• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN AMNESTI PAJAK PADA EDITORIAL HARIAN MEDIA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN AMNESTI PAJAK PADA EDITORIAL HARIAN MEDIA INDONESIA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Corresponding Author : [email protected],

[email protected] JIM FISIP Unsyiah: AGB, Vol. 3. №. 1, September 2017

(1Mahasiswa, 2Dosen Pembimbing)

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN AMNESTI PAJAK PADA EDITORIAL HARIAN MEDIA INDONESIA

(Framing Analysis of Amnesty Tax Reporting on Media Indonesia’s Daily Editorial)

Sayid Maulana Ikhsan1), Hamdani M. Syam2)

Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Syiah Kuala

ABSTRAK - Penelitian ini berjudul “Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk pembingkaian berita terkait amnesti pajak pada Editorial Media Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pembingkaian berita terkait amnesti pajak pada Editorial Media Indonesia. Periode pemberitaan editorial yang diambil dimulai dari tanggal 28 Juni 2016 hingga 20 September 2016 dengan total lima editorial. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman dengan menggunakan empat proses framing yaitu Defining Problems, Diagnose causes, Make Moral Judgement, dan , Treatment Recommendation. Penelitian ini menggunakan teori agenda setting. Melalui penelitian ini diketahui bahwa harian Media Indonesia dalam editorialnya memaknai, memahami dan memandang program amnesti pajak ini sebagai program untuk meningkatkan perekonomian negara Indonesia. Di sini juga dapat dilihat bahwa posisi harian Media Indonesia dalam editorialnya mendukung program pemerintah ini terlihat dari beberapa treatment recommendation yang diberikan guna sebagai masukan positif bagi pemerintah.

Kata Kunci : Editorial harian Media Indonesia, analisis framing, teori agenda setting.

ABSTRACT - This research is entitled "Framing Analysis of Amnesty Tax Reporting on Media Indonesia’s Daily Editorial". The problem formulation in this research will cover the framing of news related to tax amnesty in Media Indonesia’s Editorial. It also aims to determine the framing of news related tax amnesty in Media Indonesia’s Editorial. The editorial coverage periods was taken from 28 June 2016 to 20 September 2016 with total of five editorials. The research approach used in this research is qualitative approach. This research uses Robert N. Entman’s framing analysis method by using four framing process such as Defining Problems, Diagnose causes, Make Moral Judgement, and ,

(2)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 Treatment Recommendation. This research uses agenda setting theory. Through this research, it is known that Media Indonesia in its editorial interprets, understands and view this tax amnesty program as a way to improve the state of Indonesia’s economy. It can also be seen that Media Indonesia in its editorial is supporting this government program. It can be seen from several treatment recommendations provided for positive feedback to the government.

Keyword : Media Indonesia Daily Editorial, framing analysis, agenda setting theory.

PENDAHULUAN

Dalam meningkatkan penerimaan dalam negeri, diperlukan kesadaran masyarakat wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan membayar pajak secara jujur dan bertanggung jawab. Peningkatan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak perlu diimbangi dengan peningkatan pelayanan. Kepada wajib pajak yang belum mematuhi kewajiban perpajakannya perlu dipertegas pelaksanaan pemeriksaan dan penerapan sanksi perpajakan demikian juga dengan sangsi pidana perpajakan dan penagihan pajak.

Di tahun 2016 pemerintah telah mengusulkan berbagai cara agar jumlah pajak yang di dapat meningkat dan APBN negara bisa bertambah. Salah satu caranya ialah dengan mengesahkan UU No.11 tahun 2016 tentang Amnesti pajak (pengampunan pajak).

Amnesti pajak atau pengampunan pajak ialah program pengampunan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak yang meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, penghapusan sanski pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.

Media Indonesia merupakan koran nasional yang terbit sejak 19 Januari 1970. Pendiri Media Indonesia ialah Teuku Yousli Syah dan bekerja sama dengan Surya Paloh pada tahun 1987, mantan pemimpin surat kabar Prioritas pada saat itu. Dari kerja sama itu lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru di bawah PT. Citra Media Nusa Purnama. Surya Paloh menjabat direktur utama, sedangkan Teuku Yousli Syah sebagai pemimpin umum.

Adapun penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bentuk pembingkaian berita terkait amnesti pajak pada Editorial Media Indonesia. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan keilmuan dan dapat menambah kajian literatur khususnya pada khazanah Ilmu Komunikasi bidang jurnalistik.

