Sarana dan prasarana merupakan salah satu pendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Litbang Kehutanan. Sarana dan prasarana tersebut antara lain berupa laboratorium penelitian, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Hutan Penelitian non KHDTK, Perpustakaan Rl. Ardi Koesoema dan perpustakaan UPT, jaringan LAN dan internet serta kendaraan dinas dan sarana lainnya.
Tabel
6.1. Daftar
laboratorium
penelitian
Badan
Litbang
Kehutanan
s/d
tahun
2009
Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam 1. LaboratoriumMikrobiologi 2. Laboratorium Penangkaran Satwa 3. Laboratorium Tanah
4. Laboratorium Sutera Alam 5. Herbarium
1. Laboratorium Keteknikan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan 2. Laboratorium Kimia dan Energi Hasil Hutan
3. Laboratorium Teknologi Serat 4. Laboratorium Energi Cair/Biodisel
5. Laboratorium arang Terpadu di BDK Kadipaten 6. Laboratorium Hasil Hutan Bukan Kayu
7. Laboratorium Pengujian Terpadu 8. Laboratorium Produk Majemuk
9. Laboratorium Sifat Fisik dan Mekanik Kayu 10. Laboratorium Pengeringan Kayu
11. Laboratorium Pengerjaan dan Penggergajian kayu 12. Laboratorium Anatomi Kayu
'13. Laboratorium Pengawetan Kayu 14. Laboratorium Entomologi/Serangga '1 5. Laboratorium Mikologi/Jamur 16. Xylarium
Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan
Laboratorium Genetika Molekuler
Laboratorium Benih/Biologi/Reproduksi Laboratorium Kultur Jaringan Kaliurang Laboratorium Kayu
1 . t .
4 .
Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Laboratorium Silvikultur dan Tanah Laboratorium Hama Penyakit Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan
1 . 2.
2
Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. LaboratoriumSilvikultur
2. Laboratorium Pemanfatan dan Pengolahan Hasil Hutan 3. Laboratorium Tanah (Pelestarian Sumber Daya Alam) 4. Laboratorium Social Forestry
Balai Penelitian Hutan Penghasil Serat Kuok Laboratorium Penurunan Kadar Air Madu Laboratorium Tanah Laboratorium Kimia Laboratorium Satwa 1 . 2. 3. 4.
1. Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor 1. Laboratorium Kering
2. Laboratorium Ruang Pengeringan 3. Laboratorium Ruang basah 4. Laboratorium Ruang Gelap
5. Laboratorium Ruang Penyimpanan 6. Laboratorium Ruang Kecambah 7. Laboratorium Ruang Kering 8. Laboratorium Ruang Dingin (CS) 9. Laboratorium Hama Penyakit 10. Laboratorium Ruang Kriopreservasi 1. Laboratorium Tanah
Balai Penelitian Kehutanan Solo 1. Laboratorium Tanah dan Hidrologi
2. Laboratorium Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis 1. Laboratorium Silvikultur
Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja 1. Laboratorium BPTP Samboia 2. Herbarium
Balai Penelitian Kehutanan Mataram 1. Laboratorium Kimia Tanah 2. Laboratorium Fisika Tanah
3. Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu 4. Laboratorium Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu 5. Laboratorium Silvikultur
6. Laboratorium Mikrobiologi 7. Laboratorium Hama tanaman B. Laboratorium Penyakit Tanaman Balai Penelitian Kehutanan Makasar 1. Laboratorium Silvikultur
2. Laboratorium Kultur Jaringan 3. Laboratorium Mikrobiologi
4. .Laboratorium Ekologi Hutan dan KonservasiAlam 5. Laboratorium Sosial Forestry
6. Laboratorium Fisika Mekanika Kayu 7. Laboratorium Anatomi Kavu Balai Penelitian kehutanan Kupang 1. Laboratoriun Silvilkultur Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. LaboratoriumSilvikultur
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) merupakan suatu kawasan hutan yang diperuntukan khusus antara lain untuk keqiatan penelitian dan pengembangan sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1ggg, denqan jr#a mengubah fungsi pokok kawasan hutan dimaksud. Badan Litbang Kehutanan saat ini memiliki 32 KHDTK yang ditujuka'n sebJgai laboratorium lapangan untuk mendukung kegiatan penelitian, yang diharapkan dapat menghasilkan pakefpaket lpfEf fenutanan ya-ng bermanfaat bagi pembangunan sektor kehutanan.
Tabel 6.2. Daftar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Badan Litbang Kehutanan s/d tahun 200g.
Sumatera 1 Siali-Ali, Kab.Tapsel, Sumut 1 30,1 SK Menhut N0.77lMenhut-1112004 tgl '10-3 2004
Silvikultur hutan tanaman Konservasi
B P K A e k N a u l i
L . Aek Godang,
Kab. Tapsel, Sumut
8 , 4 SK Menhut
N0.78/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004
Penelitian yang dilakukan adalah percobaan pengelolaan tanah, pemupukan dan pengamatan pertumbuhan hutan tanaman pinus
BPKAek Nauli ? Aek Nauli, Kab. Simalungun, Sumut 1.900 SK Menhut No.39/Menhut-ll/2005 tglT-2-2005
Jasa lingkungan BPKAek Nauli
4. Kepau Jaya, Kab. Kampar, Riau
1.027 SK Menhut
N0.74lMenhut-ll/2005 tgl 29-03-2005
Penelitian tumpang sari antara gaharu, mahang, bintangur, nyamplung dengan sawit
Penelitian aplikasi jenis tanaman penghasil pulp pada lahan gambut
BPHP Serat Kuok
Kemampo,
Kab. Musi Banyuasin, Sumsel
250 SK Menhut
N0.57lMenhut-1112004 tgl 18-2-2004
Ujijarak tanam ekaliptus pelita Teknik silvikultur pulai Demplot kayu pertukangan Demplot penyiapan lahan tanpa bakar Uji klon jati
Teknik silvikultur ulin dan jelutung Uji pemupukan dan pemeliharaan jati
BPK Palembang
Benakat, Kab. Muara Enim, Sumsel
SK Menhut No. 1'l 1 /Menhut -1U2004
tgl 19-4 2004
- Teknik silvikultur tembusi dan meranti merah - Demplot kayu putih
- Teknik pengendalian gulma pada hutan tanaman - Sosial forestry di Benakat
BPK Palembang Jawa Carita, Kab. Pandeglang, Banten 3.000 SK Menhut N0.290/Kpts-ll/2003 tgl 26-8-2003 Taksonomi Denrologi Ekologi hutan Budidaya hutan Pengaruh hutan
Konservasi sumber daya alam hayati Perlindungan hutan
Satwa ll ar langka Hasil hutan bukan kayu Ekowisata
Agroforestry dan sosial ekonomi kehutanan masyarakat sekitar hutan
- P3HKA
Haurbentes, Kab. Bogor, Jabar
SK Menhut No.288/Kpts-il/2003
tgl 26-8-2003
- Model pertumbuhan jenis drpferocarpaceae - Teknik budidaya meranti penghasil
dipterocarpaceae
- Teknik penanaman dengan sistem lebar jalur - Hama dengan penyakit pada tanaman
dipterocarpaceae
- Potensi tanaman Dipterocaraceae dalam menyerap KarDon
Yanlapa, Kab. Bogor, Jabar
47 SK Menhut
N0.60/Menhut-1|/2005 t9l 9-3-2005
Uji introduksi jenis unggulan
Uji introduksi tanaman dengan CMA (Cendawan Mikoriza Abuskula)
Pola pemanfaatan lahan dengan aneka usaha kehutanan (AUK)
Pengayaan tanaman pada KHDTK dengan jenis andalan yang unggul
- P3HKA 10. Cikampek, Kab. Purwakarta, J a b a r 45 SK Menhut No.30S/Kpts-ll/2003 tgl 1 1 -9-2003
Teknik budidaya eboni
Potensi tanaman dalam menyerap karbon Pengembangan labah madu untuk masyarakat sekitar hutan penelitian
Kajian metode pengawetan kayu terhadap serangan rayap tanah
- P3HKI/ - P 3 H T )
1 , | Wonogiri,
Kab. Wonogiri, Jateng
93,25 SK Menhut
N0.60/Menhut-1112004 tgl 1-3-2004
Penelitian acacia, ekaliptus dan iati B2P BPTH Yogyakarta t z . Gombong, Kab. Kebumen, Jateng 200 SK Menhut No.76/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004
Kajian optimalisasi luasan penutupan lahan hutan terhadap tata air.
