• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAGA DOKUMENTASI HUKUM DALAM PEMBANGUNAN HUKUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBAGA DOKUMENTASI HUKUM DALAM PEMBANGUNAN HUKUM"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAGA

DOKUMENTASI HUKUM

DALAM PEMBANGUNAN HUKUM

L-_ _ _ _ _ _ _ _ OIeh: Kuneng Mulyadi _ _ _ __ __ _ ---' Pendahuluan

Uldang-Undang Dasar 1945, me-ngandung asas negara hukum. Asas ne-gara hukum ini, menunjuk pada arti penting, bagi penyediaan literatUT hu-kum yang lengkap, dan mudah didapat oleh para pencari informasi hukum. egara Republik Indonesia, dalam menjalankan program pembangunan terasa kebuluhan yang mcndesak, da-lam membenahi diri dibidang hukum. hal tersebut ditandai oleh berbagai usaha pernerintah maupun swasta da-lam usaha untuk menciptakan hukum negara Pancasila.

Sejak Repelita I, pembangunan eko-nami memberi kesadaran baru ter-hadap hukum kit a unt uk menunjang dan mcmpertahankan hasH-hasil pem-bangunan yang telah dieapai. Keluhan pertama timbul dari kalangan ahli eko-nami yang menunjuk 2 hal penting, yang menghambat pembangunan an-tara lain adalah:

I. bahwa hukum yang usang atau hampa rnerupakan hambatan dalam pembangunan dan

2. bahwa hukum yang terlalu cepat di-susun dan diberlakukan lebih sering merugikan daripada menguntung-kan masyarakat 1)

1). Reksodiputro, Mardjono, Peranan DokumclUasi dan Koleksi rialam Pemba-rrgunan Hukum Nasional. Kertas kerja yang disampaikan pada Pembinaan Tenaga Pene-Iitian BPHN 1980.

Dalam konteks ini pembangunan hukum memerlukan perencanaan yang teliti dan menyeluruh. Untuk meng -hindari suatu fenomena, asas negara hukum merupakan asas yang kosong. maka perlu adanya suatu lembaga yang menunjang bagi penyediaan literatur hukum yang lengkap, mudah diperoleh dan murah.

Sebagaimana telah banyak diketahui Pusat Dokumentasi Hukum Fakuhas Hukum Universitas Indonesia dari ko-leksi yang dikumpulkan lelah ban yak memberikan manfaat yang diperoleh, lerutama bagi para pencliti hukum, baik mahasiswa, dosen m3upun pc-jabat telah mempergunakan literatur yang tcrsimpan didalamnya walaupun di sana-sini masih terdapat kekurang-an-kekurangan tentang penyediaan ba-han-bahan hukum, namun hal tersebut hingga saat ini masih dapat dikatakan terlengkap di Indonesia.

Lcmbaga Dokumentasi Hukum per-lu ditumbuhkan di daerah-daerah, guna melengkapi dan penyediaan lite-ratur-literatur hukum, terutama bahan-bahan hukum dari daerahnya masing-masing dan kemudian dilengkapi de-ngan peraturan hukum daTi tingkat pusat.

Kini telah banyak muneul Lemba -ga-lembaga Bantuan Hukum di tingkat pusat maupun di daerah, baik itu dari usaha pemerintah melalui lembaga

(2)

504

ngabdian masyarakat pada universitas negeri maupun swasta dan lembaga-lembaga lain yang ikut serta menun-jang bagi terselenggaranya penerapan

hukum yang kongkrit. Lembaga

Ban-tuan Hukum maupun lembaga-Iem-baga lain yang berperan serta dalam

bidang hukum, perlu dit unjang dengan adanya literatur-literatur hukum yang memadai, setidak-!idaknya dapa! mem-bantu bagi terselenggaranya penyedia-an informasi hukum yang baik. Peraturan Perundang-undangan dan Bahan Hukum Lainoya

Peraturan perundang-undangan dan bahan hukum yang terkumpul dan ter-simpan tidak akan mempunyai art i

.pa-apa jika tidak dikelola yang dapat

memudahkan untuk ditelusuri kembali. Suatu sistem pengolahan tertentu akan dapat memudahkan Iiteratur tersebut dengan cepat ditemukan kembali. Literatur~literatur hUKum terutarna yang berbentuk peraturan perundang

-undangan dapat dijumpai diberbagai sumber, maka sistem pencantuman sumber ini penting artinya bagi suat u penyusunan informasi yang dapat mempermudah unt uk menemukan ba-han yang dikehendaki pada sumber yang tersedia.

