• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KEWARGANEGARAAN TENTANG NEGARA P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH KEWARGANEGARAAN TENTANG NEGARA P"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

TENTANG NEGARA PERANCIS

Penyusun:

1.Gina Farhatunnisa

2.Putri Salsabilla

3.Sindy Selviyana

4.Syauqi Arbi

5.Yandi Muhsin Abdillah

Kelas: XII IPA 2

(2)

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas kami pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Makalah ini tidak hanya membahas tentang sistem pemerintahan pada Negara Perancis, tetapi juga karakteristik, politik, serta Demokrasi di Negara Perancis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini khususnya kepada guru kami, Ibu Irnawati S.Pd yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat menambah wawasan baru tentang sistem pemerintahan di negara Perancis.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pembacanya meskipun kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini kurang sempurna. Untuk itu saran, kritik, dan masukan sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Terima kasih.

Tangerang, 10 November 2012

(3)

PENDAHULUAN

Negara merupakan suatu bentuk yang abstrak, tidak bisa dilihat, diraba, dirasa, dicium, atau didengar. Negara juga tidak akan terlepas dari orang-orang atau penyelenggara negara. Dalam bayangan nyata, negara digambarkan sebagai bangunan. Dengan demikian, mengenal suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dengan mempelajari bentuk negaranya, sistem pemerintahannya, dan karateristik rakyatnya. Ketiga hal itu merupakan bagian dari suatu negara. Salah satu bagian negara yang mengatur hal tersebut adalah sistem pemerintahan.

Sistem pemerintahan merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu “Sistem” dan “Pemerintahan”. Sistem adalah keseluruhan dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional, baik antara bagian-bagian maupun hubungan struktural sehingga hubungan tersebut menimbulkan suatu ketergantungan sedangkan pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau negara. Jadi, sistem pemerintahan diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang saling bergantung dan mempengaruhi dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan.

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

(5)

Motto: Liberté, Egalité, Fraternité

Sebelah Utara : Selat Inggris, Laut Utara, dan Selat Dover

Sebelah Selatan : Belgia, Luxembourg, Jerman, Swiss, dan Italia

Sebelah Timur : Laut Tengah dan Spanyol

Sebelah Barat : Teluk Biscay

Luas Negara

:

675.417 km²

(daratan : 99.74% ; perairan : 0,26%)

Bahasa

60.656.178 jiwa (sensus tahun 2005)

(6)

:

112 jiwa/km²

Pembagian penduduk bedasarkan usia

:

0-14 tahun : 18,4 %, dari jumlah penduduk

15-64 tahun : 65,2 % dari jumlah penduduk

Persebaran penduduk

Mesin dan peralatan transportasi, produk agrikultural termasuk anggur (wine)

GNI per Kapita

:

(7)

SISTEM PEMERINTAHAN

Republik Perancis adalah sebuah republik semi presidensial dengan tradisi demokratis yang kuat. Konstitusi Perancis disetujui melalui referendum tanggal 28 September 1958. Dijelaskan dalam French Constitution pada

Fifth Republic (Republik Kelima) mencakup unsur-unsur, yaitu Indivisible, sekuler, demokratis, dan sosial republik. Konstitusi di Perancis

menghasilkan separation of power (pemisahan kekuasaan). Kekuasaan Nasional Perancis dibagi menjadi tiga, yaitu executive, legislative dan

judicial branch (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif).

KEKUASAAN EKSEKUTIF (PEMERINTAH)

(8)

PRESIDEN

Berdasarkan konstitusi awal, Presiden dipilih melalui Pemilu langsung setiap 7 tahun, namun sejak tahun 2000 telah menyusut menjadi setiap 5 tahun.

Kekuasaan utama Presiden adalah menunjuk Perdana Menteri,

mengajukan referendum nasional, dan membubarkan National Assembly. Presiden berfungsi sebagai Kepala Negara Perancis (menggambarkan kekuatan Politik di Perancis), presiden Perancis saat ini adalah François Gérard Georges Nicolas Hollande.

PERDANA MENTERI

Kekuasaan dalam Pemerintahan dilimpahkan pada Perdana menteri sebagai Kepala Pemerintahan, seperti : menunjuk menteri-menteri kabinet, menunjuk pemimpin tertinggi angkatan bersenjata, service public, membuat agenda tahunan, dan mengambil keputusan

permasalahan kenegaraan (dalam pengaruh presiden).

Perdana Menteri Perancis saat ini adalah Manuel Valls.

Penunjukan para menteri harus mendapatkan persetujuan (pengesahan) dari parlemen .