(3)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 TINJAUAN PUSTAKA

Teori agenda setting pertama kali muncul pada tahun 1973, teori ini diperkenalkan oleh Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw. Teori ini sering disebut dengan teori penyusunan agenda. Secara singkat teori penyusunan agenda ini mengatakan media khususnya media berita tidak selalu berhasil memberi tahu apa yang kita pikir, tetapi media tersebut benar – benar berhasil memberitahu kita berfikir tentang apa. Menurut teori ini media mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu. Media mengatakan apa yang penting dan apa yang tidak penting. Media pun mengatur apa yang harus kita lihat (Nuruddin, 2007:195-196)..

Editorial adalah sebuah program yang diterbitkan oleh Media Indonesia pada halaman pertama dari harian tersebut. Dalam Editorial terdapat di dalamnya tanggapan redaksi terhadap isu atau permasalahan yang aktual diperbincangkan dan dikemas dengan opini redaksi.

Editorial Media Indonesia merupakan pernyataan redaksi mengenai fakta dan opini yang ditulis secara singkat, lugas, tegas, logis, menarik dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat masyarakat yang membaca editorial. Dengan demikian, isi editorial harus dapat menjelaskan dan meyakinkan pembaca dengan memberikan pertimbangan nilai berdasarkan penyajian fakta dan gagasan yang objektif sehingga ada daya untuk mempengaruhi opini publik.

Amnesti pajak adalah program pemerintah yang diberikan kepada wajib pajak yang meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, penghapusan sanski pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan

Kebijakan amnesti pajak adalah terobosan kebijakan yang didorong oleh semakin kecilnya kemungkinan untuk menyembunyikan kekayaan diluar wilayah negara Indonesia karena semakin transparannya sektor keuangan global dan meningkatnya intensitas pertukaran informasi antarnegara. Kebijakan amnesti pajak diberikan secara berkala, kebijakan amnesti pajak mungkin tidak akan diberikan lagi hingga berpuluh – puluh tahun kedepan.

Framing adalah salah satu metode untuk menganalisis media, seperti halnya analisis isi dan analisis semiotik. Framing secara sederhana adalah membingkai sebuah peristiwa. Robert Entman melihat framing dalam dua dimensi besar yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek – aspek tertentu dari realitas atau isu (Eriyanto, 2002:187).

Entman mengkonsep analisis framing menjadi 4 proses yaitu : Defining Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Berikut ialah merupakan kerangka berfikir dalam penelitian ini yang mewakili arah penelitian dan teori agenda setting

(4)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 METODE PENELITIAN

Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2008: 3).

Objek penelitian dalam penelitian ini adalah berita terkait amnesti pajak pada editorial Media Indonesia pada periode bulan Juni sampai dengan bulan September 2016. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Editorial Media Indonesia.

Korpus penelitian merupakan data – data yang digunakan sebagai sumber penelitian. Korpus adalah sekumpulan bahan yang terbatas dan bersifat sehomogen mungkin (Kurniawan, 2001:70). Korpus dalam penelitian ini adalah berita editorial terkait amnesti pajak pada Editorial Media Indonesia pada tanggal 28 Juni sampai dengan 20 September 2016 dengan total lima berita editorial.

No. Tanggal Terbit Editorial

(5)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017

2 Jum’at, 15 Juli 2016 Bukan Mengampuni Pengemplang Pajak

3 Sabtu, 27 Agustus 2016 Pengakuan Dosa Pajak

4 Rabu, 31 Agustus 2016 Mengembalikan Asas Amensti Pajak

5 Selasa, 20 September Menghadapi Penghambat Amnesti Pajak

Penelitian ini akan dianalisis menggunakan teknik analisis framing. Teknik analisis framing diyakini mampu untuk melihat bagaimana Editorial Media Indonesia melakukan proses pembingkaian terkait pemberitaan amnesti pajak. Model framing yang digunakan ialah berupa model analisis framing model Robert Entman

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Media Indonesia merupakan koran nasional yang terbit sejak 19 Januari 1970. Pendiri Media Indonesia ialah Teuku Yousli Syah dan bekerja sama dengan Surya Paloh pada tahun 1987, mantan pemimpin surat kabar Prioritas pada saat itu. Dari kerja sama itu lahirlah Media Indonesia dengan manajemen baru di bawah PT. Citra Media Nusa Purnama. Surya Paloh menjabat direktur utama, sedangkan Teuku Yousli Syah sebagai pemimpin umum pada saat itu. Tokoh penting pada Media Indonesia yaitu (Alm)Teuku Yousli Syah (pendiri), Lestari Moerdijat (direktur utama), Usman Kansong (direktur pemberitaan/penanggung jawab) dan banyak jajaran pengurus lainnya.

