• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA TERPADU DAN PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "RENCANA TERPADU DAN PROGRAM INVESTASI INFRASTRUKTUR JANGKA MENENGAH"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA

TERPADU DAN

PROGRAM

INVESTASI

INFRASTRUKTUR

JANGKA

MENENGAH

KABUPATEN

MURUNG

RAYA

Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai kebijakan dan strategi dokumen rencana Tataruan seperti RTRW, RPJMD, RP2KP, RTBL, RISPAM, SSK dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkunan di Kawasan Strategis Kabupaten/Kota (RTBL KSK), Program satu milyar satu desa, serta penjelasan mengenai Keterpaduan Strategi dan Rencan Pembangunan pada skala Kabupaten/Kota maupun kawasan

05 KETERPADUAN

STRATEGI

(2)

5.1.

ARAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN

MURUNG RAYA

Dokumen RTRW menghasilkan suatu rencana struktur ruang dan pola ruang yang

harus ditetapkan selama 20 tahun, dengan masa perencaan 2011-2020. Pada bab ini membahas

arahan yang harus diterapkan dan dijadikan acuan dalam penyusunan RPI2-JM tahun 2016.

Berikut ini merupakan arahan rencan struktur ruang dan pola ruang yang akan dicapai pada

tahun 2020.

Tabel 5. 1 Arahan RTRW Kabupaten Murung Raya

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

A. Pusat Kegiatan Lokal

Pada Kawasan ini ditetapkan untuk pusat kegiatan lokal terdapat di Kecamatan Murung

Kegiatan Utama:

a. Pusat Pemerintahan Daerah Otonom Kabupaten b. Pusat distribusi-koleksi barang umum regional c. Pusat jasa transportasi darat regional

d. Pusat jasa transportasi sungai regional

e. Pengembangan kegiatan industri (kerajinan rakyat, pengolahan hasil pertanian);

f. Pengembangan Perdagangan skala Kabupaten g. Pengembangan Pendidikan skala Kabupaten h. Pengembangan Sarana Kesehatan skala

Kabupaten

i. Pengembangan Permukiman j. Pengembangan Pariwisata.

B. Pusat Kegiatan Lokak Perkotaan

PKLP terdapat di Tumbang Laung yang berada di Kecamatan Permata Intan. Pusat kegiatan ini berungsi sebaga pusat pengembanagan Kawasan Pertanian, perdaganagan dan jasa. Kegiatan Utama Berupa:

a. Kegiatan perdagangan dan jasa;

b. Pengembangan kegiatan pertanian (tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan);

c. Pengembangan perikanan;

d. Pengembangan kegiatan agropolitan (kegiatan produksi, pengolahan serta pemasaran produk-produk pertanian);

e. Pengembangan kegiatan industri (pengolahan hasil pertanian);

f. Pengembangan kawasan kehutanan.

C. Pusat Pelayan Kawasan

Ditetapkan dikawasan Kecamatan Sungai Babuat, Perkotaan Makunjang Kecamatan Barito Tuhup Raya, Perkotaan Saripoi Kecamatan Tanah Siang, Perkotaan Dirung Lingkin Kecamatan Tanah Siang Selatan, Perkotaan Tumbang Kunyi Kecamatan Sumber Barito, Perkotaan Muara Joloi Kecamatan Seribu Riam, Perkotaan Tumbang Olong Kecamatan Uut Murung, Kegiatan utama PPK Secara Umum:

a. Pusat pelayanan umum tingkat kecamatan b. Pusat pengembangan perdagangan dan jasa skala

kecamatan

c. Kawasan konservasi

1.Kawasan Lindung

A. Kawasan Hutan Lindung

Terdapat indikasi kondisi yang merupakan untuk mengatasi berbagai kerusakan pada kawasan hutan lindung, dibawah ini merupakan arahan rencana: 1) Hutan Lindung Menjadi Tegalan

Dikembalikan ke fungsi semula karena tingkat kelerengan yang besar yang menyebabkan rawan longsor

Dilakukan konservasi yang diterapkan dengan sistem terasering dan rorak mengikuti arah kontur. Jenis tegakan yang digunakan mengikuti tegakan yang sudah ada untuk menyesuaikan dengan ekosistem semula.

Pengelolaan dengan prinsip hutan kemitraan, yaitu dengan melibatkan mesyarakat lokal secara aktif dalam pengelolaan untuk keberhasilan program dalam jangka waktu yang panjang.

Pengendalian erosi dengan tutupan lahan jenis tanaman semak, rumpun bambu sampai tanaman keras dan pengeturan drainase limpasan.

Upaya pengembalian fungsi hutan dengan mempertimbangkan fungsi ekosistem dan ekologis dengan menanam kembali pohon buah.

Teknologi konservasi yang dapat diterapkan dengan sistem terasering dan rorak yang mengikuti arah kontur. Jenis tegakan yang tepat berupa tanaman pete, akasia, pohon buah (sawo, durian, alpukat) yang dapat dipanen tanpa menganggu tegakannya.

Pengelolaan dengan prinsip hutan kemitraan, yaitu dengan melibatkan mesyarakat lokal secara aktif dalam pengelolaan, penanaman, panen dan pasca panen. Kegiatan ini dimaksudkan agar tidak merugikan masyarakat yang pada awalnya telah mengelola hutan untuk kebutuhan ekonominya

2) Hutan Lindung menjadi kebun campuran

Pengendalian fungsi hutan dengan tanaman keras bukan hutan tebang misalnya pohon buah, pete, pucung, dsb.

Pengelolaan kawasan penyangga dengan tanaman produksi non-kayu, misalnya pinus, kayu putih, kebun putih, kebun kakao, kebun campur dan tanaman keras lainnya.

(3)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

mulai dari penanaman, perawata, panen dan pasca panen sehingga dapat dipenuhi syarat ekologis dan ekonomisnya. Masyarakat dapat terus memanfaatkan hutan ini tanpa harus menganggu ekologis hutan itu sendiri.

Mempertahankan keberadaan kebun campur dengan mengganti tegakan yang ada sehingga tidak mengurangi fungsi ekologis hutan. Pengembangan kebun campur tetap menggunakan sistem terasering mengingat tekstur tanah eksisting halus dan rawan erosi. 3) Hutan lindung rusak akibat longsor

Upaya pengendalian top soil dengan metode rorak. Untuk mempertebal lapisan tanah dan menahan erosi digunakan teras bangku.

Untuk lokasi dengan kemiringan >40% diperlukan penanganan yang cepat, dapat ditambahkan blok tanah subur pada terasering dan rorak.

Jenis vegetasi yang tepat untuk kelerengan >40% adalah beringin, sedangkan untuk kelerengan 15-40% adalah tanaman keras seperti pohon buah, jenis tanaman penutup seperti semak belukar, rumpun bambu dan tanaman keras lainnya.

B. Sempadan Sungai

Berdasarkan kriteria penetapan sempadan sungai pada peraturan menteri PU no.63/PRT/1993 pada sungai Kabupaten Murung Raya ditetapkan sungainya sebgai berikut:

1) Sungai Barito, Laung, Babuat, Joloi, Busang dan lainnya yang mempunyai kedalaman lebih dari 3 meter untuk sempadan sungainya ditetapkan

- Sungai yang tidak bertanggul, garis sempadan sungai ditetapkan sekurang-kurangnya 15 (lima belas) meter dihitung dari tepi sungai - Sungai yang bertanggul yang berada di

kawasan permukiman sempadan sungai ditetapkan sekurang-kurangnya 5 (lima) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul 2) Sungai kecil yang mempunyai kedalaman tidak

lebih dari 3 meter yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan Kabupaten Murung Raya sempadan sungainya ditetapkan:

- Sungai yang tidak bertanggul, garis sempadan sungai ditetapkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) meter dihitung dari tepi sungai - Sungai yang bertanggul yang berada di

kawasan luar sepanjang kaki tanggul. 3) Untuk anak sungai yang mengalir ke sungai

kecil yang biasanya dimanfaatkan untuk irigasi (pengairan) dan drainase sekunder untuk yang bertanggul ditetapkan garis sempadan 1 (satu) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul untuk yang berada di dalam kawasan permukiman dan 3 meter untuk yang tidak bertanggul dihitung dari tepi sungai

4) Pengelolaan zona pemanfaatan DAS dilakukan dengan membagi tipologi DAS. Berdasarkan tipologinya, DAS terbagi menjadi daerah hulu sungai, daerah sepanjang aliran sungai, daerah irigasi, daerah perkotaan dan industri, serta daerah muara sungai dan pantai.