Penggolongan Bahan-hahan Hukum

Kepustakaan

Dari kepustakaan, dapat dikenal bermacam-macam bahan hukum, yang dapal dikenal sebagai ciri-ciri khusus kedalam 3 golongan adalah:

1. Bahan Hukum Primer 2. Bahan Hukum Sekunder 3. Bahan Hukum Tertier.

Bahan Hukum Primer adalah bahan,

yang terdiri dari Peraluran

perundang-undangan, yang berupa

dang, Peraturan Pemerintah, Pe.-a:.11111111

Menteri dan sebagainya, Didalam tapan MPRS tahun 1966, TAP

No, XX/MPRS/1966 2), Tentang morandum DPR-GR mengenai tertib hukum dan Tata Urutan an Perundang-undangan Repu b-donesia, Hal ini merupakan sumber

kum primer, yang pula mendaSOL"! pembentukan peraturan

undangan Republik Indonesia_ mana antara lain:

Undang-undang Dasar Repub . Indonesia 1945

Ketetapan MPR

Undang-UndangjPerat uran

rintah Pengganti unaa"g-Iunlaa:r~ Peraturan Pemerintah

Keputusan Presiden

Peral uran-peral uran pelaksana nya sepen i:

Pcratufal1 Menteri' - lnstruksi Menteri

- dan lain-lain.

Penggolongan/pengelompokan

han hukum kedalam bahan huk kunder, adalah bahan-bahan hul<lDIM

eral hubungannya/kailannya bahan hukum primer yakni adaJak

han hukum yang membantu un'iuk: II nganalisa pada bahan-bahan primer.

Bahan-bahan hukum sekunder dapat bermacam-macam misalnya;

Rancangan PeratUf'lIl-'Oe.allClr.ln.

unda ng -undanga n,

2) Decision of the Founh Session of the Majelis

Rakyat Sementara (The Pro,vio,na1

Consultative Asembly) 20 th

of July 1966 Departemen of

inf,,..."

(3)

Hasil-hasU penelitian, tulisan-tulisan

yang erat hUbungannya dengan per-aturan perundang-undangan. Clipping hukum, karya lepas,

maja-lah Iimiah dan sebag.inya.

Bahan hukum tertier dapat juga di

-sebut sebagai bahan-bahan referensi, dimana bahan-bahan ini memuat b

er-bagai keterangan yang dapat

menemu-kan dimana dapat diperoleh bahan hu

-kum primer maupun bahan hukum

yang sel<;under. Bahan hukum tertier

ini dapat bermacam-macam bentuknya yang amara lain:

- Aimanak

- Accessions List

- Index (buku t erbitan khusus Index) Daftar petunjuk Lembaran Negara Da(tar kepustakaan

Dan lain-lain.

Ketiga jenis bahan hukum teISebut, sang,t penting bagi para peneliti umuk

memperoleh data yang lengkap guna

Dntuk mendukung karya ilmiahnya. dan Penyimpanan

Bahan hukum yang diperoleh oleh

agian pencarian bahan dieatat dalam

uku induk, setelah itu dikonsep, di-dan dikartukan. Dalam penge-menggunakan sistemyang khusus sering berlaku ditiap-tiap

perpus-hal tersebut untuk menghin -. dari kemungkinan kesulitan yang dari pemakaian didalam

pene-:"

'

,"HIll

kembali bahan-bahan hukum yang telah siap untuk di-maka penyusunan tersebut di

-untuk menggampangkan

ipenernu,m kern bali bahan.

Katalog yang disusun itu

telah dilengkapi pula selain subyek-subyek, klasifJkasi, juga sumber ba-han semua itu untuk menunjuk di-mana bahan tersebut tersimpan. Yang mungkin akan berupa buku, himpun-an peraturhimpun-an. lembar lepas, majalah

dan sebagainya.

