• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 6.1. Daftar laboratorium penelitian Badan Litbang Kehutanan s/d tahun 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tabel 6.1. Daftar laboratorium penelitian Badan Litbang Kehutanan s/d tahun 2009"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Sarana dan prasarana merupakan salah satu pendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Litbang Kehutanan. Sarana dan prasarana tersebut antara lain berupa laboratorium penelitian, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Hutan Penelitian non KHDTK, Perpustakaan Rl. Ardi Koesoema dan perpustakaan UPT, jaringan LAN dan internet serta kendaraan dinas dan sarana lainnya.

Tabel

6.1. Daftar

laboratorium

penelitian

Badan

Litbang

Kehutanan

s/d

tahun

2009

Puslitbang Hutan dan Konservasi Alam 1. LaboratoriumMikrobiologi 2. Laboratorium Penangkaran Satwa 3. Laboratorium Tanah

4. Laboratorium Sutera Alam 5. Herbarium

1. Laboratorium Keteknikan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan 2. Laboratorium Kimia dan Energi Hasil Hutan

3. Laboratorium Teknologi Serat 4. Laboratorium Energi Cair/Biodisel

5. Laboratorium arang Terpadu di BDK Kadipaten 6. Laboratorium Hasil Hutan Bukan Kayu

7. Laboratorium Pengujian Terpadu 8. Laboratorium Produk Majemuk

9. Laboratorium Sifat Fisik dan Mekanik Kayu 10. Laboratorium Pengeringan Kayu

11. Laboratorium Pengerjaan dan Penggergajian kayu 12. Laboratorium Anatomi Kayu

'13. Laboratorium Pengawetan Kayu 14. Laboratorium Entomologi/Serangga '1 5. Laboratorium Mikologi/Jamur 16. Xylarium

(2)

Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

Laboratorium Genetika Molekuler

Laboratorium Benih/Biologi/Reproduksi Laboratorium Kultur Jaringan Kaliurang Laboratorium Kayu

1 . t .

4 .

Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Laboratorium Silvikultur dan Tanah Laboratorium Hama Penyakit Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan

1 . 2.

2

Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. LaboratoriumSilvikultur

2. Laboratorium Pemanfatan dan Pengolahan Hasil Hutan 3. Laboratorium Tanah (Pelestarian Sumber Daya Alam) 4. Laboratorium Social Forestry

Balai Penelitian Hutan Penghasil Serat Kuok Laboratorium Penurunan Kadar Air Madu Laboratorium Tanah Laboratorium Kimia Laboratorium Satwa 1 . 2. 3. 4.

1. Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor 1. Laboratorium Kering

2. Laboratorium Ruang Pengeringan 3. Laboratorium Ruang basah 4. Laboratorium Ruang Gelap

5. Laboratorium Ruang Penyimpanan 6. Laboratorium Ruang Kecambah 7. Laboratorium Ruang Kering 8. Laboratorium Ruang Dingin (CS) 9. Laboratorium Hama Penyakit 10. Laboratorium Ruang Kriopreservasi 1. Laboratorium Tanah

(3)

Balai Penelitian Kehutanan Solo 1. Laboratorium Tanah dan Hidrologi

2. Laboratorium Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis 1. Laboratorium Silvikultur

Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja 1. Laboratorium BPTP Samboia 2. Herbarium

Balai Penelitian Kehutanan Mataram 1. Laboratorium Kimia Tanah 2. Laboratorium Fisika Tanah

3. Laboratorium Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu 4. Laboratorium Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu 5. Laboratorium Silvikultur

6. Laboratorium Mikrobiologi 7. Laboratorium Hama tanaman B. Laboratorium Penyakit Tanaman Balai Penelitian Kehutanan Makasar 1. Laboratorium Silvikultur

2. Laboratorium Kultur Jaringan 3. Laboratorium Mikrobiologi

4. .Laboratorium Ekologi Hutan dan KonservasiAlam 5. Laboratorium Sosial Forestry

6. Laboratorium Fisika Mekanika Kayu 7. Laboratorium Anatomi Kavu Balai Penelitian kehutanan Kupang 1. Laboratoriun Silvilkultur Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. LaboratoriumSilvikultur

(4)

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) merupakan suatu kawasan hutan yang diperuntukan khusus antara lain untuk keqiatan penelitian dan pengembangan sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1ggg, denqan jr#a mengubah fungsi pokok kawasan hutan dimaksud. Badan Litbang Kehutanan saat ini memiliki 32 KHDTK yang ditujuka'n sebJgai laboratorium lapangan untuk mendukung kegiatan penelitian, yang diharapkan dapat menghasilkan pakefpaket lpfEf fenutanan ya-ng bermanfaat bagi pembangunan sektor kehutanan.

