KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH GORONTALO DAERAH GORONTALO RESOR GORONTALO RESOR GORONTALO
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
BIDANG PENYELIDIKAN BIDANG PENYELIDIKAN SATUAN RESERSE NARKOBA POLRES
SATUAN RESERSE NARKOBA POLRES GORONTALOGORONTALO
I. PENDAHULUAN I. PENDAHULUAN
1.
1. Latar Latar BelakangBelakang
a.
a. Perkembangan teknologi dan perkembangan peradapan masyarakat di dunia yang mencakupPerkembangan teknologi dan perkembangan peradapan masyarakat di dunia yang mencakup beberapa
beberapa aspek aspek meliputi meliputi tumbuhnya tumbuhnya bentuk bentuk kejahatan kejahatan baru, baru, makin makin kompleksnya kompleksnya modusmodus operandi kejahatan baik secara konvensional maupun dimensi baru, kecanggihan pearalatan operandi kejahatan baik secara konvensional maupun dimensi baru, kecanggihan pearalatan yang digunakan pelaku kejahatan dan luasnya lingkup wilayah operasi kejahatan.
yang digunakan pelaku kejahatan dan luasnya lingkup wilayah operasi kejahatan. b.
b. Dalam menjalankan tugas dan wewenang, setiap penyelidik dituntut untuk mengetahui danDalam menjalankan tugas dan wewenang, setiap penyelidik dituntut untuk mengetahui dan mengerti langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan Hukum ketentuan peraturan mengerti langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan Hukum ketentuan peraturan perundang-undangan yang ber
perundang-undangan yang berlaku.laku. c.
c. Untuk menjabarkan peraturan perundang-undangan ke dalam langkah-langkah penyelidikanUntuk menjabarkan peraturan perundang-undangan ke dalam langkah-langkah penyelidikan agar diperoleh keseragaman dan ketepatan bertindak, diperlukan suatu acuan/pedoman, agar diperoleh keseragaman dan ketepatan bertindak, diperlukan suatu acuan/pedoman, sehingga diperoleh kesamaan
sehingga diperoleh kesamaan persepsi;persepsi; d.
d. Dalam rangka Dalam rangka menyamakan persepsi ke menyamakan persepsi ke dalam pola dalam pola tindak yang tindak yang benar, maka benar, maka dibuatlahdibuatlah Standar Operasional Prosedur (SOP) guna dijadikan pedoman bagi seluruh penyelidik dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) guna dijadikan pedoman bagi seluruh penyelidik dalam menjalankan kegiatan penyelidikan Tindak Pidana Narkoba.
menjalankan kegiatan penyelidikan Tindak Pidana Narkoba.
2.
2. D D a a s s a a rr
a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana
(KUHAP); (KUHAP); b.
b. Undang-undang Republik Indonesia Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Nomor 2 Tahun 2002 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara tentang Kepolisian Negara RepublikRepublik Indonesia (Polri);
Indonesia (Polri);
c. Keputusan Presiden RI Nomor 70 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian c. Keputusan Presiden RI Nomor 70 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian
Negara Republik Indonesia Negara Republik Indonesia d.
d. Peraturan Peraturan Kepala Kepala Kepolisian Kepolisian Negara Negara Republik Republik Indonesia Indonesia Nomor Nomor 12 12 Tahun Tahun 2009 2009 tentangtentang Pengawasan
Pengawasan dan dan Pengendalian Pengendalian Penanganan Penanganan Perkara Perkara Tindak Tindak Pidana Pidana di di Lingkungan Lingkungan KepolisianKepolisian Negara Republik I
Negara Republik Indonesia.ndonesia. e.
e. Undang-undang RepublUndang-undang Republik Indonesia ik Indonesia Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. f.
f. Undang-undang ReUndang-undang Republik Ipublik Indonesia Nomor ndonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang N35 Tahun 2009 tentang Narkotika.arkotika. g.
3.
