• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Penelitian dan id bab 11

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Penelitian dan id bab 11"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Surabaya, Juni 2014

(2)
(3)
(4)
(5)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Motto

Persembahan

Abstrak

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan

BAB II Kajian Pustaka

BAB III Penyajian Data

BAB IV Analisis Data

BAB V Penutup

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah

Dari tahun - ke tahun pertumbuhan dan perkembangan wilayah perkotaan ( urban areas ) terjadi dengan sangat pesat, hal ini mudah di lihat dan sering kita jumpai di indonesia, salah satunya di kota surabaya. Surabaya yang merupakan kota terbesar ke-2 setelah jakarta secara faktual mengalami pertumbuhan wilayah yang pesat, disamping itu terjadi pula perkembangan kawasan kota yang sangat meningkat, hal ini merupakan salah satu penyebab tersisihnya kampung - kampung yang berada di perkotaan. Salah satunya adalah masyarakat yang berada di tengah hiruk pikuk kendaraan di jalan raya. Masyarakat tersebut yang sering kita kenal dengan masyarakat Kampung Tengah Kota.

Masyarakat kampung di kota - kota besar sepatutnya untuk di perhatikan, fenomena kampung di tengah kota ini merupakan hal yang menarik untuk dibahas dan dikaji sebab dari sinilah kita akan mengetahui kegiatan masyarakat kampung tengah kota terutama dari segi komunikasi politik masyarakat kampung tengah kota. Bagaiman pelaku politiknya serta peranan pelaku politik tersebut terhadap masyarakat yang lannya. Terjadinya komunikasi adalah sebagai konsekuensi hubungan sosial ( Social Relations ) masyarakat, paling sedikit dua orang yang saling berhubungan satu sama lainnya yang menimbulkan sebuah interaksi sosial ( Social Interaction ), terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi.

(7)

awalnya berupa kampung dan tetap di pertahankan hingga saat ini oleh penduduknya, dan disini saya akan mencoba untuk menelusuri tentang kehidupan masyarakat kampung tengah kota terutama dari cara mereka memberikan partisipasinya dalam dunia politik di indonesia..

Perpolitikan pada saat ini telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan perpolitikan di Indonesia yang semakin kian terbuka dan transparan. Kita telah melaksanakan pemilu legislatif dan pemilihan presiden secara langsung, suatu ritual demokrasi dimana partisipasi rakyat dibutuhkan dapat dilembagakan secara berkala dan regular.

Kampung taman pelangi atau sering disebut juga kampung tengah kota, kampung ini terletak tepat di tengah kota di surabaya, kampung ini terbilang di abaikan oleh pemerintah kota surabaya, kampung yang terletak di keramaian sering di kesampingkan, banyak orang lewat disekitar kampung ini akan tetapi mereka tidak mengetahui keberadaan kampung tersebut, hal itu di karenakan keadaan kampung yang tergolong sangat kecil dan seolah - olah hanya seperti lahan kosong di pinggir jalan.

(8)

masyarakat Kampung Tengah Kota. Sejauh mana masyarakat kampung tengah kota

tersebutmemahami mengenai dunia politik indonesia. Dalam komunikasi politik, partisipan adalah anggota khalayak yang aktif, yang tidak hanya memperhatikan apa yang dikatakan oleh para pemimpin politik, tetapi juga menanggapi dan bertukar pesan dengan para pemimpin itu.1

Pemilihan umum adalah suatu proses dari sistem demokrasi, hal ini juga sangat penting dalam kehidupan bernegara. Dalam pemilihan umum, rakyat berperan penuh untuk memilih siapa wakilnya yang layak menduduki parlemen dan struktur pemerintahan. Sistem politik di Indonesia sendiri telah menggunakan hak rakyat dalam pemilihan presiden dan kepala daerah. Pemilihan umum seharusnya menjadi salah satu penyalur inspirasi, dimana masyarakat wajib memilih dan menentukan siapa pemimpin yang layak dan dipercayainya bisa membawa aspirasi dan harapan mereka agar lebih baik di masa akan datang. Pemilihan yang berkualitas dapat di ukur dari tingkat partisipasi pemilih dan rendahnya golput.

Fenomena dan keadaan politik jelang diadakannya Pemilu ditahun ini, yang sangat nampak adalah “ adu strategi ” yang di lakukan oleh masing-masing kandidat. Setiap kandidat memiliki strategi khusus dan tersendiri untuk meraih simpati dan dukungan dari para pemilih. Adu strategi yang di maksud di sini adalah suatu persaingan yang di lakukan para kandidat melalui berbagai media komunikasi yang ada baik cetak maupun elektronik. Karena setiap media dibiasakan terhadap indra tertentu dan penggunaan media menghasilkan pola indera manusia, akibatnya ialah bahwa media mempunyai akibat yang sangat kuat terhadap orang yang mengunakannya.2

1 Dan Nimmo, Komunikasi politik : Komunikator, pesan, dan media ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1989 sd. 2008) hal. 171.

