• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA TERPADU DAN PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "RENCANA TERPADU DAN PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA

TERPADU DAN

PROGRAM

INVESTASI

INFRASTRUKTUR

JANGKA

MENENGAH

KABUPATEN

MURUNG

RAYA

Pada bab ini berisikan penjelasan profil umum Kabupaten Murung Ray seperti batas administrasi wilayah, demografi, geografi, topografi, geohidrologi, geologi, klimatologi, serta kondisi sosial dan ekonomi wilayah.

(2)

4.1

LETAK DAN KONDISI GEOGRAFIS KABUPATEN MURUNG

RAYA

Kabupaten Murung Raya adalah salah satu kabupaten pemekaran di Provinsi Kalimantan Tengah dengan total luas wilayah sebesar ± 2.370.000 Ha. Letak Kabupaten Murung Raya secara astronomis terletak di daerah Khatulistiwa, pada posisi 00º47’25,24” Lintang Utara, 00º51’51,87” Lintang Selatan, 113º12’40,98” Bujur Timur, dan 115º08’6,52” Bujur Timur. Berdasarkan geografis, Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara :berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur

Sebelah Timur :berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur

Sebelah Selatan :berbatasan dengan Kabupaten Barito Utara Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunun Mas

Sebelah Barat :berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat

Secara administratif Kabupaten Murung Raya terdiri dari 10 Kecamatan, yaitu Kecamatan Kecamatan Permata Intan, Kecamatan Babuat, Kecamatan Murung, Kecamatan Laung Tuhup, Kecamatan Barito Tuhup Raya, Kecamatan Tanah Siang, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kecamatan Sumber Barito, Kecamatan Seribu Riam dan Kecamatan Uut Murung. Berikut merupakan peta administrasi Kabupaten Murung Raya.

Tabel 4. 1 Luas Wilayah dan Jumlah Desa/ Kelurahan per Kecamatan di Wilayah Kabupaten Murung Raya

Kecamatan Ibukota Jumlah

Desa/Kelurahan

Luas Wilayah (Km2)

Permatan Intan Tumbang Lahung 12 804

Sungai Babuat Tumbang Bantian 6 423

Murung Puruk Cahu 15 730

Laung Tuhup Muara Laung 26 1611

Barito Tuhup Raya Makunjung 11 1500

Tanah Siang Saripoi 27 1239

Tanah Siang Selatan Dirung Lingkin 6 310

Sumber Barito Tumbang Kunyi 9 2797

Seribu Riam Muara Joloi 7 7023

Uut Murung Tumbang Olong 5 7263

Jumlah/ Total 124 23.700

(3)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

Gambar 4. 1 Peta Administrasi Kabupaten Murung Raya

4.2

KONDISI FISIK DASAR

Kondisi fisik dasar pada Kabupaten Murunga Raya meliputi gambaran umum jenis tanah, kelerengan, hidrologi, klimatologi, geologi serta pola ruang

4.2.1.

JENIS TANAH

(4)

Gambar 4. 2 Peta Jenis Tanah Kabupaten Murung Raya

4.2.2.

KELERENGAN

Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan Pendataan Potensi Desa (PODES) 2011 yang salah unsur data yang didapat adalah ketinggian wilayah seperti pada tabel berikut.

Tabel 4. 2 Ketinggian Wilayah Ibukota Kecamatan di Kabupaten Murung Raya

Kecamatan Kota Ketinggian

Permata Intan Tumbang Lahung 43

Sungai Babuat Tumbang Bantian 125

Murung Puruk Cahu 74

Laung Tuhup Muara Laung 47

Barito Tuhup Makunjung 15

Tanah Siang Saripoi 185

Tanah Siang Selatan Dirung Lingkin 39

Sumber Barito Tumbang Kunyi 67

Seribu Riam Muara Joloi 488

Uut Murung Tumbang Olong 780

(5)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

Gambar 4. 3 Peta Topografi Kabupaten Murung Raya

4.2.3.

