• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISO 9000 MAINTENANCE IN SERVICE ORGANISATIONS : TALES FROM TWO COMPANIES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ISO 9000 MAINTENANCE IN SERVICE ORGANISATIONS : TALES FROM TWO COMPANIES"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ISO 9000 MAINTENANCE IN SERVICE

ORGANISATIONS : TALES FROM TWO

COMPANIES

KELOMPOK I :

FARDHIAN FARADHINA

P2CC10003

ROCHMAD KN

P2CC10013

(2)

Tujuan

Menyoroti dan meneliti sistem kualitas yang direncanakan dan hasilnya dalam hal perubahan dan perkembangan yang dicapai oleh 2 perusahaan hasil dari pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan pemeliharaan

Metodologi

Pendekatan studi kasus

Wawancara langsung terhadap 30 orang

Penyebaran 300 kuesioner di kedua perusahaan

Temuan

Terdapat persamaan dan perbedaan antara 2 perusahaan yang diteliti dalam menjaga standard ISO9000 mereka. Perusahaan dengan top

manajemen yang memiliki komitmen tinggi dan komunikasi internal yang lebih baik memiliki karyawan yang memiliki motivasi lebih baik. Dengan mengesampingkan lamanya waktu sertifkasi ISO9000, perusahaan yang menggabungkan aspek-aspek SDM yang lebih tinggi seperti penghargaan, pengakuan dan pemberdayaan kedalam system kualitasnya, menghasilkan karyawan dengan tingkat antusiasme dan komitmen yang tinggi pada

pemeliharaan system kualitas yang pada akhirnya menghasilkan partisipasi dan keterlibatan karyawan yang lebih baik dibandingkan dengan

perusahaan yang tidak menggabungkan aspek-aspek diatas.

(3)

Diperkenalkan di Malaysia sejak 1980

Pemerintah Malaysia mendorong para agen dan

departemen untuk meraih ISO 9000 sebagai

upaya untuk meningkatkan efsiensi dan

efektiftas pelayanan publik dan badan

pemerintahan

Terdapat 6800 ISO 9001:2000 terdaftar pada

perusahaan-perusahaan di Malaysia.

Walaupun banyaknya organisasi jasa yang

bersertifkasi ISO 9001:2000 di Malaysia, tetapi

para peneliti belum pernah mempelajari

bagaimana organisasi-organisasi tersebut

mempertahankan sertifkasi tersebut.

(4)

ISO 9001:2000 berisi 5 klausa utama, yaitu :

sistem manajemen mutu, tanggungjawab

manajemen, manajemen sumberdaya, realisasi

produk, dan pengukuran, analisa dan

pengembangan.

Prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam

standarisasi adalah organisasi yang berorientasi

pada pelanggan, kepemimpinan, keterlibatan

manusia, proses pendekatan, pendekatan sistem

dengan manajemen, perbaikan berkelanjutan,

pendekatan faktual untuk pengambilan

keputusan dan hubungan dengan pemasok yang

saling menguntungkan.

(5)

Mencegah proses manajemen kualitas yang

stagnan dan diterjemahkan ke dalam kegiatan

nyata pada semua tingkat organisasi

Sistem manajemen mutu harus selalu dinamis

untuk meningkatkan kualitas layanan internal dan

eksternal perusahaan

Memberikan alternatif antisipasi yang cepat dan

feksibel dari lingkungan kerja yang selalu

berubah

Permintaan atas kualitas dan nilai uang,

perubahan dan inovasi, untuk mempertahankan

keuntungan yang ada dari ISO 9000 serta untuk

menghindari penarikan sertifkasi ISO 9000

(6)

Kerangka kerja pemeliharaan

QMS

Sistem Manajemen Mutu

Aspek Struktural

Aspek Sosial

Dinamis

Persyaratan ISO

Pedoman

Prosedur

Pengendalian

Menampung

pemikiran

karyawan

Perasaan

Kepentingan

(7)

Sistem nilai organisasi yang menghasilkan

lingkungan yang kondusif untuk

pembentukan dan perbaikan kualitas

berkesinambungan (Evan dan Lindsay, 2005)

Yang terdiri dari : nilai-nilai, tradisi, prosedur

dan harapan dari kualitas promosi.