(4)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

- Pengaturan erositas dan pemeliharaan hutan - Pengaturan tanah-tanah perkebunan - Pengaturan tanah-tanah pertanian

a) Arahan kegiatan daerah sepanjang aliran sungai

- Pengembangan irigasi

- Pengembangan navigasi dan transportasi air

- Pengembangan drainase

- Pengembangan sarana dan prasarana pengembangan sumber daya air. (pengendalian banjir, pengendalian sedimen, pengembangan suplai air bersih perkotaan, pencegahan pencemaran, peningkatan kualitas air baku.

b) Arahan kegiatan muara sungai/pantai - Pengembangan

perikanan/tambak/perikanan darat - Pengembanagan pariwisata dengan tetap

memperhatikan aspek ekologis.

c) Luas sempadan sungai Kabupaten Murung raya adalah 786,71 Km2. Kebijakan pemanfaatan ruang pada kawasan perlindungan setempat di Kabupaten Murung Raya ditujukan untuk melindungi kawasan sempadan sungai dari kemungkinan gangguan kegiatan budidaya yang dapat mengganggu kelestarian. - Pencegahan dilakukaknnya kegiatan

budidaya di sepanjang sungai yang dapat mengganggu atau merusak kualitas air - Pengendalian terhadap kegiatan ada di

sepanjang sungai agar tidak berkembang lebih jauh

- Pengamanan aliran sungai - Penanganan industri.

C. Kawasan Sekitar Mata Air

Kawasan sekitar mata air, yaitu kawasan kurang lebih berjari – jari 200 meter dari mata air, merupakan kawasan perlindungan setempat. Sebagai upaya konservasi maka dilakukan penataan sekitar mata air dan menerapkan batas konservasi sekitar dengan jari-jari kurang lebih 200m. Pengeloalaan kawasan seitar mata air antara lain dilakukan dengan:

1) Perlindungan sekitar mata air untuk kegiatan yang menyebabkan alih fungsi lindung dan menyebabkan kerusakan kualitas sumber air; 2) Pembuatan sistem saluran bila sumber

dimanfaatkan untuk air minum atau irigasi; 3) Selain sebagai sumber air minum dan irigasi,

sumber air juga digunakan untuk pariwisata peruntukannya diijinkan selama tidak mengurangi kualitas tata air yang ada. Penggunaan sumber air untuk rekreasi dan renang, perlu dibuat kolam tersendiri;

4) Pengembangan tanaman perdu, tanaman tegakan tinggi, dan penutup tanah atau ground cover untuk melindungi pencemaran dan erosi terhadap air; serta

5) Membatasi dan tidak boleh menggunakan lahan secara langsung untuk bangunan yang tidak berhubungan dengan konservasi mata air.

D.Sempadan Irigasi

(5)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

kawasan sempadan irigasi sebagaimana adalah kawasan sepanjang kanan-kiri saluran irigasi primer dan sekunder, baik irigasi bertangggul maupun tidak. Kawasan sempadan irigasi terletak pada kecamatan-kecamatan yang memiliki saluran irigasi primer dan sekunder.

a) Garis sempadan saluran irigasi tak bertanggul - Garis sempadan saluran irigasi tak bertanggul

jaraknya diukur dari tepi.

- Luar parit drainase di kanan dan kiri irigasi. - Jarak garis sempadan sekurang-kurangnya

sama dengan kedalaman saluran irigasi. - Untuk saluran irigasi yang mempunyai

kedalaman kurang dari satu meter, jarak garis sempadan sekurang-kurangnya satu meter. b) Garis sempadan saluran irigasi bertanggul

- Garis sempadan saluran irigasi bertanggul diukur dari sisi luar kaki tanggul.

- Jarak garis sempadan sekurang-kurangnya sama dengan ketinggian tanggul saluran irigasi.

- Untuk tanggul yang mempunyai ketinggian kurang dari satu meter, jarak garis sempadan sekurang-kurangnya satu meter.

c) Garis sempadan saluran irigasi pada lereng/tebing

- Jarak garis sempadan untuk sisi lereng diatas saluran sekurang-kurangnya sama dengan kedalaman saluran irigasi.

- Jarak garis sempadan untuk sisi lereng dibawah saluran sekurang-kurangnya sama dengan ketinggian tanggul irigasi.

d) Garis sempadan saluran pembuangan irigasi - Garis sempadan saluran pembuangan irigasi

tak bertanggul jaraknya diukur dari tepi luar kanan dan kiri saluran pembuangan irigasi dan garis sempadan saluran pembuangan irigasi bertanggul diukur dari sisi luar kaki tanggul.

- Garis sempadan saluran pembuangan irigasi jaraknya diukur dari sisi/tepi luar saluran pembuang irigasi atau sisi/tepi luar jalan inspeksi.

- Lriteria penetapan jarak garis sempadan saluran pembuang irigasi sama dengan penetapan pada saluran irigasi sebagaimana dimaksud pada point 1 dan 2.

E. Kawasan Ruang Terbuka Hijau

Proporsi RTH kawasan perkotaan di wilayah Kabupaten Murung Raya adalah paling sedikit 30 % dari luas kawasan perkotaan, yang diisi oleh tanaman baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja di tanam. Pembagian RTH ini terdiri dari RTH publik paling sedikit 20 % dan RTH privat 10 %. Distribusi RTH kawasan perkotaan disesuaikan dengan sebaran penduduk dan hierarki pelayanan dengan memperhatikan rencana struktur dan pola ruang wilayah.

F. Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya

(6)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

potensi walet yang banyak dicari oleh masyarakat.

2) Pengelolan cagar alam ini di bawah Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh, BKSDA Kalimantan Tengah. Pengelolaan kawasan CA Bukit Sapat Hawung lebih perlu diperhatikan di masa depan, karena:

a) Merupakan wilayah tangkapan air bagi Sungai Barito (mengalir ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan) dan Sungai Mahakam (mengalir ke Kalimantan Timur). Wilayah tangkapan air seluas 239.000 hektare, dan berada di bagian hulu, tentunya mempunyai peran penting bagi tata air dua sungai besar di Pulau Kalimantan ini.

b) Sumber daya hayatinya belum banyak dieksplorasi, padahal pemanfaatannya oleh penduduk di sekitar kawasan cukup tinggi. Fungsi kawasan untuk menjaga cadangan plasma nutfah di masa depan perlu diperhitungkan. Apalagi masih banyak potensi hayati, seperti tumbuhan berkhasiat obat, yang belum dikembangkan untuk kepentingan kemanusiaan.

c) Perlunya mencari lokasi yang cocok untuk pelepasliaran orangutan, yang saat ini dirawat di pusat-pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil inventarisasi potensi kawasan guna pelepasliaran orangutan di Hulu Sungai Murung dan Hulu Sungai Busang, kondisi fisik kedua kawasan yang berada di daerah penyangga CA Sapat Hawung merupakan areal berpotensi guna pelepasan orangutan.

G.Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan

1) Rumah Betang Konut terletak di Kecamatan Tanah Siang tepatnya di Desa Konut berjarak 8 Km dari Kota Puruk Cahu atau dpat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kendaraan.

2) Rumah Betang bantian terletak di Kecamatan Permata Intan berjarak 30 Km dari Kota Puruk Cahu dapat ditempuh dengan jalan sungai dan darat.

3) Rumah Betang Apat terletak di Kecamatan Permata Intan berjarak 30 Km dari Kota Puruk Cahu dapat ditempuh dengan jalan sungai dan darat. Keunikan rumah Betang Apat adalah telah berusia lebih dari 200 tahun.

Rencana pengelolaan kawasan konservasi budaya dan sejarah meliputi :

 Benda cagar budaya berupa bangunan yang fungsional, harus dikonservasi dan direhabilitasi bagi bangunan yang sudah mulai rusak; serta

 Penerapan sistem insentif bagi bangunan yang dilestarikan dan pemberlakuan sistem disinsentif bagi bangunan yang mengalami perubahan fungsi.

H.Kawasan Rawan Bencana Alam

(7)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

berada pada kawasan dengan tektur tanah halus dan ketebalan soil melebihi 90 Cm. wilayah yang berada pada lahan dengan kelerengan lebih dari 40 % dengan tegakan rendah juga berpotensi menjadi wilayah rawan bencana.