Tabel 6.2. Daftar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Badan Litbang Kehutanan s/d tahun 200g.

Sumatera 1 Siali-Ali, Kab.Tapsel, Sumut 1 30,1 SK Menhut N0.77lMenhut-1112004 tgl '10-3 2004

Silvikultur hutan tanaman Konservasi

B P K A e k N a u l i

L . Aek Godang,

Kab. Tapsel, Sumut

8 , 4 SK Menhut

N0.78/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004

Penelitian yang dilakukan adalah percobaan pengelolaan tanah, pemupukan dan pengamatan pertumbuhan hutan tanaman pinus

BPKAek Nauli ? Aek Nauli, Kab. Simalungun, Sumut 1.900 SK Menhut No.39/Menhut-ll/2005 tglT-2-2005

Jasa lingkungan BPKAek Nauli

4. Kepau Jaya, Kab. Kampar, Riau

1.027 SK Menhut

N0.74lMenhut-ll/2005 tgl 29-03-2005

Penelitian tumpang sari antara gaharu, mahang, bintangur, nyamplung dengan sawit

Penelitian aplikasi jenis tanaman penghasil pulp pada lahan gambut

BPHP Serat Kuok

Kemampo,

Kab. Musi Banyuasin, Sumsel

250 SK Menhut

N0.57lMenhut-1112004 tgl 18-2-2004

Ujijarak tanam ekaliptus pelita Teknik silvikultur pulai Demplot kayu pertukangan Demplot penyiapan lahan tanpa bakar Uji klon jati

Teknik silvikultur ulin dan jelutung Uji pemupukan dan pemeliharaan jati

BPK Palembang

(5)

Benakat, Kab. Muara Enim, Sumsel

SK Menhut No. 1'l 1 /Menhut -1U2004

tgl 19-4 2004

- Teknik silvikultur tembusi dan meranti merah - Demplot kayu putih

- Teknik pengendalian gulma pada hutan tanaman - Sosial forestry di Benakat

BPK Palembang Jawa Carita, Kab. Pandeglang, Banten 3.000 SK Menhut N0.290/Kpts-ll/2003 tgl 26-8-2003 Taksonomi Denrologi Ekologi hutan Budidaya hutan Pengaruh hutan

Konservasi sumber daya alam hayati Perlindungan hutan

Satwa ll ar langka Hasil hutan bukan kayu Ekowisata

Agroforestry dan sosial ekonomi kehutanan masyarakat sekitar hutan

- P3HKA

Haurbentes, Kab. Bogor, Jabar

SK Menhut No.288/Kpts-il/2003

tgl 26-8-2003

- Model pertumbuhan jenis drpferocarpaceae - Teknik budidaya meranti penghasil

dipterocarpaceae

- Teknik penanaman dengan sistem lebar jalur - Hama dengan penyakit pada tanaman

dipterocarpaceae

- Potensi tanaman Dipterocaraceae dalam menyerap KarDon

(6)

Yanlapa, Kab. Bogor, Jabar

47 SK Menhut

N0.60/Menhut-1|/2005 t9l 9-3-2005

Uji introduksi jenis unggulan

Uji introduksi tanaman dengan CMA (Cendawan Mikoriza Abuskula)

Pola pemanfaatan lahan dengan aneka usaha kehutanan (AUK)

Pengayaan tanaman pada KHDTK dengan jenis andalan yang unggul

- P3HKA 10. Cikampek, Kab. Purwakarta, J a b a r 45 SK Menhut No.30S/Kpts-ll/2003 tgl 1 1 -9-2003

Teknik budidaya eboni

Potensi tanaman dalam menyerap karbon Pengembangan labah madu untuk masyarakat sekitar hutan penelitian

Kajian metode pengawetan kayu terhadap serangan rayap tanah

- P3HKI/ - P 3 H T )

1 , | Wonogiri,

Kab. Wonogiri, Jateng

93,25 SK Menhut

N0.60/Menhut-1112004 tgl 1-3-2004

Penelitian acacia, ekaliptus dan iati B2P BPTH Yogyakarta t z . Gombong, Kab. Kebumen, Jateng 200 SK Menhut No.76/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004

Kajian optimalisasi luasan penutupan lahan hutan terhadap tata air.