(8)

Budaya kualitas menyatu ke dalam organisasi ketika :

1. Perilaku individu sesuai dengan slogan perusahaan

2. Input pelanggan secara aktif dicari dan digunakan untuk terus meningkatkan kualitas

3. Karyawan terlibat dan diberdayakan

4. Pekerjaan dilakukan secara tim

5. Manajemen atas memiliki komitmen dan terlibat

6. Sumber daya yang memadai tersedia untuk perbaikan kualitas yang berkelanjutan

7. Pendidikan dan pelatihan disediakan untuk memastikan karyawan di semua tingkat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk perbaikan kualitas secara kontinyu

8. Sistem Penghargaan dan promosi yang berdasarkan atas kontribusi untuk perbaikan kualitas secara kontinyu

9. Karyawan dipandang sebagai konsumen internal

10.Pemasok diperlakukan sebagai rekan

(9)

Menurut By (2007) faktor agar organisasi siap berubah antara lain :

1. Menciptakan visi dan rasa urgensi

2. Memberdayakan tindakan secara menyeluruh

3. Mengkomunikasikan perubahan visi

4. Memobilisasi energi dan komitmen

Menurut Vakola & Nikolauo (2005) untuk meningkatkan kesiapan perubahan diperlukan :

5. Komunikasi yang efektif

6. Komtimen dari top manajemen

7. Alokasi sumberdaya

8. Hubungan kerja yang baik dan efektif

9. Penghargaan

10.Pelatihan

11.Partisipasi dalam perencanaan

(10)

Bagaimana perusahaan jasa

menjaga ISO 9000 mereka ?

Apakah ada perbedaan atau

persamaan dari pendekatan yang

diadopsi?

Apa hasil yang diperoleh dari 2

perusahaan sebagai hasil dari

menjaga sistem manajemen mutu

ISO 9000 ?

(11)

Pendekatan studi kasus

Kedua perusahaan dipilih berdasarkan

1.

merupakan perusahaan bersertifkat ISO 9000

2.

Telah tersertifkasi lebih dari 3 tahun

3.

Merupakan perusahaan jasa

Wawancara langsung terhadap 30 orang dalam

kurun waktu 13 minggu dengan manajemen atas,

menengah dan bawah, manajer operasional, pejabat

QC, dan perwakilan manajemen sistem mutu.

Penyebaran 300 kuesioner di kedua perusahaan

Kriteria Stratifkasi sampel : departemen dan tingkat

jabatan

(12)

Merupakan anak perusahaan penerbangan besar yang

dibentuk untuk menangani pengiriman kargo keseluruh

dunia melalui jaringan global perusahaan induk.

Ruang lingkup sistem kualitas

Perencanaan penyewaan armada pesawat untuk

transportasi kargo dan penyediaan jasa penanganan

kargo di darat serta operasional gudang atasnama

perusahaan induk dan maskapai pelanggan.

Persiapan menghadapi ISO 9001:2000 dimulai pada

Juni 2003 dengan menggunakan konsultan dan 6 bulan

kemudian MK meraih MS ISO 9001:2000.

Sebelum ISO 9000, MK mengalami kerugian dan

dengan ISO 9000 perusahaan menginginkan

peningkatan efsiensi pada kegiatan operasionalnya.

(13)

Merupakan suatu anak perusahaan dengan

kegiatan mengatur dan mengoperasikan jalan tol

dibawah konsesi pemerintah Malaysia.

XY mulai mempersiapkan ISO 9001:2000 sejak

1998 tanpa penunjukan konsultan dimana 1 tahun

kemudian XY meraih ISO tersebut.

XY menginginkan variasi aktivitas bisnisnya dan

memperluas bisnisnya ke wilayah lain baik lokal

maupun internasional, oleh karena itu sertifkasi

ISO 9000 merupakan alat untuk memasarkan

perusahaan dan meningkatkan citranya terhadap

pelanggan yang sudah ada dan pelanggan

potensial.

(14)
(15)

Karyawan di MK secara positif setuju dengan komitmen dan

keterlibatan top manajemen mereka dalam

mempertahankan ISO 9000.

Komunikasi dalam perusahaan sangat efektif

Karyawan diberdayakan dan diberi imbalan yang sesuai

usaha mereka

Pelatihan karyawan secara kontinyu disediakan

Sistem dan proses kerja secara kontinyu berkembang

Hubungan dengan pemasok sangat baik

Perusahaan fokus pada pelanggan

Individu-individu dalam perusahaan bekerja secara tim

Kinerja terukur dan data dianalisa

Alat dan teknik statistik digunakan untuk perbaikan kualitas

Karyawan merasa tingkat imbalan yang diberikan tidak

sesuai dengan kinerja mereka

(16)

Karyawan merasa terdapat kekurangan pada :

1.

Dorongan untuk partisipasi dan keterlibatan

karyawan dalam kegiatan perusahaan

2.

Partisipasi dalam mencapai tujuan organisasi

3.

Pengambilan keputusan yang berkaitan dengan

pekerjaan mereka

4.

Evaluasi atas kebutuhan pelatihan dan pelatihan

5.

Umpan balik karyawan

6.

Pengukuran atas kepuasan dan kinerja karyawan

7.

Hubungan antara imbalan dan kinerja mereka

8.

Praktek multi-tasking

9.

