Survei implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN Peneliti mempersembahkan karya tulis ini kepada: 1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kelancaran dalam mengerjakan skripsi ini. 2. Bapak Supriyanto yang selalu memberikan dukungan, doa, dan kasih sayang yang luar biasa. 3. Kedua kakakku tersayang Farida Priyantiningtyas dan Fauzi Prima Bintara yang selalu memberikan dukungan. 4. Ketiga keponakanku yaitu Raihan, Izzi, dan Gwen yang selalu membuatku terus semangat dalam menyelesaikan skripsi. 5. Almamaterku yaitu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang sudah memberikan banyak pengalaman berharga yang tak terlupakan selama masa perkuliahan.. iv.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhan-Mulah hendaknya kamu berharap. (QS Al-Insyirah [94]: 6-8). v.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK SURVEI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN Fadila Priyanasari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi dan mendeskripsikan kesesuaian implementasi program PPK berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian sebanyak 204 dan sampel sebanyak 132 guru kelas SD antara kelas I-VI di Kecamatan Ngaglik. Instrumen yang digunakan peneliti adalah kuesioner pertanyaan tertutup dan kuesioner pertanyaan terbuka. Pada kuesioner pertanyaan tertutup guru dinyatakan telah mengimplementasikan jika menjawab ya dan belum mengimplementasikan jika menjawab tidak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik sudah mengimplementasikan program PPK berbasis masyarakat. Implementasi dengan perolehan persentase tertinggi sebesar 95% tentang kerjasama sekolah dengan orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua sebagai mitra dalam penguatan pendidikan karakter. Sedangkan implementasi dengan perolehan persentase terendah yaitu sebesar 43% tentang kerjasama sekolah dengan masyarakat sipil pegiat pendidikan. Kesesuaian implementasi program PPK berbasis masyarakat yaitu adanya kerjasama sekolah dengan lembaga atau komunitas di luar satuan pendidikan. Bentuk kerjasama tersebut antara lain adanya paguyuban kelas, mendatangkan guru tamu, mengunjungi cagar budaya, mengunjungi tempat usaha, adanya perpustakaan keliling, mengadakan kegiatan keagamaan, kerjasama dengan stasiun TV, dan lain sebagainya. Kata Kunci:Penguatan Pendidikan Karakter, berbasis Masyarakat, Sekolah Dasar. viii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT SURVEY THE IMPLEMENTATION OF THE STRENGTHENING CHARACTER EDUCATION PROGRAM BASED ON SOCIETY OF THE ELEMENTARY SCHOOL EDUCATION IN NGAGLIK DISTRICT SLEMAN REGENCY Fadila Priyanasari Sanata Dharma University Yogyakarta 2019 This research aims to find out the implementation and described the consistency of the implementation SCE program based on society of the elementary school education in Ngaglik distric, Sleman regency. The research is kuantitative descriptive research with survey method. With 204 reaserch population and 132 teachers as samples of the ngaglik district. The instrumen that used are closed and open questionnaire. It closed questionnaire the teachers have been implemented if they answer “yes” and they have been not implemented if they answer “no”. The result of this research indicates that elementary school in Ngaglik district the had been implemented the SCE program based on society. The highest implementation is 95% about the cooperation between the school and the students parent and the lowest implementation is 43% about the cooperation between school and civil society of the education activists. Compatibility the implementation SCE program based on society is cooperation between school and the institution or community outside of the education unit. The form of cooperation are the existence of the class association, presented the guest teacher, visit the cultural heritage, visit the business place, mobile library, conducted the religious activity, collaboration with station TV and et cetera. Keywords: strengthening character education, society based, primary school. ix.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah S.W.T atas berkah rahmat dan karunia-Nya, peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat waktu. Skripsi dengan judul “Survei Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman” disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak. Pada kesempatan ini, perkenankanlah peneliti mengucapkan terimakasih dengan tulus hati kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberikan ide, saran, kritik, dan bimbingan yang sangat berguna selama penelitian. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. 4. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan ide, saran, kritik, dan bimbingan yang sangat berguna selama penelitian. 5. Odo Hadinata, M.Pd., selaku Tim Pengembang Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kritik dan saran yang diberikan dalam penyusunan skripsi. 6. Seluruh keluarga besar dosen dan staf PGSD Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 7. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Ngaglik yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di SD Negeri se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. x.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 8. Seluruh validator yang telah menyediakan waktu dan tenaga untuk membantu dalam memvalidasi, memberikan kritik, dan saran pada instrumen penelitian. 9. Kepala Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di SD yang bersangkutan. 10. Wali kelas I-VI SD Negeri se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman yang telah bersedia menyempatkan waktu untuk mengisi kuesioner penelitian. 11. Orang tuaku yang tercinta, Bapak Supriyanto yang telah memberikan dukungan dan perhatiannya kepadaku dan Alm Ibu Wiwik Trianawati yang selalu aku rindukan. 12. Kakakku tercinta Farida Priyantiningtyas dan Fauzi Prima Bintara. 13. Muhammad Ikhsan yang selalu memberikan semangat dan motivasi. 14. Sahabatku tercinta Dina, Isna, Resti, Nana, dan Yeni yang selalu memberikan semangat dalam menyelesaikan tugas akhir. 15. Teman-teman kelompok payung yang selalu ada untuk memberikan semangat, motivasi, dan bantuannya yaitu Resti, Ayu, Nana, Yeni, Tiwi, Astri, Selfie, Wiji, Manda, Ampika, Agata, Lukas, Febrian, dan Mikael. 16. Teman-teman Teater Caper kelas B PGSD angkatan 2015. 17. Seluruh pihak yang telah membantu baik secara moral maupun material yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu. Peneliti sangat bersyukur karena bantuan dari berbagai pihak akhirnya penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Semoga semua bantuan dan kebaikan yang telah diberikan kepada peneliti mendapat balasan yang terbaik dari Allah S.W.T. demikian ucapan terimakasih yang penulis sampaikan kepada semua pihak yang menjadi bagian dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.. Peneliti. xi.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN BIMBINGAN ....... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ................................ Error! Bookmark not defined. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv HALAMAN MOTTO ..............................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................ Error! Bookmark not defined.. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAHError! Bookmark not defined ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................................x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR .............................................................................................xv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................................1 B. Identifikasi Masalah........................................................................................5 C. Batasan Masalah .............................................................................................5 D. Rumusan Masalah ...........................................................................................6 E. Tujuan Penelitian ............................................................................................6 F. Manfaat Penelitian ..........................................................................................7 G. Definisi Operasional .......................................................................................8 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Pustaka ................................................................................................9 1. Pendidikan Karakter...................................................................................9 2. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) .....................................12 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Masyarakat ...20 B. Hasil Penelitian yang Relevan ......................................................................28 C. Kerangka Berpikir ........................................................................................35 D. Pertanyaan Penelitian....................................................................................36 xii.