Pemerintah (Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Kabinet) bertanggung jawab kepada parlemen dan National Assembly dalam motion of censure.

MENTERI-MENTERI DI NEGARA PERANCIS

Menteri Ekonomi, Keuangan dan Industri

Menteri Dalam negeri (Bergabung dengan menteri of Worship - Ministre des cultes)

Menteri Pembangunan Wilayah ("Aménagement du Territoire")

Menteri Keadilan dan "Keeper of the Seals"

Menteri Pendidikan Nasional, Advanced Instruction, dan Penelitian Minister of Defence

Menteri Foreign Afairs

Menteri Transportasi , Pekerjaan Umum, Tourism, dan Kelautan

Menteri Pekerjaan Umum ("Travaux Publics" or "Equipement")

Menteri Kelautan

(9)

Menteri Kebudayaan dan Komunikasi

Menteri Pertanian, Pangan, Perikanan danPedesaan

Menteri kesehatan dan solidaritas

Menteri Lingkungan dan Pembangunan berkelanjutan

Menteri Pekerja, Hubungan Sosial dan Permukiman

Menteri Permukiman

Menteri Pemuda dan Olahraga

Menteri Kawasan Jauh Perancis (awalnya “Menteri Koloni")

Menteri Usaha Kecil, Komersial, Kerajinan dan Kewirausahaan

Menteri Pelayanan Masyarakat (awalnya “Menteri Administrasi, State Reform and Pembangunan Wilayah")

Kabinet melakukan Rapat Mingguan yang dipimpin oleh Presiden di Élysée Palace. Biasanya diadakan setiap hari Rabu.

Kabinet Pemerintahan termasuk Perdana Menteri dapat diturunkan oleh

National Assembly yaitu parlemen rendah melalui "censure motion“ (mosi tidak percaya)

KEKUASAAN LEGISLATIF

Kekuasaan Legislatif Perancis berada pada Parlemen, yang terdiri dari dua kamar (bikameral), yaitu

The National Assembly

"Majelis Rendah" (chambre basse), merupakan Majelis Nasional Perancis, bertempatkan Palais Bourbon.

Senat (seperti DPR & MPR di Indonesia).

"Majelis Tinggi" (chambre haute), merupakan Senat Perancis (Sénat), bertempatkan Palais du Luxemborug.

Parlemen Mengadakan Rapat Umum sebanyak 9 kali setiap tahun

THE NATIONAL ASSEMBLY

(10)

The National Assembly dapat mengajukan keberatan kepada kabinet (eksekutif) dengan melakukan voting untuk motion of censure (mosi tidak percaya)

Terdapat dua kekuatan dalam The National Assembly yaitu koalisi pendukung pemerintah dan oposisi

SENATOR

Senator dipilih melalui pemilihan umum lokal setiap 6 tahun sekali,

Separuh dari anggota Senat dilakukan pergantian setiap 3 tahun sekali secara bergantian (mirip keanggotaan PBB)

Senat memiliki anggota sebanyak 346 pada tahun 2010

Kekuasaan Legislatif dari senat adalah terbatas, jika terjadi perbedaan pendapat, keputusan The National Assembly–lah yang nantinya akan menentukan.

Sejak dimulainya Fifth Republic, mayoritas Senator selalu berada dalam sayap kanan (pro pemerintah)

Dengan demikian dapat mendukung program yang dicanangkan pemerintah untuk mengubah wilayah pedesaan menjadi kota besar

KEKUASAAN YUDIKATIF

Untuk menegakkan hukum (rule of law), Perancis memiliki lembaga hukum tertinggi yang independen, yang artinya adalah sebuah sistem peradilan yang tidak mendapatkan intervensi secara de jure oleh legislatif dan eksekutif. Dibagi dalam beberapa bagian, yaitu Civil courts, Criminal courts, Administrative courts, dan Financial jurisdictions (Pengadilan Publik, Pengadilan Kriminal, Mahkamah Konstitusi, dan Mahkamah Keuangan).

Civil courts meliputi :

First instance courts: Juge de proximité, Tribunal d'instance, Tribunal de grande instance, Tribunal de commerce,

Specialized courts, Appellate courts, dan

Cassation

(11)

Criminal procedure,

First instance courts: Juge de proximité, Tribunal d'instance, Tribunal de police, Tribunal de commerce, Tribunal Correctionnel, Cour d'assises, Tribunal pour enfants, Cour d'assises des mineurs,

Appellate courts, dan

Cassation

Administrative courts meliputi :

Tribunal administrative, Cour administrative d'appel, Conseil d'État, dan

(12)

SISTEM POLITIK

Republik Perancis menganut demokrasi yang menganut sistem semi presidensial. Perancis merupakan salah satu dari pendiri Uni Eropa dan merupakan anggota dengan luas daratan terbesar. Perancis juga

merupakan salah satu pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menjadi salah satu anggota permanen Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.

