Implementasi Algoritma Regressive- Regressive Particle Swarm Optimization Pada Inversi Vertical Electrical Sounding Untuk Mencitrakan Bawah Permukaan Tanggul ‘Lusi’
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Kemudian data diolah menggunakan Res2Dinv untuk mendapatkan penampang kontur 2-D dari nilai resistivitas lapisan batuan, selanjutnya menggabungkan data dari ketiga
Metode geolistrik resistivitas digunakan juga untuk mengetahui perubahan resistivitas pada lapisan bawah permukaan sehingga dapat memetakan kondisi bawah
Kemudian, untuk setiap dataset non singular , hasil akurasi klasifikasi rata-rata menggunakan PSO-KRDA dibandingkan dengan akurasi klasifikasi menggunakan metode
Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan, maka pada lintasan pengukuran Desa Gunung Bale akuifer air tanah yang baik berada pada kedalaman diatas 20 meter bmt
dibandingkan dengan jumlah anomali pada lintasan-lintasan sebelumnya. Hasil Filter Karous-Hjelt ini selanjutnya dicocokkan dengan hasil inversi.. Pada kedalaman 0-5 meter
Berdasarkan hasil uji coba untuk mengoptimasi metode DRLSC maka nilai fitness yang dihasilkan metode GAPSO lebih baik jika dibandingkan Algoritma Genetika (GA) dan
Berdasarkan hasil output dari pemodelan resistivitas 2D dari gambar 4.2 (c) hingga gambar 4.7 (c) dapat dihubungkan bahwa pada setiap lintasan di lokasi penelitian
Hasil interpretasi batuan di lintasan TS 02 yaitu pada lapisan pertama nilai resistivitas 32,1Ωm, ketebalan 1,08m, dan kedalaman 0,00-1,08m dengan litologi yaitu Top Soil, selanjutnya