(9)

Kampanye politik adalah salah satu bentuk komunikasi politik yang sedang marak untuk menarik sebuah opini publik. Saluran-saluran komunikasi seperti media cetak dan elektronik pun banyak digunakan. Para kandidat berbenah diri dalam menunjukkan sosok yang dekat dengan masyarakat, menawarkan program, menunjukkan karya nyata dan menjanjikan perubahan. Pengunaan media massa sebagai tempat kampanye para kandidat memiliki pengaruh tersendiri. Salah satu kunci kemenangan adalah mengenal masyarakat. Dengan menyajikan produk politik yang baik mulai dari kemasan, isi dan tampilan menarik serta mempunyai intensitas atau kemampuan menonton lebih banyak mampu mempengaruhi masyarakat dan melakukan tindak memilih kandidat. Sasaran utama dari kampanye yakni masyarakat yang memiliki hak pilih. Keikutsertaan pemilih dalam mengikuti kampanye di media massa diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap pelaksanaan pemilu ditahun ini. Media massa juga mampu memberi wawasan politik bagi masyarakat Kaampung Tengah Kota ini, karena dengan media yang dimiliki masyarakat tersebut kampanye politik dapat diterima oleh masyarakat.

(10)

B. Rumusan Masalah

1. Siapa pelaku politik yang berpengaruh di Kampung Tengah Kota “ masyarakat Jemur Gayungan I “ ?

2. Bagaimanakah peran pelaku politik masyarakat Kampung Tengah Kota ? C. Tujuan Penelitian

1. Untuk memahami dan mendeskripsikan pelaku politik yang beerpengaruh pada masyarakat Kampung Tengah Kota.

b) Dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan masalah yang sejenis.

2. Manfaat Praktis 1. Bagi Peneliti

1) Memberikan pengalaman untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama kuliah kedalam karya nyata

2) Memberikan pengetahuan mengenai komunikasi politik yang digunakan oleh masyarakat kampung tengah kota yang terisolasi dari kampung lain

2. Bagi Mahasiswa

1) Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan menambah wawasan tentang komunikasi politik yang sering digunakan oleh masyarakat kampung tengah kota

(11)

E. Kajian Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti Agung Cahyo Nugroho

Jenis Karya Skripsi

Tahun 2009

Metode Penelitian Kualitatif

Hasil Temuan

Penelitian

a. Menciptakan kondisi urbanitas dan ruang kota yang berkelanjutan, yang bertolak pada eksistensi kampung kota sebagai tempat bermukim masyarakat kota.

b. Keseimbangan yang proporsional antara kekuatan masyarakat melalui partisipasi dan tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan sistem politik yang demokratis, plural dan toleran menuju masyarakat post-modern asia.

(12)

keikutsertaannya pada pesta demokrasi yang ada di indonesia.

Perbedaan

Kajian dalam penelitian ini akan lebih difokuskan pada peran masyarakat Kampung Tengah Kota dalam partisipasinya didunia perpolitikan indonesia, penelitian kali ini juga akan mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung komunikasi poitik.

F. Definisi Konsep

Dalam penelitian yang akan dilakukan mengenai komunikasi politik yang dilakukan oleh masyarakat kampung tengah kota terutama dalam segi pelaku politik dan peranannya terhadap masyarakat yang lain, maka dapat dipilah menurut beberapa definisinya :

1) Komunikasi Politik

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sehingga menghasilkan efek. Sedangkan, arti dari politik adalah sistem kekuasaan. Komunikasi Politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor - aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa dipahami sebagai komunikasi antara " yang memerintah " dan " yang diperintah ". Menurut Gabriel Almond : komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik.

Terdapat 3 kategori komunikator politik utama yaitu: 1. Politikus (politics disingkat pols)

(13)

a) Wakil suatu kelompok / langganan, disebut juga makelar, yaitu orang yang melakukan politik dengan tujuan kepentingan politik kelompoknya. Ini seperti politik dagang sapi.

b) Ideolog atau orang yang mengejar tujuan untuk kebajikan lebih luas, bahkan mereka ingin melakukan reformasi atau revolusi sekalian. Para ideolog ini biasanya disebut pesilat lidat yaitu orang yang menawarkan gagasan lebih baik.