Kawasan-kawasan yang memiliki kerawanan longsor meliputi:

a. Kecamatan Uut Murung b. Kecamatan Seribu Riam c. Kecamatan Sumber Barito d. Kecamatan Tanah Siang e. Kecamatan Sungai babuat f. Kecamatan barito Tuhup Raya

I. Kawasan Lindung Geologi

Dalam perjalananya aliran air tanah ini seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya memiliki lapisan penutup yang bersifat kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan perubahan tekanan antara airtanah yang berada di bawah lapisan penutup dan airtanah yang berada diatasnya. Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai air tanah tertekan (confined aquifer) dan air tanah bebas (unconfined aquifer). Dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan air tanah bebas sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk.

Kawasan imbuhan air tanah di Kabupaten Murung Raya terdapat di Kecamatan Uut Murung dan Kecamatan Seribu Riam.

2.Kawasan Budi Daya

A. Kawasan Hutan Produksi

Pada hutan produksi pada dasarnya hasil hutan dapat dikelola seoptimal mungkin, tetapi tetap

memberlakukan prinsip dasarnya yakni “apa yang

diambil dari alam harus diganti dengan hal yang serupa kepada alam” sehingga pengambilan hasil hutan harus dilaksanakan secara bergilir dan dilakukan penanaman kembali sebagai bagian dari upaya pelestarian sekaligus mempertahankan kualitas alam. Rencana penanganan kawasan hutan produksi tetap adalah :

 Pengusahaan hutan produksi melalui pemberian ijin HPH dengan menerapkan pola tebang pilih (stripcroping).

 Reboisasi dan rehabilitasi lahan pada bekas tebangan HPH, dan tidak dapat dialih fungsikan ke budidaya lainnya kecuali mengganti tanaman dengan tegakan yang dapat memberikan fungsi perlindungan.

 Pengembangan zona penyangga pada kawasan hutan produksi yang berbatasan dengan hutan lindung.

 Upaya pengembalian kondisi hutan bekas tebangan melalui reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis.

 Bila pada kawasan ini terdapat kawasan budidaya maka harus dibatasi dan tidak boleh dikembangkan lebih lanjut.

Rencana luas kawasan hutan yang bisa diproduksi di Kabupaten Murung Raya antara lain:

 Hutan Produksi (HP)

(8)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

tersebar di semua kecamatan dengan rencana luas kawasan kurang lebih 1.965,40 Km2

 Hutan Produksi Terbatas (HPT)

Hutan Produksi Terbatas adalah Hutan yang dialokasikan untuk produksi kayu dengan intensitas rendah. Hutan produksi terbatas ini

umumnya berada di wilayah

pegunungan di mana lereng-lereng yang curam mempersulit kegiatan pembalakan.

Hutan produksi terbatas (HPT) di Kabupaten Murung Raya berada di Kecamatan Uut Murung, Seribu Riam, Sumber Barito, Sungai Babuat, Tanah Siang, Laung Tuhup, dan Kecamatan Barito Tuhup Raya. Luas kawasan direncanakan kurang lebih 12.102,70 Km2.

 Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) Hutan konversi, yakni hutan yang dicadangkan untuk penggunaan lain, dapat dikonversi untuk pengelolaan non-kehutanan. Hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) di Kabupaten Murung Raya berada di Sumber Barito, Sungai Babuat, Tanah Siang, Laung Tuhup, Barito Tuhup Raya, Permata Intan, Tanah Siang Selatan, dan Kecamatan Murung. Luas kawasan direncanakan sebesar 1.274,01 Km2

Mengenai Hutan Produksi yang dapat dikonversi maka diusulkan untuk menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) untuk mengakomodir perkembangan Kabupaten Murung Raya ke depan.

B. Kawasan Peruntukan Pertanian

a. Peruntukan Tanaman Pangan

 Kawasan Pertanian Basah

Pertanian sawah di Kabupaten Murung Raya dapat dibedakan menjadi sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Untuk sawah irigasi seluas 14 Ha. Padi sawah ini tersebar di Kecamatan Permata Intan seluas 10 Ha dan Kecamatan Murung seluas 4 Ha. Dengan direncanakannya DI Dikin seluas 850 Ha (RTRW Propinsi Kalimantan Tengah) maka diprediksikan luas kawasan ini akan bertambah.

 Pertanian lahan kering adalah lahan yang ketika musim hujan ditanami padi dan saat musim kemarau ditanami padi gogo atau palawija seperti kacang hijau, kedelai, kacang tanah, ubi kayu. Termasuk dalam pertanian lahan kering adalah peruntukan tegalan, kebun campuran dan lahan pertanian yang tidak mendapat layanan irigasi atau sawah tadah hujan. Luas lahan pertanian lahan kering hingga akhir tahun perencanaan tahun 2031 dan berupa tegalan di Kabupaten Murung Raya direncanakan 53,22 Km2. Adapun arahan pengelolaan lahan ini adalah sebagai berikut:

(9)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

memberikan tanaman tahunan yang produktif. Lahan ini diperuntukkan untuk menunjang kehidupan secara langsung untuk rumah tangga masyarakat sehingga memiliki penggunaan tanah campuran seperti palawija, hortikultura maupun penunjang perkebunan dalam skala kecil;

- Dalam beberapa hal kawasan ini merupakan kawasan yang boleh dialihfungsikan untuk kawasan terbangun dengan berbagai fungsi, sejauh sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang; serta

- Alih fungsi lahan tegalan menjadi kawasan terbangun diarahkan meningkatkan nilai ekonomi ruang ataupun pemenuhan kebutuhan fasilitas dan berbagai sarana masyarakat.

3) Peruntutkan Hortikultura

Rencana pengembangan kawasan holtikutura di Kabupaten Murung Raya hingga tahun 2031 sebesar 4.484 hektar dengan komoditi unggulan berupa durian, mangga dan pisang. Wilayah pengembangannya antara lain Kecamatan Murung, Kecamatan Permata Intan, Tanah Siang, Tanah Siang Selatan, Sumber Barito, Sungai babuat, Barito Tuhup Raya, dan Kecamatan Laung Tuhup.

 Mengutamakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki kemampuan pemasaran yang luas terutama eksport;

 Kawasan ini sebaiknya tidak diadakan alih fungsi lahan kecuali untuk kegiatan pertanian dengan catatan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan memiliki kemampuan penyerapan tenaga kerja yang lebih luas;

 Beberapa bagian kawasan hortikultura khususnya sayuran terletak pada ketinggian diatas 1.000 meter dpl, dan banyak memiliki kelerengan > 40%. Kawasan ini harus dilakukan peningkatan konservasi lahan dengan mengolah secara teknis dan vegetatif; serta

 Kawasan holtikultura buah-buahan harus dikembangkan dengan memperhatikan nilai ekonomi yang tinggi.

4) Peruntukan Perkebunan

(10)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

 perkebunan komoditi karet di semua kecamatan

 perkebunan komoditi kopi di semua kecamatan

 perkebunan komoditi cengkeh meliputi: - Kecamatan Murung;

- Kecamatan Laung Tuhup; - Kecamatan Tanah Siang;

 perkebunan komoditi Lada di semua kecamatan

 perkebunan komoditi jambu mete di semua kecamatan

 perkebunan komoditi kakao meliputi: - Kecamatan Laung Tuhup;

 perkebunan komoditi kelapa sawit meliputi:

- Kecamatan Murung; dan - Kecamatan Laung Tuhup.

 perkebunan komoditi kelapa di semua kecamatan

 perkebunan komoditi pinang di semua kecamatan

 perkebunan komoditi kemiri di semua kecamatan

 perkebunan komoditi kapuk randu di semua kecamatan

Upaya pemanfaatan perkebunan antara lain adalah :

 Mengembangkan industri pengolahan hasil komoditi;

 Pengembangan fasilitas sentra produksi dan pemasaran pada pusat kegiatan ekonomi di Perkotaan Murung Raya;

 Pengembangan perkebunan, misalnya merehabilitasi tanaman perkebunan yang rusak atau pada area yang telah mengalami kerusakan yaitu mengembalikan fungsi perkebunan yang telah berubah menjadi area pertanian tanaman pangan;

 Pengembangan kawasan-kawasan yang berpotensi untuk tanaman perkebunan sesuai dengan rencana;

 Diversifikasi tanaman perkebunan sebagai upaya untuk optimalisasi pemanfaatan lahan kering;

 Pengembangan pasar produksi perkebunan; dan

 Pengolahan hasil perkebunan terutama dengan meningkatkan kualitas bahan baku untuk memperoleh nilai tambah.

Upaya penanganan/pengelolaan kawasan perkebunan, meliputi :

 Kawasan perkebunan tidak boleh dialihfungsikan untuk kegiatan yang lain, dan dapat ditingkatkan perannya sebagai penunjang pariwisata dan penelitian;

(11)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

 Penetapan komoditi tanaman tahunan selain mempertimbangkan kesesuaian lahan, konservasi tanah dan air, juga perlu mempertimbangkan aspek sosial ekonomi, keindahan/estetika dan keuangan.

5) Peruntukan Peternakan

 Meningkatkan kegiatan peternakan secara alami dengan mengembangkan padang penggembalaan, dan pada beberapa bagian dapat menyatu dengan kawasan perkebunan atau kehutanan;

 Kawasan peternakan dalam skala besar dikembangkan pada lokasi tersendiri, diarahkan mempunyai keterkaitan dengan pusat distribusi pakan ternak;

 Mengolah hasil ternak sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi;

 Pengembangan ternak unggulan yang dimiliki oleh daerah yaitu komoditas ternak yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif; serta

 Ternak unggas dan ternak lain yang memiliki potensi penularan penyakit pada manusia harus dipisahkan dari kawasan permukiman.

6) Kawasan Peruntukan Perikanan

Sedangkan komoditi yang menjadi andalan adalah ikan mas dan ikan nila. Rencana pengembangan diantaranya pengembangan instalasi Pengembangan Ikan Lokal yaitu Ikan Lomi dan Ikan Sapan di stasiun perikanan di Desa Puruk Cahu Sebrang dan Desa Dirung Lingkin.

Rencana kawasan perikanan budidaya Kabupaten Murung Raya adalah sebagai berikut:

 Mengembangkan metode budidaya yang berbasis kelestarian sumberdaya

 Mengembangkan, meningkatkan dan mengoptimalkan kegiatan budidaya perikanan

 Mendorong peningkatan nilai tambah manfaat hasil-hasil perikanan budidaya yang didukung oleh industri pengolahan ikan dan dukungan akses yang baik ke pasar.

 Pengembangan penerapan teknologi dalam kegiatan usaha budidaya perikanan.

 Mendorong dan meningkatkan bantuan permodalan usaha kepada kegiatan usaha masyarakat

 Pengembangan budidaya air payau yang diupayakan tidak merusak ekosistem yang ada

 Pengembangan pengelolaan limbah secara terpadu

(12)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

 Penerapan dan Sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik)

C. Kawasan Peruntukan Pertambangan

Potensi galian tambang di Kabupaten Murung Raya terdiri dari batubara, emas, intan, kapur, bentonit, dan pasir/kerikil. Batubara merupakan jenis bahan tambang yang sangat potensial di kabupaten ini, dengan cadangan terindikasi yaitu 60,9 juta ton tipe lignit, 130,2 juta ton tipe thermal, dan 866 juta ton tipe premium.

Dari beberapa bahan galian tambang potensial di Kabupaten Murung Raya tersebut yang telah menarik perhatian para investor baik dari dalam maupun luar negeri adalah tambang emas dan batubara.

Arahan pengelolaan kawasan pertambangan antara lain:

 Pengembangan kawasan pertambangan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi bahan galian, kondisi geologi dan geohidrologi dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan.

 Pengelolaan kawasan bekas penambangan yang telah digunakan harus direhabilitasi dengan melakukan penimbunan tanah subur sehingga menjadi lahan yang dapat digunakan kembali sebagai kawasan hijau, ataupun kegiatan budidaya lainnya dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup.

 Setiap kegiatan usaha pertambangan harus menyimpan dan mengamankan tanah atas (top soil) untuk keperluan rehabilitasi/reklamasi lahan bekas penambangan.

 Dari kacamata penataan ruang, pengembangan kegiatan sektor ESDM/pertambangan menghadapi isu dan permasalahan terkait dengan potensi kesenjangan perkembangan, pemanfaatan yang tidak sepenuhnya memperhatikan kaidah sustainable development sehingga mengakibatkan degradasi lingkungan, keterkaitan dengan sistem perekonomian wilayah yang masih rendah, serta belum sepenuhnya memanfaatkan sumber daya yang terkandung di ruang lautan.

 Penyelesaian permasalahan penataan ruang dalam pengembangan kegiatan sektor ESDM/pertambangan harus diorientasikan untuk mendapatkan alternatif yang paling menguntungkan negara (pemerintah dan masyarakat) dalam jangka panjang.

(13)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

demikian pelaksanaannya harus didasarkan pada rencana tata ruang wilayah, selaras dengan komitmen daerah untuk menjaga lingkungan, memiliki sasaran kewilayahan di samping sasaran sektoral, serta selaras dengan tatanan perekonomian masyarakat setempat.

D. Kawasan Peruntukan Industri

Rencana pengelolaan kawasan industri dan perdagangan, yaitu :

 Pengembangan kawasan dan sentra industri rumah tangga;

 Pengembangan fasilitas perekonomian berupa koperasi pada setiap pusat kegiatan perkotaan dan perdesaan;

 Pengembangan ekonomi dan perdagangan dengan pengutamaan UKM; dan

 Penetapan skenario ekonomi wilayah yang menunjukkan kemudahan dalam berinvestasi dan Penjelasan tentang kepastian hukum yang menunjang investasi.

E. Kawasan Peruntukan Pariwisata

Terkait dengan pelaksanaan pengembangan pariwisata di Kabupaten Murung Raya ini, maka beberapa aspek yang terkait dengan perencanaan kawasan wisata perlu ditindaklanjuti dengan :

 Tetap melestarikan alam sekitar untuk menjaga keindahan obyek wisata.

 Tidak melakukan pengrusakan terhadap obyek wisata alam seperti menebang pohon.

 Menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah.

 Meningkatkan daya tarik wisata melalui penetapan jalur wisata, kalender wisata, informasi dan promosi wisata.

F. Kawasan Peruntukan Permukiman

Pengembangan permukiman di Kabupaten Murung Raya terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan pada kawasan permukiman perkotaan, dan permukiman pedesaan, secara faktual Kabupaten Murung Raya masih didominasi wilayah pedesaan. Luas kawasan permukiman di Kabupaten Murung Raya seluas 77,77 Km2.

Disamping itu penyediaan perumahan ini juga dapat dilakukan melalui pengembangan kapling siap bangun. Dalam pengembangan perumahan di Kabupaten Murung Raya, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

 Didalam pengembangan perumahan tidak boleh merusak lingkungan.

 Didalam penataan perumahan harus memperhatikan lingkungan dan harus berdasarkan ketentuan Koefesien Dasar Bangunan (KDB), Koefesien Lantai Bangunan (KLB) dan Tinggi Lantai Bangunan (TLB).

(14)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

kegiatan-kegiatan wilayah kota lainnya yang diperkirakan mampu menurunkan kualitas lingkungan, ruang terbuka hijau tersebut dapat berupa lapangan olah raga, taman kota, daerah resapan air, konservasi sungai, dan sawah produktif. Selain itu setiap pengembangan perumahan minimal harus disertai dengan ruang terbuka hijau, baik berupa taman, lapangan olah raga dan lain-lain, sehingga antara perumahan dengan ruang terbuka hijau terdapat keseimbangan.

 Mendorong partisipasi masyarakat untuk mengadakan pengembangan rumah sendiri, tetapi penataannya harus mengikuti rencana tata ruang yang telah ada.

 Konsep untuk pengembangan permukiman dan fasilitas penunjang kegiatan di wilayah kota diarahkan dengan pemasyarakatan konsolidasi tanah.

 Pengembangan permukiman terutama yang dikembangkan oleh developer harus disertai dengan kerja sama antara pihak developer dan pemerintah secara proaktif, misalnya kemudahan dalam pemberian ijin lokasi dan kemudahan perijinan lainnya dengan catatan sesuai dengan fungsi peruntukan tanahnya.