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian .............................................................................................38 B. Waktu dan Tempat Penelitian.......................................................................39 1. Waktu Penelitian ......................................................................................39 2. Tempat Penelitian ....................................................................................40 C. Populasi dan Sampel .....................................................................................42 1. Populasi ....................................................................................................42 2. Sampel......................................................................................................44 D. Variabel Penelitian........................................................................................48 E. Teknik Pengumpulan Data ...........................................................................49 1. Kuesioner .................................................................................................49 2. Wawancara ...............................................................................................50 3. Studi Dokumenter ....................................................................................51 F. Instrumen Penelitian .....................................................................................51 G. Teknik Pengujian Instrumen .........................................................................58 1. Validitas Isi ..............................................................................................58 2. Validitas Muka .........................................................................................63 H. Teknik Analisis Data ....................................................................................65 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian .............................................................................................69 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ............................................................69 2. Deskripsi Responden Penelitian ..............................................................72 3. Deskripsi Data Hasil Survei Implementasi Program PPK berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Ngaglik ............................73 B. Pembahasan ..................................................................................................97 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .................................................................................................111 B. Keterbatasan Penelitian ..............................................................................112 C. Saran ..........................................................................................................112 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................113 DAFTAR PUSTAKA ONLINE .........................................................................115 LAMPIRAN........................................................................................................ 116. xiii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 3.1. Jadwal Penelitian .............................................................................39. Tabel 3.2. Daftar Sekolah dasar Negeri se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman .............................................................................................40. Tabel 3.3. Data Populasi Penelitian di SD Negeri Se-Kecamatan Ngaglik .......43. Tabel 3.4. Tabel Penentuan Jumlah Sampel Minimal Menurut Krejcie dan Morgan .............................................................................................44. Tabel 3.5. Sampel penelitian dan populasi setiap sekolah ................................46. Tabel 3.6. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Tertutup .........................................52. Tabel 3.7. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Terbuka .........................................53. Tabel 3.8. Pedoman wawancara.........................................................................55. Tabel 3.9. Daftar Cek Dokumentasi .................................................................56. Tabel 3.10. Konversi Nilai Skala Lima ..............................................................59. Tabel 3.11. Modifikasi Nilai Skala Lima ............................................................60. Tabel 3.12. Jawaban Skor Interval ......................................................................61. Tabel 3.13. Kriteria Skor Skala Lima .................................................................62. Tabel 3.14. Rekapitulasi Validitas Instrumen .....................................................63. Tabel 3.15. Hasil Validitas Muka .......................................................................64. Tabel 4.1. Daftar SD yang Diteliti ....................................................................70. Tabel 4.2. Instrumen Pertanyaan Tertutup .........................................................74. Tabel 4.3. Instrumen Pertanyaan Terbuka ........................................................90. Tabel 4.4. Rerata Persentase Pertanyaan Tertutup.............................................99. xiv.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Filosofi Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara .......................14. Gambar 2.2. Literature Map Penelitian yang Relevan .......................................34. Gambar 3.1. Cara Menghitung Sampel Penelitian .............................................46. Gambar 4.1. Persentase secara umum implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar seKecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman .......................................75. Gambar 4.2. Persentase aitem 1 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................77. Gambar 4.3. Persentase aitem 2 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat. Gambar 4.4. 78. Persentase aitem 3 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................80. Gambar 4.5. Persentase aitem 4 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................82. Gambar 4.6. Persentase aitem 5 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................83. Gambar 4.7. Persentase aitem 6 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................85. Gambar 4.8. Persentase aitem 7 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................86. Gambar 4.9. Persentase aitem 8 survei implementasi program PPK berbasis masyarakat .....................................................................................88. xv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. Surat Izin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma ................117. Lampiran 2.. Surat Rekomendasi Izin Penelitian dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik .......................................................................118. Lampiran 3.. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari UPTD Kecamatan Ngaglik .....................................................................119. Lampiran 4.. Surat Keterangan Sudah Mengumpulkan Hasil Penelitian kepada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ...............................120. Lampiran 5.. Rangkuman Data SD Negeri di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman .......................................................................121. Lampiran 6.. Koding Data 30 Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Ngaglik ..122. Lampiran 7.. Rekap Data Implementasi Instrumen Pertanyaan Tertutup ..........127. Lampiran 8.. Rekap Data Implementasi Instrumen Pertanyaan Terbuka ..........130. Lampiran 9.. Rekap Data Wawancara ...............................................................132. Lampiran 10. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Tertutup .....................................134 Lampiran 11. Kisi-kisi Instrumen Pertanyaan Terbuka .....................................135 Lampiran 12. Identitas Responden dan Surat Pengantar Instrumen ..................136 Lampiran 13. Instrumen Pertanyaan Tertutup dan Terbuka ..............................138 Lampiran 14. Instrumen Wawancara ..................................................................141 Lampiran 15. Surat Permohonan Izin Validasi Ahli ..........................................142 Lampiran 16. Data Mentah 10 Validasi Ahli .....................................................143 Lampiran 17. Hasil Rekap Validitas Instrumen Penelitian .................................173. xvi.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. Pada bab I peneliti akan menguraikan latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional dalam penelitian. A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu media yang paling tepat dalam mengembangkan potensi anak baik berupa keterampilan maupun wawasan. Oleh karena itu pendidikan secara terus-menerus dibangun dan dikembangkan agar pelaksanaannya dapat menghasilkan generasi yang diharapkan. Sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan agar mampu menghasilkan sumber daya yang cerdas, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia terus diupayakan melalui proses pendidikan. Tujuan yang diharapkan dalam pendidikan tertuang dalam Undangundang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3 yang isinya adalah “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Persoalan karakter menjadi bahan pemikiran sekaligus keprihatinan bersama dikarenakan peserta didik di era saat ini sedang mengalami krisis karakter. Krisis. 