JHECDs Vol. 2 No. 1 Hal 1-32 Tanah Bumbu Vol 2, No. 1, Juni 2016
ISSN. 2502-0447 e-ISSN. 2503-5134
JHECDs, Vol 2. No. 1, Juni 2016
DEWAN REDAKSI
Pelindung
Kepala Badan Litbang Kesehatan
Penanggung Jawab
Kepala Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu
Ketua Redaksi
Dicky Andiarsa, drh., M.Ked.
Redaktur Pelaksana
Liestiana Indriyati, SKM.
Wakil Redaktur Pelaksana
Budi Hairani S.Si.
Editor
Nita Rahayu, SKM., M.Sc.
Annida, SKM.,M.Sc.
dr. Paisal, M.Biomed.
Juhairiyah, SKM.
Dian Eka Setyaningtyas, S.Si.
Wulan Sari RG Sembiring, SKM.
Layout
Romi Wahyu Kusumo, S.Kom
Deni Fakhrizal, SKM.
Syarif Hidayat, S.Si
Sekretariat
Gusti Meliyanie, SKM.
Erli Hariyati
Alamat Redaksi
Balai
Penelitian
dan
Pengembangan
Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang
Tanah Bumbu Jl. Loka Litbang Gunung Tinggi
Kab.Tanah Bumbu Kalimantan Selatan 666.
Telp: (0518) 7708515. Fax: (0518) 6076049.
Email : [email protected]
Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada Mitra Bestari dan Reviewer
JHECDs Vol 2. No. 1, Juni 2016 hal. 1-32 Hal. 1-31
Prof. Dr. Setiawan Koesdarto, drh., M.Sc.
( Ahli Epidemiologi Parasit, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga)
Prof. dr. Emiliana Tjitra, M.Sc, Ph.D
(Ahli Biomedis dan Epidemiologi klinik, Pusat Litbang Teknologi Terapan dan Epidemiologi Klinik)
Anorital, SKM., M.Kes.
(Ahli Biomedis Filaria dan Kecacingan, Pusat Litbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan)
DR. Ir. Basuki Budiman, MSPH
(Ahli Gizi Mikro, Pusat Litbang Teknologi Terapan dan Epidemiologi Klinik)
Dr. Suhardi, M.Ph
(Epidemiologi dan Desai Penelitian, Registrasi Penyakit dan cedera dan penyebab kematian, Pusat
Litbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan)
Agung Dwi Laksono, S.KM., M.Kes
JHECDs, Vol 2. No. 1, Juni 2016
DAFTAR ISI
Ascariasis
di Kalimantan Selatan
Juhairiyah, Liestiana Indriyati... 1-6
Pemanfaatan tanaman obat tradisional anti diare pada Suku Dayak Dusun
Deyah di Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong
Windy Tri Yuana, Dicky Andiarsa, Yuniarti Suryatinah, Juhairiyah... 7-13
Dampak penggunaan insektisida dalam rumah tangga terhadap keberadaan
larva/pupa
aedes aegypti
di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan
Tengah
Gusti Meliyanie, Robby Indra Wahyudi, Dicky Andiarsa... 14-18
Survei Entomologi
Anopheles
spp di Kampung Bikar dan Kampung Kwor
Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
Semuel Sandy, Iman H S Sasto, Irawaty Wike... 19-27
Pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap malaria pada masyarakat di
Kecamatan Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya, Aceh
JHECDs, Vol 2. No. 1, Juni 2016
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmatNya, tim redaksi telah merampungkan Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases (JHECD) Volume 2 No 1 Juni 2016. Volume 2 no. 1 ini memuat 5 artikel yang membahas Ascariasis, tanaman obat anti diare , Dampak penggunaan insektisida, Survei Entomologi Anopheles spp di Kampung Bikar dan Kampung Kwor Prov Papua Barat dan PSP terhadap malaria pada masyarakat di Kecamatan Alue Bilie Aceh.
Artikel pertama dengan judul Ascariasis di Kalimantan Selatan memberikan gambaran kepada pembaca tentang Ascariasis di Kalimantan Selatan berdasarkan ekosistem hutan, rawa, perkotaan dan pantai. Artikel ini diharapkan bisa menjadi masukan kepada pemerintah daerah untuk melakukan promosi kesehatan tentang pentingnya personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang baik serta akibat buruk yang ditimbulkan oleh ascariasis serta pemberian obat kecacingan secara rutin di Kalimantan Selatan.