BPK Solo

Cemoro-Modang Kab. Blora, Jateng

1 . 6 5 0 SK Menhut

N0.89/Menhut-1112004 tgl 12-3-2004

Kajian optimalisasi luasan penutupan lahan hutan terhadap tata air

Permodelan Hidrolooi BPK Solo 1 A Watusipat, K a b . G u n u n g K i d u l , D I Y 1 0 SK Menhut N0.395/Menhut-l 1i2004 tgl 1B-10-2004

Penelitian jati dan cendana Pemeliharaan arboretum

B2P BPTH Yogyakarta

(7)

/

1 5 . Playen,

Kab, Gunung Kidul, D I Y

SK Menhut No. 395/Menhut-l l/2004

tgl 18-10-2004

Penelitian kayu putih, merbau, jati, pulai, sukun dan cendana B2P BPTH Yogyakarta t o Kaliurang, Kab. Sleman DIY 1 0 SK Menhut No 455/Menhut-ll/2005 tgl 9-12-2005 Pemeliharaan arboretum B2P BPTH Yogyakarta 1 7 . Padekan Malang Kab. Situbondo, Jatim

21,4 SK Menhut

N0.293/Kpts-ll/2003 tgl 26-8-2003

Pemeliharan arboretum

Kegiatan penelitian P3HT dengan Universitas Jember (UNEJ) B2P BPTH Yogyakarta 1B Sumber Weringin Kab. Bondowoso Jatim z J , o SK Menhut N0.221 /Menhut-l l/2004 t1t22-6-2004

Penelitian aracauria, merbau dan ulin Pemeliharaan arboretum B2P BPTH Yogyakarta Kalimantan Riam Kiwa, Kab.Banjar, Kalsel 1 . 4 5 5 S K M e n h u t No.75/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004

Kajian status IPTEK penanggulangan kebakaran hutan

Kajian teknologi dan kelembagaan pengendalian kebakaran hutan

Uji silvikultur jenis pulai

Silvikultur hutan tanaman camouran Pengelolaan lingkungan hutan tanaman

Pemeliharaan jenis pohon dan pengembangan teknik rehabilitasi di lahan oambut

BPK Banjarbaru

20 Kintap,

Kab. Tanah Laut, Kalsel

1 . 0 0 0 SK Menhut

N0.83/Menhut-1112004 tgl 10-3-2004

Penelitian teknik budidaya persyaratan tumbuh dan sebaran jenis Shorea lbhorensls.

Uji silvikultur jenis ulin

Pengelolaan lingkungan hutan tanaman Penelitian rumpang dan tanaman jalur

B P K Banjarbaru

(8)

Rantau,

Kab. Tapin, Kalsel

SK Menhut No. 1 77lMenhut-ll/2005

tgl 29-6-2005

Pengembangan hutan tanaman jenis johar, gmelina, sungkai, rotan, ulin, mersawa, meranti

Tumbang Nusa, Kalteng

5.000 SK Menhut

N0.76/Menhut-ll/2005 tgl 31-3-2005

Kajian status IPTEK penanggulangan kebakaran hutan

Kajian teknologi dan kelembagaan pengendalian kebakaran hutan

Inokulasi mikoriza lokal dan pembuatan demplot jenis Ganysfy/us bancanus dan Shorea balangeran Pemuliaan alami stok karbon hutan pasca

kebakaran di rawa gambut Kalteng

Inokulasi ganda ektomikonza dan bakteri lokal pada beberapa jenis tanaman rawa gambut untuk peningkatan pertumbuhan.