Dari bahan-bahan hukum yang

te-lah diolah yaitu, didaflar dikatalog, diklasifikasi dan lain-lain, kemudian bahan itu disimpan pada rak buku kalau itu berupa buku, tetapi yang berupa himpunan peraturan-peraturan pada kelompok peraturan dan juga berupa lembaran lepas dapat di-simpan pada filling cabinet.

Penyusunan Peraturan Perundang-u n-dangan himpunan dan-,ose5againya di-sesuaikan dengan

pola

penyusunan kart u 3) Yang disusun secara hi,ar-khis, kronologis, dan alfabetis. Se-dangkan untuk penyusunan buku me-nurut nom or klasifikasinya.

Penyajian Pelayanan Informasi Hukum Kartu katalog yang disusun secara baik dan benar akan membant u pula bagi pelayanan yang cepat, jika pen em-patan bahan hukum it u baik pada pe-nempatannya. Mungkin orang hanya akan ingat persoalannya saja sedang-kan dia tidak tau peraturan atau buku yang dimaksud maka orang tersebut dapat dibantu dari subyek yang di-susun dalam katalog tersebm. Kalau

3) Sisworahardjo, Suwantji, Pedonum Tata cara Pengeiowan Dokumentasi dan Ill-formasi Peraturan Pernndang-undangan. Di

-susun dalam rangka kerja sarna antara Duek

-torat Perundang-undangan Departemen Ke-hakiman dengan Pusat Dokumentasi Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Jakarta 1977.

(4)

506

untuk buku dapat dilakukan dengan

lewat nomor klasifikasi, pengarang, dan judul buku. Pola penyusunan

kar-tu katalog juga menggambarkan pola

penyusunan bahan yang dapat dicari dengan mudah jika bahan tersebut

diletakkan pada tempatnya yang be-nar.

DaTi uraian tersebut di atas,

meli-puti pengadaan bahan hukum sampai kepada penyajian literatur· hukum pada Lembaga Dokumentasi Hukum,

yang dapat diharapkan dapal

menun-jang pada pembaharuan hukum indo-nesia. Warisan perundang-undangan

pada zaman pemerintahan Belanda itu

tidak semua dapat kita pakai, dan se-suai dengan kebutuhan hukum kila,

namun demikian,juga masih kita guna-kan sebagai pelengkap untuk peraturan yang belul1l diatur oleh

perundang-un-dangan yang baru yang mcrupakan

permasalahan yang timbul dalam

rna-syarakat. dan menjaga dari kekosongan

hukum sehingga perat uran pada zaman

Belanda il u masih dipakai untuk

lan-dasan hukum untuk mengatur sesuatu permasalahan dan disesuaikan.

Dengan adanya Lembaga Dakumen

-tasi Hukum yang mempunyai koleksi yang lengkap maka dapat diharapkan dapat menunjang pembentukan

hu-kum nasional yang baru dapat di-wujudkan.

Kesimpulan

Lembaga Dokumentasi Hukum be-lum banyak dikenal oleh masyarakat oleh karena itu masih dirasakan

kesu-litan-kesulitan yang dihadapi oleh para

peneliti untuk memperoleh data yang

lengkap. Peneliti masih sering terben-tur kurang lengkapnya data yang

di-cari yang berarti belum dapat

mene-Hukum dan Pen,ba. _ _

mukan kemudahan-kemudahan

peroleh informasi hukum dengan

dan tepat yang dapat dipakai mendukung karya ilmiahnya.

ini hendak mengungkapkan

faatan daripada Lembaga DollaJo. tasi Hukum bagi para penelili.

jian tulisan ini tidak menunjuk

pelaksanaan teknis kepustakaan

dilekankan kepada kemanfaal " cara menyeluruh.

Ketidaktahuan manfaat dari

mentasi hukum daripada llaha.a

kum ini, menimbulkan

yang rendah unt uk

dan akan menghambat bagi tukan hukum yang

Suat u sistem yang diciptakan

menemukan kembali ba

hukum yang lersimpan ilU saT manfaatnya bagi perteltlSUi_ ratur-literatur hukum itu. Lembaga Dokumentasi HukUl1l negara hukum Pancasila nunjang terselenggaranya -hukum di indonesia.

Hak Diskresi yang dipuny

pcjabat/para pemimpin dapal

beri keputusan yang cepat daa dengan diperolehnya lileratuI

yang disediakan oleh Lemba[!2

mentasi Hukum. Oleh karena

leksi dari Lembaga DokUlme,"taI

kum yang lengkap dapat bagi pembuatan kebijakan ya.