3. Maksud Maksud dan dan TujuanTujuan
a.
a. Maksud Maksud ::
Pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan panduan bagi Penyelidik Satuan Reserse Narkoba Pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan panduan bagi Penyelidik Satuan Reserse Narkoba dalam melakukan persiapan / pelaksanaan penyelidikan dan penyelenggaraan Administrasi dalam melakukan persiapan / pelaksanaan penyelidikan dan penyelenggaraan Administrasi penyelidikan yang mend
penyelidikan yang mendukung dalam penyelidiukung dalam penyelidikan tindak pidana.kan tindak pidana. b. Tujuan :
b. Tujuan :
Tujuan dari pedoman ini adalah untuk menyatukan persepsi diantara para Penyelidik Satuan Tujuan dari pedoman ini adalah untuk menyatukan persepsi diantara para Penyelidik Satuan Reserse Narkoba, agar diperoleh kesatuan arah dalam rangka penyelidikan Tindak Pidana di Reserse Narkoba, agar diperoleh kesatuan arah dalam rangka penyelidikan Tindak Pidana di lingkungan Satuan Reserse Narkoba Polres
lingkungan Satuan Reserse Narkoba Polres Gorontalo.Gorontalo.
4.
4. Ruang Ruang LingkupLingkup
Ruang lingkup dalam Standard Operating Procedure (SOP) di bidang Penyelidikan ini diberikan Ruang lingkup dalam Standard Operating Procedure (SOP) di bidang Penyelidikan ini diberikan skala prioritas terhadap kemampuan dalam melaksanakan kegiatan Penyelidikan dan Investigasi, skala prioritas terhadap kemampuan dalam melaksanakan kegiatan Penyelidikan dan Investigasi, Pemeriksaan terhadap Saksi, Ahli, Tersangka, Psychologi, Konfrontasi dan Rekontruksi.
Pemeriksaan terhadap Saksi, Ahli, Tersangka, Psychologi, Konfrontasi dan Rekontruksi.
II.
II. TUGAS TUGAS POKOKPOKOK 1.
1. Tugas Pokok Penyelidik :Tugas Pokok Penyelidik :
a.
a. Kegiatan penyelidikan dilakukan :Kegiatan penyelidikan dilakukan : 1)
1) Sebelum ada Laporan Polisi / PenSebelum ada Laporan Polisi / Pengaduangaduan 2)
2) Sesudah ada Laporan Polisi / Pengaduan Sesudah ada Laporan Polisi / Pengaduan atau dalam rangka penyidikan.atau dalam rangka penyidikan. b.
b. Kegiatan penyelidikan dilakukan untuk mencari dan menemukan Tindak Pidana.Kegiatan penyelidikan dilakukan untuk mencari dan menemukan Tindak Pidana. c.
c. Kegiatan penyelidikan merupakan bagian atau salah satu cara dalam melakukan penyidikanKegiatan penyelidikan merupakan bagian atau salah satu cara dalam melakukan penyidikan untuk :
untuk : 1)
1) menentukan suatmenentukan suatu peristiu peristiwa yang terjwa yang terjadi merupakan tadi merupakan tindak pidana aindak pidana atau bukan.tau bukan. 2)
2) membuat termembuat terang suatu ang suatu perkara perkara sampai dengan sampai dengan menentukan pelakmenentukan pelakunyaunya 3)
3) dijadikan dijadikan sebagai sebagai dasar dasar melakukan melakukan upaya upaya paksa.paksa. d.
d. Kegiatan penyelidikan meliputi :Kegiatan penyelidikan meliputi : 1)
1) Pengolahan TKPPengolahan TKP 2)
2) Pengamatan ( Observasi )Pengamatan ( Observasi ) 3)
3) Wawancara ( Interview )Wawancara ( Interview ) 4)
4) Pembuntutan ( Surveilance )Pembuntutan ( Surveilance ) 5)
5) Penyamaran ( Undercover )Penyamaran ( Undercover ) 6)
6) Pelacakan ( Tracking )Pelacakan ( Tracking ) 7)
7) Penelitian dan Analisis dokumenPenelitian dan Analisis dokumen e.
e. Sasaran penyelidikan meliputi orang, benda atau barang, tempat, peristiwa/kejadian danSasaran penyelidikan meliputi orang, benda atau barang, tempat, peristiwa/kejadian dan kegiatan.