BPK Banjarbaru

Sangai,

Kab. Kota Waringin Timur, Kalteng

630,1 SK Menhut

No.9B/Menhut-ll/2005 tgl 15-4-2005

Penelitian pertumbuhan growth &yleld dengan pembangunan PUP

Penelitian intersepsi curah hujan dan pengukuran iklim

Pengumpulan herbarium Penelitian biodiversitas amphibi

Pembuatan model pertumbuhan hutan (SYMFOR) Penerapan program Forest lnventory and Product Linkage Programme dan Reduced Impact Logging

(RrL)

Penelitian fisiologi pohon Penelitian mikoriza

82P

(9)

/ 24. Samboja, Kab. Kutai Kartanegara, Kaltim 3.504 SK Menhut No.201 /Menhut- | l/2004 tgl 10-6-2004

Penelitian pemeliharaan ulin Penelitian gaharu

Penelitian plasma nutfah pohon asli Kalimantan (Shorea leprosula, Shorea johorensis, Shorea p aruitolia, Shore a p a ru i stip ul ata)

Penelitian Plasma Nutfah pohon lokal (Nangka, hau, kiwi, durian, langsat, rambai, cempaka, lai, manggis hutan, asam kumanjin, rambutan, terap, kecapi, binjai, dll) BPTP Samboja 25. Sebulu, Kab. Kutai Kartanegara, Kaltim 2 . 9 6 0 , 6 SK Menhut No.203/Menhut-l l/2004 tgl 14-6-2004

Penelitian teknik pembiakan kultur jaringan mahoni, iati, sungkai, ulin dan jenis dipterocarpaceae Penelitian tentang fiksasi karbon pada lokasi penanaman sungkai dan gmelina, padang alang-alang di hutan skunder

Penelitian dengan berbagai ujijarak tanam , dan kombinasi metode penanaman dari berbagai jenis dipterocarpaceae dan jenis-jenis lain seperti gaharu d a n u l i n .

B2P

Dipterokarpa

26. Labanan, Kab. Berau, Kaltim

7.900 SK Menhut No. 1 2 1 /Men hu l-1112007

tgl 2 April 2007

Penelitian berbagai teknik silvikultur B2P

Dipterokarpa

Sulawesi

27. Borisallo, Kab. Gowa, Sulsel

1 8 0 SK Menhut

No.367/Menhut-ll/2004 tgl 5-10-2004

Social forestry BPK Makassar

28. Mengkendek, Kab. Tana Toraja Sulsel

1 0 0 SK Menhut No.367lMenhut-l l/2004

tgl 5-10-2004

(10)

M a l i l i ,

Kab. Luwu Timur Sulsel

SK Menhut N o. 367/Men hu t-lll 2004

tgl 5-10-2004

Silvikultur hutan alam dan jenis unggulan lokal

Bali

Nusa Penida, Kab. Klungkung, Bali

SK Menhut N0.459/Menhut-l l/2005

t g l 1 3 - 1 2 - 2 0 0 5

Penyusunan grand design Pengelolaan KHDTK Penida dengan fungsi hutan lindung

Nusa T

Rarung,

Kab Lombok Tengah, NTB

J U O , O SK Menhut

N0.390/Menhut-l l/2004 tgl 18-10-2004

Silvikultur dua banga untuk pembangunan hutan tanaman dua banga

Silvikultur klicung Teknik budidaya gaharu Uji keturunan ampupu

Silvikultur pengembangan tanaman lokal Pembuatan model hutan kemasvarakatan Budidaya kemiri

Demplot percobaan Penelitian konservasi mata air

Penelitian rehabilitasi lahan alang-alang Penelitian penangkaran rusa Timor

Penyusunan grand design Pengelolaan KHDTK Rarung

BPK Mataram

Hambala, Kab. Sumba Timur, NTT

SK Menhui No. 1 36/Men hu t-lll 2004

tgl 4-5-2004

Teknik Silvikultur hutan non kayu Teknis rehabilitasi lahan terdegradasi

Keterangan:

(11)

Tabel 6.3. Daftar Hutan Penelitian non KHDTK Badan Litbang Kehutanan s/d tahun 2009