Untuk pengembangan perumahan yang dilakukan oleh pengembang (developer) harus disertai pula dengan fasilitas umum dan sosial, ruang terbuka hijau, lapangan olah raga, peribadatan, makam, perbelanjaan, serta jaringan jalan yang menghubungkan dengan jalan yang ada di sekitarnya, serta jalan utama wilayah kota. Sehingga akan menambah minat masyarakat untuk membeli perumahan tersebut

G. Peruntukan Permukiman Perkotaan

Berdasarkan acuan-acuan tersebut di atas pengembangan kawasan permukiman perkotaan di Kabupaten Murung Raya lebih diarahkan pada penggunaan lahan non produktif dengan kebijaksanaan penataan ruang secara rinci meliputi :

 Pemenuhan kebutuhan perumahan dengan penambahan luas kawasan permukiman perkotaan di lahan yang tingkat produktivitasnya rendah, yaitu lahan pertanian kering (tegalan, perkebunan, dll)

 Tindakan preventif terhadap dampak bencana yang terjadi di kawasan rawan bencana alam.

 Penyediaan ruang terbuka hijau di kawasan permukiman dengan memperhatikan proporsi ketersediaan ruang terbuka hijau dan infrastruktur penunjang permukiman terhadap luas total sebesar 40%.

Permukiman lahan perkotaan berdasarkan deliniasi rencana kawasan perkotaan meliputi Kecamatan yang merupakan daerah pusat pengembangan kegiatan pelayanan. Selain itu perkembangan permukiman perkotaan di arahkan pada lokasi-lokasi yang disusun dalam perencanaan IKK.

H. Peruntukan Permukiman Perdesaan

(15)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

kawasan untuk permukiman pada lokasi sekitarnya masih didominasi oleh lahan pertanian, tegalan, perkebunan dan lahan kosong serta aksesibilitas umumnya kurang, jumlah sarana dan prasarana penunjang juga terbatas atau hampir tidak ada, kawasan dengan ciri dan karakteristik Sifat dan karakteristik lingkungan permukiman yang masih mencirikan tata dan lingkungan kehidupan rural. Luas penggunaan ruang untuk perumahan di lingkungan permukiman pedesaan ini adalah 500 m2. Interaksi pergerakan di lingkungan permukiman masih rendah dan sangat dipengaruhi oleh interaksi hubungan eksternal.

Pada kawasan permukiman perdesaan yang memiliki potensi sebagai penghasil produk unggulan pertanian atau sebagai kawasan sentra produksi akan dilengkapi dengan lumbung desa modern, juga pasar komoditas unggulan. Selanjutnya beberapa komoditas yang memiliki prospek pengembangan melalui pengolahan akan dilakukan pengembangan industri kecil dengan membentuk sentra industri kecil.

I. Kawasan peruntukan Lainnya

a. Kawasan Pengembangan Sektor Informal Dalam pengembangan kawasan perdagangan dan jasa perlu diberikan ruang publik, terutama di wilayah perkotaan yang berhubungan dengan adanya kegiatan perdagangan informal PKL. Pedagang kaki lima (street trading/street hawker) adalah salah satu usaha dalam perdagangan dan salah satu wujud sektor informal. Kecenderungannya PKL berada pada lokasi strategis terkait dengan arah pergerakan orang dan terkait dengan sektor pelayanan perdagangan-jasa lainnya (pasar, mall/plaza, tempat mangkal kendaraan dan sebagainya). Pengadaan tempat khusus untuk PKL pada tempat-tempat strategis di pusat kota dengan sistem pengelolaan khusus agar tidak menimbulkan permasalahan kota dan operasional. Sistem pengelolaan khusus tersebut antara lain : relokasi pada kawasan khusus, pada waktu tertentu dan untuk jenis barang/ niaga khusus (misalnya: PKL khusus kuliner, PKL khusus barang bekas, PKL khusus buah dan sebagainya).

Kawasan khusus untuk sektor informal ini diarahkan pada kawasan strategis sekitar pusat kota mendukung kawasan perdagangan dan jasa formal. Pengembangan kawasan perdagangan dilakukan secara bersinergi dengan perdagangan informal sebagai sebuah aktivitas perdagangan yang saling melengkapi. Pengembangan kawasan khusus sektor informal lokasinya diarahkan sesuai dengan arahan dalam rencana detail perkotaan

b. Kawasan Pertahan dan Keamanan

Kawasan pertahanan negara adalah wilayah yang ditetapkan secara nasional yang digunakan untuk kepentingan pertahanan. Kawasan pertahanan dan keamanan di Kabupaten Murung Raya meliputi:

(16)

Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang

 Komando Rayon Militer (Koramil) tiap kecamatan di Kabupaten;

 Kepolisian Resor (Polres) di perkotaan Puruk Cahu; dan

 Kepolisian Sektor (Polsek) di tiap kecamatan di Kabupaten.

Pengelolaan kawasan pertahanan dan keamanan di Kabupaten Murung Raya antara lain:

 identifikasi kawasan pertahanan keamanan negara di Kabupaten; dan

 penyusunan rencana rinci kawasan sekitar pertahanan keamanan negara.

Sumber: RTRW Kabupaten Murung Raya 2013-2018

5.2.

IDENTIFIKASI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN MURUNG

RAYA BERDASARKAN RTRW

Pemilihan kawasan strategis ditinjau dari beberapa potensi perkembangangan yang

dimilki dan meliha seberapa pengaruh terhadap kesejahterahan masyrakat. Pemilihan kawasan

strategis dapat berpengaruh terhadapa sektor lainnya. Berikut ini merupakan tabel kawasan

Strategis yang telah ditetapkan RTRW Kabupaten Murung Raya 2013-2018.

Tabel 5. 2

Identifikasi Kawasan Strategis Kabupaten Murung Raya Berdasarkan RTRW

Kawasan Strategis

Kabupaten Kota Sudut Kepentingan Lokasi/Batas Kawasan

Kawasan Perkotaan Aspek Ekonomi Puruk Cahu

Kawasan Agropolitan Aspek Ekonomi Kecamatan Barito Tuhup Raya Kecamatan Permata Intan Kecamatan Murung Kecamatan Laung Tuhup Kecamatan Sungai Babuat Kecamatan Sumber Barito Kecamatan Tanah Siang Kawasan Bersejarah Aspek Sosial Budaya Air terjun Bumbun

Bukit Puruk Kambang Kawasan Hutan Kota Aspek Lingkungan

Sumber: RTRW Kabupaten Murung Raya 2011-2031

5.3.

IDENTIFIKASI PROGRAM RTRW KABUPATEN MURUNG RAYA

TERKAIT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA

KARYA

Pada subbab ini membahas mengenai Indikasi Program yang mengatur rencana struktur

ruang dan kawasan strategis yang sudah direncanakan. Indikasi program yang dapat

direncanakan dapat dijalankan penuh dengan baik dan dapat diimplementasikan dengan

baik. Berikut ini adalah tabel yang mengenai idikasi program yang telah ditetapkan pada

RTRW 2011-2031.

Tabel 5. 3 Identifikasi Program RTRW Kabupaten Murung Raya Terkait Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

1 Peningkatan Fungsi PKL Puruk Cahu

Penyusunan RDTR Kota

Puruk Cahu YA APBD Kab BAPPEDA

(17)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Kapasitas PDAM Peningkatan Pusat Perdagangan

Peningkatan PLN Puruk Cahu YA APBN/Swasta Pusat/Swasta

Peningkatan Perbangkan

Puruk Cahu YA Swasta Swasta

Pengembangan Perumahan

Puruk Cahu YA Swasta/APBD PU/Swasta

Peningkatan Pasar Puruk Cahu YA APBD Kab Pemkab

Penigkatan pendidikan

Puruk Cahu YA APBD Pemkab

Pembangunan Sarana Olahraga dan Alun-alun

Masteplan Hutan Kota

APBD Kehutanan

Pembangunan Hutan Kota

APBD Pemkab

2 Peningkatan Fungsi PKLp Tumbung Lahung

Penyusunan RDTR Kota

Tumbang Lahun TIDAK APBD Kab Bappeda

Pembangunan Pelayanan Air Bersih

Tumbang Lahun TIDAK APBD Kab PDAM

Pembangunan Pusat Perdagangan

Tumbang Lahun TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Masterplan Drainase

Tumbang Lahun TIDAK APBD Kab PU

Peningkatan PLN Tumbang Lahun TIDAK APBN/swasta Pusat/swasta Peningkatan

Perbankan

Tumbang Lahun TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perumahan

Tumbang Lahun TIDAK APBD/swasta Pemkab/swasta

Pembangunan pasar Tumbang Lahun TIDAK APBD Pemkab

Peningkatan Pendidikan

Tumbang Lahun TIDAK APBD Pemkab

Pembangunan Sarana olahraga

Tumbang Lahun TIDAK APBD Pemkab

Pembangunan Terminal tipe C

Tumbang Lahun TIDAK APBD Perhubungan

Pembangunan Pusat kesehatan

Tumbang Lahun TIDAK APBD Pemkab

3 Peningkatan fungsi PPK Tumbang Batian

Peningkatan Pusat pengumpulan barang

Tumbang Batian TIDAK APBD Pemkab

Peningkatan Pelayanan Keuangan

Tumbang Batian TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Tumbang Batian TIDAK Swasta Pemkab

(18)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Pendidikan dan Kesehatan

Pembuatan Sub Terminal

Tumbang Batian TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Tumbang Batian TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Tumbang Batian TIDAK PLN/swasta Pusat/swasta Pembangunan

Layanan air

Tumbang Batian TIDAK APBD Kab PDAM

Pengembangan Perumahan

Tumbang Batian TIDAK APBD Kab Pemkab/swasta

4 Peningkatan Fungsi PPK Muara laung

Peningkatan Pelayanan keuangan

Muara Laung TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perdagangan dan jasa

Muara Laung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan kesehatan

Muara Laung TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Sub Terminal

Muara Laung TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Muara Laung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Muara Laung TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta Pembangunan

Pelayanan air Bersih

Muara Laung TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Muara Laung TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Muara Laung TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

5 Peningkatan Fungsi PPK Perdagangan dan Jasa

Makunjung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Makunjung TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Sub Terminal

Makunjung TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Makunjung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Makunjung TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta

Pembangunan Pelayanan air Bersih

Makunjung TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Makunjung TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Makunjung TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

6 Peningkatan Fungsi PPK Saripoi

Peningkatan Pelayanan Keuangan

Saripoi TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Saripoi TIDAK APBD Kab Pemkab

(19)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Pendidikan dan Kesehatan

Pembuatan Sub Terminal

Saripoi TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Saripoi TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Saripoi TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta

Pembangunan Pelayanan air Bersih

Saripoi TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Saripoi TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Saripoi TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

7 Peningkatan Fungsi PPK Dirung Lingkung

Peningkatan Pelayanan Keuangan

Dirung Lingkung TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Dirung Lingkung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Dirung Lingkung TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Sub Terminal

Dirung Lingkung TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Dirung Lingkung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Dirung Lingkung TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta Pembangunan

Pelayanan air Bersih

Dirung Lingkung TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Dirung Lingkung TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Dirung Lingkung TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

8 Peningkatan Fungsi PPK Tumbang Kunyi

Peningkatan Pelayanan Keuangan

Tambang Kunyi TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Tambang Kunyi TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Tambang Kunyi TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Sub Terminal

Tambang Kunyi TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Tambang Kunyi TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Tambang Kunyi TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta Pembangunan

Pelayanan air Bersih

Tambang Kunyi TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Tambang Kunyi TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Tambang Kunyi TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

9 Peningkatan Fungsi PPK Muara Joloi

Peningkatan Pelayanan Keuangan

(20)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Muara Joloi TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Muara Joloi TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Sub Terminal

Muara Joloi TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Muara Joloi TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Muara Joloi TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta Pembangunan

Pelayanan air Bersih

Muara Joloi TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Muara Joloi TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Muara Joloi TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

10 Peningkatan Fungsi PPK Tumbang Colong

Peningkatan Pelayanan Keuangan

Tumbang Colong TIDAK Swasta Swasta

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Tumbang Colong TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Tumbang Colong TIDAK APBD Kab Pemkab

Pembuatan Sub Terminal

Tumbang Colong TIDAK APBD Kab Pemkab

Penyusunan RDTR Kecamatan

Tumbang Colong TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Tumbang Colong TIDAK PLN/Swasta Pusat/Swasta Pembangunan

Pelayanan air Bersih

Tumbang Colong TIDAK APBD Kab PDAM

Peningkatan pusat Pengumpulan Barang

Tumbang Colong TIDAK APBD Kab Pemkab

Pengembangan Perumahan

Tumbang Colong TIDAK APBD/Swasta Pemkab/Swasta

11 Peningkatan Fungsi PPL Konut

Pembangunan Pusat Pengumpulan Barang

Konut TIDAK APBD Kab Perhubungan

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Konut TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Konut TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Konut TIDAK APBD

Kab/Swasta

Pemkab/Swasta

Pengembangan Pelayanan Air

Konut TIDAK APBD PDAM

12 Peningkatan Fungsi PPL Perdagangan dan Jasa

Kuhung TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan

(21)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Kesehatan

13 Peningkatan Fungsi PPL Tumbang kolon

Pembangunan Pusat Pengumpulan Barang

Tumbang Kolon TIDAK APBD Kab Perhubungan

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Tumbang Kolon TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Tumbang Kolon TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Tumbang Kolon TIDAK APBD

Kab/Swasta

Pemkab/Swasta

Pengembangan Pelayanan Air

Tumbang Kolon TIDAK APBD PDAM

14 Peningkatan Fungsi PPL Lakutan

Pembangunan Pusat Pengumpulan Barang

Lakutan TIDAK APBD Kab Perhubungan

Peningkatan Perdagangan dan Jasa

Lakutan TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan

Lakutan TIDAK APBD Kab Pemkab

Peningkatan PLN Lakutan TIDAK APBD

Kab/Swasta

Pemkab/Swasta

Pengembangan Pelayanan Air

Lakutan TIDAK APBD PDAM

1 Perwujudan Sistem Transportasi

A. Peningkatan Jalan

Ruas Kolektor Primer 1 SP. Muara Lahung. Puruk Cahu – Batas Muara Teweh. Km.50 – Batas Kota Muara Teweh

YA APBN Pusat

Ruas Kolektor Primer 3 Dirung Lingkin

– Saripoi. 5. Ruas jalan

Dirung Lingkin

– Tumbang

Lahung.

(22)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

6. Ruas jalan Dirung Lingkin

– Tumbang

Terminal Type C Tumbang lahung TIDAK APBD Kab Perhubungan

Terminal Type B Puruk Cahu YA APBD Prov Provinsi

C. Pembanguna

n Sub

Terminal

Sub Terminal 1. Tumbang bantian. 2. Muara Laung. 3. Makunjung. 4. Saripoi. 5. Dirung Lingkin. 6. Tumbang Kunyi. 7. Muara Joloi. 8. Tumbang Olong.

APBD Kab Perhubungan

Transportasi Sungai

A. Peningkatan Pelabuhan Sungai 1. Kecamatan Murung. 2. Kecamatan

Laung Tuhup

TIDAK APBD Perhubungan

Transportasi Udara

B. Pembanguna n

Bandar udara pengumpan

Kecamatan Murung YA APBD Perhubungan

2 Sistem Jaringan Sumber Daya Air

A. Kawasan hulu Sungai

Rehabilitasi hulu Sungai

Kabupaten Murung Raya

TIDAK APBD Kab Kehutanan

Rehabilitasi kawasan hutan hulu sungai

Kabupaten Murung Raya

TIDAK APBD Kab Kehutanan

B. Irigasi Peningkatan Irigasi Kabupaten Murung Raya

TIDAK APBD Kab PU

Peningkatan Irigasi Kabupaten Murung Raya

TIDAK APBD Kab PU

Perbaikan irigasi Kabupaten Murung Raya

TIDAK APBD Kab PU

C. Air Bersih Peningkatan Areal Layanan PAM

Semua kota yang berfungsi sebagai PKL,PPK dan PPL

YA APBD Kab APBD Kab

(23)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

air bersih

3 Sistem Jaringan Prasarana Energi

A. Peningkatan Perluasan layanan listrik PLTMH berbasis masyarakat

Optimalisasi pemanfaatan PLTMH berbasis masyarakat

APBD Pemkab

PLTA Kecamatan Uut

Murung

TIDAK APBD/swasta Pemkab/swasta

4 Sistem Jaringan Prasarana Telekomunikasi

Fasilitasi pengembangan usaha pelayanan telekomunikasi

penempatan BTS

Kabupaten APBD Kab Pemkab

Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk

operasionalisasi kegiatan

pemerintahan dan usaha penduduk

Seluruh wilayah permukiman di Kabupaten Murung Raya

APBD Kab Pemkab

5 Sistem Jaringan Lainnya

A. Air Limbah Pembangunan Sistem Terpadu (IPAL)

APBD Kab Pemkab

B. TPA Pengembangan

sistem

Kabupaten APBD Kab Pemkab

C. Drainase Peningkatan Drainase

Seluruh pusat pelayanan

kawasan/lingkungan

APBD Kab Pemkab

1 Perwujudan Kawasan Lindung

A. Perwujudan Kawasan Lindung

Melakukan

reboisasi pada lahan-lahan kritis melalui kerjasama dengan berbagai lembaga peduli hutan, lintas instansi pemerintah dan masyarakat setempat

Kabupaten Murung Raya

Langkah-langkah pengelolaan hutan lindung dan Mangrove

a. Penguatan manajemen

(24)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

b. Penegakan

hukum bagi

kegiatan ilegal logging dengan penanganan (represif, persuasif dan preventif) secara kontinu c. Kegiatan Rahabilitasi, Redeliniasi kawasan hutan

d. Inventarsasi kawasan hutan rusak pada rencana areal kerja HKm untuk mendorong perambahan yang ada di blok lindung dalam kawasan HL untuk mendapatkan izin HKm pada areal yang sudah direncanakan

B. Sempadan Sungai

Normalisasi dan rehabilitasi kawasan sempadan sungai

Kabupaten

Mengembangkan konsep bangunan menghadap sungai

Kabupaten

Membangun jalan inspeksi pada kawasan sungai yang melalui kawasan perkotaan

dan atau

permukiman

Kabupaten

Melakukan

konservasi lahan pada jalur kanan kiri sungai yang potensial erosi dan longsor

Kabupaten

Pemanfaatan garis sempadan sungai diarahkan untuk kegiatan budi daya tanaman keras bernilai ekologis dan ekonomis, tanaman sayuran, dan lainnya

Kabupaten

Pemasangan papan larangan

Kabupaten APBD Pemkab

C. Sempadan danau

Pemasangan tanda batas larangan penggunaan sempadan danau

Kabupaten APBD Pemkab

Pembuatan rekreasi Kabupaten D. Hutan suaka

alam dan wisata

Mengendalikan kegiatan kawasan taman hutan raya

(25)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Mengendalikan kegiatan kawasan taman wisata alam

Kabupaten APBD Dinas kehutanan

Merehabilitasi dan mereboisasi kawasan

Kabupaten APBD Dinas kehutanan

2 Perwujudan Kawasan Budidaya A. Perwujudan

Hutan produksi

Penanaman

tanaman tumpang tanaman

Kabupaten APBD Kab Kehutanan

Reboisasi kawasan APBD Kab Kehutanan

Pembangunan infrastruktur pendukung untuk pemanfaatan sumber daya air (pertanian,

microhydro, kebutuhan air bersih

APBD Kab Pemkab

Pembangunan fasilitas wisata alam

APBD Kab Pariwisata

Fasilitasi pemasaran hasil produksi kehutanan

tanaman tumpang tanaman

Kabupaten APBD Kab Kehutanan

Reboisasi kawasan APBD Kab Kehutanan

Pembangunan infrastruktur pendukung untuk pemanfaatan sumber daya air (pertanian,

microhydro, kebutuhan air bersih)

APBD Kab Kehutanan

Pembangunan fasilitas wisata alam

APBD Kab Kehutanan

Fasilitasi pemasaran hasil produksi kehutanan

tanaman tumpang tanaman

Kabupaten APBD Kab Kehutanan

Reboisasi kawasan APBD Kab Kehutanan

Pembangunan infrastruktur pendukung untuk pemanfaatan sumber daya air (pertanian,

microhydro, kebutuhan air bersih)

APBD Kab Kehutanan

Pembangunan fasilitas wisata alam

APBD Kab Kehutanan

Fasilitasi pemasaran hasil produksi kehutanan

APBD Kab Kehutanan

D. Perwujudan Kawasan

Peningkatan pelayanan irigasi teknis/desa dengan

(26)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

Pertanian Tanaman pangan

jaminan pasokan air yang mencukupi Pembangunan infrastruktur pendukung

pertanian, seperti jalan produksi, pengolahan hasil panen, pemadaran hasil pertanian

APBD Kab PU

Peningkatan produksi pertanian sawah melalui intensifikasi lahan sehingga hasil panen dapat dicapai lebih dari 10 ton/ha

APBD Kab Pertanian

Untuk meningkatkan pendapatan petani perlu dikembangkan padi organik bersertifikat

sehingga sebagian hasil panen dapat dijual dengan nilai ekonomi yang tinggi

APBD Kab Pertanian

Diperlukan berbagai insentif (keringanan pajak/retribusi dan subsidi) guna meningkatkan produktivitas lahan dan kinerja petani

APBD Kab Pemkab

Penguatan lembaga petani terkait dengan pengelolaan air (irigasi), pengadaan sarana produksi, panen dan pengolahan pasca panen termasuk pemasaran

(delineasi) kawasan perkebunan yang potensial dan tidak berada pada kawasan konservasi (lindung)

Kabupaten APBD Kab Pemkab

Peningkatan produksi komoditas melalui intensifikasi lahan, untuk Karet,

dan rotan.

Peningkatan produksi ini dilakukan melalui bantuan sarana produksi

perkebunan, peningkatan keterampilan

(27)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

budidaya dan pengolahan pasca panen

Pembangunan infrastruktur kawasan

agropolitan yang terdiri dari sub produksi pertanian primer

APBN Deptan

c. Subsistem Hilir (Down Stream) pengolahan hasil perrkebunan penelitian dan pengembangan, kebijakan pemerintah, penyuluhan dan konsultan pengelolaan dan pengembangan, serta pembinaan dan pengawasan bidang

pertambangan dan energi

Kabupaten

APBD Pertambangan

dan energi

Inventarisasi sumberdaya mineral, pembinaan dan pengawasan bidang

pertambangan dan galian Golongan mineral logam, minreral bukan logam dan batuan serta air bawah

tanah yang

berpotensi untuk dieksploitasi dalam skala ekonomi

APBD Kab Pertambangan

Melakukan kajian daya dukung lingkungan untuk

APBN/APBD Prov

(28)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

eksploitasi bahan tambang dan galian Melakukan promosi untuk menarik investasi

pengembangan bidang

pertambangan dan energi industri pengolahan hasil perkebunan

Kawasan industri di Kecamatan Murung

APBD Pemkab teknologi industri

APBD Pemkab

Pembuatan

masterplan kawasan industri Kawasan Wisata Terpadu

Kawasan Wisata Terpadu dengan fasilitas penunjang wisata

APBD Pariwisata

Melakukan promosi Kawasan Wisata Terpadu melalui berbagai media, dan melaksanakan berbagai event promosi

APBD Pariwisata

Melakukan

kerjasama dengan berbagai biro perjalanan dalam upaya pemasaran yang progresif

APBD Pariwisata

Pengembangaan potensi sumberdaya alam sebagai objek-objek wisata dalam satu kesatuan sistem pengelolaan yang terpadu

APBD Pariwisata

Inventarisasi sumberdaya alam yang berpotensi sebagai objek wisata

APBD Pariwisata

Membentuk pusat informasi pariwisata terpadu dan sistem informas

manajemen promosi pariwisata daerah

(29)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

I. Perwujudan Kawasan Permukiman

Permukiman Perkotaan

Seluruh Pusat Kecamatan Pemetakan zona

permukiman eksisting dan kawasan siap bangun dengan memerhatikan

APBD Kab Bappeda

a. Daya tampung kota, lahan dengan kemiringan di atas 15 %

b. Rencana

pengembangan fasilitas utama kota (Islamic Center, Stadion Olah Raga)

c. Rencana

pengembangan kawasan

perdagangan dan jasa

Identifikasi

kelengkapan dan cakupan layan fasilitas serta utlitas utama pada masing-masing blok dan perkiraan

kebutuhan untuk masa depan

APBD Kab Bappeda

a.Jalan lingkungan b.Sistem jaringan

prasarana air minum

c.Sistem jaringan prasarana listrik d.Sistem jaringan

prasarana telekomunikasi e.Sistem

pengelolaan sampah (gerobak, TPS dan sebuah TPA)

f.Sistem drainase dan pengelolaan limbah

Identifikasi lokasi kelompok

permukiman yang beradapada

kawasan rawan bencana alam dan merekomendasikan mitigasinya/relokasi

APBD Kab Bappeda

Identifikasi seluruh bangunan yang berada pada kawasan aman bencana alam, namun tidak memenuhi syarat