Artikel kedua menggali kearifan budaya lokal masyarakat Suku Dayak Deyah dalam pemanfaatan obat tradisional anti diare. Dalam penelitian ini didapat ramuan yang disebut “Tantaharung” sebagai obat anti diare. Berdasarkan studi literatur bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan ini memiliki kandungannya dapat mengatasi penyakit diare. Artikel ketiga membahas tentang dampak pola penggunaan insektisida dalam rumah tangga terhadap keberadaan larva/pupa aedes aegypti. Tulisan ini menyatakan ada kemungkinan terjadinya resistensi pada nyamuk karena perilaku menggunakan insektisida jangka panjang di rumah tangga.
Artikel keempat memberikan pembaca gambaran habitat dan aktifitas menggigit vektor Anopheles spp di Kabupaten Tambrauw. Rancangan penelitian adalah potong lintang dan survey dilakukan berdasarkan tingkat kepadatan nyamuk pada bulan Mei dan Juni dengan kasus malaria tinggi. Penelitian ini memberikan saran untuk pengendalian vektor malaria di Kampung Kwor dan Kampung Bikar yaitu dengan melakukan penimbunan bekas galian eskavator dan pijakan ban mobil truk untuk mengurangi tempat genangan air di musim penghujan. Sedangkan upaya mencegah gigitan nyamuk Anopheles spp yaitu mengurangi aktifitas di luar rumah pada malam hari, menutup pintu dan jendela, mengenakan pakaian dan menggunakan kelambu saat tidur.
Artikel kelima membahas tentang pengetahuan, sikap dan prilaku (PSP) malaria pada masyarakat di Kecamatan Alue Bilie, Aceh. Secara umum tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Kecamatan Alue Bilie dapat dikatakan baik terhadap pemahaman tentang malaria. Penulis artikel memberikan saran melakukan surveilans malaria untuk lebih kontinyu dalam melakukan pembinaan lebih lanjut tentang malaria untuk masyarakat di desa Alue Bilie.
Dalam media ini juga redaksi menyampaikan bahwa JHECDs bisa diakses secara online di https://goo.gl/W6oPvz. Semoga dengan terbitnya JHECDs secara online ini dapat membantu penyebarluasan informasi dan ilmu pengetahuan di lingkungan penelitian dan masyarakat ilmiah. Dengan terbitnya JHECD volume 2 no 1 ini, tim redaksi menyampaikan terimakasih yang sedalamnya kepada semua pihak yang mendukung: para penulis, reviewer dan mitra bestari, dan para pembaca. Semoga Volume ini dapat memberikan manfaat baik informasi maupun sumbangan ilmu pengetahuan yang berguna bagi semua pihak. Selamat membaca dan meneliti.
JHECDs, Vol. 2 No.1 Juni 2016
ABSTRACT
This sheet may reproduced without permission
DDC Classification: 616.96 Juhairiyah, Liestiana Indriyati
(Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI Kementerian Kesehatan RI)
Ascariasis in South Kalimantan
JHECDs
Vol. 2 No. 1, June 2016, Pages 1-6
Helminthiasis remains a public health problem in Indonesia, one of which is ascariasis caused by Ascaris lumbricoides. Ascariasis causes a decrease in the immune system and inhibit the development of the child as taking in nutrients needed by the body, further it can degrade the quality of human. The purpose of research was to get the representation of ascariasis distribution in South Kalimantan. Observational study with cross-sectional design conducted in thirteen districts of the city of South Kalimantan Province in 2010 and 2011 divided by forest, wetlands, urban and beach ecosystems. The population are all elementary school children in South Kalimantan. The samples were elementary school children of the elementary school was selected as a sample. The selection using purposive sample. The study was conducted by field surveys,that are explanation of informed consent, the distribution and collection pots parasitological examination of feces and worm eggs directly. The existence of ascariasis spread across Kalimantan Selatan in both of forest, wetlands, urban and beach ecosystems with the highest prevalence in three districts namely Tanah Bumbu, Tabalong and Balangan. It’s needed health promotion to increase the awareness of personal hygiene and environmental sanitation, especially the use of latrines and also continue mass drugs administration in endemic areas.