HIDROLOGI

Potensi hidrologi Kabupaten Murung Raya cukup besar, terutama adanya aliran beberapa sungai antara lain Sungai Barito, Sungai Murung, Sungai Busang, Sungai Laung, Sungai Tuhup, dan beberapa sungai kecil lainnya. Sungai terbesar yang berada di Kabupaten Murung Raya adalah Sungai Barito yang sejalur dengan Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Barito Selatan dengan panjang sungai lebih kurang 900 Km dan lebar rata-rata 650 m dengan kedalaman rata-rata 8 m yang bermuara di Laut Jawa.

Kabupaten Murung Raya sebagai tempat terdapatnya sumber air hulu sungai Barito terletak di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Air dari Sungai Barito sebagai sungai utama maupun anak-anak sungainya dimanfaatkan penduduk untuk MCK (mandi, cuci, kakus, sumber air minum dan prasarana perangkutan air serta sumber pengairan untuk persawahan yang memiliki luas 2,1 % dari keseluruhan. Kedalaman air tanah di wilayah perencanaan ini mencapai sekitar satu meter sampai tujuh meter yang terdapat di sistem lahan dataran. Air tanah digunakan di semua wilayah berbukit di kabupaten Murung raya. Kedalaman air tanah yang relatif cukup dangkal ini dipengaruhi pula dengan besarnya curah hujan, faktor geologi, serta sistem lahan yang ada.

4.2.4.

KLIMATOLOGI

Kabupaten Murung Raya terletak pada daerah beriklim tropis yang panas dan lembab, karena secara geografis, masih terletak di sekitar khatulistiwa dan bercurah hujan tinggi. Menurut BMKG (Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Beringin, Muara Teweh, Barito Utara, tahun 2012), suhu berkisar 21,4° C – 35,3° C.

(6)

terjadi pada Februari 2013 sedangkan jumlah hari hujan terbanyak yakni 25 hari yang terjadi pada bulan November dan Desember.

Tabel 4. 3 Data Curah Hujann di Kabupaten Murung Raya

Bulan Curah Hujan

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya, 2015

4.2.5.

GEOLOGI

Secara umum, kemampuan lingkungan alam untuk mendukung kebutuhan hidup manusia tergantung dan dipengaruhi oleh kemampuan dan cara pengelolaan serta pengolahan manusia terhadap lingkungan alamnya. Dalam pengertian tersebut, maka cara dan kemampuan manusia tersebut adalah dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik alamiah lingkungan alamnya, salah satunya adalah faktor geologi lingkungan. Faktor geologi penting terhadap kegiatan pertanian, pertambangan, konstruksi sarana tempat tinggal, jalan raya dan lainnya karena berkaitan dengan kemampuan lahan dan batuan pembentuk tanah menurut jenis-jenisnya, di samping ditinjau dari sifat-sifat bahaya.

Berdasarkan Peta Geologi Wilayah Kabupaten Murung Raya sebagian terdiri dari formasi geologi yang tergolong tua, kecuali daerah endapan aluvium (kwater) di bagian selatan. Susunan bantuan geologinya ialah sebagai berikut :

1. Kwater, merupakan batuan aluvium/endapan dari kerikil yang membentang di dataran

rendah.

2. Miosis, merupakan batuan sedimen batu bara, batu pasir, lempung, seringkali dengan

sisipan batu gamping tipis.

3. Paelogen, mencakup semua endapan eosen dan oligosen, yang terdiri dari konglomerat

alas pada bagian bawah, disusul oleh batu gamping dan napal-lempung pada bagian atas.

4. Mesozoikum, merupakan batuan facies sedimen dan gunung api, terdiri dari batuan

lelehan dan piroklastik bersusun basa dan intermediter, batu pasir, konglomerat, sabak, kersik, serpih, lempung, dan batu gamping.

(7)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

Gambar 4. 4 Peta Geologi Kabupaten Murung Raya

4.3

SARANA & PRASARANA

Kabupaten Murung Raya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana kota antara lain perdagangan, pendidikan, kesehatan serta prasarana transportasi.

4.3.1

KONDISI SARANA

4.3.1.1

SARANA PERDAGANGAN

Berlangsungnya kegiatan ekonomi di suatu daerah salah satunya bisa ditunjukan dengan adanya pasar. Pasar merupakan salah satu unsur penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, karena di tempat tersebut masyarakat khususnya petani dapat menjual hasil buminya atau hasil ternaknya dan sebaliknya bisa membeli barang-barang keperluan rumahtangga dan barang-barang lainnya. Di Kabupaten Murung Raya, kecuali di Kota Puruk Cahu pada umumnya pasar-pasarnya masih merupakan pasar mingguan terutama di desa-desa.

Namun demikian, distribusi bahan-bahan pokok kebutuhan sehari-hari masyarakat cukup terpenuhi dengan adanya para pedagang besar, menengah dan kecil yang tersebar di seluruh Kecamatan di wilayah kabupaten Murung Raya. Ada juga pedagang besar yang menggunakan kapal mereka untuk berdagang ke desa-desa.

4.3.1.2

SARANA PENDIDIKAN

(8)

Kualitas pendidikan yang baik diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan lapangan kerja yang semakin kompetitif. Pendidikan level dasar yakni sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) merupakan sorotan awal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap aksesibilitas pendidikan. Berikut disajikan ketersediaan fasilitas pendidikan di Kabupaten Murung Raya tahun 2013.

Tabel 4. 4 Fasilitas Pendidikan di Murung Raya

Jenis Sekolah Sekolah Murid Guru

Negeri Swasta Negeri Swasta Negeri Swasta

1. TK 3 107 49 4298 19 404

2. SD 163 11 22.727 992 1.505 85

3. SMP 56 7 5.100 332 432 61

4. SMA 19 2 3.008 76 225 6

5. SMK 2 - 521 - 39 -

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya 2015

4.3.1.3

SARANA KESEHATAN

Sarana kesehatan adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan perorangan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitif yang dilakukan oleh Pemerintah dan mayarakat.

Tabel 4. 5 Fasilitas dan Tenaga Kesehatan menurut Jenis dan Kecamatan di Kabupaten Murung Raya

Kecamatan

Fasilitas Tenaga

Puskesmas Puskesmas Pembantu

Rumah

Bersalin Posyandu Dokter Farmasi Bidan

Pengatur

Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Murung Raya 2015

Fasilitas rumah sakit hanya tersedia di Beriwit Kec. Murung dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 65 tempat. Di samping ditinjau dari fasilitas kesehatan, capaian sector kesehatan juga perlu ditelaah ketersediaan tenaga kesehatan. Dari total 23 orang dokter yang terdapat di Kabupaten Murung Raya, hanya Kecamatan Sungai Babuat, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kecamatan Seribu Riam, dan Uut Murung yang tidak tersedia dokter. Hal ini perlu menjadi perhatian lebih dalam hal peningkatan kualitas kesehatan di wilayah tersebut.

4.3.2

PRASARANA TRANSPORTASI

(9)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

4.3.2.1

TRANSPORTASI DARAT

Kabupaten Murung Raya memiliki jalan negara, jalan propinsi, jalan kabupaten dan selebihnya merupakan jalan desa, perkebunan jalan perusahaan batu bara dan jalan HPH. Untuk kondisi jalan ini sangat tergantung dari musim, karena apabila musim hujan ada ruas-ruas jalan yang mengalami banjir atau licin sehingga tidak bisa atau sulit dilalui.

Tabel 4. 6 Panjang Jalan Menurut Tingkat Pemerintahan yang Berwenang dan Klasifikasi Jalan di Kabupaten Murung Raya

No Klasifikasi Jalan/Status Jalan Panjang Jalan Lebar Rata-rata (m)

1 Jalan Nasional/Provinsi 51,00 4,50

2 Jalan Kabupaten 493,82 4

3 Jalan Desa/Jalan Lingkungan 26,10 3

4 Jalan Dalam Kota 59,76 3

Total 630,68 -

Sumber :Dinas PU Kabupaten Murung Raya 2013

Tabel 4. 7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Murung Raya (km)

Klasifikasi Jalan/Status Jalan Jenis Permukaan (Km)

Atb/Hrs Latasir/Lapen Telford/Kerikil Beton Tanah

JalanNasional/Provinsi 43,67 - 70,00 - 65,00

JalanKabupaten 21,60 97,37 70,43 22,73 667,31

JalanDesa/JalanLingkungan 0,60 9,22 1,50 10,08 4,70

JalanDalamKota 13,32 21,08 0,85 0,86 23,65

Jumlah/Total 79,19 127,67 142,78 33,67 760,66

2011 71,72 92,88 53,12 11,17 401,79

Sumber :Dinas PU Kabupaten Murung Raya 2013

Tabel 4. 8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Ruas Jalan di Kabupaten Murung Raya (Km)

