• Tidak ada hasil yang ditemukan

T PBBS 1402750 Abstract

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T PBBS 1402750 Abstract"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Evi Rahmawati, 2016 Wawacan Carios Munada

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

WAWACAN CARIOS MUNADA

(Kajian Struktural, Féminisme, dan Sosiologi Sastra)

1

Evi Rahmawati

ABSTRAK

2

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif, gambaran (citra) perempuan Sunda dan aspek sosial dalam Wawacan Carios Munada. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan teknik dokumentasi. Dari hasil penelitian terlihat bahwa Wawacan Carios Munada memiliki struktur naratif yang lengkap seperti tema, alur, tokoh, latar, dan motif cerita. Tema yang terdapat dalam Wawacan Carios Munada umumnya menceritakan tentang intrik politik. Ceritanya berlangsung pada tahun 1800-an yang berpusat pada kehidupan sosial zaman pemerintahan kolonial Belanda. Latar tempat umumnya di Kabupaten Bandung. Alur yang digunakan adalah alur maju. Motif cerita yang mendukung tema adalah motif perjalanan, mencari jodoh, balas dendam serta penghargaan dan hukuman. Ada dua jenis tokoh yang terdapat dalam Wawacan Carios Munada yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan. Selain itu, Wawacan Carios Munada juga menunjukkan adanya tokoh perempuan dalam panggung kehidupan masyarakat Sunda zaman dulu yang lebih mementingkan kedudukannya sebagai seorang ibu dan istri dibandingkan dengan mementingkan karir atau pendidikan. Kenyataan tersebut merupakan akibat dari tumbuhnya feodalisme yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Sunda

Kata Kunci: wawacan, citra wanita, aspek sosial

1

Tesis ini di bawah bimbingan Ibu Dr. Hj. Ruhaliah, M.Hum., dan Bapak Prof. Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum.,

(2)

Evi Rahmawati, 2016 Wawacan Carios Munada

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

WAWACAN CARIOS MUNADA

(Structural studies, Feminism, and the Sociology of Literature)

3

Evi Rahmawati

ABSTRACT

4

This research mainly used descriptive method, with the technique literature and documentation. Results of the study is that the general theme is told in Wawacan Carios pulitik Munada is about intrigue in the menak districts, as well as the relationship between officials who hold power and the Chinese nation, plus the factors of over a woman. Mise en scene is in Bandung. The story takes place in 1842. The figures were discovered type that is the main character with the number 5, and additional figures with the number of 135 people. Picture (image) of women contained in Carios Wawacan Munada is the image (the image of) physical, picture (image) of psychic and images (the image of) social. Social aspects contained in Carios Wawacan Munada look at two things, namely the status and power of regents, as well as marriage and kinship ties. In the social stratification of society in 1842, Bandung regent Duke Wiranata Raden Kusuma belong to the highest feudal class, and has power in all areas, except the death penalty.

Keywords:

wawacan, image of women, and social aspects

3

This thesis under the guidance of Dr. Hj. Ruhaliah, M. Hum., And Prof. Dr. H. Yayat Sudaryat, M. Hum.

4

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya gejala yang ada di masyarakat saat ini yang mulai jarang menghadirkan bahasa Sunda khususnya bahasa dialék dalam kehidupan

Penelitian ini berawal dari adanya fenomena Interferensi pada siswa sebuah Sekolah Menengah Pertama di Bandung. Kontak bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Sunda yang dilakukan

Tujuan ieu panalungtikan nya éta pikeun ngadéskripsikeun kumaha bahan ajar dongéng dina Buku Pamekar Diajar Basa Sunda (PDBS) di unggal tingkatan, dumasar

Selain seorang pemimpin pondok pesantren beliau adalah seorang tokoh politik yang kontroversial dengan jargon-jargon yang sampai sekarang ini masih teringat oleh

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya ragam bahasa yang hidup di masyarakat Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang. Penelituian ini bertujuan untuk mengetahui ragam

Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis data, terlihat karakteristik wacana kritis bahasa Sunda dalam rubrik “Balé Bandung” yang sudah terwakili semua unsurnya ketika

Selain itu pula, integrasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda yang didesain guru dilaksanakan secara improvisasi sesuai dengan situasi dan kondisi di dalam

informan tidak bekerja atau sudah tidak bekerja. Namun ada faktor lain yang mendorong perempuan bekerja selain karena adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi