• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Algoritma Regressive- Regressive Particle Swarm Optimization Pada Inversi Vertical Electrical Sounding Untuk Mencitrakan Bawah Permukaan Tanggul ‘Lusi’

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Implementasi Algoritma Regressive- Regressive Particle Swarm Optimization Pada Inversi Vertical Electrical Sounding Untuk Mencitrakan Bawah Permukaan Tanggul ‘Lusi’"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 2.1 Kisaran nilai tahanan jenis beberapa batuan (Schön,  2011)
Gambar 2.2. Arus tunggal pada permukaan Homogen  Isotropik (Reynolds, 2011)
Gambar 2.3. Arah arus dan isopotensial (Reynolds, 2011)  Pada Gambar (2.3) menunjukkan bahwa arah penjalaran arus  pada dua titik yang saling berhubungan (S 1   dan S 2 ), sedangkan  garis isopotensial merupakan garis yang membentuk lingkaran di  sekitar t
Gambar 2.5. Dua elektroda arus dengan dua elektroda  potensial pengukuran geolistrik tahanan jenis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian data diolah menggunakan Res2Dinv untuk mendapatkan penampang kontur 2-D dari nilai resistivitas lapisan batuan, selanjutnya menggabungkan data dari ketiga

Metode geolistrik resistivitas digunakan juga untuk mengetahui perubahan resistivitas pada lapisan bawah permukaan sehingga dapat memetakan kondisi bawah

Kemudian, untuk setiap dataset non singular , hasil akurasi klasifikasi rata-rata menggunakan PSO-KRDA dibandingkan dengan akurasi klasifikasi menggunakan metode

Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan, maka pada lintasan pengukuran Desa Gunung Bale akuifer air tanah yang baik berada pada kedalaman diatas 20 meter bmt

dibandingkan dengan jumlah anomali pada lintasan-lintasan sebelumnya. Hasil Filter Karous-Hjelt ini selanjutnya dicocokkan dengan hasil inversi.. Pada kedalaman 0-5 meter

Berdasarkan hasil uji coba untuk mengoptimasi metode DRLSC maka nilai fitness yang dihasilkan metode GAPSO lebih baik jika dibandingkan Algoritma Genetika (GA) dan

Berdasarkan hasil output dari pemodelan resistivitas 2D dari gambar 4.2 (c) hingga gambar 4.7 (c) dapat dihubungkan bahwa pada setiap lintasan di lokasi penelitian

Hasil interpretasi batuan di lintasan TS 02 yaitu pada lapisan pertama nilai resistivitas 32,1Ωm, ketebalan 1,08m, dan kedalaman 0,00-1,08m dengan litologi yaitu Top Soil, selanjutnya