BPK Solo
Cemoro-Modang Kab. Blora, Jateng
1 . 6 5 0 SK Menhut
N0.89/Menhut-1112004 tgl 12-3-2004
Kajian optimalisasi luasan penutupan lahan hutan terhadap tata air
Permodelan Hidrolooi BPK Solo 1 A Watusipat, K a b . G u n u n g K i d u l , D I Y 1 0 SK Menhut N0.395/Menhut-l 1i2004 tgl 1B-10-2004
Penelitian jati dan cendana Pemeliharaan arboretum
B2P BPTH Yogyakarta
/
1 5 . Playen,
Kab, Gunung Kidul, D I Y
SK Menhut No. 395/Menhut-l l/2004
tgl 18-10-2004
Penelitian kayu putih, merbau, jati, pulai, sukun dan cendana B2P BPTH Yogyakarta t o Kaliurang, Kab. Sleman DIY 1 0 SK Menhut No 455/Menhut-ll/2005 tgl 9-12-2005 Pemeliharaan arboretum B2P BPTH Yogyakarta 1 7 . Padekan Malang Kab. Situbondo, Jatim
21,4 SK Menhut
N0.293/Kpts-ll/2003 tgl 26-8-2003
Pemeliharan arboretum
Kegiatan penelitian P3HT dengan Universitas Jember (UNEJ) B2P BPTH Yogyakarta 1B Sumber Weringin Kab. Bondowoso Jatim z J , o SK Menhut N0.221 /Menhut-l l/2004 t1t22-6-2004
Penelitian aracauria, merbau dan ulin Pemeliharaan arboretum B2P BPTH Yogyakarta Kalimantan Riam Kiwa, Kab.Banjar, Kalsel 1 . 4 5 5 S K M e n h u t No.75/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004
Kajian status IPTEK penanggulangan kebakaran hutan
Kajian teknologi dan kelembagaan pengendalian kebakaran hutan
Uji silvikultur jenis pulai
Silvikultur hutan tanaman camouran Pengelolaan lingkungan hutan tanaman
Pemeliharaan jenis pohon dan pengembangan teknik rehabilitasi di lahan oambut
BPK Banjarbaru
20 Kintap,
Kab. Tanah Laut, Kalsel
1 . 0 0 0 SK Menhut
N0.83/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004
Penelitian teknik budidaya persyaratan tumbuh dan sebaran jenis Shorea lbhorensls.
Uji silvikultur jenis ulin
Pengelolaan lingkungan hutan tanaman Penelitian rumpang dan tanaman jalur
B P K Banjarbaru
Rantau,
Kab. Tapin, Kalsel
SK Menhut No. 1 77lMenhut-ll/2005
tgl 29-6-2005
Pengembangan hutan tanaman jenis johar, gmelina, sungkai, rotan, ulin, mersawa, meranti
Tumbang Nusa, Kalteng
5.000 SK Menhut
N0.76/Menhut-ll/2005 tgl 31-3-2005
Kajian status IPTEK penanggulangan kebakaran hutan
Kajian teknologi dan kelembagaan pengendalian kebakaran hutan
Inokulasi mikoriza lokal dan pembuatan demplot jenis Ganysfy/us bancanus dan Shorea balangeran Pemuliaan alami stok karbon hutan pasca
kebakaran di rawa gambut Kalteng
Inokulasi ganda ektomikonza dan bakteri lokal pada beberapa jenis tanaman rawa gambut untuk peningkatan pertumbuhan.
BPK Banjarbaru
Sangai,
Kab. Kota Waringin Timur, Kalteng
630,1 SK Menhut
No.9B/Menhut-ll/2005 tgl 15-4-2005
Penelitian pertumbuhan growth &yleld dengan pembangunan PUP
Penelitian intersepsi curah hujan dan pengukuran iklim
Pengumpulan herbarium Penelitian biodiversitas amphibi
Pembuatan model pertumbuhan hutan (SYMFOR) Penerapan program Forest lnventory and Product Linkage Programme dan Reduced Impact Logging
(RrL)
Penelitian fisiologi pohon Penelitian mikoriza
82P
/ 24. Samboja, Kab. Kutai Kartanegara, Kaltim 3.504 SK Menhut No.201 /Menhut- | l/2004 tgl 10-6-2004
Penelitian pemeliharaan ulin Penelitian gaharu
Penelitian plasma nutfah pohon asli Kalimantan (Shorea leprosula, Shorea johorensis, Shorea p aruitolia, Shore a p a ru i stip ul ata)
Penelitian Plasma Nutfah pohon lokal (Nangka, hau, kiwi, durian, langsat, rambai, cempaka, lai, manggis hutan, asam kumanjin, rambutan, terap, kecapi, binjai, dll) BPTP Samboja 25. Sebulu, Kab. Kutai Kartanegara, Kaltim 2 . 9 6 0 , 6 SK Menhut No.203/Menhut-l l/2004 tgl 14-6-2004
Penelitian teknik pembiakan kultur jaringan mahoni, iati, sungkai, ulin dan jenis dipterocarpaceae Penelitian tentang fiksasi karbon pada lokasi penanaman sungkai dan gmelina, padang alang-alang di hutan skunder
Penelitian dengan berbagai ujijarak tanam , dan kombinasi metode penanaman dari berbagai jenis dipterocarpaceae dan jenis-jenis lain seperti gaharu d a n u l i n .