1 P3HKA Hutan Penelitian Darmaga

Hutan Penelitian Pasirawi Hutan Penelitian Pasirhantap Hutan Penelitian Cikole Hutan Penelitian Arcamanik

Bogor Rumpin, Bogor Sukabumi Bandung Bandung 57,75 14,25 35 39,80 16,27 2. P3HT Sobang Pandeglang 167,45

B P K A e k N a u l i Hutan Penelitian Sipiso-piso Kabupaten Tanah Karo, Sumut 45

4 . BPK Palembang Kebun Percobaan Tanjungan

Kebun Percobaan Way Hanakau Kebun Percobaan Sumber Jaya Kebun Percobaan Tanjung Bintang

Lampung Selatan Lampung Utara Lampung Barat Lampung Selatan 36 1 0 0 40,8 1 0

BPTP Bogor Hutan Penel

Hutan Penel Hutan Penel

tian Parung panjang tian Rumpin tian Nagrak Bogor Bogor Bogor 134 50 1

o . B P K C i a m i s Hutan Penelitian Cigerendeng Kabupaten Ciamis, Jabar 7 . BPTP Samboja Tahura Bukit Suharto Kabupaten Kutai Kartanegara dan

Kabupaten Pasir Penajam Utara (PPU), Kaltim

6 1 , 8 5 0

8 . BPK Manokwari Wanariset lnamberi

Wanariset Anggresi Wanariset Tuwan-wouwi Wanariset Sentani Manokwari Manokwari Manokwari Jayapura 1 0 50 1 5 50

(12)

Perpustakaan R.l, Ardi Koesoema merupakan merupakan hasil relokasi, renovasi dan revitalisasi perpustakaan yang telah ada di Badan Litbang Kehutanan, yaitu perpustakaan Puslitbang Hutan dan KonservasiAlam, perpustakaan Puslitbang Hasil Hutan, dan perpustakaan Puslit Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan, yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi pusat informasi penelitian dan pengembangan kehutanan serta terkait dalam jaringan kerjasama secara nasional dan internasional pusafpusat perpustakaan/informasi sejenis.

Nama perpustakaan Badan Litbang Kehutanan ini diambil dari salah satu nama peneliti yang berjasa dalam pembangunan hutan penelitian dan konservasi eksitu jenis-jenis Dipterocarpaceae yaitu almarhum Bapak R.l. Ardi Koesoema. Penetapan nama R.l. Ardi Koesoema sebagai nama Perpustakaan Badan Litbang Kehutanan dituangkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.310/Menhut-ll/2004 tanggal 20Agustus 2004. Beberapa layanan yang disediakan oleh perpustakaan R.l. Ardi Koesoema adalah layanan sirkulasi, referensi, penelusuran pustaka, internetdan bimbingan penggunaan perpustakaan.

Sampai dengan saat ini, perpustakaan R. L Ardi Koesoema telah memiliki koleksi sebanyak 34.626yang sebagian besar terdiri dari koleksi majalah/buletin/jurnal, textbook dan buku koleksi lama. Jenis dan jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan R.l. Ardi Koesoema seperti tercantum dalam Tabel 6.4.

Tabel6.4. DaftarkoleksiperpustakaanR.l.ArdiKoesoemaBadanLitbangKehutanantahun2005-2009.

1 Koleksi Referensi 2.116 2.308 2.583 2.822 2.932

2. Koleksi Cadangan 682 682 9 1 8 952 q q q

{ Textbook 5.123 5.404 6.053 6.282

6 . 5 2 1

4 . Koleksi lama (buku < tahun 1970) 6.425 6.425 5.648 5.652 5 . 6 5 2

Koleksi Peta 487 487 508 508 508

o KoleksiAudio Visual 0 254 358 482 5 1 6

7 Laporan (Laporan Hasil Penelitian, Laporan Tahunan, dll) n 0 1 . 8 5 4 1 . 8 7 5

I , Y O J

8 Majalah, Buletin, Jurnal 1 5.216 1 5 . 9 7 8 14.800 1 5.1 63 1 5 . 5 3 5

(13)

