DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN L atar Belakang...

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

58 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

BERITA ACARA ... iii

MOTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR NOTASI ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvii

DAFTAR TABEL ... xix

DAFTAR LAMPIRAN ... xx ABSTRAK ... xxi BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. ... L atar Belakang…... …1 1.2. ... I dentifikasi Permasalahan ... 2 1.3. ... T ujuan ... 3 1.4. ... B atasan Masalah ... 3 1.5. ... S istematika Penulisan ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6 2.1. ... T injauan Umum ... 6 2.2. ... S istem Struktur ... 8 2.3. ... P embebanan Pada Bangunan ... 11

2.3.1. Beban Mati ... 11

2.3.2. Beban Hidup ... 12

(2)

59

2.3.4. Beban Gempa ... 15

2.3.5. Faktor Beban dan Kombinasi Pembebanan ... 16

2.3.6. Beban Gempa ... 19

2.4. ... S truktur Tahan Gempa ... 19

2.4.1. Faktor Keutamaan dan Kategori Resiko Struktur Bangunan ... 19

2.4.2. Daktilitas Struktur ... 22

2.4.3. Faktor R, Ω0 dan Cd dalam Perancangan Sistem Penahan Gaya Gempa ... 26

2.4.4. Koefisien Gempa Dasar (C) ... 27

2.4.5. Parameter Percepatan Gempa ... 28

2.4.6. Kelas Situs ... 30

2.4.7. Koefisien Situs dan Parameter Respon Spektral Berdasarkan Resiko Tertarget (MCER) ... 31

2.4.8. Parameter Percepatan Spektral Desain ... 32

2.4.9. Desain Respons Spektrum ... 33

2.4.10. Periode Getar ... 35

2.5. ... A cuan Awal Perencanaan ... 20

2.5.1. Perencanaan Pelat... 36 2.5.2. Perencanaan Tangga... 38 2.5.3. Perencanaan Balok ... 40 2.5.4. Perencanaan Kolom ... 43

2.5.5. Perencanaan Struktur Bawah ... 46

2.5.6. Daya Dukung Vertikal Tiang Tunggal... 48 2.5.7. Daya Dukung Ijin Tiang Group (Pall Group) ... 51

2.5.8. Beban Maksimum (Pmaks) Terjadi Pada Tiang Akibat Pembebanan... 51 2.5.9. Kontrol Terhadap Momen yang Terjadi Dengan Metode Brohm... 52 2.5.10. Perencanaan Pile Cap ... 53

BAB III METODOLOGI PERENCANAAN ... 54

(3)

60 3.1. ... P

engumpulan data ... 54

3.1.1. Buku – buku peraturan ... 54

3.1.2. Data – data tanah ... 54

3.1.3. Data – data bangunan ( data – data teknis ) ... 54

3.2. ... R encana awal desain ... 55

3.2.1. Pemodelan struktur ... 55

3.2.2. Penentuan dimensi tebal minimum pelat ... 55

3.2.3. Penentuan dimensi balok ... 55

3.2.4. Penentuan dimensi kolom ... 55

3.3. ... P embebanan ... 55

3.4. ... A nalisis gaya dalam ... 55

3.5. ... P enulangan ... 56

BAB IV HASIL PEMBEBANAN DAN PEMBAHASAN ... 58 4.1. ... T injauan Umum ... 58 4.2. ... A nalisis Struktur ... 59 4.2.1. Beban Mati ... 59 4.2.2. Beban Hidup ... 59 4.3. ... P erhitungan Beban Gempa ... 59

4.3.1. Faktor Keutamaan Struktur (I) ... 60

4.3.2. Faktor Reduksi Gempa (R) ... 60

4.3.3. Menentukan Kelas Situs (SA-SF) ... 60

4.3.4. Wilayah Gempa ... 61

4.3.5. Periode Fundamental Pendekatan ... 64

4.3.6. Koefisien Respon Seismik ... 65

4.3.7. Kontrol Kinerja Batas Layan Gedung ... 66

4.3.8. Kontrol Kinerja Batas Ultimit Struktur Gedung ... 67

4.3.9. Kontrol Partisipasi Massa ... 68

(4)