Analisis framing Robert Entman mengkonsep framing menjadi empat proses yaitu Defining Problem, Diagnose causes, Make Moral Judgement dan Treatment Recommendation, pada analisis keseluruhan berita didapati bahwa:

Difining Problem : Harian Media Indonesia mengidentifikasi bahwa program amnesti pajak merupakan sebuah program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak lama. Program amnesti pajak yang disahkan oleh pemerintah pada tanggal 1 Juli 2016, membuat Media Indonesia menerbitkan editorial pertama terkait amnesti pajak pada tanggal 28 Juni tepat sebelum amnesti pajak disahkan. Pada editorial yang kedua Media Indonesia mengharapkan pemerintah dapat membangun kepercayaan dengan wajib pajak salah satunya ialah dengan pengusaha agar dapat mengikuti program tersebut. Pada editorial ketiga, Media Indonesia menerbitkan editorial yang mengharapkan agar wajib pajak mau mengikuti program ini dan turut menjadi peserta sebagai upaya membantu meningkatkan perekonomian di Republik Indonesia. Pada editorial yang keempat

(6)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 Media Indonesia memberitakan bagaimana semestinya program amnesti pajak ini, pokok dari amnesti pajak dan upaya dari pemerintah agar wajib pajak mau menjadi peserta dalam amnesti pajak ini. Dan pada editorial yang kelima, dimana Program amnesti pajak mendapatkan hambatan terlebih lagi hambatan dari luar negeri yang menginginkan program tersebut tidak berjalan lancar. Salah satunya yaitu hambatan – hambatan yang diberikan oleh negara Singapura, yang mana Singapura ingin menghalangi warga Indonesia yang hendak menjadi peserta pajak dan ingin melakukan repatriasi hartanya.

Diagnose causes : pada editorial pertama terkait amnesti pajak, Media Indonesia melihat sumber masalah pertama kali yang kemudian disahkannya undang – undang amnesti pajak ini adalah karena terungkapnya skandal Panama papers yang mencantumkan banyak nama warga Indonesia. Sedikit banyaknya 2.961 nama tercantum pada panama pappers dan lebih dari 6.500 orang Indonesia menyimpan uangnya diluar wilayah Indonesia. Editorial kedua terkait amnesti pajak penyebab utama diterbitkan editorial ini ialah karena program amnesti pajak ditargetkan untuk wajib pajak yang ingin melakukan repatriasi harta. Pada editorial yang ketiga, pencapaian target dari pemerintah terkait dengan program amnesti pajak tidak memenuhi, pendapatan APBN yang kurang dari program amnesti pajak tidak sesuai dengan harapan, menteri keuangan Sri Mulyani mengakui hal tersebut, pencapaian target Rp. 165 triliun dalam waktu sembilan bulan terhitung dari tanggal 1 Juli merupakan hal yang sulit, hal tersebut yang menjadi penyebab diberitakan pada editorial yang ketiga. Maksud utama dari amnesti pajak ialah untuk meningkatkan pemasukan untuk negara, hal tersebutlah yang menjadi penyebab diterbitkan editorial keempat. Pada editorial yang kelima, harta yang telah dideklarasikan dari singapura mencapai 74%, karena hal itulah bank – bank di Singapura melakukan berbagai cara agar uang yang sudah disimpan tidak keluar.

Make Moral Judgement : Terkait dengan amnesti pajak Media Indonesia menjelaskan beberapa point penting, pada editorial pertama Media Indonesia menjelaskan bahwa persetujuan RUU amnesti pajak sempat tersendat, namun setelah adanya skandal panama papers yang mencantumkan banyak nama warga Indonesia makan RUU tersebut mendapati persetujuan dari delapan fraksi di DPR. Pada editorial yang kedua, Media Indonesia menjelaskan bahwa seharusnya warga Indonesia harus membayar pajak di Indonesia bukan menghindari pajak dan menyimpan hartanya diluar wilayah Indonesia. Dalam beberapa bulan setelah pengesahan Undang – undang amnesti pajak, Media Indonesia mengharapkan agar program ini berhasil, karena banyak pengusaha – pengusaha yang dinilai hanya mengambil keuntungan di Indonesia tetapi sungkan untuk membayar pajak. Terlihat dari hambatan yang dilakukan oleh Singapura terhadap peserta amnesti pajak maka Media Indonesia dalam editorialnya mengharapkan agar pemerintah Indonesia mampu untuk mengatasinya dan Media Indonesia juga mengharapkan agar pemerintah memberikan sosialisasi jelas kepada wajib pajak agar mereka

(7)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 tidak terpengaruh oleh kebijakan – kebijakan bank di Singapura yang kemudian dapat menghambat program amnesti pajak ini.

Treatment Recommendation : Pada editorial pertama Media Indonesia memberikan suatu rekomendasi bahwa pengesahan undang – undang terkait amnesti pajak harus diawasi bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat, yang mana program amnesti pajak ini bermanfaat bagi kemakmuran rakyat nantinya. Pada editorial yang kedua Media Indonesia merekomendasikan bahwa pemerintah harus mampu memanfaatkan dana dari hasil amnesti pajak, dana tersebut dapat meningkatkan perekonomian dan dapat menambah APBN dan bukan untuk memperkaya petugas pajak. Pada editorial yang ketiga Media Indonesia meyakinkan pembacanya agar wajib pajak untuk ikut serta dalam program ini karena amnesti pajak hanya berlaku selama sembilan bulan saja, dan tidak akan diberikan lagi selama bertahun – tahun bahkan berpuluh – puluh tahun yang akan datang. Pada editorial yang kelima Media Indonesia menghimbau agar wajib pajak yang memiliki hartanya diluar wilayah Indonesia khususnya di negara Singapura agar mau menjadi peserta amnesti pajak, dengan mengungkapkan hartanya dan menebus dengan tarif yang murah akan membuat lega wajib pajak nantinya. Setiap editorial yang di keluarkan oleh Media Indonesia secara keseluruhan Media Indonesia mengharapkan agar program amnesti pajak ini berjalan dengan semestinya sesuai dengan undang – undang no. 11 tahun 2016 tentang pengampunan pajak. Yang dalam undang – undang tersebut bertujuan untuk mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan, mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan harta dan meningkatkan penerimaan pajak untuk digunakan sebagai pembiayaan pembangunan.

Berdasarkan analisis menggunakan empat proses framing Robert Entman diatas bahwa bagaimana defining problem, diagnose causes, make moral judgment dan treatment recomendation pada Media Indonesia menjelaskan bahwa media ini memperlihatkan kepada masyarakat bahwa program amnesti pajak tersebut hanya untuk mensejahterakan rakyat dengan cara mengambil hak yang seharusnya milik negara yaitu pajak dari pengusaha yang mencari keuntungan di negeri ini namun menyimpannya di negeri lain.

Media Indonesia juga mengajak masyarakat untuk mengetahui bahwasanya banyak warga Indonesia yang mengaburkan asetnya dengan berbagai macam cara baik dengan mengaku perusahaannya mengalami kerugian dan tidak mendapatkan keuntungan, yang kemudian dimanfaatkan untuk menyimpan hartanya di luar wilayah Indonesia. Media Indonesia dalam editorialnya yang pertama menjelaskan bahwa pokok permasalahan yang timbul dan kemudian disahkannya undang – undang no. 11 tahun 2016 ialah karena banyak tercantumnya nama warga Indonesia pada skandal Panama Papers.

Secara keseluruhan editorial yang diangkat oleh Media Indonesia ialah untuk mendorong pemerintah agar program ini berjalan sukses yang dimana dapat

(8)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 dimanfaatkan oleh semua wajib pajak untuk mengakui dan juga mengungkapkan harta yang dimiliki untuk pengampunan pajak. Pemerintah juga harus mampu memanfaatkan dana dari hasil amnesti pajak, serta dana dari deklarasi dan repatriasi yang di terima oleh pemerintah yang dapat digunakan untuk meningkatkan APBN, karena keberhasilan pembangunan nasional yang biayanya dari APBN di dapati dari pembiayaan masyarakat yang berupa pajak.

Mengenai pembingkaian yang dilakukan oleh Media Indonesia, secara garis besar terlihat ada kedekatan Media Indonesia dengan pemerintah dalam penerbitan editorial terkait amnesti pajak. Ini bisa dilihat bagaimana media ini memperlihatkan sikap partisannya terhadap program amnesti pajak (produk pemerintah) dan mendukung penuh kebijakan ini. Jika ditinjau dari latar belakang medianya, Surya Paloh merupakan pemilik Media Indonesia dan sekaligus Ketua Umum Partai Nasdem. Pada pemerintahan Jokowi-JK, Surya Paloh merupakan bagian di dalamnya dan menyatakan sebagai koalisi atau pro pemerintah. Sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah diterima.

