• Tidak ada hasil yang ditemukan

S TE 1000727 Chapter 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S TE 1000727 Chapter 3"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

pada MDP. Yang terdiri dari daya nyata, daya semu,

(2)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Desain penelitian merupakan suatu rancangan peneliti untuk meneliti suatu

masalah. Desain penelitian selalu dimulai dari adanya suatu masalah atau ganjalan

yang merupakan kesenjangan yang dirasakan oleh peneliti. Kesenjangan tersebut

terjadi karena adanya perbedaan kondisi antara kondisi nyata dengan kondisi yang

diharapkan. Dengan adanya kesenjangan tersebut, peneliti mencari teori yang

tepat untuk menunjang masalah tersebut dapat teratasi melalui penelitian. Yaitu

mencari tahu tentang kemungkinan penyebab kondisi yang menjadi permasalahan

tersebut.

Desain penelitian ini dimulai dari studi literatur, dan panduan studi dan

peralatan pengukuran, hal ini bertujuan agar memahami audit energi listrik dan

menyiapkan peralatan yang digunakan untuk melaksanakan audit rinci.

Setelah mengetahui dan memahami audit energi serta penggunaan alat yang

digunakan untuk melaksanakan audit rinci, langkah selanjutnya dalah melakukan

survey objek penelitian untuk melaksakanan audit yang dalam kasus ini adalah

gedung perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah melakukan

survey dan perizinan untuk melaksanakan audit, audit pun bisa segera dimulai.

Langkah pertama setelah melaksanakan survey yaitu pengumpulan data yang

ada pada gedung perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia. Data – data

yang dikumpulkan antara lain data penggunaan pemakaian listrik serta luas

bangunan yang akan digunakan untuk menghitung Intensitas Konsumsi Energi

(IKE), denah instakasi pencahayaan untuk mengetahui penerangan yang ada pada

gedung perustakaan Universitas Pendididkan Indonesia, data penggunaan AC dan

data penggunaan lampu serta jenis lampu dan beban – beban lain yang digunakan.

Setelah itu memulai pengukuran pada Mind Distribution Panel (MDP) untuk

mengetahui daya pemakaian, tegangan, arus, faktor daya, dan harmonisa secara

real.

Setelah semua data terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan

perhitungan audit, seperti mengukur Intensitas Konsumsi Energi (IKE),

menghitung tingkat kuat pencahayaan dan menghitung kebutuhan daya

pendinginan AC serta beban lainnya yang ada di gedung Perpustakaan Universitas

(3)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Selama pengumpulan dan perhitungan data, penulis melaksanakan evaluasi

apakah semua data dapat terkumpul atau tidak, jika ada data yang sulit atau tidak

bisa didapat, maka tempat penelitian harus diubah untuk mendapatkan data secara

lengkap. Jika data yang dikumpulkan mencukupi untuk melaksakan tahap – tahap

audit, langkah selanjutnya adalah penyusunan hasil penelitian.

B. Partisipan

Arikunto (2010, hlm. 172) mengemukakan bahwa partisipan atau subjek

penelitian adalah benda, hal atau orang dan tempat dimana data yang

dipermasalahkan melekat. Responden penelitian adalah orang yang dapat

merespon, memberikan informasi tentang data penelitian. Sedangkan sumber data

adalah benda, hal atau orang dan tempat dimana peneliti mengamati, membaca,

atau bertanya tentang data.

Lokasi penelitian ini dilakukan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia

Bandung yang ditujukan pada gedung – gedung yang ada di kampus UPI

Bandung. Namun hanya gedung Perpustakaan yang menjadi focus penelitian

karena gedung ini memiliki luas yang cukup serta system kelistrikannya berdiri

sendiri dalam satu gardu tanpa bercampur dengan gedung lainnya yang ada di UPI

Bandung. Penelitian ini menjelaskan tentang audit energi dan analisis peluang

peningkatan efisiensi energi di Gedung Perpustakaan UPI Bandung.

C. Populasi dan sampel

Menurut Sugiyono, (2010, hlm. 61) “ Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh gedung yang ada di Kampus

Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi, (Sugiyono , 2010, hlm. 62).

Teknik sampel yang peneliti ambil adalah teknik random sampling atau

sampel acak, hal ini dikarenakan subjek – subjek yang ada dalam populasi bersifat

(4)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

populasi untuk dipilih menjadi sampel. Penarikan sampel disebabkan karena

peneliti memiliki keterbatasan dalam beberapa aspek. Dalam penelitian ini

pengambilan sampel dilakukan melalui random sampling atau sampel acak.