Keywords: helminthiasis, ascariasis, South Kalimantan
==================================
DDC Classification: 616.34
Windy Tri Yuana, Dicky Andiarsa, Yuniarti Suryatinah, Juhairiyah
(Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Kementerian Kesehatan RI)
Utilization of traditional medicinal plants anti
diarrhea in Dayak Dusun Deyah in Muara Uya Tabalong
JHECDs
Vol. 2 No. 1, June 2016, Pages 7-13
The Local wisdom of society could have the form of knowledge about how to prohibit the disease. One of the society who has that knowledge is Dayak Ethnic at Deyah Village. The Objective of this study is to discover knowledge about traditional medicinal treatment which is related to diarrhea at Dayak Ethnic at Deyah Village in Muara Uya Tabalong Regency South Kalimantan. The method of this research is non intervention descriptive qualitative research and data collecting has done on March–October 2014. The instrument of this study is interview to explore the informant’s knowledge about traditional medicinal treatment ( traditional ingredients ) and the way to make the ingredients. The result of this study is medicine plants which is used by Dayak Ethnic at Deyah Village as antidiarrhea ( in Dayak Deyah Orchard’s langguage is called “Tantaharung” ) they are; guava, lasi/balik angin tree bark ,new stalk of kumala tawar/ pacing, stalk of cashew fruit, and tree bark of ramania. Medicine plants which are used by Dayak Ethnic at Deyah Village is suitable with the literature which said that the composition could cure diarrhea
Keywords: traditional medicine, dayak ethnic at deyah village, diarrhea.
==================================
DDC Classification: 614.4
Gusti Meliyanie, Robby Indra Wahyudi, Dicky Andiarsa
(Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Kementerian Kesehatan RI)
Impact of insecticides use in the household to the presence of larvae/pupae of aedes aegypti in Kotawaringin Timur, Central Kalimantan
JHECDs
Vol. 2 No. 1, June 2016, Pages 14-18
Province was on the district. Insecticide usage behavior on household became one of the trigger of mosquito resistance. The study aimed to define the impact of the frequency and adjustment of insecticide usage on household. Study conducted on top three highest of DHF case of local health service. Sampling did in households consecutively until 100 houses for local health service coverageeach. Data gathered such as insecticide usage on household interview, and inspection for existence of Aedes larva/pupae in the household’s container. Result showed that free larval indices were low, high frequent prolonged insecticide usage, more than one insecticide usage also found in households. The rotation of insecticide usage gave significant impact toward existence of Aedes larva/pupae in household. Advance study recommended as operational research or quasi experimental study to define actual effect and impact from insecticide regular rotation toward Aedes larva/pupae existence in the environment. The study also gave preliminary information to stake holder as education material about the importance of insecticide rotation in community. Keywords: Insecticide usage, policy, resistance, rotation, education.
==================================
DDC Classification: 614.4
Semuel Sandy, Iman H S Sasto, Irawaty Wike (Balai Litbang Biomedis Papua, Kementerian Kesehatan RI)
Survey of Entomology Anopheles spp in Bikar and Kwoor Villages District of Tambrauw, West Papua
JHECDs
Vol. 2 No. 1, June 2016, Pages 19-27
Entomology Survey of breeding site and biting activity malaria vector Anopheles spp at Regency of Tambrauw in village Bikar and village Kwor. Both villages were selected to have high malaria cases during the past year. The purpose of this study to describe the habitat and biting activity vector Anopheles spp in Regency of Tambrauw. The results showed that larvae habitat characteristics found in the location of research was water channel, semi-permanent ponds, former footing truck tires and former excavation excavator. Aquatic habitat characteristics i.e. salinity 0 ‰, water temperature range 27-28˚C, pH range 7,1-7,6 and water depth of breeding sites range were from 20-60 cm. Types of plants around the habitat that was algae, moss, kale, water hyacinth plant. The plants density were rather sparse. Anopheles spp were found in the location are anthropophilic and endophagic, began actively biting at 19.00 to 20.00 WIT and reach peak density at 23.00-24.00 WIT at night. In the area of forest land (Bikar village), at an average density of Anopheles spp indoor was 0,39 and outdoor was 0,33 mosquitoes
per person per hour. Whereas for coastal areas (Kwor village) found densities of Anopheles spp indoor was 0,14 outdoors was 0,08/person/hour and man biting rate was 0,13/person/night.