Politikus bisa dilihat dari 3 hal

1. orang yang berada di dalam atau di luar jabatan pemerintah 2. berpandangan nasional atau subnasional (daerah)

3. berurusan dengan masalah ganda atau tunggal. 2. Profesional (pros)

Kelompok profesional ini muncul karena adanya media massa seperti koran atau televisi dan media khusus seperti majalah atau radio. Profesional disebut juga makelar simbol yaitu orang yang menerjemahkan sikap pengetahuan dan minat suatu komunikast bahasa ke dalam komunitas bahasa lain yang berbeda tetapi menarik dan dapat dimengerti. Pada masyarakat Kampung Tengah Kota kelompok – kelompok ini sangat dibutuhkan demi kemajuan perpolitikan masyarakat tersebut.

Komunikator profesional ini dapat dibagi menjadi 2 jenis :

a) Jurnalis yaitu karyawan organisasi berita. Jurnalis ini memiliki fungsi :

- Mengatur pemimpin pemerintah berbicara satu sama lain. - Menghubungkan pemimpin pemerintah dengan publik umum - Menghubungkan publik umum dengan pemimpin pemerintah.

b) Promotor, yaitu orang yang dibayar untuk mengajukan kepentingan langganan tertentu seperti :

- Agen publisitas tokoh masyarakat

- Personel humas organisasi masyarakat atau swasta. - Sekretaris pers kepresidenan.

- Personel periklanan

(14)

Aktivis politik adalah orang yang terjun ke dalam politik hanya part time ( waktu senggang ) maka disebut juga volunteer atau sukarelawan. Pada masyarakat Kampug Tengah Kota, golongan muda mampu mendapatkan informasi / dapat terus mengupdate mengenai dunia perpolitikan yang ada disekitar Kampung Tengah Kota. Aktivis politik terdiri dari 2 jenis :

a) Juru bicara kepentingan terorganisasi. Ia menjadi juru bicara atau penyambung lidah kepentingan organisasi contohnya pemimpin gerakan sosial, hasyim muzadi juru bicara Ormas NU.

b) Pemuka pendapat, yaitu orang yang dihormati, diminta petunjuk dan informasi oleh masyarakat berkaitan dengan suatu peristiwa politik. Biasanya pemuka pendapat berfungsi untuk :

- Mempengaruhi keputusan orang lain

- Meyakinkan orang lain kepada cara berpikir mereka - Meneruskan informasi politik dari media ke masyarakat. 2)

3) Masyarakat Kampung Tengah Kota

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan - hubungan dalam kehidupan bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua hubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek - aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

i. Syarat – Syarat Menjadi Masyarakat

1) Harus ada sekumpulan manusia dan harus banyak. 2) Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama

(15)

3) Adanya aturan - aturan atau undang - undang yang mengatur masyarakat untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.

ii. Pengertian Masyarakat Kota

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri - ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Pengertian masyarakat perkotaan menurut para ahli :

1) Max Weber

Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

2) Dwigth Sanderson

Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih. Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.

iii. Ciri Masyarakat Kota

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

(16)

2) Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.

3) Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.

4) Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.

5) Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

(17)

Banyak keluhan yang sering kita dengar dari beberapa warga yang berada disana, antara lain mereka terlalu sulit untuk berinteraksi dengan warga kampung sebelah dikarenakan akses yang tidak memenuhi dan polusi yang di akibatkan dari kendaraan bermotor yang melewati jalan membuat penduduk di daerah tersebut sering mengalami batuk – batuk dan penyakit sesak nafas.

Namun secara garis besarnya dalam penelitian yang akan dilakukan adalah mengenai komunikasi politik yang digunakan oleh masyarakat kampung tengah kota di Jemur Gayungsari 1 surabaya. Di harapakan dari penelitian yang akan dilakukan akan menjawab apa dan bagaimana pelaku politik sangat berpengaruh pada masyarakat Kampung Tengah Kota ini.

G. Metode Penelitian.

Dalam penulisan pada penelitian dibutuhkan sebuah metode penelitian. Metode penelitian adalah suatu cara melakukan penelitian untuk mencari, memperoleh, mengumpulkan data baik data primer maupun sekunder dengan tujuan dan kegunaan untuk keperluan menyusun karya suatu ilmiah.

Menurut Sugiyono, Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sedangkan pengertian Menurut I Made Wirartha, metode penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan atau mempersoalkan cara-cara melaksanakan penelitian ( yaitu meliputi kegiatan - kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun laporannya ) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah.

1. Pendekatan

(18)

Model pendekatan ini dipilih karena pendekatan interaksi simbolik berusaha untuk memahami bahwa kesadaran manusia dan makna subjektifnya sebagai fokus untuk memahami tindakan sosial.