kegiatan. f.
f. Petugas penyelidik dalam melaksanakan tugas penyelidikan, wajib dilengkapi dengan suratPetugas penyelidik dalam melaksanakan tugas penyelidikan, wajib dilengkapi dengan surat perintah penyel
perintah penyelidikan yang ditanda tangidikan yang ditanda tangani oleh atasan ani oleh atasan penyelidik selaku penyelidik selaku penyidikpenyidik g.
g. Petugas penyelidik wajib membuat laporan hasil penyelidikan kepada pejabat pemberiPetugas penyelidik wajib membuat laporan hasil penyelidikan kepada pejabat pemberi perintah.
perintah. h.
h. Laporan hasil penyelidikan disampaikan secara tertulis, atau lisan yang di tindak lanjutiLaporan hasil penyelidikan disampaikan secara tertulis, atau lisan yang di tindak lanjuti dengan laporan secara tertulis paling lambat 2 x
III. PERENCANAAN III. PERENCANAAN
a.
a. Sebelum melakukan penyelidikan, penyelidik wajib membuat Sebelum melakukan penyelidikan, penyelidik wajib membuat rencana penyelidikan.rencana penyelidikan. b.
b. Rencana penyelidikan sekurang-kurangnya memuat :Rencana penyelidikan sekurang-kurangnya memuat : 1)
1) Surat Perintah Penyelidikan.Surat Perintah Penyelidikan. 2)
2) Jumlah dan identitas penyidik/penyelidik yang akan Jumlah dan identitas penyidik/penyelidik yang akan melaksanakan penyelidikanmelaksanakan penyelidikan 3)
3) Objek, sasaran dan Objek, sasaran dan target hasil penyelidikan.target hasil penyelidikan. 4)
4) Kegiatan yang akan dilakukan dalam penyelidikan dengan metode sesuai ketentuanKegiatan yang akan dilakukan dalam penyelidikan dengan metode sesuai ketentuan peraturan
perundang- peraturan perundang-undangan.undangan. 5)
5) Kesiapan peralatan, perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatanKesiapan peralatan, perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan penyelidikan.
penyelidikan. 6)
6) Waktu yang di perlukan dalam pWaktu yang di perlukan dalam pelaksanaan kegiatan penyelidikan.elaksanaan kegiatan penyelidikan. 7)
7) Kebutuhan anggaran penyelidikan.Kebutuhan anggaran penyelidikan.
IV. PELAKSANAAN IV. PELAKSANAAN a. Penyelidikan a. Penyelidikan
Penyelidikan dilaksanakan melalui kegiatan : Penyelidikan dilaksanakan melalui kegiatan :
1)
1) Pengolahan TKP :Pengolahan TKP : a)
a) Mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka,Mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, saksi dan korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
saksi dan korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. b)
b) Mencari hubungan antara saksi/korban, tersangka dan barang buktiMencari hubungan antara saksi/korban, tersangka dan barang bukti c)
c) Memperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang terjadiMemperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang terjadi 2)
2) Pengamatan ( Observasi ) :Pengamatan ( Observasi ) : a)
a) Melakukan pengawasan terhadap orang, barang, objek, tempat dan lingkunganMelakukan pengawasan terhadap orang, barang, objek, tempat dan lingkungan tertentu untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan
tertentu untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan b)
b) Mendapatkan kejelasan atau melengkapi informasi yang sudah ada berdasarkanMendapatkan kejelasan atau melengkapi informasi yang sudah ada berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang di ketahui sebelumn
pengetahuan dan gagasan yang di ketahui sebelumn yaya 3)
3) Wawancara ( Interview ) :Wawancara ( Interview ) : a)
a) Mendapatkan keterangan dari pihak-pihak tertentu melalui teknik wawancara secaraMendapatkan keterangan dari pihak-pihak tertentu melalui teknik wawancara secara tertutup maupun terbuka
tertutup maupun terbuka b)
b) Mendapatkan kejelasan tindak pidana yang terjadi dengan cara mencari jawaban atasMendapatkan kejelasan tindak pidana yang terjadi dengan cara mencari jawaban atas pertanyaan siapa, apa, dimana, dengan apa, mengapa, ba
pertanyaan siapa, apa, dimana, dengan apa, mengapa, ba gaimana dan bilamanagaimana dan bilamana 4)
4) Pembuntutan ( surveilance ) :Pembuntutan ( surveilance ) : a)
a) Mengikuti seseorang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana atau orang lain yangMengikuti seseorang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana atau orang lain yang dapat mengarahkan kepada pelaku tindak pidana.
dapat mengarahkan kepada pelaku tindak pidana. b)
b) Mencari tahu aktivitas, kebiasaan, lingkungan atau jaringan pelaku tindak pidana.Mencari tahu aktivitas, kebiasaan, lingkungan atau jaringan pelaku tindak pidana. c)
c) Mengikuti distribusi barang atau tempat penyimpanan barang hasil kejahatan.Mengikuti distribusi barang atau tempat penyimpanan barang hasil kejahatan. 5)
5) Pelacakan ( tracking ) :Pelacakan ( tracking ) : a)
a) Mencari dan mengikuti keberadaan pelaku tindak pidana dengan menggunakanMencari dan mengikuti keberadaan pelaku tindak pidana dengan menggunakan teknologi informasi.
teknologi informasi. b)
b) Melakukan Melakukan pelacakan pelacakan melalui melalui kerja kerja sama sama dengan dengan Interpol,Interpol, Kementerian/lembaga/badan/komisi/instansi terkait.
Kementerian/lembaga/badan/komisi/instansi terkait. c)
6)
6) Penyamaran ( Undercover ) :Penyamaran ( Undercover ) : a)
a) Menyusup kedalam lingkungan tertentu tanpa diketahui identitasnya untukMenyusup kedalam lingkungan tertentu tanpa diketahui identitasnya untuk memperoleh bahan keterangan atau informasi.
memperoleh bahan keterangan atau informasi. b)
b) Menyatu dengan kelompok tertentu untuk memperoleh peran dari kelompok tersebut,Menyatu dengan kelompok tertentu untuk memperoleh peran dari kelompok tersebut, guna mengetahui aktivitas para pelaku tindak pidana.
guna mengetahui aktivitas para pelaku tindak pidana. c)
c) Untuk khusus kasus peredaran Narkoba, dapat digunakan teknik penyamaran sebagaiUntuk khusus kasus peredaran Narkoba, dapat digunakan teknik penyamaran sebagai calon pembeli ( Undercover Buy ), penyamaran untuk dapat melibatkan diri dalam calon pembeli ( Undercover Buy ), penyamaran untuk dapat melibatkan diri dalam distribusi narkoba sampai tempat tertentu ( Controlled Delivery ), penyamaran di distribusi narkoba sampai tempat tertentu ( Controlled Delivery ), penyamaran di sertai penindakan / pemberantasan ( Raid Planning Execution ).
sertai penindakan / pemberantasan ( Raid Planning Execution ). 7)
7) Penelitian dan analisis Dokumen :Penelitian dan analisis Dokumen :
Dilakukan terhadap kasus-kasus tertentu dengan cara : Dilakukan terhadap kasus-kasus tertentu dengan cara : a)
a) Mengkompulir dokumen yang diduga ada kaitannya Mengkompulir dokumen yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana.dengan tindak pidana. b)
b) Meneliti dan menganalisa dokumen yang diperoleh guna menyusun anatomi perkaraMeneliti dan menganalisa dokumen yang diperoleh guna menyusun anatomi perkara tindak pidana serta modus
tindak pidana serta modus operandinya.operandinya.
b.
b. Urutan Urutan Tindakan PenyeTindakan Penyelidik :lidik :
1)
1) Kanit atau anggota menerima informasi dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaanKanit atau anggota menerima informasi dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan Narkotika
Narkotika di di suatu suatu tempat, tempat, anggota anggota melaporkan melaporkan kepada kepada Kasat Kasat selanjutnya selanjutnya dituangkandituangkan dalam Laporan Informasi.
dalam Laporan Informasi. 2)
2) Laporan Informasi tersebut di sampaikan kepada Kasat Res Narkoba yang disertakanLaporan Informasi tersebut di sampaikan kepada Kasat Res Narkoba yang disertakan Surat Perintah Tugas untuk melakukan penyelidikan informasi tersebut.