61 4.4. ... P

embebanan Lift... 71

4.5. ... P erhitungan Pelat Lantai ... 71

4.5.1. Penentuan Tebal Pelat Lantai ... 71

4.5.2. Pembebanan Pada Pelat Lantai ... 71

4.5.3. Karakteristik Material Beton ... 72

4.5.4. Perhitungan Pelat ... 72

4.6. ... P erencanaan Pembebanan Tangga ... 95

4.6.1. Tinjauan Umum ... 95

4.6.2. Perencanaan Dimensi dan Pembebanan Tangga ... 96

4.6.3. Analisa Gaya Dalam Pelat Tangga dan Pelat Bordes ... 102

4.6.4. Perhitungan Penulangan Pelat Tangga (Tipe 2) ... 102

4.7. ... P erhitungan Balok Anak ... 111

4.7.1. Perhitungan Tulangan Balok Anak ... 111

4.8. ... P erhitungan Balok Induk ... 121

4.8.1. Perhitungan Tulangan Balok Induk ... 121

4.9. ... P erhitungan Kolom ... 134 4.10... P enulangan Sloof ... 145 4.10.1. Penulangan Sloof 25 x 50 ... 145 4.10.2. Penulangan Sloof 30 x 60 ... 148 4.11... P erhitungan Pondasi ... 151

4.11.1. Perhitungan Kapasitas Pondasi Tiang Pancang ... 152

4.11.2. Perhitungan Tiang Pancang dan Pile Cap ... 155

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 ... K esimpulan ... 164

5.2 ... S aran ... 165

(5)

62 LAMPIRAN………167

(6)

63 DAFTAR NOTASI

Ab = luas penampang ujung tiang (cm²); luas penampang tiang (cm2)

Ag = luas bruto penampang (mm²)

As = luas tulangan tarik (mm²); luas selimut tiang (cm2)

Ash = luas penampang inti beton, di ukur dari serat terluar hoop ke serat terluar hoop di sisi lainnya.

Ap = luas penampang tiang (cm2)

Av = luas tulangan sengkang ikat dalam daerah sejarak s (mm2) A’s = luas tulangan tekan (mm²)

b = lebar penampang balok (mm)

bw = lebar badan atau diameter penampang lingkaran (mm)

Ca = koefisien akselerasi

Cd = faktor pembesaran defleksi

CP = Collapse Pervention

Cs = koefisien respons seismik; kohesi undrained (ton/m2)

Ct = koefisien rangka beton pemikiul momen

Cu = koefisien untuk batas atas pada perioda yang dihitung

Cv = koefisien respon gempa vertikal

D = diameter tiang (cm)

DF = faktor distribusi momen di bagian atas dan bawah kolom yang didisain

DL = dead load (beban mati)

Dt = displacement total

D1 = displacement pertama

d = tinggi efektif pelat; jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (mm); diameter tiang (cm)

E = pengaruh beban gempa

Ec = modulus elastisitas beton (MPa)

Eg = Efisiensi kelompok tiang

Eh = pengaruh beban gempa horisontal

(7)

64

Ev = pengaruh beban gempa vertikal

F = gaya lateral ekivalen

Fa = koefisien situs untuk perioda pendek (pada perioda 0,2 detik)

Fs = faktor keamanan = 2,5

Fsc = local friction (kg/cm2)

Fv = koefisien situs untuk perioda panjang (pada perioda 1 detik)

fs = tahanan selimut sepanjang tiang (kg/cm2)

fy = tegangan leleh profil baja (MPa)

f’c = kuat tekan karakteristik beton (MPa)

H = tebal lapisan tanah (m)

hc = lebar penampang inti beton (yang terkekang) (mm)

hn = ketinggian struktur (m)

hx = spasi horisontal maksimum untuk kaki sengkang tertutup atau sengkang ikat pada muka kolom

I = faktor keutamaaan struktur

IO = Immediate Occupancy

J = koefisien lengan momen

k = faktor panjang efektif

kc = faktor tahanan ujung

LL = live load (beban hidup)

LS = Life Safety

ln = panjang sisi terpanjang

lo = panjang minimum

MCER = spektrum respons gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget

Mn = kuat momen nominal pada penampang (kN-m)

Mnb = momen terfaktor dalam keadaan balanced

Mpr = momen lentur dari suatu komponen struktur dengan atau tanpa beban aksial, yag ditentukan menggunakan sifat-sifat komponen struktur pada joint dengan menganggap kuat tarik pada tulangan longitudinal sebesar minimum

Mu = momen yang terjadi pada penampang

Mx = momen arah x (ton.m) My = momen arah y (ton.m)

(8)

65

m = jumlah lapisan tanah yang ada di atas tanah dasar; jumlah tiang dalam 1 kolom

n = jumlah lantai gedung

n = jumlah tingkat gedung; jumlah tiang dalam 1 baris; banyaknya tiang pancang

nx = banyaknya tiang dalam satu baris arah y

ny = banyaknya tiang dalam satu baris arah x p = keliling tiang (cm)

P ijin = P all = daya dukung vertikal yang diijinkan untuk sebuah tiang tunggal (ton) P maks = beban maksimum yang diterima 1 tiang (ton)

Pn = kuat nominal penampang yang mengalami tekan (N)

P tiang = daya dukung tiang pancang (ton)