Jika dicermati dari sisi itu, kedekatan ini mempengaruhi isi editorial Media

Indonesia yang selalu mendukung program pemerintah. Setiap treatment

recommendation yang telah dianalisis menggunakan analisis framing Robert Entman, secara keseluruhan memberikan masukan positif. Media secara sadar selalu mengklaim berada pada posisi tengah atau posisi abu-abu. Media menjadi pusat bagi bermacam-macam kelompok yang ingin menyebarkan ide-ide mereka, baik itu politisi, pebisnis, aktivis dan kelompok-kelompok keagamaan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan penjelasan pada bab – bab sebelumnya dan penjelasan dari hasil penelitian menggunakan analisis framing Robert Entman, pada bab penutup peneliti mengambil kesimpulan bahwa :

Media Indonesia dalam editorialnya memberitakan program amnesti pajak ini dari mulai diterbitkan pada tanggal 28 Juni 2016 sampai dengan 20 September 2016 menjelaskan tentang bagaimana program ini seharusnya berjalan, mengharapkan keberhasilan akan program amnesti pajak ini, Media Indonesia juga sangat mendukung setiap usaha dari pemerintah dimulai dari dicanangkannya hingga program tersebut selesai. Dukungan tersebut dapat dilihat dari editorial – editorial yang di terbitkan oleh Media Indonesia yang memberikan penyelesaian masalah yang seharusnya dilakukan pemerintah sesuai dengan teori agenda setting yang memunculkan agenda – agenda kebijakan. Media Indonesia juga memaknai berita program amnesti pajak ini sebagai program yang berkaitan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, upaya pemerintah untuk mensejahterakan rakyat dengan penerimaan pajak, karena pajak merupakan pendapatan utama dari Republik Indonesia. Media Indonesia mendukung penuh terhadap program ini terlihat dari treathment recommendation yang di berikan pada tiap – tiap editorialnya terkait amnesti pajak.

(9)

Analisis Framing Pemberitaan Amnesti Pajak pada Editorial Harian Media Indonesia.

(Sayid Maulana Ikhsan, Hamdani M. Syam)

Jurnal ilmiah mahasiswa FISIP Unsyiah, Vol. 3. №. 1. September 2017 Adapun saran yang dapat diajukan sesuai penelitian ini Media Indonesia sebagai institusi penghasil karya jurnalistik dalam hal ini berita terus mengembangkan pemberitaan yang berkualitas dan menjaga kredibilitasnya sebagai suatu media yang besar di tanah air. Editorial yang di terbitkan oleh Media Indonesia hendaknya dapat memberi masukan positif kepada pemerintah agar program amnesti pajak ini dapat berjalan lancar dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan nasional yang sudah di rencanakan. Editorial yang diterbitkan oleh Media Indonesia seharusnya dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dari rakyat Indonesia dan mengingatkan rakyat untuk mendukung penuh

program ini agar mampu meningkatkan perekonomian yang dapat

mensejahterakan rakyat nantinya. DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Eriyanto. 2002. Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta : LKIS

Moleong, Lexy J. 2008. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Morrisan. 2013. Teori Komunikasi Individu hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Rakhmat, Jalalluddin. 2004. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sobur, Alex. 2001. Analisis teks Media Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya Undang – Undang Republik Indonesia No.11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan

Referensi

Dokumen terkait

(3) Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, Perturan Bupati Cilacap Nomor 48 Tahun 2017 tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran dalam Anggaran Pendapatan

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya pesan pidato Khutbatul ‘Arsy Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 2017, 2018 dan 2019 karena berisi

Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal mengenai garis singgung lingkaran terdiri dari : (a) kesulitan konsep

Penelitian ini melihat seperti apa perkembangan visual komik strip unggahan ulang dari komunitas Komikin Ajah yang muncul di Instagram dalam kurun waktu tahun 2014

Banyak wisatawan yang ingin berkunjung kebingungan untuk memilih objek wisata mana yang akan mereka tujuh, karena banyaknya obyek wisata yang ada, sehingga objek

J.S yang saat ini menjabat sebagai ketua 10 Pilar UKM Unismuh Makassar memfokuskan tahun ini kembali peningkatan solidaritas anggota dengan cara membuat kegiatankegiatan

Pemberian air dilakukan setelah tanah tampak retak-retak (lebar sekitar 1 cm) dan tanaman masih segar, penggenangan setinggi 1-2 cm selama 2 jam, selanjutnya kondisi

Enam maksim interpersonal Leech yaitu maksim kebijaksanaan yaitu memaksimalkan kerugian orang lain, meminimalkan keuntungan orang lain; maksim kedermawanan yaitu