B2P
Dipterokarpa
26. Labanan, Kab. Berau, Kaltim
7.900 SK Menhut No. 1 2 1 /Men hu l-1112007
tgl 2 April 2007
Penelitian berbagai teknik silvikultur B2P
Dipterokarpa
Sulawesi
27. Borisallo, Kab. Gowa, Sulsel
1 8 0 SK Menhut
No.367/Menhut-ll/2004 tgl 5-10-2004
Social forestry BPK Makassar
28. Mengkendek, Kab. Tana Toraja Sulsel
1 0 0 SK Menhut No.367lMenhut-l l/2004
tgl 5-10-2004
M a l i l i ,
Kab. Luwu Timur Sulsel
SK Menhut N o. 367/Men hu t-lll 2004
tgl 5-10-2004
Silvikultur hutan alam dan jenis unggulan lokal
Bali
Nusa Penida, Kab. Klungkung, Bali
SK Menhut N0.459/Menhut-l l/2005
t g l 1 3 - 1 2 - 2 0 0 5
Penyusunan grand design Pengelolaan KHDTK Penida dengan fungsi hutan lindung
Nusa T
Rarung,
Kab Lombok Tengah, NTB
J U O , O SK Menhut
N0.390/Menhut-l l/2004 tgl 18-10-2004
Silvikultur dua banga untuk pembangunan hutan tanaman dua banga
Silvikultur klicung Teknik budidaya gaharu Uji keturunan ampupu
Silvikultur pengembangan tanaman lokal Pembuatan model hutan kemasvarakatan Budidaya kemiri
Demplot percobaan Penelitian konservasi mata air
Penelitian rehabilitasi lahan alang-alang Penelitian penangkaran rusa Timor
Penyusunan grand design Pengelolaan KHDTK Rarung
BPK Mataram
Hambala, Kab. Sumba Timur, NTT
SK Menhui No. 1 36/Men hu t-lll 2004
tgl 4-5-2004
Teknik Silvikultur hutan non kayu Teknis rehabilitasi lahan terdegradasi
Keterangan:
Tabel 6.3. Daftar Hutan Penelitian non KHDTK Badan Litbang Kehutanan s/d tahun 2009
1 P3HKA Hutan Penelitian Darmaga
Hutan Penelitian Pasirawi Hutan Penelitian Pasirhantap Hutan Penelitian Cikole Hutan Penelitian Arcamanik
Bogor Rumpin, Bogor Sukabumi Bandung Bandung 57,75 14,25 35 39,80 16,27 2. P3HT Sobang Pandeglang 167,45
B P K A e k N a u l i Hutan Penelitian Sipiso-piso Kabupaten Tanah Karo, Sumut 45
4 . BPK Palembang Kebun Percobaan Tanjungan
Kebun Percobaan Way Hanakau Kebun Percobaan Sumber Jaya Kebun Percobaan Tanjung Bintang
Lampung Selatan Lampung Utara Lampung Barat Lampung Selatan 36 1 0 0 40,8 1 0
BPTP Bogor Hutan Penel
Hutan Penel Hutan Penel
tian Parung panjang tian Rumpin tian Nagrak Bogor Bogor Bogor 134 50 1
o . B P K C i a m i s Hutan Penelitian Cigerendeng Kabupaten Ciamis, Jabar 7 . BPTP Samboja Tahura Bukit Suharto Kabupaten Kutai Kartanegara dan
Kabupaten Pasir Penajam Utara (PPU), Kaltim
6 1 , 8 5 0
8 . BPK Manokwari Wanariset lnamberi
Wanariset Anggresi Wanariset Tuwan-wouwi Wanariset Sentani Manokwari Manokwari Manokwari Jayapura 1 0 50 1 5 50
Perpustakaan R.l, Ardi Koesoema merupakan merupakan hasil relokasi, renovasi dan revitalisasi perpustakaan yang telah ada di Badan Litbang Kehutanan, yaitu perpustakaan Puslitbang Hutan dan KonservasiAlam, perpustakaan Puslitbang Hasil Hutan, dan perpustakaan Puslit Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan, yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi pusat informasi penelitian dan pengembangan kehutanan serta terkait dalam jaringan kerjasama secara nasional dan internasional pusafpusat perpustakaan/informasi sejenis.