Pengambilan sampel berdasarkan gedung perlu disesuaikan dengan kebutuhan

dan tujuan penelitian itu sendiri.

Teknik penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random

sampling atau sampel acak, karena pengambilan anggota dari populasi dilakukan

secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu serta subjek –subjek yang ada pada populasi adalah homogen dan tidak terlalu banyak. Maka, peneliti memberi hak yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Pengambilan

sampel juga dikarenakan, besarnya jumlah ukuran populasi yang ada dan juga

terkait dengan waktu, biaya, dan tenaga peneliti.

Tetapi jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau lebih

tergantung setidaknya sesuai dengan :

a. Kemampuan peneliti

b. Tenaga, waktu dan dana

c. Sempit dan luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek karena ini

menyangkut banyak dan sedikitnya data.

d. Resiko yang akan ditanggung peneliti

Berdasarkan pernyataan diatas, maka sampel yang akan diambil pada

penelitian ini adalah Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia.

D. Instrumen penelitian

Instrumen penelitian disusun berdasarkan pada pokok permasalahan yang

terdapat dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2011, hlm. 102), Instrumen

penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam

maupun sosial yang diamati secara spesifik.

Dalam tahap pengumpulan data, penulis melakukan teknik studi literatur dan

observasi.

1. Teknik studi literature

Penulis mengmbil data dari bebrapa refernsi, adalah sebagai berikut :

(5)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Jurnal ilmiah tentang audit energi dan konversi energi.

c. Standar Nasional Indonesia yang mengatur proses audit energi.

1). SNI 03-6196-2000 (Prosedur Audit Energi Pada Gedung)

2). SNI 03-6197-2000 (Konversi Energi Pada Sistem Pencahayaan)

3). SNI 03-6390-2000 (Konversi Energi Pada Sistem Tata Udara)

2. Teknik Observasi

Penulis melakuakan teknik observasi, untuk mengetahui data real yang ada

dilapangan dan juga sebagi data penunjang untuk terlaksananya proses audit

energi pada gedung. Dalam hal ini lokasi penelitian adalah gedung Perpustakaan

Universitas Pendidikan Indonesia. Data-data yang penulis butuhkan adalah

sebagai berikut :

a. Dokumentasi bangunan terdiri dari:

1) Denah bangunan gedung. (terlampir)

2) Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai. (terlampir)

3) Kurva satu garis listrik

b. Historis konsumsi listrik bulanan 1 tahun terakhir.

c. Pengukuran tingkat kuat pencahayaan di gedung perpustakaan

berdasarkan ruangan sampel.

d. Pengukuran sistem tata udara (AC).

e. Pengukuran beban – beban lain seperti lift, komputer, mesin

pendingin,televisi dan lain sebagainya

f. Kualitas daya listrik.

3. Studi dokumentasi

Merupakan teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan

penelaahan terhadap dokumen – dokumen yang berkaitan dengan masalah

penelitian, untuk memperoleh informasi yang sesuai.

4. Observasi

Observasi menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2013, hlm. 199)

mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu

proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara

(6)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan

perilaku manusia, proses kerja, gejala – gejala alam dan bila responden yang

diamati tidak terlalu besar.

E. Prosedur penelitian

Prosedur dalam penelitian ini adalah melakukan perizinan yang dimulai dari

membuat surat penelitian, dalam kasus ini penulis membuat surat penelitian lalu

diserahkan kepada biro aset dan fasilitas UPI, yang nantinya akan di alihkan

kepada pihak – pihak yang membantu dalam melaksanakan penelitian.

F. Analisis data

Pada bab ini penulis membahas secara umum metode penelitian tindakan,

yaitu penelitian yang dilaksanakan melalui tahap-tahap yang bertujuan untuk

mencari dan membuat pemecahan masalah yang ada. Kemudian setelah

mengetahui dan mendapatkan data di lapangan, penulis menganalisis data yang di

dapat untuk kemudian diolah dan dianalisis.

Proses audit dapat dilakukan oleh auditor internal maupun eksternal, namun

auditor-auditor tersebut wajib memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan

peraturan perundang-undangan. Standar kompetensi auditor energi di bidang

industri dan gedung sedang dalam proses penetapan oleh Menteri Energi dan

Sumber Daya Mineral (MESDM).