Pu = kuat beban aksial terfaktor pada eksentrisitas tertentu (N) Q all = nilai daya dukung tanah (ton)

QE = pengaruh gaya seismik horisontal dari V Qp = tahanan ujung selimut tiang (kg) Qs = tahanan geser selimut tiang (kg)

Q ult = daya dukung pondasi tiang pancang (ton)

qc = tahanan konus pada ujung tiang (kg/cm2)

qcb = conus resistence rata-rata 1,5D di bawah ujung tiang (N/ mm²) qcu = conus resistence rata-rata 1,5D di atas ujung tiang (N/ mm²) R = faktor reduksi gempa; ragius girrasi

Rx = reultan gaya arah x

Ry = resultan gaya arah y

Sa = spektrum respons percepatan disain

SDS = parameter respons spektral percepatan disain pada perioda pendek

SD1 = parameter respons spektral percepatan disain pada perioda 1 detik

SMS = parameter spektrum respons percepatan pada perioda pendek

SM1 = parameter spektrum respons percepatan pada perioda 1 detik

Ss = percepatan batuan dasar pada perioda pendek

sx = spasi longitudinal tulangan transvesal dalam panjang l0

S1 = percepatan batuan dasar pada perioda 1 detik

s = jarak antar tiang (cm)

(9)

66

Teff = waktu getar gedung efektif (dt)

ti = tebal lapisan tanah ke – i

V = gaya lateral (kg)

Vt = beban gempa dasar nominal

Ve = gaya geser rencana

Vn = kuat geser nominal penampang (N)

Vs = kecepatan rambat gelombang geser melalui lapisan tanah ke-i; kuat geser nominal yang disumbangkan oleh tulangan geser (N)

V sway = gaya geser rencana berdasarkan momen kapasitas pada balok

Vu = gaya geser terfaktor penampang (N)

Vx = beban gempa arah x

Vy = beban gempa arah y

W = berat lantai

Wt = berat total struktur

x = absis tiang ke pusat koordinat penampang (m)

y = ordinat tiang ke pusat koordinat penampang (m)

α(alpha) = faktor adhesi antara tanah dan tiang

Beff = indeks kepercayaan efektif

1 = 0,85 untuk f’c < 30 Mpa

c = sisi panjang kolom / sisi pendek kolom

e (delta e) = deformasi elastis

p = deformasi plastis

δm = simpangan maksimum

xe = defleksi pada lokasi yang disyaratkn dan ditentukan seuai dengan analisis elastis

δy = pelelehan pertama

ρ(rho) = rasio tulangan, faktor redundasi untuk desin seismik

ρb = rasio tulangan yang memberikan kondisi regangan seimbang ρg = rasio penulangan total terhadap luas penampang kolom  min = rasio penulangan minimum

maks = rasio penulangan maksimum

σb (sigma b) = tegangan ijin beton (MPa)

(10)

67

Ø (phi) = faktor reduksi lentur = angka kelangsingan

Ψ (psi) = koefisien pengali dari percepatan puncak muka tanah (termasuk faktor keutamaannya) untuk mendapatkan faktor respons gempa vertikal, bergantung pada Wilayah Gempa.

ƩMc = jumlah Mn kolom yang bertemu di joint balok kolom. ƩMg = jumlah Mn balok yang bertermu di joint balok kolom. ΣPv = jumlah beban vertikal (ton)

Σx² = jumah kuadrat jarak arah x (ordinat-ordinat) tiang (m)

Σy² = jumah kuadrat jarak arah y (absis-absis) tiang (m) l = interval lapisan (m)

(11)

68 DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Beberapa Konfigurasi Open Frame ... 7

Gambar 2.2 Konfigurasi Portal Dinding ... 8

Gambar 2.3 Konfigurasi Perletakan Dinding Gesser ... 9

Gambar 2.4 Beban Gempa pada Struktur Bangunan ... 13

Gambar 2.5 Deformasi Elastis pada Struktur ... 19

Gambar 2.6 Deformasi Plastis (Inelastis) pada Struktur ... 19

Gambar 2.7 Permodelan Arah Beban Gempa pada Struktur ... 21

Gambar 2.8 Ss, Gempa Maksimum yang Dipertimbangkan Risiko – Tertarget (MCER), Kelas Situs SD (Tanah Sedang) ... 23

Gambar 2.9 S1, Gempa Maksimum yang Dipertimbangkan Risiko – Tertarget (MCER), Kelas Situs SD (Tanah Sedang) ... 23

Gambar 2.10 Peta Parameter Ss (Percepatan Batuan Dasar Pada Perioda Pendek) untuk Kota Semarang dan Sekitarnya ... 24

Gambar 2.11 Peta Parameter S1 (Percepatan Batuan Dasar Pada Perioda 1 detik) untuk Kota Semarang dan Sekitarnya ... 24