Surat Perintah Tugas untuk melakukan penyelidikan informasi tersebut. 3)
3) Kanit memerintahkan dan atau bersama unitnya melaksanakan penyelidikan gunaKanit memerintahkan dan atau bersama unitnya melaksanakan penyelidikan guna penajaman informasi dilapangan.
penajaman informasi dilapangan. 4)
4) Dalam penajaman laporan informasi anggota telah dilengkapi dengan surat perintahDalam penajaman laporan informasi anggota telah dilengkapi dengan surat perintah penangkapan,
penangkapan, penggeledahan penggeledahan dan dan penyitaan penyitaan serta serta surat surat tanda tanda terima terima barang barang bukti bukti yangyang diduga ada kaitannya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika dan bahan berbahaya diduga ada kaitannya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika dan bahan berbahaya lainnya.
lainnya. 5)
5) Apabila dianggap A1 Kanit melaksanakan tindakan upaya hukum yaitu penangkapan,Apabila dianggap A1 Kanit melaksanakan tindakan upaya hukum yaitu penangkapan, penggeledahan dan penyitaan yang dilengkapi den
penggeledahan dan penyitaan yang dilengkapi den gan administrasi penyidikan.gan administrasi penyidikan. 6)
6) Apabila terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana dan ditemukan adanya buktiApabila terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana dan ditemukan adanya bukti permulaan
permulaan yang yang cukup cukup maka maka dilaksanakan dilaksanakan introgasi introgasi atau atau pemeriksaan pemeriksaan awal awal untukuntuk mengungkap jaringan Narkotika.
mengungkap jaringan Narkotika.
c.
c. Sarana Peralatan :Sarana Peralatan :
Sarana Peralatan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugas penyelidikan antara lain : Sarana Peralatan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugas penyelidikan antara lain : 1)
1) Peta Geografi, Denah, DaPeta Geografi, Denah, Data, Letak Lokasi, ta, Letak Lokasi, dan ciri-ciri Identitas dan ciri-ciri Identitas sasaransasaran
2) Alat Penyadap Sebagai perekam pembicaraan sasaran baik secara terbuka maupun 2) Alat Penyadap Sebagai perekam pembicaraan sasaran baik secara terbuka maupun
tertutup tertutup 3)
3) Alat tulis Alat tulis sebagai sarana sebagai sarana pencatatan hasil pencatatan hasil Penyelidikan.Penyelidikan. 4)
4) Teropong dan Kamera/Handycam Teropong dan Kamera/Handycam untuk melakukan pengamatan untuk melakukan pengamatan jarak jauh.jarak jauh.
d. Investigasi d. Investigasi
Investigasi dilaksanakan bilamana sasaran di duga berada di luar wilayah hukum Polda Investigasi dilaksanakan bilamana sasaran di duga berada di luar wilayah hukum Polda Gorontalo dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1)
1) Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo melakukan permintaan secara tertulisDirektorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo melakukan permintaan secara tertulis dengan alamat langsung kepada kantor Kepolisian terkait dimana keberadaan sasaran dengan alamat langsung kepada kantor Kepolisian terkait dimana keberadaan sasaran telah terdeteksi dengan mencamtumkan :
telah terdeteksi dengan mencamtumkan : a)
a) Komposisi Tim InvestigasiKomposisi Tim Investigasi b)
b) Tanggal kedatangan Tim InvestigasiTanggal kedatangan Tim Investigasi c)
c) Lama kunjungamn Tim InvestigasiLama kunjungamn Tim Investigasi 2)
2) Permintaan secara tertulis Permintaan secara tertulis dilengkapi dengan Biodata dilengkapi dengan Biodata tersangka dan resume singkat tersangka dan resume singkat daridari hasil pemeriksaan terhadap Saksi-saksi dan alat bukti yang telah diperoleh Penyidik. hasil pemeriksaan terhadap Saksi-saksi dan alat bukti yang telah diperoleh Penyidik.