Keywords: Anopheles spp, biting activity, breeding sites
================================== DDC Classification: 614.4
Yulidar, Veny Wilya
(Loka Litbang Biomedis Aceh, Kementerian Kesehatan RI)
Knowledge, attitude, and behavior of society for malaria in District of Alue Bilie, Nagan Raya, Aceh
JHECDs
Vol. 2 No. 1, June 2016, Pages 28-32
Research on community knowledge, attitudes and behavior malaria in Alue Bilie sub District, Nagan Raya District , aims to explore the level of community awareness of efforts to control malaria. The research methodology used is non-intervention exploratory survey with cross sectional design. Interviews using structured questionnaires conducted on 75 respondents. Based on the interview result, 69,3% of respondents is at productive age between 17 to 45 years, with the proportion of 13,3% were male and 86,7% were female. The number of men interviewed were less than women because the interview time is at 10 am to 2 pm, time where most of the men were outside the home. The level of community knowledge classified as good, with as many as 72% of respondents knew about the name of malaria, knows about breeding grounds for mosquitoes and answers mosquito bites on the same blood type as the object of transmission. For the attitude in community, 100% of respondents have a good attitude against malaria by complying with and appreciative in the prevention of malaria. Community behavior is also considered good, which is reflected in the actions of prevention and treatment of malaria. As many as 92% of the 75 respondents interviewed said that they sleep using mosquito nets, 82,7% of respondents use protective clothing throughout the body during activity outside the home, 90,7% of respondents spread larvae-eating fish in breeding grounds for mosquitoes, 85,3% respondent choose clean the home environment by burning the leaves, burying cans, closing the puddles. In general, the level of community knowledge, attitudes and behavior regarding malaria in Alue Bilie Sub District are considered very good.
JHECDs, Vol. 2 No.1 Juni 2016
ABSTRAK
Lembar ini boleh diperbanyak tanpa izin
Klasifikasi DDC: 616.96 Juhairiyah, Liestiana Indriyati
(Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI Kementerian Kesehatan RI)
Ascariasis in South Kalimantan
JHECDs
Vol. 2 No. 1, Juni 2016, Hal. 1-6
Penyakit kecacingan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, salah satunya adalah ascariasis yang disebabkan oleh cacing
Ascaris lumbricoides. Ascariasis menyebabkan
penurunan daya tahan tubuh dan menghambat tumbuh kembang anak karena mengambil sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh lebih lanjut dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sebaran Ascariasis di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian observasional dengan desain potong lintan dilakukan di tiga belas kabupaten kota Propinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2010 dan 2011 dibagi berdasarkan ekosistem hutan, rawa, perkotaan dan pantai. Populasi penelitian adalah seluruh anak sekolah dasar di Provinsi Kalimantan Selatan. Sampel penelitian adalah anak sekolah dasar yang bersekolah pada sekolah dasar yang terpilih sebagai sampel. Pemilihan sampel sekolah dilakukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan yaitu penjelasan informed consent, pembagian dan pengumpulan pot tinja dan pemeriksaan parasitologi telur cacing secara langsung. Keberadaan Ascariasis tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan baik di ekosistem hutan dan pertambangan, rawa, perkotaan maupun pantai dengan prevalensi tertinggi di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Tabalong dan Balangan. Diperlukan promosi kesehatan guna peningkatan kesadaran perorangan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan serta sanitasi lingkungan yang buruk khususnya penggunaan jamban keluarga dan pemberian obat kecacingan secara kontinyu di daerah endemis. Kata kunci: kecacingan, ascariasis, Kalimantan Selatan.
==================================
Klasifikasi DDC: 616.34
Windy Tri Yuana, Dicky Andiarsa, Yuniarti Suryatinah, Juhairiyah
(Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Kementerian Kesehatan RI)
Pemanfaatan tanaman obat tradisional anti diare pada Suku Dayak Dusun Deyah di Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong
JHECDs
Vol. 2 No. 1, Juni 2016, Hal. 7-13
Kearifan lokal masyarakat dapat berbentuk pengetahuan tentang bagaimana menghindari penyakit. Salah satu kelompok masyarakat yang mempunyai pengetahuan tersebut adalah Suku Dayak Dusun Deyah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengetahuan pengobatan tradisional yang berkaitan dengan penyakit diare pada Suku Dayak Dusun Deyah di Muara Uya Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif non intervensi dan pengumpulan data telah dilakukan pada bulan Maret s/d Oktober 2014.Instrumen pedoman wawancara untuk mengekplorasi pengetahuan informan tentang pengobatan tradisional (ramuan tradisional) dan cara membuat ramuan. Hasil penelitian menemukan bahwa tanaman obat yang digunakan Suku Dayak Dusun Deyah sebagai anti diare (dalam bahasa Dayak Dusun Deyah biasa disebut “Tantaharung”) yaitu daun jambu biji, kulit batang lasi/balik angin, batang muda kumala tawar/pacing, dan batang jambu mente, dan kulit ramania. Tanaman obat yang digunakan Suku Dayak Dusun Deyah sesuai dengan literatur yang mengatakan kandungannya dapat mengatasi penyakit diare.
Kata kunci: obat tradisional, dayak dusun deyah, diare.