No Klasifikasi Jalan/Status Jalan Panjang (Km)

2011 2012

1 Baik 134,49 141,71

2 Sedang 51,88 56,34

3 RusakRingan 311,80 347,74

4 RusakBerat 298,83 333,65

Sumber :Dinas PU Kabupaten Murung Raya 2013

Terminal merupakan salah satu fasilitas penting untuk mendukung pengembangan transportasi darat yang digunakan sebagai tempat naik-turunnya penumpang dan barang antar kota atau di dalam wilayah. Di Kabupaten Murung Raya terminal yang hanya ada satu terminal darat, selainnya berupa pangkalan-pangkalan angkutan umum saja tanpa didukung oleh bangunannya. Sebaran lokasi terminal / pangkalan angkutan umum di Kabupaten Murung Raya berada di Puruk Cahu yang merupakan terminal angkutan luar kota (antar kabupaten).

4.3.2.2

TRANSPORTASI AIR

Banyaknya sungai dengan kelebaran yang memadai dan juga dapat menjangkau sampai wilayah pedalaman menyebabkan sungai juga berfungsi sebagai sarana transportasi. Akan tetapi transportasi sungai ini mempunyai kelemahan baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Pada saat musim kemarau biasanya terjadi surutnya air sungai yang dapat menghambat kapal - kapal besar masuk ke daerah pedalaman, hal ini dikarenakan:

1. Rendahnya debit air. 2. Turunnya permukaan air.

(10)

Sebaliknya pada musim hujan, satu-satunya gangguan yang dihadapi adalah derasnya arus sungai yang akan menghambat laju kapal menuju hulu sungai. Selain itu karena umumnya kota-kota di pedalaman berkembang di pinggir sungai, banyak pula penyebrangan sungai untuk menuju bagian kota lainnya sehingga memerlukan kehati-hatian dari pengemudi kapal dalam menyebrang arus yang deras tersebut.

Tabel 4. 9 Lalu Lintas Barang dan Penumpang di Dermaga Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya Tahun 2012

WILAYAH LLASD

Barang (Ton) Penumpang (Orang)

Masuk Keluar Masuk Keluar

DermagaPurukCahu 20962 5727 16952 13847

Jumlah/Total 20962 5727 16952 13847

2011 17562 15325 19243 18547

Sumber: Dinas PU Kabupaten Murung Raya 2012

Kabupaten Murung Raya dialiri oleh sungai sebagai sarana transportasi air adalah Sungai Barito dan beberapa sungai kecil lainnya yang bermuara di Sungai Barito. Aliran sungai ini sampai sekarang masih digunakan untuk lalu lintas pengangkut kayu/barang/hasil pertanian. Pengangkutan penumpang melalui sungai di Kabupaten Murung Raya terutama ke daerah yang belum dilalui oleh jalan darat.

Dermaga sungai dan dermaga penyebrangan yang ada di Kabupaten Murung Raya umumnya berada dalam kondisi baik dengan konstruksi terbuat dari kayu ulin dan besi. Dermaga sungai yang terluas adalah dermaga Puruk Cahu (100 m² ). Keberadaan dermaga - dermaga sungai lebih bertujuan untuk memperlancar lalu lintas aliran penumpang, bukan aliran barang. Dengan demikian untuk pengangkutan barang akan masih tetap mengandalkan pada angkutan sungai – sungai.

4.3.2.3

TRANSPORTASI UDARA

Selain transportasi darat dan air, Kabupaten Murung Raya juga memiliki transportasi Udara. Sebanyak satu bandar udara (bandara) telah beroperasional secara rutin untuk melayani penerbangan Palangka Raya-Puruk Cahu.

Dengan adanya bandara ini diharapkan arus mobilitas masyarakat dari dan keluar Kabupaten Murung Raya dapat meningkat dan pada akhirnya mendorong peningkatan perekonomian baik dengan meningkatan pendapatan daerah maupun peningkatan urbanisasi. Tabel dibawah ini, menggambarkan statistik lalu lintas angkutan udara di kabupaten Murung Raya. Perkembangan pengguna angkutan udara terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 hanya 3.395 penumpang/tahun, pada tahun 2012 meningkat menjadi 8.822 penumpang/tahun.