1.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. tersebut ditandai dengan meningkatnya pergaulan bebas, maraknya perkelahian antar pelajar, kebiasaan menyontek, perilaku tidak jujur, penyalahgunaan obatobatan terlarang, penyimpangan perilaku seksual, bullying, dan lain sebagainya sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Salah satunya yaitu ketika peneliti melaksanakan kegiatan magang guru dan PPL di sekolah dasar wilayah Yogyakarta, peneliti mendapati peserta didik yang membuli teman, berkelahi, mencuri barang milik teman, dan tidak mengerjakan tugas dari guru. Oleh karena itu, pendidikan karakter penting untuk diajarkan sejak dini pada peserta didik baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pemerintah Indonesia juga telah memperkuat usaha pemusatan pendidikan karakter dengan mencanangkan sekaligus melaksanakan kebijakan Gerakan Nasional Pendidikan Karakter berlandaskan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pendidikan Karakter bangsa pada tahun 2010. Gerakan PPK menempati kedudukan dasar dan strategis saat pemerintah mencanangkan revolusi karakter bangsa sebagaimana tertuang dalam Nawacita ke-8 yaitu penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental. Adanya usaha memperkuat pemusatan pendidikan karakter dikarenakan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan. Berdasarkan pasal 1 Peraturan Presiden (Perpres) No 87 Tahun 2017 dinyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat 2.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Tujuan Penguatan Pendidikan Karakter juga tertuang dalam Peraturan Presiden. Adapun tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 87 Tahun 2017 adalah membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri, dan memiliki keunggulan bersaing secara global dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan. Program Penguatan Pendidikan Karakter adalah suatu gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter melalui proses pembentukan, transformasi, transmisi, dan pengembangan potensi peserta didik dengan lima nilai utama karakter. yang saling. berkaitan. membentuk. jejaring. nilai. yang perlu. dikembangkan sebagai prioritas gerakan PPK yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 8). Kelima nilai utama karakter di atas bukanlah nilai yang berdiri sendiri dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain yang berkembang secara dinamis. Berdasarkan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada satuan pendidikan formal dinyatakan bahwa penyelenggaraan. PPK. yang. mengoptimalkan. fungsi. kemitraan. tripusat. pendidikan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis kelas, budaya sekolah, dan.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. masyarakat. Penguatan pendidikan karakter berbasis kelas dapat diterapkan melalui pengintegrasian dalam kurikulum, penggunaan pendekatan, model, dan metode pembelajaran, manajemen kelas, gerakan literasi, dan layanan bimbingan dan konseling. Penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah dapat diterapkan melalui pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah, keteladanan pendidik, norma, peraturan, tradisi, dan ekstrakurikuler sekolah. Sedangkan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dapat diterapkan melalui berbagai macam bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan dengan berbagai komunitas diluar sekolah. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan dengan orang tua, komite sekolah, dunia usaha, pegiat pendidikan, pelaku seni dan budaya, dan pemerintah daerah. Ketiga pendekatan utama tersebut saling berkaitan dan dapat membantu satuan pendidikan dalam mengimplementasikan program PPK. Pada penelitian ini peneliti hanya memfokuskan pada implementasi program PPK berbasis masyarakat. Peneliti tertarik melakukan penelitian ini karena program PPK berbasis masyarakat merupakan salah satu program pemerintah yang telah dicanangkan secara bertahap. Fakta yang ada di lapangan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti di wilayah Ngaglik bagian selatan didapatkan bahwa beberapa dari sekolah tidak melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintahan yaitu Puskesmas atau kementrian lingkungan hidup untuk mengadakan penyuluhan mengenai menjaga kebersihan lingkungan yang kemudian dapat diterapkan oleh peserta didik di kehidupan sehari-hari. Sedangkan di wilayah Ngaglik bagian selatan didapatkan bahwa sekolah kurang bekerjasama dengan orang tua peserta.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. didik. Kerjasama sekolah dengan orang tua peserta didik terkendala karena kurangnya dukungan orang tua mengenai tahap perkembangan karakter peserta didik ketika di rumah, selain itu kesibukan orang tua peserta didik dengan pekerjaannya. Dalam penelitian ini peneliti hanya memfokuskan pada implementasi program PPK berbasis masyarakat karena penerapan atau implementasi PPK dibutuhkan kerjasama antara pihak sekolah dengan masyarakat, sekitar sekolah, dan atau lembaga-lembaga di luar sekolah yang mendukung tentang nilai-nilai PPK sebab perlibatan masyarakat dalam PPK turut berperan dalam terselenggaranya proses pendidikan karakter karena lingkungan masyarakat yang mendukung dapat memberikan kontribusi positif pada pendidikan yang ada di sekitarnya. Selain itu Peneliti memilih Kecamatan Ngaglik karena memiliki jumlah sekolah dasar negeri yang cukup banyak yaitu 30 sekolah dasar. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul “Survei Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman”. B. Identifikasi Masalah Masalah yang mendasari penelitian ini yaitu karena program PPK berbasis masyarakat merupakan salah satu program pemerintah yang telah dicanangkan secara bertahap. C. Batasan Masalah Agar penelitian ini tidak terlalu luas maka masalah yang diteliti akan dibatasi sebagai berikut:.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. 1. Subjek penelitian yaitu guru kelas antara kelas I-VI di SD Negeri seKecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. 2. Peneliti membatasi sampel menggunakan teknik simple random sampling. 3. Fokus penelitian pada survei implemantasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. D. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Apakah program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah. dasar. se-Kecamatan. Ngaglik,. Kabupaten. Sleman. sudah. terimplementasi? 2. Bagaimana kesesuaian implementasi Program Penguatan Pendidikan karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman? E. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. 2. Mendeskripsikan kesesuaian implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman..
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat teoritis Dapat memberikan gambaran fakta lapangan mengenai implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. 2. Manfaat praktis a. Bagi sekolah Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran sejauh mana implementasi PPK berbasis masyarakat dan membantu sekolah dalam meningkatkan pendidikan karakter berbasis masyarakat di sekolah. b. Bagi guru Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran sejauh mana implementasi PPK berbasis masyarakat dan membantu guru dalam menyusun rencana kegiatan dalam program PPK berbasis masyarakat, sehingga dapat terbentuk program-program yang dapat menunjang terlaksananya. penguatan. pendidikan. karakter. khususnya. berbasis. masyarakat. c. Bagi peneliti Hasil penelitian ini dapat menambah informasi peneliti mengenai program PPK berbasis masyarakat dan dijadikan referensi untuk mengembangkan penelitian yang berkaitan..
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. G. Definisi Operasional Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Karakter adalah perilaku atau keadaan manusia yang menjadi ciri khas atau watak tiap individu untuk merespon dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara. 2. Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk memperoleh pengetahuan yang benar mengenai karakter agar aspek sosial, emosional, dan etis siswa dapat berkembang dan semakin bertanggung jawab dengan dirinya. 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dengan lima nilai utama karakter. 4. PPK berbasis masyarakat adalah program pendidikan karakter di sekolah dengan melibatkan mitra yang ada di masyarakat yaitu: orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, akademisi, pegiat pendidikan, seniman, budayawan, sastrawan, dan lain-lain untuk mencapai lima nilai utama karakter. 5. Sekolah dasar adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. 6. Kecamatan Ngaglik adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan Ngaglik berbatasan dengan Kecamatan Mlati, Kecamatan Pakem, Kecamatan Ngemplak, dan Kecamatan Depok. Sekolah dasar negeri di Kecamatan Ngaglik berjumlah 30, sedangkan sekolah swasta berjumlah 10 dengan total guru 455..