Hubungan dengan pemasok

(17)

Perubahan yang positif terjadi karena adanya

pengembangan pada proses, dokumentasi,

dan sistem dari kedua perusahaan dalam

mempertahankan ISO 9000

MK mendapat keuntungan lebih dalam hal

karyawan ingin berkontribusi dan proaktif,

berkomitmen dan terlibat, lebih positif

tentang sistem kualitas, dan semangat

mereka meningkat karena keterlibatan dan

partisipasi yang tinggi dalam

mempertahankan ISO 9000

Kedua perusahaan lebih peduli dan

mempunyai pengetahuan lebih tentang

proses dan peran mereka dalam memberikan

pelayanan. Dalam hal teknologi kedua

perusahaan juga menjadi lebih canggih.

(18)

Komitmen top manajemen harus tampak

jelas dan didukung dengan tindakan

nyata

Mengakui dan pemberian penghargaan

atas kinerja

Individu-individu harus siap dan

dipersiapkan untuk menjaga ISO 9000

Integrasi aspek teknis dan SDM

Infrastruktur dan sumberdaya untuk

mejaga ISO 9000

Hubungan dengan sub-kontraktor

Budaya kualitas

(19)

Implikasi bagi peneliti lain

Implikasi atas desain penelitian

Implikasi untuk komite teknis ISO 9000

(20)

Hasil penelitian kurang bisa diaplikasikan pada

organisasi jasa di industri lain

Hasil dari penelitian ini berasal dari pengumpulan

data di satu wilayah dan tidak dapat

di-generalisasi-kan di wilayah lain

Hasil penelitian ini kurang atau bahkan tidak

berlaku di negara lain karena perbedaan budaya

Dari hasil penelitian ini hanya menghasilkan

jawaban secara nyata karena kurangnya

kegagalan dalam menjaga standar menyebabkan

kurangnya jawaban teoritis dimungkinkan.

(21)

Kurangnya pembedaan implementasi dan pemeliharaan ISO 9000

di organisasi jasa

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut atas perbedaan dan

persamaan dalam mempertahankan QMS di perusahaan jasa lain

Perlu dilakukan penelitian di negara lain

Perlu dilakukan penelitian di sektor jasa lain untuk

membandingkan faktor sukses dalam menjaga ISO 9000

Perlu dilakukan penelitian di sektor jasa lain untuk

membandingkan masalah dan tantangan dalam menjaga ISO 9000

Perlunya penelitian terhadap perusahaan jasa lain atas kemajuan

yang didapat dari menjaga ISO 9000

Perlunya penelitian atas pengaruh mempertahankan ISO 9000

terhadap aspek-aspek SDM

Perlunya penelitian atas alasan mengapa perusahaan gagal

mempertahankan ISO 9000

Perlunya penelitian atas apa yang harus dilakukan setelah

sertifkasi dan mempertahankan standar telah tercapai di sektor lain.

(22)

Perusahaan dengan komitmen top manajemen yang

tinggi dan komunikasi internal yang lebih baik memiliki

karyawan yang lebih termotivasi

Perusahaan yang menggabungkan aspek SDM yang

lebih tinggi seperti penghargaan, pengakuan dan

pemberdayaan ke dalam sistem kualitasnya berimbas

pada antusiasme karyawan dan komitmen untuk

menjaga sistem kualitas yang tinggi yang

menghasilkan partisipasi dan keterlibatan karyawan

yang lebih baik, dan kepuasan karyawan tercapai.

Implementasi dan pemeliharaan berkelanjutan ISO

9000 membawa perubahan positif dan perkembangan

pada perusahaan jasa dan jika dijaga secara efektif,

ISO 9000 dapat menghasilkan lebih banyak

keuntungan bagi perusahaan

Untuk menjaga sistem kualitas secara efektif,

perusahaan berstandar ISO harus menyatukan

aspek-aspek SDM dan individu kedalam sistem manajemen

kualitasnya.

Referensi

Dokumen terkait

(2007) melakukan penelitian tentang bagaimana karakteristik tugas seperti kompleksitas tugas mungkin memoderasi hubungan kinerja orientasi tujuan dan dengan

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta di bagian perawatan Lantai VA, Lantai VC, Lantai IVA, Lantai IVC dan Emergency dilakukan pada bulan

Karimunjawa, Teknik Pengamatan Isi Lambung Ikan Sidat (Anguilla marmorata) Hasil Tangkapan di Das Poso, Sulawesi Tengah, Komposisi Hasil Tangkapan dan Aspek Penangkapan Purse

s halom, hidup kita tidak ternilai harganya semahal darah Yesus, belajarlah menghargai orang lain sewajarnya, sebab mereka masih belum tahu harga hidup mereka, sementara jika

bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, PARA PIHAK sepakat untuk mengikatkan diri dalam Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan, dengan ketentuan

Jumlah total lokasi container 20’ dan 40’ harus sama dengan total jumlah lokasi dalam kapal, dimulai dari satu sampai jumlah lokasi yang telah ditentukan.. Pembangkitan N

Dari pengembangan skenario yang telah dilakukan, didapatkan simpulan bahwa akan lebih baik jika produsen memperhitungkan hasil dari pengembangan skenario garansi terlebih