Tabel 4. 10 Lalu Lintas Angkutan Udara Dalam Negeri Dirinci Per Bulan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2013

Bulan Penumpang (Orang) Bagasi (Kg) Kargo (Kg)

Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat

Januari 277 195 2125 1290 592 203

Pebruari 160 198 1106 1111 358 178

Maret 245 230 2041 1695 777 313

April 265 273 2169 1694 407 361

(11)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

Bulan Penumpang (Orang) Bagasi (Kg) Kargo (Kg)

Datang Berangkat Datang Berangkat Datang Berangkat

September 278 271 2 056 1680 271 283

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Murung Raya 2013

4.4

KEPENDUDUKAN

4.4.1

PENYEBARAN PENDUDUK

Jumlah penduduk keseluruhan di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2013 yaitu sebanyak 105.100 jiwa. Jumlah penduduk berdasarkan struktur jenis kelamin yaitu meliputi komposisi jumlah penduduk laki-laki yaitu sebanyak 54.600 jiwa. Sedangkan komposisi jumlah penduduk perempuan yaitu sebanyak 50.500 jiwa.

Tabel 4. 11 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah dirinci menurut Jenis Kelamin per Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2011-2013 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2013/2014

Secara administratif pemerintahan Kabupaten Murung Raya terbagi menjadi 10 kecamatan. Sampai sekarang persebaran penduduk Murung Raya masih tidak merata. Hal ini akibat kondisi sarana jalan darat yang menghubungkan antar kecamatan atau desa kadang-kadang tidak memungkinkan untuk dilalui bahkan belum ada. Hal ini menyebabkan kepadatan penduduk untuk kecamatan dengan sarana transportasi kurang baik sangat kecil. Sedangkan sarana transportasi air masih sangat terbatas. Padahal jumlah desa yang terdapat di pinggiran sungai lumayan cukup banyak. Seperti di Kecamatan Murung, Permata Intan, Sumber Barito, bahkan sampai Seribu Riam dan Uut Murung yang medannya di kenal sangat sulit.

4.4.2

KEPADATAN PENDUDUK

(12)

yang diusahakan bisa berupa perkampungan, sawah, ladang/tegal, perkebunan, rawa/tambak serta semak belukar.

Kepadatan penduduk Kabupaten Murung Raya semenjak mengalami pemekaran kabupaten sampai dengan tahun 2013 belum mengalami perubahan, yaitu 4 orang penduduk per 1 (satu) Km2 wilayahnya. Paling sedikit di antara semua kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Penduduk yang masih jarang ini merupakan salah satu peningkatan usaha pengembangan daerah, oleh karena itu program penambahan penduduk pada wilayah-wilayah yang sesuai peruntukannya seperti program transmigrasi perlu digalakkan.

Tabel 4. 12 Kepadatan Penduduk Dirinci Menurut Geografis per Kecamatan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2011 – 2013

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya 2013/2014

4.4.3

RASIO KETERGANTUNGAN PENDUDUK

Pada tahun 2013, jumlah penduduk usia kerja di Murung Raya mencapai 65.737 atau sebanyak 62,55 persen dari total penduduk. Dari angka tersebut partisipasi angkatan kerjanya sebesar 69 persen saja, karena sisanya adalah bukan angkatan kerja.

Tabel 4. 13 Statistik Ketenagakerjaan Kabupaten Murung Raya Tahun 2011-2013

Uraian Tahun

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya dalam Angka 2013/2014

4.5

SOSIAL EKONOMI

4.5.1.

PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan aset penting dalam pembangunan. Semakin tinggi pendidikan masyarakatnya maka semakin mudah pula terdorongnya peningkatan taraf hidup masyarakat di suatu daerah, khususnya daerah Kabupaten Murung Raya.