Republik Perancis adalah sebuah negara kesatuan semipresidensial dengan tradisi demokrasi yang kuat. Presiden Republik Perancis, yang dipilih dalam pemilu untuk masa jabatan 5 tahun sebagai kepala negara, dan Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dan memimpin

pemerintah.

Garis politik Perancis adalah memperkuat Uni Eropa dan menjadikannya payung yang sepadan untuk menghadapi payung AS. Perancis juga berupaya membentuk kekuatan militer Eropa yang lepas dari NATO. Dalam hal ini, Perancis telah melakukan langkah politik yang sangat cerdas dengan mendapat persetujuan Jerman, sehingga mau tak mau Inggris bergabung dengan keduanya agar Inggris tidak terluput dari bagian rampasan perang jika upaya Perancis dan Jerman sukses.

KONSTITUSI

Konstitusi Perancis mulai diadopsi pada tanggal 4 Oktober 1958. Konstitusi ini dijuluki sebagai Konstitusi Republik Kelima, dan menggantikan

konstitusi Republik Keempat. Charles de Gaulle adalah tokoh utama dalam memperkenalkan konstitusi baru, sementara isi konstitusi ditulis oleh Michel Debré. Sejak tanggal pengesahannya, konstitusi ini telah diamandemen sebanyak 18 kali, dan yang terbaru pada tahun 2008.

Republik Kelima adalah konstitusi republik Perancis kelima dan terbaru, yang diperkenalkan pada 5 Oktober 1958. Republik Kelima bangkit dari keruntuhan Republik Keempat Perancis, menggantikan pemerintah parlementer dengan sistem semi-presidensial.

Republik Keempat adalah periode antara tahun 1946 hingga 1958 di Perancis, di mana negara itu diperintah oleh rezim Republik dengan

(13)

SENAT

(14)

SISTEM KETATAKOTAAN

Awal tahun 1967, Perancis memakai sistem ketatakotaan terpusat

(sentralisasi). Sistem ketatakotaan yang terkoordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini digunakan mulai tahun 1967 sampai dengan 1983. Kemudian, pada tahun 1983 sampai dengan sekarang, sistem ketatakotaan Perancis sepenuhnya diatur oleh pemerintah daerah (desentralisasi).

ERA SENTRALISASI

Sebelum era 80-an, kebijakan perencanaan hampir sepenuhnya tersentralisasi.

Dibentuk 2 lembaga/ departemen yang memiliki kewenangan penuh

terhadap berbagai kebijakan perencanaan di Perancis diawal tahun 60-an, yaitu Delegation Planning and Regional Action dan The Ministry on Public work housing and transports

ERA DESENTRALISASI

Era Desentralisasi ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu :

Tahap I/ Tahap Peralihan (Scheme’ Directeurs)

Dokumen perencanaan terbagi 2, yaitu Master Plan dan Local Plan

Masyarakat diberikan kebebasan dalam menentukan sendiri arah rencana dalam cakupan lokal (spesifk, tersektorisasi)

Kelemahan

Kurang adanya korelasi antara Master Plan dengan Local Plan

Siklus evaluasi ”scheme’ directeurs” terlalu lama, yaitu 25 tahun

Tahap 2 (solidarite’ et renouvellement urbain) awal tahun 2000 Dilatar belakangi oleh Local Plan yang disusun berdasarkan aspirasi

(15)

Memperkenalkan generasi baru dari Master Plan (pengganti scheme’ directeurs), yaitu Scheme de cherence territorialle (SCOT) dan Derective territorial d’ Amenagement (DTA).

A.