Tak disanksikan lagi bagi semua

tentang manfaat yang dapal

adanya Lembaga DokumentaSl

sebagai penunjang asas negara

Saran-saran

Pertumbuhan Lembag,,-leg . .

kum/lembaga dokumentasi daerah maupun di pusat perla

(5)

kung oleh semua pihak lerutama bagi

mereka yang berkepentingan dengan

literatur hukum. Perlu ditanamkan ke-sadaran untuk ikut serta memelihara dan rasa ikut memiliki bahan-bahan hukum baik itu di kepustakaan

mau-pun di lembaga lain supaya dapat

di-jaga kelestariannya dan perlu

dikem-bangkan kemudahan-kemudahan pela

-yanan dengan cepat dan tepat. Serta dikembangkan pola pelayanan aktif.

***

Sambungan ke halarnan 502.

tersebut kiranya tindakan/kebijaksa

-naan yang harus diambil adalah

meng-hapuskan lembaga P-4. Tindakan ini

disatu pihak dapat mengakhiri masa-lah dualisme pengaturan mekanisme penyelesaian perselisihan perburuhan,

dan dilain pihak Pengadilan Umum

se-bagai satu-satunya lembaga yang

ber-wenang menangani masalah

peqelisih-an perburuhan tidak diragukan lagi

baik status maupun kedudukannya

da-lam mentackle masalah-masalah

per-selisihan perburuhan yang terjadi. Kesimpulan

Dari apa yang telah diuraikan di

atas, memberikan gambaran kepada

kita bahwa satu-satunya alternatif

yang harus diambil oleh Pemerintah adalah cukup menghapuskan lembaga P-4 dan menyerahkan kembali

per-kara-perkara perselisihan perburuhan

ke Pengadilan Negeri. Kebijaksanaan

ini cukup sederhana dan tidak

me-makan beaya yang mahal, karena tidak

perlu membuat undang-undang yang

baru. Bahkan manfaat lain yang dapat kita peroleh dari kebijaksanaan ini adalah tercapainy. penyelesaian

perse-lisihan perburuhan secara tuntas, khu·

susnya masalah-masalah yang berkait-an dengberkait-an aspek pidana. Disamping itu

Departemen Tenaga Kerja tidak lagi

dipusingkan oleh masalah-masalah

per-selisihan perburuhan, dan dapat meng-konsentrasikan dirinya pada masalah-masalah ketenagakerjaan khususnya

masalah pendayagunaan tenaga kerja

secara efektif/maksimal, guna men

-jawab dilema pengangguran yang ter

-jadi demi sUksesnya pembangunan Nasional.

*.*

Referensi

Dokumen terkait

Grammatophyllum scriptum baik untuk bibit berupa planlet atau tunas sebagai sumber propagula untuk bahan perbanyakan belum pernah dilaporkan.Penelitian tentang pengaruh

Bahan Hukum Sekunder, yaitu sumber data yang berupa semua publikasi tentang hukum seperti putusan pengadilan dalam perkara cerai gugat, dan sebagainya, selain itu

Bahan hukum premier adalah data yang diperoleh langsung dari langsung yaitu berupa observasi atau pengamatan dan wawancara secara langsung yang dilakukan dengan cara

Struktur penyusunan bahan e-pembelajaran bertajuk ‘Sets’ mengikut subtopik berdasarkan matematik KBSM dan setiap subtopik dilengkapi dengan nota guru yang menggunakan sumber Resource

Sumber bahan hukum primer yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu bahan-bahan yang membahas atau menjelaskan sumber bahan hukum primer yang mengikat

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain berupa sampel tanah rizosfir dan air dari ekosistem hutan mangrove Sungsang, Banyuasin-Sumatera Selatan sebagai sumber

Penyimpanan da-oi ng ungga'.e dengan ciagi ng bahan makanan I ai n harrrs terDisah dengan sekat atau dinding secar-a2. Flekomehdasi dari oinas

Bahkan, yg lebih baik lagi guru mesti dapat mengembangkan buku bahan pembelajaran atau sumber belajar yang lain.. Utk mencapai level itu tidak hanya dibutuhkan penguasan ba-