(13)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

Tabel 4. 14 Persentasi Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Pendidikan di Kabupaten Murung Raya Tahun 2012-2013

Partisipasi Pendidikan Tahun

2012 2013

(1) (2) (3)

Tidak/Belum Pernah Bersekolah 2,25 1,36

SD/MI/Paket A 10,45 12,57

SMP/Mts/Paket B 6,58 5,56

SMA/Paket C 3,44 3,20

Perguruan Tinggi 1,15 1,61

Tidak Bersekolah Lagi 76,14 75,70

Total 100,00 100,00

Sumber: Susenas 2011 dan 2012

4.5.2.

KEMISKINAN

Setiap daerah pasti memiliki masalah yang harus dihadapi, khususnya masalah yang cukup pelik, yaitu kemiskinan. Berbagai kebijakkan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk penetapan peraturan-peraturan dan perundang-undangan pada umumnya fokus untuk mengatasi kemiskinan ini. Juga berbagai arah program-program baik yang bersifat nasional maupun daerah digiatkan dalam rangka mengurangi kemiskinan. Berikut merupakan tabel-tabel yang berkaitan jumlah penduduk miskin serta garis kemiskinan di Kabupaten Murung Raya.

Pada tabel 3.15 dapat dilihat terjadinya penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun 2011 ke tahun 2012 yaitu dari berjumlah 6.236 jiwa pada tahun 2011 menjadi 5.870 jiwa pada tahun 2012. Hal ini mengidentifikasikan ada penambahan tingkat kemakmuran di kabupaten Murung Raya. Taraf hidup juga mengalami peningkatan dengan tidak mengesampingkan adanya inflasi/kenaikan harga. Hal ini dapat terlihat dari garis kemiskinan yang juga mengalami peningkatan dari Rp291.433 pada tahun 2011 menjadi Rp311.328 pada tahun 2012.

(14)

2008 210 392 8 030 7,95

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya dalam Angka 2013/2014

4.5.3.

PERTUMBUHAN EKONOMI

Perekonomian Kabupaten Murung Raya sejak Tahun 2009 hingga tahun 2011selalu bergerak naik semenjak lepas dari dampak krisis global di penghujung tahun 2008. Pada tahun 2013, laju pertumbuhan ekonominya sebesar 6,67 persendengan PDRB atas dasar harga konstan lebih dari satu trilyun rupiah.

Tabel 4. 16 PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Murung Raya Tahun 2011-2013

Tahun Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya dalam Angka 2013/2014

4.5.4.

STRUKTUR PEREKONOMIAN

Perekonomian Murung Raya tahun 2011 selain dimotori oleh sektor pertambangan dan penggalian di urutan pertama, dan sektor pertanian di posisi kedua, di posisi ketiga adalah sektor jasa, yang terdiri dari sub sektor pemerintahan umum dan swasta. Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian pada tahun 2013 mencapai 36,26 persen, sedangkan kontribusi sektor pertanian sebesar 23,75 persen. Sektor jasa dimana termasuk jasa pemerintah selaku pemegang kendali memiliki peran sebesar 11,36 persen terhadap perekonomian Murung Raya.

Di posisi keempat diduduki sektor perdagangan, hotel dan restoran, yaitu dengan kontribusi sebesar 10,92 persen pada tahun 2013. Di peringkat selanjutnya ada sektor bangunan di posisi kelima dengan kontribusi terhadap total perekonomian sebesar 6,42 persen. Peringkat enam diduduki oleh kontribusi sektor pengangkutan dan komunikasi yang pada tahun 2013 kontribusinya sebesar 5,18 persen. Berturut-turut di posisi tujuh dan delapan adalah sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Pada tahun 2013 kontribusinya berturut-turut adalah sebesar 3,05 persen dan 2,54 persen. Posisi juru kunci kontributor perekonomian Murung Raya tahun 2012 adalah sektor listrik dan air bersih. Pada tahun 2012 kontribusi sektor ini sebesar 0,52 persen saja.

Tabel 4. 17 Distribusi Persentase PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (%) Kabupaten Murung Raya Tahun 2010 – 2013

Lapangan Usaha 2011 2012** 2013***

Pertanian (Tanaman Pangan, Perkebunan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan) 25,72 24,49 23,75

Pertambangan dan Penggalian 37,14 36,84 36,26

Industri Pengolahan 2,97 3,00 3,05

Listrik, Gas dan Air Bersih 0,43 0,45 0,52

Bangunan dan Konstruksi 5,57 6,06 6,42

Perdagangan, Hotel dan Restauran 9,86 10,42 10,92

Angkutan dan Komunikasi 5,49 5,42 5,18

(15)

PENYUSUNAN RENCANA TERPADU DAN PROGAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA TAHUN 2016-2020

4.5.5.