Interaksi simbolik merupakan pendekatan yang berasumsi bahwa pengalaman manusia ditengahi oleh penafsiran. Esensi interaksi simbolik adalah suatu aktivitas yang merupakan ciri khas manusia, yakni komunikasi atau pertukaran simbol yang diberi makna. Perspektif interaksi simbolik berusaha memahami perilaku manusia dari sudut pandang subjek. Perspektif ini menyarankan bahwa perilaku manusia harus dilihat sebagai proses yang memungkinkan manusia membentuk dan mengatur perilaku mereka dengan mempertimbangkan ekspektasi orang lain yang menjadi mitra mereka.

Menurut teoritisi interaksi simbolik, kehidupan sosial pada dasarnya adalah “interaksi manusia dengan menggunakan simbol-simbol”. Mereka tertarik pada cara manusia menggunakan simbol-simbol yang mempresentasikan apa yang mereka maksudkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, dan juga pengaruh yang ditimbulkan penafsiran atas simbol-simbol ini terhadap perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi sosial. 2. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dimana penulis mencoba untuk meneliti atau menganalisa dengan mencoba memberikan gambaran dan penjelasan mengenai kenyataan empiris yang dijadikan objek penelitian.

(19)

Subjek penelitian kali ini Ketua RT serta beberapa masyarakat yang ada di Kampung Tengah Kota, di Jemur Gayungan I, Jemursari Surabaya. Kampung tengah kota adalah kampung kecil yang di tengah Jl. Ahmad Yani, Jemursari Surabaya.

b. Objek

Dalam sebuah penelitian jenis data yang diperlukan, digolongkan menjadi dua yakni:

 Jenis Data Primer

Data primer merupakan suatu data yang diperoleh saat melakukan penelitian langsung di lapangan. Dalam hal ini, peneliti memperoleh data tentang faktor pendukung dan penghambat mayarakat kampung tengah kota dalam keikutsertaannya pada pesta demokrasi di indonesia. Serta bagaimana proses masyarakat kampung tengah kota memberikan aspirasinya dalam pesta demokrasi yang ada di indonesia.  Jenis Data Sekunder

Data sekunder merupakan data pendukung dari data primer yang diperoleh melalui usaha peneliti sendiri misalnya dokumentasi kegiatan, foto, dan lain sebagainya.

J. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:  Sumber Data Primer

(20)

Penentuan sumber data primer menggunakan metode purposive sampling, yakni dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih. Sampling yang purposive adalah sampel yang dipilih dengan cermat hingga relevan dengan desain penelitian. Peneliti akan berusaha agar dalam sampel itu terdapat wakil-wakil dari segala lapisan. Dengan demikian diusahakannya agar sampel itu memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi sehingga dapat dianggap cukup representatif.3

Peneliti juga menggunakan teknik snow ball sampling. Hal ini dimungkinkan karena kemungkinan peneliti akan menemukan informan tambahan selama penelitian.

Snow ball sampling adalah dari jumlah subyek yang sedikit, semakin lama berkembang menjadi banyak. Dengan teknik ini, jumlah informan yang akan menjadi subyeknya akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan dan terpenuhinya informasi.4

Untuk menghindari kesalahan dalam penunjukan informan, maka peneliti menentukan beberapa kriteria. Pertama, informan adalah orang yang dianggap paling mengetahui tentang komunikasi politik yang akan diteliti. Kedua, informan juga mengetahui seluk-beluk masyarakat Kampung Tengah Kota.

 Sumber Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data yang sudah ada yang dimiliki oleh masyarakat Kampung Tengah Kota. Data sekunder merupakan sumber data lapangan tambahan yang berfungsi sebagai pendukung data primer. Data primer berupa hasil wawancara dengan ketua RT dan 3 Nasution. S, Metode Research (Jakarta : Bumi Aksara, 1996) hal. 98

(21)

beberapa informan yang ada di Kampung Tengah Kota. Sedangkan pendukungnya, sumber data sekunder berupa dokumentasi foto kegiatan atau selama proses pembelajaran berlangsung.

K. Tahap – Tahap Peanelitian

Dalam melakukan penelitian kualitatif, perlu mengetahui tahap-tahap yang akan dilalui dalam proses penelitian ini. Ada-pun tahap penelitian secara umum terdiri dari empat tahap, yaitu 5 :

a. Tahap Pra-lapangan

Dalam melakukan tahapan ini peneliti perlu mempertimbangkan etika dalam penelitian lapangan, yang diuraikan sebagai berikut:

 Memilih lapangan penelitian, dalam pemilihan lapangan penelitian peneliti harus mempertimbangkan hal-hal yang mungkin menyulitkan peneliti dalam melakukan penelitian di Kampung Tengah Kota misalnya, keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu, biaya, dan tenaga.

 Mengurus perizinan, peneliti mengurus perizinan dibagian Prodi Ilmu Komunikasi dan diajukan ketua RT atau pengurus bagian perizinan di Kampung Tengah Kota.

 Memilih dan memanfaatkan informan, hal ini dilakukan untuk membantu mempermudah memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan dari beberapa informan yang memiliki kredibilitas dalam pemenuhan data dan yang sesuai dengan kriteria peneliti..

 Menyiapkan perlengkapan penelitian, semua perlengkapan yang bersifat teknis maupun non teknis peneliti siapkan secara sempurna. b. Tahap Pekerjaan Lapangan

Dalam tahap ini, peneliti mulai masuk pada lapangan penelitian guna mencari data yang akurat serta dibatasi tiga bagian yaitu :

 Memahami latar penelitian

(22)

Memahami latar penelitian diperlukan agar peneliti lebih mengetahui seluk beluk Kampung Tengah Kota yang menjadi tempat penelitian. Hal ini dilakukan dengan cara, mengikuti mengamati dan menganalisis kegiatan di Kampung tengah Kota terutama mengenai komunikasi politik yang terjadi pada masyarakat tersebut sebelum menulis laporan penelitian.

 Memasuki lapangan

Kegiatan ini dilakukan denga cara mengikuti kegiatan politik di Kampung Tengah Kota, sehingga dengan hal itu peneliti dapat mengetahui proses komunikasi politik yang terjadi pada Kampung Tengah Kota tersebut.

 Berperan serta sambil mengumpulkan data

Kegiatan ini dilakukan dengan cara mendekati narasumber pada saat berlangsungnya kegiatan serta melakukan wawancara dengan berbagai informan yang masuk dalam kriteria sebagai informan. Pengumpulan data juga dilakukan melalui kegiatan dokumentasi. c. Tahap Analisis Data

Analisis data kualitatif (Bogdan dan Biklen, 1982) dalam buku metode penelitian kualitatif, Lexy J. Moleong adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada oprang lain.6

Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan semua data - data berupa hasil wawancara, pengamatan lapangan, serta dokumen - dokumen yang

(23)

mendukung yang kemudian disusun, dikaji, serta ditarik kesimpulan dan dianalisa dengan analisis induktif.

d. Tahap penulisan laporan

Penulisan laporan merupakan hasil akhir dari suatu penelitian sehingga peneliti mempunyai pengaruh terhadap hasil laporan. Hal ini dilakukan peneliti setelah mengikuti kegiatan di Kampung Tengah Kota, dan menganalisnya.

L. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer didapat dengan melakukan teknik pengumpulan data melalui :

a. Wawancara Mendalam (Depth Interiew)

Wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam. Wawancara ini dilakukan dengan frekuensi tinggi ( berulang - ulang ) secara intensif.7 Informan pada penelitian kali ini diambil dari sumber data primer, yaitu: Pelaku Politik yang berpengaruh di Kampung Tengah Kota.

b. Pengamatan

Pengamatan dilakukan selama berada di Kampung Tengah Kota. Pengamatan dilakukan dengan meneliti langsung kegiatan yang berada di Kampung Tengah Kota. Seperti contoh bagaimana terjadinya proses penyuluhan kepada masyarakat mengenai pemilihan umum. Metode ini lebih memungkinkan

(24)

periset mengamati kehidupan individu atau kelompok, dimana terdapat setting yang riil tanpa dikontrol atau diatur secara sestematis seperti riset eksperimental.

c. Dokumentasi

Dokumentasi diperlukan untuk memperkuat fakta yang ditemukan dari penelitian yang lakukan. Dokumentasi yang diambil berupa foto, hasil wawancara tertulis, serta dokumentasi kegiatan yang dimiliki Kampung Tengah Kota.

M. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari pelaksanaan observasi dianalisis secara kualitatif. Sedangkan data analisis kebijakan pemerintah menggunakan metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap mengenai gejala sosial tertentu. Metode ini digunakan untuk pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang jelas dan baik terhadap suatu masalah tertentu dan didalam suatu daerah tertentu.

Analisis data kualitatif ( Bogdan & Biklen, 1982 ) dalam buku metodologi penelitian kualitatif karya Lexy J. Moleong adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.8

(25)

Analisis data dalam penelitian kualitatif selalu bersifat induktif, alur kegiatan analisis terjadi secara bersamaan dengan9 :

a. Reduksi data, dengan melakukan pemilihan dan menganalisa data-data yang didapat. Proses ini akan dilakukan selama penelitian.

b. Display data, dari sebagian data yang telah didapat akan langsung diolah sebagai setengah jadi yang nantinya akan dimatangkan melalui data-data selanjutnya.

c. Verifikasi dan penarikan kesimpulan, merupakan suatu kegiatan dari konfigurasi yang utuh, membuat rumusan proposisi yang terkait dan mengangkatnya sebagai temuan penelitian. Dari sini peneliti akan mulai mencari arti dari setiap data yang terkumpul, menyimpulkan serta memverikasi data tersebut.

Pada tahap reduksi data peneliti berusaha untuk memilah data-data yang dianggap penting dan akurat. Baik data dari sumber primer maupun data dari sumber ssekunder, oleh karena itu, pada tahap ini membutuhkan ketelitian dan kecermatan agar tidak salah dalam memilih data yang paling akurat.

Berikutnya dari data yang sudah diperoleh dan dipilah mana yang akurat, akan diolah menjadi setengah jadi. Hal tersebut berlangsung sementara, karena jika ada data baru yang lebih akurat, maka data sebelumnya akan dihapus. Ini terjadi pada tahap display data.

Tahap berikutnya adalah verifikasi dan penarikan kesimpulan setelah data yang diperoleh dari penelitian di Kampung Tengah Kota keikutsertaan / peran masyarakat Kampung Tengah Kota mengena dunia politik yang ada di indonesia, maka akan diambil kesimpulan yang akan menjadi hasil temuan dalam penelitian.

N. Teknik Keabsahan Data

Dalam penelitian ini teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu10 :

9Ibid. hal.150-151

(26)

1. Perpanjangan keikutsertaan, peneliti dengan perpanjangan keikutsertaannya akan banyak mempelajari ‘kebudayaan’, dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi, baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari informan serta membangun kepercayaan subjek. Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut agar peneliti terjun ke lokasi dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi jika ditemukan data yang tidak valid. Dalam perpanjangan keikutsertaan, peneliti melakukannya dengan cara mengamati dan menganalisis kegiatan di Kampung Tengah Kota dengan mendatangi lokasi langsung

2. Pemeriksaan sejawat melalui diskusi, teknik ini dilakukan dengan mengekpos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Cara yang dilakukan adalah mengumpulkan rekan-rekan yang sebaya serta memiliki pengetahuan umum yang sama tentang komunikasi politik khususnya di Kampung Tengah Kota, sehingga bersama mereka peneliti dapat me-review persepsi, pandangan dan analisis yang sedang dilakukan. 3. Trianggulasi, teknik ini merupakan pemeriksaan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu yang lain. Trianggulasi merupakan cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam suatu studi sewaktu mengumpulkan data tentang berbagai kejadian dalam berbagai pandangan. Peneliti melakukannya dengan cara mengajukan berbagai macam pertanyaan kepada informan, mengecek dengan sumber-sumber data yang didapat, serta memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan data dapat dilakukan.

O. Jadwal Penelitian

(27)

Bulan

Feb Mar Apr Mei Jun Jul

1 Pra Survey X

2 Pembuatan Proposal X X

3 Diskusi proposal X X

4 Pengumpulan Data X X

5 Analisis Data X X

6 Membuat Laporan Penelitian

X X

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Tinjauan Komunikasi

a. Pengertian Komunikasi

(28)

adalah pertukaran pesan verbal maupun non verbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku (Arni Muhammad, 2000: 5).

Proses komunikasi yang terjadi merupakan proses yang timbal balik karena si pengirim dan si penerima saling mempengaruhi satu sama lain. Sedangkan pengertian yang lain dari komunikasi adalah memberikan informasi, pesan, gagasan, ide, pikiran, perasaan, kepada orang lain dengan maksud agar orang lain berpartisipasi yang pada akhirnya informasi, pesan, gagasan, ide, pikiran, perasaan tersebut menjadi milik bersama antar komunikator dan komunikan (Karti Soeharto, 1995: 11).

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa komunikasi adalah proses yang timbal balik antara si pengirim kepada si penerima yang saling mempengaruhi satu sama lain dan di dalamnya terdapat informasi, pesan, gagasan, ide, pikiran dan perasaan. Sedangkan Karti Soeharto (1995: 22) menyebutkan bahwa kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan guru dalam menciptakan ikim komunikatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran.

b. Unsur - unsur Komunikasi

Arni Muhammad (2000: 17) menyatakan unsur-unsur komunikasi ada 5 yaitu:

a) Komunikator

Komunikator adalah individu atau orang yang mengirim pesan-pesan atau informasi yang akan dikirimkan berasal dari otak si pengirim pesan.

b) Pesan

Pesan adalah informasi yang akan dikirimkan kepada si penerima pesan. Ini dapat berupa verbal maupun non verbal.

(29)

Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim dengan si dikirimkan kepada si pengirim pesan. Diinterpretasikan sama oleh si penerima berarti komunikasi tersebut efektif.

2. Tinjauan Politik

a. Pengertian Politik

Politik (dari bahasa Yunani: politikos, yang berarti dari, untuk, atau yang berkaitan dengan warga negara), adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.11 Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain.

politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara

politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik,

(30)

partisipasi politik, proses politik, dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.

b. Ilmu Politik Teori politik

Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya. Bahasan dalam Teori Politik antara lain adalah filsafat politik, konsep diktatorisme, fasisme, federalisme, feminisme, fundamentalisme keagamaan, globalisme, imperialisme, kapitalisme, komunisme, liberalisme, libertarianisme, marxisme, meritokrasi, monarki, nasionalisme, rasisme, sosialisme, theokrasi, totaliterisme, oligarki dsb. Lembaga Politik

(31)

Pemilihan pejabat, yakni proses penentuan siapa yang akan menduduki jabatan tertentu dan kemudian menjalankan fungsi tertentu (sering sebagai pemimpin dalam suatu bidang/masyarakat tertentu) adalah lembaga demokrasi. Bukan lembaga pemilihan umumnya (atau sekarang KPU-nya) melainkan seluruh perilaku yang terpola dalam kita mencari dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin ataupun wakil kita untuk duduk di parlemen.

Persoalan utama dalam negara yang tengah melalui proses transisi menuju demokrasi seperti indonesia saat ini adalah pelembagaan demokrasi. Yaitu bagaimana menjadikan perilaku pengambilan keputusan untuk dan atas nama orang banyak bisa berjalan sesuai dengan norma-norma demokrasi, umumnya yang harus diatasi adalah mengubah lembaga feodalistik (perilaku yang terpola secara feodal, bahwa ada kedudukan pasti bagi orang-orang berdasarkan kelahiran atau profesi sebagai bangsawan politik dan yang lain sebagai rakyat biasa) menjadi lembaga yang terbuka dan mencerminkan keinginan orang banyak untuk mendapatkan kesejahteraan.

(32)

berhubungan dengan individu lain sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.

B. Kajian Teori

Alur penelitian komunikasi politik dalam Kampung Tengah Kota yang terjadi pada masyarakat tersebut dalam upaya peningkatan nilai demokratis warga terhadap dunia politik yang ada di indonesia, dimulai dengan menganalisis masyarakat Kampung Tengah Kota. Kampung Tengah Kota merupakan sebuah wilayah kecil yang terletak di bundaran dolok / Taman Pelangi yang berada di Jl. Ahmad Yani, Surabaya.

Selanjutnya menganalisis komunikasi yang terjadi, dalam hal ini komunikasi yang diidentifikasi adalah komunikasi politik. Komunikasi politik merupakan komunikasi yang melibatkan aktor – aktor politik dalam sisi kekuasaannya. Yang menjadi titik tekan adalah feedback yang langsung atau seketika itu pula, sehingga komunikasi itu termasuk face to face communication tapi bersifat personal.

Sedangkan teori yang digunakan dalam komunikasi politik adalah teori penetrasi sosial (Social Penetration). Teori Social Penetration adalah suatu proses di mana orang saling mengenal satu dengan lainnya. Penetrasi sosial merupakan proses yang bertahap, dimulai dari komunikasi basa-basi dan terus berlangsung hingga menyangkut topik pembicaraan yang lebih akrab. Di sinilah orang akan membiarkan orang lain untuk lebih mengenal dirinya secara bertahap.

(33)

Setelah menganalisis teori social penetration pada hubungan komunikasi antara warga. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi kompetensi yang mungkin menimbulkan kelebihan dan kelemahan dalam komunikasi politik yang dilakukan. kompetensi yang mungkin menimbulkan kelebihan dalam komunikasi politik adalah kecakapan komunikator.

BAB III

(34)

A. Deskripsi Subyek Penelitian

Pembangunan di kota Surabaya sangat pesat. Implikasinya berupa beberapa kawasan kampung yang masuk area perkembangan hilang dari peta bumi. Seperti yang dialami warga RT 1 RW III Jemur Gayungan, kelurahan /kecamatan Gayungan. Mereka adalah salah satu korban dari proyek yang dilakukan oleh pemerintah daerah diwilayah surabaya.