e.
e. Ketentuan Ketentuan Larangan dan Larangan dan KewajibanKewajiban
1)
1) Penyelidik Dilarang :Penyelidik Dilarang : a)
a) Melakukan tindak kekerasan (penyiksaan fisik) dalam melaksanakan Penyelidikan.Melakukan tindak kekerasan (penyiksaan fisik) dalam melaksanakan Penyelidikan. b)
b) Melakukan diskriminasi pelayanan dalam kegiatan penyelidikan.Melakukan diskriminasi pelayanan dalam kegiatan penyelidikan. c)
c) Menerima dan/atau meminta imbalan sebelum, selama, dan/atau setelah kegiatanMenerima dan/atau meminta imbalan sebelum, selama, dan/atau setelah kegiatan Penyelidikan.
Penyelidikan. d)
d) Menyebarkan raMenyebarkan rasa tsa takut kepada akut kepada terperiksa terperiksa baik baik dengan menggunakan dengan menggunakan ancamanancaman kekerasan atau dengan menunjukkan senjata (api).
kekerasan atau dengan menunjukkan senjata (api). 2)
2) Kewajiban Kewajiban Dalam Dalam Penyelidikan Penyelidikan :: 1)
1) Memberikan pelayanan yang Memberikan pelayanan yang sama kepada sama kepada semua orang (pihak) semua orang (pihak) dalam kegiatandalam kegiatan Penyelidikan.
Penyelidikan. 2)
2) Menjalankan kegiatan Penyelidikan sesuai dengan ketentuan Menjalankan kegiatan Penyelidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-peraturan perundang-undangan yang berlaku.
undangan yang berlaku. 3)
3) Penggunaan Penggunaan senjata senjata (api) (api) sesuai sesuai dengan dengan Prosedur Prosedur Tetap Tetap Kepala Kepala Kepolisian Kepolisian NegaraNegara Republik
Republik Indonesia Indonesia Nomor Nomor : : Protap/01/X/2010 Protap/01/X/2010 tentang tentang Penanggulangan Penanggulangan Anarki;Anarki;
V.
V. PENGAWASAN PENGAWASAN DAN DAN PENGENDALIANPENGENDALIAN
a. Pengawasan a. Pengawasan
Pengawasan terhadap kegiatan Penyelidikan dilakukan oleh : Pengawasan terhadap kegiatan Penyelidikan dilakukan oleh : 1)
1) Atasan Atasan Penyelidik, Penyelidik, yaitu yaitu :: a)
a) Kasat; Kasat; dan/ataudan/atau b)
b) Kaur Bin Ops.Kaur Bin Ops.
2) Pengawas Penyelidik yang ditunjuk berdasarkan Surat Perintah Pengawasan 2) Pengawas Penyelidik yang ditunjuk berdasarkan Surat Perintah Pengawasan
Penyelidik. Penyelidik. b.
b. PengendalianPengendalian
Pengendalian Penyelidikan dilakukan dalam bentuk : Pengendalian Penyelidikan dilakukan dalam bentuk : 1)
1) Tata Tata Naskah Naskah (Takah) (Takah) yang yang berisikan berisikan komunikasi komunikasi tertulis tertulis antara antara Penyelidik Penyelidik dan dan AtasanAtasan Penyelidik.
Penyelidik. 2)
2) Penyelidikan Penyelidikan dengan dengan mengikutsertakan mengikutsertakan Pengawas Pengawas PenyelidikPenyelidik 3)
3) Penyelidikan dengan Penyelidikan dengan mengikutsertakan Satuan mengikutsertakan Satuan lain yang lain yang dipimpin oleh dipimpin oleh Kapolres Kapolres atauatau Kasat Resnarkoba.
Kasat Resnarkoba. 4)
VI. ADMINISTRASI VI. ADMINISTRASI
Administrasi penyelidikan meliputi : Administrasi penyelidikan meliputi :
a.
a. Surat Surat Perintah Perintah Tugas Tugas ( ( Sprin Sprin Gas Gas )) b.
b. Surat Perintah Penyelidikan ( Sprin Lidik )Surat Perintah Penyelidikan ( Sprin Lidik ) c.
c. Laporan Laporan Hasil Hasil Penyelidikan.Penyelidikan.