Nama perpustakaan Badan Litbang Kehutanan ini diambil dari salah satu nama peneliti yang berjasa dalam pembangunan hutan penelitian dan konservasi eksitu jenis-jenis Dipterocarpaceae yaitu almarhum Bapak R.l. Ardi Koesoema. Penetapan nama R.l. Ardi Koesoema sebagai nama Perpustakaan Badan Litbang Kehutanan dituangkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.310/Menhut-ll/2004 tanggal 20Agustus 2004. Beberapa layanan yang disediakan oleh perpustakaan R.l. Ardi Koesoema adalah layanan sirkulasi, referensi, penelusuran pustaka, internetdan bimbingan penggunaan perpustakaan.
Sampai dengan saat ini, perpustakaan R. L Ardi Koesoema telah memiliki koleksi sebanyak 34.626yang sebagian besar terdiri dari koleksi majalah/buletin/jurnal, textbook dan buku koleksi lama. Jenis dan jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan R.l. Ardi Koesoema seperti tercantum dalam Tabel 6.4.
Tabel6.4. DaftarkoleksiperpustakaanR.l.ArdiKoesoemaBadanLitbangKehutanantahun2005-2009.
1 Koleksi Referensi 2.116 2.308 2.583 2.822 2.932
2. Koleksi Cadangan 682 682 9 1 8 952 q q q
{ Textbook 5.123 5.404 6.053 6.282
6 . 5 2 1
4 . Koleksi lama (buku < tahun 1970) 6.425 6.425 5.648 5.652 5 . 6 5 2
Koleksi Peta 487 487 508 508 508
o KoleksiAudio Visual 0 254 358 482 5 1 6
7 Laporan (Laporan Hasil Penelitian, Laporan Tahunan, dll) n 0 1 . 8 5 4 1 . 8 7 5
I , Y O J
8 Majalah, Buletin, Jurnal 1 5.216 1 5 . 9 7 8 14.800 1 5.1 63 1 5 . 5 3 5
Tabel 6.5. Jumlah kendaraan bermotor jenis roda dua dan roda empat Badan Litbang Kehutanan tahun 2005 - 2009 1 Sekretariat 1 5 25 1 q .zo 1 7 JU 1 9 11 , 1 0 11 2. P3HKA 42. a'1. 12 1 ? '13 1 4 1 3 1 4 13 1 4 P3HH o 11 11 o 12 7 11 I 11 4 . P3HT 10 1 ? 1 9 t o 6 I q I I 5 . P2SEKK 2 7 o { I ? 8 o . B2P BPTH Yoqyakarta* 4 ^ I L o 13 7 1 4 1 4 14 t o 1 ? 7 . B2P Dipterokarpa** t c 25 1 5 26 11 30 1 7 29 1 7 30 8 . BPK Aek Nauli 1 8 12 1 5 20 21 I J 21 1 8 z l 1 ? v . BPHP Serat Kuok o 6 h 8 q 11 I 11 9 1 0 . BPK Palembano t z 7 8 I 1 1 10 10 10 1 A 10 4 4 I I BPTP Boqor L 6 10 7 6 7 o 7 0 12. BPK Ciamis z + + t c 4 1 A I t c 8 4 ? BPK Solo 12 o 1 3 7 16 8 t o I 16 B 4 A I l . BPK Baniarbaru 1 7 11 2 0 11 22 1 ? 20 1 ? 21 I J 1 5 . BPTP Samboia 20 A v 7 10 v 1 4 11 11 4 4 t l t o . BPK Mataram*** 1 7 12 6 8 1 7 . BPK Makassar 1 4 I I 1 4 11 4 4 t l 1 4 12 47 1 8 . BPK Manado 7 B 7 8 7 8 1 9 . B P K K u o a n o 1 5 8 4 1 I I Y 20 q 23 8 23 10 20. BPK Manokwari 4 7 v 4 4 l l 12 11 12 1 8 10 1 q 11 JUMLAH 232 1 9 1 228 221
23s
227 261 222 304 215 Keterangan:-) sebelum tahun 2007 bernana Balai Bioteknologi dan Penuliaan Tanaman Hutan '-) sebelumtahun 2007 bernama BP2K Kalimantan
'--) sebelum tahun 2007 bernama BP2TP DAS IBT