Tabel 6.5. Jumlah kendaraan bermotor jenis roda dua dan roda empat Badan Litbang Kehutanan tahun 2005 - 2009 1 Sekretariat 1 5 25 1 q .zo 1 7 JU 1 9 11 , 1 0 11 2. P3HKA 42. a'1. 12 1 ? '13 1 4 1 3 1 4 13 1 4 P3HH o 11 11 o 12 7 11 I 11 4 . P3HT 10 1 ? 1 9 t o 6 I q I I 5 . P2SEKK 2 7 o { I ? 8 o . B2P BPTH Yoqyakarta* 4 ^ I L o 13 7 1 4 1 4 14 t o 1 ? 7 . B2P Dipterokarpa** t c 25 1 5 26 11 30 1 7 29 1 7 30 8 . BPK Aek Nauli 1 8 12 1 5 20 21 I J 21 1 8 z l 1 ? v . BPHP Serat Kuok o 6 h 8 q 11 I 11 9 1 0 . BPK Palembano t z 7 8 I 1 1 10 10 10 1 A 10 4 4 I I BPTP Boqor L 6 10 7 6 7 o 7 0 12. BPK Ciamis z + + t c 4 1 A I t c 8 4 ? BPK Solo 12 o 1 3 7 16 8 t o I 16 B 4 A I l . BPK Baniarbaru 1 7 11 2 0 11 22 1 ? 20 1 ? 21 I J 1 5 . BPTP Samboia 20 A v 7 10 v 1 4 11 11 4 4 t l t o . BPK Mataram*** 1 7 12 6 8 1 7 . BPK Makassar 1 4 I I 1 4 11 4 4 t l 1 4 12 47 1 8 . BPK Manado 7 B 7 8 7 8 1 9 . B P K K u o a n o 1 5 8 4 1 I I Y 20 q 23 8 23 10 20. BPK Manokwari 4 7 v 4 4 l l 12 11 12 1 8 10 1 q 11 JUMLAH 232 1 9 1 228 221

23s

227 261 222 304 215 Keterangan:

-) sebelum tahun 2007 bernana Balai Bioteknologi dan Penuliaan Tanaman Hutan '-) sebelumtahun 2007 bernama BP2K Kalimantan

'--) sebelum tahun 2007 bernama BP2TP DAS IBT

Gambar

Tabel  6.2. Daftar  Kawasan  Hutan  Dengan  Tujuan  Khusus  (KHDTK)  Badan  Litbang  Kehutanan  s/d tahun  200g.
Tabel  6.5. Jumlah  kendaraan  bermotor  jenis roda  dua dan roda  empat  Badan  Litbang  Kehutanan  tahun  2005  - 2009 1 Sekretariat 1 5 25 1 q .zo 1 7 JU 1 9 11 , 1 0 11 2

Referensi

Dokumen terkait

 Peta Kawasan Fungsi Ekosistem Gambut Skala 1 : 250.000 yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Lampiran Berita Acara No.  Peraturan Menteri

Selama arsitektur enterprise distrukturkan berdasarkan data dan proses serta tidak adanya pengulangan pada sesuatu yang sama, maka teknologi client/server dapat berjalan dengan

Materi-materi pada kompetensi dasar tersebut bersifat abstrak namun pemanfaatan media dan keterlibatan siswa kurang optimal; (2) secara parsial ada hubungan yang signifikan

Pada lima sampel makanan pecel diketahui bahwa diantara pedagang pecel tersebut terdapat beberapa faktor yang kurang memenuhi syarat yaitu sanitasi tempat dagang yang

Skor tanggapan responden atas Indikator Pengawasan Dan Pengendalian sebesar 66,7% ini dikategorikan cukup baik yang berada pada interval 52% - 68%, sehingga dapat

Saran penelitian selanjutnya dalam melakukan pengenalan suara yaitu menggunakan algoritma yang bisa melakukan pengenalan suara dengan mengabaikan awal dan akhir frame

Anak merupakan usia rentan terhadap penyakit mulut karena masih memerlukan bantuan dari orang tua maupun keluarga untuk membimbing dalam menjaga kebersihan gigi dan

Tanda ini biasanya merupakan tanda dini dari OMSK tipe maligna, sedangkan pada kasus yang sudah lanjut dapat terlihat abses atau fistel retro aurikuler (belakang