(30)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

teknis tahan gempa pendekatan mitigasi bencana dan

perumahan melalui subsidi

KPR-perumahan dan penyediaan

perumahan

perdesaan melalui bantuan pemerintah dan pembangunan perumahan perdesaan yang berada pada kawasan lindung dan budidaya. Bila terdapat

permukiman (kelompok rumah) yang berada pada kawasan lindung, maka

direkomendasikan jalan keluarnya baik melalui pelepasan hak hutan atau relokasi

APBD Kab PU

Identifikasi

bangunan fasilitas

umum dan

perumahan yang berada pada kawasan rawan bencana dan merekomendasikan mitigasi ataupun relokasi terhadap bangunam tersebut

Rencana tindak penanaman jenis

(31)

NO Program Kegiatan Lokasi

Merupakan KSK (YA/TIDAK)

Sumber dana Pelaksanaan

tumbuhan pada kawasan

K. Perwujudan Kawasan Kebun Raya

Penyusunan masterplan kawasan

APBD Pemkab

Rencana tindak penanaman jenis tumbuhan pada kawasan

APBD/APBD Prov

Pemkab/pemprov

3. Perwujudan Kawasan strategis

a. Kawasan agropolitan

Penyusunan rencana tata ruang kawasan

agropolitan

YA APBD Kab Pemkab

Pengembangan infrastruktur

YA APBD Kab Pemkab

Penyuluhan petani YA APBD Kab Pemkab

b. Kawasan pertambanga n

Pembuatan regulasi tentang kegiatan pertambangan

YA APBD Kab Pemkab

c. Air terjun tujuh tingkat

Penyusunan master plan dan aturan zonasi kawasan

YA APBD Kab Pemkab

Pembangunan infrastruktur

YA APBD Kab Pemkab

d. Hutan Kota Pembuatan regulasi kawasan

YA APBD Kab Pemkab

Pembangunan infrastruktur

YA APBD Kab Pemkab

e. Kebun Raya Pembuatan regulasi kawasan

YA APBD Kab Pemkab

Pembangunan infrastruktur

YA APBD Kab Pemkab

Sumber: RTRW Kabupaten Murung Raya 2011-2031

5.4.

ARAHAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

DAERAH (RPJMD)

Pada Subbab ini menjelaskan arahana pembangunan RPJMD Kabupaten Murung Raya

yang telah di tetapkan. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Murung Raya membahas Visi dan Misi

pembangunan daerah adalah:

Terwujudnya Masyarakat Sejahtera yang Mandiri dan Bermartabat Berbasis

Pembangunan Perdesaaan Menuju Murung Raya Emas Tahun 2030

Untuk mencapai keberhasilan visi Kabupaten Murung Raya terdapat lima misi yang

menunjang Visi yang dijelaskan tersebut:

1.

Meningkatkan dan memantapkan akses pendidikan bermutu.

Hal ini untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Murung Raya yang mempunyai

kesempatan yang sama untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

2.

Meningkatkan dan memantapkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

(32)

3.

Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang merata mulai dari desa.

Hal ini untuk meningkatkan aksesibilitas di seluruh wilayah Kabupaten Murung Raya,

sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

4.

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis agro ekonomi, UMKM dan

pengusahaan potensi SDA.

Hal ini agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dan menikmati hasil pembangunan

ekonomi secara adil dan merata.

5.

Meningkatkan tata kelola yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clean

government).

Hal ini untuk menciptakan tata pemerintahan yang transparan, akuntabel, bebas

penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang, efektif dan efisien sehingga dapat mendorong

pertumbuhan ekonomi dan kehidupan yang lebih baik.

6.

Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan tata ruang wilayah.

Hal ini untuk menciptakan kepastian berusaha sehingga akan tercapai pembangunan yang

berkelanjutan.

7.

Meningkatkan kesadaran hukum, kerukunan beragama, kehidupan sosial budaya dan politik

yang demokratis berbasis kearifan lokal.

Hal ini untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Murung Raya yang berdisiplin, taat

hukum, aman, saling menghargai, demokratris toleransi dan penghargaan terhadap

budaya lokal.

Dalam menerapkan visi dan misi terdapat strategi arahan kebijakan dari misi yang terdapat di

RPJMD Kabupaten Murung Raya 2013-2018 yang telah direncakan ditabel Berikut:

Tabel 5. 4Arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

KEBIJAKAN PROGRAM

MISI 1: Peningkatan dan Pemantapan Akses Pendidikan Bermutu

 Meningkatkan Pembangunan Pendidikan Program Kartu Murung Raya Cerdas,

Program pendidikan anak usia dini (PAUD),

Program wajib belajar pendidikan dua belas tahun,

Program pendidikan menengah,

Program Pendidikan non Formal dan informal (PNFI),

Program pendidikan luar biasa,

Program peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan,

Program pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ),

Program manajemen pelayanan pendidikan,

Program penyediaan sarana dan prasarana pendidikan Politeknik,

Program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

 Meningkatkan Pembangunan Pemuda dan Olah Raga

Program pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda,

(33)

KEBIJAKAN PROGRAM

kepemudaan,

Program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda,

Program upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba,

Program pengembangan kebijakan dan manajemen olah raga,

Program pembinaan dan pemasyarakatan olah raga,

Program peningkatan sarana dan prasarana olah raga,

Program pembinaan pengembangan dan pembangunan sarana olah raga prestasi yang dibina KONI,

Program penyelenggaraan PORPROV secara berkelanjutan,

Program pembangunan sirkuit grasstrack bertaraf nasional di Puruk Cahu Seberang,

Program Pembangunan Stadion Willy M. Yoseph,

Program Pembinaan Generasi Muda, Karang Taruna dan KNPI,

Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Olah Raga,

Program Pembangunan Lapangan Sarana Prasarana Olah Raga,

Program Festival budaya,

Program keolahragaan.

MISI 2: Peningkatan dan Pemantapan Akses dan Kualitas Pelayan Kesehatan

 Meningkatkan Pembangunan Kesehatan Program Kartu Murung Raya Sehat,

Program Relokasi/Pembangunan Baru Rumah Sakit Daerah Puruk Cahu,

Program obat dan perbekalan kesehatan,

Program upaya kesehatan masyarakat,

Program pengawasan obat dan makanan,

Program pengembangan obat asli Indonesia,

Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,

Program perbaikan gizi masyarakat,

Program pengembangan lingkungan sehat,

Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular,

Program standarisasi pelayanan kesehatan,

Program pelayanan kesehatan penduduk miskin,

Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/ puskesmas pembantu dan jaringannya,

Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/ rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata,

Program pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata,

Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan,

Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita,

Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia,

Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan,

Peningkatan Perizinan Klinik dan Sarana Kesehatan,

Gambar

Tabel 5. 1 Arahan RTRW Kabupaten Murung Raya
Tabel 5. 3 Identifikasi Program RTRW Kabupaten Murung Raya Terkait Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya
Tabel 5. 5 Indikator Kinerja Setiap Misi RPJMD Kabupaten Murung Raya
Tabel 5. 6 Indikator Program Rencana Induk Pengelolaan SPAM Kabupaten Murung Raya 2015-2034
+2

Referensi

Dokumen terkait

PANDEGLANG C.Kawasan Kawasan Selat Sunda Penyusunan RTBL Kawasan Pusat Pertumbuhan Kecamatan Menes. PBL 2413.002.002 Draft NSPK Daerah

Angin Siklon Tropis, Banjir, Tanah Longsor, Gelombang Pasang dan Abrasi.. NTT

program pengembangan kawasan permukiman perkotaan dan pedesaan meliputi: - peningkatan kualitas lingkungan - pembangunan rusunawa - pembinaan teknis kegiatan perumahan

Laporan RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan langkah untuk mewujudkan sinkronisasi Program Bidang Keciptakaryaan dan kerjasama antara Pemerintah

alam tuntunan dan pemeliharaan TUHAN jualah, Penyusunan Review Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Tahun 2017-2021

Perwujuda n sarana prasarana pendukung kegiatan pariwisata Kawasan Pariwisata Provinsi NTT APBD Prov, APBD Kab/Kota Bappeda, BLHD, Dinas Pariwisata Prov dan Kab/Kota

Berdasarkan data yang ada untuk penanganan sanitasi dan air limbah pada kawasan permukiman baik itu di perkotaan maupun perdesaan masih dilakukan dengan sistem setempat

Akuifer produktif sedang, aliran air tanah melalui zona celahan, rekahan dan saluran pelarutan, muka air tanah dan debit sumur umumnya bervariasi, pemunculan mata