Sejak jalan Ahmad Yani ini terbelah menjadi dua jalur, perkampungan yang ada seakan terbelah. Ironisnya, masih ada beberapa kepala keluarga yang masih tertahan di pulau jalan Bundaran Dolog, demi mencari keadilan atau ganti rugi yang layak, maupun relokasi wilayah yang layak dan sangat strategis juga bagi kehidupan mereka. Dari segi keamanan dan kenyamanan, mereka jelas sangat terganggu. Seiring meningkatnya volume kendaraan dan kebutuhan pelebaran jalan, perkampungan yang tersisa itu kembali dikepras. Sayang, pengeprasan tidak dilakukan total.

Komisi C DPRD Surabaya melihat perkampungan itu tidak layak lagi sebagai tempat tinggal. Selain tingginya polusi lantaran kendaraan yang berlalu-lalang, warga yang tinggal juga terancam menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Sudah banyak warga Jemur Gayungan yang jadi korban kecelakaan lalu lintas, karena letah rumah mereka yang sangat dekat sekali dengan jalan raya tempat kendaraan bermotor lalu lalang. Selain itu, kualitas udara di sana semakin buruk sehingga banyak warga yang sesak nafas. Penyebabnya, warga banyak menghirup asap kendaraan bermotor yang lewat di sana. Polusi yang disebabkan kendaraan bermotor ini sangatlah membahayakan bagi semua masyarakat yang ada di Jemur Gayungan.

Warga yang tinggal di kampung Jemur Gayungan / Kampung Tengah Kota

(35)

direlokasi ketempat – tempat lain seperti di wilayah siwalankerto dan tempat yang lainnya.

B.

Deskripsi Data Penelitian

Masyarakat Kampung Tengah Kota merupakan masyarakat yang jauh dari ketentraman. Lingkungan yang sangat tidak layak, serta tinggak kesehatan yang sangat kurang, setiap hari mereka hadapi. Disisi lain, dunia politik juga dihadapi oleh mereka, yakni adanya kampanye – kampanye politik, pilihan umum dari tingkat daerah maupun nasional pasti akan mereka jalankan. Disini peran Pelaku Politik sangat diperlukan warga untuk dapat memahami dunia perpolitikan yang ada di negeri ini. Pada masyarakat ini peran dari pelaku politiknya berjalan dengan rapi. Baik di kalangan muda sampai dengan kalangan tua hampir semua memahami mengenai dunia politik indonesia.

Sosialisasi yang dilakukan berjalan dengan lancar, pelaku politik sangan berperan aktif demi kemajuan ini. Pelaku politik yang sangat berpengaruh disini adalah ketua RT dari Masyarakat Kampung Tengah Kota. Beliau merupakan sarjana strata 1 jurusan pendidikan. Beliau sangat aktif dalam memberikan sosialisasinya. Setiap hendak dilaksanakannya sebuah pesta politik di indonesia, beliau mengumpulkan warganya untuk melakukan rapat sosialisasi pengenai tata cara maupun seluk beluk dunia politik di indonesia.

(36)

BAB IV

ANALISIS DATA

A. Temuan Penelitian

Setelah melakukan penelitian dikampung Jemur Gayungan I / warga Kampung Tengah Kota ini terdapat beberapa temuan – temuan baru, seperti :

1. Tingkat Golput ( Golongan Putih ) yang rendah.

2. Sosialisasi dari para Pelaku Politik yang berjalan dengan rapi. 3. Tingkat pengetahuan politik yang cukup baik.

4. Kehidupan warga yang teratur.

(37)

B. Konfirmasi temuan penelitian dengan teori

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

(38)
(39)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam belajar mengajar pelaksanaan sangat penting karena memiliki peranan penting didalam pembelajaran berhasil tidaknya tergantung didalam pembelajaran. Pelaksanaan yang

Penerimaan pesan komunikasi massa tidak hanya dalam jumlah yang besar (heterogen). Namun, komunikannya pun terdiri dari orang-orang yang berbeda, diantaranya

Menurut analisa penulis, Media memiliki peranan penting dalam proses sosialisasi e-planning yang dilakukan oleh Bappeda Kota Pekanbaru, karena dengan media, pesan

Berdasarkan pendapat dari Susanto dan Effendy yang medefenisikan efektifitas merupakan merupakan daya pesan dan komunikasi yang prosesnya untuk mencapai tujuan

Meskipun terdapat pula khalayak yang memiliki reaksi yang berbeda tetapi pesan yang keluar dari peralatan komunikasi dan media massa dipusatkan terhadap

Dengan demikian, peranan media massa dalam proses pembentukan opini publik dalam komunikasi politik menjadi strategis, tidak hanya dalam konteks pendistribusian pesan yang

Video sebagai media komunikasi massa memiliki peranan yang sangat besar dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.. Video merupakan salah satu bagian dari