Gambar 2.12 Desain Spektrum Respons ... 28

Gambar 2.13 Struktur Tangga ... 33

Gambar 2.16 Grafik Hubungan antara Kohesi dan Nilai N ... 45

Gambar 2.17 Grafik Faktor Adhesi pada Tanah Kohesif ... 45

Gambar 2.18 Grafik Brooms untuk Ultimate Lateral Resistance (Das, 2004) . 47 Gambar 3.1 Diagram Alur Program Etabs 9.6.0 ... 57

Gambar 4.1 Tampak 3D Model Struktur ... 58

Gambar 4.2 Peta Koordinat Lokasi ... 62

Gambar 4.3 Grafik Respon Spektrum ... 63

Gambar 4.4 Grafik Respons Spektrum di Etabs 9.6 ... 63

Gambar 4.5 Potongan Penampang Pelat Lantai Tumpuan X ... 75

Gambar 4.6 Potongan Penampang Pelat Lantai Tumpuan Y... 79

Gambar 4.7 Denah Penulangan Pelat S1 ... 81

Gambar 4.8 Denah Penulangan Pelat S2 ... 90

Gambar 4.9 Tangga Tipe 1 ... 96

(12)

69

Gambar 4.11 Tangga Tipe 2 ... 99

Gambar 4.12 Dimensi Anak Tangga... 101

Gambar 4.13 Permodelan Struktur Tangga ... 102

Gambar 4.14 Momen Maximum Tangga ... 103

Gambar 4.15 Tulangan Tangga dan Bordes ... 110

Gambar 4.16 Sket Gaya Lintang ... 115

Gambar 4.17 Detail Penulangan Balok Anak Setiap Tipe ... 120

Gambar 4.18 Sket Gaya Lintang ... 125

Gambar 4.19 Sket Gaya Lintang ... 130

Gambar 4.20 Detail Penulangan Balok Setiap Tipe ... 132

Gambar 4.21 Denah Kolom yang Ditinjau ... 134

Gambar 4.22 Grafik Interaksi Kolom ... 137

Gambar 4.23 Diagram Interaksi Kuat Rencana Kolom ... 141

Gambar 4.24 Penulangan Kolom Setiap Tipe ... 143

Gambar 4.25 Penulangan Sloof 25 x 50 ... 147

Gambar 4.26 Penulangan Sloof 30 x 60 ... 150

Gambar 4.27 Pile Cap As 5I ... 156

Gambar 4.28 Grafik Brom untuk Ultimate Lateral Resistance (Das, 2004) ... 160

(13)

70 DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daftar Berat Bahan Bangunan ... 12

Tabel 2.2 Daftar Beban Hidup pada Lantai Ruangan Gedung ... 13

Tabel 2.3 Reduksi Kekuatan ... 19

Tabel 2.4 Kategori Bangunan Gedung dan Non Gedung untuk Beban Gempa 20

Tabel 2.5 Faktor Keutamaan Gempa ... 22

Tabel 2.6 Faktor R, Ω0dan Cduntuk Sistem Penahan Gaya Gempa ... 27

Tabel 2.7 Klasifikasi Situs ... 30

Tabel 2.8 Koefisien Situs, Fa ... 32

Tabel 2.9 Koefisien Situs, Fv ... 32

Tabel 2.10 Kategori Desain Seismik Respons Percepatan Periode Pendek ... 35

Tabel 2.11 Kategori Desain Seismik Respons Percepatan Periode 1 Detik ... 35

Tabel 2.12 Koefisien Pembatas Periode Getar Struktur ... 36

Tabel 2.13 Skin Friction Berdasarkan Jenis Tanah dan Tipe Tiang ... 49

Tabel 4.1 Nilai Hasil Tes Penetrasi Standar Rata-Rata ( ) ... 61

Tabel 4.2 Koefisien Untuk Batas Atas pada Perioda yang Dihitung ... 64

Tabel 4.3 Nilai Parameter Perioda Pendekatan Ct dan x ... 64

Tabel 4.4 Faktor Keutamaan Gempa ... 65

Tabel 4.5 Kontrol Kinerja batas Layan Arah X dan Y ... 67

Tabel 4.6 Kontrol Kinerja batas Ultimate Arah X dan Y ... 68

Tabel 4.7 Hasil dari Modal Partisipasi Massa Rasio ... 69

Tabel 4.8 Berat Lantai ... 70

Tabel 4.9 Penulangan Pelat Tiap Lantai ... 94

Tabel 4.10 Penulangan Balok Setiap Tipe ... 131

Tabel 4.11 Penulangan Kolom Setiap Tipe ... 141

Tabel 4.12 Spesifikasi Tiang Pancang dari Wika Beton ... 151

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :