausahaan Industri, (Yogyakarta: Depublish, 2015) hlm. 130

(10)

baik memerlukan koordinasi terpadu antara semua bidang pemerintahan, eksekutif, yudikatif dan legislatif. Hanya dengan kerja sama, sebuah pemerintahan bisa menciptakan kebijakan yang terpadu dan secara efektif melayani kebutuhan bangsa serta mencerminkan keinginan rakyat. Dalam hal ini sebagai penerus bangsa harus mampu dan terus bersaing dalam mewujudkan indonesia yang lebih baik dari sebelumnya, harga diri bangsa indonesia adalah mencintai dan menjaga aset negara untuk dijadikan simpanan dalam proses pembangunan negara. Maka, harus mampu menyatukan pendapat demi kesejahteraan umumnya.10

Seperti yang ada di kota Kediri sektor industri pengolahan teridentifikasi merupakan sektor ekonomi basis di Kota Kediri pada tahun 2009-2013 yang masih memiliki potensi untuk tetap menjadi sektor basis dimasa mendatang, sehingga sektor ini dapat dikatakan sebagai sektor penopang perekonomian Kota Kediri yang patut untuk dikembangkan lebih jauh lagi. Lima Sektor perekonomian meliputi :

1. Listrik, gas dan air bersih 2. Sektor bangunan

3. Sektor pengangkutan dan komunikasi

4. Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 5. Sektor jasa-jasa..

Hal tersebut Merupakan sektor ekonomi di Kota yang tentunya akan mendorong pembangunan perekonomian Kota Kediri kedepan.11

E. Penelitian Terdahulu

Pembahasan dalam penelitian ini mengenai peran pemerintah di Kota Kediri yang bertujuan untuk mengidentifikasi sektor perekonomian yang menjadi sektor basis dan sektor non basis ekonomi di kota kediri

10 Ani Pinayani, Prospek Masa depan Kewirausahaan di Indonesia, Jurnal Pengembangan Kewirausahaan, 2009. hlm.6

11 Moh. Fathoni Santoso. Identifikasi Potensi Sektor Ekonomi Basis dan Non

Basis Kota Kediri tahun 2009 – 2013, (Jurnal Sektor Ekonomi Basis Dan Non

(11)

pada kurun waktu tahun 2009 – 2013. Ada pula penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini diantaranya:

Penelitian yang dilakukan oleh Daryono Soebagiyo dan Arifin Sri Hascaryo yang memiliki judul “Analisis Sektor Unggulan Bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Di Jawa Tengah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Metode yang digunakan untuk penelitian ini sama menggunakan Metode LQ. Yang mana metode ini untuk membandingkan porsi lapangan kerja/nilai tambah untuk sektor tertentu di wilayah kita dibandingkan dengan porsi lapangan kerja/nilai tambah untuk sektor yang sama secara nasional. Dalam bentuk rumus, apabila yang digunakan adalah data tiap-tiap sektor Kota/Kabupaten di Jawa Tengah. Berdasarkan hasil perhitungan Location Quotient masing-masing kota/kabupaten per tahun maupun per sektor pembahasan variabel penelitian dapat dijelaskan melalui statistik data penelitian. Berdasarkan pada hasil analisis yang sudah dibahas maka penelitin ini dapat disimpulkan, sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi di Jawa Tengah berperan sebagai sektor kunci dalam pertumbuhan ekonomi. Komponen yang berperan terhadap pertumbuhan adalah sektor pertanian, industri dan perdagangan.

F. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian

Berdasarkan kegiatan penelitian, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode non probability sampling yang menggunakan teknik snowball sampling, yang mana teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awalnya jumlahnya sedikit lama-lama menjadi besar. Setelah mengetahui identifikasi perekonomian di kota kediri kemudian dilakukan analisis lebih mendalam lagi dengan metode Dynamic Location Quotient (DLQ) untuk mengetahui untuk mengetahui sebesar apakah perubahan yang terjadi dalam suatu sektor perekonomian di suatu daerah dan bagaimana perkembangan.

(12)

Objek penelitian berupa pengolahan industri sektor ekonomi di seluruh wilayah kota Kediri, provinsi Jawa ,Timur Indonesia

3. Instrumen Pengumpulan Data

teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik utama digunakan interview, sebagai pendukung digunakan observasi dan analisis dokumen.

4. Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif yang digunakan adalah Implikasi dari pembagian kegiatan seperti ini adalah adanya hubungan sebab akibat yang membentuk suatu teori basis ekonomi. Teori ini dapat memperhitungkan adanya kenyataan bahwa dalam suatu kelompok industri bisa saja terdapat kelompok industri yang menghasilkan barang-barang yang sebagian diekspor dan sebagian lainnya dijual ke pasar lokal. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Analisis LQ (Location Quontient)

Analisis Location Quontient dilakukan dengan membandingkan distribusi persentase masing - masing wilayah kabupaten atau kota dengan propinsi. Penggunaan pendekatan LQ dimanfaatkan untuk menentukan sebaran komoditas atau melakukan identifikasi wilayah berdasarkan potensinya.

b. Analisis Dynamic Location Quotient

Analisis DLQ ini digunakan untuk mengetahui sebesar apakah perubahan yang terjadi dalam suatu sektor perekonomian di suatu daerah dan bagaimana perkembangan sektor perekonomian tersebut dengan cara dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat wilayah yang lebih luas sebarannya.

(13)

menjadi sektor ekonomi basis dimasa mendatang yang terdiri dari 1) Listrik, Gas & Air Bersih; 2) Bangunan; 3) Pengangkutan & Komunikasi; 4) Keuangan, Persewaan & jasa Perusahaan; 5) Jasa – jasa.

Daftar Pustaka

Harjanto, Totok. Hutang Luar Negeri Indonesia Antara Kebutuhan Dan Beban Rakyat, (Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 4 No. 1, 2015)

Kurniati, Edy Dwi. Kewirausahaan Industri. Yogyakarta: Depublish, 2015.

Melita, Dina. Pemetaan Industri Kreatif dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Urban di Kota Palembang. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 2010.

Muljaridjadi, Bagja. Pembangunan Ekonomi Wilayah. Bandung: UNPAD Press, 2017

Pinayani, Ani. Prospek Masa depan Kewirausahaan di Indonesia. Jurnal Pengembangan Kewirausahaan. 2009.

Santoso, Mohammad Fathoni. Identifikasi Potensi Sektor Ekonomi Basis dan Non Basis Kota Kediri tahun 2009 – 2013. (Jurnal Sektor Ekonomi Basis Dan Non Basis. vol 3 no 2. 2015)

(14)

Subagiyo, Rokhmat. Metode Penelitian Ekonomi Islam. Jakarta: Alim’s Publishing, 2017

Subagyo, Daryono dan Arifin Sri Hascaryo. Analisis Sektor Unggulan Bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Di Jawa Tengah. Jurnal Pertumbuhan Ekonomi.2015.

Sukirno, Sukirno. Makro Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers, 2015

Referensi

Dokumen terkait

Pasal 18 UUPK menyatakan : Pelaku usaha dalam menawarkan barang atau jasa untuk tujuan di perdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausul baku pada setiap dokumen

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

1) tidak menyelesaikan studi sesuai dengan kualifikasi program yang tertera pada Surat Keputusan Penerima Beasiswa tanpa unsur kesengajaan. 2) mengundurkan diri setelah

Data di atas memunyai BD seperti {tulle}, {ce?i} yang melekat pada prefiks {mara-} menjadi konstruksi {maratulle}, {maracce?i}, kehadiran prefiks {mara-} pada bentuk

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: (1) Pemahaman Perpajakan, intensitas pemberian tugas dan motivasi belajar secara

Alasan-alasan di atas itulah, yang membuat Penulis berasumsi bahwa kemungkinan yang paling mungkin untuk ditempuh dalam usulan pendekatan pidana bagi pelaku

Kesimpulan : biji durian dapat dikembangkan menjadi es krim yang kaya akan karbohidrat sehingga diharapkan dapat menjadi pengganti nasi (beras) bagi anak-anak yang susah makan..