==================================
Klasifikasi DDC: 614.4
Gusti Meliyanie, Robby Indra Wahyudi, Dicky Andiarsa
(Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Kementerian Kesehatan RI)
Dampak penggunaan insektisida dalam rumah tangga terhadap keberadaan larva/pupa aedes
aegypti di Kabupaten Kotawaringin Timur,
Kalimantan Tengah
JHECDs
Kabupaten Kotawaringin Timur masih bermasalah dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bahkan menjadi kabupaten tertinggi dengan kasus DBD di Provinsi Kalimantan Tengah. Perilaku menggunakan insektisida rumah tangga menjadi salah satu faktor penting terpicunya resistensi pada nyamuk. Penelitian bertujuan melihat dampak dari frekuensi dan pengaturan penggunaan insektisida pada rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di tiga Puskesmas terpilih karena besarnya kasus di wilayah kerja puskesmas. Pengambilan sampel dilakukan berurutan hingga 100 rumah setiap puskesmas. Data yang dihimpun berupa data wawancara seputar penggunaan insektisida rumah tangga (obat nyamuk) dan pemeriksaan keberadaan larva/pupa Aedes aegypti di tempat penampungan air rumah tangga. Hasil menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) lingkungan yang diperiksa rendah, tingkat penggunaan insektisida cukup tinggi dengan jangka waktu lama, juga ditemukan penggunaan lebih dari satu jenis insektisida secara bersama. Pengaturan penggunaan (rotasi) insektisida memberikan dampak ketidakberadaan larva/pupa Aedes pada rumah tangga. Penelitian merekomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan berupa riset operasional maupun kuasi eksperimental untuk mengetahui efek sebenarnya dan dampak lanjutan dari rotasi insektisida secara berkala terhadap keberadaan nyamuk Aedes aegypti di suatu lingkungan. Penelitian ini juga memberikan informasi awal bagi stakeholder sebagai bahan edukasi tentang pentingnya rotasi insektisida secara berkala di lingkungan masyarakat.
Kata kunci: Penggunaan insektisida, kebijakan, resistensi, rotasi, edukasi.
==================================
Klasifikasi DDC: 614.4
Semuel Sandy, Iman H S Sasto, Irawaty Wike (Balai Litbang Biomedis Papua, Kementerian Kesehatan RI)
Survei Entomologi Anopheles spp di Kampung Bikar dan Kampung Kwor Kabupaten Tambrauw, Papua Barat
JHECDs
Vol. 2 No. 1, Juni 2016, Hal. 19-27
Survey habitat dan aktifitas menggigit vektor malaria Anopheles spp di Kabupaten Tambrauw dilaksanakan di dua kampung, yaitu Kampung Bikar dan Kampung Kwor. Kedua desa yang dipilih mempunyai kasus malaria tinggi selama satu tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran habitat dan aktifitas menggigit vektor
Anopheles spp di Kabupaten Tambrauw. Hasil
penelitian menunjukan karakteristik habitat jentik yang ditemukan dilokasi penelitian adalah saluran air, kolam semi permanen, bekas pijakan ban mobil truk dan bekas galian eskavator. Karateristik habitat yaitu salinitas perairan 0 ‰, suhu air habitat jentik 27-28 ˚C, dengan pH air normal 7,1 -7,6 dan kedalaman perairan 20-60 cm. Jenis tanaman di sekitar habitat yaitu algae, lumut, kangkung, enceng gondok dengan kerapatan tanaman agak jarang. Anopheles spp yang ditemukan di lokasi bersifat antrophofilik dan endofagik, mulai aktif menggigit pada pukul 19.00-20.00 WIT dan mencapai puncak kepadatan pukul 23.00-24.00 WIT malam hari. Di daerah daratan hutan (Kampung Bikar), di dapat rata-rata kepadatan Anopheles spp (An. punctulatus, An. koliensis dan An. farauti) orang per jam (MHD) di dalam rumah 0,39 nyamuk per orang per jam, sedangkan di luar rumah 0,33 nyamuk per orang per jam. Sedangkan untuk daerah pantai (Kampung Kwor) ditemukan Anopheles spp dengan tingkat kepadatan man hour density (MHD) di dalam rumah 0,14 per orang per jam, sedangkan MHD di luar rumah adalah 0,08 per orang per jam dan nilai Man biting rate (MBR) 0.13 per orang per malam. Kata kunci: Anopheles spp, aktivitas menggigit, habitat
================================== Klasifikasi DDC: 614.4
Yulidar, Veny Wilya
(Loka Litbang Biomedis Aceh, Kementerian Kesehatan RI)
Pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap malaria pada masyarakat di Kecamatan Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya, Aceh
JHECDs
Vol. 2 No. 1, Juni 2016, Hal. 28-32