DAFTAR PEMERINTAH (REPUBLIK KELIMA

1949-sekarang)

PRESIDEN MASA JABATAN

Jenderal Charles de Gaulle 8 Januari 1959 - 28 April 1969 Alain Poher (pejabat,periode ke

1) 28 April 1969 - 20 Juni 1969 Georges Pompidou 20 Juni 1969 - 3 April 1974 Alain Poher (pejabat,periode ke

2) 3 April 1974 - 27 Mei 1974

Valéry Giscard d'Estaing 27 Mei 1974 - 21 Mei 1981 François Mitterrand 21 Mei 1981 -17 Mei 1995 Jacques Chirac 17 Mei 1995 - 16 Mei 2007 Nicolas Sarkozy 16 Mei 2007 – 16 Mei 2012 François Hollande 15 Mei 2012 - kini

PERDANA MENTERI MASA JABATAN PARTAI

Michel Debré 8 Januari 1959 - 14 April 1962 UNR

Georges Pompidou 14 April 1962 - 10 Juli 1968 UNR Maurice Couve de

Murville 10 Juli 1968 - 20 Juni 1969 UDR Jacques

Chaban-Delmas 20 Juni 1969 - 6 Juli 1972 UDR Pierre Messmer 6 Juli 1972 - 27 Mei 1974 UDR

Jacques Chirac 27 Mei 1974 - 26 Agustus 1976 UDR

Raymond Barre 26 Agustus 1976 - 21 Mei 1981 UDF

Pierre Mauroy 21 Mei 1981 - 17 Juli 1984 Sosialis

(16)

Jacques Chirac 20 Maret 1986 - 10 Mei 1988 RPR

Michel Rocard 10 Mei 1988 - 15 Mei 1991 Sosialis Édith Cresson 15 Mei 1991 - 2 April 1992 Sosialis

Pierre Bérégovoy 2 April 1992 - 29 Maret 1993 Sosialis

Édouard Balladur 29 Maret 1993 - 18 Mei 1995 RPR

Alain Juppé 18 Mei 1995 - 3 Juni 1997 RPR Lionel Jospin 3 Juni 1997 - 6 Mei 2002 Sosialis Jean-Pierre Rafarin 6 Mei 2002 - 31 Mei 2005 UMP Dominique de Villepin 31 Mei 2005 - 15 Mei 2007 UMP François Fillon 17 Mei 2007 – 15 Mei 2012 UMP

Jean-Marc Ayrault 15 Mei 2012 - kini Sosialis

BAB III

KESIMPULAN

Republik Perancis adalah sebuah republik semi presidensial dengan tradisi demokratis yang kuat. Konstitusi Perancis disetujui melalui referendum tanggal 28 September 1958. Cabang eksekutif memiliki dua pimpinan, yaitu presiden (jabatan selama 5 tahun) dan pemerintah yang dipimpin oleh perdana menteri dan ditunjuk oleh presiden.

Parlemen Perancis adalah sebuah badan legislatif bikameral yang terdiri atas Majelis Nasional (Assemblée Nationale) yang terpilih langsung selama 5 tahun dan senat yang dipilih oleh dewan pemilih untuk jabatan 6 tahun.

Politik Perancis ditandai oleh 2 pengelompokan yang saling bertentangan secara politik, yaitu sayap kiri dipusatkan di sekitar Partai Sosialis Perancis dan sayap kanan dipusatkan uni untuk Gerakan Populer (UMP), yang sebelumnya dipusatkan pada Rassemblement pour la République (RPR). Cabang eksekutif sebagian besar terdiri atas anggota UMP.

Secara ringkas ciri-ciri pemerintahan Perancis sekarang ini (Republik Kelima) sebagai berikut.

(17)

Konstitusinya tertulis, tetapi lebih kaku (rigid)

Pemisahan kekuasaan tampak agak jelas, legislatif di tangan parlemen, eksekutif di tangan presiden dan perdana menteri, serta yudisial di tangan badan kehakiman

Presiden sebagai kepala eksekutif tidak dipilih oleh parlemen, tetapi oleh

“electoral College” yang terdiri atas wakil municipal (daerah-daerah/ kota-kota)

Kabinet terdiri atas dewan menteri-menteri yang dipimpin oleh perdana menteri

Dewan konstitusi, yaitu suatu dewan yang beranggotakan 9 orang yang diangkat secara bersama oleh presiden, ketua assemble dan ketua senat. Tugas utamanya antara lain :

Mengawasi ketertiban dalam proses pemilihan presiden dan parlemen

Mengawasi pelaksanaan referendum

Mengawasi agar tidak ada undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi

Civil Service terdiri atas pegawai-pegawai karier yang menerjemahkan kehendak parlemen ke dalam hak-hak kehidupan dan memaksakan kewajiban kepada orang-orang Perancis

Pemerintahan daerah, dilaksanakan dengan sistem dekonsentrasi bersamaan dengan desentralisasi, dan memiliki daerah-daerah, yaitu departemen dan communes

Kekuasaan peradilan, berada di tangan para hakim yang diangkat oleh eksekutif. Kekuasaan peradilan terbagi menjadi 2, yaitu peradilan kasasi

(court of casation) dan peradilan hukum administratif (couscil d’etat). Dalam perkara-perkara yang sulit dilakukan Tribunal des Confits. SISTEM SEMI PRESIDENSIAL

Sistem semi presidensial adalah bentuk pemerintahan negara yang mencoba mengatasi kelemahan-kelemahan sistem parlementer mau pun sistem presidensial. Kelemahannya ialah sifatnya yang sangat tidak stabil karena setiap saat pemerintah, baik seluruh kabinet mau pun setiap menteri, dapat menerima mosi tidak percaya dari parlemen. Akibatnya pemerintah jatuh dan terjadi pergantian pemerintah.

Ciri utama sistem semi presidensial adalah sebagai berikut. Pusat kekuasaan berada pada suatu majelis perwakilan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi;

(18)

Presiden dipilih secara langsung atau tidak langsung untuk masa jabatan tertentu dan bertanggung jawab kepada majlelis perwakilan; dan

Para menteri adalah pembantu presiden yang diangkat dan diberhentikan oleh presiden.

PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN PERANCIS DENGAN INDONESIA

Banyak kesamaan antara perancis dengan Indonesia di antaranya sebagai berikuts

a) Perancis dan Indonesia adalah negara kesatuan

b) Konstitusisi negara Perancis dan konstitusi negara Indonesia adalah tertulis.

c) Kedua negara memiliki pemerintahan daerah dan mengenal dekonsentrasi serta desentralisasi. Sistem pemerintahan daerah Perancis mirip dengan sistem di Indonesia di mana di samping adanya daerah-daerah administratif terdapat juga daerah otonom, seperti

departemen dan commune.

Perbedaan antara Negara Perancis dengan Indonesia, di antaranya sebagai berikuts

a) Parlemen Perancis adalah bikameral sedangkan parlemen Indonesia trikameral (MPR, DPR, DPRD).

b) Perancis dalam bidang eksekutif dipimpin oleh seorang Presiden dan dan dalam menjalankan kabinet dibantu oleh seorang Perdana Menteri, sedangkan Indonesia hanya seorang presiden.

c) Sistem pemerintahan yang dipakai oleh Perancis adalah Semi Presidensil sedangkan Indonesia memakai sistem Presidensil.

d) Parlemen Perancis terdiri dari Majelis Nasional dan Senat, dimana Majelis Nasional memiliki kekuatan untuk membubarkan kabinet sehingga pihak mayoritas menjadi penentu pilihan pemerintah, sedangkan di Indonesia Kabinet tidak dapat dibubarkan oleh Parlemen.

DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, Bambang Tri dan Sunardi. Membangun Wawasan Kewarganegaraan SMA dan MAs Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

(19)

http://www.scribd.com/doc/6404840/Perancis

http://www.scribd.com/doc/19795957/DEMOKRASI-PERANCIS http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Presiden_Perancis

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Perdana_Menteri_Perancis http://www.deplu.go.id/paris/

LAMPIRAN - LAMPIRAN

(20)

Bagan Kekuasaan Yudikatif di Perancis

Gedung Majelis Nasional adalah Palais Bourbon di tepi sungai Saine dan

dikawal oleh

(21)
(22)

Referensi

Dokumen terkait

peraturan atau keputusan adalah bahwa dalam proses pembuatan tersebut tidak. mengalami

judul “P eningkatan Pemahaman Konsep Matematika Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Melalui Model Student Facilitator and Explaining Kelas IV SD 02 Lau Dawe

Outbound merupakan kegiatan yang juga memiliki tujuan terapi psikologi, dengan tujuan meningkatkan kinerja percaya diri, komunikasi, kerjasama, mengatasi stress dalam

Ciri khas berikut yang menjadi penanda struktur iklan kecik adalah berupa pengekalan dua huruf pertama pada kata, seperti contoh berikut:.. (2) Hi Wnt2,YgSndr Yg g

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi pada Gundoz Craft dengan Metode Rapid Application

(2) Validasi terhadap sertifikat persetujuan Desain zat radioaktif yang diterbitkan oleh Kepala BAPETEN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (2) huruf a untuk setiap

1 Terbuka kepada semua pelajar sekolah menengah Tingkatan 1 hingga 5. 2 Pertandingan adalah secara berpasukan. Setiap pasukan terdiri daripada 3 orang peserta dengan

Motivasi dari penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan persepsi moralitas individu, manajemen laba, salah saji, pengungkapan, biaya dan manfaat, serta tanggung jawab