Berikut adalah tahapan – tahapan prosedur audit energy yang dilakukan pada

(7)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.2 Prosedur Audit Energi

Sumber : Badan Standarisasi Nasional, 2000, hlm. 8 Pengumpulan dan penyusunan data

historis energi tahun sebelumnyan

Menghitung besarnya intensitas konsumsi energi (IKE) tahun

sebelumnya Data historis energi tahun

sebelumnya

Periksa apakah IKE melebihi target

Identifikasi kemungkinan peluang hemat energi (PHE)

Analisa “PHE”

Rekomendasi “PHE”

Implementasi “PHE”

Periksa “IKE”

melebihi target YA Audit Energi

AUDIT ENERGI AWAL

TIDAK

YA

Stop TIDAK

(8)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Adapun tahapan – tahapan yang penulis lakukan sebelum menganalisis data

adalah :

1. Studi Pendahuluan Penulisan

Studi pendahuluan penulis menggunakan studi kelayakan terhadap kelayakan

sistem yang akan dibuat. Dimana tahap ini merupakan pondasi dalam

memperdalam dan menjelaskan pemahaman terhadap masalah yang dihadapi.

Dengan demikian penulis mengharapkan :

a. Dapat memahami dan mencari teori-teori yang diperlukan sebagai landasan.

Dalam hal ini teori-teori yang digunakan adalah teori untuk melaksanakan

audit energi pada gedung.

b. Dapat memahami, menganalisis serta memberikan solusi dalam mengatasi

masalah ketidakefisiensian penggunaan energi listrik.

c. Dengan demikian penelitian ini dapat diharapkan sebagai alternative untuk

mengatasi ketidakefisiensian energi pada suatu bangunan atau gedung.

2. Perumusan Masalah

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, yang menjadi perumusan masalah adalah

sebagai berikut:

a. bagaimana cara melaksanakan proses audit energi pada suatu bangunan atau

gedung.

b. Bagaimana menentukan IKE (Intensitas Konsumsi Energi) berdasarkan

observasi penggunaan energi listrik secara detail dengan berbagai peralatan

yang mengkonsumsi energi listrik dan waktu penggunaannya pada gedung

Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

c. Bagaimana mencari solusi untuk penghematan energi dan penghematan biaya

berdasarkan kondisi aktual di lapangan

d. mengetahui apakah penggunaan energi pada suatu bangunan atau gedung itu

sedah tercapai efisiensi penggunaan energi atau belum tercapai.

Penelaahan pustaka merupakan pengkajian dan pendalaman materi atau data

yang berhubvungan dengan audit energi yang sebagian besar penulis ambil dari

buku-buku referensi, jurnal ilmiah dan artilkel yang berkaitan dengan audit energi

(9)

Muhammad Ikhsan Arianto, 2016

Audit Energi dan Analisis Peluang Peningkatan Efisiensi Energi di Gedung Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tahapan ini merupakan bagian untuk mengevaluasi kembali terhadap data

ynag diperolehan dari hasil penelitian yang dilakukan dan menganalisis hasil yang

dicapai, yang menjadi sasaran dalam penelitian ini. Tahap ini diharapkan dapat

mempermudah penulis dalam penarikan kesimpulan.

Setelah semua tahap dalam penelitian telah selesai dilakukan, maka tahap

selanjutnya adalah menarik kesimpulan dari semua pembahasan dan penelitian

Gambar

Gambar 3.1 Desain Penelitian
Gambar 3.2 Prosedur Audit Energi

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu Produk De Nature adalah Ambejoss yang terbuat dari ekstrak daun ungu, mahkota dewa, kunyit putih Sedangkan Salep salwa dibuat dengan campuran propolis

Oleh sebab itu, di samping unsur-unsur lama yang terus bertahan seperti pemahaman dan pengamalan ajar-an Islam yang sinkretik dan sikap taqlid terhadap ulama, di dalam

Salah satu Produk De Nature adalah Ambejoss yang terbuat dari ekstrak daun ungu, mahkota dewa, kunyit putih Sedangkan Salep salwa dibuat dengan campuran propolis murni,

Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses

Supratman (Depan Gedung LPP) dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 399.168.990 ,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Seratus Enam Puluh Delapan Ribu Sembilan

14 Request hanya bisa dilakukan ketika tidak sedang mengalokasi resource lain; alokasi beberapa resource dilakukan sekaligus dalam satu request Simple tapi resource akan

menentukan nilai a dan b sehingga yang harus kita lakukan adalah melihat hubungan antara persamaan yang ditanya dengan persamaan

Definisi Pohon Cari Binar menjadi : Bila N adalah simpul dari Pohon maka nilai semua simpul pada subpohon kiri dari N adalah lebih kecil atau sama dengan nilai simpul N, dan