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN TEORI. Pada bab II peneliti menguraikan kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan uraian hasil pengkajian peneliti terhadap berbagai referensi yang dijadikan acuan dalam penelitian. Kajian pustaka misalnya dapat mengkaji beberapa hal sebagai berikut. 1. Pendidikan Karakter a. Pendidikan Albertus (2015: 55) mengungkapkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan bagi pengembangan diri manusia secara utuh melalui berbagai macam dimensi yang dimilikinya (religius, moral, personal, sosial, kultural, temporal, institusional, dan lain-lain) demi proses penyempurnaan dirinya secara terus-menerus dan dalam memaknai hidup dan sejarahnya di dunia ini dalam kebersamaan dengan orang lain. Mangunhardja (2016: 20) menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara metodis, sistematis, dan tekun terus-menerus, berlangsung. dalam. jangka. waktu. tertentu. untuk. meneruskan,. mendapatkan, dan merangsang peserta didik memiliki pengetahuan, sikap, nilai, kecakapan, kemampuan, kompetensi, profesionalitas yang dinilai berguna untuk membuat peserta didik berkembang pribadinya dan. 9.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. membekali mereka agar pada waktunya mampu berkontribusi kepada masyarakat. Sedangkan Kurniawan (2013: 27) mengungkapkan bahwa pendidikan adalah seluruh aktifitas atau upaya secara sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan kepribadian, baik jasmani dan rohani, secara formal, informal, dan non formal yang berjalan terus-menerus untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi. Berdasarkan beberapa pengertian pendidikan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha secara sadar yang dilakukan secara tekun dan terus-menerus untuk merangsang peserta didik agar memiliki pengetahuan, sikap, nilai, dan perkembangan kepribadian baik jasmani dan rohani. b. Karakter Mangunhardjana (2016: 19) menyatakan bahwa karakter adalah keadaan. manusia. yang. mempunyai. disposisi,. keadaan,. atau. kecenderungan untuk hidup dan berperilaku baik yang digabungkan dengan unsur-unsur yang membentuk karakter dan didukung oleh keutamaan-keutamaan. Keutamaan itu meliputi keutamaan personal, interpersonal, sosial, ekologis, kerja, teologis, dan yang memberdayakan. Karakter. yang. baik. melahirkan. perilaku. yang. produktif. yang. mengembangkan diri, menjaga bahkan meningkatkan kualitas kepribadian dan hubungan yang baik dengan orang lain. Orang yang memiliki karakter juga membekali diri sendiri dengan kecakapan, kemampuan-kemampuan, dan profesionalitas dalam bidang kerja. Suryanto (dalam Kurniawan,.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. 2013: 28) menyatakan bahwa karakter adalah sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Sedangkan Lickona (2008: 72) menyatakan bahwa karakter mengalami pertumbuhan yang membuat suatu nilai menjadi budi pekerti, sebuah watak batin yang dapat diandalkan dan digunakan untuk merespon berbagai situasi dengan cara yang bermoral. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa karakter adalah perilaku atau keadaan manusia yang menjadi ciri khas atau watak tiap individu untuk merespon dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara. c. Pendidikan karakter Albertus (2015: 57) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah usaha sadar manusia untuk mengembangkan keseluruhan dinamika relasional antarpribadi dengan berbagai macam dimensi, baik dari dalam maupun dari luar dirinya, agar pribadi itu semakin menghayati sehingga ia dapat semakin bertanggung jawab atas pertumbuhan dirinya sendiri sebagai pribadi dan perkembangan orang lain dalam hidup mereka berdasarkan nilai-nilai moral yang menghargai kemartabatan manusia. Mangunhardjana (2016: 20) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang membantu peserta didik memperoleh pengetahuan yang benar dan lengkap mengenai karakter, mengenai peran karakter dalam hidup pribadi, bersama orang lain dalam komunitas, masyarakat, bangsa, dan negara, mendapatkan kecakapan, kemampuan, kompetensi,.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. dan profesionalitas untuk melaksanakannya dalam bidang tertentu untuk dilaksanakan dalam kehidupan nyata. Tujuan pendidikan karakter adalah membantu peserta didik agar benar-benar mengetahui hakikat karakter, mampu membentuk karakter dalam diri mereka, sehingga mereka memiliki kepribadian yang bermartabat, bertanggung jawab, konsisten, dapat dipercaya, jujur, murah hati, sabar, adil, taat, dapat diandalkan, dan profesional. Sedangkan Yaumi (2014: 9) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu istilah yang luas yang di gunakan untuk menggambarkan kurikulum dan ciri-ciri organisasi sekolah yang mendorong pengembangan nilai-nilai fundamental anak-anak di sekolah. Berdasarkan beberapa pengertian pendidikan karakter di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan untuk memperoleh pengetahuan yang benar mengenai karakter agar aspek sosial, emosional, dan etis siswa dapat berkembang dan semakin bertanggung jawab dengan dirinya. 2. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) a. Latar Belakang Program PPK Tim PPK Kemendikbud (2017: 5) mengungkapkan bahwa gerakan PPK bukanlah suatu kebijakan baru karena sejak tahun 2010 pendidikan karakter di sekolah sudah menjadi gerakan nasional. Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 mengeluarkan Rancangan Aksi Nasional (RAN) Pendidikan karakter untuk mengembangkan rintisan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dengan delapan belas (18) nilai.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. karakter. Program ini didukung oleh pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat sehingga program-program pendidikan karakter bisa terlaksana dengan baik. Gerakan PPK menempati kedudukan fundamental dan strategis pada saat pemerintah mencanangkan revolusi karakter bangsa sebagaimana tertuang dalam Nawacita (Nawacita ke-8) yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi. Mental. Kebudayaan. (GNRM).. diminta. oleh. Kemudian presiden. Menteri untuk. Pendidikan. dan. mengutamakan. dan. membudayakan pendidikan karakter di dalam dunia pendidikan. Pada tahun 2016 pemerintah mengkaji dan melakukan uji coba PPK kemudian merencanakan tahap pematangan pada tahun 2017 hingga 2018 dan implementasi PPK sudah dapat berjalan pada tingkat SD dan SMP. Puncaknya pada tahun 2019 sampai 2020 secara bertahap program tersebut akan diberlakukan secara mandiri dan implementasi penuh kepada seluruh sekolah. b. Pengertian Program PPK Tim PPK Kemendikbud (2017: 1) mengungkapkan bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Hal tersebut.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. selaras dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Berikut filosofi Pendidikan Karakter menurut Ki Hajar Dewantara. Olah Hati (Etika) Olah Raga (Kinestetika). Olah Pikir (Literasi). Olah Karsa (Estetika). Gambar 2.1 Filosofi Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara Berdasarkan gambar 2.1 Filosofi pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara terdiri dari olah hati (etika) berkaitan dengan sikap beriman dan bertaqwa, jujur, amanah, adil, tertib, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil risiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik. Olah pikir (literasi) berkaitan dengan sikap cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif. Olah rasa/karsa (estetika) berkaitan dengan sikap ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja. Olah raga (kinestetika) berkaitan dengan sikap bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih. Berdasarkan nilainilai karakter menurut filosofi Ki Hajar Dewantara kemudian di kristalisasikan menjadi lima nilai utama karakter yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Berikut ini.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. penjelasan mengenai lima nilai karakter menurut Tim PPK Kemendikbud (2017: 8-9) dan diperkuat dengan Permendikbud No.20 Tahun 2018. 1) Religiusitas Nilai karakter religiusitas mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan. Yang. Maha. Esa. yang. diwujudkan. dalam. perilaku. melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan. agama,. menjunjung tinggi. sikap. toleran. terhadap. pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Subnilai religiusitas antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, dan melindungi yang kecil dan tersisih. Salah satu contoh penerapan di sekolah yaitu peserta didik dapat bekerjasama dengan teman yang berbeda keyakinan. 2) Nasionalisme Nilai karakter nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap, dan. berbuat. yang. menunjukkan. kesetiaan,. kepedulian,. dan. penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai nasionalisme antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi,.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. cinta. tanah. air,. menjaga. lingkungan,. taat. hukum,. disiplin,. menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. Salah satu contoh penerapan di sekolah yaitu peserta didik mengikuti upacara bendera dengan khidmat. 3) Kemandirian Nilai karakter kemandirian merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, dan waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Subnilai kemandirian antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajaran sepanjang hayat. Salah satu contoh penerapan di sekolah adalah dengan peserta didik mengikuti kegiatan pramuka untuk mengajarkan nilai mandiri dan kerja keras. 4) Gotong Royong Nilai. karakter. gotong. royong. mencerminkan. tindakan. menghargai semangat kerjasama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan atau pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kejasama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan. Salah satu contoh penerapan di sekolah adalah.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. dengan peserta didik melaksanakan piket membersihkan kelas sesuai dengan jadwal. 5) Integritas Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggung jawab, keteladanan, dan menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas). Salah satu contoh penerapan di sekolah adalah dengan peserta didik mengerjakan soal ujian secara jujur. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa program Penguatan Pendidikan Karakter merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dengan lima nilai utama karakter yaitu religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Kelima nilai utama karakter di atas bukanlah nilai yang berdiri sendiri dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain yang berkembang secara dinamis..
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. c. Strategi Implementasi PPK Tim PPK Kemendikbud (2017: 18) menyatakan bahwa strategi implementasi PPK di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan berikut ini: 1) Kegiatan Intrakurikuler Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah secara teratur dan terjadwal yang wajib diikuti oleh peserta didik. 2) Kegiatan Kokurikuler Kegiatan. kokurikuler. adalah. kegiatan. yang. menunjang. intrakurikuler yang dilaksanakan di luar jam intrakurikuler dengan tujuan agar siswa lebih dapat mendalami materi dalam kegiatan intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler dapat berupa penugasan maupun proyek yang berhubungan dengan materi intrakurikuler yang harus diselesaikan peserta didik. 3) Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter di luar jam sekolah dengan tujuan untuk dapat menyalurkan dan mengembangkan. bakat. serta. minat. dengan. memperhatikan. karakteristik peserta didik dan daya dukung yang tersedia. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa pramuka, PMR, basket, kesenian, dan lain-lain..
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi implementasi PPK dapat dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. d. Implementasi PPK Tim PPK Kemendikbud (2017: 27) menyatakan bahwa implementasi PPK dapat dilakukan dengan tiga pendekatan utama yaitu berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, dan berbasis masyarakat. Albertus (2015: 105) mengungkapkan bahwa kelas menjadi komunitas belajar yang saling menumbuhkan dan mengembangkan baik secara akademis, moral, kepribadian, dan kerohanian. Pendidikan berbasis kelas membahas tentang bagaimana lembaga pendidikan dapat memaksimalkan corak relasional yang terjadi dalam kelas agar masing-masing individu dapat bertumbuh secara sehat, dewasa, dan bertanggung jawab. PPK berbasis kelas dilaksanakan antara lain melalui: pengintegrasian dalam kurikulum, optimalisasi muatan lokal, dan manajemen kelas. Albertus (2015: 123) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter berbasis sekolah terbentuk ketika dalam merancang sebuah program setiap individu dapat bekerjasama satu sama lain melaksanakan misi dan visi sekolah melalui berbagai macam kegiatan yang membentuk dasar bagi pertumbuhan yang sehat dan dewasa. PPK berbasis budaya sekolah dilaksanakan melalui pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah, keteladanan pendidik, ekosistem sekolah, norma, peraturan, dan tradisi sekolah. Sedangkan pendidikan karakter berbasis masyarakat dilakukan dengan melibatkan.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. mitra yang ada di masyarakat yaitu: orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, akademisi, pegiat pendidikan, seniman, budayawan, sastrawan, dan lain-lain di mana masyarakat turut berperan dalam terselenggaranya. proses. pendidikan. karakter. karena. lingkungan. masyarakat yang mendukung akan memberikan kontribusi positif pada pendidikan yang ada di sekitarnya. 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berbasis Masyarakat a. Pengertian Masyarakat Masyarakat dalam bahasa Arab yaitu Syaraka yang berarti ikut serta atau berpartisipasi. Berger (dalam Rifai, 2011:34) mengungkapkan bahwa masyarakat adalah suatu keseluruhan yang kompleks antara hubungan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat luas. Sedangkan menurut Albertus (2018: 22) mengungkapkan bahwa masyarakat merupakan kumpulan orang, kelompok, lembaga, dan organisasi, baik secara formal dan nonformal yang memiliki tujuan khas sesuai dengan tujuan yang mereka miliki. Berdasarkan beberapa pengertian di atas masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan dari beberapa manusia yang ikut serta membangun kehidupan sehari-hari untuk mencapai tujuan bersama. b. Pengertian Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Tim PPK Kemendikbud (2017: 41) mengungkapkan bahwa satuan pendidikan dapat melakukan berbagai kolaborasi dengan lembaga atau.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. lain di luar satuan pendidikan yang dapat menjadi mitra dalam penguatan pendidikan. karakter.. Kriteria. atau. indikator. sekolah. telah. mengimplementasikan PPK apabila sudah melaksanakan kerjasama dengan lembaga atau komunitas di luar satuan pendidikan. Yang dimaksud dengan komunitas yang berada di luar satuan pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Komunitas orang tua peserta didik atau paguyuban orang tua, baik itu per kelas maupun per sekolah. Contohnya yaitu pertemuan komite sekolah dengan orang tua peserta didik. Komite sekolah merupakan sebuah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan etisiensi pengelolaan pendidikan baik pada pendidikan prasekolah, jalur pendidikan sekolah, maupun jalur pendidikan luar sekolah (Keputusan Mendiknas No. 044/U/2002).. Tujuan. komite. sekolah. berdasarkan. keputusan. Mendiknas No. 044/U/2002 adalah untuk mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional. dan. program. pendidikan. di. satuan. pendidikan,. meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan di satuan pendidikan, menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan. Sedangkan peranan komite sekolah berdasarkan keputusan Mendiknas No.144/U/2002 adalah pemberi.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan, pendukung baik berwujud financial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan, serta berperan sebagai mediator antara pemerintah dengan masyarakat di satuan pendidikan. 2) Komunitas pengelola pusat kesenian dan budaya yaitu berbagai perkumpulan, kelompok hobi, sanggar kesenian, bengkel teater, padepokan silat, studio musik, bengkel seni, dan lain-lain yang merupakan pusat-pusat pengembangan kebudayaan lokal dan modern. 3) Lembaga-lembaga pemerintah (BNN, Kepolisian, KPK, Kemenkes, Kemenpora, dan lain-lain). 4) Lembaga. atau. komunitas. yang. menyediakan. sumber-sumber. pembelajaran (perpustakaan, museum, situs budaya, cagar budaya, paguyuban pecinta lingkungan, komunitas hewan piaraan, dan lainlain). 5) Komunitas masyarakat sipil pegiat pendidikan. 6) Komunitas keagamaan. 7) Komunitas seniman dan budayawan lokal (pemusik, penari, pelukis, dan lain-lain). 8) Lembaga bisnis dan perusahaan yang memiliki relevansi dan komitmen dengan dunia pendidikan..
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. 9) Lembaga penyiaran media seperti televisi, koran, majalah, radio, dan lain-lain. Uraian di atas merupakan beberapa komunitas yang berada di luar satuan pendidikan yang dapat menjadi mitra sekolah dalam penguatan pendidikan karakter. Tim PPK Kemendikbud (2017: 42) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa prinsip pengembangan program penguatan pendidikan karakter melalui kerjasama/kolaborasi dengan komunitas antara lain: 1) Penanggung jawab utama dalam setiap program dan kegiatan PPK di lingkungan sekolah adalah kepala sekolah. 2) Kolaborasi bertujuan untuk memperkuat PPK bagi seluruh anggota komunitas sekolah. 3) Fokus kolaborasi PPK dengan komunitas terutama diperuntukkan bagi peserta didik. 4) Rasional atau alasan mengapa sekolah melakukan kolaborasi dengan komunitas tertentu perlu didiskusikan dan dikomunikasikan pada seluruh komunitas sekolah. 5) Satuan pendidikan wajib membuat dokumentasi kegiatan mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. 6) Prinsip kolaborasi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip umum PPK, tidak melanggar nilai-nilai moral, dan tidak menjadikan sekolah sebagai objek pemasaran produk tertentu..
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Uraian di atas merupakan beberapa prinsip pengembangan PPK dalam bekerjasama atau berkolaborasi dengan komunitas di luar satuan pendidikan. Tim PPK Kemendikbud (2017: 43) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa bentuk kolaborasi PPK berbasis masyarakat antara lain: 1) Pembelajaran berbasis museum, cagar budaya, dan sanggar seni. Sekolah dapat melaksanakan program PPK berbasis masyarakat dengan bekerjasama memanfaatkan sumber-sumber pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar mereka. Bila di sebuah daerah terdapat museum yang bisa menjadi sarana dan sumber pembelajaran bagi peserta didik, satuan pendidikan dapat bekerjasama dengan pengelola museum, cagar budaya, kelompok hobi, komunitas budaya, dan sanggar untuk memperkenalkan kekayaan-kekayaan koleksinya, mengajak peserta didik untuk mempelajari kekayaan daerahnya dan mampu menjaga kekayaan warisan budaya yang mereka miliki. 2) Mentoring dengan seniman dan budayawan lokal. Satuan pendidikan juga dapat bekerjasama dengan komunitas para seniman, penyair, dan sastrawan di lingkungan mereka agar peserta didik mampu memperoleh pengetahuan dan pengalaman terkait dengan profesi seniman dan sastrawan. Bila sebuah satuan pendidikan memiliki tokoh-tokoh budayawan dan seniman lokal, dan memiliki tradisi dan kesenian khusus, satuan pendidikan tersebut dapat membangun kolaborasi dan kerjasama untuk pengembangan kesenian.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. peserta didik melalui program mentoring, tutoring, seniman masuk sekolah, atau belajar bersama maestro. 3) Kelas inspirasi Setiap kelas bisa mengadakan kelas yang memberikan inspirasi bagi peserta didik dengan mendatangkan individu dari luar yang memiliki profesi sangat beragam. Orang tua dan tokoh masyarakat dapat menjadi sumber pembelajaran yang menginspirasi nilai-nilai pembentukan dan penguatan karakter dalam diri peserta didik. Kelas inspirasi bertujuan agar peserta didik memperoleh inspirasi dari pengalaman para tokoh dan profesional yang telah berhasil di bidang kehidupan profesi mereka, sehingga kehadiran mereka dapat memberikan semangat dan motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan semangat belajar dan prestasi mereka. 4) Program siaran radio on-air Satuan pendidikan dapat bekerjasama dengan media cetak, elektronik, dan penyiaran untuk mempromosikan nilai-nilai penguatan karakter ke dalam masyarakat dan mengajak peserta didik untuk menjadi teladan dalam pemikiran dan tindakan. Satuan pendidikan bisa mengadakan kerjasama untuk siaran on-air yang membahas tentang penguatan pendidikan karakter di sekolah. Diskusi antara sekolah, guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat secara on-air tentang tema-tema pendidikan karakter yang bisa membantu masyarakat menyadari pentingnya pemahaman dan pengertian yang.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. baik tentang pendidikan karakter dan berbagai macam persoalan yang melingkupinya. 5) Kolaborasi dengan media televisi, koran, dan majalah Satuan pendidikan bisa melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai stasiun televisi, koran, dan majalah untuk peliputan maupun pembuatan kegiatan terkait dengan penguatan program pendidikan karakter di sekolah. Seluruh media ini dapat menjadi mitra bagi. lembaga. pendidikan. dalam. rangka. memperkuat. dan. mempromosikan pendidikan karakter. 6) Gerakan literasi Untuk meningkatkan berbagai kemampuan literasi di dalam diri peserta didik, setiap sekolah bisa membangun kerjasama dengan instansi lain yang relevan dalam rangka pengembangan literasi sekolah seperti toko buku, penerbit, dan percetakan, gerakan masyarakat peduli literasi pendidikan, sanggar-sanggar baca, perpustakaan daerah, dan perpustakaan nasional. 7) Literasi digital Pentingnya literasi digital juga bisa digalakkan oleh satuan pendidikan dengan memanfaatkan kerjasama melalui berbagai pihak terkait seperti Menkominfo maupun organisasi-organisasi dan pegiat literasi digital. Inti dari kegiatan ini adalah memperkuat kemampuan literasi digital peserta didik..
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. 8) Kolaborasi dengan perguruan tinggi: riset dosen-guru Satuan pendidikan dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam rangka pengembangan kapasitas guru. Peguruan tinggi memiliki salah satu misi mereka terkait dengan pengabdian masyarakat. Untuk pengabdian masyarakat, perguruan tinggi dapat bekerjasama dengan satuan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas pendidik. Selain itu satuan pendidikan dapat membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran para guru dan sebaliknya perguruan tinggi dapat memanfaatkan pengalaman. satuan. pendidikan. sebagai. laboratorium. bagi. pengembangan teori-teori pendidikan dan pembelajaran yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pendidik. 9) Program magang kerja Satuan pendidikan dapat bekerjasama dengan komunitas bisnis untuk menyediakan sumber daya dan kesempatan bagi para peserta didik agar dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang mereka pelajari di lingkungan kerja secara nyata. Program magang di perusahaan dan di tempat-tempat bekerja bisa menjadi kegiatan untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik, sehingga memiliki pengalaman yang lebih luas terkait disiplin ilmu yang sedang dipelajarinya..
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. 10) Kerjasama dengan komunitas keagamaan Untuk sekolah-sekolah dengan ciri khas keagamaan tertentu, pembentukan nilai-nilai spiritual dapat dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga dan komunitas keagamaan tertentu yang mampu membantu menumbuhkan semangat kerohanian yang mendalam, terbuka pada dialog yang akan membantu setiap individu terutama peserta didik agar dapat memiliki pemahaman dan praktik ajaran yang benar dan toleran. Kerjasama dengan komunitas keagamaan ini bisa dilakukan dengan melibatkan lembaga-lembaga yang menyediakan layanan untuk pengembangan keagamaan khusus sesuai dengan agama masing-masing peserta didik. Berdasarkan uraian di atas PPK berbasis masyarakat adalah program pendidikan karakter di sekolah dengan melibatkan mitra yang ada di masyarakat yaitu: orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, akademisi, pegiat pendidikan, seniman, budayawan, sastrawan, dan lain-lain untuk mencapai lima nilai utama karakter. B. Hasil Penelitian yang Relevan Penelitian pertama yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Amazona (2016). Penelitian tersebut berjudul “Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Islam Terpadu Hidayatullah Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi nilai-nilai pendidikan karakter terpilih yakni religius, jujur, tekun, disiplin, dan peduli/tanggungjawab, 2) Mengetahui perilaku religius, jujur, tekun, disiplin, dan.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. peduli/tanggungjawab siswa SDIT Hidayatullah Yogyakarta, 3) Hambatan penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dan solusi yang diupayakan SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Jenis penelitian tersebut adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel penelitian sebanyak 63 siswa yang ditentukan berdasarkan perhitungan cara Arikunto. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berarti sampel tersebut ditentukan dengan pertimbangan tertentu yang terdiri dari siswa kelas VA dan VB. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitian yaitu perilaku siswa SDIT Hidayatullah Yogyakarta dalam menerapkan nilai karakter sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 46 orang (73,0%), sisanya pada kategori baik sebanyak 8 orang (12,7%), dan pada kategori kurang sebanyak 9 orang (14,3%). Relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh Amazona dengan penelitian ini adalah penelitian ini juga merupakan penelitian implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar di Yogyakarta. Selain itu, peneliti tertarik dengan penelitian Amazona karena penelitian tersebut memberikan gambaran kepada peneliti mengenai penelitian dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif metode survei dan hasil dari penerapan PPK dari masing-masing peserta didik memiliki kategori yang berbeda-beda hal tersebut memberikan gambaran kepada peneliti bahwa setiap implementasi dari masing-masing kerjasama sekolah dengan lembaga diluar sekolah akan memiliki hasil yang berbeda-beda. Penelitian yang kedua adalah penelitian milik Setiawati (2016) dengan judul penelitian “Implementasi Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di SD Negeri.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. Sinduadi 2”. Tujuan penelitian mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter pada peserta didik beserta faktor pendukung dan faktor penghambatnya di SD Negeri Sinduadi. Jenis penelitian tersebut adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian yaitu implementasi pendidikan karakter di SD Negeri Sinduadi 2 dilakukan melalui integrasi dalam proses pembelajaran, pengembangan budaya sekolah seperti kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, BTA, seni tari, karawitan, TIK. Proses penanamannya dengan hidden curriculum, sosialisasi peraturan, dan pembiasaan. Nilai karakter yang ditanamkan yaitu religius, disiplin, sopan santun, semangat kebangsaan, cinta tanah air, cinta damai, peduli lingkungan, peduli kesehatan, peduli sosial, dan menghargai budaya. Implementasinya sampai tahap moral doing tetapi belum maksimal. Faktor yang mendukung yaitu adanya keinginan peserta didik untuk berubah, kerjasama antarguru dalam mendidik, dan dilaksanakannya program sekolah yang mendukung karakter. Faktor penghambatnya yaitu kebiasaan buruk peserta didik, keterbatasan pengawasan guru, kurangnya perhatian orang tua, dan kondisi lingkungan masyarakat yang kurang mendukung. Relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiawati dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar di Yogyakarta. Peneliti juga tertarik dengan penelitian Setiawati karena penelitian tersebut.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. memberikan gambaran kepada peneliti mengenai implementasi PPK yang sudah dilaksanakan oleh salah satu sekolah dasar di Yogyakarta dan hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor pendukung karakter peserta didik yaitu adanya kerjasama antar guru dalam mendidik dan dilaksanakannya program sekolah yang mendukung karakter. Penelitian ketiga yang relevan adalah penelitian milik Yetri dan Firdaos (2017) dengan judul “Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat upaya sekolah dalam melakukan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat, khususnya terkait dengan bagaimana membangun partisipasi dan kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat dalam mensukseskan pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dengan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Jenis penelitian tersebut adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan FGD, wawancara, dan observasi. Data diolah secara kuantitatif dari hasil penelitian. Hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa kemampuan sekolah membangun kolaborasi dan perlibatan masyarakat dalam PPK, masih menghadapi berbagai kendala dan dapat dikategorikan belum optimal disebabkan oleh pola komunikasi yang selama ini belum terjalin secara efektif. Sekolah selama ini belum menemukan desain kegiatan atau desain implementasi yang sesuai kebutuhan sekolah (minat, bakat, kemampuan, dan kreatifitas sekolah serta kearifan lokal di lingkungan sekolah). Relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh Yetri dan Firdaos dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti implementasi pendidikan karakter.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. berbasis masyarakat. Selain itu, peneliti tertarik dengan penelitian milik Yetri dan Firdaos karena penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai implementasi PPK berbasis masyarakat tidak selalu berjalan dengan baik melainkan dapat pula mengalami kendala karena beberapa hal. Penelitian yang keempat adalah penelitian milik Hermawan (2017) dengan judul penelitian “Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Kegiatan Student Exchange SD Muhammadiyah Paesan Pekalongan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat melalui kegiatan student exchange SD Muhammadiyah Paesan Kedungwuni Pekalongan di masyarakat desa Kranggan Tersono Batang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat desa Kranggan Tersono Batang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakan aktif dan baik. Prinsip-prinsip yang muncul dan tampak diantaranya adalah localization, integred delivery of service, accept diversity, Institusional responsive. Nilai-nilai karakter yang muncul dalam kegiatan student exchange, yakni sholeh, kreatif, bersahabat, dan peduli sosial maupun lingkungan. Namun dalam sikap kemandirian masih belum tampak dengan baik. Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah hubungan kekeluargaan dan kesamaan dalam organisasi, sehingga mudah untuk koordinasi. Sedangkan faktor penghambat adalah mayoritas orang tua kandung menjenguk anak-anaknya di desa dan masyarakat desa Kranggan juga kadang merasa malu jika tidak melayani anak.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. dengan baik. Maka dari itu diperlukan komitmen antara guru, wali murid, dan masyarakat Kranggan terhadap aturan-aturan yang sudah disepakati. Jenis penelitian tersebut adalah penelitian kualitatif. Relevansi dengan penelitian yang dilakukan oleh Hermawan dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar. Selain itu, peneliti tertarik dengan penelitian Hermawan karena hasil pada penelitian tersebut menjelaskan mengenai nilai-nilai karakter yang muncul dalam suatu kegiatan adanya partisipasi masyarakat sehingga penelitian tersebut memberikan gambaran kepada peneliti dalam menjelaskan nilai karakter yang muncul dari kegiatan implementasi PPK yang sudah dilakukan oleh sekolah dasar di Kecamatan Ngaglik. Keempat penelitian tersebut memberi dorongan kepada peneliti untuk melakukan penelitian mengenai survei implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di satuan pendidikan sekolah dasar seKecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan pada guru kelas antara kelas I-VI di 30 sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Peneliti menggunakan sistem random sampling untuk menentukan sampel penelitian. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Berdasarkan keempat penelitian yang relevan tersebut, peneliti membuat bagan.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. tentang literature map penelitian terdahulu sampai dengan penelitian saat ini untuk menunjukkan hubungan antara penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Literature map penelitian dapat dilihat pada Gambar 2.2.. Amazona (2016) Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Islam Terpadu Hidayatullah Yogyakarta Setiawati (2016) Implementasi Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di SD Negeri Sinduadi 2 Yetri dan Firdaos (2017) Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Priyanasari (2019) Survei Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di Sekolah Dasar seKecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman. Hermawan (2017) Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Kegiatan Student Exchange SD Muhammadiyah Paesan Pekalongan. Gambar 2.2 Literature Map Penelitian yang Relevan Gambar 2.2 memaparkan bagan tentang penelitian relevan yang digunakan oleh peneliti. Penelitian relevan yang digunakan oleh peneliti ada empat, penelitian yang dilakukan oleh Setiawati (2016) memiliki hubungan dengan.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. penelitian ini, karena pada penelitian tersebut dilakukan di sekolah dasar di Yogyakarta dan memiliki tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter. C. Kerangka Berpikir Pendidikan karakter sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan di Indonesia dan masyarakat Indonesia saat ini. Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk memperoleh pengetahuan yang benar mengenai karakter agar aspek sosial, emosional, dan etis siswa dapat berkembang dan semakin bertanggung jawab dengan dirinya. Tentu saja pendidikan karakter tersebut menjadi penting, terlebih dengan adanya perilaku seperti pergaulan bebas, maraknya perkelahian antar pelajar, kebisaan menyontek, perilaku tidak jujur, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, penyimpangan perilaku seksual, bullying dan lain sebagainya. Oleh sebab itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diminta oleh presiden untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dalam. dunia. pendidikan.. Kementerian. Pendidikan. dan. Kebudayaan. (Kemendikbud) secara bertahap mulai tahun 2010 mencanangkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa dengan lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk nilai yang perlu. dikembangkan. sebagai. prioritas. gerakan. PPK. yaitu. religiusitas,. nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Faktor lingkungan masyarakat/kolaborasi dan perlibatan masyarakat dalam PPK turut berperan dalam terselenggaranya proses pendidikan karakter karena.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. lingkungan masyarakat yang mendukung dapat memberikan kontribusi positif pada pendidikan yang ada di sekitarnya. Satuan pendidikan dapat melakukan berbagai kolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan organisasi lain di luar satuan pendidikan yang dapat menjadi mitra dalam penguatan pendidikan karakter. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan dengan orang tua, komite sekolah, dunia usaha, pegiat pendidikan, pelaku seni dan budaya, dan pemerintah daerah. Bentuk kolaborasi PPK berbasis masyarakat antara lain: pembelajaran berbasis museum, cagar budaya, dan sanggar seni, mentoring dengan seniman dan budayawan lokal, kelas inspirasi, program siaran radio, kolaborasi dengan media televisi, koran, dan majalah, gerakan literasi, literasi digital, literasi digital, kolaborasi dengan perguruan tinggi, dan program magang kerja. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat dan kesesuaian implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan teori-teori dalam kajian pustaka dan kerangka berpikir, maka pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah. dasar. terimplementasi?. se-Kecamatan. Ngaglik,. Kabupaten. Sleman. sudah.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. 2. Bagaimana kesesuaian implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman?.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisi data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena apa adanya (Sudaryono, 2016: 12). Sedangkan menurut Werang (2015: 12) yang mengungkapkan bahwa penelitian kuantitatif deskriptif bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang suatu fenomena yang terjadi. Berdasarkan ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena yang sebenarnya terjadi. Pada penelitian kuantitatif deskriptif ini peneliti menggunakan metode survei. Survei digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dari sekelompok objek (populasi) (Noor, 2011: 38). Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat dan kesesuaian implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar seKecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.. 38.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018 sampai dengan Juni 2019. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini akan dirinci pada jadwal kegiatan yang dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut: Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Bulan No. Kegiatan Mei. 1. 2. 3.. 4.. 5. 6. 7. 8. 9. 10.. Jun. Jul. 2018 Ags Sep. Okt. Nov. Des. Jan. Feb. Mar. 2019 Apr. Mei. Penyusunan proposal Mengurus perizinan Penyusunan instrumen penelitian Validasi Instrumen dan revisi Penyebaran Instrumen Pengumpulan data Pengolahan data Penyusunan laporan Revisi Ujian skripsi. Tabel 3.1 merupakan jadwal kegiatan penelitian yang dimulai pada bulan Mei 2018 mengenai penyusunan proposal dan mengurus perizinan di instansi-instansi terkait. Bulan Juni 2018 melakukan penyusunan instrumen penelitian dilanjutkan dengan memvalidasi instrumen kepada para ahli dan merevisi instrumen penelitian. Penyebaran instrumen dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2018. Data penelitian dikumpulkan oleh peneliti pada. Jun. Jul.
Gambar
Dokumen terkait
Berdasrkan hasil penelitian mengenai frekuensi pemberian pakan fermentasi kulit ubi kayu (Manihot utilissima) menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harian, tingkat
Atozz Jaya Indonesia merupakan perusahaan yang memiliki sistem penjualan electronic dan komponen electronic yang mempunyai mutu yang baik dan berkualitas untuk
Jenis data pada penelitian ini berupa; (a) proses penamaan atau pembuatan brand lembaga zakat, (b) cara yang dilakukan oleh lembaga zakat dalam sosialisasi
Dengan berkembangnya sistem pengelolaan dan pemberdayaan yayasan, sekarang Lembaga Amil Zakat sudah mencapai ditingkat Kabupaten dan Kota, seperti di Kota
Ini yang mendoromg peneliti tertarik melakukan penelitian dieL-Zawa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi
Pusdiklat Bulutangkis di Semarang tidak hanya sebagai wadah pembinaan dan pelatihan, tetapi juga menjadi salah satu tempat seleksi atlet-atlet berbakat dari sekitar
Hasil rekapitulasi diketahui persamaaan regresi linear berganda yang tertera dalam tabel diatas maka dapat dijelaskan Nilai βo artinya jika tidak ada perubahan pada variabel