VII. ANGGARAN VII. ANGGARAN
a.
a. Anggaran penyidikan meAnggaran penyidikan menyesuaikan dengan DIPA nyesuaikan dengan DIPA Polri untuk Polri untuk program program penyelidikan penyelidikan dandan penyidikan yang disediakan bagi Polres Gorontalo.
penyidikan yang disediakan bagi Polres Gorontalo. b.
b. Anggaran Anggaran yang yang digunakan digunakan untuk untuk kepentingan kepentingan Penyelidikan menPenyelidikan menyesuaikan dengan yesuaikan dengan kriteriakriteria tingkat kesulitan atas Penyelidikan yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang atau tingkat kesulitan atas Penyelidikan yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang atau Atasan Penyidik.
Atasan Penyidik. c.
c. Penggunaan Penggunaan anggaran anggaran dalam dalam kegiatan kegiatan Penyelidikan Penyelidikan sesuai sesuai dengan dengan standar standar biaya biaya khususkhusus (SBK) Penyelidikan / penyidikan yang disahkan oleh Kapolri.
(SBK) Penyelidikan / penyidikan yang disahkan oleh Kapolri.
VIII. PENUTUP VIII. PENUTUP
a.
a. Standar OperaStandar Operasional Prosedur sional Prosedur (SOP) (SOP) digunakan sebagai digunakan sebagai petunjuk dan petunjuk dan arahan agar arahan agar setiapsetiap personel
personel yang yang bertugas bertugas pada pada Fungsi Fungsi Reserse Reserse Narkoba Narkoba mempunyai mempunyai pengetahuan pengetahuan yang yang cukupcukup tentang Hukum
tentang Hukum Pidana, Hukum Acara Pidana, Hukum Acara Pidana dan Peraturan Pidana dan Peraturan Perundang-undangan yang adaPerundang-undangan yang ada kaitannya baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Tindak Pidana.
kaitannya baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Tindak Pidana. b.
b. Standard Standard Operating Operating Prosedure Prosedure (SOP) (SOP) diharapkan diharapkan kepada kepada setiap setiap personil personil mempunyaimempunyai kemampuan yang Profesional dan Terampil dalam melaksanakan Fungsi teknis Kepolisian kemampuan yang Profesional dan Terampil dalam melaksanakan Fungsi teknis Kepolisian dibidang penyelidikan dan Penyidikan tindak pidana terutama dalam melakukan Taktik dan dibidang penyelidikan dan Penyidikan tindak pidana terutama dalam melakukan Taktik dan Tehnik Penyelidikan, Investigasi dan Pemeriksaan baik terhadap Tersangka, Saksi maupun Tehnik Penyelidikan, Investigasi dan Pemeriksaan baik terhadap Tersangka, Saksi maupun Ahli.
Ahli. c.
c. Kegiatan Penyelidikan Kegiatan Penyelidikan yang dilakukan yang dilakukan oleh Penyelidik oleh Penyelidik Sat ResnarkSat Resnarkoba mempedomanioba mempedomani Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana.
Perkap No. 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana. d.
d. Hal-hal Hal-hal yang yang belum belum ditentukan ditentukan dan dan atau atau diatur diatur di di dalam dalam SOP SOP di di bidang bidang penyelidikan penyelidikan ini,ini, maka penyelidik tetap mempedomani aturan hukum acara yang berlaku.
maka penyelidik tetap mempedomani aturan hukum acara yang berlaku.
Demikian Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Demikian Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Narkoba sebagai kerangka acuan dalam pelaksanaan kegiatan.
Pidana Narkoba sebagai kerangka acuan dalam pelaksanaan kegiatan. Limboto,
Limboto, Februari Februari 20162016
An. KEPALA KEPOLISIAN RESOR GORONTALO An. KEPALA KEPOLISIAN RESOR GORONTALO
KASAT RESNARKOBA KASAT RESNARKOBA T TD T TD ASLI, SH ASLI, SH AKP NRP 80110618 AKP NRP 80110618