PDRB PERKAPITA

PDRB perkapita Kabupaten Murung Raya tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 selalu mengalami peningkatan, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan tahun 2000. Untuk tahun 2010, PDRB perkapita atas dasar harga konstan mencapai9,8 juta rupiah sedangkan tahun 2011 meningkat menjadi 10,2juta rupiah. Begitu juga untuk tahun 2012kembali mengalami peningkatan menjadi 10,5juta rupiah. Sedangkan berdasar harga berlaku, PDRB perkapita masyarakat Murung Raya tahun 2010 mencapai 21,7 juta rupiah. Dua tahun berikutnya, berturut-turut meningkat menjadi 24,9 juta rupiah pada tahun 2011 dan sebesar 27,2 pada tahun 2012.

Tabel 4. 18 PDRB Perkapita Kabupaten Murung Raya Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2000 Tahun 2011-2013 (Rp) Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Murung Raya dalam Angka 2013/2014

4.5.6.

SEKTOR EKONOMI UNGGULAN

Perekonomian Murung Raya sampai dengan saat ini masih sangat tergantung pada sektor primer, yaitu sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Dengan kontribusi yang tinggi dari dua sektor ini bukan berarti tidak dibutuhkan perhatian khusus. Sektor pertambangan dan penggalian sebagian besar dikuasai oleh penduduk non residen Murung Raya, sehingga sebenarnya terjadi capital flight terhadap sebaagian besar hasil nilai tambah dari sektor ini. Di sini diperlukan peran pemerintah untuk memberkikan kontrol dan evaluasi seberapa besar nilai tambah sektor ini dapat meningkatkan kesejahteraan terhadap masyarakat Murung Raya itu sendiri, baik secara langsung maupun tidak.

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama sebagian besar penduduk Murung Raya, khususnya perkebunan karet. Karena karet merupakan komoditi ekspor, maka harga karet turut berfluktuasi sesuai mekanisme pasar global. Suatu saat harga karet dapat meroket tinggi, namun tak jarang juga harganya terjungkal. Pemerintah perlu memikirkan strategi khusus untuk melindungi petani agar tidak merasakan dampak yang teramat dalam akibat fluktuasi tersebut, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen karet terbesar di dunia disamping Malaysia dan Thailand.

Sektor jasa terutama jasa pemerintahan umum memegang peran cukup signifikan terhadap perekonomian Murung Raya, sehingga ke depan perlu terus ditingkatkan melalui berbagai ragam kebijakan yang lebih pro rakyat. Agar besarnya peran tersebut, secara ekonomis benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Gambar

Tabel 4. 1 Luas Wilayah dan Jumlah Desa/ Kelurahan per Kecamatan di Wilayah Kabupaten Murung Raya
Gambar 4. 1 Peta Administrasi Kabupaten Murung Raya
Tabel 4. 2 Ketinggian Wilayah Ibukota Kecamatan di Kabupaten Murung Raya
Gambar 4. 3 Peta Topografi Kabupaten Murung Raya
+7

Referensi

Dokumen terkait

1. Kawasan rawan bencana alam meliputi kawasan rawan tanah longsor, kawasan rawan gelombang pasang, kawasan rawan banjir, kawasan rawan angin topan dan kawasan rawan

Meningkatnya akses penduduk terhadap sanitasi layak (air limbah domestik, sampah dan drainase lingkungan) menjadi 100 persen pada tingkat kebutuhan dasar yaitu (i) untuk

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan

Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah: untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah, pemerintah daerah didukung sumber-sumber

Sebagaimana Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang- Undang Nomor

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai gambaran umum dan kondisi eksisting lingkungan, analisis perlindungan lingkungan dan sosial seperti Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Maksud penyiapan Rencana Program Investasi Jangka Menengah Bidang PU/Cipta Karya Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur adalah untuk mendorong terwujudnya

Laporan RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan langkah untuk mewujudkan sinkronisasi Program Bidang Keciptakaryaan dan kerjasama antara Pemerintah